spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 270

Bayi Perempuan Diduga Ditelantarkan, Ibunya Kabur Ke Goa di Pangandaran

0
Pangandaran
Suasana Evakuasi salah seorang Perempuan di dalam Goa.(Sajidin/fokusjabar.id)

‎PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Seorang ibu yang di duga menelantarkan anaknya di terminal Kalipucang, Kabupaten Pangandaran melarikan diri masuk ke dalam Goa Lembah Putri, Putrapinggan.

‎Proses evakuasi berlangsung dramatis. Perempuan tersebut melakukan perlawanan hendak di keluarkan dari persembunyiannya.

‎Tak hanya melakukan perlawanan. Situasi gelap gulita menjadi kendala utama dalam proses evakuasi di dalam Goa.

Baca Juga: Orang Tua yang Diduga Meninggalkan Bayi Perempuan Dicari Polres Pangandaran 

‎Kapolsek Kalipucang Iptu Ridwan mengatakan, kondisi di dalam goa minim dengan oksigen. Karena itu, pihaknya hanya melakukan pemantauan di lokasi sembari menunggu bantuan tim tambahan.

‎”Kami hanya memantau perkembangan lebih lanjut menunggu bantuan datang,” kata Iptu Ridwan di lokasi Goa Jumat, (7/8/2026) siang.

‎Ridwan mengatakan, saat ini anak yang bersangkutan telah di tangani oleh Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran.

‎Hingga berita ini terbit, petugas gabungan masih berupaya melakukan evakuasi terhadap ibu tersebut dengan memperhatikan faktor keselamatan. 

‎Sebelumya, Jajaran Polsek Kalipucang Polres Pangandaran menangani penemuan seorang bayi perempuan yang di duga di tinggalkan orang tuanya di kawasan Terminal Kalipucang.

‎Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, melalui Kapolsek Kalipucang IPTU Ridwan mengatakan, penemuan berawal dari laporan warga bernama Silvi Sukriyanti.

‎Menurut keterangan pelapor, penemuan bayi tersebut bersama seorang perempuan yang kemungkinan ibu kandungnya di Musala Terminal Kalipucang.

Baca Juga: Kronologis Bayi Perempuan 8 Bulan Ditinggal di Terminal Kalipucang Pangandaran

‎”Menurut keterangan pelapor, perempuan tersebut sempat memandikan bayi di musala terminal. Saat di ajak berkomunikasi, jawabannya tidak jelas atau mengelantur,” ujar Kapolsek.

‎IPTU Ridwan menyebut, perempuan itu menitipkan bayi kepada pelapor dengan pesan agar dirawat selama 10 hari dan tidak di serahkan kepada siapa pun. 

‎Namun perempuan tersebut tidak bersedia memberikan identitasnya. Tidak lama setelah itu ia pergi meninggalkan lokasi.

(Sajidin)

Pria Ditemukan Tak Bernyawa Dekat Mako Polres Banjar

0
polres banjar
Lokasi penemuan mayat dekat Mako Polres Banjar. (Foto: Agus Purwadi)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Warga Lingkungan Cikadu, Kota Banjar mendadak gempar Jumat (7/8/2026) pagi. Seorang pria bernama Asep Komara ditemukan tewas bersimbah darah di samping warung milik istrinya. Ironisnya, lokasi kejadian tragis ini hanya berjarak sekitar 100 meter dari Mako Polres Banjar.

Korban diduga kuat menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam (sajam), mengingat ditemukannya sejumlah luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya.

Kronologi Penemuan Korban di Pagi Hari

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istri korban sekitar pukul 06.00 WIB. Salah satu warga setempat, Nana Gunawan, menceritakan bahwa insiden terungkap saat sang istri hendak mengantarkan anak mereka pergi sekolah dan menyempatkan diri mampir ke warung.

BACA JUGA: Pemkot Banjar, Polres dan Kadin Nobar Final Piala Presiden 2026

“Yang pertama melihat itu istrinya ketika mau antar anaknya sekolah. Mengetahui kondisi suaminya bersimbah darah, sang istri langsung menjerit dan berteriak histeris meminta pertolongan,” ujar Nana.

Jeritan histeris sang istri seketika memancing kedatangan warga sekitar. Saat ditemukan, korban tergeletak di samping warung dengan mengenakan kemeja berwarna biru dan celana panjang hitam. Kondisinya sangat mengenaskan karena tubuhnya sudah bersimbah darah, di mana warga melihat sedikitnya ada dua luka tusukan benda tajam pada bagian perut korban.

Melihat korban sudah tidak bernyawa, warga langsung berkoordinasi dengan pengurus RT 29 RW 13, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.

Polisi Sterilkan Lokasi dan Terjunkan Tim Inafis

Menerima laporan dari masyarakat, pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian. Saat ini, garis polisi (police line) telah terpasang membentang di sekeliling area warung untuk menjaga kesterilan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

BACA JUGA: 3 Rumah di Mekarsari Kota Banjar Dilalap Si Jago Merah

Tim Inafis Polres Banjar juga telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP secara mendalam, mengumpulkan barang bukti, serta mengidentifikasi motif di balik kasus dugaan pembunuhan ini. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap dan menangkap pelaku penusukan tersebut.

(Agus Purwadi)

SDN 026 Bojongloa Digembok, Farhan Pasang Badan Lindungi 900 Siswa

0
SDN 026 bojongloa
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Foto: Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan sengketa lahan di SD Negeri 026 Bojongloa, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung tidak boleh mengorbankan hak ratusan siswa untuk mendapatkan pendidikan.

Farhan bahkan menyatakan siap pasang badan agar proses belajar sekitar 900 siswa tetap berjalan di tengah konflik hukum yang membuat sekolah tersebut kembali terdampak penggembokan.

Farhan menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghormati putusan pengadilan terkait status lahan sekolah. Namun, pelaksanaan putusan tersebut menurutnya tetap harus mempertimbangkan kepentingan dan hak anak.

BACA JUGA: Waduh! Gerbang SDN 026 Bojongloa Bandung Digembok Ahli Waris

“Hak anak mendapatkan pendidikan harus berada di atas semua ketentuan legal formal. Putusan hukum tetap kami hormati, tetapi memindahkan sekitar 900 siswa sekaligus tentu tidak semudah itu,” kata Farhan saat meninjau SDN 026 Bojongloa, Jumat (7/8/2026).

Sebagai langkah sementara, Pemkot Bandung menyiapkan relokasi kegiatan belajar mengajar secara bertahap ke SDN 148. Proses pemindahan ditargetkan mulai dilakukan dalam waktu sekitar dua hingga tiga pekan ke depan.

Menurutnya, relokasi tidak akan dilakukan secara mendadak. Sekolah perlu menyiapkan ruang belajar, tenaga pendidik, hingga melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa.

“Kami tidak ingin perpindahan dilakukan secara mendadak. Semua harus dipersiapkan dengan baik agar anak-anak tetap nyaman belajar,” katanya.

Selain relokasi sementara, Pemkot Bandung juga menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah pengganti di kawasan Cibaduyut Kidul. Namun, rencana tersebut masih menghadapi penolakan dari sebagian warga sekitar.

Farhan memastikan pemerintah akan mengedepankan dialog dan musyawarah untuk mencari solusi sehingga pembangunan sekolah baru tetap dapat direalisasikan.

“Saya yakin melalui musyawarah warga akan membuka hati dan pikirannya sehingga pembangunan sekolah bisa dilakukan demi kepentingan anak-anak,” ungkapnya.

Relokasi SDN 026 Bojongloa

Di tengah proses penyelesaian tersebut, Farhan juga meminta pihak ahli waris yang memenangkan perkara sengketa lahan memberikan waktu kepada Pemkot Bandung untuk melakukan relokasi serta menyiapkan sekolah pengganti.

Farhan bahkan menyatakan dirinya bersama jajaran Pemkot Bandung siap bertanggung jawab agar tidak terjadi penolakan terhadap siswa selama proses pemindahan.

“Saya bersama seluruh jajaran akan pasang badan. Menurut saya, tidak manusiawi apabila ada orang yang mengusir atau menolak anak-anak yang ingin sekolah. Yang bersengketa adalah pemerintah dengan ahli waris, bukan anak-anak,” ucapnya.

BACA JUGA: Gerbang SDN 026 Bojongloa Bandung Digembok Lagi, Murid Terpaksa PJJ di Tengah Sengketa Lahan

Untuk mencegah kembali terjadinya penggembokan sekolah, Farhan menginstruksikan Camat Bandung Kidul bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) melakukan patroli selama 24 jam di sekitar sekolah.

Farhan meminta setiap potensi aksi penggembokan segera dilaporkan kepadanya.

“Saya tidak ingin ada lagi sekolah yang digembok. Kalau ada upaya seperti itu laporkan langsung kepada saya. Pendidikan anak-anak tidak boleh terganggu,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Aksi Mandiri Warga Banjarsari Ciamis Patungan Perbaiki Jalan

0
Banjarsari
Salah satu ketua Rt di Desa Ciherang Kecamatan Banjarsari Ciamis di jalan hasil patungan warga. (Foto: Istimewa)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Warga Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mengambil langkah swadaya. Secara bergotong royong, warga mengumpulkan dana pribadi (patungan) untuk meratakan dan menambal ruas jalan yang rusak parah di wilayah mereka sepanjang kurang lebih 500 meter.

Aksi kesadaran lingkungan ini warga lakukan mengingat kondisi jalan kabupaten yang melintasi desa tersebut sudah sangat memprihatinkan. Lubang-lubang besar yang menganga tak hanya mengganggu kenyamanan mengendara, tetapi juga kerap memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua di musim penghujan.

Hasil Swadaya dan Inisiatif Bersama

Salah satu ketua RT di lingkungan tersebut Stepani mengatakan bahwa dana tersebut terkumpul dari warga yang berada di tujuh RT, semuanya memiliki inisiatif yang sama untuk memperbaiki jalan. 

BACA JUGA: Nobar Persib Pada Final Piala Presiden 2026 Satukan Ribuan Warga Ciamis, UMKM Ikut Ketiban Berkah

“Terkumpul sekitar Rp 15 juta dan kita pun gotong royong mengerjakan perbaikan jalan ini meskipun dengan bahan seadanya,” kata Stepani.

Dana yang terkumpul dari kantong warga untuk membeli material penambal jalan, seperti batu belah, pasir, hingga semen. Kerja bakti ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, hingga bapak-bapak yang secara sukarela menyumbangkan tenaga sejak pagi hari.

Salah seorang warga setempat menyampaikan bahwa aksi patungan ini murni lahir dari keprihatinan bersama atas keselamatan dan kelancaran ekonomi warga.

“Kasihan anak-anak sekolah dan warga yang mau mengangkut hasil tani. Lubangnya makin dalam dan berbahaya. Daripada terus memakan korban, lebih baik kami swadaya seadanya dulu,” ujarnya.

BACA JUGA: Disdukcapil Ciamis Hadirkan Inovasi “Pelaminan Pengantin”

Harapan Perhatian Pemerintah Daerah

Meskipun penambalan secara swadaya ini mampu mengurangi risiko bahaya dalam jangka pendek, warga menyadari kekuatan konstruksi ala kadarnya tersebut tidak akan bertahan lama, terlebih saat intensitas hujan tinggi.

Oleh karena itu, warga Desa Ciherang berharap aksi nyata yang mereka lakukan ini mendapat respon cepat dan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Ciamis serta instansi terkait, agar pengaspalan atau betonisasi permanen dapat segera anggarkan dan realisasikan.

(Anthika Asmara)

Dudukuy Lansia Pangandaran Disulap jadi Simbol Semangat Kemerdekaan

0
Dudukuy Lansia Pangandaran fokusjabar.id
Puluhan Lansia saat merias Dudukuy

‎PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Tumpukan topi caping atau dudukuy memenuhi teras sebuah rumah di Dusun Patinggen 1, Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar), Jumat (7/8/2026).

