CIAMIS,FOKUSJabar.id: Warga Kabupaten Ciamis akhirnya mampu mengobati kerinduan mereka terhadap Galuh Culinary Night (GCN). Destinasi wisata kuliner malam favorit masyarakat ini kembali menyapa publik, Sabtu (18/07/2026) malam, setelah sempat vakum selama sekitar enam bulan akibat musim hujan.
Panitia memilih kawasan Bundaran Stadion Galuh Ciamis sebagai lokasi acara. Destinasi ini akan menyuguhkan beragam pilihan kuliner dan hiburan menarik setiap malam Minggu.
Baca Juga: Mobil Kabur usai Tabrak Motor di Pamarican Ciamis, Dua Korban Meninggal Dunia
Sejak sore hingga malam hari, lautan pengunjung langsung memadati kawasan Bundaran Stadion Galuh. Aneka hidangan makanan dan minuman dengan cita rasa manis, gurih, hingga pedas sukses memikat masyarakat yang sudah lama menantikan GCN sebagai tempat kongkow bersama keluarga maupun teman.
Ketua Galuh Culinary Night Ciamis, Andri membeberkan bahwa GCN kini resmi memasuki tahun ketiga penyelenggaraan atau season keenam. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat pada musim lalu memaksa panitia menghentikan sementara operasional pasar malam ini.
“Selama musim hujan, pedagang sering terkendala saat berjualan dan jumlah pengunjung juga menurun. Karena itu kegiatan sempat dihentikan sekitar enam bulan sebelum akhirnya kembali dibuka pada season keenam,” ujarnya.
Pada musim kali ini, sebanyak 30 stan UMKM ikut ambil bagian. Andri menjelaskan bahwa komposisi peserta merangkul para pelaku usaha lama sejak season pertama, sekaligus memberikan ruang bagi UMKM baru yang ingin mempromosikan produk mereka.
Konsep Hiuran yang Segar
Ia menaruh harapan besar agar jumlah peserta terus bertambah secara konsisten. Langkah ini penting agar semakin banyak pelaku UMKM di Kabupaten Ciamis yang memetik manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.
“Kami ingin GCN menjadi pusat kegiatan kuliner yang mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak yang bergabung sehingga pilihan kuliner juga semakin beragam,” katanya.
Demi menciptakan iklim persaingan yang sehat, panitia menerapkan aturan ketat dengan membatasi jumlah stan yang menjual menu sejenis. Selain itu, petugas juga mengatur tata letak lapak agar pedagang dengan produk serupa tidak saling berdekatan.
Tidak sekadar memanjakan lidah lewat wisata kuliner, GCN juga mengusung konsep hiburan yang segar. Pengunjung bisa menikmati alunan musik live bahkan ikut menyumbangkan suara lewat fasilitas karaoke yang tersedia di lokasi.
“Konsepnya memang wisata kuliner yang dipadukan dengan hiburan. Jadi masyarakat tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga bisa menikmati musik bahkan ikut bernyanyi bersama,” ungkap Andri.
Ke depan, Andri membidik target untuk menghadirkan kembali Gatrik (Galuh Tour Kota Klasik) sebagai kendaraan wisata ikonik penarik pengunjung. Ia juga berharap instansi pemerintah seperti Samsat dan Disdukcapil kembali membuka layanan jemput bola di lokasi acara seperti musim-musim sebelumnya.
Salah seorang pengunjung asal Kecamatan Banjarsari, Intan mengaku sengaja meluangkan waktu datang ke GCN karena merindukan atmosfer wisata kuliner malam tersebut.
“Saya kangen karena sudah beberapa bulan tutup. Waktu liburan kemarin juga berharap GCN sudah buka lagi supaya bisa jajan di sini. Dulu saya juga mengajak teman-teman naik gatrik keliling Kota Ciamis. Semoga nanti gatriknya bisa hadir lagi,” katanya.
Kembalinya Galuh Culinary Night mengemban misi besar. Acara ini bukan sekadar menjadi pelepas rindu masyarakat, melainkan juga bertindak sebagai mesin penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat magnet wisata malam di Kabupaten Ciamis.
(Mia)









