spot_imgspot_img
Jumat 24 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Ribuan Santri Padati Jalanan Kota Tasikmalaya, Pawai Ta’aruf PORSADIN 2026 Jadi Sorotan

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Kepala Kemenag H. Agus Bukhori dan Kebag Kesra Pemkot Tasikmalaya, saat melepas peserta Pawai Ta'aruf Porsadin Ke-XI di Balekota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ribuan santri dan guru Madrasah Diniyah se-Kota Tasikmalaya memadati jalanan dalam gelaran Pawai Ta’aruf Pekan Olahraga Seni Antar Diniyyah (PORSADIN) 2026. Ajang tahunan ini resmi bergulir, Jumat (24/7/2026) sore.

Pemerintah kota dan Kementerian Agama mengawal langsung pelepasan peserta pawai dari Halaman Kantor Balekota Tasikmalaya. Kabag Kesra Setda Kota Tasikmalaya H. Asep Dudi, Kepala Kemenag H. Agus Bukhori, serta Ketua FKDT H. Ahmad Syafei memimpin prosesi pengibaran bendera start.

Baca Juga: BI dan Pemkab Tasikmalaya Bersinergi, JAYANTARA 2026 Dorong UMKM Lebih Produktif dan Digital

Iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat para peserta bergerak tertib menuju pusat kegiatan di Kampus STIA, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu. Suara yel-yel dan kibaran atribut madrasah menyedot perhatian serta antusiasme warga di sepanjang rute.

Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmilyah (FKDT) Kota Tasikmalaya, H. Ahmad Syafei, menyebut konvoi ini sebagai pembuka rangkaian PORSADIN 2026 tingkat Kota Tasikmalaya.

“Tujuan utama kami sederhana. Memberi ruang bagi santri untuk menyalurkan bakat di bidang seni dan olahraga, sekaligus mempererat silaturahmyi antar madrasah di Kota Tasikmalaya,” ungkap Ahmad Syafei Jumat (24/7/2026).

Ahmad Syafei menekankan bahwa PORSADIN memegang peran strategis dalam menggembleng karakter, kedisiplinan, serta semangat kerja sama tim para santri saat berlaga.

“Dari Porsadin ini, kita mampu menggali potensi santri sekaligus nilai-nilai keagamaan termasuk mengembangkan bakat, serta membangun prestasi generasi Santri,” ujar Ahmad Syafei.

Bukan Sekedar Mengupas Pendidikan Keagamaan

Kabag Kesra Setda Kota Tasikmalaya, H. Asep Dudi, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini. Asep kemudian menilai Madrasah Diniyah berhasil membuktikan posisinya sebagai lembaga pembinan bakat olahraga dan seni, tidak sekadar mengupas pendidikan keagamaan.

“Sekolah Diniyah juga membentuk mental, akhlak, seni, dan olahraga untuk menjaga kesehatan. Ini penting agar lahir generasi yang seimbang, cerdas secara ilmu dan kuat secara fisik,” ungkapnya.

Asep menggarisbawahi bahwa kegiatan ini mendukung penuh program prioritas pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Tasik Religius.

“Ini sejalan dengan program prioritas Kota Tasikmalaya yaitu Tasik Religius. Kita ingin anak-anak kita tumbuh dengan fondasi agama yang kuat dan prestasi akademik dan non akademik yang membanggakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya H. Agus Bukhori mendorong para peserta untuk menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung.

“Kami ingin para peserta menjunjung tinggi sportifitas. Terlebih berlomba dengan jujur, menang dengan rendah hati, kalah dengan lapang dada,” ujar H. Agus Bukhori.

Agus berharap ajang PORSADIN tahun ini mampu melahirkan atlet dan seniman muda potensial yang siap mewakili Kota Tasikmalaya ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

Penyelenggara memperlombakan beragam cabang olahraga dan seni, mulai dari pencak silat, atletik, kaligrafi, pidato, hingga qasidah. Melalui persaingan yang sehat, PORSADIN 2026 siap mencetak generasi muda Tasikmalaya yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

(Seda)

BI dan Pemkab Tasikmalaya Bersinergi, JAYANTARA 2026 Dorong UMKM Lebih Produktif dan Digital

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Kepala Bank Indonesia Tasikmalaya Laura Rulida bersama Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, saat melihat produk UMKM dalam helaran Jayantara Priangan Timur, di Halaman Kantor Bupati Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Bank Indonesia memperkuat peran UMKM sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah melalui gelaran JAYANTARA Priangan Timur 2026. Pembukaan ajang bergengsi ini berlangsung di halaman Kompleks Gedung Bupati Tasikmalaya, Jumat (24/7/2026) sore.

Mengusung tema “UMKM Unggul, Digital Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, agenda ini memperkuat sinergi lintas sektor guna mendorong UMKM Priangan Timur agar semakin produktif, adaptif terhadap teknologi digital, serta mampu menembus pasar internasional.

Baca Juga: MCK Reyot yang Dipakai Warga dan Santri Akhirnya Dibongkar Satgas TMMD Tasikmalaya

Penyelenggaraan JAYANTARA Priangan Timur 2026 bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya Ke-394. Momentum ini mempererat kolaborasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Demi mengoptimalkan potensi ekonomi lokal dan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru.

Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin, Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi, Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari Putri, serta unsur Forkopimda dan pelaku usaha menghadiri acara pembukaan yang berlangsung meriah tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari Putri, mengulas kontribusi vital sektor UMKM yang kini mencapai 66 juta unit usaha di Indonesia. Sektor ini telah menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap 117 juta tenaga kerja.

Menyesuaian Strategi di Era Transformasi Digital

Laura menegaskan bahwa era transformasi digital dan kompetisi global menuntut pelaku usaha untuk terus meningkatkan daya saing melalui berbagai penyesuaian strategi.

“Pelaku UMKM tidak hanya harus mampu meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat kualitas dan konsistensi produk. Hal itu demi memenuhi standardisasi dan sertifikasi, memperluas akses pembiayaan dan pemasaran. Serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Laura Rulida Eka Sari Jumat (24/7/2026) sore.

Guna menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia menerapkan pendampingan terintegrasi end-to-end. Pendekatan ini mencakup peningkatan kapasitas produk, fasilitasi pembiayaan, perluasan pemasaran, hingga digitalisasi pembayaran.

“Di Priangan Timur, pengembangan tersebut telah terwujud melalui EXPORENA, sebagai program akselerasi UMKM menuju pasar ekspor. Serta PINUNGGUL, yang mendorong peningkatan kapasitas digital, penguatan pemasaran daring, dan transformasi usaha berbasis teknologi,” ujarnya.

Program pendampingan berkelanjutan ini telah membuahkan hasil nyata di lapangan. Salah satu contoh sukses terlihat pada Kelompok Kopi Bunar yang meraih cupping score 87 dan berhasil mengekspor satu ton kopi ke Jepang.

“Capaian ini menjadi bukti, bahwa produk unggulan Priangan Timur memiliki kualitas dan potensi untuk menembus pasar internasional. Tentunya apabila mendapat dukungan peningkatan kapasitas yang konsisten, standardisasi produk, perluasan jejaring, serta kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan,” paparnya.

Ruang Transaksi dan Sarana Business Matching

Selama tiga hari pelaksanaan, JAYANTARA Priangan Timur 2026 menghadirkan lebih dari 100 booth produk unggulan fesyen, kriya, kuliner, hingga promosi desa wisata. Pameran ini menjadi ruang transaksi sekaligus sarana business matching bagi para pelaku usaha.

Panitia juga melengkapi acara dengan pertunjukan seni budaya, peragaan busana batik dan talkshow kewirausahaan. Serta kegiatan sosial seperti donor darah dan Warung Inflasi.

“Rancangan AYANTARA tidak hanya sebagai pameran UMKM. Tetapi sebagai ruang bersama yang mengintegrasikan promosi, edukasi, transaksi, kreativitas, dan kolaborasi dalam satu ekosistem. Dan Bank Indonesia Bersama Pemda terus berkomitmen menjadikan pengembangan UMKM sebagai gerakan untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah,” jelasnya.

Laura menekankan kembali pentingnya konsistensi seluruh pihak dalam membangun ekosistem usaha yang tangguh dan berorientasi ekspor.

“Sinergi semua pihak, harapannya dapat meningkatkan produktivitas UMKM dan memperluas akses pasar dan pembiayaan. Terlebih mempercepat adopsi digital, memperkuat kemitraan usaha. Serta menciptakan nilai tambah yang semakin besar bagi perekonomian masyarakat di Priangan Timur,” tegasnya.

(Seda)

De-Sille Barber Goes To School, Inovasi Dinsos Ciamis Hadirkan Layanan Cukur Rambut di Sekolah

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: De-Sille Barber Goes To School SMPN 4 Ciamis

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis terus memperluas jangkauan inovasi pelayanan publik melalui program De-Sille Barber Goes To School. Tim Dinsos memboyong layanan cukur rambut langsung ke SMPN 4 Ciamis dengan menggandeng 31 siswa kelas IX, Jumat (24/7/2026).

Program jemput bola ini tidak sekadar menawarkan pangkas rambut berbiaya terjangkau. Langkah ini turut menjadi sarana efektif dalam menggembleng kedisiplinan, kerapian, serta rasa percaya diri para siswa di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Demokrat Jabar Masuk Tiga Besar Survei LSI, Jaenal Aripin Langsung Beri Instruksi Khusus untuk Kader

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad, menyebut inovasi ini lahir dari tingginya respons positif warga saat perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384.

“Suatu kebahagiaan bagi kami dapat menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui program ini, para siswa dapat memperoleh layanan cukur rambut di sekolah dengan biaya yang lebih terjangkau,” ungkapnya.

“Kami ingin terus menghadirkan berbagai program yang bermanfaat sekaligus mendukung peningkatan kedisiplinan dan kerapihan anak-anak dalam belajar,” tambah Ihsan.

Ihsan menguraikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, sektor usaha, dan dunia pendidikan ini berhasil mendekatkan pelayanan sosial ke tengah masyarakat. Program ini membantu meringankan pengeluaran orang tua sekaligus membiasakan anak-anak untuk menaati tata tertib sekolah.

Peminat Terus Betambah

Ihsan mengamati minat lembaga lain terhadap aksi ini terus melonjak. Banyak pengelola sekolah hingga pondok pesantren mulai mengantre mengajukan permohonan serupa.

“Beberapa sekolah, bahkan pondok pesantren, telah menghubungi Dinas Sosial untuk melaksanakan kegiatan serupa. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan program agar manfaatnya dapat masyarakat rasakan,” katanya.

Kepala SMPN 4 Ciamis, Memet Priadi, mengapresiasi penuh kehadiran tim Dinsos di sekolahnya. Memet menilai aksi nyata ini berdampak langsung pada penguatan budaya disiplin para peserta didik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Ciamis yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ini merupakan kegiatan cukur rambut gratis yang kedua kalinya di SMPN 4 Ciamis,” ujarnya.

Pihak sekolah berencana menjadwalkan agenda cukur rambut ini secara rutin setiap dua hingga tiga bulan sekali. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kebiasaan berpenampilan rapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari para siswa.

“Melalui De-Sille Barber Goes To School, kami berharap pelayanan sosial tidak hanya menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang disiplin, percaya diri, dan berkarakter,” pungkasnya.

(Mia)

Sumedang Gandeng Seoul National University Cetak ASN Muda Berdaya Saing Global

0
Sumedang, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kabupaten Sumedang mengundang Director of Global R&DB Center Seoul National University (SNU) Republic of Korea Prof Junseok Ioseph Hwang untuk memberikan pembekalan tentang transformasi digital kepada ratusan ASN muda di Pendopo PPS, Jumat (24/7/2026). Sumber Gambar: sumedangkab.go.id

SUMEDANG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) muda melalui peningkatan kapasitas di bidang transformasi digital. Pemerintah daerah menghadirkan pakar internasional asal Korea Selatan guna membagikan pengalaman dan pengetahuan secara langsung.

Guna mengisi agenda pembekalan tersebut, Pemkab Sumedang mengundang Director of Global R&DB Center Seoul National University (SNU) Republic of Korea, Prof Junseok Ioseph Hwang. Ratusan ASN muda menghadiri sesi penguatan kapasitas yang berlangsung di Pendopo PPS, Jumat, (24/7/2026).

Baca Juga: Pemkab Bogor Memberhentikan Sementara PNS BAP Terkait Kasus Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara

Langkah ini mempertegas komitmen Pemkab Sumedang dalam mencetak ASN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Peningkatan kualitas SDM ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan publik demi mendukung kesejahteraan warga.

Saat memaparkan materi, Prof Hwang mengajak para peserta untuk memandang transformasi digital secara holistik. Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak melulu bergantung pada kecanggihan infrastruktur digital.

“Keberhasilan sebuah negara atau kota tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi maupun infrastruktur digital, melainkan oleh kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan dan pengetahuan,” katanya.

Prof Hwang menggarisbawahi bahwa kesuksesan transformasi digital bertumpu pada kapasitas SDM. Literasi digital, etika, pola pikir kritis, serta kemampuan berkolaborasi menjadi fondasi utama dalam menggerakkan ekosistem digital.

“Dari pengamatan saya, Sumedang memiliki banyak keunggulan. Komunitasnya baik dan ASN yang bekerja juga cerdas. Dibandingkan beberapa kota besar seperti Jakarta, Bali, maupun Bandung, saya melihat Sumedang telah menerapkan konsep Smart City dengan baik,” ujar Prof Hwang.

Percontohan Smart City

Melihat potensi besar tersebut, Prof Hwang optimistis Sumedang mampu memimpin percontohan Smart City hingga ranah internasional.

“Saya berharap Sumedang menjadi model global yang sukses dalam penerapan smart city, smart civilization, smart citizenship, smart training, dan smart education,” katanya.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik kehadiran Prof Hwang. Dony menilai momentum ini memberi kesempatan emas bagi para ASN muda untuk menyerap wawasan langsung dari pakar dunia.

“Prof Hwang hadir memberikan sharing knowledge dan sharing experience kepada ratusan ASN muda kami. Saya yakin inovasi, penelitian, dan pengalaman beliau akan menginspirasi, memotivasi, serta membentuk para pemimpin masa depan di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Dony menambahkan, Pemkab Sumedang siap mempererat kerja sama dengan Seoul National University melalui berbagai program strategis. Salah satunya lewat ASEAN Smart City Professional Program (ASPP) yang memfasilitasi ASN Sumedang untuk mengikuti pelatihan intensif selama dua minggu di Korea Selatan.

Dony menegaskan bahwa program internasional ini menjadi batu loncatan untuk memperluas jangkauan jejaring serta mengasah kompetensi para pegawai.

“Ini cara kami membangun jejaring agar ASN terus meningkatkan kompetensi, pengetahuan, dan pengalamannya. Namun yang paling penting, output dari seluruh kegiatan ini adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Dony.

Melalui kemitraan berkelanjutan bersama Seoul National University dan program ASPP, Pemkab Sumedang menargetkan percepatan akselerasi Smart City. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang inovatif, adatif, serta berfokus pada pelayanan publik yang prima.

(Jingga Sonjaya)

Harga Beras di Pangandaran Diprediksi Naik, Kemarau dan Ancaman Gagal Panen Jadi Pemicu

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: by web

PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Pangandaran memprediksi potensi lonjakan harga beras di pasaran lokal. Risiko kekeringan musim kemarau serta tingginya permintaan bahan baku menjadi pemicu utama ancaman kenaikan tersebut.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Kemetrologian DKUKMPP Kabupaten Pangandaran, Supendi, mengonfirmasi bahwa instansinya mulai menyiapkan langkah antisipasi jika musim kemarau berlangsung dalam jangka waktu lama.

Baca Juga: Bupati Pangandaran Ajak Masyarakat Saksikan Kejurnas Pacuan Kuda Indonesia Derby 2026 di Legok Jawa

“Tidak hanya akibat faktor kemarau yang berpotensi menyebabkan gagal panen, tetapi permintaan bahan bakunya juga sudah tinggi. Jadi, harga beras berpotensi naik,” ujar Supendi di kantornya, Jumat (24/7/2026).

Pemantauan pasar oleh DKUKMPP menunjukkan harga beras saat ini masih berada dalam taraf stabil. Para pedagang melepas beras medium di kisaran Rp13.500 hingga Rp14.000 per kilogram, sedangkan beras kualitas premium bertahan di rentang Rp14.900 sampai Rp16.000 per kilogram.

Kendati demikian, Supendi memperingatkan risiko fluktuasi harga jika kekeringan parah melanda kawasan pertanian.

“Kalau terjadi kekeringan berkepanjangan, kemungkinan harga beras akan naik lagi,” katanya.

Supendi turut membeberkan fenomena unik terkait pasokan komoditas pangan ini. Sebagian besar pedagang di Pangandaran justru mendatangkan beras dari luar wilayah karena para petani lokal condong menjual gabah kering ke pedagang luar daerah. Setelah penggilingan luar mengolahnya menjadi beras, distributor memasok kembali produk tersebut ke pasar Pangandaran.

“Banyak petani di Pangandaran menjual gabah kering ke luar daerah. Setelah diolah menjadi beras, produk itu kemudian kembali dipasok ke Pangandaran. Jadi, beras yang beredar di pasar sebagian besar berasal dari luar,” ucapnya.

Dampak Dari Kemarau

Dampak kemarau kini menghampiri para petani di lapangan. Dadi (49), seorang petani asal Kecamatan Padaherang, mengeluhkan kondisi sawahnya yang terancam gagal panen akibat krisis pasokan air.

Lahan pertanian miliknya mengalami retak-retak tanah karena air irigasi yang sangat terbatas harus terbagi dengan area persawahan lain.

“Padahal tanaman padi sekarang sudah mulai berbuah sehingga sangat membutuhkan air. Namun air irigasi tidak maksimal karena harus dibagi-bagi, sementara tanah sawah sudah pecah-pecah akibat kekeringan,” ujarnya.

DKUKMPP Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi pergerakan harga serta ketersediaan pasokan beras guna mencegah lonjakan ekstrem di masyarakat.

(Sajidin)

MCK Reyot yang Dipakai Warga dan Santri Akhirnya Dibongkar Satgas TMMD Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Semangat kebersamaan terpancar saat Satgas TMMD Ke-129 bersama warga membongkar bangunan lama MCK di Desa Parungponteng.

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Personel Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya meruntuhkan bangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum yang tak layak di Kampung Cilintung, Desa Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Aksi gotong royong bersama warga setempat ini resmi bergulir pada Jumat, 24 Juli 2026.

Langkah ini menjadi bentuk nyata ikhtiar bersama dalam merestorasi kesehatan lingkungan serta mengembalikan akses sanitasi yang bermartabat bagi masyarakat desa.

Baca Juga: HIMAGEO Unsil Gelar Pengabdian Masyarakat, Bangun Desa Tangguh Bencana di Tasikmalaya

Selama ini, MCK umum di Kampung Cilintung berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Padahal, fasilitas tersebut memegang peranan sangat vital untuk aktivitas harian warga lokal serta puluhan santri yang menimba ilmu di Madrasah Diniyah Rohmat.

Kepala Madrasah Diniyah Rohmat, Asep Bustopa, mengutarakan rasa syukurnya saat menyaksikan langsung pembongkaran fasilitas tua tersebut.

“Selama ini MCK umum sudah sangat memprihatinkan, padahal setiap hari warga dan anak-anak santri pakai. Alhamdulillah, melalui TMMD Ke-129, harapan kami mulai terwujud. Semoga pembangunan ini berjalan lancar sehingga masyarakat dan para santri dapat menikmati fasilitas yang bersih, sehat, dan nyaman,” ungkapnya Jumat (24/7/2026).

Di lokasi kegiatan, prajurit TNI dan masyarakat menyatu tanpa sekat. Mereka meratakan reruntuhan, menggali fondasi baru, serta menyiapkan struktur bangunan sanitasi yang jauh lebih higienis.

Pembangunan MCK ini menjadi sarana investasi kesehatan jangka panjang. Langkah ini secara langsung mendukung penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sekaligus menjamin kenyamanan para santri saat beraktivitas harian di madrasah.

(Abdul Latif)

Sungai Bukan Tempat Sampah, SSC Garut Ajak Warga Jaga Lingkungan

0
SSC Garut fokusjbar.id
Kegiatan bersih-bersih sungai Cibau

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) Garut Jawa Barat (Jabar) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Sukatani Kecamatan Cisurupan turun ke lapangan. Mereka melakukan pembersihan dan pemeliharaan sungai Cibau anak sungai Cimanuk.

Selain itu, Sekolah Sungai Cimanuk gelar sosialisasi antisipasi dampak kemarau   dari bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kampung Barukuray Desa Sukatani.

BACA JUGA:

HAN 2026, Ketum PM Gatra: Keselamatan Anak Harga Mati

Menurut Direktur SSC Garut, Mulyono Khaddafi, kegiatan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) tersebut sebagai langkah mencegah banjir dan penyebaran penyakit saat musim hujan tiba.

“Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2026,” kata Mulyono, Jumat (24/7/2026).

SSC Garut fokusjabar.id
Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Khaddafi

Dia menyebut, sungai merupakan sumber kehidupan warga. Namun selama ini banyak yang membuang sampah sembarangan.

“Lewat aksi ini kami ingin mengajak masyarakat menjaga sungai bersama. Sampah paling banyak di temukan berupa plastik kemasan, popok, ban bekas, hingga ranting pohon,” ungkapnya.

Sosialisasi Karhutla

Direktur Sekolah Sungai Cimanuk Garut juga mengingatkan masyarakat bahwa kebakaran hutan bukan semata karena cuaca panas. Namun karena kecerobohan manusia. Mulai dari membuang puntung rokok sembarangan dan membakar lahan untuk berkebun.

BACA JUGA:

Disdik Garut Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

“Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan membakar lahan untuk berkebun,” pesan Mulyono.

Gerakan Indonesia ASRI itu sendiri di gagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama pemerintah daerah.

Tujuan dan Fokus Gerakan

Budaya Kebersihan

Membangun kebiasaan sehari-hari agar masyarakat peduli terhadap lingkungan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Pengelolaan Sampah

Penanganan sampah secara berkelanjutan di fasilitas umum, sekolah, pesisir, dan lingkungan sekitar.

Pelestarian Alam

Aksi nyata berupa gotong royong membersihkan lingkungan, penanaman pohon hingga penataan ruang terbuka hijau.

(Bambang Fouristian)