spot_imgspot_img
Sabtu 7 November 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dinsos Garut Tingkatkan 442 Operator Desa dan Kelurahan

GARUT, FOKUSJabar.id: Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) usai melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) bagi 442 operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) tingkat desa/kelurahan,

Kepala Dinsos Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana mengatakan, Bimtek menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas para operator dari 442 desa/kelurahan.

BACA JUGA:

BPKP Jabar Workshop Evaluasi Keuangan Desa 2026 di Garut

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari tingkat provinsi serta Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Badan Pusat Statistik (BPS).

“Operator desa/kelurahan kita upgrade skill-nya agar mereka lebih berkualitas lagi dalam melakukan penginputan data,” kata Marlinda.

Ia menegaskan, sumber data berasal dari tingkat desa/kelurahan. Namun, penentuan akhir desil DT-SEN di tetapkan oleh pemerintah pusat sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.

Data tersebut mengelompokkan status sosial ekonomi masyarakat ke dalam Desil 1 hingga 10.

Menurut Marlinda, DT-SEN merupakan hasil penggabungan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial dengan data kemiskinan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang di keluarkan oleh BPS.

Kepala Dinsos Garut juga menyoroti fenomena warga yang sebenarnya berada dalam kategori mampu atau Desil 6–10, tetapi meminta status desilnya di turunkan menjadi Desil 1–5 agar dapat memperoleh Bantuan Sosial (Bansos).

Menyikapi hal tersebut, Marlinda menginstruksikan para operator agar bekerja secara tegas dan teliti.

“Harus ada check and recheck serta ground check (pengecekan langsung ke lapangan) yang di lakukan operator,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Dinsos Garut akan melakukan evaluasi dengan turun langsung ke lapangan untuk mencegah kesimpangsiuran data.

Dinsos juga mengimbau warga yang berada pada Desil 6–10 agar jujur terhadap kondisi ekonominya dan tidak meminta penurunan desil.

BACA JUGA:

Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana 2026, Bupati Garut Tekankan 6 Langkah

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kabupaten Garut, Asep Nugraha menambahkan, Bimtek untuk menyamakan persepsi para operator dalam mendukung pelaksanaan kebijakan penanganan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

Selain itu untuk memperkuat sinergi dan koordinasi, mengoptimalkan peran operator SIKS-NG dalam pengelolaan DT-SEN, serta mewujudkan penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang terpadu, efektif, dan tepat sasaran.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru