spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Operasi Gabungan Transpotasi Kota Bogor: Jaring Angkot Bodong Tanpa KIR dan Trayek

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Operasi Gabungan Transpotasi Kota Bogor: Jaring Angkot Bodong Tanpa KIR dan Trayek

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memacu penerapan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Rasionalisasi, Peremajaan, dan Penghapusan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memimpin langsung operasi gabungan skala besar di Jalan H. Ir. Juanda, Selasa (14/7/2026). Aksi tegas ini menggandeng personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Satlantas Polresta Bogor Kota, serta anggota TNI dari Satuan Garnisun.

Baca Juga: Wujudkan Pendidikan Inklusif, Pemkot Bogor Kucurkan Bantuan Operasional untuk Siswa Kurang Mampu

Memulai pergerakan sejak pukul 07.00 WIB, tim gabungan sukses menjaring 21 unit angkutan kota (angkot) tua. Petugas membuktikan armada-armada tersebut telah melanggar batas usia teknis di atas 20 tahun. Bahkan, petugas di lapangan mendapati sejumlah pengemudi nekat menarik penumpang tanpa mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Saya rasa tidak ada lagi pengendara atau pengusaha yang berani mencoba-coba. Apalagi ketika sudah dilakukan pencoretan, tapi kemudian masih berkeliaran,” tegas Jenal Mutaqin secara lugas di lokasi razia.

Langkah refresif ini bergulir lantaran instansi terkait telah merampungkan tahapan sosialisasi sejak jauh-jauh hari kepada para pengemudi maupun pengusaha angkutan. Oleh karena itu, Pemkot Bogor menilai tidak ada lagi alasan bagi pemilik untuk tetap mengoperasikan armada uzur tersebut di jalanan protokoler.

Hingga pertengahan Juli ini, Pemerintah telah menarik dokumen resmi dari total 300 unit angkot sekaligus menempelkan stiker tanda tidak laik jalan. Operasi lapangan ini menjadi eksekusi pemungkas dari serangkaian rantai panjang penerapan Perwali Nomor 11 Tahun 2026.

Siapkan Stimulus Padat Karya Bagi Sopir Terdampak

Menyikapi nasib para kru angkutan, Jenal Mutaqin menawarkan solusi alternatif berupa program bantalan sosial kemanusiaan. Ia meminta Dishub segera mendata secara komprehensif para sopir yang berstatus warga Kota Bogor.

“Kita sudah anggarkan di 2026 tentang padat karya. Memang stimulus, tidak permanen. Tapi setidaknya mereka adalah orang yang terkena dampak atas kebijakan,” urai Jenal.

Jenal juga menepis anggapan bahwa operasi ini merupakan pesanan sepihak dari pimpinan daerah atau kepentingan kelompok tertentu. Ia menegaskan tindakan ini murni menjalankan amanat undang-undang, perda, serta perwali. Pemkot Bogor ingin mewujudkan cetak biru penataan transportasi publik yang jauh lebih aman, nyaman, dan manusiawi untuk seluruh masyarakat.

Sanksi Pengandangan dan Dampak Positif Waktu Tunggu Angkot

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan pada Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin, membeberkan bahwa armada yang terjaring razia mayoritas melakukan pelanggaran berat. Selain faktor usia kendaraan, pemilik terbukti tidak memperpanjang STNK, surat izin trayek, hingga abai terhadap kartu uji KIR.

Dody merinci angkot bodong tersebut rata-rata menyisir trayek padat penumpang, seperti trayek Sukasari-Bubulak, trayek Ciheleut, dan trayek Cipinang Gading-Merdeka.

“Yang sudah terjaring razia (sebelumnya), yang hari ini kita dapati kembali, kita langsung melakukan pengandangan di Kantor. Selanjutnya kita buatkan surat pernyataan kepada pemilik kendaraan,” papar Dody merinci sanksi tegasnya.

Menariknya, Dody mengklaim kebijakan penghentian angkot uzur ini mulai membawa dampak positif terhadap tata kelola lalu lintas. Hasil survei internal menunjukkan waktu kedatangan antarangkot (headway) di beberapa titik strategis kini mulai berkurang dan lebih teratur.

Sebagai contoh nyata pada trayek 21 Baranangsiang-Ciawi, jika sebelumnya waktu tunggu angkot menumpuk setiap dua menit sekali, kini durasinya melebar menjadi lebih ideal sekitar lima hingga enam menit.

(PemkotBogor/Irfansyahriza)

Wujudkan Pendidikan Inklusif, Pemkot Bogor Kucurkan Bantuan Operasional untuk Siswa Kurang Mampu

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Wujudkan Pendidikan Inklusif, Pemkot Bogor Kucurkan Bantuan Operasional untuk Siswa Kurang Mampu

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkokoh sektor pendidikan sebagai pilar utama untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya memperluas keterjangkauan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu langkah taktis pemerintah daerah menyasar skema penyelarasan fasilitas pendidikan dengan sarana pendukung di lingkungan sekitarnya. Pemkot Bogor kini memacu integrasi lahan SMAN 11 dengan Lapangan Olahraga Kayumanis. Kebijakan ini mengemban misi ganda, yakni menyokong pengembangan sarana belajar mengajar sekaligus menyediakan wadah aktivitas olahraga bagi para siswa dan warga sekitar.

Baca Juga: Atasi Masalah Lingkungan, Pemkab dan Pemkot Bogor Matangkan Pembangunan PSEL Galuga

Langkah serupa juga berjalan di bawah komando Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Duet kepemimpinan ini mengeksekusi integrasi serupa yang menghubungkan Lapangan Olahraga Yasmin dengan area SMAN 10.

Melalui terobosan ini, Pemkot Bogor memproyeksikan optimalisasi pemanfaatan aset daerah dan ruang publik. Penataan kawasan ini kelak memproduksi manfaat yang jauh lebih besar untuk menyokong kegiatan kurikuler serta mengasah potensi bakat para peserta didik.

Kucurkan Bantuan Rp3 Juta per Siswa Swasta Kurang Mampu

Pada sisi lain, Pemkot Bogor mulai mengarahkan fokus perhatian terhadap nasib para pelajar dari keluarga kurang mampu yang menempuh studi di sekolah swasta. Mulai tahun anggaran 2026, pemerintah daerah mengalokasikan bantuan pendidikan senilai Rp3 juta per siswa setiap tahunnya untuk 2.000 anak yang memenuhi kriteria.

Program stimulan dana pendidikan tersebut menjadi bukti sahih komitmen Pemkot Bogor dalam menciptakan keadilan akses pendidikan. Melalui program ini, pemerintah menggaransi agar setiap anak di Kota Hujan memiliki peluang yang setara untuk menggenggam pendidikan yang layak.

Melalui rangkaian program unggulan tersebut, Pemkot Bogor terus memacu pembentukan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif. Skema ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda Kota Bogor yang cerdas. Terlebih adaptif, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.

(KotaBogor/Irfansyahriza)

Atasi Masalah Lingkungan, Pemkab dan Pemkot Bogor Matangkan Pembangunan PSEL Galuga

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Atasi Masalah Lingkungan, Pemkab dan Pemkot Bogor Matangkan Pembangunan PSEL Galuga

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mempererat jalinan sinergi dalam melahirkan sistem pengelolaan sampah yang moderen dan berkelanjutan. Langkah konkret kedua pemerintah daerah tersebut terlihat saat menggelar kunjungan lapangan bersama guna mematangkan persiapan pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi (PSE) Bogor Raya di lahan PSE Bogor Raya 1, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Selasa (14/7/2026).

Dalam agenda tersebut, Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, bersama Wali Kota Bogor, Dedi Rachim, menginspeksi langsung area yang kelak menjadi pusat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) serta Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) untuk wilayah Bogor Raya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Program Seremonial, Rudy Susmanto Ungkap Investasi Raksasa di Balik 156 Hektare Hutan Bogor

Sejumlah pejabat teras turut mengawal peninjauan strategis ini. Tampak hadir Wakil Asisten Logistik TNI Angkatan Darat, Wakil Asisten Intelijen TNI Angkatan Darat, Dandim Kota Bogor, Dandim Kabupaten Bogor, perwakilan Danantara Indonesia, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dari kedua wilayah, Camat Cibungbulang, Kapolsek, Danramil, hingga Kepala Desa Galuga.

Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menjelaskan bahwa kunjungan lapangan ini memegang peran penting dalam rantai persiapan pembangunan PSEL dan BBMT. Langkah ini krusial demi memastikan kesiapan lahan beserta seluruh aspek teknis pendukung sebelum kontraktor memulai pengerjaan proyek fisik.

“Hari ini saya berbagi tugas dengan Bupati Bogor Bapak Rudy Susmanto. Saya menghadiri kunjungan lapangan persiapan pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Bogor Raya. Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan lokasi agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana,” ungkap Ade Ruhandi.

Ubah Sampah Jadi Berkah Energi Bernilai Tambah

Jaro Ade memaparkan pembangunan fasilitas pengolah sampah berbasis teknologi moderen menjadi jawaban strategis. Tentunya untuk menjawab tantangan darurat sampah di kawasan metropolitan Bogor Raya. Melalui adopsi teknologi PSEL dan BBMT, pemerintah tidak sekadar memusnahkan sampah secara efektif. Melainkan mengonversi limbah tersebut menjadi pasokan energi yang memberikan nilai ekonomi tambah bagi warga.

“Melalui peninjauan langsung ke lokasi, kami ingin memastikan kesiapan lahan dan berbagai aspek pendukung. Harapanya agar proses pembangunan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di masa mendatang,” jelasnya.

Sinergi Lintas Sektor Bersama Danantara dan TNI

Ade Ruhandi menambahkan keberhasilan megaproyek PSEL dan BBMT ini bertumpu penuh pada kekuatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi TNI, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama untuk menghadirkan sistem sanitasi yang ramah lingkungan.

“Semoga sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan. Sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Bogor Raya di masa mendatang,” harapnya.

Melalui perkawinan komitmen antara Pemkab Bogor dan Pemkot Bogor, proyek PSEL dan BBMT ini memikul harapan besar sebagai solusi jangka panjang yang ampuh memangkas volume sampah harian. Langkah ini sekaligus memproduksi energi baru terbarukan guna menyokong target pembangunan berkelanjutan di wilayah Bogor Raya.

(Tim Komunikasi Publik Bogor/Irfansyahriza)

Bukan Sekadar Program Seremonial, Rudy Susmanto Ungkap Investasi Raksasa di Balik 156 Hektare Hutan Bogor

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Bukan Sekadar Program Seremonial, Rudy Susmanto Ungkap Investasi Raksasa di Balik 156 Hektare Hutan Bogor

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto terus mempertebal komitmen nyata dalam menjaga kelestarian alam. Langkah konkret tersebut terwujud melalui pembangunan hutan kota secara masif yang kini tersebar merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Hingga pertengahan tahun ini, pemerintah daerah sukses menanam 45.152 pohon pada area hutan kota dengan total luasan mencapai 156,44 hektare di 40 kecamatan.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan kembali komitmen hijau tersebut saat mengikuti agenda olahraga bersama jajaran aparatur Pemkab Bogor, Selasa (14/7/2026). Rudy merangkaikan kegiatan olahraga pagi itu dengan aksi bebersih dan perawatan Hutan Kota Pakansari secara bergotong royong.

Baca Juga: Usai Insiden Ledakan, Pemkot Tasikmalaya Percepat Penataan Ikon Kota Dadaha

Menurut Rudy, pembangunan hutan kota bukan sekadar program penghijauan rutin di atas kertas, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk mewariskan lingkungan hidup yang sehat bagi generasi penerus.

“Pagi ini kita berolahraga sekaligus melaksanakan aksi bebersih dan merawat Hutan Kota Pakansari, menjaga ruang hijau yang menjadi sumber kehidupan bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Rudy di sela-sela kegiatannya.

Rudy melayangkan rasa syukur yang mendalam karena kawasan Hutan Kota Pakansari kini mulai menunjukkan pertumbuhan yang baik. Pohon-pohon yang ditanam oleh jajarannya sekitar delapan bulan lalu tersebut kini bertransformasi menjadi area hijau yang berkontribusi langsung memperbaiki kualitas udara serta menjaga kelestarian ekosistem sekitar.

“Alhamdulillah, kawasan yang kita tanami sekitar delapan bulan lalu kini mulai tumbuh menjadi hutan kota yang hijau. Ini menjadi bukti bahwa apa yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat besar di masa depan,” imbuhnya sumringah.

Langkah Taktis Mitigasi Perubahan Iklim

Rudy menjelaskan bahwa pembangunan hutan kota menjadi salah satu jurus strategis Pemkab Bogor untuk memperluas ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH). Program ini sekaligus mengemban misi menjaga keseimbangan ekosistem serta menyokong upaya global dalam memitigasi dampak perubahan iklim.

Hingga medio 2026, ekspansi program hijau ini telah menjangkau seluruh kecamatan tanpa terkecuali. Keberadaan 45.152 pohon yang tertanam kokoh di atas lahan seluas 156,44 hektare tersebut mengemban tugas sebagai paru-paru pelindung kualitas lingkungan, sekaligus mendongkrak indeks kenyamanan di wilayah perkotaan Bogor.

Kendati demikian, Rudy mengingatkan bahwa keberhasilan program restorasi lingkungan tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman bibit semata. Keberlangsungan dan kelestarian hutan kota sangat bertumpu pada kepedulian serta konsistensi semua pihak dalam merawat pohon-pohon yang sudah mulai bersemi tersebut.

“Mari kita jaga, rawat, dan lestarikan bersama. Karena setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah warisan untuk masa depan, menghadirkan udara yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pinta Rudy mengajak seluruh elemen warga.

Bupati menaruh harapan besar agar api semangat menjaga kelestarian alam ini terus berkobar di tengah sanubari masyarakat. Dengan begitu, hutan kota tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau biasa. Namun menjelma sebagai simbol kolaborasi apik antara pemerintah dan warga. Tentunya dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang asri, sehat, dan berkelanjutan hingga masa depan.

(Diskominfo Kabupaten Bogor/Irfansyahriza)

Usai Insiden Ledakan, Pemkot Tasikmalaya Percepat Penataan Ikon Kota Dadaha

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan bersama sejumlah pejabat, saat melakukan sidak ke kawasan strategis Dadaha Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) ke Kawasan Komplek Olahraga Dadaha, Selasa (14/7/2026) sore.

Langkah tegas orang nomor satu di Kota Tasikmalaya ini bertujuan memastikan kondisi riil di lapangan pascainsiden ledakan bom rakitan pada Sabtu tengah malam lalu. Sebelum teror ledakan tersebut mencuat, kawasan ini juga sempat diwarnai aksi perselisihan hingga keributan antarpedagang kaki lima (PKL).

Baca Juga: Polres Tasikmalaya Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Provinsi, 10 Motor Diamankan

Dalam sidak tersebut, Viman Alfarizi menggandeng unsur Forkopimda, Kasatpol PP, Kadishub, Kadisporabudpar, serta sejumlah pejabat teras terkait. Ia menyusuri dengan cermat setiap sudut komplek olahraga, pusat kuliner, deretan lapak PKL, hingga titik pusat ledakan guna menginventarisasi dampak kerusakan yang sempat memicu ketakutan warga Tasikmalaya.

Viman mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang dan tidak memproduksi spekulasi liar terkait peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini sudah mengambil alih penanganan kasus bom rakitan dan sedang menggelar penyelidikan mendalam.

“Saya minta masyarakat Kota Tasikmalaya tetap tenang pascakejadian ledakan kemarin. Jangan terpancing isu yang belum jelas. Serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas penyebab dan pelaku,” tegas Viman Alfarizi Ramadhan kepada FOKUSJabar, Selasa (14/7/2026) sore.

Bersihkan Dadaha dari Aktivitas Negatif dan Kumuh

Viman menggarisbawahi bahwa insiden ledakan ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Pemkot Tasikmalaya berkomitmen membersihkan Komplek Olahraga Dadaha dari segala bentuk aktivitas negatif yang merugikan warga dan mencoreng nama baik daerah.

“Ini momentum untuk kita benahi kawasan Dadaha, yang menjadi pusat olahraga masyarakat dan pusat ekonomi daerah. Pemkot akan melakukan penataan secara tegas kawasan alun-alun Dadaha, agar masyarakat yang datang ke sini merasa nyaman dan aman tidak dihantui rasa ketakutan dan kecemasan akibat trauma ledakan bom rakitan kemarin,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa jaminan keamanan dan kenyamanan warga yang berolahraga di pagi hari maupun para PKL yang mencari nafkah hingga malam hari menjadi prioritas utama. Oleh sebab itu, Pemkot Tasikmalaya segera mengeksekusi langkah penataan menyeluruh agar kawasan strategis ini tidak lagi terlihat kumuh dan rawan kejahatan.

Siapkan Siteplan Baru dan Buka Kran Investasi Swasta

Kawasan Dadaha memikul dua fungsi vital bagi denyut nadi Kota Tasikmalaya, yakni sebagai pusat kebugaran publik sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan. Viman mengingatkan jangan sampai satu gangguan keamanan merusak kepercayaan para penanam modal.

Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan di masa mendatang, Wali Kota telah mengeluarkan instruksi khusus kepada Satpol PP, kepolisian, dan Babinsa untuk melipatgandakan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan malam hari. Kehadiran aparat secara intensif harapannya mampu memulihkan gairah ekonomi di kawasan tersebut.

Terkait cetak biru pembangunan, Pemkot Tasikmalaya rupanya telah mematangkan konsep dan siteplan baru untuk menata ulang wajah Dadaha. Ke depan, pemerintah akan melokalisasi para PKL ke dalam zona khusus yang lebih rapi, representatif, dan higienis.

Viman membeberkan bahwa saat ini sudah banyak investor swasta yang menyatakan minat untuk ikut mengembangkan Kawasan Dadaha. Pemkot Tasikmalaya pun membuka ruang kolaborasi yang luas guna mendongkrak daya tarik estetika kota.

“Kami ingin Dadaha menjadi ikon baru Tasikmalaya. Ada ruang olahraga, ruang hijau, ruang usaha, dan ruang publik yang nyaman. Tapi semua harus berjalan dengan regulasi yang jelas dan tidak merugikan masyarakat dalam beraktivitas maupun berolahraga,” pungkas Viman.

(Seda)

Tingkatkan Kualitas Data Pembangunan, DPMD Ciamis Mutakhirkan Indeks Desa Tahun 2026

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Tingkatkan Kualitas Data Pembangunan, DPMD Ciamis Mutakhirkan Indeks Desa Tahun 2026

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis mematangkan akurasi data pembangunan melalui agenda Pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026, Selasa (14/7/2026). DPMPD Ciamis mengemas acara di Aula DPMD Ciamis ini secara bauran (hybrid), yakni tatap muka langsung (luring) serta memanfaatkan koneksi virtual Zoom Meeting.

Agenda strategis ini menghadirkan perwakilan DPMD Ciamis, Bapperida Ciamis, jajaran dari 27 kecamatan, utusan 258 pemerintah desa. Hingga Tim Pendampingan Profesional (TPP) Kabupaten Ciamis. Seluruh pihak berkumpul guna menyatukan visi. Sekaligus meningkatkan kualitas data pembangunan desa sebagai fondasi kokoh untuk melahirkan kebijakan yang tepat sasaran.

