BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengelolaan sampah organik di RW 03 Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, kembali tersendat setelah kerja sama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung dengan Prosignal Karya Lestari terhenti.
Ketua RW 03 Kelurahan Pakemitan, Rustamaji, mengatakan saat ini sekitar 2 hingga 3 ton sampah organik menumpuk karena belum dapat diolah secara optimal.
Ironisnya, di tengah penumpukan tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap kompos justru cukup tinggi. Permintaan bahkan datang dari sejumlah RW di wilayah Kelurahan Pakemitan.
Baca Juga: 300 Ton Sampah Sehari di Gedebage Bandung Bakal Disulap Jadi Briket
“Permintaan kompos Alhamdulillah banyak. Sejak kerja sama dengan Prosignal Karya Lestari dihentikan, sampah organik menumpuk. Saya juga ketua forum kelurahan, jadi permintaan pupuk dari seluruh RW dikirim ke saya. Memang betul semuanya terhambat,” kata Rustamaji saat ditemui di lokasi, Selasa (18/8/2026).
Menurut Rustamaji, warga selama ini mengandalkan pengelolaan sampah secara swadaya. Namun, keterbatasan sarana membuat pengolahan sampah organik sulit dilakukan dalam jumlah besar.
Belum Ada Solusi
Pihaknya juga telah mengajukan bantuan kepada DLH Kota Bandung. Namun, hingga kini belum ada solusi konkret untuk mengatasi kendala tersebut.
“Di sini kami hanya punya cangkul dan bak. Terpaksa membuat lubang kompos sementara di dalam drum, itu satu-satunya cara,” ujarnya.
Rustamaji mengungkapkan, persoalan pengelolaan sampah tersebut sebenarnya telah menjadi perhatian warga sejak masa darurat sampah pada Desember-Januari. Saat sampah tidak dapat dibuang ke TPA Sarimukti, warga berinisiatif mengelolanya secara mandiri.
Baca Juga: Alun-alun Bandung Dibuka Permanen, Farhan: PKL Tak Boleh Masuk
“Dulu saat tidak bisa membuang ke Sarimukti, kami inisiatif sendiri. Pembakaran dilarang, lalu mau ditumpuk di depan kelurahan? Tidak mungkin. Kami terpaksa mengelola sendiri,” katanya.
Ia berharap Prosignal Karya Lestari dapat kembali beroperasi sehingga persoalan sampah organik di wilayahnya segera teratasi. Rustamaji juga meminta DLH turun langsung ke lapangan untuk melihat kendala yang dihadapi warga.
“Harapan saya Prosignal Karya Lestari bisa kembali beroperasi. DLH juga sebaiknya turun ke lapangan, lihat kendala sebenarnya, lalu berikan solusi,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



