spot_imgspot_img
Selasa 18 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

130 Tukik Berlari Menuju Laut di Legok Jawa Pangandaran, Ada Pesan Penting untuk Generasi Muda

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Langkah nyata menjaga kelestarian laut kembali berlangsung di pesisir selatan Jawa Barat. Pihak terkait melepasliarkan sebanyak 130 ekor tukik atau anak penyu di kawasan Legok Jawa, Kabupaten Pangandaran, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menyasar penyelamatan populasi penyu di perairan Pangandaran. Panitia penyelenggara sekaligus memanfaatkan momen ini sebagai sarana edukasi bagi siswa sekolah guna menanamkan kepedulian terhadap kelestarian alam dan ekosistem laut.

Baca Juga: Pria Curi Gelang Emas Milik Seorang Nenek Diciduk Polres Pangandaran

Anggota Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran, Hadiat Kelsaba, menekankan pentingnya memberikan edukasi konservasi kepada anak-anak sejak usia dini.

Menurut Hadiat, manusia memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

“Untuk mengedukasi anak sekolah, salah satunya beribadah kepada Yang Kuasa. Bukan hanya hablum minallah, tapi termasuk juga hablum minal alam,” kata Hadiat.

Peran Vital Penyu untuk Ekosistem Laut dan Pariwisata

Hadiat memaparkan bahwa penyu memegang peran sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Salah satu fungsi utamanya yakni menekan populasi ubur-ubur agar tetap seimbang.

Selain itu, kehadiran penyu memperkaya keanekaragaman hayati di sepanjang perairan Pangandaran.

“Supaya keberadaan penyu di wilayah perairan Pangandaran terjaga. Di mana penyu itu sangat penting dalam ekosistem laut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kelestarian penyu turut memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata daerah. Keanekaragaman hayati yang terjaga mampu menyedot perhatian para wisatawan untuk berkunjung ke Pangandaran.

Alasan BKSDA Memilih Kawasan Legok Jawa

BKSDA Pangandaran memilih pantai Legok Jawa sebagai titik pelepasliaran bukan tanpa alasan. Kawasan ini masih tergolong asri dan minim gangguan dari aktivitas manusia.

“Kawasan Legok Jawa belum terlalu dipengaruhi hiruk-pikuk aktivitas nelayan maupun wisatawan. Kondisi tersebut mendukung keberadaan penyu di kawasan tersebut,” katanya.

Di samping faktor alam yang mendukung, warga lokal Legok Jawa juga membentuk kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap perlindungan penyu.

“Mengingat untuk Legok Jawa itu masih terjaga dari mulai hiruk-pikuk nelayan, aktivitas wisatawan. Dan kebetulan di sana ada kelompok yang peduli terhadap binatang penyu tersebut,” ujar Hadiat.

Hadiat mengingatkan bahwa penyu merupakan salah satu jenis satwa purba yang masih mampu bertahan hidup hingga saat ini di wilayah perairan Pangandaran.

“Dan penyu pun salah satu binatang purba yang masih terdapat di wilayah Pangandaran,” pungkasnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru