spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Komjen Rudi Setiawan Resmi Dilantik Jadi Irjen Kemenimipas

0
rudi setiawan
Pelantikan Rudi Setiawan jadi Inspektur Jendral Kemenipas. (Foto: Istimewa)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi memperkuat barisan birokrasinya dengan melantik jajaran pimpinan tinggi madya baru. Mantan Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan yang juga merupakan perwira tinggi kepolisian berpengalaman resmi dilantik untuk mengemban amanah sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenimipas. Rabu (15/7/2026)

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto memimpin langsung upacara pelantikan pengambilan sumpah jabatan

Kehadiran sosok mantan Kapolda Jabar di posisi kunci pengawasan ini mampu membawa penyegaran taktis, penguatan integritas, serta penegakan disiplin yang lebih ketat di lingkungan imigrasi dan lembaga pemasyarakatan seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Peringati Hari Pajak 2026, DJP Catat Lonjakan Setoran Pajak Hingga 24 Persen

Komitmen Bersih-Bersih dan Transformasi Layanan

Dalam sambutannya, Menteri Agus Andrianto menekankan pentingnya reformasi birokrasi dan fungsi pengawasan internal yang bebas dari kompromi. Jabatan Inspektur Jenderal memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan integritas institusi baru hasil pemekaran ini.

“Tugas pengawasan ke depan sangat berat. Kita membutuhkan komitmen total untuk melakukan bersih-bersih, memberantas segala bentuk pungutan liar, penyelundupan, hingga penyalahgunaan wewenang di sektor imigrasi maupun pemasyarakatan,” kata Agus.

BACA JUGA: Bukan Cuma Serapan Anggaran, Wali Kota Cirebon Kejar Penataan Kota dan Pelayanan Publik yang Adaptif

Pengalaman panjang sang mantan Kapolda Jabar dalam memimpin wilayah hukum yang dinamis dan padat penduduk seperti Jawa Barat dinilai menjadi modal besar dalam membaca potensi kerawanan dan melakukan langkah-langkah mitigasi internal secara presisi.

(Anthika Asmara)

DPRD Sahkan Perda P2APBD Jabar 2025, Fokus Layanan Dasar dan Kemandirian Fiskal

0
DPRD jabar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama pimpinan DPRD Jabar. (Foto: Biro Adpim Jabar)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: DPRD Jabar resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P2APBD) Tahun Anggaran 2025 menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Keputusan penting ini ditetapkan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, pada Selasa (14/7/2026).

Prosesi pengesahan diawali dengan pembacaan surat keputusan oleh Plh Sekretaris DPRD Jawa Barat, Iman Tohidin. Setelah disetujui oleh seluruh anggota forum, dokumen Perda tersebut langsung ditandatangani oleh Pimpinan DPRD Jawa Barat bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Memperhatikan Rapat Peraturan DPRD Provinsi Jawa Barat Tanggal 14 Juli Tahun 2026, memutuskan, menetapkan, dan menyetujui Ranperda P2APBD TA 2025 beserta lampirannya menjadi Peraturan Daerah,” ujar Iman Tohidin saat membacakan putusan.

BACA JUGA: DPRD Jabar Usulkan Satu Kampung Diserahkan Ke Jateng

Komitmen Bersama untuk Kesejahteraan Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran legislatif. Pria yang akrab disapa KDM ini menegaskan bahwa setiap saran, gagasan, dan catatan kritis dari DPRD akan menjadi bahan evaluasi penting demi menyempurnakan tata kelola pembangunan ke depan.

“Kami berterima kasih kepada DPRD Jabar yang sangat memahami kondisi pemerintah provinsi, termasuk dinamika keuangan daerah saat ini. Kita melangkah bersama agar ke depan pengelolaan keuangan berjalan tepat waktu, efektif, dan berdampak kuat pada kesejahteraan masyarakat,” tutur KDM.

Strategi Hadapi Disrupsi Anggaran: Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa dinamika atau disrupsi APBD yang terjadi saat ini akan terus dikaji secara mendalam melalui forum pimpinan daerah bersama DPRD. Kendati menghadapi tantangan anggaran, Pemprov Jabar menjamin pelayanan publik tidak akan kendor.

Herman menegaskan, APBD harus murni diletakkan sebagai instrumen untuk menyejahterakan rakyat. Ada dua sektor pelayanan dasar yang porsinya akan tetap dioptimalkan, yaitu Pendidikan: Menjamin akses dan kualitas mutu pembelajaran di Jawa Barat. Kesehatan: Memastikan fasilitas dan layanan kesehatan masyarakat tetap prima.

“Masyarakat Jawa Barat harus sejahtera dan mendapat keadilan. Dan APBD adalah alatnya,” kata Herman usai menghadiri rapat paripurna.

BACA JUGA: Kabar Gembira, Dedi Mulyadi Umumkan Kelahiran Cucu Pertama dari Wakil Bupati Garut

Kemandirian Fiskal Jawa Barat Tembus 63 Persen

Meskipun terdapat penyesuaian karena berkurangnya Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, performa keuangan Jawa Barat dinilai masih tangguh. Pemprov Jabar terbukti sukses menjaga stabilitas dan kemandirian anggarannya.

“Kemandirian fiskal kita saat ini mencapai 63 persen. Di tengah situasi TKD yang berkurang, kondisi Jawa Barat relatif stabil. Buktinya, kita masih bisa terus menjalankan berbagai program pembangunan fisik maupun non-fisik,” pungkas Herman.

Dengan disahkannya Perda P2APBD 2025 ini, Pemprov Jawa Barat optimistis dapat menutup tahun anggaran sebelumnya dengan akuntabel sekaligus membuka jalan bagi akselerasi pembangunan yang lebih bersih dan efisien di periode berjalan.

(Anthika Asmara)

Peringati Hari Pajak 2026, DJP Catat Lonjakan Setoran Pajak Hingga 24 Persen

0
Jakarta, FOKUSJabar.id
Peringati Hari Pajak 2026, DJP Catat Lonjakan Setoran Pajak Hingga 24 Persen

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperingati Hari Pajak 2026 dengan mengusung tema “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh.” Tema tersebut menegaskan peran strategis pajak sebagai fondasi utama pembangunan nasional sekaligus instrumen penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.

Pemerintah memperingati Hari Pajak setiap tanggal 14 Juli dengan merujuk pada momentum historis tahun 1945. Kala itu, Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) memasukkan kata “pajak” untuk pertama kalinya dalam rancangan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-313/PJ/2017 kemudian menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Pajak Nasional guna meneguhkan kembali arti penting kontribusi rakyat bagi keberlangsungan negara.

Baca Juga: Kabar Gembira, Dedi Mulyadi Umumkan Kelahiran Cucu Pertama dari Wakil Bupati Garut

Sepanjang paruh pertama 2026, DJP sukses mengumpulkan setoran pajak hingga mencapai Rp1.035,7 triliun. Angka fantastis tersebut setara dengan 43,9% dari total target APBN yang mematok angka Rp2.357,7 triliun. Catatan kinerja ini juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 24,6% daripada pencapaian periode yang sama pada tahun lalu.

“Pertumbuhan ini menunjukkan fundamental ekonomi yang semakin kuat. Momentum ini harus terus dijaga agar target penerimaan dapat tercapai secara optimal. Kita harus terus berupaya menciptakan kinerja penerimaan yang berkelanjutan demi kesehatan fiskal negara,” ujar Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, Selasa (14/7/2026).

Pajak memikul peran vital sebagai tulang punggung utama APBN untuk mendanai sektor pendidikan, layanan kesehatan gratis, pembangunan infrastruktur, jaminan perlindungan sosial, serta berbagai pelayanan publik lainnya. Saat setoran pajak bertumbuh, kemampuan negara untuk melindungi, melayani, dan menyejahterakan masyarakat juga otomatis makin kuat.

Rangkaian Kegiatan dan Kampanye Gotong Royong Nasional

Guna menyemarakkan Hari Pajak Tahun 2026, DJP menggelar berbagai kegiatan secara serentak di seluruh penjuru Indonesia. Agenda tahunan ini melibatkan para pegawai, wajib pajak, mitra strategis, hingga masyarakat luas melalui aksi sosial, edukasi perpajakan, turnamen olahraga, pentas seni, serta forum dialog interaktif.

Melalui ragam kegiatan tersebut, DJP terus menanamkan kesadaran kolektif bahwa membayar pajak merupakan wujud gotong royong nyata seluruh elemen bangsa. Negara menyalurkan kembali uang pajak yang masuk ke kas daerah kepada masyarakat dalam berbagai bentuk manfaat riil, mulai dari mempercantik infrastruktur jalan, meningkatkan kualitas sekolah dan puskesmas, membagikan subsidi energi serta bantuan sosial, hingga meratakan pembangunan dari kota sampai ke pelosok nusantara.

Momentum Hari Pajak 2026 ini juga menjadi pelecut semangat bagi DJP untuk mendongkrak tingkat kepatuhan sukarela wajib pajak dan memperkokoh kepercayaan publik. Serta mempermudah layanan perpajakan lewat jalur transformasi digital, penguatan integritas pegawai, dan pendekatan kolaboratif.

Lewat semboyan “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh,” DJP mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam roda pembangunan bangsa. Tentunya dengan menuntaskan kewajiban perpajakan masing-masing. Kontribusi nyata setiap wajib pajak merupakan bagian dari ikhtiar bersama demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, adil, makmur, dan berkelanjutan.

(Komdigi/Irfansyahriza)

Akademi Persib Cimahi Tak Terbendung di Swedia, Menang 7-0 atas Sandarna BK 

0
CIMAHI, FOKUSJabar.id
Foto: Tim Akademi Persib Cimahi tampil di Gothia Cup 2026. (Dok Akademi Persib Cimahi)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Taruna muda Akademi Persib Cimahi (APC) mengukir prestasi gemilang setelah menyapu bersih tiga pertandingan Boys 13 Group 4 Gothia Cup 2026 dengan kemenangan. Hasil sempurna ini sekaligus mengantarkan mereka mengunci status sebagai juara grup.

Pada laga pamungkas Boys 13 Group 4 Gothia Cup 2026 yang berlangsung di Swedia, Rabu (15/7/2026) malam, Akademi Persib Cimahi sukses menjinakkan perlawanan Sandarna BK.

Baca Juga: Marc Klok Pulih dari Cedera, Siap Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Skuad besutan pelatih Agi Maluana ini tampil kesetanan dan menghujani gawang perwakilan tim tuan rumah tersebut dengan skor telak tujuh gol tanpa balas (7-0).

Aksi impresif para pemain depan APC melahirkan petaka bagi Sandarna BK. Muhammad Elreal mencetak brace (dua gol) dalam laga ini. Sementara Muhammad Wafi, Georgius Pedro, Karim Benzema dan Ridho. Serta Juandri Maluana Rizky masing-masing menyumbang satu gol untuk melengkapi pesta kemenangan tim.

Berkat hasil manis tersebut, Akademi Persib Cimahi mengantongi poin sempurna yakni 9 angka. Hebatnya lagi, benteng pertahanan APC mencetak rekor clean sheet alias menjaga kesucian gawang mereka. Tanpa pernah kebobolan satu gol pun sepanjang fase Boys 13 Group 4.

Sebelumnya, pada dua pertandingan awal, Akademi Persib Cimahi sukses menundukkan Kalmar FF (Swedia) dengan skor tipis 1-0. Selanjutnya, mereka mencukur tim asal Bulgaria, FC Rozova Dolina Kazanlak, lewat performa meyakinkan dengan skor telak 4-0.

Keberhasilan merajai Boys 13 Group 4 ini memastikan langkah maju Akademi Persib Cimahi menuju babak gugur selanjutnya pada turnamen sepak bola remaja internasional paling bergengsi tersebut.

Dua Tahun Berturut-turut Wakili Indonesia ke Swedia

Sebagai catatan, APC memegang mandat sebagai wakil resmi Indonesia. Setelah memenangi turnamen Meet The World with SKF 2026 untuk kategori Boys U13 di Indomilk Arena, Tangerang, pada 23-26 April 2026 silam.

Pada partai final kompetisi tingkat nasional tersebut, Akademi Persib Cimahi menyudahi perlawanan sengit SSB Hasanuddin FC lewat drama adu penalti yang mendebarkan dengan skor 3-2. Kedua tim terpaksa melakoni babak tos-tosan setelah bermain imbang kaca mata 0-0 selama waktu normal 2×15 menit.

Keunggulan atas SSB Hasanuddin FC tersebut membawa berkah tersendiri bagi lembaga pembinaan sepak bola asal Cimahi ini. Mereka sukses mempertahankan reputasi sekaligus menjadi duta sepak bola Indonesia di ajang Gothia Cup Swedia dalam dua tahun berturut-turut.

(Arif)

DPRD Jabar Usulkan Satu Kampung Diserahkan Ke Jateng

0
DPRD Jabar
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Daddy Rohanady. (Foto: DPRD Jabar)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra, Daddy Rohanady, melontarkan usulan agar salah satu kampung di wilayah perbatasan Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Cirebon pindahkan secara administratif ke wilayah Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

Usulan bernada sentilan ini ia sampaikan demi memperjuangkan nasib warga perbatasan yang selama ini merasa terisolasi dari pembangunan infrastruktur Jawa Barat.

Usulan pemindahan wilayah ini muncul bukan tanpa alasan yang mendasar. Menurutnya, kondisi sebuah kampung di ujung perbatasan Jabar-Jateng tersebut sangat memprihatinkan karena akses infrastruktur yang buruk dari wilayah asalnya sendiri di Jawa Barat.

BACA JUGA: Kepung DPRD Jabar, Mahasiswa Minta Program MBG evaluasi dan Pendidikan benahi

“Ada satu desa namanya Tawangsari punya Pecantilan punya daerah terpisah, terpisah hanya karena tersekat oleh sungai Cisanggarung. Secara geografis berada di Jawa Tengah namun secara Administratif ikut dengan kita (Porvinsi Jabar), kurang lebih ada 2.000 jiwa,” kata Daddy saat rapat Paripurna, Rabu (15/7/2026) di kutip dari akun youtube DPRD Jabar.

Daerah Terisolasi dari Jabar

Sebaliknya, secara geografis dan roda perekonomian harian, masyarakat di kampung tersebut justru sangat bergantung pada wilayah tetangga, yakni Kabupaten Brebes di Jawa Tengah.

“Mungkin enggak jika kita ikhlaskan sebagian saudara-saudara kita itu, kita serahkan ke Jawa Tengah Brebes, jika kalau memang kita tidak bisa urus,” ujarnya. 

Kemudian Daddy menjelaskan bahwa jalan akses menuju desa terebut tidak bisa langsung melintas dengan mobil, dari desa terdekat munju desa Tawangsari hanya bisa menggunakan sepeda motor.   

BACA JUGA: Hari Jadi ke-385, Anggota DPRD Jabar Ajak Stakeholder Duduk Bersama Atasi Banjir Bandung

“Sayangnya memang jalan kesana itu kalau mobil harus lewat Brebes, kalau mau nyebrang ke induknya kita bisa hanya naik motor. Sebagai kewajiban penyambung lidah suya tunaikan lewat forum ini,” kata dia.

Sentilan ini sengaja dilontarkan sebagai pengingat keras bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar tidak hanya fokus melakukan pembangunan di area perkotaan atau pusat provinsi, melainkan juga memperhatikan daerah-daerah luar yang menjadi etalase Jabar.

(Anthika Asmara)

Wali Kota Tasikmalaya Sidak Disdik, Ungkap 2.800 Berhasil Kembali ke Bangku Sekolah

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan, saat dihadapkan para pegawai di Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, dalam kegiatan sidaknya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya, Rabu (15/7/2026) sore. Aksi ini bertujuan untuk membangun komunikasi langsung dan menyelaraskan kinerja dengan jajaran otoritas pendidikan setempat.

Dalam sidak tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Asep Goparullah, Inspektur Inspektorat Imin Muhaemin, serta Asisten Kesejahteraan Rakyat Riza R. Setiawan turut mengawal Wali Kota Viman. Kepala Dinas Pendidikan Rojab Riswan Taufik bersama seluruh jajaran pejabat Disdik Kota Tasikmalaya menyambut langsung kehadiran rombongan orang nomor satu di Kota Tasikmalaya tersebut.

Baca Juga: Warung Amal Warga Parungponteng Curi Perhatian di Pembukaan TMMD ke-129 Tasikmalaya

Kunjungan ini berfokus untuk membedah sejumlah isu krusial. Pembahasan utama menyasar proses penerimaan siswa baru tingkat SD dan SMP/sederajat, serta penanganan serius terhadap angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Tasikmalaya.

Pada kesempatan itu, Viman Alfarizi menekankan tiga pilar penting bagi jajaran Pendidikan yakni integritas, loyalitas, dan kompetensi. Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan memegang kunci utama untuk mendongkrak mutu dan kualitas pendidikan anak-anak selaku penerus bangsa.

Ia mengungkapkan bahwa Pemkot Tasikmalaya menaruh perhatian yang sangat serius untuk mencari solusi dan menangani fenomena ATS secara tuntas.

“Berdasarkan pemetaan awal, jumlah ATS mencapai 7.400 anak, namun alhamdulillah, setelah berbagai upaya mulai jemput bola dan pendataan jumlah, serta kolaborasi sejumlah pihak, sebanyak 2.800 anak sudah bersekolah dan juga kembali melanjutkan sekolah,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan, Rabu (15/7/2026).

Pemkot akan Segera Menjalankan Proses Cleansing Data

Ia menjelaskan, untuk sisa 3.000 anak lainnya, Pemkot akan segera menjalankan proses cleansing data (pembersihan data). Langkah ini krusial agar pemerintah memiliki data yang akurat. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan tidak semua anak tersebut masuk kategori ATS; sebagian ada yang sudah meninggal dunia, dan sebagian lagi sebenarnya sudah bersekolah namun sistem data pendidikan belum memverifikasinya.

“Saya ingin memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah dan putus sekolah. Mereka generasi penerus bangsa yang harus kembali ke bangku pendidikan agar, mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tegas Viman.

Oleh karena itu, ia menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan untuk menjalin kerja sama erat dengan pemangku kepentingan lain seperti Disdukcapil, Dinsos, dan Kemenag demi mempercepat validasi sehingga menghasilkan data yang sahih serta akurat.

Soroti Revitalisasi Fisik dan Rencana Penggabungan (Merger) Sekolah

Selain urusan ATS, Wali Kota Viman Alfarizi juga menyoroti kondisi fisik bangunan sekolah. Saat ini, sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Tasikmalaya sudah menyerap anggaran untuk merevitalisasi gedung mereka agar lebih representatif dan nyaman bagi siswa.

Meski begitu, Viman mengakui keterbatasan fiskal daerah membuat pemerintah belum bisa menyentuh seluruh sekolah yang membutuhkan. Sebagai solusinya, Pemkot Tasikmalaya telah melayangkan usulan ke pemerintah pusat. Kini sedang menyusun skala prioritas untuk menentukan sekolah mana yang paling mendesak menerima bantuan perbaikan ruang kelas.

Viman juga memaparkan rencana penggabungan (merger) bagi sekolah dasar yang kekurangan murid. Langkah ini bertujuan agar pemanfaatan ruang kelas bisa lebih optimal serta mendongkrak mutu pembelajaran agar makin berkualitas.

“Kedatangan Pa Wali Kota merupakan suplemen bagi kami, dan Kami pun siap melaksanakan semua arahan Pak Wali. Termasuk mempercepat pendataan ATS dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan di Dinas Pendidikan,” ungkap Rojab Riswan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik, menyebut monitoring langsung dari Wali Kota ini menjadi suntikan motivasi bagi seluruh tenaga pendidik dan ASN di lingkungan Disdik Kota Tasikmalaya.

“Kedatangan Pa Wali Kota merupakan suplemen bagi kami, dan Kami pun siap melaksanakan semua arahan Pak Wali. Termasuk mempercepat pendataan ATS dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan di Dinas Pendidikan,” ungkap Rojab Riswan.

Penggabungan Sekolah

Rojab juga membenarkan rencana penggabungan sejumlah sekolah yang memiliki lokasi berdekatan. Kebijakan ini justru bertujuan agar jarak tempuh tidak memberatkan siswa untuk menjangkau tempat belajar mereka.

Ia kembali menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menyelesaikan sengkarut data ATS. Disdik sangat membutuhkan data kependudukan dari Disdukcapil dan data keluarga miskin dari Dinsos. Serta data madrasah dari Kemenag untuk memetakan jumlah riil anak yang telah mengenyam bangku sekolah.

“Iya tadi Pa Wali Kota memberikan arahan, motivasi dan penyemangat bagi kami dan seluruh jajaran Pendidikan untuk terus bekerja. Dalam hal ini demi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan anak-anak. Sekaligus mendorong terwujudnya program-program strategis Pemerintah Kota Pemkot salah satunya Tasik Pintar,” urai Rojab Riswan Taufik.

