spot_imgspot_img
Rabu 22 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Tekan Lahan Pertanian Kian Menyusut, Pemkot Depok Dorong Warga Tanam Bumbu Dapur Mandiri

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah (kiri) panen terong di lahan urban farming Kodim 0508/Depok, pekan lalu. (Foto: Nur Aprida Sani/Diskominfo Depok).

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemkot Depok merespons dinamika harga kebutuhan pokok yang kian fluktuatif dengan mengimbau masyarakat menggalakkan gerakan menanam mandiri di pekarangan rumah.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, mendorong warga memanfaatkan setiap sudut lahan kosong sekitar hunian untuk menopang ketahanan pangan keluarga.

Baca Juga: Jamin Keselamatan Atlet Porprov Jabar 2026, KONI Depok Sediakan Perlindungan Medis dan Asuransi

“Kami mengajak warga Kota Depok mari manfaatkan lahan-lahan tidur sekitar rumah untuk ketahanan pangan mandiri,” ujar Chandra pada Rabu (22/07/2026).

Chandra menyoroti pentingnya membudidayakan tanaman komoditas harian seperti cabai, bawang, tomat, dan terong. Pengolahan tanaman bumbu dapur ini relatif mudah dan tidak memerlukan areal tanah yang luas.

“Maksimalkan semaksimal mungkin untuk ketahanan pangan kita,” tegasnya.

Metode Urban Farming Jadi Solusi Keterbatasan Lahan

Baca Juga: Dinsos Kota Depok Gelar Pelatihan Menari RKAI Batch I 2026 untuk Anak Istimewa

Chandra menilai konsep urban farming sangat ideal menjawab tantangan kawasan perkotaan padat seperti Kota Depok.

Pertumbuhan penduduk yang pesat memicu keterbatasan lahan kosong yang siap garap sebagai media tanam konvensional.

“Lahan pertanian di perkotaan semakin hari semakin menyusut, sehingga urban farming berbasis masyarakat ini perlu kita terapkan di Depok,” pungkasnya.

Melalui gerakan menanam dari rumah ini, Pemkot Depok berharap warga mampu menekan pengeluaran belanja harian sekaligus membangun kemandirian pangan secara berkelanjutan.

(Pemkot Depok/IrfansyahRiza)

Jamin Keselamatan Atlet Porprov Jabar 2026, KONI Depok Sediakan Perlindungan Medis dan Asuransi

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Tak Perlu Cemas! KONI Pastikan 744 Atlet Depok Tercover BPJS Ketenagakerjaan Jelang Porprov Jabar 2026

DEPOK,FOKUSJabar.id: Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok menempatkan keselamatan atlet sebagai prioritas utama.

Lembaga ini mendaftarkan 744 atlet proyeksi Porprov ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Dinsos Kota Depok Gelar Pelatihan Menari RKAI Batch I 2026 untuk Anak Istimewa

Ketua KONI Kota Depok, Heri Suprianto, menegaskan bahwa penjaminan asuransi ini bertujuan mempercepat penanganan medis jika atlet mengalami cedera selama masa latihan maupun saat bertanding di lapangan.

“Juga kita dalam melindungi atlet itu juga maksimal. Karena hampir 744 atlet itu kita cover BPJS Ketenagakerjaan. Artinya kita sungguh-sungguh memperhatikan jangan sampai mereka cedera. Kalau mereka cedera, semaksimal mungkin bisa penanganannya secara cepat,” ujar Heri pada Rabu (22/07/2026).

Kerja Sama Strategis Bareng Eka Hospital

Heri menjelaskan bahwa KONI Depok menggaet Eka Hospital untuk memperkuat penanganan medis darurat bagi para atlet.

Melalui kemitraan ini, dokter spesialis akan langsung menangani atlet yang mengalami cedera tanpa harus melewati prosedur birokrasi yang rumit.

“Ketika cedera, yang menangani mereka harus oleh dokter yang memang spesialis, yang memahami itu. Terkait BPJS Ketenagakerjaan, kita bekerja sama dengan Eka Hospital. Seluruh atlet itu di-cover oleh mereka,” jelas Heri.

Saat ini kepesertaan asuransi mencakup 744 atlet, dan KONI Depok memproyeksikan jumlah tersebut terus bertambah seiring pendaftaran para pelatih cabang olahraga.

“744 atlet mungkin akan berkembang dengan pelatih sekitar 1.000 orang. Itu semua di-cover,” katanya.

Perlindungan Penuh Hingga Desember 2026

Skema perlindungan medis ini memproteksi seluruh kebutuhan atlet Porprov Jabar 2026, mulai dari fase persiapan, pelaksanaan kompetisi, hingga fase pemulihan pascapertandingan hingga Desember 2026.

“Untuk Porprov. Mereka meng-cover sampai bulan Desember. Jadi sebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan, sampai pasca. Saya pikir ini luar biasa karena membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar. Ini kerja sama yang sangat baik,” tutup Heri.

(Pemkot Depok/IrfansyahRiza)

Dinsos Kota Depok Gelar Pelatihan Menari RKAI Batch I 2026 untuk Anak Istimewa

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Anak istimewa saat mengikuti Pelatihan Menari pada program RKAI. (Foto: Istimewa Bima/Diskominfo Depok).

DEPOK,FOKUSJabar.id: Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok mengasah bakat seni sekaligus mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak istimewa lewat pelatihan menari program Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) Batch I Tahun 2026.

Instruktur tari dari Yayasan Belantara Budaya Indonesia, Kirana Lucida, mengenalkan tarian kreasi bertema permainan tradisional Wak Wak Gung kepada para peserta.

Baca Juga: Gandeng Danantara dan Everbright Harmony, Pemkab Bekasi Siapkan Pembangunan PSEL Rp16,5 Miliar

“Kami ajarkan Tari Wak Wak Gung sekaligus memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak istimewa,” ujarnya kepada media pada Rabu (22/07/2026).

Gelar 12 Kali Pertemuan Hingga Pementasan Seni

Kirana menambahkan bahwa pihaknya mengemas Pelatihan Menari di Ruang Kaca Lantai 10 Gedung Dibaleka II ini dalam rentang 12 kali pertemuan.

Selama periode pelatihan tersebut, para peserta akan menguasai dua tarian kreasi yang bakal memukau penonton pada pementasan akhir.

Kirana mengakui bahwa melatih tari untuk anak-anak istimewa menghadirkan tantangan tersendiri karena setiap peserta membutuhkan pendekatan personal yang unik.

Namun, seiring berjalannya waktu, jalinan emosional yang erat membuat proses belajar mengajar mengalir dengan sangat baik.

“Tantangannya memang berbeda karena setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan masing-masing,” ungkap Kirana.

“Sejauh ini kami sudah semakin dekat. Sehingga ada rasa aman dan nyaman sudah terbangun, proses belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan,” tutupnya.

(DepokGoId/IrfansyahRiza)

Gandeng Danantara dan Everbright Harmony, Pemkab Bekasi Siapkan Pembangunan PSEL Rp16,5 Miliar

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja didampingi Sekretaris Daerah Endin Samsudin serta para Asisten Daerah melakukan Rapat Koordinasi PSEL dengan Danantara di Ruang Rapat Kerja Plt. Bupati Komplek Pemkab Bekasi Cikarang Pusat, Rabu (22/07/2026). Foto: BekasiKab

BEKASI,FOKUSjabar.id: Kesiapan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) memasuki babak baru. Danantara Investment Management resmi menetapkan Everbright Harmony sebagai mitra strategis proyek usai Pemkab Bekasi menuntaskan berbagai persiapan lahan dan infrastruktur pendukung.

Komitmen percepatan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Pemkab Bekasi dan Danantara Investment Management di Ruang Rapat Bupati, Rabu (22/07/2026). Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja memimpin langsung rapat yang menghadirkan Sekda Endin Samsudin beserta jajaran perangkat daerah teknis.

Baca Juga: Dorong Insentif Guru Ngaji Hingga Desa Hijau, BPD Jayalaksana Bawa 6 Misi Besar di Bekasi

Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh kebutuhan utama proyek PSEL selama hampir satu tahun terakhir.

“Seluruh persyaratan utama pembangunan PSEL telah kami siapkan, mulai dari penyediaan lahan seluas lima hektare yang kini telah menjadi aset pemerintah daerah hingga anggaran sebesar Rp16,5 miliar untuk proses pematangan lahan. Kami juga memprioritaskan pelebaran akses jalan dan pembangunan jembatan menuju lokasi PSEL agar seluruh kebutuhan proyek dapat terpenuhi dan pembangunan berjalan sesuai target,” ujar Asep.

Solusi Solutif Atasi Timbulan 1.300 Ton Sampah Per Hari

Asep menjelaskan bahwa kehadiran PSEL bukan sekadar menyediakan tempat pengolahan sampah biasa, melainkan menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengolah timbulan sampah Bekasi yang mencapai 1.300 ton per hari.

“Ini bukan hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Karena itu seluruh tahapan persiapan harus dilakukan secara matang agar pelaksanaan proyek berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” katanya.

Pada tahap awal operasional, PSEL menargetkan pemrosesan 1.000 ton sampah per hari. Pengelola akan meningkatkan kapasitas secara bertahap seiring kesiapan sistem pengangkutan di lapangan.

Mengingat populasi Kabupaten Bekasi menembus 3,4 juta jiwa dengan sokongan ribuan kawasan industri, Pemkab Bekasi membutuhkan sistem pengolahan sampah modern yang mampu mengimbangi lonjakan volume sampah harian.

Everbright Harmony Targetkan Groundbreaking Akhir 2026

Sementara itu, Direktur Investasi Danantara Investment Management, Fadli Rahman, mengumumkan penunjukan Everbright Harmony—perusahaan pengelola waste to energy raksasa asal Tiongkok—sebagai pelaksana proyek.

“Kami telah melaporkan kepada Plt. Bupati Bekasi bahwa proses pemilihan mitra sudah selesai dan Everbright Harmony terpilih sebagai mitra pembangunan PSEL Kabupaten Bekasi. Tahun ini kami menargetkan penyelesaian tahap desain, kemudian groundbreaking pada akhir 2026 atau paling lambat Januari 2027. Proses pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar dua tahun sehingga pada 2029 fasilitas ini diharapkan sudah beroperasi,” kata Fadli.

Fadli memuji kesiapan Pemkab Bekasi dalam mendukung PSEL, terutama pada penyediaan lahan dan infrastruktur jalan penunjang. Pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemkab Bekasi agar jadwal pelaksanaan proyek berjalan presisi.

“Kami melihat komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi sangat kuat dalam menyiapkan seluruh kebutuhan proyek. Mulai dari lahan, pematangan lahan hingga infrastruktur pendukung. Dengan sinergi yang terus terjalin, kami optimistis pembangunan PSEL dapat berjalan sesuai target. Sehingga fasilitas ini segera beroperasi dan menjadi solusi pengelolaan sampah yang modern serta berkelanjutan bagi Kabupaten Bekasi,” tutup Fadli.

(BekasiKab/IrfansyahRiza)

BAZNAS Ciamis Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Pengelolaan ZIS Berbasis SIMBA

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Ciamis Bidang Pelaporan dan Keuangan, Didin Sa'adudin saat ditemui di Kantor Baznas Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis terus memperkuat kepercayaan publik dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara transparan dan akuntabel.

Pihaknya memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) sebagai platform digital untuk menyajikan pelaporan keuangan yang dapat masyarakat akses secara terbuka.

Baca Juga: Jangan Lagi Beri Stigma! Mantan Napi di Ciamis Kini Bangun Usaha dan Santuni Anak Yatim

Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Ciamis Bidang Pelaporan dan Keuangan, Didin Sa’adudin AF, menegaskan bahwa pemanfaatan SIMBA menjadi bukti komitmen lembaga dalam mewujudkan tata kelola dana umat yang profesional.

“Pada intinya, kami mengajak masyarakat agar lebih meningkatkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga-lembaga yang resmi. Tujuannya agar seluruh penghimpunan dana umat dapat tercatat secara akuntabel dalam sistem keuangan,” ujar Didin di Kantor BAZNAS Ciamis, Rabu (22/7/2026).

Sistem SIMBA Beri Kepastian dan Kemudahan Akses

Ia menilai pengelolaan zakat lewat sistem resmi memberikan kepastian bahwa lembaga mencatat seluruh penghimpunan dana secara rapi. BAZNAS memproses pengelolaan sesuai aturan serta menyerahkan bantuan kepada para mustahik melalui berbagai program yang matang.

“Sehingga pengelolaannya menjadi jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

BAZNAS RI merancang sistem SIMBA untuk menyatukan seluruh BAZNAS di Indonesia dalam satu jaringan terintegrasi. Sistem ini menghubungkan alur penghimpunan, pencatatan, hingga penyaluran dana zakat sehingga memudahkan proses pengawasan.

Masyarakat umum maupun muzaki dapat memantau langsung laporan keuangan BAZNAS Ciamis. Hanya dengan memilih nama Kabupaten Ciamis di dalam platform SIMBA.

“Jadi apabila masyarakat atau siapa pun ingin mengetahui perputaran pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di BAZNAS bisa mengakses SIMBA, kemudian memilih Kabupaten Ciamis. Di sana akan terlihat pengelolaan keuangan BAZNAS Ciamis sebagai bentuk keterbukaan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah,” jelasnya.

Dukung Pembangunan Lewat Penyaluran ZIS Tepat Sasaran

Ia berharap keterbukaan informasi ini mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi. Semakin besar penghimpunan dana, semakin luas pula jangkauan manfaat bagi masyarakat penerima.

Selama ini BAZNAS Ciamis menyalurkan dana ZIS untuk menopang berbagai program strategis di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, hingga kegiatan keagamaan demi meningkatkan kesejahteraan warga.

Pencatatan keuangan yang tertib juga merefleksikan tingginya kepedulian sosial umat Islam dalam mendukung pembangunan daerah melalui instrumen zakat.

“Melalui pencatatan yang baik, akan terlihat bahwa umat Islam di Indonesia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Terlebih terhadap pembangunan bangsa melalui zakat, infak, dan sedekah,” pungkasnya.

(Mia)

Dorong Insentif Guru Ngaji Hingga Desa Hijau, BPD Jayalaksana Bawa 6 Misi Besar di Bekasi

0
BEKASI, FOKUSjabar.id
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Sukhro Wardi, menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat serta memastikan penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan warga. foto : BekasiKab

BEKASI,FOKUSJabar.id: Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Sukhro Wardi, menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat. Ia berjanji akan memastikan penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan warga.

Sukhro menyampaikan komitmen tersebut usai mengucap sumpah jabatan bersama 1.564 anggota BPD se-Kabupaten Bekasi periode 2026–2034. Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memimpin langsung prosesi pelantikan di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Ubah Wajah Pasar Cikarang Utara, Pemkab Bekasi dan Bank BJB Sulap Kawasan Pasar Jadi Makin Tertib

Sukhro menyebutkan bahwa momentum pelantikan ini menjadi awal tanggung jawab besar BPD sebagai mitra pemerintah desa sekaligus penyalur suara warga. Pihaknya menyiapkan enam program strategis untuk mengawal pembangunan desa selama masa jabatan.

“Pembangunan desa harus benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat. BPD akan hadir sebagai jembatan antara warga dan pemerintah desa agar setiap aspirasi dapat terakomodasi dalam kebijakan maupun APBDes,” ujarnya.

Enam Program Strategis BPD Jayalaksana

Enam fokus utama Sukhro mencakup penguatan penyerapan aspirasi warga, pemberdayaan pemuda, peningkatan insentif guru ngaji, penguatan sektor pertanian, pemerataan pembangunan fisik-ekonomi, serta pengembangan program Desa Hijau (Green Village).

Pada bidang pemberdayaan masyarakat, BPD akan menggenjot pelatihan keterampilan, kewirausahaan, serta menguatkan peran Karang Taruna guna mencetak warga yang mandiri dan berdaya saing.

Sukhro juga memberikan perhatian khusus pada sektor keagamaan. Ia menilai guru ngaji memegang peranan vital dalam membentuk karakter generasi muda sehingga BPD perlu memperjuangkan insentif yang lebih layak bagi mereka.

Sektor pertanian turut menjadi prioritas. BPD Jayalaksana akan mengawal pembangunan infrastruktur tani, mempermudah akses pupuk, serta menerapkan teknologi ramah lingkungan demi memperkuat ketahanan pangan desa.

Pemerataan Pembangunan dan Lingkungan Hidup

Sukhro menekankan pentingnya pemerataan Pembangunan agar seluruh RW di Desa Jayalaksana menikmati manfaat infrastruktur dan ekonomi secara adil.

Sementara untuk aspek lingkungan, BPD mendukung penuh program Green Village melalui pengelolaan sampah berbasis warga, gerakan penghijauan, serta kampanye kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Sukhro mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan Pemdes Jayalaksana untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan desa yang maju, sejahtera, dan religius.

“Pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Kami siap menjadi mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah desa. Serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Desa Jayalaksana yang lebih baik,” pungkasnya.

(BekasiKab/Irfansyahriza)

Ubah Wajah Pasar Cikarang Utara, Pemkab Bekasi dan Bank BJB Sulap Kawasan Pasar Jadi Makin Tertib

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendorong penataan kawasan Pasar Cikarang Utara secara bertahap guna menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertata, bersih, nyaman, dan mampu meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat. foto : BekasiKab

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mempercepat penataan kawasan Pasar Cikarang Utara secara bertahap demi menciptakan lingkungan pedagang yang lebih tertata, bersih, dan nyaman. Sinergi antara pemerintah daerah dan program Corporate Social Responsibility (CSR) mulai mengubah wajah pasar menjadi lebih rapi bagi para pedagang maupun pengunjung.

Kepala UPTD Pasar Wilayah IV Cikarang Utara, Hasyim Adnan, menjelaskan bahwa perubahan pesat ini bermula usai kunjungan Kepala Daerah (KDM) pada 19 Juni 2026. Momen peninjauan tersebut menjadi pemicu utama percepatan pembenahan fisik di lapangan.

Baca Juga: Soroti Kasus Kekerasan Anak di Bogor, KPAID dan TP PKK Dorong Orang Tua Jadi Benteng Utama

“Setelah kunjungan tersebut, banyak perubaha. Perbaikan terotoar dan mengecat merah, mengganti pagar kemudian mengecetnya menjadi putih, kemudian pengaspalan. Selain itu, kanopi dan pengecatan bagian depan pasar juga melalui bantuan program CSR Bank BJB sehingga wajah pasar kini jauh lebih baik,” ujar Hasyim pada Rabu (22/07/2026).

Pengaturan Lahan Parkir dan Relokasi Pedagang Malam

UPTD Pasar Wilayah IV mengelola kawasan seluas 2,6 hektare yang membentang dari belakang Pos Polisi hingga Jalan Suwadaya, mencakup area Pasar Seng hingga Pasar Permai. Batas pengelolaan ini menjadi acuan dalam merelokasi pedagang, menyediakan kantong parkir, serta mengoptimalkan retribusi daerah.

Hasyim menegaskan bahwa penataan ini tidak hanya menyasar perbaikan infrastruktur, tetapi juga menertibkan ruang publik. Pengelola merelokasi sementara para pedagang malam agar warga dapat memanfaatkan area tersebut sebagai lahan parkir pada pagi hingga siang hari.

“Pedagang malam yang berjualan di depan Pasar Baru jumlahnya sekitar 200 sampai 220 orang. Siang hari kondisi pasar sudah jauh lebih rapi, tetapi pada malam hari masih perlu penataan lanjutan karena aktivitas pedagang kembali cukup padat,” katanya.

Tim pengelola memindahkan perlengkapan dagang, meja, dan tunggak sementara ke area basement serta toko-toko kosong agar sirkulasi pengunjung makin lega. Program CSR menopang pengerjaan fisik, sementara tim pasar fokus mengawal pengawasan harian.

Jaga Kebersihan Lingkungan Demi Dongkrak Retribusi

Selain penataan lapak, pengelola pasar juga memprioritaskan aspek kebersihan lingkungan. Pengelola menyediakan tiga titik tempat sampah utama di bagian bawah pasar dan menjadwalkan pembersihan rutin setiap hari.

Meskipun pembenahan sampah malam hari masih menjadi tantangan lanjutan, kondisi pasar pada siang hari kini jauh lebih bersih dan nyaman.

“Kami berharap perubahan ini mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk berbelanja di pasar. Jika pengunjung meningkat, tentu retribusi pasar juga akan meningkat dan berdampak positif terhadap perekonomian para pedagang,” ungkap Hasyim.

(BekasiKab/IrfansyahRiza)