spot_imgspot_img
Selasa 29 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Reuni Akbar SMAN 5 Kota Tasikmalaya Pecah, Ari Lasso Bawakan Kangen hingga Separuh Nafas

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Musisi Ari Lasso, tampil memukau di hadapan ribuan penonton, dalam acara Reuni Akbar SMAN 5 Kota Tasikmalaya, di Kebon Djati Eatery Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ribuan Alumni SMAN 5 Kota Tasikmalaya angkatan 1992 hingga 2025 memadati Kebon Djati Eatery, Jalan Raya Mangin, Minggu (27/9/2026) malam. Warga dan alumni melebur dalam kemeriahan Reuni Akbar Ikatan Alumni SMAN 5 (IKANI 5).

Sejak sore hari, penonton dari lintas generasi antusias mengular di depan pintu masuk. Kehadiran musisi papan atas Ari Lasso menjadi daya tarik utama acara spektakuler ini.

Baca Juga: Kemarau Panjang di Tasikmalaya, Plastik Dollar Hadirkan Pasokan Air Bersih untuk Warga

Tepat pukul 20.00 WIB, Ari Lasso menggebrak panggung lewat gaya energik. Sang musisi membawakan tembang-tembang hits legendaris seperti Kangen, Rahasia Perempuan, Hampa, Misteri Ilahi, Penjaga Hati, dan Arti Cinta.

Aksi panggung sang vokalis membius ribuan pasang mata. Penonton kompak bernyanyi sembari mengayunkan lampu flash ponsel ke udara.

Suasana panggung makin bergemuruh tatkala Ari Lasso membawakan lagu “Hampa”. Ribuan penggemar langsung bernyanyi bersama memecah keheningan malam.

Eks vokalis Dewa 19 ini menyampaikan rasa kagum atas sambutan hangat warga Tasikmalaya.

“Sebulan ini saya keliling konser, tapi konser di Tasikmalaya ini adalah konser yang paling seru dan paling asik”ujar Ari Lasso dari atas panggung yang langsung disambut sorak dan teriakan penonton.

Ari Lasso merasakan pancaran energi luar biasa dari para penonton. Ia mengapresiasi panitia yang sanggup mengemas acara reuni sekolah menjadi konser megah.

Pererat Silaturahmi Lintas Angkatan

Ketua Alumni SMAN 5 Tasikmalaya sekaligus Ketua Panitia Reuni Akbar, Ecep S. Yasa, menyebut penampilan Ari Lasso sebagai puncak sajian acara.

“Kami ingin reuni akbar ini tidak hanya sekadar kumpul-kumpul, ngobrol, lalu pulang, tetapi reuni ini menjadi momen spesial yang berkesan dan bisa dinikmati semua angkatan. Kehadiran penyanyi Ari Lasso karena lagu-lagunya sangat melekat dengan generasi 90-an dan 2000-an yang merupakan mayoritas alumni SMAN 5,”ungkap Ecep. S Yasa.

Wartawan senior ini menjelaskan bahwa panitia menyiapkan acara selama berbulan-bulan. Tiket konser langsung ludes terjual dalam kurun waktu singkat.

Ecep berharap Reuni Akbar ini mampu memberi manfaat nyata bagi almamater serta masyarakat Kota Tasikmalaya.

Ari Lasso menutup konser megah ini melalui tembang “Separuh Nafas”. Seluruh penonton bernyanyi lantang hingga akhir pertunjukan.

(Seda)

Petani Milenial Sumedang Kembangkan Labu Siam, Pasokan Capai 10 Ton per Hari

0
SUMEDANG, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Pemkab Sumedang Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melihat Pembangunan Jembatan Cipicung di Desa Buanamekar mampir dulu ke Desa Jayamandiri, Cibugel, Senin (28/9/2026).

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Budidaya labu siam memperkuat roda ekonomi warga Dusun Cibubut, Desa Jayamekar, Kabupaten Sumedang. Warga lokal menyebut komoditas unggulan ini sebagai waluh lejet.

Petani Cibubut tidak hanya menjual labu siam untuk konsumsi lokal. Mereka rutin mengirim hasil panen menuju pasar luar Sumedang.

Baca Juga: Pelantikan Anak Cabang Paguyuban Pasundan Se-Kota Bandung Dimeriahkan Drama Rakeyan Sancang

Aktivitas pertanian di kawasan Cibubut-Cisoka ini terus berkembang pesat. Hasil panen petani mengalir lancar guna memenuhi permintaan pasar antar daerah.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyaksikan langsung geliat ekonomi ini pada Senin (28/9/2026). Dony mampir ke area pertanian usai meninjau pembangunan Jembatan Cipicung di Desa Buanamekar.

Dony bertatap muka dengan Ridwan (30), sosok petani milenial pengembang labu siam. Usaha Ridwan telah berkembang pesat hingga menembus pasar skala besar.

Ridwan membeberkan bahwa hasil kebunnya rutin meluncur ke Bogor, Jakarta, serta Tangerang. Pengiriman menuju tiga kota besar tersebut menyentuh angka 10 ton per hari.

“Pemasaran labu ke Bogor, Jakarta dan Tanggeran mencapai sekitar 10 ton per hari,” kata Ridwan.

Angka distribusi raksasa ini membuktikan perputaran uang yang tinggi di kawasan Cibubut. Labu siam lokal sukses menguasai pasar wilayah megapolitan.

Dony memuji kerja keras para petani di Cibubut. Aktivitas bertani sanggup mengerek kesejahteraan warga serta membuka lapangan kerja baru.

“Di Cibubut, Desa Jayamekar ini masyarakatnya sejahtera karena bertani seperti ini. Hasil panennya dipasarkan dan dijual ke luar Sumedang, ke Jakarta, Tangerang, dan Bogor,” ujarnya.

Perputaran Modal dan Dampak Kesejahteraan Desa

Sosok Ridwan membuktikan bahwa sektor pertanian mampu menjadi bidang usaha yang sangat produktif. Terlebih bisnis bertaninya sanggup merangkul serta mempekerjakan warga sekitar.

Ridwan merinci kebutuhan modal usaha tani. Pengadaan satu ton labu siam menelan biaya sekitar Rp11 juta.

Sementara itu, hasil penjualan satu ton labu siam sanggup menghasilkan pendapatan Rp12,5 juta.

Perputaran modal ini memberi kontribusi nyata bagi ekonomi pedesaan. Terlebih Budidaya waluh lejet menjadi tumpuan hidup utama warga Cibubut.

Geliat ekonomi ini mengubah wajah permukiman di sepanjang jalur Cibubut. Warga mendirikan banyak rumah baru dari hasil panen labu siam.

Keberhasilan Ridwan membuktikan bahwa bidang pertanian menyimpan potensi bisnis yang menjanjikan. Labu siam asal Cibubut Sumedang kini makin berkibar di pasar Jabodetabek.

(Jingga Sonjaya)

Pelantikan Anak Cabang Paguyuban Pasundan Se-Kota Bandung Dimeriahkan Drama Rakeyan Sancang

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Pelantikan Pengurus Anak Cabang Paguyuban Pasundan Se-Kota Bandung masa bakti 2026-2031. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengurus Anak Cabang (PAC) Paguyuban Pasundan Se-Kota Bandung masa bakti 2026-2031 mengucap sumpah pelantikan di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK), Jalan Naripan, Kota Bandung, Senin (28/9/2026).

Ketua Umum PB. Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. HM. Didi Turmudzi, M.Si., memuji keikhlasan para pengurus baru dalam mengabdi demi menjaga eksistensi organisasi.

Baca Juga: Niat Berteduh di Buah Batu Bandung, Robi Terjebak di Reruntuhan Baliho

Didi menilai dedikasi para kader murni bentuk pengabdian, bukan jalan memburu jabatan, kekuasaan, maupun materi.

“Yang utama tentu saya juga berterima kasih kepada mereka karena menjadi aktivis di OMS Paguyuban Pasundan adalah sebuah perjuangan dan pengorbanan,” ucapnya.

“Karena tidak ada kaitan dengan jabatan, tidak ada kaitan dengan kekuasaan, tidak ada kaitan dengan kekayaan dan penghargaan-penghargaan yang lain,” ujarnya menambahkan.

Ia menegaskan kader kecamatan memegang peran vital menjaga nilai-nilai luhur Paguyuban Pasundan.

“Dengan mereka mau saja menjadi pengurus, itu adalah luar biasa. Ya, luar biasa. Karena bagaimanapun juga nilai-nilai Kesundaan dan Keislaman ini harus terus dijaga, dikembangkan, dan dilestarikan oleh setiap warga Pasundan,” ujarnya.

“Karena memang tekad kami itu sesuai dengan visinya, yaitu meminimalisir kebodohan, meminimalisir kemiskinan, dan menjaga/memelihara budaya Sunda dan nilai-nilai Keislaman,” tegasnya.

Pertunjukan Drama Tari-Musik Rakeyan Sancang Menyentuh Hati

Panitia melengkapi prosesi pelantikan lewat seni drama tari-musik Sunda berjudul Rakeyan Sancang.

Didi mengutarakan rasa bangga dan haru menyaksikan pergelaran yang kaya pesan moral bagi generasi muda ini.

“Saya hari ini merasa bangga, merasa bahagia, dan merasa kagum terhadap, pertama, yang terkait dengan drama ini menampilkan sebuah tontonan dan tuntunan yang tentu harus dilestarikan, harus kita apresiasi,” ungkapnya.

“Bagaimanapun juga tadi tampil dengan profesional. Saya sampai terakhir-terakhir itu mencucurkan air mata. Begitu sangat menyentuh kepada perasaan saya,” ujarnya.

Didi menyebut rekam sejarah tatar Sunda menyimpan teladan mulia. Nilai kegigihan serta perjuangan para leluhur harus menjiwai semangat anak muda masa kini.

“Saya ucapkan selamat kepada yang punya lakon ini. Hebat, luar biasa ini. Acungan jempol ya. Alhamdulillah, rasa syukur. Saya menikmati benar hari ini dan saya kagum terhadap penayangan itu,” pungkasnya.

Sajikan Kisah Tokoh Pembawa Islam di Tanah Sunda

Ketua Bidang Budaya Paguyuban Pasundan sekaligus Ketua Lembaga Budaya Sunda Unpas, Prof. Dr. Ade Priangani, M.Si., menyebut lakon ini memadukan visi misi lembaga.

Kisah ini mengangkat sosok Rakeyan Sancang, pembawa ajaran Islam asal Sunda yang hidup pada abad ke-6. Sosok ini berbeda dengan Kian Santang yang hadir pada abad ke-15 dan 16.

“Alhamdulillah, kita bisa menghadirkan, memvisualkan apa yang menjadi kisah sejarah tentang Rakeyan Sancang. Dan mungkin mudah-mudahan ini bisa berlanjut. Mohon dukungan semua, media, lalu kemudian pemerintah daerah, dan sebagainya supaya bersama-sama untuk mulasara budaya bangsa,” jelasnya.

Gedung YPK Bandung menggelar pertunjukan drama Rakeyan Sancang selama dua hari, yakni 28–29 September 2026.

(Arif)

Pemkab Bogor Tata Kawasan Bomang, Setiap Area Punya Peruntukan Berbeda

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Pemkab Bogor Penataan kawasan lahan di jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) Kabupaten Bogor.

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat penataan lahan di sepanjang Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) secara bertahap. Penataan ini berjalan sesuai petunjuk Bupati Bogor dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Pemerintah daerah tidak memfokuskan lahan Bomang untuk satu kegiatan saja. Setiap sektor menempati area khusus sesuai fungsi dan kebutuhan instansi terkait.

Baca Juga: Bupati Bogor Finalisasi Perubahan APBD 2026, Program Prioritas Diminta Segera Dituntaskan

Koordinator Ketahanan Pangan Bomang Kapten Inf. Wawan menjelaskan pemetaan kawasan ini terbagi menjadi 20 area terpadu.

“Jadi semuanya ada 20 area. Area 1 dimulai dari lampu merah Jampang dan berakhir di Area 20 setelah rel. Namun, Area 20 tidak memungkinkan untuk pertanian karena terlalu dekat dengan hutan kota. Jadi, area tersebut akan menjadi bagian dari hutan kota,” ujar Kapten Inf. Wawan, Senin, 28 September 2026.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) mengelola porsi lahan paling luas untuk sektor pertanian dan perkebunan.

“Untuk dinas-dinas lain, mereka menempati porsi lahan masing-masing, sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan lahan masing-masing. Untuk pertanian memang fokusnya Distanhorbun,” jelasnya.

Berbagai OPD lain mulai membangun fasilitas pendukung. Dinas Perikanan menyiapkan instalasi bioflok pada salah satu blok lahan.

Kemudian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyartakan lahan serta menyiapkan area hijau.

Dinas Perhubungan membenahi aspek keselamatan lalu lintas dengan memasang rambu di beberapa persimpangan Jalan Bomang.

Pengembang kawasan juga memplot area khusus untuk destinasi ekowisata. Kapten Wawan menegaskan area ekowisata siap memasuki tahap pembenahan berdasarkan konsep awal.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggarap Area 5 dan Area 6. Alat berat sudah meratakan serta mengupas permukaan tanah di Area 5.

Sementara itu, Area 6 menampung lahan CSR yang berguna sebagai tempat karantina tanaman relokasi. Penataan area tersebut menyesuaikan fungsi lahan yang sedang berjalan.

“Untuk dinas-dinas yang lain, sesuai dengan fungsi masing-masing. Jadi, masing-masing menempati porsi sesuai kapasitas dan kebutuhan lahan,” katanya.

Gunakan Alat Berat dan Tetap Jaga Kontur Tanah

Tim lapangan mengerahkan armada alat berat demi mempercepat pembenahan lahan. Tiga unit ekskavator langsung bekerja saat Bupati Bogor meninjau lokasi.

Petugas kemudian menambah satu unit traktor guna meratakan lahan yang sulit.

“Sekarang ada tambahan lagi traktor. Mereka sudah mengerjakan di area sana. Area yang paling berat dan belum tuntas adalah Area 3 karena panjangnya sekitar 1,3 kilometer,” ungkapnya.

Meskipun mengerahkan alat berat, tim tidak meratakan seluruh permukaan kawasan. Tim tetap memperhatikan kondisi asli kontur tanah.

Kapten Wawan membiarkan sebagian tebing dan ceruk tanah tetap alami demi menahan badan jalan. Perubahan kontur ekstrem bisa mengancam kestabilan struktur jalan raya.

“Kalau seluruhnya rata, otomatis akan berpengaruh terhadap kontur jalan. Maka dibiarkan mengikuti posisi tanah sebagai penahan jalan dan tebing,” jelasnya.

Pembagian kawasan menjadi 20 area mempermudah setiap OPD menjalankan program kerja.

Melalui strategi terpadu ini, Pemkab Bogor mengembangkan jalur Bomang secara berkelanjutan. Sektor pertanian, perikanan, lingkungan hidup, perhubungan, olahraga, hingga ekowisata tumbuh berdampingan.

(Jingga Sonjaya)

Bupati Bogor Finalisasi Perubahan APBD 2026, Program Prioritas Diminta Segera Dituntaskan

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Pemkab Bogor Finalisasi penyelarasan materi Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Ruang Soekarno-Hatta, Pendopo Bupati Bogor, Senin (28/9/2026).

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menuntaskan tahap finalisasi penyelarasan materi Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Langkah ini memperkuat kebijakan anggaran agar terus menopang program pembangunan daerah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto memacu seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar menggenjot kinerja. Sisa waktu pelaksanaan anggaran 2026 kini semakin terbatas.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Hentikan Aktivitas Pembakaran Sampah di Pasirtanjung

Rudy memimpin langsung rapat finalisasi tersebut di Ruang Soekarno-Hatta, Pendopo Bupati Bogor, Senin (28/9/2026).

Rudy menegaskan bahwa perubahan APBD bukan sekadar formalitas penyesuaian angka semata. OPD harus mengarahkan seluruh alokasi dana demi memenuhi kebutuhan prioritas warga.

“Yang wajib kita tuntaskan, kita tuntaskan. Yang sudah berjalan dan terlaksana kita evaluasi. Jangan sampai ada program yang tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegas Rudy.

Rudy meminta setiap instansi menjaga fokus menuntaskan sisa pekerjaan. Seluruh program wajib daerah harus berjalan lancar tanpa penundaan.

Selain itu, OPD wajib mengukur efektivitas program yang telah berjalan. Evaluasi berkala mencegah pemborosan anggaran pada kegiatan yang kurang penting.

“2026 akan segera berakhir. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus fokus, bergerak cepat, dan memastikan setiap rencana dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Dorong Pemerataan Pembangunan di 40 Kecamatan

Rudy mengingatkan agar pelaksanaan pembangunan menjangkau seluruh kawasan Kabupaten Bogor. Asas pemerataan menjadi kunci agar warga menikmati hasil pembangunan secara adil.