Pemkot Tasikmalaya memasang target tinggi pada tahun ajaran baru mendatang untuk terus menekan angka anak tidak sekolah. Lewat sinergi harmonis antara pemerintah, Dinas Pendidikan, dan elemen masyarakat, setiap anak di Kota Tasikmalaya diharapkan bisa menggenggam hak pendidikan yang layak dan bermutu.

(Seda)

DKM At-Taqwa Cidewa Ciamis Pastikan Akurasi Arah Kiblat Lewat Fenomena Istiwa A’zam

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Pengurus DKM At-Taqwa Cidewa Ciamis Pastikan Akurasi Arah Kiblat

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Taqwa Dusun Cidewa, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis memanfaatkan fenomena Istiwa A’zam atau Rashdul Qiblat untuk mengukur dan memverifikasi kembali arah kiblat masjid, Rabu (15/7/2026). Pengurus masjid menggelar aksi nyata ini guna memastikan ketepatan kiblat demi menjaga kesempurnaan ibadah salat para jemaah.

Pengurus, jemaah DKM At-Taqwa, serta masyarakat setempat antusias mengikuti proses pengukuran yang bermula sekitar pukul 16.27 WIB tersebut. Pihak DKM memilih momen Istiwa A’zam karena pada saat itu Matahari berada tepat di atas Ka’bah, sehingga menjadi salah satu metode astronomi paling akurat untuk menentukan arah kiblat secara alami.

Baca Juga: Kemenag Ajak Masyarakat Cek Arah Kiblat Lewat Fenomena Istiwa A’zam 15–16 Juli 2026

Ketua DKM At-Taqwa, Iwan Nur Muhamad, menjelaskan bahwa Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cijeungjing sebelumnya telah membekali seluruh pengurus DKM di Desa Dewasari dengan sosialisasi mengenai fenomena Rashdul Qiblat.

“Alhamdulillah, sebelumnya telah melaksanakan sosialisasi Rashdul Qiblat kepada seluruh DKM se-Desa Dewasari oleh KUA Kecamatan Cijeungjing, dan pengukuran arah kiblat dijadwalkan 15 dan 16 Juli,” ujarnya.

“Kegiatan ini menjadi bekal bagi pengurus masjid untuk memahami pentingnya verifikasi arah kiblat melalui fenomena Istiwa A’zam,” tambah Iwan.

Hasil Pengukuran: Arah Kiblat Masjid At-Taqwa Bergeser Ke Kiri

Iwan membeberkan bahwa hasil pengamatan dan pengukuran langsung di lokasi menunjukkan adanya pergeseran arah kiblat dari posisi saf masjid yang lama.

“Alhamdulillah hasil pengamatan dan pengukuran arah kiblat di DKM At-Taqwa telah selesai dilaksanakan. Dari posisi arah kiblat sebelumnya, hasil pengukuran menunjukkan adanya pergeseran beberapa derajat ke arah kiri sehingga perlu dilakukan penyesuaian,” katanya.

Menurut Iwan, pihaknya segera melakukan penyesuaian saf sebagai bagian dari upaya menyempurnakan arah kiblat berdasarkan hasil hitungan ilmiah tersebut. Langkah ini bertujuan agar jemaah dapat mendirikan salat dengan perasaan lebih tenang, mantap, dan yakin.

Fenomena Istiwa A’zam sendiri merupakan peristiwa alam saat posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah. Pada momen langka ini, bayangan dari benda apa pun yang berdiri tegak lurus akan mengarah tepat ke arah Ka’bah. Sehingga menjadi acuan terbaik untuk mengoreksi arah kiblat dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Melalui kegiatan lapangan ini, pengurus DKM At-Taqwa berharap masyarakat luas semakin sadar akan pentingnya mengecek arah kiblat secara berkala. Tentunya dengan memanfaatkan fenomena astronomi tahunan.

“Selain meningkatkan akurasi arah kiblat masjid, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi pengurus DKM. Kemudian juga edukasi kepada jamaah mengenai ilmu falak dalam mendukung pelaksanaan ibadah,” pungkas Iwan.

(Mia)