spot_imgspot_img
Selasa 28 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Ratusan Guru di Tasikmalaya Dibekali Misi Besarkan Bahasa Indonesia

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kegiatan diseminasi bahasa dan kesastraan yang digelar Kemendikdasmen RI di Horison Hotel Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan peserta yang terdiri atas guru SD, SMP, SMA, penulis, serta pegiat bahasa se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya menghadiri kegiatan Diseminasi Program Bidang Kebahasaan dan Kesastraan.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI menginisiasi acara ini bersama Anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah di Horison Hotel Tasikmalaya, Senin (27/7/2026). Para peserta menyambut jalannya kegiatan dengan antusiasme tinggi.

Baca Juga: Musik Karaoke Liar di Situ Cibeureum Tasikmalaya Tuai Protes Warga, Kelurahan Siapkan Aturan Tegas

Forum keilmuan ini menyediakan ruang penguatan kapasitas bagi para tenaga pendidik. Harapannya agar mereka sanggup menerapkan penggunaan bahasa secara proporsional dan bijak, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun interaksi sehari-hari.

Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa Kemendikdasmen RI Hidayat Widiyanto memaparkan empat program prioritas lembaga yang terus meluas ke masyarakat demi menempatkan fungsi bahasa secara tepat.

Ia menekankan bahwa masyarakat harus mengutamakan dan melestarikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara.

“Bahasa Indonesia ini memiliki khasanah yang sangat vital yakni sebagai Penguatan Literasi, Pemaslahatan Bahasa, Perlindungan Bahasa Daerah dan Penginternasionalan Bahasa Indonesia,” ungkap Hidayat Widiyanto.

Produk dari Badan Bahasa

Ia menjelaskan, pihak Badan Bahasa sudah menyediakan berbagai produk serta layanan penunjang yang mudah publik akses. Seperti Budi (Buku Digital), KBBI, UKBI, EYD, SPAI, Ensiklopedia, hingga Penjaring.

“Kita menyiapakan sejumlah rangkaian kegiatan untuk menyambut Bulan Bahasa dan Sastra pada Oktober mendatang. Seperti penganugerahan Penghargaan Sastra, AdiBahasa, dan berbagai agenda kebahasaan lainnya. Rangkaian kegiatan guna mengangkat bahasa Indonesia sebagai sebagai bahasa persatuan serta jati diri negara,” ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Badan Bahasa Kemendikdasmen Dr. Ganjar Harimansyah menggarisbawahi pentingnya bimbingan bertutur santun di tengah masyarakat untuk membangun komunikasi dan ilmu pengetahuan.

“Saat mengajar atau berpidato di muka umum, pergunakan Bahasa Indonesia yang formal. Namun saat situasi santai, tidak masalah menggunakan bahasa daerah atau nonformal,” ungkapnya.

Ganjar menyayangkan kecenderungan masyarakat yang masih sering mencampuradukkan bahasa (gado-gado) sehingga mengaburkan identitas bangsa.

“Harapannya guru mampu murenahkeun (menempatkan) bahasa sesuai kondisi dan situasi. ‘Baik’ itu sesuai kondisi tempat dan lawan bicara, sedangkan ‘benar’ itu sesuai dengan kaidah,” paparnya.

Kesadaran Berbahasa Indonesia yang Ideal Masih Kurang

Ia menambahkan, tingkat kesadaran masyarakat umum hingga generasi muda dalam berbahasa Indonesia yang ideal masih tergolong kurang. Sehingga membutuhkan dorongan secara konsisten.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah menegaskan tiga pilar utama kegiatan diseminasi ini. Yaitu memahami fungsi bahasa sebagai pengantar pendidikan, menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta memperkokoh bahasa sebagai simbol kedaulatan negara.

Ferdiansyah menargetkan Bahasa Indonesia mampu menembus jajaran 5 besar bahasa dunia yang paling banyak digunakan pada tahun 2045.

“Saat ini pengguna Bahasa Indonesia sudah mencapai 199 juta jiwa. Potensi ini bisa menguat dengan mengapitalisasi kekayaan kosakata bahasa daerah di ASEAN seperti Sunda, Jawa, Minang, Batak, dan Bugis ke dalam Bahasa Indonesia,” terang Ferdiansyah.

Ia mengusulkan sinergi antara pemerintah guna membentuk jaringan “Kampung Indonesia” di luar negeri untuk memperluas jangkauan literasi nasional.

“Dalam Diseminasi program bahasa ini, figur guru, penulis, dan pegiat media menjadi peserta merupakan langkah strategis. Guru berperan sebagai sosok yang digugu dan ditiru. Sementara media dan penulis bertugas menyampaikan edukasi tentang pentingnya berbahasa e yang baik dan benar,” tegasnya.

Melalui pembekalan ini, para peserta harapannya mampu mengemban peran sebagai Duta Kebahasaan di lingkungan keluarga. Terlebih di lingkungan sekolah demi menumbuhkan kegemaran berbahasa Indonesia.

(Seda)

Lantik Pejabat Definitif, Wali Kota Bogor Dedie Rachim Tekankan Pelayanan Publik Tanpa Pilih Kasih

0
BOGOR, FOKUSjabar.id
Isi Jabatan Definitif Pemkot Bogor, Dedie Rachim Tegaskan Pejabat Utamakan Pelayanan Publik

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memprioritaskan kepentingan warga dalam pengisian posisi jabatan strategis. Pemkot Bogor resmi mengganti sejumlah posisi Pelaksana Tugas (Plt) dengan melantik pejabat definitif.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memimpin langsung prosesi pengangkatan jabatan administrator dan pengawas tersebut di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Lewat Program ‘Kami Mendengar’, Bupati Bogor Pastikan Menu MBG Tepat Sasaran

Pelantikan tersebut mengisi posisi Kepala Bagian Kesra Setda Kota Bogor, Kepala Bagian PBJ Setda Kota Bogor, Wakil Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUD Kota Bogor, Kabid Penetapan dan Pengelolaan Data Bapenda, serta Kasi Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Bogor.

Dedie Rachim menginstruksikan para pejabat baru agar mendedikasikan seluruh tugas demi kemaslahatan warga Kota Bogor.

“Untuk di bidang Kesra ini nomor satu yang paling penting adalah keadilan, transparansi, akuntabilitas dalam menentukan siapa yang benar-benar berhak dibantu dan diberikan bantuan. Jadi jangan karena siapa, hubungannya apa, tapi betul-betul dengan data dan fakta lapangan,” tegasnya.

Ia berharap pengelolaan anggaran daerah memberikan dampak langsung yang nyata bagi publik. Dedie juga memandatkan Bagian Kesra untuk memelihara hubungan harmonis dengan seluruh pemeluk agama.

Peningkatan Kredibilitas dan Kelengkapan Administrasi

Kepada Kepala Bagian PBJ, Dedie memaparkan tantangan pembinaan pengusaha lokal agar mampu bersaing secara kompetitif melalui peningkatan kredibilitas dan kelengkapan administrasi.

Ia turut menyoroti skema pengadaan operasional kantor yang kerap berjalan serentak. Dedie mendorong efisiensi anggaran agar porsi dana pembangunan masyarakat menjadi lebih luas.

“Ini salah satu tantangan kita di bidang Pengadaan Barang dan Jase. Nah, jadi memang kita harus berubah ke depan. Ini tantangan dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan,” ungkap Dedie Rachim.

Mengenai tata kelola RSUD Kota Bogor, Dedie menggarisbawahi pentingnya penerapan manajemen kesehatan secara profesional.

Ia meminta jajaran tenaga medis mengasah sense of crisis saat menangani pasien guna mengejar penanganan golden hour.

“Jadi kalau mendapati pasien urgent atau emergency segera lakukan langkah apa yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Ia mengimbau penguatan integrasi layanan darurat PSC Gesit 119 guna mencegah penumpukan antrean pasien di satu rumah sakit.

“Apa fungsi dari 119 itu? Kan dispatching, kan gitu kan, untuk menyalurkan. Nah, di situlah fungsi. Ada kerja sama dengan semua rumah sakit. Ini memang jadi tugas kita semua, mulai dari bagaimana membangun infrastruktur yang memudahkan akses bagi disabilitas, bagaimana masyarakat normal, masyarakat difabel, lanjut usia, ibu hamil, anak-anak,” tutur Dedie Rachim.

Dedie juga mendorong konsep pelayanan medis holistik serta promotif guna menekan penggunaan obat-obatan yang tidak perlu.

Sementara untuk Bapenda Kota Bogor, Dedie menyebut kecukupan anggaran sebagai kunci utama peningkatan pembangunan, sehingga optimalisasi pendapatan daerah wajib terus berjalan.

Kepada Satpol PP, Dedie meminta rotasi penempatan personel lapangan serta tindakan tegas berupa Sanksi dan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) demi menegakkan Perda secara konsisten.

(PemkotBogor/IrfansyahRiza)

Lewat Program ‘Kami Mendengar’, Bupati Bogor Pastikan Menu MBG Tepat Sasaran

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Rudy Susmanto Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Optimal (Foto: BogorKab)

BOGOR,FOKUSJabar.id: Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor berjalan secara optimal melalui pemantauan langsung ke sekolah-sekolah.

Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian integral dari program “Kami Mendengar“. Inisiatif ini memfasilitasi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menyerap aspirasi warga sekaligus mengawal program-program prioritas daerah.

Baca Juga: Bangkit Pasca Kebakaran, Bupati Bogor Resmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas Mangkuluhur Citeureu

Saat mendatangi SD Negeri 05 Lulut, Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Senin (27/7/2026), Rudy memeriksa kelayakan sarana prasarana sekolah sembari berdialog akrab dengan para siswa penerima manfaat MBG.

Rudy menegaskan bahwa pendapat para murid memegang peranan vital dalam proses evaluasi program keberlanjutan tersebut.

“Kami juga memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan dengan baik. Tadi kami mendengar langsung dari para siswa bahwa mereka berharap program MBG terus dilaksanakan. Anak-anak menyampaikan pendapat mereka dengan jujur dan apa adanya. Ketika kami bertanya tanpa memberikan arahan apa pun, meeka menjawab sesuai dengan apa yang mereka rasakan,” ujar Rudy.

Ia memaparkan alasan di balik kunjungan kerja secara langsung guna mengumpulkan fakta nyata mengenai realisasi program di tingkat tapak.

Sebelum memasuki periode libur sekolah, jajaran Pemkab Bogor menggelar pemantauan serentak ke lebih dari 100 sekolah untuk memetakan kualitas infrastruktur hingga efektivitas program pemerintah.

Rudy menilai penguatan kualitas sumber daya manusia wajib berjalan selaras dengan penyediaan fasilitas pendidikan yang mumpuni, mengingat Kabupaten Bogor menyangga populasi terbesar serta jumlah SD dan SMP negeri yang amat melimpah.

“Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan jumlah SD serta SMP negeri yang sangat banyak. Karena itu, ketika kita ingin mempercepat pembangunan sumber daya manusia, kita harus melihat langsung kondisi yang sebenarnya di lapangan,” jelasnya.

Rudy menggarisbawahi, kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan dukungan kelengkapan sarana sekolah. Tujuannya agar para siswa dapat menimba ilmu dalam lingkungan yang sehat dan nyaman.

(BogorKab/IrfansyahRiza)

Bangkit Pasca Kebakaran, Bupati Bogor Resmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas Mangkuluhur Citeureup

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Rudy Susmanto Resmikan Puskesmas Mangkuluhur Citeureup, Dorong Kolaborasi Dunia Usaha Perkuat Layanan Kesehatan

BOGOR,FOKUSJabar.id: Bupati Bogor Rudy Susmanto meresmikan Puskesmas Mangkuluhur Citeureup, Senin (27/7/2027). Peresmian ini menandai beroperasinya kembali layanan rawat inap setelah insiden kebakaran menghancurkan fasilitas Puskesmas Citeureup pada Oktober 2024 lalu.

Bupati Rudy mengungkapkan bahwa peristiwa kebakaran pada 19 Oktober 2024 silam menghadirkan tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Bogor. Musibah tersebut terjadi saat pemkab belum memasukkan anggaran pembangunan ulang ke dalam perencanaan tahun berikutnya.

Baca Juga: Jelang Piala AFF 2026, Bupati Bogor Fokus Tata Stadion Pakansari dan Kawasannya

Kendati demikian, semangat gotong royong serta kepedulian dunia usaha hadir menjadi solusi cepat atas kebutuhan fasilitas kesehatan publik.

“Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kami dengan orang-orang baik. Tanpa harus diminta, PT Intra GolfLink Resorts Tbk mengambil langkah cepat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan untuk membangun kembali Puskesmas Citeureup,” ujar Rudy.

Rudy mewakili Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih atas kontribusi nyata PT Intra GolfLink Resorts Tbk dalam memperkuat sektor kesehatan.

Ia menilai pembangunan sarana medis merupakan bentuk investasi kemanusiaan yang memberi dampak jangka panjang bagi warga.

“Ketika sebuah puskesmas mampu menyembuhkan seorang ayah yang sedang sakit, maka ia dapat kembali bekerja, menghidupi keluarganya, menyekolahkan anak-anaknya, bahkan mengubah masa depan keluarganya. Dampak fasilitas kesehatan jauh melampaui bangunan fisiknya,” jelas Rudy.

Mempererat Kolaborasi Pembagunan Daerah

Rudy turut mengajak jajaran pelaku usaha se-Kabupaten Bogor untuk mempererat kolaborasi pembangunan daerah. Sebagai wilayah berpopulasi terbesar di Indonesia, Kabupaten Bogor menghadapi tantangan hebat dalam pemenuhan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

“Membangun kesehatan masyarakat memang menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi jika ingin bergerak lebih cepat, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan semangat gotong royong bersama dunia usaha serta seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap kebaikan PT Intra GolfLink Resorts Tbk mampu menginspirasi perusahaan lain untuk menyalurkan dana tanggung jawab sosial demi kemajuan daerah.

Rudy juga menitipkan pesan mendalam kepada jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Mangkuluhur Citeureup agar menyajikan layanan profesional, cepat, ramah, dan mengutamakan keselamatan pasien.

“Bangunan yang baik harus beriringan dengan pelayanan yang baik. Yang akan selalu masyarakat ingat bukan hanya gedungnya, tetapi bagaimana mereka mendapat palayanan dengan sepenuh hati,” ungkapnya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty menerangkan bahwa proyek pemulihan fokus pada ruang rawat inap yang sempat lumpuh akibat kebakaran.

“Melalui dukungan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, pembangunan dapat terselesaikan. Sehingga masyarakat kembali memperoleh akses pelayanan rawat inap yang aman, nyaman, dan sesuai standar,” jelas Fusia.

Fusia menambahkan, peresmian gedung ini mencerminkan komitmen Pemkab Bogor dalam meningkatkan mutu fasilitas medis. Langkah ini memperkuat peran 101 puskesmas dan 98 puskesmas pembantu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Di penghujung acara, Bupati Bogor membuka operasional Puskesmas Mangkuluhur Citeureup secara resmi. Momen ini menandai mulainya kembali akses layanan rawat inap bagi warga Kecamatan Citeureup dan sekitarnya.

(BogorKab/Irfansyahriza)

Kabar Gembira! Sumedang Bakal Miliki Dua SMA Negeri Baru di Pamulihan dan Paseh pada 2027

0
Sumedang, FOKUSJabar.id
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat pelantikan Forum OSIS di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (27/7/2026)

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri di Kabupaten Sumedang akan bertambah. Mulai tahun 2027, pemerintah memproyeksikan pembangunan dua SMA baru di Kecamatan Pamulihan dan Paseh, dua wilayah yang selama ini belum memiliki SMA negeri.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan kepastian kabar gembira tersebut saat memimpin acara pelantikan Forum OSIS di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Pemkab Sumedang Siapkan Langkah Strategis Atasi Dampak Negatif Media Digital

“Tahun depan akan ada tambahan dua Sekolah Menengah Atas Negeri di Sumedang, yaitu SMA Negeri Paseh dan SMA Negeri Pamulihan. Ini merupakan kabar baik yang telah lama dinantikan masyarakat,” ujar Bupati Dony.

Kehadiran kedua lembaga pendidikan tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan pendidikan menengah serta memenuhi kebutuhan warga lokal.

Pemerintah memprioritaskan pembangunan SMAN Paseh mulai tahun ini dengan memfokuskan pengerjaan pada infrastruktur dasar dan sarana penunjang.

“Sementara pembangunan ruang kelas akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya agar sekolah tersebut dapat segera beroperasi,” katanya.

Percepat Proses Adminstrasi dan Perencanaan

Khusus SMAN Pamulihan, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah menuntaskan proses hibah lahan.

Pemerintah juga menyusun dokumen perencanaan proyek pada anggaran perubahan tahun ini sebagai tahapan awal pematangan pengerjaan fisik.

“Kami terus berupaya mempercepat seluruh proses administrasi dan perencanaan. Kita harap agar pembangunan kedua sekolah ini dapat berjalan sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah VIII Sumedang-Bandung, Sriyuda Hermansyah, menegaskan kesiapan jajarannya mengeksekusi proyek penunjang SMAN Paseh pada tahun anggaran berjalan.

“SMA Negeri Paseh saat ini akan dibangun terlebih dahulu infrastruktur pendukungnya. Selanjutnya pada tahun depan pembangunan ruang kelas akan dilaksanakan sehingga sekolah dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Mengenai kelanjutan SMAN Pamulihan, Sriyuda menjelaskan bahwa pengerjaan fisik sekolah siap bergulir tepat setelah tahapan hibah tanah dan penyusunan perencanaan rampung.

“Untuk SMA Negeri Pamulihan, perencanaannya akan masuk pada perubahan anggaran tahun ini. Sehingga ketika proses hibah lahan telah selesai, pembangunan dapat segera berlangsung,” ujarnya.

Sriyuda meyakini keberadaan dua SMAN anyar ini sanggup mendongkrak kualitas pendidikan daerah. Khususnya dalam memacu Angka Partisipasi Sekolah (APS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Sumedang.

Data pendidikan mencatat RLS Kabupaten Sumedang saat ini menyentuh angka 9,2 tahun, sedangkan APS berada pada level sekitar 86 persen. Angka tersebut menunjukkan masih ada sekitar 14 persen penduduk usia sekolah yang belum meneruskan studi dari jenjang SMP ke SMA/SMK.

“Penambahan SMA Negeri Paseh dan SMA Negeri Pamulihan harapannya dapat memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat. Terlebih mengurangi angka putus sekolah, serta menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kemudian menyelesaikan berbagai tantangan pendidikan di Kabupaten Sumedang,” katanya.

(SumedangKab/IrfansyahRiza)

Pemkab Sumedang Siapkan Langkah Strategis Atasi Dampak Negatif Media Digital

0
Sumedang, FOKUSJabar.id
Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ketiga Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Provinsi Jawa Barat di Aula Tampomas PPS, Senin (27/6/2026).

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ketiga Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Provinsi Jawa Barat di Aula Tampomas PPS, Senin (27/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Fajar menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang selalu membuka pintu lebar untuk ruang kolaborasi.

Baca Juga: Bupati Dony Dorong Forum OSIS Sumedang Jadi Garda Terdepan Anti Narkoba dan Bullying

“Khususnya bagi komunitas, organisasi yang berikhtiar untuk memajukan lingkungan. Masalah sosial, kesehatan, apapun itu saling berkolaborasi,” kata Fajar.

Fajar menaruh harapan besar agar Bapera mampu bertransformasi menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah di pelbagai tingkatan.

“Tidak hanya di Kabupaten Sumedang. Tapi di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Agar dapat mencerdaskan,” katanya.

Ia menguraikan tantangan berat pemuda masa kini, terutama maraknya jeratan pinjaman online (pinjol), judi online (judol), serta dampak negatif media digital lainnya.

Baca Juga: Kini Leucir dan Ngageleser, Perbaikan Jalan Ranggon-Citatah Sumedang Kucurkan Anggaran Hampir Rp400 Juta

“Pemkab sudah berikhtiar melalui Diskominfosanditik dan Kementrian Komdigi agar bisa memblokir akun-akun media sosial di bawah 16 tahun. Karena rata-rata anak di bawah 16 tahun pikirannya belum stabil,” ujarnya.

Pelaksanaan Rakerda ini menghimpun seluruh perwakilan DPD Bapera se-Jawa Barat. Acara ini turut dihadiri Ketua DPD Bapera Jawa Barat Raden Andreas Nandiwardhana, Ketua DPD Bapera Sumedang Sidik Jafar, beserta jajaran pengurus organisasi lainnya.

(SumedangKab/Irfansyahriza)

Sinergi TNI dan Pemkab Sukabumi Tuntaskan Pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Cibadak

0
Sumedang, FOKUSJabar.id
Wakil Bupati Sukabumi H. Andeas bersama Dandim 0607 Letkol Inf Beny Syafri, S.H., M.Han., meresmikan Jambatan Garuda di Cipanas, Kp Cipanas Kelurahan Cibadak pada Senin 27 Juli 2026.

SUKABUMI,FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas bersama Dandim 0607 Letkol Inf Beny Syafri, S.H., M.Han., meresmikan Jembatan Garuda di Kampung Cipanas, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Senin (27/7/2026).

Pemerintah merancang proyek Pembangunan Jembatan Garuda Cipanas ini guna merealisasikan program Presiden Republik Indonesia. Langkah strategis tersebut bertujuan menyokong kebutuhan mendasar masyarakat, memacu kesejahteraan warga, serta meratakan pembangunan di daerah.

Baca Juga: Penuh Haru, Wabup Sukabumi Lepas 43 Jemaah Umroh Pemenang Hadiah Muhibah Ramadhan

Dalam pidatonya, Wabup Andreas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih mendalam kepada Presiden Republik Indonesia serta jajaran pihak yang mendukung perwujudan fisik jembatan ini.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, yang telah bersinergi dan memberikan dukungan nyata dalam pembangunan ini,” ucapnya.

Ia berharap keberadaan infrastruktur penyeberangan ini memberikan manfaat optimal dan menjamin rasa aman. Terlebih mendongkrak roda perekonomian, serta mempermudah mobilitas harian warga sekitar.

Andreas menegaskan, kolaborasi lintas sektor beserta partisipasi aktif elemen masyarakat membuktikan secara nyata kekuatan gotong royong dalam menghadirkan solusi bagi kebutuhan publik.

Ia menilai letak Jembatan Garuda sangat strategis sebagai urat nadi konektivitas dan aksesibilitas ekonomi lokal.

“Jembatan ini merupakan penghubung antar wilayah yang memudahkan mobiltas warga, jalur distribusi serta akses layanan publik lainnya,” tambahnya.

Selain itu, Wabup mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar terus memelihara dan merawat fasilitas tersebut. Tentunya supaya memberi manfaat berkelanjutan dalam jangka panjang.

Pada kesempatan serupa, Dandim 0607 Letkol Inf Beny Syafri memanjatkan rasa syukur. Selanjutnya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim yang bekerja keras menyelesaikan proyek jembatan hingga tuntas.

“Buktinyata gotong royong dan sinergi TNI dan semua komponen mampu memberikan manfaat bagi semua,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen jajaran Kodim 0607 untuk selalu mendukung seluruh program pembangunan demi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Prosesi peresmian ini juga dihadiri oleh unsur perangkat daerah Kabupaten Sukabumi, Camat Cibadak beserta jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat setempat, dan tamu undangan lainnya.

(SukabumiKab/IrfansyahRiza)