SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri di Kabupaten Sumedang akan bertambah. Mulai tahun 2027, pemerintah memproyeksikan pembangunan dua SMA baru di Kecamatan Pamulihan dan Paseh, dua wilayah yang selama ini belum memiliki SMA negeri.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan kepastian kabar gembira tersebut saat memimpin acara pelantikan Forum OSIS di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (27/7/2026).
Baca Juga: Pemkab Sumedang Siapkan Langkah Strategis Atasi Dampak Negatif Media Digital
“Tahun depan akan ada tambahan dua Sekolah Menengah Atas Negeri di Sumedang, yaitu SMA Negeri Paseh dan SMA Negeri Pamulihan. Ini merupakan kabar baik yang telah lama dinantikan masyarakat,” ujar Bupati Dony.
Kehadiran kedua lembaga pendidikan tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan pendidikan menengah serta memenuhi kebutuhan warga lokal.
Pemerintah memprioritaskan pembangunan SMAN Paseh mulai tahun ini dengan memfokuskan pengerjaan pada infrastruktur dasar dan sarana penunjang.
“Sementara pembangunan ruang kelas akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya agar sekolah tersebut dapat segera beroperasi,” katanya.
Percepat Proses Adminstrasi dan Perencanaan
Khusus SMAN Pamulihan, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah menuntaskan proses hibah lahan.
Pemerintah juga menyusun dokumen perencanaan proyek pada anggaran perubahan tahun ini sebagai tahapan awal pematangan pengerjaan fisik.
“Kami terus berupaya mempercepat seluruh proses administrasi dan perencanaan. Kita harap agar pembangunan kedua sekolah ini dapat berjalan sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah VIII Sumedang-Bandung, Sriyuda Hermansyah, menegaskan kesiapan jajarannya mengeksekusi proyek penunjang SMAN Paseh pada tahun anggaran berjalan.
“SMA Negeri Paseh saat ini akan dibangun terlebih dahulu infrastruktur pendukungnya. Selanjutnya pada tahun depan pembangunan ruang kelas akan dilaksanakan sehingga sekolah dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.
Mengenai kelanjutan SMAN Pamulihan, Sriyuda menjelaskan bahwa pengerjaan fisik sekolah siap bergulir tepat setelah tahapan hibah tanah dan penyusunan perencanaan rampung.
“Untuk SMA Negeri Pamulihan, perencanaannya akan masuk pada perubahan anggaran tahun ini. Sehingga ketika proses hibah lahan telah selesai, pembangunan dapat segera berlangsung,” ujarnya.
Sriyuda meyakini keberadaan dua SMAN anyar ini sanggup mendongkrak kualitas pendidikan daerah. Khususnya dalam memacu Angka Partisipasi Sekolah (APS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Sumedang.
Data pendidikan mencatat RLS Kabupaten Sumedang saat ini menyentuh angka 9,2 tahun, sedangkan APS berada pada level sekitar 86 persen. Angka tersebut menunjukkan masih ada sekitar 14 persen penduduk usia sekolah yang belum meneruskan studi dari jenjang SMP ke SMA/SMK.
“Penambahan SMA Negeri Paseh dan SMA Negeri Pamulihan harapannya dapat memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat. Terlebih mengurangi angka putus sekolah, serta menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kemudian menyelesaikan berbagai tantangan pendidikan di Kabupaten Sumedang,” katanya.
(SumedangKab/IrfansyahRiza)



