spot_imgspot_img
Selasa 28 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Terima Peserta PKP LAN, Sekda Cirebon Tantang Pejabat Pengawas Bikin Inovasi Anti-Mainstream

0
Cirebon, FOKUSJabar.id
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman

CIREBON,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Cirebon menyambut hangat kunjungan para peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional Lembaga Administrasi Negara (Pusjar SK TAN LAN) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Adipura Balai Kota Cirebon, Selasa (28/7/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Iing Daiman, hadir menerima langsung rombongan tersebut untuk mewakili Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. Agenda ini menjadi ajang penting bagi para peserta PKP dalam membedah praktik tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik di daerah sebagai bekal memperkuat kepemimpinan mereka.

Baca Juga: Antisipasi Erupsi Ciremai, BAZNAS Kuningan Gembleng Warga Sangkanherang Jadi Kampung Tanggap Bencana

Saat menyampaikan pidato sambutan, Iing mengapresiasi keputusan Pusjar SK TAN LAN yang memilih Kota Cirebon sebagai pusat lokus riset lapangan. Ia menilai momen ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan wadah bertukar gagasan strategis demi mendongkrak kualitas pelayanan kepada warga.

“Kehadiran rombongan studi lapangan ini menjadi momentum yang strategis. Karena mempertemukan konsep pengembangan birokrasi yang dibangun oleh LAN dengan praktik penyelenggaraan pelayanan publik di daerah. Kami juga memperoleh kesempatan untuk menyerap perspektif baru yang dapat menjadi bahan evaluasi. Terlebih penyempurnaan kebijakan di masa mendatang,” ujar Sekda.

Iing menegaskan pentingnya peran LAN dalam menetapkan standar kompetensi aparatur sipil negara agar sigap menjawab tantangan birokrasi yang dinamis. Menurutnya, pengalaman belajar langsung di lapangan bakal melahirkan sosok pemimpin yang mampu mengeksekusi solusi nyata.

Menerjemahkan Atiran Menjadi Tindakan Kongkrit

Ia juga menggarisbawahi bahwa kunci sukses pelayanan publik terletak pada kepiawaian pejabat pengawas dalam menerjemahkan aturan menjadi tindakan konkrit.

“Perbaikan pelayanan publik sesungguhnya diuji pada level operasional. Di sinilah peran pejabat pengawas menjadi sangat penting sebagai penghubung antara kebijakan dengan pelaksanaannya. Regulasi yang baik tidak akan memberikan manfaat apabila tidak dikawal oleh pemimpin yang mampu mengendalikan pelaksanaan program. Terlebih membangun kolaborasi, dan memastikan setiap pelayanan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Iing lantas mendorong para peserta agar berani mengeksplorasi gagasan baru yang adaptif, melayani, dan tetap taat pada koridor hukum.

“Saya berharap Bapak dan Ibu tidak ragu mengkritisi maupun mengkaji proses yang kami jalankan. Bedah setiap kebijakan yang ada dan pelajari tantangan yang kami menghadapi. Kemudian jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk melahirkan inovasi yang mungkin selama ini dianggap tidak mungkin dilakukan. Mari ciptakan terobosan yang anti-mainstream, namun tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda turut memaparkan profil singkat Kota Cirebon sebagai kawasan strategis jalur Pantura. Wilayah yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Berbekal wilayah seluas 39,446 kilometer persegi serta populasi melampaui 352 ribu jiwa, Pemkot Cirebon terus mengejar visi pembangunan 2025–2029: Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan melalui kerja sama yang kolaboratif.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mendalami materi di dua dinas teknis. Yaitu Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP). Pemkot memilih kedua dinas ini karena memiliki rekam jejak yang kuat dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan UMKM lokal.

Rekomendasi Konstruktif yang Menyempurnakan Sistem Birokrasi

Pemkot Cirebon berharap interaksi ini melahirkan rekomendasi konstruktif. Tentunya yang bisa menyempurnakan sistem birokrasi serta memicu budaya inovasi di lingkungan pelayanan umum.

Di sisi lain, Koordinator Layanan Pelatihan dan Pengembangan Pusjar SK TAN LAN, Toni Syarif, menjelaskan bahwa observasi lapangan ini memegang peranan kunci dalam penyusunan rincian aksi perubahan milik peserta.

“Melalui studi lapangan ini, harapannya para peserta memperoleh inspirasi. Sekaligus mampu menghadirkan inovasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di instansi masing-masing. Apa yang mereka lihat dan pelajari di Kota Cirebon diharapkan dapat memperkaya gagasan aksi perubahan yang sedang disusun,” ujar Toni.

Toni menambahkan, peserta Angkatan V ini mayoritas menduduki posisi pejabat pengawas di tingkat garis depan birokrasi.

“Mayoritas peserta berasal dari wilayah kewilayahan, yakni kelurahan dan kecamatan. Selain memperoleh materi dari narasumber, kami berharap mereka juga mendapatkan pengalaman langsung dari praktik penyelenggaraan pemerintahan di Kota Cirebon yang nantinya dapat mengadaptasinya sesuai kebutuhan masing-masing instansi,” jelasnya.

(PemkotCirebon/Irfansyahriza)

Antisipasi Erupsi Ciremai, BAZNAS Kuningan Gembleng Warga Sangkanherang Jadi Kampung Tanggap Bencana

0
Kuningan, FOKUSJabar.id
Antisipasi Erupsi Ciremai, BAZNAS Kuningan Gembleng Warga Sangkanherang Jadi Kampung Tanggap Bencana

KUNINGAN,FOKUSjabar.id: BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Kuningan terus memperkuat kesiapsiagaan warga dalam menghadapi ancaman bencana alam. Terbaru, tim BTB menggelar sosialisasi Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Desa Sangkanherang, Kecamatan Jalaksana, Selasa (28/7/2026).

Langkah ini menjadi bentuk respons cepat atas Surat Edaran Bupati Kuningan Nomor 500.10.2.1/25/PEREKONOMIAN/2026 mengenai Kewaspadaan Aktivitas Vulkanik Gunung Ciremai. Melalui program ini, warga pemukiman lereng gunung mendapatkan pembekalan pengetahuan serta keterampilan dasar agar mampu menyelamatkan diri secara mandiri saat situasi darurat.

Baca Juga: Jaga Kelestarian Sumber Daya Perikanan, Pemkab Sumedang Lepas Benih Ikan di Dua Bendungan Besar

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa Program KATANA merupakan wujud nyata penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di bidang kemanusiaan.

“BAZNAS selain menghimpun, juga mendistribusikan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Salah satunya melalui Program Kampung Tanggap Bencana ini sebagai wujud hadirnya negara di tengah masyarakat,” ujarnya.

Yusron mengingatkan bahwa seluruh elemen masyarakat wajib menjalankan upaya mitigasi secara gotong royong. Menurutnya, rasa beriman harus berjalan seiring dengan kewaspadaan yang tinggi.

“Kegiatan mitigasi ini menjadi ikhtiar kita bersama. Meskipun semua musibah datang dari Allah SWT, sebagai manusia yang berakal kita wajib untuk waspada. Kewaspadaan inilah yang kita wujudkan melalui program ini,” katanya.

Masyarakat Kawasan Rawan Wajib Memegang 4 Pilar Utama

Dalam momen tersebut, Yusron turut mengajak warga yang memiliki kelebihan harta agar rutin menunaikan zakat serta memperbanyak sedekah demi menguatkan rasa kepedulian sosial.

“Jalmi nu baleunghar sok geura zakat. Jika belum memenuhi syarat dan rukun zakat, gerakkan infaknya. Insyaallah, infak dan sedekah ini dapat menjadi ikhtiar penolak bala,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif BAZNAS yang merangkul warga tingkat tapak.

Indra menyebutkan bahwa masyarakat kawasan rawan wajib memegang empat pilar utama, yakni kesadaran risiko, ketangguhan mental, penguasaan teori, serta keterampilan teknis saat bencana terjadi.

“Kita menyadari bahwa kita hidup di kawasan yang berisiko. Oleh karena itu, penting adanya mitigasi melalui Program Kampung Tanggap Bencana yang digagas BAZNAS ini,” ujar Indra.

Ia menambahkan, kolaborasi di Desa Sangkanherang memperlihatkan sinergi yang makin solid antara BPBD dan BAZNAS dalam membina warga agar selalu sigap.

Kepala Desa Sangkanherang, Ahmad Suteja, menyambut hangat kepedulian pemerintah daerah dan BAZNAS terhadap keselamatan warganya di kawasan garis depan pertahanan.

“Desa kami berada di ujung wilayah Jalaksana dan berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Pembekalan mitigasi ini sangat dibutuhkan oleh warga kami,” katanya.

Program KATANA sendiri merupakan agenda strategis BAZNAS RI yang berjalan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia. Fokus utamanya mencakup edukasi langsung, simulasi lapangan, serta penguatan kapasitas komunitas agar setiap RT dan RW sanggup menekan risiko bencana.

Acara edukasi ini juga dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Kuningan Bidang Pendistribusian Asep Z. Fauzi, M.Pd., Pimpinan Bidang SDM Abdul Jalil Hermawan, M.Kom., Pimpinan Bidang Keuangan Adang Romadona, S.Pd.I., M.H.Kes., Komandan BTB Kuningan Moh. Entus, S.Pd., jajaran Forkopimcam Jalaksana, serta puluhan tokoh masyarakat lokal.

(KuninganKab/Irfansyahriza)

Jaga Kelestarian Sumber Daya Perikanan, Pemkab Sumedang Lepas Benih Ikan di Dua Bendungan Besar

0
Sumedang, FOKUSJabar.id
Jaga Kelestarian Sumber Daya Perikanan, Pemkab Sumedang Lepas Benih Ikan di Dua Bendungan Besar

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang menebar benih ikan tawes dan nila di Bendungan Jatigede serta Bendungan Cipanas. Langkah restocking ini menyasar perairan umum untuk memperkuat cadangan sumber daya perikanan daerah.

Bidang Perikanan memimpin langsung aksi pelepasan benih ini. Dalam pelaksanaannya di Bendungan Jatigede, jajaran dinas menggandeng UPTD PP Wilayah Situraja beserta Penyuluh Perikanan Wilayah Cisitu.

Baca Juga: Perkuat Kolaborasi Pendidikan Dua Negara, Guru Malaysia Pelajari Pembelajaran LSLC di Sumedang

Sementara itu, untuk lokasi Bendungan Cipanas, tim dinas menjalin kerja sama erat dengan UPTD PP Wilayah Conggeang dan Penyuluh Perikanan Wilayah Conggeang.

“Kegiatan restocking ini bertujuan untuk meningkatkan populasi ikan di perairan umum, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mendukung keberlanjutan sumber daya ikan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku usaha perikanan,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Asep Aan Dahlan, Selasa (28/7/2026).

Asep Aan menegaskan bahwa program penebaran benih ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Sumedang dalam merawat kelestarian ekosistem air mani dan danau buatan.

“Kami melakukan kolaborasi berbagai pihak, harapannya upaya pelestarian sumber daya perikanan dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Tentunya dmi terwujudnya perairan yang produktif, lestari, dan memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun yang akan datang,” katanya.

(SumedangKab/Irfansyahriza)

Perkuat Kolaborasi Pendidikan Dua Negara, Guru Malaysia Pelajari Pembelajaran LSLC di Sumedang

0
SUMEDANG, FOKUSJabar.id
Perkuat Kolaborasi Pendidikan Dua Negara, Guru Malaysia Pelajari Pembelajaran LSLC di Sumedang

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Para kepala sekolah dan guru asal Malaysia yang tergabung dalam delegasi Association of Lesson Study (MYALS) berkunjung ke Kabupaten Sumedang. Kunjungan ini bertujuan untuk memelajari praktik Lesson Study, yaitu model pembelajaran antarguru yang ampuh mendongkrak mutu pendidikan.

Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila, menyambut langsung jajaran delegasi MYALS di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (28/7/2026). Pertemuan internasional ini menjadi wadah saling petik ilmu antara Indonesia dan Malaysia dalam membenahi kompetensi guru serta tata kelola sekolah.

Baca Juga: Tampil di Bojongsari, Cing Abdel Kepincut Kemeriahan Depok Seru Semua Piala Wali Kota

Wabup Fajar menegaskan bahwa dunia pendidikan selalu memberi ruang terbuka bagi siapa saja untuk saling berbagi pengalaman.

“Setiap daerah memiliki pengalaman yang dapat dibagikan, sekaligus memiliki banyak hal yang dapat dipelajari dari daerah maupun negara lain,” ujar Wabup Fajar.

Pemkab Sumedang konsisten menggenjot kualitas pendidikan demi mencetak sumber daya manusia yang unggul. Menurut Fajar, menciptakan pendidikan bermutu membutuhkan budaya belajar secara kolektif.

“Salah satu upaya yang kami dorong adalah melalui Lesson Study Learning Community (LSLC), di mana para pendidik membangun budaya belajar bersama untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Wabup Fajar.

Sinergi Kedua Negara

Pada kesempatan sama, Presiden Asosiasi Lesson Study Indonesia, Arif Hidayat, menaruh harapan besar agar ajang ini makin mempererat sinergi kedua negara.

“Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dengan melihat bagaimana guru di Sumedang mengambil keputusan dalam proses pembelajaran. Itulah arti penting Lesson Study,” katanya.

Arif menambahkan, rombongan MYALS juga ingin mendalami peran Pemkab Sumedang dalam mendampingi tumbuh kembang sekolah melalui kepemimpinan kepala sekolah.

“Melalui penguatan kompetensi guru dan kepala sekolah, harapannya daya saing sekolah semakin meningkat. Kunjungan ini menjadi titik awal untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

(SumedangKab/Irfansyahriza)

Tampil di Bojongsari, Cing Abdel Kepincut Kemeriahan Depok Seru Semua Piala Wali Kota

0
DEPOK, FOKUSjabar.id
Cing Abdel (berpakaian hitam) saat tampil bersama Kokom Band pada acara Depok Seru Semua Piala Wali Kota Depok Edisi PKK. (Foto: Diskominfo Depok)

DEPOK,FOKUSJabar.id: Komedian nasional Abdel Achrian atau Cing Abdel mengaku kepincut dengan kemeriahan acara Depok Seru Semua Piala Wali Kota Depok Edisi PKK. Gelaran tersebut berlangsung di Alun-alun Wilayah Barat, Kecamatan Bojongsari, belum lama ini.

Ia pun menyatakan kesiapan untuk kembali menghibur masyarakat jika menerima kesempatan tampil lagi di Kota Depok.

Baca Juga: Sambut HUT ke-81 RI, Kelompok Tani Rawageni Farm Depok Bagikan Ribuan Bibit Cabai Gratis ke Warga!

Bagi Cing Abdel, manggung di Kota Depok memberikan kesan tersendiri. Ia memiliki ikatan emosional yang kuat lantaran pernah mengenyam pendidikan di kota ini selama beberapa tahun.

“Senang ya, karena gue juga akrab sama Depok. Sekolah di Depok cukup lama, dari tahun 1989 sampai 1996. Jadi paham betul suasana Depok dan senang banget lihat perkembangannya sekarang,” ujarnya, Selasa (28/07/2026).

Ia menilai Kota Depok mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan ini tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, melainkan juga lewat berbagai kegiatan publik yang melibatkan warga secara luas.

Cing Abdel menyebut Depok Seru Semua sebagai contoh nyata acara yang sukses menghadirkan hiburan sekaligus mempererat kebersamaan. Ia turut mengapresiasi kolaborasi Tim Penggerak (TP) PKK Kota Depok dengan Persatuan Seniman Komedi Indonesia (Paski) Korwil Depok yang memberi ruang bagi komedian lokal.

“Terima kasih juga buat Paski Depok yang kolaborasi sama PKK. Jadi ibu-ibu dapat hiburan, dan anggota Paski punya tempat berekspresi,” katanya.

Pemberdayaan Keluarga

Ia tidak menyangka acara besutan TP-PKK Kota Depok ini sanggup menyedot perhatian dan menghibur seluruh anggota keluarga.

“Gue sendiri nggak nyangka PKK bisa bikin kegiatan yang menyentuh banyak lapisan. Bapak-bapaknya senang, ibu-ibunya senang, anak-anak juga pada senang. Benar-benar pemberdayaan keluarga,” ungkapnya.

Ia juga memuji pemilihan Alun-alun Wilayah Barat sebagai lokasi acara karena menyediakan ruang terbuka publik yang nyaman bagi warga.

Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, Cing Abdel berharap Pemkab atau Pemkot Depok menggelar acara ini secara bergilir di seluruh kecamatan.

“Paling nggak sebulan sekali lah digilir semua kecamatannya pada ngumpul, jadi ajang silaturahmi juga buat warga,” tuturnya.

Menutup perbincangan, Cing Abdel menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Depok, khususnya Wali Kota dan Ketua TP-PKK Kota Depok. Ia menegaskan bakal langsung datang jika Pemkot Depok kembali mengundangnya.

“Terima kasih amanahnya sudah disampaikan oleh Ibu Wali Kota. Saya selalu siap kalau dipanggil sama Kota Depok. Terima kasih untuk Pak Wali dan Bu Wali,” tutupnya.

Sambut HUT ke-81 RI, Kelompok Tani Rawageni Farm Depok Bagikan Ribuan Bibit Cabai Gratis ke Warga!

0

DEPOK,FOKUSJabar.id: Kelompok Tani Lahan Hijau Rawageni Farm membagikan bibit cabai gratis kepada warga RW 01 Rawageni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Aksi sosial ini berlangsung untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penyaluran bibit ini menjadi bagian dari Gerakan Bertani Asik dan Kreatif (Gertak) Kemerdekaan yang bergulir pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Melalui program ini, pengurus kelompok tani mengajak masyarakat mengoptimalkan lahan pekarangan rumah agar lebih produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Baca Juga: Lewat Program NYABA, Bunda PAUD Kota Depok Cing Ikah Sambangi RA Daarul Fikri Beji!

Ketua Rawageni Farm, Jaelani, memaparkan bahwa setiap RT di wilayah RW 01 menerima alokasi sekitar 100 hingga 150 bibit cabai. Warga akan menanam dan merawat bibit tersebut secara gotong royong.

“Pembagian bibit cabai ini menjadi langkah awal untuk mengajak masyarakat lebih gemar bertani. Kami ingin setiap RT memiliki semangat yang sama dalam memanfaatkan lahan yang ada agar lebih produktif,” kata Jaelani, Selasa (28/07/2026).

Jaelani menambahkan, gerakan Gertak Kemerdekaan tidak sekadar membagikan tanaman. Pihaknya juga menyiapkan sesi edukasi teknis budidaya cabai bagi seluruh penerima manfaat.

“Nantinya warga akan mendapatkan pendampingan mengenai cara menanam cabai yang baik dan benar. Setelah itu kami akan melakukan penanaman bersama yang melibatkan warga serta pelajar mulai dari tingkat TK, MI, hingga SD,” ujarnya.

Jaelani menilai momentum peringatan kemerdekaan ini sangat pas untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong warga melalui kegiatan hijau yang berdampak nyata.

“Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak warga untuk mulai dari hal kecil, yaitu menanam. Jika dilakukan bersama dan berkelanjutan, hasilnya akan besar dan bermanfaat bagi masyarakat. Harapan kami, RW 01 Rawageni semakin hijau, produktif, dan mampu menjadi contoh bagi wilayah lain,” tutupnya.

(PemkotDepok/Irfansyahriza)

Lewat Program NYABA, Bunda PAUD Kota Depok Cing Ikah Sambangi RA Daarul Fikri Beji!

0
Lewat Program NYABA, Bunda PAUD Kota Depok Cing Ikah Sambangi RA Daarul Fikri Beji!
Lewat Program NYABA, Bunda PAUD Kota Depok Cing Ikah Sambangi RA Daarul Fikri Beji!

DEPOK,FOKUSJabar.id: Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, memboyong Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Wahid Suryono, melawat ke Raudhatul Athfal (RA) Daarul Fikri, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, pada Selasa (28/07/2026) pagi. Kunjungan ini berlangsung melalui program inovatif ‘NYABA’ (Nyamperin Sekolah Bersama-Sama).

Siti Barkah Hasanah, yang akrab dengan sapaan Cing Ikah, mencairkan suasana dengan menyapa dan mengajak bercengkerama puluhan anak di sekolah tersebut. Mereka juga tampak ceria menyanyikan lagu 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat secara bersama-sama.

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Forum Asia Pasifik, Kota Depok Unjuk Strategi Pengelolaan Sampah!

Di tengah momentum kunjungan tersebut, Cing Ikah menyerahkan bantuan sebanyak 115 paket perlengkapan belajar.

Paket tersebut berisi pensil warna, buku gambar, meja lipat, origami,dan lilin mainan. Hingga buku bacaan berjudul ‘Mengenal Sera Mijel Bersama Boni’.

Baca Juga: Dorong Pelayanan Selatan Sukabumi, Bupati Asep Japar Resmikan Groundbreaking Kantor Surade dan Ciracap!

Tidak hanya membagikan peralatan sekolah, Cing Ikah turut memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajak warga Kelurahan Beji. Ia menyokong program wajib belajar 13 tahun milik pemerintah.

Ia menggalang dukungan warga melalui gerakan ‘NGARIUNG’ (Ngajak Warga Ikut Ngadukung Wajib Belajar 13 Tahun). Program yang ia gagas secara kolaboratif bersama Disdik Kota Depok.

(PemkotDepok/Irfansyahriza)