spot_img
Sabtu 31 Januari 2026
spot_img
Beranda blog

Panorama Indah Langit Senja Pantai Pangandaran

0
senja pantai pangandaran@fokusjabar.id
Suasana senja di pantai pangandaran Jawa Barat.(foto; Nanang Yudi/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Suasana yang indah ketika senja datang di langit pantai pangandaran, warna kuning dan biru menambah keindahan. Di tambah dengan derunya buih ombak yang datang menghampiri bibir pantai, menambah semakin betah mata memandang.

Hanya di pantai Pangandaran Jawa Barat, para wisatawan bisa menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari.

Sehingga, pada waktu pagi datang, di Pantai timur Pangandaran banyak terlihat para wisatawan. Menunggu untuk menyaksikan matahari yang seakan muncul dari dasar laut.

Baca Juga: Banyak Sampah di Jembatan Sodongkopo, Bupati Pangandaran Gerak Cepat

Begitu pula, saat senja datang, pantai barat pangadaran akan menyuguhkan kepada para wisatawan. Yaitu panorama terbenamnya matahari seakan masuk ke dalam lautan.

“Begitu indahnya saat senja datang di pantai timur pangandaran, langit di atas lautan begitu mempesona. Dengan warna-warni yang mengiasinya,” ungkap Kenia wisatawan asal Tasikmalaya, Sabtu (31/1/2026).

Menurutnya, refreshing ke pantai pangandaran tidak pernah membosankan, malah menambah kecanduan di saat datangnya waktu akhir pekan.

“Di sini kalau lihat matahari terbit datang ke pantai timur, kalau meihat matahari terbenam ke pantai barat. Jadi memang sangat menakjubkan pantai pangandaran ini atas kekuasaan Allah SWT,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, ikon baru Kabupaten Pangandaran terus bermunculan, seperti Jembatan Sodongkopo. Yang kini sangat viral di berbagai sosial media juga pemberitaan.

“Jadi, tidak ada hentinya Kabupaten Pangandaran ini membuat kejuatan bagi masyarakat khususnya bagi wisatawan. Jadi kan ingin tahu juga untuk melihat jembatan Sodongkopo,” tuturnya.

Masjid Ar Rohman

Masjid Jami Ar Rohman, kata Kenia, juga menjadi ikon Kabupaten Pangandaran dengan daya tarik tersendiri. Karena, kubahnya berbentuk baret hijau dengan di hiasi bintang empat.

“Jadi bisa berwisata religi juga, karena uniknya Masjid Ar Rohman dengan menaranya juga bentuknya peluru. Lokasinya berada di Kecamatan Cijulang ya,” ucapnya.

Baca Juga: Gubernur Jabar Bangun Jembatan Sodongkopo Pangandaran, “Terimakasih Bapak Aing”

Perjalanan ke pantai batu karas, dengan adanya jembatan Sodongkopo, Kenia menyampaikan, tentu akan lebih mempersingkat waktu tempuh.

“Sebelum ke pantai batu karas kan mampir dulu ke grand canyon. Dan juga ke Masjid Jami Ar Rohman di jalan raya Cijulang. Di tambah ada panser juga tambah lagi ikoniknya, pokoknya candu banget berlibur ke Pangandaran,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Masjid Jami Ar Rohman di bangun oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subianto. Yang merupakan putera terbaik bangsa Indonesia, pituin dari Cijulang Kabupaten Pangandaran.

(Nanang Yudi)

Garut Masuk Panggung Global, Global Game Jam 2026 Resmi Digelar

0
Garut, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, membuka Kegiatan 'GLOBAL GAME JAM 2026,' yang dilaksanakan di Gedung Pemuda Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Jum'at (30/1/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Kabupaten Garut resmi menapaki panggung teknologi global melalui pembukaan Global Game Jam (GGJ) 2026. Perhelatan pengembangan gim berskala dunia ini dibuka langsung Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, di Gedung Pemuda, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (30/1/2026).

Beni menyampaikan apresiasi kepada komunitas pengembang gim lokal yang berhasil menghadirkan agenda global tersebut ke Garut. Menurutnya, teknologi digital harus berperan sebagai media strategis untuk mengenalkan potensi daerah ke dunia internasional.

Baca Juga: FK2PMD Ingin DPRD Garut Tingkatkan Pengawasan Terhadap Kawasan LP2B

“Teknologi jangan hanya berhenti pada inovasi, tetapi juga harus mampu menjadi jembatan promosi kekayaan daerah,” ujar Beni.

Dorong Kolaborasi dengan Kearifan Lokal

Beni mendorong para pengembang gim untuk menjalin kolaborasi aktif dengan komunitas seni dan budaya, termasuk Dewan Kesenian Kabupaten Garut (DKKG). Ia menilai sinergi tersebut akan membuka ruang bagi pengenalan budaya, sejarah, hingga kuliner khas Garut melalui medium gim digital.

“Saya berharap para developer lebih banyak berinteraksi dengan komunitas seni dan budaya agar potensi lokal Garut bisa hadir dalam karya gim,” katanya.

Garut Lengkapi Jejaring GGJ Jawa Barat

Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparbud Provinsi Jawa Barat, Rispiaga, menjelaskan bahwa GGJ Jawa Barat telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Tahun ini, keikutsertaan Garut melengkapi kolaborasi lintas daerah yang terus berkembang.

Ia menyebutkan, penyelenggara menargetkan hasil karya gim mampu terhubung dengan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb), sehingga memiliki ciri khas dan daya saing di pasar global.

Tantangan Kreatif 48 Jam

Ketua Pelaksana GGJ Garut, Dzulkifli Patra Setiawan, menjelaskan bahwa Global Game Jam merupakan ajang pengembangan gim secara serentak di seluruh dunia selama 48 jam nonstop. Di Garut, kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026.

Ajang ini melibatkan talenta lintas disiplin, mulai dari programmer, game artist, sound designer, hingga game designer.

“Global Game Jam bukan sekadar ajang bermain gim. Kegiatan ini menjadi ruang pembuktian bahwa talenta muda Garut memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, khususnya industri gim,” tegas Dzulkifli.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut, KNPI, serta seluruh mitra komunitas yang mendukung penguatan ekosistem teknologi digital di Kota Intan.

(Y.A. Supianto)

Disbudpora Ciamis Dorong Budaya Bersih Jadi Identitas Masyarakat

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Kepala Disbudpora Ciamis, Dr. Dian Budiyana, M.Si., usai memimpin kegiatan bersih-bersih di kawasan Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (31/01/2026) sore.

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis menegaskan bahwa kebersihan bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari nilai budaya yang harus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Disbudpora Ciamis, Dian Budiyana, usai memimpin kegiatan bersih-bersih di kawasan Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (31/1/2026) sore.

Baca Juga: PSGC Ciamis Dekati Liga 2, Balad Galuh Siap Gelar Syukuran

“Budaya tidak hanya berbicara tentang masa lalu. Nilai budaya harus hadir dan berlangsung hari ini. Budaya bersih harus menjadi kebiasaan sekaligus identitas warga Ciamis,” ujar Dian.

Kegiatan kebersihan mulai sejak siang hari di lingkungan Kantor Disbudpora Ciamis. Pada sore harinya, kegiatan berlanjut ke kawasan Stadion Galuh, mencakup area depan stadion, bagian belakang, hingga wilayah perbatasan yang berdekatan dengan terminal dan pasar.

Dian menekankan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif. Ia mengingatkan Ciamis telah terkenal sebagai salah satu daerah terbersih di tingkat ASEAN, sehingga komitmen menjaga kebersihan harus terus meningkat.

“Prestasi itu tidak boleh berhenti sebagai simbol. Kebersihan tidak cukup bergantung pada petugas saja, tetapi harus tumbuh dari kesadaran semua pihak, termasuk ASN,” katanya.

Budaya Bersih dan Rasa Memiliki

Selain menjaga lingkungan, kegiatan tersebut juga bertujuan membentuk karakter aparatur ASN. Melalui aksi langsung, harapannya ASN menumbuhkan disiplin, rasa memiliki, dan tanggung jawab terhadap fasilitas olahraga sebagai aset publik.

“Sarana olahraga merupakan ruang hidup masyarakat. Menjaganya berarti menjaga kenyamanan bersama,” ujar Dian.

Pemilihan hari Sabtu untuk menyesuaikan agenda kerja sekaligus memanfaatkan waktu libur sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian kolektif.

Dian memastikan kegiatan serupa akan terus berlanjut. Ia menyebut masih terdapat tumpukan limbah rumput stadion di sejumlah titik, terutama di area pintu keluar sisi timur.

“Kami lanjutkan besok agar kebersihan dan kenyamanan stadion benar-benar terjaga,” jelasnya.

Aksi bersih-bersih tersebut mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Sejumlah masyarakat yang beraktivitas di kawasan Stadion Galuh tampak ikut tergerak dan berpartisipasi.

Dian berharap budaya bersih dapat tumbuh menjadi gerakan bersama masyarakat Ciamis. Kemudian berjalan secara konsisten atas kesadaran sendiri, serta dapat menerapkannya di lingkungan rumah, kantor, dan ruang publik.

“Ketika budaya bersih sudah melekat, dampaknya bukan hanya lingkungan yang sehat, tetapi juga kualitas hidup masyarakat yang semakin baik,” pungkasnya.

(Nank Irawan)

PSGC Ciamis Dekati Liga 2, Balad Galuh Siap Gelar Syukuran

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketua Balad Galuh Ciamis, Dian Ghozin

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Asa PSGC Ciamis untuk kembali berlaga di Liga 2 kian mendekati kenyataan. Skuad Laskar Galuh kini hanya membutuhkan satu langkah lagi setelah menyingkirkan Batavia FC melalui drama adu penalti pada babak delapan besar.

Pada laga semifinal, PSGC Ciamis bakal menghadapi Dejan FC, tim kuat yang berstatus juara grup. Dejan FC melaju ke empat besar usai menaklukkan Pekanbaru dengan skor meyakinkan 4–2.

Baca Juga: Mojang Priangan U-18 Menang Tipis atas Saswco Mojang

Ketua DPP Balad Galuh, Ghozin, menyebut kerinduan untuk melihat PSGC Ciamis kembali ke Liga 2 tidak hanya hidup di kalangan suporter, tetapi juga menguat di tengah masyarakat Tatar Galuh.

“Keinginan kembali ke Liga 2 bukan hanya harapan suporter, tapi juga mimpi masyarakat Ciamis,” kata Ghozin saat dihubungi, Jumat (30/1/2026).

Ghozin menjelaskan, peluang promosi masih terbuka lebar meski hasil semifinal belum berpihak. Kompetisi musim ini menyediakan tiga tiket promosi ke Liga 2, sehingga tim yang gagal melangkah ke final tetap memiliki kesempatan melalui laga play off perebutan posisi ketiga.

“Kalau pun nanti kalah di semifinal, PSGC Ciamis masih punya peluang lewat play off. Artinya, peluang promosi tetap ada,” ujarnya.

Euforia Ciamis Mulai Terasa

Meski demikian, Ghozin berharap Laskar Galuh mampu menuntaskan perjuangan lebih cepat dengan kemenangan di semifinal. Menurutnya, keberhasilan promosi akan memicu euforia besar di Ciamis.

“Kami sangat berharap tahun ini menjadi waktunya PSGC Ciamis. Kalau lolos ke Liga 2, kami tidak bisa membayangkan bagaimana euforia masyarakat Tatar Galuh,” ucapnya.

Sebagai bentuk rasa syukur, Ghozin juga menyatakan kesiapan Balad Galuh untuk menggelar acara syukuran apabila PSGC Ciamis berhasil promosi. Ia menilai syukuran sebaiknya diisi dengan kegiatan yang memberi manfaat sosial.

“Bisa dengan doa bersama dan santunan. Itu bentuk rasa syukur atas nikmat dan perjuangan tim,” katanya.

Di akhir, Ghozin mengajak seluruh pemain untuk menjaga fokus dan mental menjelang laga penentuan. Ia berharap para pemain mampu mengembalikan PSGC Ciamis ke masa kejayaan.

“Fokus pada satu pertandingan ke depan. Bawalah PSGC Ciamis kembali ke tempat yang semestinya,” tuturnya.

FK2PMD Ingin DPRD Garut Tingkatkan Pengawasan Terhadap Kawasan LP2B

0
FK2PMD swasembada pangan fokusjabar.id
Ketua I FK2PMD, Dadang Sudrajat

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua 1 Forum Ketahanan dan Kemandirian Pangan Masyarakat Desa (FK2PMD), Dadang Sudrajat angkat bicara soal swasembada pangan di Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar).

Menurut Dia, untuk mempertahankan swasembada pangan, DPRD sebagai lembaga yang salah satu fungsinya mengawasi Pemerintah Daerah sudah saatnya meningkatkan pengawasan terhadap lahan pertanian sebagaimana di atur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Garut No3 tahun 2016.

BACA JUGA:

Al Mashduqi Invincible Swimsquad Siap Cetak Perenang Berprestasi

“Lembaga legislatif sudah saatnya meningkatkan pengawasan terhadap lahan pertanian yang masuk dalam kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B),” kata Dadang kepada FOKUSJabar, Sabtu (31/1/2026).

Dia menyebut, saat ini kondisi riil di lapangan banyak terjadi alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan Perda Kabupaten Garut tentang LP2B.

Di mana Perda No3 tahun 2026 mengamanatkan bahwa kawasan LP2B harus di pertahankan hingga tahun 2031.

“Kami berharap, DPRD segera meminta pertanggungjawaban Pemda terkait peran pembinaan yang di lakukan. Sehingga wilayah LP2B bisa di pertahankan sampai tahun 2031,” ujarnya.

“Jika terjadi alih fungsi, coba lihat apakah prosudurnya sesuai aturan atau tidak?,” Dadang menambahkan.

FK2PMD berharap, DPRD tidak kehilangan harga dirinya. Di mana Perda yang sudah di tetapkan tidak diindahkan.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Tancap Gas Benahi Puskesmas, Bupati Tekankan Pemerataan Layanan

Visi misi Bupati-Wakil Bupati Garut Hebat harus di imbangi dengan DPRD yang hebat juga. Di mana secara lembaga, wakil rakyat harus benar-benar menjalankan fungsinya secara profesional.

“Anggaran besar yang di gelontorkan APBD untuk DPRD Garut harus sepadan dengan kinerja. Sehingga visi misi yang di usung bupati dan wakil bupati tentang Garut hebat bisa tercapai,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Menjelang Muswil PPP Jabar, KH Asep Serukan Kedewasaan dan Soliditas Partai

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Majelis Syariah DPP PPP sekaligus Pimpinan Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, KH Asep Ahmad Maoshul Affandy

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat, dinamika internal mulai menghangat. Situasi ini mendorong Majelis Syariah DPP PPP sekaligus Pimpinan Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya, KH Asep Ahmad Maoshul Affandy, untuk angkat bicara.

Dalam silaturahmi tokoh PPP Jawa Barat, KH Asep menekankan pentingnya menjaga soliditas partai. Ia mengingatkan agar seluruh kader mengedepankan kedewasaan politik dan tidak menciptakan gesekan yang justru melemahkan konsolidasi.

Baca Juga: Ada Penolakan, Wali Kota Bandung Pastikan Revitalisasi Pasar Ciroyom Berlanjut

“PPP ini partai besar dan sudah lama berdiri. Seharusnya kita menunjukkan kedewasaan, bukan justru menciptakan masalah baru,” ujarnya, Sabtu, (31/1/2026).

KH Asep menilai sejumlah manuver yang muncul menjelang Muswil berpotensi mengganggu proses konsolidasi yang sebelumnya berjalan tertib. Para kiai, ulama, dan tokoh PPP Jawa Barat berkumpul untuk memastikan partai tetap utuh dan tidak terseret konflik internal yang tidak jelas arah dan tujuannya.

Ia menyoroti kejanggalan munculnya pihak-pihak tertentu yang ikut masuk dalam proses persiapan Muswil, padahal struktur kepanitiaan sudah terbentuk dan tahapan telah berjalan.

“DPW PPP Jawa Barat sudah menyiapkan Muswil dengan panitia lengkap. Ketika tiba-tiba ada pihak lain ikut masuk, ini jelas mengganggu. Kalau tidak segera diselesaikan, Muswil bisa gagal dan dampaknya akan besar bagi PPP,” tegasnya.

Fokus Utama Untuk Keselamatan dan Keutuhan Partai

Menurut KH Asep, situasi tersebut berpotensi merusak konsolidasi internal. Namun, ia menekankan bahwa fokus utama bukan pada figur atau kelompok tertentu, melainkan keselamatan dan keutuhan partai.

“Siapa pun orangnya tidak penting. Yang paling utama PPP harus selamat dan tetap solid. Jangan sampai partai ini pecah karena kepentingan yang tidak jelas,” katanya.

KH Asep juga meluruskan penggunaan nama Pesantren Miftahul Huda dalam pusaran isu politik. Ia menegaskan tidak ada pihak yang berhak membawa atau mengklaim pesantren untuk kepentingan politik tertentu.

“Urusan representasi Pesantren Miftahul Huda menjadi tanggung jawab saya. Jangan membawa-bawa nama pesantren untuk kepentingan politik pribadi atau kelompok. Kami punya mekanisme sendiri dalam menyikapi politik kepartaian,” ujarnya.

Silaturahmi tokoh PPP Jawa Barat ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Muswil. KH Asep menilai komunikasi terbuka sebagai kunci utama dalam menyelesaikan persoalan internal partai.

“Partai politik itu ruang demokrasi, bukan hubungan atasan dan bawahan. Semua persoalan harus diselesaikan lewat kebersamaan dan komunikasi,” katanya.

Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan rekomendasi bersama demi kelancaran Muswil PPP Jawa Barat. KH Asep mengingatkan bahwa seluruh persiapan telah menyerap tenaga, waktu, dan dana yang tidak sedikit.

“Kita sudah bekerja, panitia sudah siap, biaya sudah keluar. Jangan sampai semua itu sia-sia. Muswil harus berjalan rapi, bersih, dan sukses demi kemenangan PPP,” pungkasnya.

(Alpin Septian Pratama)

Korban Dugaan Tipu Gadai Kendaraan Lapor Ke Polres Pangandaran

0
polres pangandaran@fokusjabar.id
ilustrasi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Nur Apriliyanti (27), warga Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran di duga menjadi korban penipuan dan penggelapan. Terkait gadai kendaraan bermotor dan mobil oleh pelaku berinisial AS (27) warga Kalipucang.

‎Akibatnya, korban mengalami kerugian mencapai Rp32 juta, peristiwa ini bermula ketika korban bertemu dengan pelaku. Yang datang bersama rekannya di Jalan Bulak Laut Pamugaran Pangandaran.

‎Sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku meminta kunci kendaraan Daihatsu Granmax dengan nomor polisi D 8776 VQ. Milik korban dengan alasan hendak menjemput seseorang yang akan menerima gadai kendaraan di Terminal Pangandaran. 

Baca Juga: Banjir Ciganjeng Pangandaran Mulai Surut, BPBD Himbau Tetap Waspada

‎Apesnya, setelah kendaraan di bawa, pelaku tidak kembali ke lokasi pertemuan. Merasa di tipu, korban langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada Polres Pangandaran dengan Nomor LP/B/23/I/2026/SPKT/Polres Pangandaran/Polda Jawa Barat.

‎Kapolres Pangandaran melalui Plt Kasi Humas Aiptu Yusdiana mengatakan, kasus ini langsung di tangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Pangandaran.

‎Dari hasil perkembangan, pelaku berada di sebuah rumah kos di wilayah Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran. Tepatnya di belakang Kantor Samsat Pangandaran.

‎‎”Berdasarkan informasi itu, kemudian mendatangi lokasi dan selanjutnya pelaku di amankan ke kantor kepolisian. Untuk menjalani proses hukum,” kata Yusdiana Sabtu, (31/1/2026).

Baca Juga: Polres Pangandaran Serap Aspirasi Warga Langkaplancar, BBM hingga Kamtibmas Jadi Sorotan

‎Berdasarkan hasil penyidikan mendalam, Satreskrim Polres Pangandaran secara resmi melakukan penahanan terhadap tersangka berinisial AS.

Pada Jumat, 30 Januari 2026 pukul 19.30 WIB. Penahanan di lakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan.

‎Tersangka di jerat dengan Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang penipuan. Dan atau Pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang penggelapan.

“Sebagaimana juga di atur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana,” jelasnya.

(Sajidin)