Baca Juga: Igor Tolic Akhirnya Buka Suara soal PSGC Ciamis Jadi Tim Satelit Persib

Sekretaris DPMD Ciamis, Aman, yang hadir mewakili Kepala Dinas, menegaskan bahwa Indeks Desa memegang peran sebagai kompas strategis yang memotret kondisi riil di lapangan serta menuntun arah pembangunan daerah.

“Indeks Desa bukan sekadar angka pajangan atau status administratif belaka. Angka ini memikul peran sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Oleh sebab itu, ketajaman data hari ini memegang kunci keberhasilan mutu perencanaan pembangunan masa depan,” tutur Aman saat membacakan sambutan.

Aman memaparkan bahwa pemutakhiran data kali ini berlandaskan pada Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 9 Tahun 2024 tentang Indeks Desa. Regulasi tersebut mewajibkan petugas menempuh rantai proses mulai dari pendataan awal, verifikasi lapangan dan validasi bertahap. Hingga penetapan data resmi secara berjenjang demi memproduksi data yang presisi, aktual, serta akuntabel.

Rapor Hijau Ciamis: Bebas dari Status Desa Tertinggal

Dalam forum tersebut, panitia juga membeberkan grafik capaian Indeks Desa Kabupaten Ciamis untuk rapor tahun 2025. Dari total 258 desa yang tersebar, sebanyak 220 desa (85,27%) sudah berhasil mencaplok status Desa Mandiri.

Sementara itu, 36 desa (13,95%) menyandang predikat Desa Maju, dan tersisa 2 desa (0,78%) yang masih berada pada level Desa Berkembang. Prestasi cemerlang ini sekaligus mengikis habis keberadaan Desa Tertinggal maupun Desa Sangat Tertinggal di Tatar Galuh Ciamis.

Aman melayangkan pujian bahwa rapor hijau tersebut lahir berkat kerja sama apik antara pemerintah desa. Juga peran pemerintah kecamatan, perangkat daerah, para pendamping desa, serta seluruh elemen masyarakat. Kendati demikian, ia meminta semua pihak tidak lekas berpuas diri demi mengantar sisa desa yang ada menuju level mandiri secara menyeluruh.

“Kita pantang cepat berpuas diri. Kita masih memikul tugas untuk menuntun sisa desa agar segera naik kelas menjadi Desa Mandiri. Maka dari itu, tim lapangan wajib menyisir data secara cermat agar pimpinan mampu mengambil keputusan pembangunan yang jitu,” sambungnya mengingatkan.

Pilar Penyusunan Dokumen RPJMD Ciamis

Pertemuan intensif ini juga mengupas tuntas rencana pemanfaatan data Indeks Desa. Tentunya sebagai salah satu pilar penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ciamis, mengevaluasi hasil kerja tahun lalu. Serta menyelaraskan aspek teknis pengerjaan instrumen pendataan tahun ini.

Sebelum menutup paparan, Aman mengajak seluruh peserta berkomitmen kuat dalam menyuguhkan data yang valid, objektif, dan tepercaya demi kepentingan warga Ciamis.

“Tujuan Indeks Desa bukan untuk melabeli desa terbaik atau terburuk, melainkan berfungsi sebagai alat ukur objektif guna merancang arah kebijakan pembangunan. Mari kita persembahkan data bermutu tinggi agar desa-desa di Ciamis tumbuh semakin maju, mandiri, berdaya saing, serta berkelanjutan,” pungkas Aman optimistis.

DPMD Ciamis menaruh ekspektasi besar agar proses pembaruan data kali ini berjalan lancar. Sehingga melahirkan basis data yang kokoh demi memuluskan perencanaan, eksekusi, hingga pengawasan pembangunan pedesaan di Kabupaten Ciamis.

