spot_imgspot_img
Minggu 26 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Dicky Candra Hadiri UKT Perisai Diri Tasikmalaya, Target Rekrut 1.000 Anggota Baru

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Para Pesilat Perisai Diri (PD) Kota Tasikmalaya, sedang menampilkan aktraksi dan jurus mematikan, dalam kegiatan UKT 2026 (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menghadiri agenda Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sekaligus Sarasehan Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri (PD) Cabang Kota Tasikmalaya.

Kegiatan bernuansa khidmat dan penuh kebersamaan ini mengambil tempat di kampus SMKN 3 Kota Tasikmalaya, Jalan Tamansari, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga: Tugu Koperasi Tasikmalaya Resmi Direvitalisasi dan Jadi Cagar Budaya Nasional

Kehadiran Dicky Candra membakar semangat para pesilat. Para peserta menyajikan beragam atraksi serta jurus khas Perisai Diri yang memukau para tamu undangan di lokasi.

Para pesilat menampilkan keahlian memainkan senjata toya, kipas, payung, jurus tangan kosong, hingga kombinasi dua pedang. Demonstrasi pematahan benda keras mengandalkan teknik tenaga dalam menjadi penutup atraksi spektakuler tersebut.

Pentingnya Menjaga Jati Diri Bangsa

Dalam sambutannya, Ia menegaskan bahwa olahraga pencak silat merupakan warisan leluhur yang membutuhkan pelestarian secara berkelanjutan.

“Perisai Diri merupakan gerakan pencak silat yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan budi luhur, serta rasa kekeluargaan dan persaudaraan,” ungkapnya, Minggu (26/7/2026).

Ia mengajak masyarakat agar terus mempertahankan serta mengembangkan seni bela diri Nusantara ini.

“Mungkin kita boleh mengagumi bela diri yang lahir dari luar, namun jangan sampai lupa jati diri sebagai anak bangsa. Perisai Diri adalah bela diri asli Nusantara yang banyak masyarakat gemari,” ujarnya.

Ia mengapresiasi keberhasilan Perisai Diri yang merambah lingkungan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Langkah ini menjadi strategi efektif dalam membenteng kebudayaan lokal.

Ia menilai pembinaan pencak silat tidak sekadar mengasah ketangkasan fisik, melainkan juga menempa karakter dan melatih kesabaran peserta didik.

“Pendekatannya santun dan merakyat. Selain seni bela diri, anak-anak juga mendapat pengetahuan dan etika. Bahaya kalau seorang jawara kuat secara fisik tapi kosong ilmu dan kesabaran,” paparnya.

Ia juga menyoroti penanaman nilai spiritual dan keimanan yang menjadi ciri khas pembinaan di Perisai Diri.

“Yang paling berkesan itu filosofi ‘kunci silat adalah shalat’. Ketenangan lahir dari salat. Ini bekal bagus bagi para pesilat, agar percaya diri sekaligus menjaga tradisi Sunda,” imbuhnya.

Perisai Diri Tasikmalaya Patok Target 1.000 Anggota Baru

Ketua Perisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya, Gungun Anantaguna, menjelaskan bahwa UKT periode ke-80 ini mengumpulkan 236 pesilat dari berbagai jenjang tingkatan.

“UKT ini agenda rutin enam bulanan. Selain evaluasi, kita juga pakai momen ini untuk menyusun strategi dan teknik,” kata Gungun.

Sesi sarasehan menghadirkan para pembina ekstrakurikuler, guru, dan Ketua OSIS dari berbagai sekolah guna merumuskan penguatan olahraga silat di lingkungan pendidikan.

“Targetnya, Perisai Diri akan merekrut sebanyak 1.000 anggota baru pada September 2026 di seluruh sekolah se-Kota Tasikmalaya,” tutur Gungun.

“Langkah ini kami lakukan agar budaya pencak silat terus hidup di setiap generasi, dan gen Z. Kita ingin silat jadi olahraga di negeri sendiri,” lanjutnya.

Gungun menyampaikan penghargaan atas dukungan penuh Pemerintah Kota Tasikmalaya. Kehadiran Wakil Wali Kota memberikan suntikan motivasi besar bagi seluruh keluarga besar Perisai Diri.

Mengusung tema “Kita Perisai Diri, Kita Keluarga”, pengelola merancang perhelatan ini sebagai wadah silaturahmi sekaligus evaluasi pembinaan demi melahirkan atlet silat berprestasi.

(Seda)

Susi Pudjiastuti Dorong Pacuan Kuda Pangandaran Masuk Kalender Nasional

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana konferensi pers

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, mendorong penyelenggara agar menetapkan ajang pacuan kuda di Gelanggang Legok Jawa, Kabupaten Pangandaran, sebagai agenda tahunan tetap yang masuk kalender nasional. Konsistensi jadwal menjadi kunci utama keberhasilan pergelaran serta dampak besarnya bagi daerah.

“Dan jangan berhenti Pak. Kalau ini nanti jeda setahun, jeda setahun lagi. Kalau kita marketing mau jalan, mau sukses, you have to continue constant. Ada lagi, ada lagi,” tegas Susi usai menyaksikan Indonesia Derby 2026, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Minta Pemda Pangandaran Beri Insentif dan Benahi Fasilitas Pacuan Kuda Legok Jawa

Susi menekankan pentingnya mengunci tanggal pelaksanaan yang sama setiap tahun agar ajang ini menjadi rujukan utama bagi tingkat nasional maupun internasional.

“Kalau bisa tanggalnya sama setiap tahun. Sehingga menjadi kalender nasional. Itu kita minta. Pak Arief tinggal minta sama menteri siapa yang mencatatkan kalender nasional kuda pacu di Pangandaran. Selesai,” ujarnya.

Jadwal Pasti Mudahkan Investor dan Tarik Minat Pemilik Kuda Jepang

Susi meyakini bahwa kepastian jadwal akan memudahkan para pemilik kuda dan investor dalam merancang rencana investasi jangka panjang.

“Jadi kita nanti investasi apa semua mudah karena sudah ada kepastian orang bisa mengatur jadwal,” tambahnya.

Susi membuktikan tingginya minat pasar luar negeri dengan memboyong langsung rekannya dari Jepang ke arena pacuan. Keluarga rekannya tersebut mengoleksi lima hingga enam ekor kuda pacu di negaranya.

“Hari ini saya bawa teman dari Jepang yang mana mereka keluarganya tuh memiliki kuda pacu 5 sampai 6 ekor. Gitu, itu tertarik melihat begini,” kata Susi.

Susi mengamati bahwa nilai jual kuda pacu di Indonesia saat ini masih sangat kompetitif. Investor luar negeri memandang harga pasar domestik masih menawarkan peluang besar.

“Jadi ya masih banyak ruang tumbuh. Masih banyak karena harganya tuh belum maksimum begitu jadi siapa saja mau terjun tuh masih murah gitu mau investasi di peternakan kuda, di industri pacuan kuda.”

Jadikan Pangandaran Kiblat Utama Pacuan Kuda Indonesia

Susi menegaskan bahwa Legok Jawa Pangandaran memegang keunggulan alamiah yang tidak ada tandingannya di daerah lain.

“So, saya ingin Pangandaran menjadi agenda utama iya iya untuk pacuan kuda di Indonesia. Yang lain oke, tapi Pangandaran nomor satu gitu. Maunya itu. So, karena sudah gampang pekerjaannya. Promosiinnya gampang, bener enggak?,” tuturnya.

Susi turut mengajak insan media dan pejabat daerah agar terus menggemakan potensi besar ini ke publik luas.

Melihat kesuksesan Indonesia Derby 2026 yang menyedot 40 ribu penonton serta 158 kuda dari 13 provinsi, Susi berharap Pemda Pangandaran, Pordasi, dan Sarga.co segera menetapkan Pangandaran sebagai kiblat utama olahraga pacuan kuda nasional.

(Sajidin)

Susi Pudjiastuti Minta Pemda Pangandaran Beri Insentif dan Benahi Fasilitas Pacuan Kuda Legok Jawa

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana di gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa Kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran agar memberikan dukungan konkrit demi menggenjot potensi arena pacuan kuda Legok Jawa. Langkah ini meliputi kucuran insentif bagi pemilik kuda hingga pembenahan fasilitas serta kebersihan lokasi usai gelaran event.

Menurut Susi, Pemda Pangandaran perlu merancang insentif berupa hadiah materi yang menggiurkan guna menarik daya pikat pemilik kuda dari berbagai penjuru daerah.

Baca Juga: Fantastis! Dua Kuda Finalis Indonesia Derby 2026 Pangandaran Laku Rp1,5 Miliar

“Iya support kita sebagai orang Pangandaran salah satunya dengan memberikan insentif mengatraktsi para pemilik kuda untuk datang di pacuan kuda di Pangandaran dengan memberikan hadiah misalnya dengan jumlah dalam hal materi,” kata Susi, Minggu (26/7/2026).

Susi meyakini bahwa besaran nominal hadiah akan memicu kedatangan pemilik kuda pacu hebat dari berbagai pelosok Nusantara ke Pangandaran.

Antisipasi Masalah Sampah dan Arus Lalu Lintas

Di luar urusan insentif, Susi menaruh perhatian besar pada tata kelola pasca-acara. Membludaknya puluhan ribu penonton berpotensi memicu timbulan sampah dan kemacetan parah jika pengelola tidak mengantisipasinya sejak awal.

“Yang kedua ya nanti saya akan berpikir dengan Pemda bantu apa untuk pengelolaan dari sisi sampah, dari sisi kebersihan, outflow inflow karena makin banyak orang, maka akan makin banyak kan itu impact-impact-nya banyak,” ujarnya.

Susi berupaya menjaga nama baik Pangandaran agar tidak tercoreng oleh keluhan publik di media sosial.

“Dan apa yang bisa dibuat lebih baik? Jangan sampai nanti habis pulang ini ada banyak yang komplain di media sosial, tidak bagus untuk Pangandaran,” tegas Susi.

Susi Siap ‘Serang’ Bupati dan Ketua DPRD Demi Kemajuan Daerah

Susi berniat langsung menjalin komunikasi dengan jajaran pimpinan daerah untuk menyampaikan masukan serta keluhan para pengunjung di lapangan.

“Jadi habis ini nanti saya akan minta. Tadi udah komplain-komplain sama Ketua DPRD, bentar lagi ketemu Bupati, saya komplain gitu. Ya saya bisanya nyerang kan, tapi kalau lebih baik kan jadi bagus dong enggak apa-apa. Kecerewetan saya pakai supaya semua jadi lebih baik,” ungkap Susi sambil tertawa.

Sebagai warga lokal sekaligus pencinta olahraga berkuda, Susi menegaskan kesiapannya untuk menyokong pengembangan arena Legok Jawa secara maksimal.

“Dan saya akan berkontribusi everything dalam kapasitas kita sebagai masyarakat, sebagai pengusaha, sebagai orang yang cinta olahraga berkuda akan ya dengan cara saya akan berusaha untuk berkontribusi semaksimal mungkin gitu,” kata Susi menutup pembicaraan.

Ajang Indonesia Derby 2026 di Legok Jawa sendiri menghadirkan 158 kuda dari 13 provinsi serta menyedot perhatian sekitar 40 ribu penonton. Publik berharap event ini rutin bergulir guna menggerakkan roda ekonomi dan pariwisata Pangandaran.

(Sajidin)

Setara Mobil Mewah! Harga Kuda Pacu di Indonesia Tembus Rp750 Juta per Ekor

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Kuda pacu adu kecepatan Gelanggang legok Jawa Pangandaran (Istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Harga kuda pacu di Indonesia saat ini melonjak drastis. Nilai jual seekor kuda juara kini menyejajarkan diri dengan harga satu unit mobil mewah.

Kehadiran ajang bergengsi seperti Indonesia Horse Racing Kejuaraan Nasional Seri 1 Indonesia Derby 2026 di Pangandaran menjadi pemantik utama melambungnya harga satwa pacu tersebut.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Sebut Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa Pangandaran Terbaik di Indonesia

Ketua Komisi Pacu Kuda PP Pordasi, Munawir, membeberkan bahwa dua ekor kuda yang menembus babak final Seri 1 Indonesia Derby 2026 langsung berpindah tangan dengan nilai transaksi fantastis.

“Jadi kemarin ada dua ekor kuda yang masuk final itu dijual Rp1,5 miliar Bu, dua ekor,” kata Munawir, Minggu (26/7/2026).

Angka tersebut menunjukkan bahwa satu ekor kuda pacu unggulan mematok harga sekitar Rp750 juta.

Sinergi Pordasi dan Sarga.co Katrol Nilai Jual Kuda

Munawir menilai kenaikan harga ini bersumber dari kolaborasi erat antara PP Pordasi dan Sarga.co. Kerja sama ini menghadirkan agenda pacuan yang konsisten serta teratur sepanjang tahun.

“Jadi dengan adanya kita kerja sama antara PP Pordasi dan Sarga terus pacuan jadwalnya dan reguler terus ada itu kuda sekarang naik harganya luar biasa,” ujar Munawir.

Besarnya total hadiah yang bergulir dalam setiap kejurnas juga menyedot minat para pemilik modal baru untuk merambah industri pacuan kuda.

“Alhamdulillah bisa menyemangati peternak-peternak. Jadi nanti ke depannya saya yakin akan lebih, karena hadiahnya juga banyak sehingga istilahnya tantangannya itu orang-orang baru pemilik baru banyak,” jelasnya.

Munawir mengungkapkan bahwa para pemilik baru ini langsung mengincar kemenangan begitu melihat potensi bisnis serta gengsi tinggi di lintasan balap.

“Makanya itu kemarin habis pengisian dibayar dua ekor Rp1,5 miliar,” tambah Munawir.

Angin Segar Bagi Peternak Kuda Daerah

Lonjakan harga ini meniupkan angin segar bagi para peternak kuda di seluruh pelosok daerah. Kepastian pasar dan tingginya harga jual memacu semangat para peternak dalam melahirkan bibit kuda pacu unggulan.

Pergelaran Indonesia Derby 2026 di Legok Jawa Pangandaran sendiri mengumpulkan 158 ekor kuda dari 13 provinsi. Sorotan media nasional serta besarnya nominal hadiah terbukti mendongkrak nilai jual kuda-kuda pemenang hingga berlipat ganda seusai perlombaan.

(Sajidin)

Tugu Koperasi Tasikmalaya Resmi Direvitalisasi dan Jadi Cagar Budaya Nasional

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, serta Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan, memegang layar, sebagai tanda era baru Tugu Koperasi Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tugu Koperasi di Jalan Mohammad Hatta, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, memasuki babak baru sejarah. Pemerintah resmi merevitalisasi sekaligus menetapkan monumen bersejarah perjalanan perkoperasian tanah air ini sebagai Cagar Budaya Nasional.

Menteri Koperasi (Menkop) RI Dr. Ferry Juliantono bersama Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan langsung pencanangan tersebut dalam acara di Gedung Tugu Koperasi Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga: Milangkala ke-394, Saatnya Tasikmalaya Meneguhkan Semangat Gotong Royong Membangun Daerah

Momentum istimewa ini menandai peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 sekaligus membakar kembali ikhtiar gerakan ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Acara tersebut mengumpulkan sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Wakil Menteri Koperasi RI Hj. Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Krisdiantoro, Pengurus Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jawa Barat Yuke Muliani Septina, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, serta Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari Putri.

Menkop Ferry Juliantono Tegaskan Koperasi Sebagai Soko Guru Ekonomi

Menkop RI Ferry Juliantono menyambut gembira langkah pembenahan Tugu Koperasi dan penetapan status cagar budaya tersebut. Lokasi ini menyimpan nilai historis tinggi bagi titik awal kelahiran gerakan koperasi nasional.

“Tugu ini adalah saksi lahirnya perkoperasian dan tempat terselenggaranya Kongres Koperasi Indonesia pertama pada tahun 1947. Dari Tasikmalaya inilah semangat ekonomi kerakyatan menggaung. Karena itu tempat ini harus kita jaga bersama dan kita hidupkan kembali sebagai kegiatan ekonomi rakyat,” ungkap Ferry Juliantono, Minggu (26/7/2026).

Ferry menekankan bahwa langkah ini memegang peran krusial dalam mengenang jasa tokoh perintis koperasi Indonesia. Monumen ini menempatkan Kota Tasikmalaya sebagai pusat perjuangan ekonomi rakyat.

“Semangat gerakan perkoperasian pada masa lalu, ini harus kita tanamkan kepada generasi muda bangsa. Dan Tugu Koperasi ini menjadi saksi sejarah lahirnya gerakan koperasi kerakyatan yang menjadi identitas masyarakat di Tasikmalaya saat itu,” ajaknya.

Menkop mengingatkan posisi koperasi sebagai soko guru dan pilar utama pendorong ekonomi nasional yang tangguh mengarungi guncangan global.

“Hari ini kita bersama melakukan pencanangan revitalisasi Tugu Koperasi dan penetapan sebagai Cagar Budaya bukan sekadar seremoni, namun sebagai spirit bagi semua untuk menumbuhkan aktivitas perekonomian rakyat yang berkelanjutan berbasis kerakyatan,” paparnya.

Ferry mengarahkan penggalangan dana dari jejaring koperasi nasional guna menyelesaikan penataan fisik kawasan ini. Langkah ini bakal menyulap Tugu Koperasi menjadi ruang publik modern bagi generasi Z dan milenial.

Fadli Zon Sebut Koperasi Sebagai Akar Budaya Gotong Royong

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengaku bangga atas revitalisasi monumen bersejarah ini. Langkah ini mengimplementasikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memulihkan fungsi Tugu Koperasi sebagai pusat pergerakan warga.

“Kongres 1947 di Tasikmalaya punya makna besar dan sejarah penting. Kota ini dulu jadi sasaran Belanda karena menjadi pusat pemerintahan juga pusat kekuatan ekonomi rakyat. Koperasi lahir sebagai upaya untuk memperkuat ekonomi rakyat yang menjadi budaya di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” ungkap Fadli Zon.

Fadli menilai nilai gotong royong dalam koperasi mencerminkan kebudayaan asli Indonesia. Pemerintah terus menginventarisasi aset bersejarah demi menjaga identitas bangsa.

“Dengan revitalisasi, bangunan Tugu Koperasi yang menjadi perjalanan sejarah gerakan ekonomi rakyat bisa menjadi terawat dan menarik. Dan target kita, tahun ini Tugu Koperasi yang menjadi saksi sejarah lahirnya perkoperasian tanah air, akan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional,” tegasnya.

Fadli mengutip Pasal 32 UUD 1945 tentang kewajiban negara memajukan kebudayaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bahu-membahu merawat warisan sejarah tersebut.

“Revitalisasi Tugu Koperasi bersejarah ini, tentu menjadi awal penting untuk terus menjaga dan melestarikan warisan sejarah ini agar tetap hidup untuk memberikan kebermanfaatan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tandas Fadli.

Pemkot Tasikmalaya Siapkan Tugu Koperasi Jadi Pusat Edukasi

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi menyebut Tugu Koperasi sebagai branding utama kota yang harus terus menyalakan semangat perjuangan tokoh bangsa, seperti Bung Hatta sang Bapak Koperasi Indonesia.

“Setelah direvitalisasi dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, Tugu Koperasi ini akan menjadi ikon baru di Indonesia khususnya di Kota Tasikmalaya. Tugu ini akan menjadi pusat edukasi gerakan koperasi, wisata sejarah sekaligus contoh pergerakan ekonomi masyarakat,” ucap Viman Alfarizi.

Ia berkomitmen mengobarkan kembali nilai-nilai Kongres Koperasi 1947 untuk memicu kebangkitan ekonomi warga.

“Kami ingin semangat kongres Koperasi di Tasikmalaya tahun 1947 silam, terlebih harus berjalan kembali guna memicu semangat gerakan ekonomi kerakyatan. Bahwa ekonomi rakyat harus tumbuh, budaya harus hidup, dari Tugu ini sejarah akan kembali berkobar,” pungkas Viman.

(Seda)

Susi Pudjiastuti Sebut Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa Pangandaran Terbaik di Indonesia

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto; Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, menyebut Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sebagai lokasi pacuan kuda terbaik di Indonesia.

“Memang Pangandaran itu bukan karena saya orang Pangandaran promosi Pangandaran. Tempat yang sangat-sangat cocok dan sangat bagus,” kata Susi, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga: Kuda Pacu Lepas Hebohkan Indonesia Derby 2026 di Pangandaran, Petugas Sigap Mengamankan

Susi mengungkapkan bahwa warga Pangandaran memegang tradisi panjang bersama olahraga pacuan kuda. Bahkan, ia menyaksikan secara langsung adu kencang kuda sejak berusia 10 tahun.

Dukungan Warga dan Potensi Pemasaran Event

Menurut Susi, indikator keberhasilan suatu pergelaran bergantung pada sikap masyarakat yang akomodatif, sportif, serta menyukai kegiatan tersebut.

“Kalau di dunia marketingnya itu sudah 70 persen selesai. Tinggal mengemas dengan baik fasilitas penunjang seperti fasilitas umum dan fasilitas sosialnya. Karena orang Pangandaran sudah dari dulu terbiasa dengan pacuan kuda,” katanya.

Susi menceritakan masa lalu pergelaran pacuan kuda yang sempat menghiasi kawasan Ketapang Doyong dan Cikembulan sebelum akhirnya pemerintah menghentikan kegiatan tersebut.

“Mudah-mudahan ini tidak boleh ada lagi yang mau nutup lokasi ini. Kalau ada saya demo. This is the best place right now. Jangan dipindah lagi,” tegas Susi.

Sektor UMKM Menggeliat dan Bocoran Event Pesawat September

Susi menilai perputaran uang selama acara berlangsung memberi dampak positif nyata bagi masyarakat bawah. Penonton tidak sekadar menikmati balapan, tetapi juga berbelanja hingga menghidupkan pelaku UMKM lokal.

“Dari yang kita lihat walaupun mereka semua pada piknik, tapi mereka kan juga jajan makan. UMKM jalan. Dengan pengelolaannya lebih baik tentunya dari BUMN sponsor ini bisa bikin food yang cantik sehingga masyarakat lebih nyaman,” tuturnya.

Ia mendorong pengelola menggelar kejuaraan pacuan kuda dua hingga tiga kali dalam setahun, baik skala provinsi maupun nasional. Pangandaran memiliki daya tarik kuat sebagai daerah tujuan wisata, sehingga pasar penonton sudah terbentuk sejak lama.

Selain membahas pacuan kuda, Susi membocorkan rencana agenda besar lain yang bakal berlangsung di Pangandaran pada musim gugur mendatang.

“Nanti September juga ada. Ada air show. Jadi yang racing itu pesawat, bukan mobil. Pada tanggal 4 sampai 6 September. Minggu pertama bulan September kita adakan Pangandaran Air Show,” ucap Susi.

Ia mengakhiri perbincangan dengan melayangkan pujian tinggi terhadap keindahan alam Legok Jawa.

“Jadi ya Pangandaran is a good place. Masyarakat sudah tahu tempatnya indah. Tidak ada pacuan kuda seindah ini. Ini nomor kedua selain Inggris kan. Di tempat lain tidak ada seindah ini. Jadi kalau dibanding-banding ya Pangandaran top nomor satu,” pungkasnya.

(Sajidin)

Kuda Pacu Lepas Hebohkan Indonesia Derby 2026 di Pangandaran, Petugas Sigap Mengamankan

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto; Seekor kuda berlari kencang tanpa joki

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Suasana menjelang pembukaan ajang Indonesia Horse Racing Indonesia Derby 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Kabupaten Pangandaran, Minggu (26/7/2026) sempat mewarnai drama. Kejadian seekor kuda pacu lepas serta berlari tanpa penunggang menghebohkan puluhan ribu penonton di sepanjang lintasan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kuda berwarna gelap berserta pelana pacunya itu memacu kecepatan sendirian di atas pasir pantai. Sejumlah penonton di balik pagar pembatas langsung mengabadikan momen langka tersebut menggunakan ponsel mereka.

“Ternyata kuda lepas,” ujar salah seorang penonton di lokasi.

Baca Juga: 40 Ribu Orang Serbu Pacuan Kuda Pangandaran, UMKM Kebanjiran Rezeki

Kesigapan Petugas dan Kuda yang Tak Sabar Bertanding

Petugas arena langsung bertindak sigap merespons situasi tersebut. Dalam hitungan menit, tim pawang berhasil mendekati serta menangkap kembali sang kuda pacu.

Usai mengendalikan situasi, petugas menuntun kuda tersebut menuju garis start untuk melanjutkan persiapan balapan.

Momen unik lain turut menyedot perhatian warga. Seekor kuda terlihat gelisah dan terus menganggukkan kepalanya saat menuju lintasan pacu, seolah menunjukkan hasrat tinggi untuk segera berlari.

Antusiasme 40 Ribu Penonton di Tepi Pantai

Atmosfer di Gelanggang Legok Jawa semakin membara seiring kehadiran sekitar 40 ribu pengunjung. Massa menyemut di sepanjang pagar pembatas, bahkan sebagian warga nekat memanjat tebing demi memperoleh sudut pandang terbaik.

Ajang Indonesia Derby 2026 sendiri menyedot partisipasi 158 kuda dari 13 provinsi. Sarga.co bersama PP Pordasi mengemas kejuaraan ini sebagai seri pembuka dalam kalender pacuan kuda nasional tahun 2026.

(Sajidin)