spot_imgspot_img
Kamis 19 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Berkah Idulfitri, Kunjungan Pusat Perbelanjaan di Tasikmalaya Melonjak Tiga Kali Lipat

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
et foto : Serbuan pengunjung ke pusat perbelanjaan di kawasan HZ.Mustafa jelang lebaran 1 syawal 1447 H (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Tasikmalaya mulai diserbu pengunjung hingga H-3 Lebaran, Rabu (18/03/2026). Lonjakan arus konsumen ini mendatangkan berkah tersendiri bagi para pengelola ritel menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Fenomena membeludaknya masyarakat ke pusat perbelanjaan menjadi pemandangan rutin tahunan. Warga memenuhi gerai-gerai untuk membeli berbagai kebutuhan pangan serta produk fesyen guna merayakan hari kemenangan 1 Syawal mendatang.

Baca Juga: Gandeng Tokoh Agama, Pemkot Tasikmalaya Bangun Komitmen Jaga Kondusivitas Jelang Idulfitri

Antrean Mengular di Jantung Kota

Salah satu titik kepadatan terlihat di Yogya Depstore, Jalan HZ Mustofa. Antrean panjang pengunjung tampak mengular di depan loket kasir, sementara deretan troli dan keranjang belanja memenuhi area pembayaran. Di sudut lain, para pembeli sibuk memilih berbagai koleksi pakaian kekinian.

Yanti (32), pengunjung asal Cibeureum, mengaku rela mengantre demi mendapatkan pakaian terbaik untuk lebaran.

“Antreannya lumayan panjang, tapi saya sengaja belanja ke sini sekalian ngabuburit bersama teman-teman,” ujarnya di sela-sela aktivitas belanja.

Kawasan HZ Mustofa memang memegang peran sebagai nadi perekonomian Kota Tasikmalaya. Area ini menyediakan beragam kebutuhan mulai dari fesyen, kosmetik, hingga stok makanan dalam satu kawasan terpadu.

Lonjakan Pengunjung Tiga Kali Lipat

Pusat perbelanjaan lain di Kota Tasikmalaya juga menunjukkan kondisi serupa. Keramaian pengunjung yang membawa troli penuh barang belanjaan terus terlihat hingga malam hari.

Lina (30), seorang kasir di salah satu pusat perbelanjaan, mengonfirmasi adanya kenaikan jumlah kunjungan yang sangat signifikan.

“Beberapa hari terakhir, jumlah pengunjung meningkat hingga tiga kali lipat dari hari biasanya. Kami bekerja ekstra keras untuk melayani masyarakat agar mereka tetap nyaman berbelanja,” jelasnya.

Pihak pengelola pusat perbelanjaan terus bersiaga memberikan pelayanan optimal mengingat arus kunjungan diprediksi akan terus meningkat hingga malam takbiran tiba.

(Seda)

Cafe Balong Garut Ditutup, Kuasa Hukum Bilang Begini

0
Cafe Balong Garut fokusjabar.id
Cafe Balong Garut (foto: dok)

GARUT, FOKUSJabar.id: Cafe Balong yang ada di Jalan Cilopang Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) resmi di tutup.

Kuasa Hukum Lahan Cafe Balong, Yusep Mulyana menegaskan, penutupan tersebut akibat wanprestasi berat dan masa perjanjian kerja sama sudah berakhir.

BACA JUGA:

Bupati Garut Pastikan Arus Mudik di Jalur Utara Lancar

“Perjanjian sudah berakhir dan ada wanprestasi berat,” kata Yusep kepada FOKUSJabar, Rabu (18/3/2026).

Dia selaku kuasa hukum yang bertindak untuk dan atas nama pemilik lahan cafe Balong dengan ini menyampaikan penegasan hukum yang bersifat final, tegas dan tidak dapat di tawar.

Menurut Dia, tindakan penutupan Cafe Balong merupakan langkah hukum yang sah, beralasan dan memiliki dasar hukum yang kuat sebagai konsekuensi langsung dari berakhirnya kontrak perjanjian kerja sama tertanggal 7 Juni 2021 yang berlaku sampai dengan Juni 2024.

cafe balong garut fokusjabar.id
Kuasa Hukum Lahan Cafe Balong, Yusep Mulyana

“Selain itu, ada wanprestasi berat yang di lakukan oleh pihak pengelola. Khususnya terkait ketidaktransparanan dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan,” ungkap pengacara sekaligus mantan anggota DPRD Garut.

Atas dasar tersebut, pemilik lahan secara sah telah mengambil tindakan berupa penutupan operasional cafe Balong untuk melindungi hak dan kepentingan hukum.

“Penutupan Cafe Balong bukan tindakan sepihak/tanpa dasar, melainkan konsekuensi hukum,” imbuhnya.

Yusep menjelaskan, kronologis fakta hukum bisa di kaji. Perjanjian sah dan mengikat (7 Juni 2021-Juni 2024).

Pembagian hasil usaha 30 persen untuk [emilik lahan dan 70 persen untuk pengelola, kewajiban pelaporan keuangan secara transparan serta berkala.

BACA JUGA:

Sekda Garut Percepat Implementasi Program dan Transparansi PBJ

Adapun pelaksanaan yang terciderai pada tahun 2021–2023. Dalam pelaksanaannya, pihak pengelola secara sistematis tidak menyampaikan laporan keuangan secara terbuka.

Tidak melaksanakan kewajiban bagi hasil sesuai perjanjian dan menguasai hasil usaha tanpa memberikan hak yang sah kepada pemilik lahan.

“Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap perjanjian dan merugikan secara langsung hak ekonomi pemilik lahan,” tegas Yusep.

Dia menyebut, upaya persuasif di abaikan. Di mana pemilik lahan telah berulang kali meminta klarifikasi, memberikan teguran serta menuntut pemenuhan kewajiban.

“Namun seluruh upaya tersebut di abaikan tanpa adanya itikad baik dari pihak pengelola,” sebutnya.

Yusep membeberkan, dasar hukum yang tegas dan tidak terbantahkan Pasal 1338 KUHPerdata. Perjanjian berlaku sebagai UU bagi para pihak dan berakhir sesuai jangka waktunya.

Pasal 1267 KUHPerdata, pihak yang di rugikan berhak menuntut pembatalan perjanjian dan ganti rugi akibat wanprestasi.

Pasal 1365 KUHPerdata, setiap perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian wajib mengganti kerugian tersebut.

Untuk itu, pihaknya  memberikan peringatan tegas dan terakhir kepada pihak pengelola untuk segera menghentikan seluruh aktivitas tanpa pengecualian, mengosongkan dan tidak lagi menguasai objek kerja sama.

Mempertanggungjawabkan seluruh keuangan secara terbuka dan menyeluruh.

Apabila peringatan ini di abaikan, maka akan di tempuh langkah hukum tanpa kompromi.

Meski begitu, tidak terbatas pada gugatan wanprestasi, gugatan perbuatan melawan hukum, tuntutan ganti rugi maksimal dan permohonan sita.

“Bahkan bisa mengambil langkah hukum lain termasuk aspek  pidana apabila di temukan unsur pelanggaran,” tegasnya.

Pernyataan sikap ini merujuk pada penegasan hukum final. Di mana setiap bentuk pengabaian, perlawanan atau tindakan lanjutan oleh pihak manapun akan di perlakukan sebagai pelanggaran hukum yang di sengaja dan akan di tindak secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

(Andian)

Lelah Mudik? Pos Terpadu Pangandaran Sediakan Live Music, WiFi, hingga Playground Anak

0
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id
Poto: Pos Terpadu Bunderan Marlin Polres Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran menghadirkan inovasi segar dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 dengan mendirikan pos pelayanan bertema unik. Berlokasi di jantung wisata, Pos Terpadu Bunderan Marlin kini bertransformasi menjadi oase estetik yang menonjolkan kearifan budaya lokal melalui konsep “Masjid Ikan Marlin”.

Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengamanan, tetapi juga menjadi destinasi istirahat (rest area) yang ramah bagi pemudik dan wisatawan.

Polres Pangandaran menyediakan berbagai layanan gratis guna menjamin kenyamanan maksimal serta menekan angka kelelahan pengendara di jalur wisata.

Baca Juga: Kabar Baik bagi Pemudik! Jalur Arteri Padaherang–Pangandaran Mulus dan Bebas Lubang

Segudang Fasilitas Gratis untuk Pemudik

Pengunjung dapat menikmati beragam fasilitas tanpa dipungut biaya sepeser pun, antara lain:

  • Layanan Relaksasi & Kesehatan: Tersedia kursi pijat tradisional maupun otomatis, serta pemeriksaan kesehatan bagi pemudik yang merasa kurang fit.
  • Area Ramah Keluarga: Anak-anak dapat bermain di playground yang ceria, sementara orang tua bersantai di area outdoor yang nyaman.
  • Kuliner Lokal: Pos ini menyuguhkan Coffee Break khas Sidamulih Pangandaran serta berbagai makanan dan minuman gratis.
  • Konektivitas & Hiburan: Tersedia fasilitas WiFi gratis, charging station untuk gawai, sajian Live Music, hingga spot foto unik.
  • Pusat Informasi: Petugas menyediakan layanan informasi objek wisata guna membantu navigasi para pelancong.

Wujud Polri yang Humanis dan Adaptif

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menegaskan bahwa pos tematik ini merupakan wujud nyata pelayanan Polri yang humanis dan adaptif. Langkah ini menindaklanjuti arahan Kapolda Jawa Barat agar setiap wilayah mengangkat ikon lokal masing-masing, yang dalam hal ini adalah Ikan Marlin sebagai simbol Pangandaran.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang mudik maupun berwisata merasa aman dan nyaman. Kehadiran tempat pijat, kopi gratis, hingga taman bermain ini bertujuan agar pengendara bisa melepas lelah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar AKBP Ikrar, Rabu (18/3/2026).

Kapolres berharap fasilitas lengkap ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas yang seringkali dipicu oleh faktor kelelahan. Melalui inovasi ini, Polres Pangandaran ingin masyarakat merasakan langsung manfaat kehadiran Polri di lapangan secara nyata dan menyenangkan.

(Sajidin)

Wujudkan Harmoni Sosial, Mari Menghormati Kekhusyukan Umat Hindu di Hari Raya Nyepi 2026

0
Selamat Hari Raya Nyepi 2026, Saatnya Hening dan Menata Diri, (Surce foto Metapos)
Selamat Hari Raya Nyepi 2026, Saatnya Hening dan Menata Diri, (Surce foto Metapos)

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Umat Hindu memasuki Tahun Baru Saka 1948 dalam suasana penuh makna melalui momentum penting Hari Raya Nyepi 2026. Perayaan ini mengedepankan keheningan total sebagai sarana utama bagi setiap individu untuk melakukan introspeksi serta penyucian diri secara mendalam.

Pemerintah menetapkan Kamis, 19 Maret 2026, sebagai hari libur nasional guna menghormati pelaksanaan ibadah ini. Penetapan tersebut memberikan ruang luas bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung kekhusyukan umat Hindu yang menjalankan ritual tanpa aktivitas selama 24 jam penuh.

Baca Juga: Menata Kembali Keseimbangan Batin, Inilah Urutan Ritual Sakral dalam Perayaan Nyepi 1948 Saka

Simbol Pengendalian Diri dan Keseimbangan

Keheningan Nyepi menjadi simbol kuat bagi upaya manusia dalam mengendalikan diri serta menata kembali keseimbangan batin. Berbeda dengan perayaan lain yang meriah, Nyepi justru mengajak umat untuk mematikan hiruk-pikuk duniawi demi menjernihkan pikiran di tengah dinamika kehidupan sehari-hari.

Dalam menyambut perayaan suci ini, redaksi turut menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik kepada seluruh umat Hindu:

“Rahajeng Rahina Nyepi Caka Warsa 1948. Dumogi rahayu lan santih ring jagat sareng sami.”

Pesan tersebut mengandung harapan mendalam agar keselamatan, ketenangan, serta keharmonisan senantiasa menyertai seluruh sendi kehidupan di jagat raya.

Nilai Spiritual dan Fondasi Toleransi

Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Nyepi mengajarkan nilai spiritual tentang pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta. Momen refleksi ini memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk meraih kebijaksanaan baru sebelum memulai lembaran hidup yang akan datang.

Dalam konteks sosial, pelaksanaan Nyepi juga mencerminkan tingginya angka toleransi antarumat beragama di Indonesia. Masyarakat dari berbagai latar belakang secara sukarela menghormati aturan-aturan penyepian, yang sekaligus memperkuat fondasi kebersamaan dan harmoni nasional.

Melalui peringatan Nyepi 2026, kita semua berharap munculnya semangat baru yang membawa kedamaian serta kejernihan batin dalam menjalani kehidupan bermasyarakat ke depannya.

(Jingga Sonjaya)

DSDABM Kota Bandung Percantik Kawasan Alun-Alun dan Masjid Agung Jelang Idulfitri 2026

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Lingkungan Masjid di Bandung Ditata Jelang Idulfitri 1447 H, (Surce Bandunggoid)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung mulai menata lingkungan guna menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini bertujuan menjamin kenyamanan masyarakat saat menjalankan ibadah serta beraktivitas di berbagai titik pusat kota.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) memimpin aksi bersih-bersih massal secara serentak di sejumlah kawasan strategis, Rabu (18/3/2026). Petugas mengarahkan fokus utama pembersihan pada area sekitar masjid besar serta jalur pedestrian agar tercipta suasana yang asri bagi warga.

Baca Juga: Hasil Sidak BNN, Seluruh Petugas Stasiun Bandung Bersih Narkoba dan Siap Layani Pemudik

Sterilisasi Kawasan Alun-Alun dan Masjid Agung

Beberapa lokasi prioritas mencakup kawasan Alun-alun Bandung, Masjid Agung Bandung, serta Masjid Pusdai. Ketiga titik ini merupakan pusat aktivitas masyarakat, terutama saat momentum keagamaan berlangsung.

Di kawasan Alun-alun Bandung, petugas menyemprot permukaan jalan dengan air untuk mengangkat debu dan kotoran yang menempel pada trotoar. Selain itu, tim kebersihan mengeruk sedimen di saluran air sisi jalan guna memastikan aliran drainase tetap lancar.

Gotong Royong di Jalur Pedestrian

Aksi serupa terlihat di sekitar Masjid Agung Bandung. Para petugas bergotong royong menyapu dan mengumpulkan sampah ke dalam karung agar jalur pedestrian bebas dari kotoran. Upaya ini sangat krusial mengingat area tersebut sering menjadi titik padat jemaah saat pelaksanaan salat Idulfitri.

Sementara itu, di kawasan Masjid Pusdai, petugas merapikan area sekitar pepohonan, menyapu dedaunan kering, serta membersihkan sistem drainase dengan intensitas yang sama.

Sinergi Aparat Kewilayahan

Kegiatan penataan ini turut melibatkan aparat kewilayahan guna mempercepat proses pembersihan di lapangan. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam menjaga estetika kota menjelang hari besar keagamaan.

Melalui aksi nyata ini, Pemerintah Kota Bandung mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan. Kesadaran kolektif menjadi faktor kunci agar fasilitas umum tetap terawat dan nyaman, baik selama masa Lebaran maupun dalam kehidupan sehari-hari.

(Jingga Sonjaya)

Menata Kembali Keseimbangan Batin, Inilah Urutan Ritual Sakral dalam Perayaan Nyepi 1948 Saka

0
Mengenal Rangkaian Tradisi Hari Raya Nyepi 2026 (Surce FOTO Elshinta)
Mengenal Rangkaian Tradisi Hari Raya Nyepi 2026 (Surce FOTO Elshinta)

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi 2026 pada Kamis, 19 Maret 2026 sebagai momentum sakral menyambut Tahun Baru Saka 1948. Berbeda dengan hari besar lainnya, Nyepi mengedepankan pembatasan aktivitas total guna memberi ruang bagi pengendalian diri dan perenungan batin.

Selama satu hari penuh, masyarakat Hindu menjalani keheningan untuk menata kembali harmoni kehidupan. Rangkaian ritual Nyepi sendiri sudah bermula beberapa hari sebelum hari puncak dan terus berlanjut hingga setelah perayaan usai.

Baca Juga: Sambut Nyepi 2026, Bagikan Doa dan Harapan Lewat Ucapan Bahasa Bali yang Menyentuh Hati

Tahapan Ritual dalam Perayaan Nyepi

Masyarakat Hindu, khususnya di Bali, menjaga kelestarian tradisi ini melalui sejumlah prosesi mendalam sebagai berikut:

  1. Melasti (Penyucian Diri): Umat Hindu melaksanakan ritual ini di laut atau sumber air suci beberapa hari sebelum Nyepi. Prosesi ini bertujuan menyucikan diri serta benda-benda sakral dari segala energi negatif.
  2. Tawur Agung Kesanga (Keseimbangan Alam): Ritual ini berlangsung sehari sebelum Nyepi melalui persembahan sesajen. Umat melakukan upacara ini guna menetralisir kekuatan negatif di lingkungan sekitar agar alam kembali seimbang.
  3. Pawai Ogoh-Ogoh (Penyirnaan Sifat Buruk): Masyarakat mengarak patung raksasa yang melambangkan kekuatan jahat pada malam sebelum Nyepi. Pawai ini menjadi simbol penghilangan sifat-sifat buruk manusia sebelum memasuki masa hening.
  4. Catur Brata Penyepian (Puncak Nyepi): Pada hari puncak, umat menjalankan empat pantangan utama: Amati Geni (tidak menyalakan api/cahaya), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).
  5. Ngembak Geni (Lembaran Baru): Sehari setelah Nyepi, warga mulai beraktivitas kembali dengan saling berkunjung dan memaafkan. Tradisi ini menandai dimulainya kehidupan baru yang lebih harmonis.
  6. Dharma Shanti (Silaturahmi): Umat Hindu mempererat hubungan sosial melalui kegiatan silaturahmi, baik di lingkungan keluarga maupun organisasi kemasyarakatan.
  7. Med-Medan (Tradisi Kebersamaan): Sejumlah wilayah di Bali menggelar tradisi khas berupa interaksi antar pemuda-pemudi sebagai bentuk perayaan kebersamaan setelah melewati masa hening.

Esensi di Balik Keheningan

Seluruh rangkaian tradisi tersebut menggambarkan proses berkesinambungan, mulai dari penyucian fisik dan batin hingga pembangunan kembali relasi sosial. Keheningan menjadi inti dari seluruh rangkaian ini karena memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk fokus pada refleksi diri tanpa gangguan aktivitas luar.

Melalui pelaksanaan ritual-ritual tersebut, umat Hindu berharap dapat mewujudkan keseimbangan antara manusia, alam semesta, dan sang pencipta sebagai nilai luhur dalam merayakan Nyepi.

(Jingga Sonjaya)

Sambut Nyepi 2026, Bagikan Doa dan Harapan Lewat Ucapan Bahasa Bali yang Menyentuh Hati

0
Sambut Nyepi 2026, Bagikan Doa dan Harapan Lewat Ucapan Bahasa Bali yang Menyentuh Hati (Surce Binus)
Sambut Nyepi 2026, Bagikan Doa dan Harapan Lewat Ucapan Bahasa Bali yang Menyentuh Hati (Surce Binus)

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Hari Raya Nyepi 2026 kembali hadir sebagai momentum sakral bagi umat Hindu untuk menyambut Tahun Baru Saka 1948. Perayaan ini mengedepankan suasana hening yang menjadi sarana utama bagi masyarakat untuk melakukan refleksi diri serta penyucian batin secara mendalam.

