spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dari Wasiat Karuhun hingga Tanah Retak, Ini Cerita di Balik Longsor Selacai Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bencana longsor tebing di Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, memicu perbincangan hangat warga setempat. Sebagian masyarakat mengaitkan musibah ini dengan kemurkaan karuhun atau leluhur akibat pelanggaran pantangan adat.

Pengelola saluran irigasi saat ini sering membuka dan menutup aliran air sesuai kebutuhan. Padahal, leluhur kawasan tersebut telah memberi wasiat agar warga tidak pernah mengeringkan aliran irigasi dengan alasan apa pun.

Baca Juga: Jalan Cipaku-Sukadana Ciamis Putus Total akibat Longsor, Ini Rute Alternatifnya

Warga meyakini pengabaian wasiat tua ini memicu terjadinya bencana longsor yang merusak fasilitas umum.

“Dahulu orang tua disini melarang aliran air irigasi itu dikeringkan,” kata Kepala Desa Selacai Kuswandi, Sabtu (3/10/2026).

Dilema Debit Air dan Sistem Gilir Pengairan Pertanian

Kuswandi menjelaskan bahwa debit air irigasi saat ini menyusut drastis akibat musim kemarau. Padahal, saluran ini menjadi sumber pengairan vital untuk lahan pertanian di tiga kecamatan, yaitu Kawali, Cipaku, dan Sukadana.

Pengelola terpaksa menerapkan sistem gilir air karena kondisi debit air yang sangat terbatas.

“Saat ini musim kemarau air nyapun hanya sebatas mata kaki orang dewasa sehingga untuk mengairi lahan pertanian maupun kolam dilakukan bergiliran,” ucapnya.

Penjelasan Teknis BPBD Ciamis Soal Pemicu Longsor

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, memberikan penjelasan ilmiah terkait peristiwa tersebut. Ia menilai longsor terjadi akibat munculnya retakan-retakan tanah pada dinding saluran irigasi selama kemarau.

Kondisi tanah yang mengering dan retak memicu struktur tebing menjadi rapuh. Ketika aliran air kembali masuk ke dalam celah retakan, tekanan air perlahan merusak ketahanan dinding hingga akhirnya tebing jebol.

“Memang kalau saluran irigasi itu kering terus tanahnya retak retak maka saat ada air bisa menjebol dinding saluran irigasi itu,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru