spot_imgspot_img
Selasa 14 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

BPJS Kesehatan dan Pemkot Tasikmalaya Perkuat Kepesertaan JKN, 142 Ribu Peserta Mandiri Masih Nonaktif

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Penandatanganan kesepakatan bersama Pemkot Tasikmalaya dengan BPJS Kesehatan, dalam mendukung keberlangsungan program JKN yang lebih merata (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mempertegas komitmen jaminan sosial lewat penandatanganan kesepakatan bersama. Kerja sama strategis ini bertujuan memperkuat kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Kota Tasikmalaya, Senin (13/7/2026).

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Ketua Umum TP-PKK dr. Elvira Kamarrow Putri, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya Hamdani, menandatangani langsung dokumen kerja sama tersebut di Aula Utama Balekota Tasikmalaya. Rangkaian acara ini turut mendapat kesaksian dari sejumlah pejabat Pratama serta seluruh Kepala Puskesmas se-Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Program Tasikmalaya CAANG Resmi Diluncurkan, OJK Target Edukasi 98 Ribu Warga

Kesepakatan strategis ini memegang peran sebagai langkah krusial untuk menggerakkan advokasi serta edukasi masif, agar kepesertaan program JKN di Kota Tasikmalaya terus aktif dan berkelanjutan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Hamdani, membeberkan data riil kepesertaan yang mengejutkan. Saat ini, lembaganya mencatat hanya ada 776 peserta BPJS Kesehatan jalur mandiri yang menyandang status aktif.

Sebaliknya, sekitar 142 ribu peserta mandiri lainnya justru masuk dalam daftar nonaktif. Kondisi tersebut lantaran menunggak pembayaran iuran bulanan atau tidak memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia.

“Dari jumlah itu kami akan melakukan advokasi dan pengingat. Bagi masyarakat yang tidak masuk desil 1 sampai desil 5 dan dinilai mampu, kami dorong untuk mengaktifkan kembali kepesertaannya secara mandiri,” cetus Hamdani, Senin (13/7/2026).

Hamdani juga mengungkap fakta bahwa masih ada sekitar 11 ribu warga Kota Tasikmalaya yang sampai saat ini belum menyentuh atau terdaftar dalam program JKN. Padahal, ia menilai kepemilikan kartu BPJS Kesehatan memegang andil sangat penting sebagai benteng perlindungan kesehatan di masa depan.

Alokasikan PBI Rp47 Miliar demi Keadilan Sosial

Wali Kota Tasikmalaya, H. Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa kesepakatan ini mengemban misi utama untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh akses layanan medis yang adil dan merata.

“Penandatanganan hari ini untuk memastikan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Tasikmalaya terus berjalan baik dengan pencapaian 98 persen kepesertaan dan 82 persen diantaranya peserta aktif,” jelas Viman Alfarizi.

Guna menyokong warga kurang mampu agar tetap memegang jaminan proteksi kesehatan, Pemkot Tasikmalaya menggelontorkan anggaran fantastis sekitar Rp47 miliar. Anggaran tersebut ntuk pos peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Anggaran daerah tersebut juga mendapatkan suntikan dana pendamping (sharing) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp27 miliar. Hingga saat ini tengah memasuki proses pencairan.

Viman menggarisbawahi bahwa kolaborasi lintas sektor ini memegang fungsi penting untuk menyaring dan memilah status ekonomi warga. Langkah ini membantu pemerintah membedakan mana kelompok yang benar-benar membutuhkan subsidi iuran negara dan mana kelompok yang sudah sanggup membayar secara swadaya.

“Kita ingin datanya tepat sasaran. Jangan sampai yang mampu masih ditanggung negara, sementara yang benar-benar butuh belum tercover,” tegas Wali Kota Tasikmalaya tersebut.

Utus Kader Posyandu dan Bidan Puskesmas ke Tiap Kelurahan

Demi mempertahankan status prioritas UHC, Pemkot Tasikmalaya bakal mengerahkan seluruh jaringan puskesmas serta kader posyandu di 69 kelurahan. Pemerintah menilai para petugas lapangan ini memiliki kedekatan emosional dan tingkat pemahaman literasi kesehatan yang baik. Hal itu demi mengedukasi masyarakat secara langsung.

“Kader posyandu dan petugas puskesmas kesehatan seperti bidan akan membantu menyampaikan informasi dan mendata warga. Kemudian mendorong pendaftaran maupun reaktivasi kepesertaan,” jelas Viman.

Lewat sinergi yang terajut antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah ini, Viman berharap tidak ada lagi warga Tasikmalaya yang terbentur masalah administrasi kepesertaan JKN saat hendak berobat ke fasilitas kesehatan.

Ke depan, kedua instansi akan terus menggenjot edukasi agar masyarakat semakin memahami manfaat JKN. Demikian sebagai instrumen pencegahan penyakit maupun pengobatan medis. Pola ini diharapkan mampu menciptakan sistem jaminan kesehatan di Kota Tasikmalaya yang lebih merata, kokoh, dan berkesinambungan.

(Seda)

Kisah Perjuangan Alexa Ciamis Tembus D’Academy 8 Indosiar

0
alexa Ciamis
Kakek Alexa Ungkap Perjalanan Sang Cucu, dari Belajar Lewat YouTube hingga Tembus D'Academy 8. (Foto: Mia)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Di balik keberhasilan Putri Alexandria (Alexa) menembus panggung D’Academy 8 Indosiar, tersimpan kisah perjuangan panjang yang penuh ketekunan. Sang kakek, Tata Durahim ceritakan perjalanan spiritual dan bakat tersebut.

Di hadapan ribuan masyarakat yang hadir, Tata menceritakan bagaimana bakat menyanyi cucunya mulai terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, Alexa yang berusia sekitar tujuh tahun tinggal bersama kakek dan neneknya pasca-pandemi Covid-19.

Menurut Tata, Alexa bersekolah di SD Negeri 2 Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih. Namun, karena selama pandemi kegiatan belajar lebih banyak secara daring, kemampuan belajarnya belum maksimal sehingga ia sempat mengulang di kelas dua. Namun, di tengah proses belajar itulah, bakat menyanyi Alexa justru terlihat secara tidak sengaja.

BACA JUGA: Bupati Ciamis Ikut Nobar Dukung Alexa di D’Academy 8

“Setiap belajar membaca saya menggunakan laptop. Sambil belajar, saya putarkan lagu-lagu. Dari situ saya mendengar suara Alexa ternyata hampir mirip dengan penyanyi yang sedang diputar,” kenang Tata.

Menyadari cucunya memiliki potensi besar, sang kakek mulai melatih Alexa bernyanyi dengan cara sederhana. Karena merasa tidak memiliki kemampuan vokal, ia memanfaatkan video lagu di YouTube sebagai media latihan.

“Saya tidak melatih memakai suara saya karena suara saya tidak bagus. Alexa belajar mengikuti suara penyanyi yang ada di YouTube,” ujarnya sambil tersenyum.

Latihan rutin tersebut membuahkan hasil. Alexa mulai berani mengikuti berbagai lomba menyanyi di sejumlah daerah, mulai dari Tasikmalaya, Bandung, Sumedang, hingga Cirebon.

Perjalanan Alexa semakin matang setelah mendapat bimbingan dari sejumlah pelatih profesional. Ia sempat berlatih bersama Kak Dede dan Kak Herdi, kemudian mendalami lagu dangdut bersama A Faisal, sementara kemampuan membawakan lagu pop oleh Garbila.

“Alhamdulillah, sekarang Alexa bisa menyanyikan lagu dangdut maupun pop. Kemampuannya terus berkembang dari tahun ke tahun,” kata Tata.

Berbagai pengalaman di dunia tarik suara kemudian mengantarkan Alexa tampil di sejumlah program televisi nasional. Meski sempat gagal lolos pada audisi KDI 2025 karena kendala usia yang belum memenuhi syarat, Alexa tidak menyerah.

Pada Mei 2026, ia kembali mencoba peruntungan melalui audisi D’Academy 8 di Cirebon. Alexa berhasil melewati dua tahapan seleksi hingga mendapat panggilan ke Jakarta untuk mengikuti Final Audition. Penampilannya berhasil memikat dewan juri dan membawanya menjadi salah satu dari Top 42 Academia D’Academy 8.