Meskipun berlangsung dalam keheningan total, tradisi berbagi ucapan tetap mewarnai interaksi sosial masyarakat. Warga menyampaikan pesan-pesan tersebut sebagai wujud doa, kemudian perhatian, dan kasih sayang kepada sesama anggota keluarga maupun kerabat.

Baca Juga: Persiapan Mudik 2026, Langkah Krusial Periksa Mesin dan Kelistrikan demi Keselamatan Keluarga

Memperkuat Budaya Lewat Ucapan Bahasa Bali

Penggunaan bahasa Bali dalam ucapan Nyepi menjadi pilihan favorit masyarakat. Selain memperkuat nuansa spiritual, penggunaan bahasa daerah ini juga membantu melestarikan nilai-nilai budaya lokal agar tetap ajek.

Secara umum, ucapan Nyepi dalam bahasa Bali mengandung pesan keselamatan, ketenangan jiwa, serta harapan besar akan kehidupan yang lebih harmonis di masa depan.

Daftar Ucapan Hari Raya Nyepi dalam Bahasa Bali

Berikut adalah beberapa pilihan ucapan yang dapat Anda gunakan untuk menyapa kerabat:

  1. Rahajeng Rahina Nyepi Caka 1948. (Selamat Hari Raya Nyepi Saka 1948).
  2. Mugi rahayu sareng sami. (Semoga selamat dan sejahtera untuk kita semua).
  3. Rahajeng Rahina Nyepi, mugi labda karya, rahayu sareng jagadhita. (Selamat Hari Raya Nyepi, semoga lancar dalam tujuan, selamat, dan sejahtera).
  4. Dumogi Rahina Nyepi dados angga sarira sane suci miwah utama. (Semoga Hari Raya Nyepi menjadi momen penyucian diri yang utama).
  5. Rahajeng Nyepi, mugi rahayu lan tentrem jagate. (Selamat Nyepi, semoga dunia selalu selamat dan tenteram).
  6. Rahajeng Rahina Nyepi, mugi kita kabeh kasayagayang déning Ida Sang Hyang Widhi. (Selamat Hari Raya Nyepi, semoga Tuhan melindungi kita semua).
  7. Rahajeng Rahina Nyepi, dumogi jagat tentrem lan miwah rahayu. (Selamat Hari Raya Nyepi, semoga dunia tetap damai dan selamat).
  8. Dumogi ring Rahina Nyepi puniki, kita sami kasayagayang sareng Ida Sang Hyang Widhi. (Semoga pada hari Nyepi ini, kita semua selalu berada dalam lindungan Tuhan).
  9. Rahajeng Rahina Nyepi, mangda kita sami langkung eling lan ngewangi jagad. (Selamat Hari Raya Nyepi, semoga kita makin sadar dan bisa membantu dunia).
  10. Rahajeng Rahina Nyepi! Mugi kita sami nemu suka lan rahayu. (Selamat Hari Raya Nyepi! Semoga kita semua menemukan kebahagiaan dan keselamatan).

Makna di Balik Istilah

Secara bahasa, kata “rahajeng” berarti selamat, sementara kata “mugi” dan “dumogi” merepresentasikan doa atau harapan. Istilah-istilah ini menjadi inti dari setiap pesan yang tersampaikan saat Nyepi.

Melalui ragam ucapan ini, masyarakat tidak hanya berkirim salam, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual seperti kedamaian, kesucian, dan keseimbangan hidup. Tradisi ini menjadi cara sederhana namun sangat bermakna dalam menyambut Tahun Baru Saka.

(Jingga Sonjaya)