(CiamisKab/Irfansyahriza)

Gerakkan Ekonomi UMKM, Pemkab Indramayu Sukses Gelar Rangkaian Acara Hiburan Massal

0
Indramayu, FOKUSJabar.id
Bupati Indramayu, Lucky Hakim

INDRAMAYU,FOKUSJabar.id: Ribuan warga memadati area Sport Center Kabupaten Indramayu untuk menikmati kemeriahan panggung Karnaval SCTV yang berlangsung selama dua hari berturut-turut, Sabtu–Minggu (11–12/7/2026) kemarin.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, memeriahkan langsung suasana dengan membaur di tengah kerumunan massa. Ia bahkan menaiki panggung utama untuk berpartisipasi dalam atraksi permainan sulap bersama para pengisi acara. Ribuan pengunjung yang memenuhi lokasi kegiatan menyambut hangat kehadiran orang nomor satu di Indramayu tersebut.

Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, Pemkab Kuningan Targetkan Bebas RTLH Pada 2028

Dalam momentum itu, Bupati Lucky Hakim melayangkan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Karnaval SCTV. Ia menilai ajang ini tidak sekadar menyajikan hiburan bermutu bagi warga, melainkan menjadi sarana efektif untuk mempromosikan potensi daerah ke tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Minta Maaf Soal Jalan Rusak dan Janjikan Pemerataan Infrastruktur

Bupati Lucky menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu saat ini tengah memacu pembangunan infrastruktur secara bertahap dan merata di seluruh wilayah. Langkah taktis ini bertujuan menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal, memikat minat investasi, serta menaikkan taraf kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah, kami terus berupaya melakukan pembangunan semaksimal mungkin. Mohon maaf apabila masih ada jalan yang belum diperbaiki, karena semuanya dilakukan secara bertahap. Pembangunan akan terus dilakukan secara merata, mulai dari wilayah Indramayu barat, tengah, hingga timur. Selain itu, jaminan kesehatan dan pendidikan juga akan terus kami perjuangkan,” tutur Lucky Hakim secara terbuka di hadapan warga, Selasa (14/7/2026).

Di sisi lain, Bupati Lucky merangkul generasi muda untuk segera mengasah dan meningkatkan keterampilan diri. Langkah ini krusial guna menyambut pengembangan kawasan industri baru di wilayah Losarang, Sukra, Patrol, Gantar, dan Terisi agar anak-anak muda Indramayu mampu mencaplok peluang kerja yang kini terbuka lebar.

Kolaborasi Artis Papan Atas dan 100 Penari Tari Topeng

Kemeriahan Karnaval SCTV di Sport Center Indramayu sukses menyedot perhatian publik secara masif. Sepanjang akhir pekan, masyarakat Kabupaten Indramayu menikmati suguhan musik dari deretan musisi papan atas tanah air, penampilan bintang sinetron SCTV, serta panduan para pembawa acara (host) ternama.

Panggung hiburan ini juga mengangkat khazanah budaya lokal melalui pertunjukan kolosal Tari Topeng yang melibatkan 100 siswa-siswi Indramayu. Selain itu, panitia menampilkan kesenian tradisional khas seperti Berokan, Obrog, dan Manukan untuk memperkenalkan warisan leluhur kepada masyarakat luas.

Di luar panggung konser, warga juga menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti beragam aktivitas paralel. Mulai dari agenda jalan sehat, senam massal, lomba mewarnai anak, parade marching band, turnamen fun mini soccer, wahana Jelajah SCTV, konvoi parade artis, stan bazar UMKM, hingga gerai pelayanan publik terpadu.

Melalui pergelaran Karnaval SCTV ini, masyarakat tidak hanya memanen hiburan berkualitas. Acara ini sukses menghidupkan ruang kebersamaan yang menggerakkan roda ekonomi para pelaku UMKM. Sekaligus memperkokoh citra Kabupaten Indramayu sebagai daerah yang terus berkembang maju.

(Diskominfo Indramayu/Irfansyahriza)