spot_imgspot_img
Senin 27 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lantik Pejabat Definitif, Wali Kota Bogor Dedie Rachim Tekankan Pelayanan Publik Tanpa Pilih Kasih

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memprioritaskan kepentingan warga dalam pengisian posisi jabatan strategis. Pemkot Bogor resmi mengganti sejumlah posisi Pelaksana Tugas (Plt) dengan melantik pejabat definitif.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memimpin langsung prosesi pengangkatan jabatan administrator dan pengawas tersebut di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Lewat Program ‘Kami Mendengar’, Bupati Bogor Pastikan Menu MBG Tepat Sasaran

Pelantikan tersebut mengisi posisi Kepala Bagian Kesra Setda Kota Bogor, Kepala Bagian PBJ Setda Kota Bogor, Wakil Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUD Kota Bogor, Kabid Penetapan dan Pengelolaan Data Bapenda, serta Kasi Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Bogor.

Dedie Rachim menginstruksikan para pejabat baru agar mendedikasikan seluruh tugas demi kemaslahatan warga Kota Bogor.

“Untuk di bidang Kesra ini nomor satu yang paling penting adalah keadilan, transparansi, akuntabilitas dalam menentukan siapa yang benar-benar berhak dibantu dan diberikan bantuan. Jadi jangan karena siapa, hubungannya apa, tapi betul-betul dengan data dan fakta lapangan,” tegasnya.

Ia berharap pengelolaan anggaran daerah memberikan dampak langsung yang nyata bagi publik. Dedie juga memandatkan Bagian Kesra untuk memelihara hubungan harmonis dengan seluruh pemeluk agama.

Peningkatan Kredibilitas dan Kelengkapan Administrasi

Kepada Kepala Bagian PBJ, Dedie memaparkan tantangan pembinaan pengusaha lokal agar mampu bersaing secara kompetitif melalui peningkatan kredibilitas dan kelengkapan administrasi.

Ia turut menyoroti skema pengadaan operasional kantor yang kerap berjalan serentak. Dedie mendorong efisiensi anggaran agar porsi dana pembangunan masyarakat menjadi lebih luas.

“Ini salah satu tantangan kita di bidang Pengadaan Barang dan Jase. Nah, jadi memang kita harus berubah ke depan. Ini tantangan dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan,” ungkap Dedie Rachim.

Mengenai tata kelola RSUD Kota Bogor, Dedie menggarisbawahi pentingnya penerapan manajemen kesehatan secara profesional.

Ia meminta jajaran tenaga medis mengasah sense of crisis saat menangani pasien guna mengejar penanganan golden hour.

“Jadi kalau mendapati pasien urgent atau emergency segera lakukan langkah apa yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Ia mengimbau penguatan integrasi layanan darurat PSC Gesit 119 guna mencegah penumpukan antrean pasien di satu rumah sakit.

“Apa fungsi dari 119 itu? Kan dispatching, kan gitu kan, untuk menyalurkan. Nah, di situlah fungsi. Ada kerja sama dengan semua rumah sakit. Ini memang jadi tugas kita semua, mulai dari bagaimana membangun infrastruktur yang memudahkan akses bagi disabilitas, bagaimana masyarakat normal, masyarakat difabel, lanjut usia, ibu hamil, anak-anak,” tutur Dedie Rachim.

Dedie juga mendorong konsep pelayanan medis holistik serta promotif guna menekan penggunaan obat-obatan yang tidak perlu.

Sementara untuk Bapenda Kota Bogor, Dedie menyebut kecukupan anggaran sebagai kunci utama peningkatan pembangunan, sehingga optimalisasi pendapatan daerah wajib terus berjalan.

Kepada Satpol PP, Dedie meminta rotasi penempatan personel lapangan serta tindakan tegas berupa Sanksi dan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) demi menegakkan Perda secara konsisten.

(PemkotBogor/IrfansyahRiza)

spot_img

Berita Terbaru