PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Para pengguna jalan terpaksa memperlambat laju sepeda motor saat melintasi jalur Dusun Patinggen 1, Desa Karangpawitan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Lubang jalan yang menganga dan permukaan beton yang hancur memaksa setiap pengendara ekstra hati-hati memilih lintasan yang aman.
Kerusakan jalan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer ini terus mengancam keselamatan warga setempat. Padahal, akses lintasan ini menyokong seluruh rute harian warga, mulai dari urusan bekerja, bersekolah, hingga pengangkutan hasil bumi.
Baca Juga: Pasar Induk Bogor Pangandaran Sepi, Keramaian Cuma Bertahan 6 Bulan
Seorang warga setempat, Ayu (25), membeberkan bahwa pemerintah terakhir kali memperbaiki jalan tersebut belasan tahun lalu.
“Seingat saya, terakhir diperbaiki itu 2011, pembetonan jalan. Ingat betul saya masih usia sekolah dasar, main sama teman-teman di dekat sana, area sawah,” kata Ayu saat memberikan keterangan di kediamannya, Rabu (30/9/2026).
Sejak masa pembetonan pada 2011 tersebut, pemerintah belum pernah mengucurkan lagi program perbaikan berskala besar. Waktu yang terus berjalan membuat daya tahan konstruksi jalan terus menyusut drastis.
“Ya sampai sekarang belum pernah ada perbaikan. Sudah rusak ya pastinya karena sudah lama, pasti ada penurunan kualitas,” ujarnya.
Mencekam dan Gelap Gulita saat Malam Hari
Kerusakan jalan sebenarnya sudah menjadi pemandangan harian bagi masyarakat Patinggen 1. Namun, ancaman bahaya meningkat berlipat ganda saat malam hari tiba.
Minimnya sarana penerangan jalan umum (PJU) menyamarkan lubang-lubang dalam di sepanjang jalur beton tersebut. Pengendara motor terpaksa mengandalkan feeling dan lampu utama kendaraan sambil menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh.
“Yang paling menyulitkan itu kalau lewat sana malam-malam. Sudah gelap, eh jalan jelek,” kata Ayu.
Kondisi jalur yang merana sepanjang 1,5 kilometer ini memicu ketakutan tersendiri bagi warga yang melintas selepas matahari terbenam.
Menunggu Kepedulian Pemerintah Setelah 15 Tahun
Kerusakan merata yang menyelimuti seluruh ruas jalan kini mengganggu kenyamanan dan kelancaran mobilisasi warga. Pengendara roda dua menjadi kelompok yang paling rentan mengalami kecelakaan akibat terperosok ke dalam lubang jalan.
Ayu bersama warga Dusun Patinggen 1 sangat mengharapkan respon cepat dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk segera merenovasi jalan desa mereka.
Sebab, jalan sepanjang 1,5 kilometer tersebut merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Setelah menanti selama 15 tahun tanpa perbaikan, warga berharap pemerintah daerah segera menurunkan alat berat guna membangun kembali jalan pemukiman mereka.
(Sajidin)



