spot_imgspot_img
Senin 20 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Lepas Stigma Kaku, PPP Jabar Sapa Anak Muda  Lewat Nobar dan Pelatihan Wirausaha

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Suasana Nobar Spayol-Argentina di Kantor PPP Jabar, Bandung (LIN)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat resmi memulai langkah transformasi besar-besaran. Partai berlambang Ka’bah ini secara bertahap menjelma menjadi partai modern yang membuka pintu lebar-lebar bagi kalangan anak muda.

Sekretaris Wilayah DPW PPP Jawa Barat, Agus Solihin menyampaikan langsung arah baru partai tersebut di sela acara Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia antara Spanyol melawan Argentina. Agenda nobar ini berlangsung meriah di Halaman Kantor DPW PPP Jabar, Bandung, Senin (20/7/2026) dini hari.

Baca Juga: Resmi! Mariano Peralta Gabung Persib Bandung

Agus menyebut perubahan radikal ini lahir sebagai bentuk evaluasi mendalam dari hasil Pemilu sebelumnya. Pihaknya mengakui kelemahan PPP terdahulu yang kurang membuka diri, sehingga terpaksa kehilangan segmen potensial dari pemilih muda.

“Kegiatan Islami seperti halaqoh ulama dan ustadz itu sudah jadi kebiasaan kami. Tapi PPP lemah di Pemilu lalu karena tidak bisa membuka diri. Makanya saat ini kita membuka untuk mereka yang kemarin terlupakan,” kata Agus.

Saat ini, DPW PPP Jabar menginstruksikan seluruh kader di tingkat kabupaten, kota, bahkan hingga tingkat PAC dan kecamatan untuk merangkul kaum muda. Pihak partai menilai kegiatan komunal seperti nonton bareng sepak bola ampuh menjadi momen perekat sosial yang efektif.

“Ini menjadi momentum berubah. Kami ingin PPP lebih terbuka lagi untuk semua kalangan. Kami berharap PPP bisa menjadi partai yang juga diisi kalangan muda,” tegas Agus.

Pelatihan Wirausaha Gratis

Lebih lanjut, pengurus partai memprediksi bahwa 60 persen pemilih masa depan merupakan kelompok anak muda. Guna memuluskan target tersebut, PPP Jabar kini merangkul para olahragawan, tokoh sepak bola, hingga aktivis muda dari berbagai bidang positif.

Bukan sekadar menyajikan hiburan, PPP Jabar juga merancang program pendidikan politik serta pelatihan wirausaha gratis bagi Gen Z dan Milenial. Mereka bahkan sudah menyiapkan skema permodalan khusus agar generasi muda bisa tumbuh menjadi pengusaha mandiri.

“Karena partai menjadi ruang penghidupan, maka partai merancang hal itu agar semua bisa terpenuhi dengan baik. Tentunya mendidik mereka mandiri dan menjadi anak muda harapan bangsa,” jelas Agus.

Wakil Ketua PPP Jabar, Usep Sakur menegaskan bahwa kaum muda merupakan segmen khusus yang sangat efektif sebagai mitra politik. Pihaknya percaya nilai-nilai persaudaraan dalam dunia sepak bola bisa bertindak sebagai jembatan untuk memperkuat ikatan sosial masyarakat.

“PPP mencoba perlahan untuk mengubah paradigma sebagai partai ‘kolot’. Tentunya tidak meninggalkan marwah. Dengan berbagai talenta anak muda yang sangat bagus, kami percaya semua akan berkembang dengan baik,” pungkas Usep.

(LIN)

Lahan Kosong di Jalan Ir. Juanda Depok Kini Jadi Kawasan Pertanian Produktif

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Lahan urban farming yang dikelola Kodim 0508/Depok di depan Mal Pesona Square, Jalan Ir. Juanda, Kecamatan Sukmajay. Sumber Gambar: depok.go.id

DEPOK,FOKUSJabar.id: Lahan tidur di kawasan Jalan Ir. Juanda, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, kini memiliki wajah baru. Area seluas hampir dua hektare yang terhimpit oleh pusat perbelanjaan dan jalan tol tersebut kini menjelma menjadi kawasan pertanian perkotaan (urban farming) yang produktif.

Jajaran TNI AD dari Kodim 0508/Depok menginisiasi langsung pemanfaatan lahan milik PT Pertamina ini sejak tahun 2024 silam. Mereka mengelola area yang semula terbengkalai tersebut menjadi zona ketahanan pangan melalui kombinasi sektor pertanian dan peternakan.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Masih Tinggi, Simak Daftar Harga Pangan Nasional Terbaru

Kehadiran lahan hijau di tengah kepungan beton perkotaan ini sukses mencuri perhatian publik. Selain menyelamatkan lahan kosong, program strategis ini mengemban misi besar untuk menyokong target swasembada pangan nasional.

Personel Kodim 0508/Depok menanami hamparan tanah ini dengan aneka komoditas hortikultura yang bernilai ekonomis tinggi. Tanaman yang tumbuh subur di lokasi ini meliputi cabai, bawang merah, terung, hingga kacang panjang.

Dandim 0508/Depok, Kolonel Infanteri (Inf) Ginanjar Wahyutomo menilai keberadaan lahan pertanian ini sangat unik. Letaknya yang berada tepat di jantung aktivitas masyarakat urban memberikan nilai tambah tersendiri.

“Lahan pertanian di desa itu sudah biasa, tapi ini dibuat ditengah kota di antara mal dan jalan tol itu luar biasa,” ungkap Ginanjar Wahyutomo, Minggu (19/7/2026).

Pusat Peternakan Ayam

Selain memacu sektor bercocok tanam, pihak Kodim juga mengalokasikan sebagian area sebagai pusat peternakan ayam. Mereka menggandeng sejumlah pemangku kepentingan agar pengelolaan kawasan ini berjalan secara terpadu dan saling berkesinambungan.

Kodim 0508/Depok mengadopsi konsep integrated farming atau pertanian terintegrasi untuk memaksimalkan potensi lahan. Melalui pendekatan ini, limbah pertanian dan peternakan dapat saling menyokong kebutuhan satu sama lain.

Guna mempercepat pengembangan kawasan, jajaran Kodim menggelar aksi menanam bawang merah secara serentak pada Sabtu, 18 Juli 2026. Agenda ini turut melibatkan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dandim menjelaskan bahwa proyek urban farming ini merupakan bukti nyata komitmen TNI AD dalam memperkuat ketahanan pangan lokal. Langkah ini sekaligus mengedukasi warga perkotaan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif.

Pihak Kodim memercayakan pengelolaan hasil panen sepenuhnya kepada kelompok tani binaan dengan pengawasan melekat dari personel militer. Pendampingan berkala ini bertujuan untuk mendongkrak keahlian masyarakat dalam mengelola sektor pertanian secara mandiri dan berkelanjutan.

“Hasil pertanian nantinya akan dikelola oleh kelompok tani dengan pendampingan dari Kodim. Tujuannya bukan hanya meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Harga Cabai Rawit Merah Masih Tinggi, Simak Daftar Harga Pangan Nasional Terbaru

0
pasar manis ciamis fokusjabar.id
Harga Cabai di pasar manis Ciamis mahal

JAKARTA,FOKUSJabar: Pergerakan harga bahan pangan nasional terus menyedot perhatian masyarakat luas, Minggu (19/7/2026). Sejumlah komoditas pokok menunjukkan tren harga yang relatif stabil, sedangkan kelompok cabai rawit merah tetap kokoh sebagai komoditas dengan nilai jual tertinggi di tingkat pedagang eceran.

Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional kelolaan Bank Indonesia menunjukkan harga rata-rata cabai rawit merah secara nasional bertengger di angka Rp57.250 per kilogram. Nominal tersebut menempatkan si pedas kecil ini sebagai produk hortikultura termahal jika bersanding dengan rumpun cabai lainnya.

Baca Juga: BMKG Prediksi Beberapa Daerah di Jawa Barat Masih Berpotensi Hujan hingga 23 Juli 2026 Meski Kemarau Melua

Selain kelompok cabai, pergerakan harga kebutuhan pokok lain seperti beras, bawang, gula, minyak goreng, hingga daging juga terus memanen pantauan. Informasi berkala ini menyajikan potret riil kondisi harga pangan pada berbagai pasar tradisional di seluruh penjuru Indonesia.

Melansir data resmi PIHPS Nasional, kelompok cabai masih mendominasi daftar bahan pangan dengan harga tinggi. Konsumen harus merogoh kocek sebesar Rp53.000 per kilogram untuk cabai rawit hijau, Rp47.450 per kilogram untuk cabai merah besar, serta Rp46.500 per kilogram untuk cabai merah keriting.

Sektor bumbu dapur lainnya juga menunjukkan angka yang bersaing ketat. Para pedagang melepas bawang merah di kisaran harga Rp43.800 per kilogram dan bawang putih menyusul tipis pada angka Rp43.750 per kilogram.

Sektor Pangan Utama Memiliki Variasi Harga

Sementara itu, sektor pangan utama seperti beras memiliki variasi harga tergantung pada mutunya. Beras kualitas bawah I berada di angka Rp14.750 per kilogram, beras kualitas medium I menyentuh Rp16.350 per kilogram, sedangkan beras kualitas super I mencapai harga tertinggi pada level Rp17.650 per kilogram.

Untuk komoditas protein, daging sapi kualitas I masih memimpin harga tertinggi dengan nilai Rp150.600 per kilogram. Sementara itu, daging ayam ras segar bertengger pada angka Rp38.450 per kilogram. Kemudian telur ayam ras menunjukkan kestabilan harga pada posisi Rp20.550 per kilogram.

Pada sektor pemanis dan minyak, gula pasir premium kini menyentuh Rp20.300 per kilogram. Selanjutnya, minyak goreng curah berada pada angka Rp20.550 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp24.200 per liter.

Catatan historis PIHPS menunjukkan bahwa harga cabai rawit merah sebenarnya sudah melakoni penurunan jika membandingkannya dengan awal Juli 2026. Kala itu, pasar sempat memperdagangkan komoditas pedas ini di atas Rp64 ribu per kilogram sebelum perlahan merosot ke kisaran Rp61 ribu. Kini mendarat di level Rp57.250.

Walaupun grafiknya terus melandai, nominal tersebut nyatanya masih tergolong tinggi bagi daya beli sebagian besar konsumen eceran. Naik turunnya harga pangan nasional ini masih berpotensi terjadi mengikuti dinamika pasokan barang serta tingkat permintaan di berbagai daerah.

(Jingga Sonjaya)

BMKG Prediksi Beberapa Daerah di Jawa Barat Masih Berpotensi Hujan hingga 23 Juli 2026 Meski Kemarau Meluas

0
FOKUSJabar.id
Ilustrasi Hujan.

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Musim kemarau terus memperluas cengkeramannya di berbagai wilayah Indonesia. Kendati demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa fenomena ini tidak serta-merta melenyapkan potensi hujan di seluruh daerah.

Khusus untuk wilayah Jawa Barat, peluang hujan lokal bahkan masih mengancam hingga Kamis, 23 Juli 2026 mendatang. Berdasarkan analisis BMKG untuk periode sepekan ke depan, sejumlah fenomena atmosfer aktif masih memengaruhi kondisi cuaca di Tanah Air.

Baca Juga: Resmi! Mariano Peralta Gabung Persib Bandung

Dampaknya, guyuran hujan dengan intensitas ringan hingga lebat tetap berpotensi mengguyur beberapa wilayah di tengah dominasi musim kering.

Situasi anomali ini menuntut masyarakat di Jawa Barat untuk melipatgandakan kewaspadaan mereka terhadap perubahan cuaca mendadak. Walaupun mayoritas daerah sudah memasuki musim kemarau, ancaman hujan deras yang menyertakan petir dan angin kencang tetap mengintai, terutama pada sore hingga malam hari.

Catatan statistik BMKG menunjukkan bahwa hingga dasarian pertama Juli 2026, sebanyak 423 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia telah resmi mencicipi musim kemarau. Pada saat yang sama, curah hujan berkategori rendah menguasai sekitar 72,38 persen wilayah nusantara.

Sementara itu, sekitar 25,99 persen area masih mengalami curah hujan kategori menengah, dan sisanya hanya menyisakan curah hujan tinggi di sebagian kecil titik.

Faktor Alam yang Merangsang Pertumbuhan Awan Hujan

Meskipun kemarau kian merata, BMKG menjelaskan masih ada deretan faktor alam yang merangsang pertumbuhan awan hujan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, sirkulasi siklonik, serta tingginya kelembapan udara menjadi pemicu utama berkumpulnya air di langit.

Di Jawa Barat sendiri, kombinasi fenomena tersebut membuat peluang hujan tetap terbuka lebar sepanjang periode 17 hingga 23 Juli 2026. Secara umum, matahari akan bersinar cerah atau cerah berawan sejak pagi hingga menjelang siang hari.

Namun, memasuki waktu sore dan malam hari, awan hitam berpotensi menurunkan hujan lokal yang kerap kali membawa serta sambaran petir dan angin kencang.

Sejumlah daerah yang mengantongi peluang hujan lebih tinggi meliputi kawasan Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Sumedang, hingga Pangandaran. Bagian selatan Purwakarta dan Subang juga masuk dalam peta kewaspadaan ini.

Kawasan pegunungan dan wilayah selatan Jawa Barat memegang prediksi sebagai area yang paling sering menerima guyuran hujan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kawasan Pantai Utara (Pantura) seperti Bekasi, Karawang, Subang utara, Indramayu, dan Cirebon yang lebih dominan menikmati cuaca terik.

BMKG juga mewanti-wanti masyarakat untuk mengantisipasi potensi angin kencang yang lahir dari pertumbuhan awan konvektif. Hembusan angin ini berisiko memicu pohon tumbang, merobohkan baliho, hingga mengacaukan aktivitas transportasi serta mobilitas warga di luar ruangan.

Mengingat pola cuaca tidak menentu ini masih akan bertahan hingga pertengahan pekan. BMKG mengimbau warga Jawa Barat untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca harian. Langkah antisipasi ini sangat penting terutama bagi masyarakat yang memiliki agenda padat di ruang terbuka atau hendak menempuh perjalanan jauh.

(Jingga Sonjaya)

Guru PAUD Tasikmalaya Dibekali Cara Baru Menanamkan Disiplin dan Kemandirian pada Anak

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kegiatan Peningkatan kompetensi tenaga guru PAUD yang dilaksanakan Kemendikdasmen RI di Horison Hotel Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan tenaga guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka memadati agenda Peningkatan Kompetensi Guru yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru menggelar acara keilmuan ini di Horison Hotel Tasikmalaya, Minggu (19/7/2026). Momentum berharga ini menghadirkan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara, Direktur Guru PAUD dan PNF Saiful Bahri, serta Anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah sebagai pemateri profesional.

Baca Juga: Warga Taraju Masih Menunggu, Pemkab Tasikmalaya Tagih Janji Dedi Mulyadi Perbaiki Jalan Rusak

Panitia mengemas kegiatan ini dengan tajuk Implementasi 7 Kebiasaan Anak-anak PAUD Melalui Buku Cerita Bergambar serta mengusung tema Cerita Sederhana Berdampak Luar Biasa. Agenda ini mengangkat metode pembelajaran lewat buku cerita bergambar untuk menyuntikkan nilai-nilai akhlak dan karakter sejak usia dini.

Para peserta menerima pengenalan mendalam mengenai metode pembelajaran karakter yang berkolaborasi dengan tujuh kebiasaan harian anak. Kebiasaan tersebut meliputi aktivitas bangun tidur, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur lebih awal.

Anggota DPR RI, Ferdiansyah menjelaskan bahwa pelatihan kali ini sengaja memfokuskan perhatian pada media buku cerita bergambar. Langkah ini bertujuan agar para pendidik mampu menyampaikan nilai-nilai kehidupan sehari-hari lewat cara yang mudah anak-anak cerna.

Ferdiansyah menilai pendekatan ini sangat ideal untuk psikologi anak usia dini. Menurutnya, penanaman karakter tidak harus bermula dari perkara besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang mudah melekat dalam memori ingatan anak.

“Anak-anak usia belia, perlu kita ajak bercerita tentang hal-hal sederhana. Misalnya bagaimana mandiri memakai baju dan sepatu sendiri dengan rapi, belajar disiplin, dan peduli lingkungan. Hal kecil seperti itu kalau dibiasakan akan membentuk karakter kuat hingga sampai menua nanti,” ungkap Ferdiansyah.

Guru Sebagai Teladan dan Madrasah Pertama Bagi Anak

Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan dan madrasah pertama bagi anak-anak di sekolah. Oleh sebab itu, guru PAUD wajib memiliki kompetensi mumpuni karena setiap tindakan mereka akan lebih cepat anak-anak tiru daripada sekadar nasihat lisan.

Ferdiansyah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap program peningkatan kompetensi bagi para tenaga guru di Indonesia. Ia berharap kegiatan serupa bisa bergulir secara berkelanjutan demi mencetak guru PAUD Tasikmalaya yang semakin profesional.

“Kompetensi guru-guru ini harus terus meningkat pasalnya, dari mereka ini lah, anak-anak kita mendapatkan ilmu pertama untuk masa depannya. Kualitas guru tentu mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang pintar, cerdas, serta berkarakter dan berakhlak mulia,” paparnya.

Apresiasi tinggi juga datang dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara yang turut membakar motivasi para peserta. Ia menyebut guru PAUD memegang kontribusi yang sangat strategis dalam menyusun fondasi awal kecerdasan anak.

“Di usia emas inilah, anak-anak mulai terbentuk keimanannya, taqwa, dan karakter serta akhlaknya. Guru PAUD adalah garda terdepan sekaligus madrasah pertama bagi mereka, karenanya semangat tenaga guru untuk terus belajar, dan terus tingkatkan kompetensi menjadi hal yang penting,” katanya.

Ia menilai penggunaan buku cerita bergambar dalam metode 7 kebiasaan anak bisa menjadi jembatan komunikasi yang menyenangkan. Narasi cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari akan membuat anak-anak serta orang tua lebih mudah memahaminya.

Guru Harus Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran

Ia mendorong para guru untuk selalu kreatif dalam mengembangkan media pembelajaran di ruang kelas. Langkah kreatif tersebut berguna agar anak-anak tidak hanya menyerap nilai universal pendidikan, tetapi juga mencintai kebudayaan serta kearifan lokal daerah.

Ia berharap peningkatan kompetensi ini mampu memperluas wawasan dan mendongkrak kualitas pengajaran para guru PAUD. Harapan besarnya, para pendidik bisa sukses menyemaikan nilai kemandirian dan kedisiplinan pada generasi emas.

“Jika sejak dini mereka sudah ditanamkan nilai-nilai etika, moral dan agama yang baik, sehingga ketika ada tantangan, cobaan dan godaan saat sudah dewasa, mereka akan lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh,” tandasnya.

(Seda)

Resmi! Mariano Peralta Gabung Persib Bandung

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Persib umumkan rekrut Mariano Peralta. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persib Bandung resmi memperkenalkan Mariano Peralta sebagai amunisi anyar mereka untuk mengarungi ketatnya kompetisi musim 2026/2027. Manajemen Maung Bandung memilih Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung, sebagai lokasi perkenalan pada Minggu (19/7/2026) malam.

Pihak manajemen mengamankan tanda tangan pemain asal Argentina yang biasa beroperasi di posisi penyerang sayap (winger) tersebut. Persib mengikat Peralta dengan durasi kontrak selama dua musim sekaligus hingga tahun 2028 mendatang.

Baca Juga: Usia 54 Tahun, Bos Koi Hartono Soekwanto Bikin Heboh! Nyaris Juarai Kompetisi Padel Open Bandung

Langkah strategis merekrut Mariano Peralta ini bertujuan untuk memperkokoh komposisi skuad Pangeran Biru. Kehadirannya bakal menambah kedalaman tim saat bertarung sengit di kompetisi domestik maupun level Asia musim depan.

Manajer Persib, Umuh Muchtar menyebut kedatangan Mariano Peralta sukses menjawab seluruh penantian panjang para Bobotoh pada bursa transfer kali ini. Sebab, rumor kedatangan pemain tersebut sebelumnya memang sempat santer berembus di media sosial.

“Sebelumnya saya sempat minta sabar kepada Bobotoh dan berjanji akan mendatangkan pemain bagus,” kata Umuh Muchtar.

Mariano Peralta terkenal sebagai pesepak bola yang mengandalkan kecepatan kilat, mobilitas tinggi, serta kemampuan eksplosif. Keunggulan fisik dan tekniknya sering kali merepotkan serta menembus barisan pertahanan musuh.

Sepanjang musim lalu kala berseragam Borneo FC, Peralta sukses membukukan catatan fantastis berupa 20 gol dan 14 assist. Statistik mentereng tersebut menobatkan dirinya sebagai salah satu pemain paling produktif di kompetisi tanah air.

“Sekarang yang ditunggu-tunggu Alhamdulillah sudah pasti, Peralta resmi gabung. Dia pemain bagus dan sangat menjanjikan untuk tim,” ucap Umuh.

Sosok yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat ini menaruh harapan besar pada pundak sang pemain. Umuh optimis daya dobrak Peralta mampu mengantarkan tim kebanggaan Jawa Barat ini kembali merengkuh trofi tertinggi.

“Mudah-mudahan kehadiran Peralta, Persib semakin kuat dan bisa kembali juara. Insya Allah,” pungkasnya.

(Arif)

Usia 54 Tahun, Bos Koi Hartono Soekwanto Bikin Heboh! Nyaris Juarai Kompetisi Padel Open Bandung

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pengusaha asal Bandung yang akrab dengan sapaan Bos Koi, Hartono Sekwanto (54), membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengusaha asal Bandung yang akrab dengan sapaan Bos Koi, Hartono Soekwanto (54), membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi. Bersama rekan duetnya, Julius (56), ia sukses merebut podium juara kedua (runner up) pada kompetisi Padel Open kategori Bronze.

Turnamen olahraga yang tengah naik daun ini berlangsung seru di Lapangan Cititex Kota Bandung, Minggu (19/7/2026). Langkah hebat pasangan senior ini sukses mencuri perhatian penonton sepanjang kompetisi bergulir.

Baca Juga: Bandung Tutup Rangkaian Soccer for Equality 2026, Satukan Olahraga dan Gerakan Sosial

Memasuki putaran final, duet maut Hartono dan Julius harus mengakui agresivitas permainan pasangan muda, Adrian Setiawan (26) dan Bryan Hans Sundjaja (23). Kendati gagal membawa pulang trofi utama, Hartono sukses menunjukkan kekuatan fisik yang luar biasa.

Di usianya yang sudah menginjak setengah abad, ia sanggup mengimbangi determinasi olahraga padel yang menuntut durabilitas tinggi serta teknik yang matang. Stamina dan mentalitas bertandingnya mampu merepotkan barisan pemain yang jauh lebih muda.

“Saya juara 2 bronze open. Jadi saya kalahnya sama anak-anak muda yang umurnya 26 dan 23,” ungkap Hartono usai laga final.

Ia mengaku sangat bersyukur dengan pencapaian timnya dalam turnamen terbuka ini. Baginya, menembus babak final bersama Julius yang sudah menginjak usia 56 tahun merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

“Kalah sama 26 dan 23. Dan saya sama partner saya, Julius 56, saya 54. Lumayan sudah masuk final,” tambahnya dengan nada optimistis.

Aksi memukau Hartono dan Julius di atas lapangan mengembuskan pesan positif bagi dunia olahraga nasional. Keberhasilan mereka menjadi bukti otentik bahwa performa fisik dan semangat kompetitif seseorang tidak melulu luntur termakan usia.

Meskipun menghadapi lawan yang memiliki usia separuh dari umur mereka, duet senior ini tetap mampu memberikan perlawanan sengit hingga detik terakhir pertandingan. Prestasi memikat ini sekaligus menginspirasi masyarakat luas untuk tetap aktif berolahraga tanpa memandang faktor usia.

(Irfansyahriza)