spot_imgspot_img
Rabu 4 November 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana 2026, Bupati Garut Tekankan 6 Langkah

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin memimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Tahun 2026 di Lapang Apel Polres Garut, Kecamatan Karangpawitan, Rabu (4/11/2026).

Syakur menekankan pentingnya langkah pencegahan dan kerja sama lintas sektor untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah selama musim hujan.

BACA JUGA:

DWP Garut Gelar Lomba Hijab dan Tata Rias Pesta

Bupati mengingatkan, kondisi geografis Kabupaten Garut memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana. Karena itu, seluruh pihak di minta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana alam maupun sosial seiring meningkatnya curah hujan.

Ia juga menyampaikan data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang menunjukkan perubahan tingkat risiko bencana Kabupaten Garut.

Berdasarkan data tersebut, risiko bencana Kabupaten Garut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Berdasarkan data IRBI, indeks risiko bencana Kabupaten Garut tahun 2025 berada pada peringkat 281 secara nasional dengan kelas risiko sedang. Posisi ini turun 79 peringkat di bandingkan dengan IRBI tahun 2024 (peringkat 202). Di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Garut berada pada peringkat ke-6,” lanjutnya.

Menghadapi musim hujan 2026–2027, Bupati Garut menyampaikan enam langkah kesiapsiagaan yang perlu dilaksanakan oleh seluruh jajaran dan masyarakat.

  1. Memetakan daerah rawan bencana berdasarkan dokumen kajian risiko bencana, rencana kontinjensi pada Portal InaRISK atau sumber informasi lainnya.
  2. Melaksanakan apel kesiapsiagaan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, dan logistik penanganan darurat bencana. Selain itu, mengoptimalkan dana siap pakai apabila diperlukan dengan menetapkan status keadaan darurat bencana.
  3. Meningkatkan pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini secara berkala berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Melakukan analisis wilayah rawan bencana di masing-masing daerah serta menyebarkan informasi melalui sarana komunikasi yang tersedia.
  4. Memperkuat koalisi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, lembaga usaha, akademisi, dan media, serta memastikan posko darurat bencana beroperasi selama 24 jam.
  5. Meningkatkan edukasi dan sosialisasi kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas.
  6. Memastikan kesiapan dan keberfungsian sistem peringatan dini (Early Warning System) serta mekanisme penyampaian informasi kepada masyarakat.

BACA JUGA:

Bupati Garut Sambut Baik Pemeriksaan BPK Perwakilan Jabar

Bupati Garut juga mengingatkan para pimpinan kewilayahan agar aktif menyampaikan laporan secara berkala dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Ia meminta para camat dan lurah segera melakukan pembersihan drainase untuk mengantisipasi potensi bencana di wilayah perkotaan.

Bupati Garut menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI-Polri dan seluruh komponen masyarakat atas dukungan dalam upaya kesiapsiagaan bencana.

“Saya yakin kalau upaya kita lebih aktif lagi dalam melakukan preventif, maka bisa dilakukan penghematan dan juga bisa memberikan rasa aman, nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru