GARUT, FOKUSJabar.id: Dalam konteks Kota Garut, Jalan Pasar Baru dapat di pahami sebagai salah satu koridor perdagangan rakyat. Keberadaannya penting bagi pedagang kecil, pemilik toko, pembeli dari berbagai kecamatan serta kegiatan ekonomi pendukung di pusat kota.
Namun, agar tetap menjadi pusat perekonomian, kawasan tersebut perlu di dukung oleh akses jalan yang baik, parkir, kebersihan, keamanan, penataan PKL dan promosi perdagangan.
BACA JUGA:
Holil Aksan Umarzen: Apdesi, BPD dan KNPI Kekuatan Strategis Perjuangan Garut Utara
Demikian di katakan Pengamat Kebijakan Publik Kabupaten Garut, Anton Heryanto. Dia menyebut, pertumbuhan toko-toko di Pasar Baru saat ini nyaris gulung tikar sampai ke Garut Plaza (GP) karena jalan pasar barunya di tutup permanen oleh PKL.
Menurutnya, kebijakan menutup jalan tersebut akhirnya membuat PKL di Pasar Baru kehilangan konsumen. Karena fondasi pokoknya (toko-toko) tidak bisa berkembang.
Itu yang tidak di pahami oleh Bupati Abdusy Syakur Amin. Kebijakan tersebut berbanding terbalik saat kepemimpinan Bupati Agus Supriadi.
Di mana kebijakannya sudah sangat tepat. Yakni, menghidupkan jalan Pasar Baru dan membangun Garut Plaza. Sehingga muncul simbiosis mutualisme (saling menguntungkan) antara toko di Pasar Baru dan para PKL.

“Jujur, Saya prihatin melihat Pasar Baru Garut saat ini. Di mana yang seharusnya menjadi pusat perekonomian rakyat malah terbengkalai karena salah kebijakan dari pemerintah,” kata Anton, Selasa (18/8/2026).
Dia mengatakan, seharusnya jalan pasar baru di aktifkan. Sehingga menjadi tempat tumbuhnya perekonomian dasar masyarakat dari dini hari sampai malam hari. Kemudian para PKL di tata agar tercipta simbiosis mutualisme antara pemilik toko dan PKL.
Mochamad Fachrudin, penduduk asli Pasar Baru sekaligus salah satu tokoh senior mengatakan hal senada.
Menurutnya, jika jalan Pasar Baru di fungsikan seperti semula, maka perekonomian akan bergerak dari mulai pengkolan ke arah Garut Plaza berputar ke Ciwalen sampai ke Asia.
“Dengan begitu, secara otomatis akan tumbuh perekonomian di sana,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Bupati Garut Ajak Masyarakat Hargai Jasa Para Pejuang Kemerdekaan
“Garut ini aneh. Jalan protokol hotmix di tutup di jadikan penampungan PKL. Akhirnya mematikan roda perekonomian di Pasar Baru Garut yang sudah melegenda sejak zaman dulu,” kata Mochamad Fachrudin.
Mantan Bupti Garut dua periode, Rudy Gunawan mengatakan, keputusan Pemerintah Daerah (Pemda) Jalan Pasar Baru untuk lokasi PKL di nilai kurang efisien.
“Ini sangat tidak efisien. Kalau ada kebakaran bagaimana?,” singkat Rudy Gunawan.
(Bambang Fouristian)



