spot_imgspot_img
Kamis 16 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Musim Kemarau Bisa Bikin Kulit Perih dan Bersisik, Begini Cara Mencegahnya

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Memasuki musim kemarau, cuaca panas ekstrem dan kelembapan udara yang rendah sering kali merampas kelembapan alami kulit. Akibatnya, kulit menjadi sangat kering, bersisik, gatal, bahkan mengalami iritasi hingga terasa perih atau sakit (kondisi yang sering disebut summer dermatitis atau eksim kemarau).

Untuk melindungi kulit Anda dari dampak buruk cuaca kering, berikut adalah langkah-langkah praktis dan efektif yang bisa Anda lakukan setiap hari:

Baca Juga: Kawal Masa Transisi Sekolah, Bunda PAUD Kabupaten Ciamis Pantau MPLS dan Bagikan Snack Bergizi

1. Segera Kunci Kelembapan Setelah Mandi

Saat kemarau, penguapan air dari kulit berlangsung jauh lebih cepat. Jangan biarkan kulit telanjang tanpa pelindung setelah mandi.

  • Gunakan Pelembap Tebal (Cream atau Ointment): Pilih pelembap yang mengandung bahan pengunci air (oklusif dan humektan) seperti Ceramide, Hyaluronic Acid, Glycerin, atau Shea Butter. Pelembap berbentuk krim atau salep jauh lebih efektif menghalau kulit kering dibanding losion biasa yang encer.
  • Aturan 3 Menit: Oleskan pelembap maksimal 3 menit setelah mandi saat kulit masih dalam kondisi lembap (setengah basah). Cara ini mengunci sisa air di permukaan kulit sebelum menguap.

2. Ubah Kebiasaan Mandi Anda

Mandi yang salah justru bisa mengikis minyak alami (sebum) yang berfungsi melindungi kulit.

  • Hindari Air Panas: Mandi dengan air panas akan melarutkan lapisan lemak pelindung kulit, memicu gatal yang lebih parah setelah mandi. Gunakan air suam-suam kuku atau air dingin.
  • Batasi Durasi Mandi: Jangan mandi atau berendam terlalu lama. Batasi waktu mandi maksimal 5 hingga 10 menit saja.
  • Pilih Sabun Non-Parfum & Lembut: Hindari sabun antiseptik keras atau sabun yang mengandung banyak busa (SLS/SLES) dan parfum kuat. Pilih sabun berlabel gentle, hypoallergenic, atau soap-free yang biasanya memiliki pH seimbang (sekitar 5,5).

3. Redakan Gatal Tanpa Menggaruk

Menggaruk kulit yang gatal saat kemarau akan merusak pertahanan kulit (skin barrier), memicu luka, infeksi bakteri, dan rasa perih.

  • Gunakan Kompres Dingin: Jika kulit terasa gatal atau mulai perih karena iritasi, tempelkan handuk basah dingin atau es batu yang dibalut kain selama 10 menit pada area yang gatal.
  • Oleskan Losion Calamine atau Aloe Vera: Kandungan calamine atau gel lidah buaya murni dapat memberikan sensasi dingin instan dan menenangkan saraf kulit yang tegang akibat gatal.

4. Bentengi Kulit dari Sinar UV dan Debu

Udara kemarau yang kering biasanya membawa lebih banyak debu dan polusi, berpadu dengan radiasi sinar matahari yang kuat.

  • Wajib Gunakan Sunscreen: Gunakan tabir surya minimal SPF 30 atau lebih yang berspektrum luas (Broad Spectrum). Kulit yang terbakar matahari (sunburn) akan terasa sangat perih, kering, dan akhirnya mengelupas.
  • Gunakan Pakaian Longgar dan Lembut: Pilih pakaian berbahan katun longgar yang menyerap keringat. Hindari bahan sintetis kasar atau wol yang dapat bergesekan dengan kulit kering dan memicu gatal hebat.

5. Hidrasi dari Dalam dan Atur Kelembapan Ruangan

Perawatan dari luar tidak akan maksimal jika tubuh kekurangan cairan dari dalam.

  • Minum Air Putih yang Cukup: Tingkatkan konsumsi air putih minimal 2 hingga 2,5 liter sehari untuk membantu menghidrasi sel-sel kulit secara alami.
  • Gunakan Humidifier: Jika Anda sering beraktivitas di dalam ruangan ber-AC (yang sifatnya menarik kelembapan udara), pasang alat pelembap udara (humidifier) agar kulit tidak cepat kering dan bersisik.

(Irfansyahriza)

spot_img

Berita Terbaru