Sang kakek mengaku bangga melihat perjuangan keras cucunya kini membuahkan hasil manis. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan yang terus diberikan oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA: Profil Alexa Ciamis, Talenta Emas Asal Sindangkasih yang Bersinar di D’Academy 8

“Kami sangat bahagia. Terima kasih kepada Bapak Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis dan seluruh masyarakat Tatar Galuh yang telah mendukung Alexa. Mohon doa dan dukungannya agar Alexa bisa terus melangkah sampai babak akhir,” tuturnya.

Selain latihan vokal, Tata juga disiplin membiasakan Alexa menjaga kondisi fisik dan kesehatan pita suara. Salah satunya dengan rutin berenang untuk melatih pernapasan. Ia juga ketat menjaga pola makan Alexa dengan menghindari makanan bertekstur keras serta makanan dan minuman yang terlalu panas.

“Berenang bagus untuk melatih napas. Makanannya juga dijaga, jangan yang keras dan jangan terlalu panas supaya suara tetap prima,” pungkasnya.

(Mia)

Bupati Ciamis Ikut Nobar Dukung Alexa di D’Academy 8

0
Alexa D'Academy 8
Nonton bareng Putri Alexrandria D'Academy 8. (Foto: Mia)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Semangat masyarakat Kabupaten Ciamis untuk mendukung Putri Alexandria atau akrab disapa Alexa di ajang D’Academy 8 Indosiar begitu terasa. Ribuan warga memadati Alun-alun Ciamis, Senin (13/7/2026) malam untuk nonton bareng (nobar) Welcome Concert yang disiarkan secara langsung.

Sebelum acara dimulai, masyarakat dari berbagai kalangan telah berdatangan memenuhi kawasan alun-alun. Mereka berkumpul di depan layar videotron yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk menyaksikan penampilan penyanyi muda asal Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih, tersebut.

Setiap kali Alexa tampil di layar, sorak sorai dan tepuk tangan langsung menggema. Warga kompak memberikan dukungan kepada wakil Tatar Galuh yang kini tengah berjuang menembus persaingan di ajang pencarian bakat dangdut tingkat nasional.

BACA JUGA: Profil Alexa Ciamis, Talenta Emas Asal Sindangkasih yang Bersinar di D’Academy 8

Suasana nobar semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Ciamis Herdiat Sunarya. Orang nomor satu di Kabupaten Ciamis itu tampak membaur bersama masyarakat, menyaksikan jalannya Welcome Concert sekaligus memberikan dukungan secara langsung kepada Alexa.

Kehadiran Bupati menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap putra-putri berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Ciamis di tingkat nasional.

Turut hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, organisasi profesi, serta berbagai elemen masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Ciamis memfasilitasi nobar tersebut sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Alexa melangkah hingga babak Top 42 D’Academy 8.

Selain menjadi ajang menyaksikan kompetisi bersama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat dalam memberikan semangat kepada talenta daerah.

Dukungan terhadap Alexa juga terus digaungkan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis. Melalui berbagai kanal informasi, masyarakat diajak terus memberikan doa dan motivasi agar Alexa mampu tampil maksimal di setiap penampilannya.

Masyarakat Ciamis Kawal Perjuangan Alexa

Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengawal perjuangan Alexa di panggung D’Academy 8.

BACA JUGA: Diperebutkan Tiga Coach D’Academy 8, Alexa Asal Ciamis Akhirnya Pilih Tim Melly Lee

“Alexa membawa nama baik Kabupaten Ciamis di tingkat nasional. Mari kita terus berikan doa dan dukungan agar ia dapat memberikan penampilan terbaik dan melangkah sejauh mungkin di kompetisi ini,” ujarnya.

Dengan dukungan yang terus mengalir dari pemerintah maupun masyarakat, diharapkan Alexa mampu menjaga konsistensi penampilannya dan terus melaju hingga babak-babak berikutnya, sekaligus mengharumkan nama Tatar Galuh di panggung dangdut nasional.

(Mia)

Diperebutkan Tiga Coach D’Academy 8, Alexa Asal Ciamis Akhirnya Pilih Tim Melly Lee

0
alexa Ciamis D'Academy
Tiga Coach D'Academy 8 Memperebutkan Alexa Asal Kabupaten Ciamis. (Foto: Mia)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Penyanyi muda asal Kabupaten Ciamis, Putri Alexandria atau yang akrab disapa Alexa, kembali mencuri perhatian di ajang D’Academy 8 Indosiar, di Welcome Concert, Senin (13/7/2026) malam, Alexa menjadi salah satu peserta yang diperebutkan tiga coach sebelum akhirnya resmi memilih bergabung dengan Tim Melly Lee.

Sebelumnya, Alexa yang berasal dari Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih, berhasil melewati babak Final Audition dan memastikan diri masuk dalam jajaran Top 42 Academia D’Academy 8.

Pada Welcome Concert, seluruh peserta diperkenalkan kepada publik sekaligus menjalani proses pembagian tim. Setiap coach mendapat kesempatan membina 14 academia yang akan didampingi selama kompetisi berlangsung.

BACA JUGA: Profil Alexa Ciamis, Talenta Emas Asal Sindangkasih yang Bersinar di D’Academy 8

Alexa awalnya dipilih oleh Fildan. Namun, kualitas vokal dan karakter bernyanyinya juga berhasil memikat Melly Lee serta Selfi Yamma. Keduanya langsung menyatakan keinginan untuk membawa wakil asal Tatar Galuh itu ke dalam tim masing-masing.

Situasi tersebut membuat Alexa menjadi salah satu academia yang paling banyak mendapat perhatian pada malam itu. Untuk membantu menentukan pilihan, Alexa diminta kembali menunjukkan kemampuan bernyanyinya bersama dua coach yang memperebutkannya.

Bersama Selfi Yamma, Alexa membawakan lagu Mengejar Badai dengan penuh penghayatan. Penampilannya mendapat apresiasi dari penonton yang memadati studio.

Mally Lee Ajak Alexa Duet

Selanjutnya, Melly Lee mengajak Alexa berduet menyanyikan lagu Dua Kursi. Keduanya tampil kompak dengan harmonisasi yang berhasil mengundang tepuk tangan meriah dari para penonton.

Tak hanya menyuguhkan penampilan vokal, ketiga coach juga saling memberikan alasan dan rayuan untuk meyakinkan Alexa agar memilih tim mereka. Suasana panggung pun berlangsung hangat, penuh canda, dan menjadi salah satu momen yang paling menarik dalam Welcome Concert D’Academy 8.

BACA JUGA: Setara Ciater Subang, Dedi Mulyadi Siapkan Rencana Revitalisasi Kawasan Cipanas Cianjur

Dewan juri Soimah kemudian memberikan pertimbangan bahwa karakter suara dan gaya bernyanyi Alexa dinilai lebih sesuai untuk dikembangkan bersama Melly Lee. Masukan tersebut menjadi salah satu pertimbangan sebelum keputusan akhir diambil.

Alexa akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Melly Lee sebagai coach yang akan membimbingnya selama berkompetisi di D’Academy 8.

Keberhasilan Alexa menjadi salah satu peserta yang diperebutkan tiga coach menjadi bukti kualitas vokal yang dimilikinya. Dukungan pun terus mengalir dari masyarakat Kabupaten Ciamis yang berharap Alexa mampu melangkah lebih jauh, mengharumkan nama Tatar Galuh, dan bersaing hingga babak-babak akhir D’Academy 8.

(Mia)

Setara Ciater Subang, Dedi Mulyadi Siapkan Rencana Revitalisasi Kawasan Cipanas Cianjur

0
Dedi Mulyadi Cianjur
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)

CIANJUR,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melempar sinyal kuat terkait rencana besar penataan ruang dan pariwisata di wilayah Cianjur Utara. Ia menegaskan komitmennya untuk melakukan revitalisasi total terhadap kawasan Cipanas agar menjadi pusat destinasi wisata yang rapi, estetis, dan ramah lingkungan, berkaca pada kesuksesan penataan kawasan Ciater di Kabupaten Subang.

Rencana strategis ini mencuat seiring dengan sorotan orang nomor satu di Jabar ini  terhadap potensi luar biasa yang Cianjur punya, yang memiliki “kesempurnaan wilayah” namun masih memerlukan sentuhan manajemen pengelolaan dan rebranding yang kuat.

Kawasan Cipanas dan Puncak selama ini sebagai magnet wisata utama di Jawa Barat berkat udara sejuk dan keindahan alamnya. Namun, masalah klasiknya adalah maraknya kawasan kumuh dan tata letak pedagang kaki lima (PKL) yang belum tertata dengan baik sehingga kerap memicu kemacetan dan mengurangi estetika.

BACA JUGA: Mengenal Honda CRF1100L Africa Twin, Motor Yang Ditunggangi Dedi Mulyadi

Belajar dari keberhasilan transformasi kawasan wisata Ciater Subang yang kini tampil lebih rapi dan tertib, Ia ingin menerapkan konsep serupa di Cipanas, Cianjur.

“Kami akan fokus terhadap penataan kawasan ini, seperti halnya yang sudah berhasil di kawasan Ciater, Kabupaten Subang. Cipanas dan Puncak harus naik kelas dari segi estetika dan kenyamanan bagi wisatawan,” ujar Dedi Mulyadi.

Solusi Relokasi Pedagang: Hindari Kesan Kumuh

Salah satu tantangan terbesar dalam revitalisasi kawasan wisata adalah penataan pelaku usaha mikro atau pedagang lokal. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jabar tidak akan menggusur, melainkan melakukan relokasi dengan perencanaan matang agar ekosistem ekonomi lokal tetap hidup tanpa mengorbankan keindahan tata ruang.

Ia meminta Pemkab Cianjur untuk cermat dalam menentukan titik zonasi baru bagi para pedagang agar tidak memicu masalah baru di kemudian hari.

“Untuk para pedagang, nanti kita pikirkan bersama skema relokasi di mana tempat yang paling tepat. Kita harus cari lokasi yang strategis bagi mereka, karena kalau hanya pindah ke tempat yang asal-asalan atau kembali ke titik semula, nanti kawasannya akan kumuh lagi,” pungkasnya.

BACA JUGA: PMI Cianjur Diduga Korban TPPO di Libya Viral, Dedi Mulyadi Siap Fasilitasi Pemulangan

Desak Pemkab Cianjur Segera Tuntaskan Tata Ruang

Agar rencana revitalisasi Cipanas dan penataan Puncak ini berjalan mulus dan memiliki payung hukum yang jelas, Gubernur Jabar mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk secepatnya merampungkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) wilayah.

Menurutnya, kelengkapan geografis Cianjur mulai dari gunung, laut, danau, hingga sektor pertanian unggulannya adalah modal yang sangat mewah. Revitalisasi Cipanas menjadi salah satu langkah awal untuk memaksimalkan potensi tersebut.

“Cianjur ini eksotik dan punya kesempurnaan sebuah wilayah. Tinggal bagaimana komitmen pemerintah daerah dalam mengelola, membangun branding, dan konsisten menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.

(Anthika Asmara)

Tanpa Dana APBD, PESIK Kuningan Tembus Final Liga 4 dan Lolos ke Liga 3

0

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Keberhasilan memukau PESIK Kuningan menembus partai puncak Liga 4 Piala Presiden 2026 memantik rasa bangga mendalam bagi segenap masyarakat Kabupaten Kuningan. Di balik pencapaian fantastis tersebut, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengajak seluruh aparatur pemerintah dan warga untuk memetik inspirasi dari perjalanan melelahkan PESIK, bahwa keterbatasan materiil bukan menjadi penghalang dalam mengukir prestasi.

Bupati Dian melayangkan pesan motivasi tersebut saat memimpin agenda Apel Pagi Pemerintah Kabupaten Kuningan di Halaman Setda Kabupaten Kuningan, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Bupati Kuningan Percepat Revisi RTRW, Bidik Kepastian Hukum untuk Investasi

Dian meluapkan rasa syukur mendalam atas keberhasilan tim berjuluk Kuda Ciremai itu mengamankan tiket promosi menuju kompetisi Liga 3 Nasional, sekaligus melaju kokoh hingga ke babak final. Ia menilai raihan trofi perak ini terasa sangat istimewa lantaran para pemain memperjuangkannya di tengah impitan keterbatasan fasilitas pendukung tim.

Ia memaparkan, saat sejumlah klub sepak bola dari daerah lain menikmati gelontoran suntikan dana segar hingga miliaran rupiah, PESIK Kuningan justru mampu bersaing ketat dan menjungkalkan tim-tim kuat tanpa mencicipi kucuran dana APBD sama sekali.

“Yang membuat saya bangga bukan hanya karena PESIK berhasil menjadi runner-up, tetapi karena mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berprestasi,” puji Bupati Dian penuh emosional.

Ia meyakini raihan gemilang ini mengakar kuat pada determinasi tinggi para punggawa di lapangan, kejelian pelatih, manajemen yang solid, kucuran dana pihak sponsor, serta suntikan semangat tiada henti dari suporter setia sepanjang kompetisi bergulir. Meski jauh dari kesan mewah, para pemain sukses mempertontonkan kedisiplinan tingkat tinggi. Hingga mampu sejajar dengan tim-tim mapan dari berbagai penjuru tanah air.

Proses Nyata Tidak Pernah Mengkhianati Hasil

Dian menegaskan kesuksesan kompetisi PESIK menjadi bukti sahih bahwa kekuatan utama sebuah tim tidak melulu bergantung pada tebalnya pundi-pundi anggaran. Kekuatan sejati lahir dari kesamaan visi, kekompakan tim dan cucuran keringat kerja keras. Serta keyakinan untuk terus bertarung hingga peluit panjang berbunyi.

“Kita belajar bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil. Ketika semua memiliki tujuan yang sama dan saling percaya. Terlebih bekerja dengan sungguh-sungguh, maka prestasi akan datang meskipun dengan segala keterbatasan,” ungkapnya.

Guna menjaga api pembinaan olahraga tetap menyala, Pemkab Kuningan kini terus bergerak mencari peluang kerja sama dengan sektor swasta. Berharap agar pembinaan atlet tidak membebani kas keuangan daerah. Pihaknya intens menjalin komunikasi taktis dengan sejumlah korporasi nasional. Tujuannya agar dunia usaha sudi ambil bagian dalam memajukan iklim olahraga di Kabupaten Kuningan.

Tuntut Perangkat Daerah Tiru Budaya Kerja Lapangan Hijau

Lebih jauh, Dian menaruh harapan besar agar torehan tinta emas PESIK tidak menguap sebagai catatan statistik olahraga semata. Ia menuntut seluruh perangkat daerah meniru dan mengadopsi etos kerja para pemain sebagai budaya kerja baru di lingkungan birokrasi.

Semangat pantang menyerah, ketangkasan beradaptasi di tengah keterbatasan anggaran, serta keberanian mematok target tinggi wajib mewarnai karakter aparatur sipil dalam menjalankan roda pemerintahan demi mempersembahkan pelayanan prima bagi publik.

“Di lapangan sepak bola mereka berjuang mengharumkan nama daerah. Di pemerintahan, kita pun memiliki lapangan pengabdian masing-masing. Semangat yang sama harus kita bawa, bekerja dengan sungguh-sungguh dan saling mendukung. Terlebih tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk tidak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Dian.

Menutup arahannya, Dian melayangkan angkat topi kepada jajaran pemain, tim pelatih, manajemen, sponsor, relawan, hingga segenap masyarakat yang setia mengawal perjuangan PESIK Kuningan.

Bagi Dian, menembus partai final merupakan pembuktian sahih bahwa lewat kebersamaan dan tekad yang kuat, Kabupaten Kuningan mampu berdiri tegak dan sejajar dengan daerah besar lainnya di panggung nasional.

“PESIK telah menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh besarnya fasilitas atau anggaran. Tetapi oleh keberanian untuk bermimpi, kemauan untuk bekerja keras, dan semangat untuk tidak pernah menyerah. Inilah semangat yang harus terus hidup dalam setiap langkah pembangunan menuju Kuningan Melesat,” pungkas Dian mengakhiri amanatnya.

(Diskominfo Kunigan/IrfansyahRiza)

Bupati Kuningan Percepat Revisi RTRW, Bidik Kepastian Hukum untuk Investasi

0
KUNIFAN, FOKUSJabar.id
Bupati Kuningan Percepat Revisi RTRW, Bidik Kepastian Hukum untuk Investasi

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memacu penyelesaian revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Langkah strategis ini bertujuan mempertebal kepastian hukum bagi sektor investasi, sekaligus menjadi kompas pemandu pembangunan daerah untuk dua dekade mendatang.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan komitmen tersebut saat memimpin dan memberikan arahan pada agenda Apel Pagi di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Bupati Kuningan Tegaskan Pentingnya Kesiapsiagaan Kebakaran, Pemkab dan Lapas Kelas IIA Teken Kerja Sama

Dalam arahannya, Bupati Dian membagikan kabar bahwa dirinya bersama sejumlah kepala perangkat daerah baru saja menuntaskan rapat koordinasi lintas sektor di Jakarta. Pertemuan intensif bersama berbagai kementerian dan lembaga terkait itu menjadi bagian penting dari proses finalisasi revisi RTRW Kabupaten Kuningan.

Dian menilai tahapan ini menjadi momentum krusial, mengingat dokumen RTRW lama yang telah memandu daerah selama hampir 15 tahun terakhir sudah tidak lagi sepenuhnya mampu menjawab dinamika pembangunan dan kebutuhan riil masyarakat saat ini.

“Alhamdulillah kita sudah menemukan momentum yang sangat baik. Setelah melalui koordinasi lintas sektor dengan berbagai kementerian, sekarang prosesnya tinggal kita percepat agar segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah,” ujar Bupati Dian optimis.

Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah yang terlibat untuk melipatgandakan kecepatan kerja dan mempererat koordinasi dengan pemerintah pusat. Dian menargetkan pembahasan hingga pengesahan Perda RTRW ini rampung dalam waktu dekat agar tidak menyumbat arus investasi yang hendak masuk ke Kabupaten Kuningan.

Investor Butuh Kepastian Hukum yang Cepat

Menurut Dian, kejelasan status tata ruang memegang peran sebagai faktor utama yang menjadi pertimbangan para pemilik modal sebelum menanamkan investasi di suatu daerah. Selama ini, aktivitas investasi di Kabupaten Kuningan kerap membentur tembok penghalang akibat belum adanya penyesuaian RTRW terhadap gerak pertumbuhan pembangunan.

“Investor membutuhkan kepastian. Jangan sampai mereka harus menunggu terlalu lama karena regulasi yang belum selesai. Kita harus bergerak cepat agar peluang investasi tidak berpindah ke daerah lain,” tegas Bupati Kuningan tersebut.

Lebih jauh, Dian mengingatkan jajarannya bahwa revisi RTRW bukan sekadar urusan merapikan dokumen administratif atau mengubah garis peta zonasi belaka. Dokumen ini bertindak sebagai arah kebijakan pembangunan, pemanfaatan ruang, pengembangan kawasan strategis, hingga benteng perlindungan kawasan konservasi selama 20 tahun ke depan.

Ia menggarisbawahi bahwa percepatan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian alam. Sebagai daerah yang menyandang predikat kawasan konservasi dan memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Kuningan wajib mengawinkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan hidup.

“Kita ingin pembangunan terus bergerak, investasi terus tumbuh, tetapi karakter Kabupaten Kuningan sebagai daerah konservasi harus tetap dipertahankan. Justru itulah yang menjadi pembeda Kuningan dengan daerah lain,” cetusnya.

Satukan Persepsi demi Visi Kuningan Melesat

Dian juga menuntut seluruh kepala perangkat daerah untuk menyamakan persepsi dan sudut pandang dalam mendukung iklim investasi. Ia meminta jajarannya menyambut baik setiap investasi yang masuk, sepanjang koridor usahanya mematuhi ketentuan tata ruang, taat peraturan perundang-undangan, serta menghormati kepentingan masyarakat luas dan kelestarian ekosistem.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak akan pernah terwujud tanpa perencanaan yang matang. Oleh sebab itu, penyelesaian revisi RTRW ini bakal menjadi fondasi kokoh untuk melahirkan Kuningan yang lebih maju dan berdaya saing.

“Seperti yang sering saya sampaikan, gagal merencanakan berarti sedang merencanakan kegagalan. Karena itu, kita harus memastikan seluruh perencanaan pembangunan memiliki arah yang jelas sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Dian menutup arahannya.

Di akhir pidatonya, Bupati Dian berharap seluruh perangkat daerah mampu menjaga api semangat kolaborasi ini. Ia optimistis, lewat sokongan semua pihak, Kabupaten Kuningan segera memiliki landasan tata ruang yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Serta mampu memayungi visi Kuningan Melesat melalui pembangunan yang terencana.

(Diskominfo Kuningan/Irfansyahriza)