‎Di tangan belasan perempuan lanjut usia (lansia), tudung yang biasa di pakai ke sawah itu kini berubah wajah jadi atribut karnaval merah putih.

BACA JUGA:

Ganti Rugi Bangkai Tongkang Batu Bara di Pangandaran Belum Cair, Pemkab Tunggu Hitungan KLH

‎Satu per satu dudukuy di hias cat putih, rumbai merah putih hingga potongan kertas mengilap yang di tempel di pinggirannya. Sebagian juga di beri tulisan “KJP” berwarna merah sebagai identitas kelompok mereka.

‎Suasananya santai. Sambil ngobrol dan sesekali tertawa, jemari mereka telaten merekatkan setiap hiasan.

‎Bagi mereka, menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan hanya soal upacara atau lomba. Di usia senja, mereka tetap ingin ikut memeriahkannya.

‎”Minggu depan sebelum upacara 17 Agustus, di tingkat kecamatan ada gerak jalan, jalan santai, pawai karnaval. Kita ingin juga lah memeriahkan,” kata salah seorang perias Dudukuy.

‎Sekitar 10 lansia berkumpul sejak pagi di rumah rekannya. Ada yang mengoles lem, menggunting kertas, ada juga yang merapikan rumbai agar melingkar sempurna di tepi dudukuy.

‎Mereka sengaja memilih dudukuy karena benda itu dekat dengan keseharian. Hampir semua perias adalah perempuan yang terbiasa ke kebun dan sawah dengan dudukuy di kepala. Kini alat pelindung dari panas itu di sulap jadi simbol kebanggaan.

‎Agar tak membebani keluarga, mereka patungan Rp5.000 per orang. Uangnya di pakai beli lem dan kertas hias. Selebihnya memanfaatkan bahan yang ada di rumah.

‎”Ya kita patungan aja lima ribu rupiahuntuk beli lem dan kertas. Kalau yang lainnya itu kita manfaatkan yang ada di rumah,” ujarnya.

‎Semangat gotong royong terasa kuat. Tidak ada pembagian tugas kaku. Kalau ada yang kesulitan, langsung di bantu. Hasilnya pun tidak harus sama. Setiap dudukuy punya corak berbeda, tapi tetap dominan merah putih.

‎BACA JUGA:

Orang Tua yang Diduga Meninggalkan Bayi Perempuan Dicari Polres Pangandaran 

‎Bagi mereka, proses menghias ini justru yang paling penting. Momen berkumpul dan bekerja bareng jadi cara menjaga kebersamaan di dusun.

‎Tradisi pawai karnaval tingkat kecamatan tiap tahun jadi alasan mereka tetap antusias. Meski sudah lansia, semangat untuk tampil tidak pernah padam.

‎Lewat dudukuy yang di hias sederhana itu, mereka ingin menunjukkan perayaan kemerdekaan tidak harus mewah. Perlengkapan bertani sehari-hari pun bisa jadi simbol cinta Indonesia saat di pakai pawai.

‎Dari teras sederhana di Dusun Patinggen 1, semangat kemerdekaan tumbuh dari tangan-tangan yang sudah lama akrab dengan sawah dan ladang.

(Sajidin)

Disdukcapil Ciamis Hadirkan Inovasi “Pelaminan Pengantin”

0
Pelaminan Pengantin ciamis fokusjabar.id
Inovasi PELAMINAN PENGANTIN Disdukcapil Kabupaten Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pasangan yang melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) kini tidak perlu lagi repot mengurus perubahan dokumen kependudukan secara terpisah. Melalui inovasi Pelaminan Pengantin, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis menghadirkan layanan terintegrasi.

Mereka langsung memperoleh dokumen kependudukan terbaru setelah menikah.

BACA JUGA:

Disdukcapil Ciamis Perkuat Kolaborasi dengan KUA dan Kemenag

Inovasi tersebut di sosialisasikan dalam Rapat Dinas Tetap (Radintap) yang di gelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis bersama seluruh Kepala KUA.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Ciamis, Yayan M. Supyan mengatakan, layanan Pelaminan Pengantin merupakan salah satu upaya pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah dan efisien.

“Kami ingin masyarakat tidak lagi di repotkan dengan proses administrasi setelah menikah. Melalui Pelaminan Pengantin, pasangan yang menikah di KUA bisa langsung menerima Buku Nikah, Kartu Keluarga baru dan KTP elektronik yang telah di perbarui status perkawinannya,” ujar Yayan.

BACA JUGA:

Kapolres Ciamis Sebut Media Mitra Strategis Polri, PWI Siap Perkuat Sinergi untuk Publik

Menurutnya, layanan tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan administrasi kependudukan yang mengedepankan kecepatan dan kemudahan.

Dengan pembaruan data yang di lakukan secara terintegrasi, masyarakat tidak perlu datang kembali hanya untuk mengubah status pada dokumen kependudukan.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, inovasi ini juga di nilai mampu meningkatkan akurasi data kependudukan karena setiap peristiwa perkawinan dapat langsung tercatat dalam sistem administrasi.

BACA JUGA:

Nobar Persib Pada Final Piala Presiden 2026 Satukan Ribuan Warga Ciamis, UMKM Ikut Ketiban Berkah

“Harapan kami, setiap perubahan status kependudukan dapat langsung di ikuti dengan pembaruan dokumen. Dengan begitu, data kependudukan akan semakin akurat sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” katanya.

Melalui inovasi tersebut, Disdukcapil berharap pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Ciamis semakin efektif sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang cepat, mudah dan terintegrasi.

(Mia)

Disdukcapil Ciamis Perkuat Kolaborasi dengan KUA dan Kemenag

0
disdukcapil ciamis fokusjabar.id
Disdukcapil Ciamis Perkuat Kolaborasi dengan KUA dan Kemenag

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) memperkuat sinergi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk meningkatkan kualitas pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) kepada masyarakat.

Penguatan kerja sama tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Dinas Tetap (Radintap) Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis yang di ikuti seluruh Kepala KUA, Kamis (6/8/2026) kemarin.

BACA JUGA:

Kapolres Ciamis Sebut Media Mitra Strategis Polri, PWI Siap Perkuat Sinergi untuk Publik

Kepala Disdukcapil Kabupaten Ciamis, Yayan M. Supyan menilai, koordinasi dengan KUA menjadi kunci dalam mewujudkan tertib adminduk. Terutama berkaitan dengan pencatatan peristiwa perkawinan.

“KUA merupakan mitra strategis Disdukcapil karena setiap peristiwa perkawinan menjadi dasar pembaruan data kependudukan. Semakin cepat data di sampaikan, semakin cepat pula masyarakat memperoleh dokumen yang sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujar Yayan.

Menurutnya, sinergi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelaporan data perkawinan. Tetapi juga pelayanan lain yang membutuhkan dukungan antarinstansi. Seperti penyediaan data register Buku Nikah bagi masyarakat yang kehilangan dokumen sebagai persyaratan pengurusan akta kelahiran anak.

BACA JUGA:

30 Pejabat Ciamis Lulus PKA Mandiri, Digitalisasi Aset Jadi Inovasi Terbaik

Selain itu, Disdukcapil juga mengajak seluruh KUA untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat yang masih melaksanakan pernikahan siri agar mengajukan isbat nikah melalui Pengadilan Agama. Sehingga status perkawinan dapat di catat secara resmi.

“Kolaborasi ini bukan hanya soal pertukaran data, tetapi bagaimana kita bersama-sama memastikan masyarakat memperoleh kepastian hukum dan kemudahan dalam mengakses seluruh layanan adminduk,” jelasnya.

Yayan menambahkan, kerja sama yang semakin erat antara Disdukcapil, Kementerian Agama dan KUA di harapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif, sekaligus mendukung validitas data kependudukan.

BACA JUGA:

Aksi Gotong Royong Mengharukan, Warga dan TNI Bersihkan Puing Tiga Rumah yang Terbakar di Ciamis

Melalui penguatan sinergi tersebut, Disdukcapil berkomitmen terus membangun sistem pelayanan yang terintegrasi. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh layanan adminduk secara cepat, tepat dan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

(Mia)