Kabupaten Bogor mengayomi wilayah luas yang terbagi dalam 40 kecamatan. Pemkab Bogor wajib mengalirkan dana pembangunan secara merata ke seluruh pelosok.

“Pembangunan harus hadir merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Kita jaga keuangan daerah tetap sehat, pengelolaannya tepat sasaran, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tukasnya.

Rudy menaruh perhatian besar pada kesehatan kas daerah. Pengelolaan APBD wajib berlangsung tepat sasaran serta memberi dampak nyata bagi publik.

Ia meminta pimpinan OPD menjaga arah dan sasaran program kerja. Percepatan proyek akhir tahun harus tetap mengutamakan kualitas hasil kerja.

Finalisasi Perubahan APBD 2026 menjadi pijakan penting Pemkab Bogor mengawal sisa tahun anggaran. Langkah ini memastikan seluruh program pemda memberi manfaat optimal bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

(Jingga Sonjaya)

Kemarau Panjang di Tasikmalaya, Plastik Dollar Hadirkan Pasokan Air Bersih untuk Warga

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Sejumlah warga, menyerbu Tangki air bersih dari Perusahaan PT. Dollar Plastin Tasikmalaya, saat tiba di lokasi lingkungan warga. (fokusjabar/Seda)

TASIKMLAYA,FOKUSJabar.id: Kemarau panjang menguji ketahanan warga Kota Tasikmalaya dan sekitarnya selama beberapa bulan terakhir. Bencana kekeringan ini memicu krisis air bersih, mengeringkan sumur warga, serta mengecilkan debit air PDAM.

Produsen kantong plastik PT Dollar Super Plastin (DSP) Tasikmalaya menunjukkan aksi nyata atas kesulitan warga. Perusahaan menggandeng Pemkot Tasikmalaya, BPBD Kota Tasikmalaya, PT Damale, PT DMI, PT SJMP, serta Plastik Dollar demi memasok air bersih.

Baca Juga: Warga Tasikmalaya Krisis Air Bersih, BPBD Sudah Salurkan 523 Ribu Liter hingga September 2026

Saban pekan Plastik Dollar sanggup mengirim minimal 10 tangki berisi 4.000 liter air bersih menuju titik rawan kekeringan. Tim membagikan bantuan secara bergilir menyasar lokasi sesuai data laporan BPBD.

Pemilik PT Dollar Plastin Tasikmalaya, Lungnajaya Ho atau Koh Awun, menegaskan aksi ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dan pribadi bagi warga Tasikmalaya.

“Di musim kemarau masalah air adalah kebutuhan paling vital yang dibutuhkan warga. Kami dari Plastik Dollar ingin ikut hadir membantu kesulitan masyarakat. Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi ini soal kepedulian kita terhadap sesama, yang sedang membutuhkan,”Ungkap Koh Awun, sapaan akrabnya Senin (29/9/2026).

Koh Awun menjelaskan bahwa program pasokan air ini meluncur setiap musim kemarau. Perusahaan bakal melanjutkan aksi sosial ini selama masyarakat membutuhkan.

Ia memilih kolaborasi bareng BPBD agar penyaluran bantuan menjangkau sasaran secara adil dan merata.

Masyarakat bisa mengajukan permohonan air bersih melalui Ketua RT dan RW setempat. Pengurus kelurahan lalu meneruskan laporan warga menuju kantor BPBD Kota Tasikmalaya.

“Permintaan warga masuk ke BPBD, nanti kami bersama BPBD akan jadwalkan pengiriman tangki airnya. Jadi penyalurannya terkoordinir dan tidak tumpang tindih,”jelasnya.

Gagas Solusi Jangka Panjang dan Imbau Pembuatan Biopori

Selain menggelar aksi darurat, Koh Awun mengajak masyarakat melakukan langkah jangka panjang. Warga perlu menjaga kelestarian alam lewat penanaman pohon.

“Kami mengingatkan agar warga mulai membiasakan diri untuk menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga agar bisa membuat lubang biopori di sekitar rumah masing-masing sebagai lubang resapan air,”imbuhnya.

“Menghemat air itu penting. Dan yang tidak kalah penting adalah membuat biopori sebagai resapan air. Kalau musim hujan airnya meresap ke tanah, jadi saat kemarau tiba kita tidak terlalu kesulitan mendapatkan air bersih karena cadangan air tanah masih tersedia,”paparnya.

PT Dollar Super Plastin gencar menyalurkan bantuan sejak awal kemarau Juni 2026. Total bantuan kini telah menembus jutaan liter air bersih.

Ribuan penerima manfaat di Kota Tasikmalaya memberi apresiasi tinggi atas kepedulian produsen plastik ini. Warga berharap pelaku usaha lain menyusul langkah mulia ini.

(Seda)

Pemkab Bekasi Hentikan Aktivitas Pembakaran Sampah di Pasirtanjung

0
BEKASI. FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Pemkab Bekasi Plt. Camat Cikarang Pusat Ganda Sasmita bersama jajaran Polsek Cikarang Pusat, DLH, dan Satpol PP mengecek lokasi pengelolaan sampah di Kampung Ranca Kado, Desa Pasirtanjung, Senin (28/9/2026). Aktivitas pengumpulan, pemilahan, dan pembakaran sampah dihentikan sementara hingga kejelasan legalitas kegiatan dipastikan.

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kecamatan Cikarang Pusat menghentikan sementara aktivitas pengelolaan sampah di Kampung Ranca Kaso, Desa Pasirtanjung, Kabupaten Bekasi. Langkah tegas ini meluncur, Senin (28/9/2026) usai gelombang aduan masyarakat mencuat.

Pemerintah Kecamatan Cikarang Pusat memboyong Polsek Cikarang Pusat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Satpol PP Kabupaten Bekasi menuju lokasi kejadian. Petugas mengecek lapangan guna merespons laporan warga yang viral di media sosial.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Intervensi Pasokan Pangan, IPH Naik Dua Pekan Berturut-turut

Petugas menemukan aktivitas pengumpulan serta pemilahan sampah impor dari luar wilayah. Selain pemilahan, tim gabungan memergoki aksi pembakaran sampah di area tersebut.

Plt. Camat Cikarang Pusat Ganda Sasmita menghentikan operasional lokasi karena pengelola gagal menunjukkan dokumen legalitas serta izin usaha.

“Kami mengimbau kepada pihak pengelola untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan, baik pengumpulan maupun pembakaran sampah, sampai ada kejelasan mengenai legalitas dan perizinannya,” kata Ganda.

Ganda menyebut pengelola mendatangkan limbah dari area lain, memilahnya, lalu membakar sisa sampah di tempat terbuka.

Camat meminta pengelola segera menyambangi Kantor Kecamatan Cikarang Pusat. Pengelola wajib membawa berkas izin serta menjalani pembinaan bareng DLH Kabupaten Bekasi.

“Untuk sementara kegiatan dihentikan. Nanti pengelolanya kami minta datang ke kecamatan untuk ditindaklanjuti bersama dinas terkait, termasuk memastikan apakah kegiatan ini memiliki izin atau tidak,” ujarnya.

Tahap Awal Evaluasi Sanksi Lingkungan

Ganda menegaskan penutupan sementara ini menjadi langkah awal pengawasan.

Perangkat daerah berwenang siap menjatuhkan sanksi jika pemeriksaan lanjutan membuktikan pelanggaran aturan.

Ganda mengimbau masyarakat serta pelaku usaha agar menaati aturan pengelolaan lingkungan. Ia melarang keras aksi pembakaran sampah berskala besar.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan yang berlaku. Kalau ada aktivitas yang tidak sesuai aturan, akan kami koordinasikan dengan dinas terkait untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Pemcam Cikarang Pusat memberi apresiasi tinggi atas kepedulian warga melapor. Laporan warga membantu pemerintah mengawasi kelestarian lingkungan sekitar.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah menginformasikan kegiatan ini. Setiap aduan akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Asap Pembakaran Memicu Keluhan Warga

Warga sekitar mengaku sangat menderita akibat polusi asap pembakaran tersebut. Yani (41), warga setempat, membeberkan dampak buruk yang membelenggu warga.

“Bikin sesek, bau dan sudah lama juga warga sini mengeluhkan adanya gundukan sampah disini. Kalo bisa, tutup aja tempat sampah ini. Karena sudah merugikan,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Cikarang Pusat mengawal ketat kasus ini hingga pengelola dan dinas terkait menuntaskan verifikasi izin resmi.

(Jingga Sonjaya)