BANDUNG,FOKUSJabar.id: Faunaland mulai menyusun struktur organisasi dan tim kerja baru untuk menyokong operasional Bandung Zoo. Langkah ini menjadi bagian dari tahapan revitalisasi dan persiapan pembukaan kembali kebun binatang tersebut bagi masyarakat umum.
Penyusunan tim ini berlangsung secara bertahap menyesuaikan progres penataan kawasan serta kebutuhan operasional kebun binatang. Hingga saat ini, manajemen masih menutup Bandung Zoo dari kunjungan publik.
Baca Juga: Pemilik Baliho Roboh di Buah Batu, Dipanggil Satpol PP Bandung
General Manager Faunaland, Dwiki G. Prakoso, menegaskan bahwa pihaknya sangat menghargai kontribusi para pekerja yang selama ini mengabdi di Bandung Zoo, termasuk selama periode penutupan operasional.
Para pekerja tersebut memegang peran krusial dalam menjaga keamanan kawasan serta memastikan keberlangsungan perawatan satwa harian.
“Kami mengapresiasi kontribusi dan dedikasi seluruh karyawan Bandung Zoo yang selama ini telah menjaga kawasan dan merawat satwa, termasuk selama masa penutupan. Kami memahami bahwa perubahan pengelolaan membawa penyesuaian, termasuk dalam organisasi dan kebutuhan tim,” kata Dwiki pada Rabu (30/9/2026).
Dwiki menjelaskan bahwa perubahan manajemen menuntut penyesuaian struktur serta kompetensi personel agar sesuai dengan kebutuhan pengembangan Bandung Zoo di setiap fase.
“Karena itu, kami ingin memastikan proses ini berjalan dengan baik dan tetap menghargai pengalaman serta kontribusi yang telah diberikan selama ini. Pada saat yang sama, kami perlu mempersiapkan tim sesuai dengan kebutuhan pengelolaan Bandung Zoo dalam setiap fase perkembangannya,” ujarnya.
Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Satwa dan Fasilitas Kawasan
Selain merancang struktur organisasi, Faunaland saat ini terus mematangkan proses revitalisasi fisik kawasan, menaikkan standar kesejahteraan (animal welfare) satwa, serta menyiapkan seluruh aspek teknis operasional sebelum menyambut kembali kedatangan pengunjung.
Dwiki menyebutkan bahwa penyerapan tenaga kerja akan terus bertambah seiring meningkatnya dinamika aktivitas di Bandung Zoo.
“Seiring dengan perkembangan pengelolaan dan meningkatnya kebutuhan operasional, kebutuhan tim juga akan berkembang. Faunaland akan menyesuaikan kebutuhan tersebut dengan struktur organisasi dan kompetensi yang diperlukan, termasuk melihat peluang pengembangan tim sesuai dengan kebutuhan pada tahap selanjutnya,” ucap Dwiki.
Pertahankan Nilai Sejarah dan Fungsi Edukasi Bagi Warga Bandung
Faunaland memahami sepenuhnya posisi historis Bandung Zoo yang melekat kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Kota Bandung. Oleh karena itu, skema pengelolaan baru akan terus menguatkan tiga fungsi utama kawasan, yakni sebagai ruang konservasi, sarana edukasi, dan wahana rekreasi.
“Yang kami persiapkan bukan hanya kawasan dan fasilitasnya, tetapi juga organisasi yang dapat mendukung pengelolaan Bandung Zoo secara berkelanjutan. Kami berharap proses ini dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya pada akhirnya membawa Bandung Zoo hadir kembali dengan standar pengelolaan yang semakin baik bagi satwa dan masyarakat,” pungkas Dwiki.
(Yusuf Mugni)



