spot_imgspot_img
Rabu 22 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Bukan Sekadar KKN, Ribuan Mahasiswa Ini Punya Misi Menuntaskan Masalah Sampah di Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat, lepas ribuan mahasiswa, mereka diharapkan mampu mengimplementasikan keilmuan dari kampus untuk menjadi agen perubahan di Masyarakat (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat resmi melepas 1.120 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari 8 perguruan tinggi se-Tasikmalaya Raya, Senin (21/7/2026).

Pelepasan ribuan agen perubahan tersebut berlangsung meriah di Lapangan Upacara Kampus Universitas Perjuangan (Unper). Jajaran pemerintah daerah, para rektor, dosen, hingga camat turut menghadiri acara ini.

Baca Juga: Tembus Bukit dan Jalan Terjal, Kodim 0612/Tasikmalaya Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Door to Door di Parungponteng

Sebanyak 903 mahasiswa Unper menyebar di 9 kecamatan dan 69 desa di Kabupaten Tasikmalaya. Sementara itu, sisanya mengabdi di wilayah Kecamatan Cibunigeulis Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat, Dr. Lukman, menjelaskan bahwa KKN tahun ini mengusung isu strategis daerah. Mahasiswa akan fokus mengawal dua program utama, yakni Sampah Tuntas dan Ekonomi Sirkular.

“Mahasiswa diharapkan menjadi agen dan penggerak perubahan di tengah-tengah masyarakat. Ia diharapkan dapat merubah mindset masyarakat, bahwa sampah bukan sesuatu yang menjijikkan, tapi bisa dikelola sehingga bisa memiliki nilai rupiah,” ungkap Lukman.

Ia menekankan bahwa regulasi saat ini sudah tidak mengenal konsep pembakaran sampah atau sekadar membuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Target utamanya, masyarakat harus mampu mengelola sampah secara mandiri dari skala rumah tangga.

“Mahasiswa KKN ini, harus mampu mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas di lingkungan masyarakat. Pilah dari rumah, bisa menjadi inovatif untuk mengolah jadi sesuatu sehingga mampu memberikan bermanfaat,” ujarnya.

Program Ekonomi Sirkulat

Mengenai program ekonomi sirkular, mahasiswa siap mendampingi penguatan UMKM agar usaha warga memiliki nilai tambah dan berdikari.

“Targetnya, usaha ekonomi masyarakat betul-betul memiliki nilai lebih. Bukan hanya jualan, tapi produknya bisa berkembangnya serta naik kelas,” paparnya.

Dr. Lukman juga berpesan agar seluruh peserta KKN selalu menjaga etika dan moral selama menjalankan program pengabdian di tengah masyarakat.

“Keberhasilan KKN bukan dilihat seberapa lama pengabdian, tetapi seberapa besar perubahan yang ada di masyarakat,” jelasnya.

Sekda Kota Tasikmalaya Asep Goparulloh menyambut positif pergerakan KKN Tematik ini. Pihaknya mendorong mahasiswa bersinergi dengan program prioritas Pemkot, seperti Tasik Pintar dan Tasik Resik.

“Program tematik dalam KKN dengan fokus dalam pengelolaan sampah harus dari hulu sampai hilir, dan ini sesuai dengan program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot); yakni Tasik Pintar dan Tasik Resik,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan masalah sosial di daerah.

“KKN ini bukan hanya kegiatan seremonial untuk mendapatkan kelulusan mahasiswa, tapi menjadi saudara pengabdian nyata seluruh mahasiswa untuk menciptakan perubahan serta kemajuan daerah,” ujarnya.

Adapun delapan kampus yang menerjunkan mahasiswanya meliputi Unper, Unsil, UMTAS, Universitas Mandiri, STIKes BTH, STIE Latifah Mubarokiyah, STHG, dan Politeknik Triguna.

Melalui sebaran lokasi yang luas, LLDIKTI IV optimistis kehadiran mahasiswa memberikan dampak nyata serta meninggalkan perubahan perilaku positif di tengah warga.

(Seda)

Diikuti 621 Orang dari 32 Kecamatan, Pemkab Kuningan Gelar MTQ Ke-50 untuk Cetak Generasi Qur’ani

0
KUNINGAN, FOKUSJabar.id
Bupati Dian Resmi Buka MTQ Ke-50, Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Inspirasi Membangun Kuningan Melesat

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., meresmikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 di Alun-alun Desa Sindangagung, Selasa (21/7/2026).

Bupati memanfaatkan momentum emas ini untuk mengajak seluruh warga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia juga mendorong Al-Qur’an sebagai inspirasi utama dalam membangun daerah yang religius, berkarakter, dan harmonis.

Baca Juga: Belum Kantongi Izin, Satpol PP Kuningan Segel Tempat Usaha di Bundaran Cijoho

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si., serta ratusan undangan dan alim ulama turut memadati arena pembukaan.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh hanya membaca Al-Qur’an, melainkan wajib menghayati dan mengamalkannya dalam aktivitas harian.

“Ketika Al-Qur’an hanya berhenti di bibir, ia hanya akan menjadi bacaan yang indah. Namun ketika ia meresap ke dalam hati, ia akan menjadi cahaya kehidupan. Dan ketika diwujudkan dalam perilaku, ia akan menjadi sebuah peradaban yang membawa kemaslahatan bagi umat,” ujar Dian.

Ia menilai MTQ bukan sekadar panggung kompetisi bagi para qari, qariah, maupun hafiz terbaik. Lebih dari itu, acara ini menjadi ikhtiar bersama dalam membumikan nilai-nilai suci di tengah masyarakat.

“MTQ adalah ruang bagi kita untuk menanamkan cinta terhadap Al-Qur’an, menumbuhkan generasi Kuningan yang Qur’ani, serta membangun nilai-nilai peradaban,” katanya.

Al-Qur’an Menjadi Fondasi Penting

Bupati memaparkan bahwa tema “Al-Qur’an Sebagai Inspirasi Moral Menuntun Peran dan Harmoni Umat Menuju Kuningan Melesat” mengandung pesan mendalam. Al-Qur’an menjadi fondasi penting untuk memupuk kejujuran, kesederhanaan, dan persatuan demi memajukan daerah.

“Saya berharap seluruh peserta tidak hanya berorientasi menjadi juara, tetapi datang untuk menjadi duta-duta Al-Qur’an. Kemenangan yang hakiki adalah mampu menghadirkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Di depan dewan hakim, Bupati menekankan pentingnya menjunjung tinggi integritas lewat prinsip “OOJA” (Objektif, Orisinil, Jujur, dan Adil) agar hasil penilaian melahirkan pemenang berkualitas.

“Membangun daerah tidak hanya berbicara soal jalan atau jembatan, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan jiwa. MTQ menjadi bagian penting dalam membentuk masyarakat yang religius dan berakhlak mulia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kabag Kesra Setda Kuningan, Emup Muplihudin, menjelaskan bahwa perhelatan ke-50 ini melombakan lima cabang utama, seperti seni baca, hafalan, Syarhil Qur’an, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah. Panitia juga menyajikan Festival Kasidah Rebana Tradisional untuk memeriahkan syiar.

Ajang ini menyerap 621 peserta dan ofisial dari 32 kafilah kecamatan se-Kabupaten Kuningan. Para peserta akan bersaing selama dua hari di 20 venue yang tersebar di wilayah Kecamatan Sindangagung.

(KuninganKab/IrfansyahRiza)

Belum Kantongi Izin, Satpol PP Kuningan Segel Tempat Usaha di Bundaran Cijoho

0
KUNINGAN, FOKUSJabar.id
Bangunan Usaha di Bundaran Cijoho Disegel Satpol PP Kuningan

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan menyegel sebuah bangunan tempat usaha di kawasan Bundaran Cijoho, Selasa (21/7/2026). Petugas mengambil tindakan tegas ini karena pemilik bangunan belum melengkapi dokumen perizinan dan legalitas sesuai Peraturan Daerah.

Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) turut mengawal aksi penertiban di lokasi.

Baca Juga: Pemkab Majalengka Tutup MPLS Lewat Aksi Ekologi dan Deklarasi Anti-Kekerasan

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP Kabupaten Kuningan, Allex Dolfianza, S.H., menegaskan bahwa penyegelan ini hanya menghentikan aktivitas pembangunan untuk sementara waktu hingga pemilik mengurus seluruh izin.

“Bangunan ini belum memiliki kelengkapan legalitas sesuai Perda Trantibum, khususnya Pasal 19 dan Pasal 25. Setiap orang atau badan yang akan melakukan pembangunan harus memiliki legalitas terlebih dahulu,” kata Allex di lokasi.

Stiker penyegelan mengindikasikan indikasi pelanggaran terhadap Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 3 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

Allex menjelaskan bahwa tindakan ini bukan penutupan permanen. Pihaknya masih memberi ruang bagi pemilik bangunan untuk melengkapi berkas administrasi, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Kalau legalitasnya sudah terpenuhi, pengelola dapat mengajukan permohonan pembukaan segel. Setelah diverifikasi, segel akan dibuka sehingga pembangunan bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Petunjuk Teknis Mengenai Tata Ruang

Ia menekankan agar tidak ada lagi kegiatan tukang selama stiker segel masih menempel di lokasi proyek.

“Tujuan pemasangan segel ini agar tidak ada aktivitas sebelum seluruh legalitas terpenuhi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Tata Ruang DPUTR Kabupaten Kuningan, Dony Handono, S.T., M.M., memaparkan bahwa pihaknya sudah memberi petunjuk teknis mengenai tata ruang, terutama soal penyesuaian garis sempadan bangunan.

Menanggapi tindakan tersebut, perwakilan pemilik bangunan, Nandang, menyatakan kesiapannya untuk mematuhi aturan dan segera mengurus perizinan resmi. Ia mengakui adanya arahan khusus dari DPUTR terkait posisi fisik bangunan.

“Memang ada arahan terkait perubahan tata letak bangunan dari pihak DPUTR. Kami akan mengikuti seluruh prosedur yang berlaku,” ujar Nandang.

Melalui tindakan ini, seluruh pengerjaan fisik di lokasi Bundaran Cijoho berhenti total sampai pemerintah daerah memverifikasi ulang kelengkapan izin dan tata letak bangunan.

(KuninganKab/IrfansyahRiza)

Pemkab Majalengka Tutup MPLS Lewat Aksi Ekologi dan Deklarasi Anti-Kekerasan

0
Majalengka, FOKUSJabar.id
Selasa Berseri dan Aksi Ekologi: Cara Pemkab Majalengka Bentuk Karakter Siswa Cerdas dan Peduli Lingkungan

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, indah, dan ramah anak. Penegasan ini mengemuka saat penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Lapang Sutawangi, Jatiwangi, Selasa (22/7/2026).

Acara tersebut berlangsung semarak karena berbarengan dengan program Selasa Berseri dan Aksi Ekologi.

Bupati Majalengka Eman Suherman menghadiri langsung kegiatan ini bersama Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala KCD IX Disdik Jabar, serta unsur Muspika setempat. Ratusan pelajar dari Kecamatan Jatiwangi dan Palasah turut memadati lokasi acara.

Baca Juga: Kesiapan Tembus 95 Persen, Stadion Pakansari Bogor Siap Sambut Perhelatan Piala AFF 2026

Dalam arahannya, Bupati menyoroti pentingnya menyinergikan pendidikan karakter dengan kepedulian lingkungan. Ia menilai pembentukan mental anak harus seimbang antara prestasi akademis dan kesadaran menjaga kelestarian alam.

“Melalui kegiatan Selasa Berseri ini, kita tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan sekitar secara rutin, tetapi juga membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Aksi ekologi ini adalah momentum penting bagi kita semua untuk terus menjaga keseimbangan alam demi masa depan generasi Kabupaten Majalengka yang lebih baik,” tegas Bupati.

Bupati Majalengka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan atas langkah nyata mereka membangun ekosistem pendidikan yang humanistis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, memastikan seluruh rangkaian MPLS tahun ini berlangsung kondusif. Sekolah-sekolah memfokuskan kegiatan pada penguatan karakter siswa baru tanpa menyisakan praktik senioritas maupun perpeloncoan.

“MPLS dimanfaatkan sebagai ruang sosialisasi dan adaptasi bagi siswa baru untuk mengenalkan lingkungan sekolah, para guru, serta kakak kelas. Yang terutama adalah penguatan karakter melalui Deklarasi dan Ikrar Anti-Kekerasan, anti-kejahatan, anti-penyelewengan, bebas narkoba, hingga pencegahan kekerasan seksual,” ujar Kadisdik.

Sebagai bentuk aksi nyata pada penutupan MPLS, ratusan siswa langsung turun tangan menggelar aksi bersih-bersih di kawasan sekitar kecamatan hingga area Alun-alun Lapang Sutawangi.

(MajalengkaKab/IrfansyahRiza)

Kesiapan Tembus 95 Persen, Stadion Pakansari Bogor Siap Sambut Perhelatan Piala AFF 2026

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Bupati Bogor Rudy Susmanto Pastikan Stadion Pakansari Siap Sambut Piala AFF 2026

BOGOR,FOKUSJabar.id: Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau langsung kesiapan Stadion Pakansari, Minggu (19/7/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh sarana dan prasarana siap menyambut penyelenggaraan Piala AFF 2026.

Pemerintah Kabupaten Bogor menggenjot persiapan lapangan dan fasilitas pendukung menjelang pembukaan turnamen yang tinggal dua hari lagi.

Baca Juga: Aliran Air Tersumbat Dua Dekade, Pemkab Bogor Akhirnya Normalisasi Jalur Sungai Parakan Jaya

Rudy Susmanto menegaskan kesiapan Kabupaten Bogor dalam menyambut pesta sepak bola bergengsi tingkat Asia Tenggara tersebut. Stadion Pakansari menggelar laga perdana yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan Kamboja pada 27 Juli 2026.

Pemerintah daerah bersama jajaran terkait terus mematangkan seluruh kebutuhan teknis. Saat ini, progres kesiapan arena kebanggaan masyarakat Bogor tersebut sudah menyentuh angka 95 persen.

“Beberapa pekerjaan penyempurnaan, termasuk perbaikan atap yang terdampak angin puting beliung, ditargetkan selesai pada 21 Juli 2026,” ujar Rudy.

Ia menilai penunjukan Stadion Pakansari sebagai salah satu venue resmi menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Kabupaten Bogor berkomitmen menghadirkan perhelatan yang aman, nyaman, dan berkelas dunia.

Rudy juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bogor untuk menyukseskan Piala AFF 2026 dengan menunjukkan sikap sebagai tuan rumah yang baik. Ia meminta warga menjaga kerapian, ketertiban, dan memberikan dukungan moral penuh kepada skuad Garuda.

“Mari kita sukseskan Piala AFF 2026. Kemudian tunjukkan bahwa Kabupaten Bogor adalah tuan rumah yang ramah, tertib, dan siap menyambut para tamu dari berbagai negara. Bersama-sama kita dukung perjuangan Timnas Indonesia meraih prestasi terbaik,” tegasnya.

Melalui persiapan yang makin matang, Pemkab Bogor optimistis Stadion Pakansari menyajikan pengalaman berkesan bagi para atlet, ofisial, suporter, serta seluruh tamu mancanegara.

“Selamat datang di Kabupaten Bogor. Selamat datang Piala AFF 2026,” tutupnya.

(BogorKab/IrfansyahRiza)

Aliran Air Tersumbat Dua Dekade, Pemkab Bogor Akhirnya Normalisasi Jalur Sungai Parakan Jaya

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Pemkab Bogor Lanjutkan Normalisasi Kali Kemang Untuk Atasi Pendangkalan Sungai

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Pemerintah Kecamatan Kemang mempererat sinergi untuk menormalisasi sungai di wilayahnya. Langkah cepat ini bertujuan memperlancar aliran air sekaligus menekan potensi banjir akibat pendangkalan.

Petugas memfokuskan pengerjaan normalisasi di kawasan Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, tepatnya sepanjang jalur Kali Angke hingga jalur lintasan menuju Jalan Raya Parung. Tim mengerahkan dua unit alat berat jenis ekskavator untuk mengeruk dan memperdalam dasar sungai, Senin (21/7/2026).

Baca Juga: Dorong Kualitas Pelayanan Publik, Bupati Bogor Apresiasi Capaian Akademik Kadis Kesehatan

Catatan wilayah menunjukkan pemerintah daerah terakhir kali menggelar aksi penataan sungai di lokasi tersebut pada tahun 2005 silam.

Penumpukan sedimentasi selama lebih dari dua dekade menyebabkan pendangkalan parah sehingga aliran air tersumbat. Endapan lumpur di titik ini kerap memicu luapan air yang berdampak hingga ke kawasan Pusat Diklat di Desa Kemang.

Selain Desa Parakan Jaya, tim juga siap menyisir sejumlah titik lain di Kecamatan Kemang. Alat berat akan menggarap area Desa Kemang dan Pondok Udik menuju arah Rancabungur, serta Desa Jampang.

Khusus di Desa Jampang, petugas telah menuntaskan pengerjaan pengerukan, pendalaman, dan pelebaran sungai. Saat ini, DLH Kabupaten Bogor sedang menyelesaikan tahap akhir berupa pembersihan material dan puing-puing sisa pengerukan.

Camat Kemang, Imam Mahmudi, menegaskan bahwa penataan ini menjadi langkah nyata Pemkab Bogor untuk mengembalikan fungsi alami sungai serta meminimalkan potensi genangan di area hilir.

“Kami mengapresiasi sinergi DLH Kabupaten Bogor yang bergerak cepat melakukan normalisasi di wilayah Kemang. Titik ini memang sudah lama mengalami pendangkalan dan menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air,” tuturnya.

Ia berharap proses pengerukan dan pendalaman ini mengembalikan kapasitas sungai secara optimal sehingga lingkungan sekitar aman dari ancaman banjir saat musim hujan tiba.

Melalui aksi nyata ini, Pemkab Bogor terus membuktikan komitmennya untuk menjaga kelestarian fungsi sungai secara bertahap dan berkelanjutan.

(BogorKab/IrfansyahRiza)

Dorong Kualitas Pelayanan Publik, Bupati Bogor Apresiasi Capaian Akademik Kadis Kesehatan

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dr. dr. Fusia Meisiawaty, S.H., M.H.Kes., MARS., C.M.Med.

BOGOR,FOKUSJabar.id: Bupati Bogor Rudy Susmanto menghadiri Sidang Terbuka Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Selasa (21/7/2026).

Kehadiran sosok nomor satu di Kabupaten Bogor ini menegaskan dukungan penuh terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Pemerintah daerah terus berkomitmen memperkuat kualitas pelayanan publik melalui pengembangan kompetensi para aparatur.

Baca Juga: Siapkan Generasi Emas 2045, Pemkot Bogor Wajibkan 300 Ribu Siswa Tanam Pohon!

Dalam acara tersebut, Rudy Susmanto secara langsung menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dr. dr. Fusia Meisiawaty, S.H., M.H.Kes., MARS., C.M.Med., yang berhasil meraih gelar doktor.

Rudy Susmanto menilai capaian akademik tinggi ini sebagai bukti nyata dedikasi dan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat luas.

Ia menyimpan harapan besar agar ilmu baru tersebut dapat makin memperkuat hadirnya pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas. Serta berpihak kepada seluruh warga Kabupaten Bogor.

Keberhasilan ini juga ia harapkan mampu memicu motivasi bagi seluruh jajaran aparatur Pemerintah Kabupaten Bogor. Agar terus belajar, berinovasi, dan mengasah kompetensi demi memberikan pelayanan terbaik.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian,” ujar Rudy Susmanto.

Kehadiran Bupati Bogor dalam sidang terbuka ini sekaligus menjadi wujud apresiasi nyata Pemerintah Kabupaten Bogor. Tentu atas prestasi aparatur yang giat mengembangkan kapasitas diri demi mendukung kemajuan pelayanan publik.

(BogorKab/Irfansyah)