spot_imgspot_img
Rabu 19 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perpustakaan SDN 5 Karangpawitan Rusak Parah, Begini Tanggapan Disdikpora Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran merespons kondisi sarana dan prasarana di SDN 5 Karangpawitan Kecamatan Padaherang. Khususnya terkait ruang perpustakaan dan gudang yang mengalami kerusakan.

‎Disdikpora menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Kepada media yang turut melakukan pengawasan terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Pangandaran.

‎Kepala Bidang SD Disdikpora Pangandaran, Annisa Suliastini, mengatakan saat ini program revitalisasi sekolah masih memprioritaskan ruang kelas. 

Baca Juga: 130 Tukik Berlari Menuju Laut di Legok Jawa Pangandaran, Ada Pesan Penting untuk Generasi Muda

‎Hal itu mengingat ruang kelas merupakan Standar Pelayanan Minimal dalam penyelenggaraan pendidikan.

‎”Pada saat ini yang menjadi prioritas pada program revitalisasi adalah ruang kelas. Yang dimana ruang kelas merupakan standar pelayanan minimal,” ujar Annisa, Rabu (19/8/2026).

‎Terkait kondisi perpustakaan, Annisa memastikan data kerusakan pada ruang perpustakaan dan gudang SDN 5 Karangpawitan. Telah terinput dengan benar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). 

‎Pendataan itu meliputi tingkat kerusakan, mulai dari rusak sedang hingga rusak berat, agar dapat menjadi dasar perencanaan perbaikan selanjutnya.

‎”Yang paling utama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan baik,” kata Annisa.

Batasi Akses ke Area Bangunan

‎Mengingat kondisi bangunan perpustakaan dan gudang, serta ruang kelas utama masih aman digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pihak sekolah diimbau untuk sementara membatasi akses ke area bangunan yang rusak.

‎Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan keselamatan siswa selama proses belajar berlangsung.

‎Sebelumnya FOKUSJabar.id mengabarkan, kondisi bangunan perpustakaan dan gudang di SDN 5 Karangpawitan. Mengalami kerusakan cukup parah dan sudah lama belum tersentuh perbaikan.

Baca Juga: Pria Curi Gelang Emas Milik Seorang Nenek Diciduk Polres Pangandaran

‎Sejumlah lantai pecah, atap kayu penyangga genteng mengalami keropos sehingga rawan ambruk.

‎Di dalam ruangan perpustakaan, rak buku kayu masih terisi, amun sebagian sudah miring dan berantakan. Lantai keramik juga retak-retak hampir di seluruh bagian.

‎Padahal ruang tersebut seharusnya menjadi tempat nyaman bagi siswa untuk membaca. Dengan kondisi keramik retak dan atap yang rusak, jelas tidak layak di gunakan.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru