spot_imgspot_img
Kamis 6 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Orangtua yang Diduga Meninggalkan Bayi Perempuan Dicari Polres Pangandaran 

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Bayi perempuan 8 bulan saat di periksa di Puskesmas Kalipucang Pangandaran.(fokusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Jajaran Polsek Kalipucang Polres Pangandaran menangani penemuan seorang bayi perempuan yang di duga di tinggalkan orang tuanya di kawasan Terminal Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

‎Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, melalui Kapolsek Kalipucang IPTU Ridwan mengatakan, penemuan berawal dari laporan warga bernama Silvi Sukriyanti.

‎Menurut keterangan pelapor, bayi tersebut di temukan bersama seorang perempuan yang di duga ibu kandungnya di Musala Terminal Kalipucang.

Baca Juga: Kronologis Bayi Perempuan 8 Bulan Ditinggal di Terminal Kalipucang Pangandaran

‎”Menurut keterangan pelapor, perempuan tersebut sempat memandikan bayi di musala terminal. Saat di ajak berkomunikasi, jawabannya tidak jelas atau mengelantur,” ujar Kapolsek.

‎IPTU Ridwan menyebut, perempuan itu menitipkan bayi kepada pelapor dengan pesan agar di rawat selama 10 hari dan tidak di serahkan kepada siapa pun. 

‎Namun perempuan tersebut tidak bersedia memberikan identitasnya. Tidak lama setelah itu ia pergi meninggalkan lokasi.

‎”Perempuan tersebut menitipkan bayi kepada pelapor dengan pesan agar di rawat selama sepuluh hari dan tidak di serahkan kepada siapa pun. Namun, perempuan tersebut tidak bersedia memberikan identitasnya,” jelas IPTU Ridwan.

‎Setelah menerima laporan, personel Polsek Kalipucang bersama petugas kesehatan segera melakukan pemeriksaan. 

Hasil Pemeriksaan Puskesmas

‎Hasil pemeriksaan di Puskesmas Kalipucang menunjukkan bayi perempuan yang di perkirakan berusia sekitar 8 bulan tersebut dalam kondisi sehat.

‎Data kesehatan bayi: 

‎- Panjang badan: 68 cm

– Berat badan: 7,1 kg 

– Lingkar kepala: 46 cm

– Saturasi oksigen: 98 persen

‎- Denyut nadi: 116 kali per menit

‎Berdasarkan informasi, perempuan yang di duga ibu bayi sebelumnya di ketahui menginap di emperan salah satu rumah makan di sekitar Terminal Kalipucang. Hingga saat ini identitas maupun keberadaannya masih dalam penyelidikan.

Baca Juga: Bayi Perempuan 8 Bulan Ditemukan di Terminal Kalipucang Pangandaran

‎”Kami terus melakukan upaya pencarian terhadap ibu maupun keluarga bayi, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri informasi dari masyarakat,” tegas Kapolsek.

‎Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui identitas atau keberadaan ibu maupun keluarga bayi agar segera menghubungi Polsek Kalipucang atau Polres Pangandaran.

‎”Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui identitas atau keberadaan ibu maupun keluarga bayi tersebut agar segera menghubungi Polsek Kalipucang atau Polres Pangandaran sehingga penanganan terhadap bayi ini dapat di lakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

(Sajidin)

Waduh! Gerbang SDN 026 Bojongloa Bandung Digembok Ahli Waris

0
Bandung@fokusjabar.id
Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 026 Bojongloa, Kelurahan Kebon Lega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, lumpuh setelah gerbang sekolah digembok oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris, Kamis (6/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 026 Bojongloa, Kelurahan Kebon Lega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, lumpuh setelah gerbang sekolah di gembok oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris, Kamis (6/8/2026) pagi.

Akibatnya, sebanyak 945 siswa terpaksa di pulangkan dan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi menghindari potensi ganguan terhadap keselamatan mereka.

Kepala SDN 026 Bojongloa Kidul, Agus Mohamad Fajari mengaku, bahwa dirinya baru mengetahui insiden tersebut setelah menerima laporan dari guru dan penjaga sekolah sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca Juga: Wisuda ke-2 STEI Yapisha Garut Bukti Nyata Berkembangnya Institusi

“Tadi pagi saya tidak tahu karena kejadiannya sekitar jam 6 atau bahkan sebelum jam 6. Saya mendapat informasi dari guru dan penjaga sekolah bahwa sekolah ini di gembok oleh ahli waris,” kata Agus saat di temui di lokasi.

Setelah menerima laporan, Agus langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung melalui pengawas pembina. Hasil koordinasi memutuskan seluruh siswa di pulangkan dan mengikuti PJJ.

“Saya langsung lapor ke Pak Korwas sebagai pengawas bina. Beliau kemudian menghubungi Dinas Pendidikan sehingga di putuskan anak-anak melaksanakan PJJ,” katanya.

Menurutnya, saat keputusan di ambil sebagian siswa sudah berada di dalam lingkungan sekolah, sedangkan sebagian lainnya masih berada di luar gerbang. Kondisi tersebut di khawatirkan memicu kericuhan maupun membahayakan keselamatan siswa.

“Yang saya khawatirkan daerah ini ramai. Saya takut terjadi chaos, kemudian takut terjadi kecelakaan terhadap anak-anak. Makanya kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan akhirnya anak-anak di bubarkan untuk melaksanakan PJJ,” jelasnya.

Agus menegaskan, bahwa pihak sekolah sama sekali tidak menerima pemberitahuan ataupun koordinasi sebelum gerbang sekolah di gembok.

“Tidak ada informasi kepada sekolah, terutama kepada saya sebagai kepala sekolah,”ucapnya.

Ahli Waris Pasang Spanduk

Agus mengungkapkan, pihak yang mengaku sebagai ahli waris sebelumnya telah memasang spanduk di lingkungan sekolah sekitar satu bulan lalu tanpa koordinasi dengan pihak sekolah.

“Spanduk ini sudah ada lebih dari satu bulan. Mereka datang hari Minggu saat sekolah libur. Saya juga waktu itu sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan mengenai kondisi tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga: Pelaku Penebang 12 Pohon di Cijerah Mengaku ke Wawalkot Bandung

Gerbang sekolah akhirnya di buka kembali sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, sebelum situasi mereda sempat terjadi adu argumen antara pihak ahli waris dengan seorang guru terkait keputusan sekolah memberlakukan PJJ.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, SDN 026 Bojongloa telah menyiapkan skema pemindahan sementara kegiatan belajar mengajar ke SDN 148 apabila situasi kembali tidak kondusif.

“Kami sudah berkoordinasi dengan SDN 148. Kalau nanti terjadi insiden lagi, pembelajaran sementara akan di alihkan ke sana. Tetapi kalau situasi tetap kondusif, kami akan tetap belajar di sini sampai ada keputusan relokasi,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

30 Pejabat Ciamis Lulus PKA Mandiri, Digitalisasi Aset Jadi Inovasi Terbaik

0
Ciamis@fokusjabar.id
30 Pejabat Ciamis Lulus PKA Mandiri, Digitalisasi Aset Jadi Inovasi Terbaik.(Istimewa)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sebanyak 30 pejabat administrator atau eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Di nyatakan lulus Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026.

Dan kegiatan tersebut pertama kalinya di selenggarakan secara mandiri oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis. 

Seluruh peserta berhasil meraih predikat sangat memuaskan dan memuaskan setelah mengikuti pelatihan selama kurang lebih tiga bulan.

Baca Juga: KPU Sosialisasikan Pemutakhiran Data Parpol Berkelanjutan, DPC Demokrat Ciamis Sudah Clear

Selain mencetak seluruh peserta lulus, pelatihan tersebut juga melahirkan berbagai proyek perubahan. Yang di arahkan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Kepala BKPSDM Kabupaten Ciamis, Ai Rusli Suargi, mengatakan penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan secara mandiri. Menjadi langkah strategis karena pemerintah daerah dapat menyesuaikan materi pembelajaran dan proyek perubahan dengan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Ciamis.

“Ini pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Ciamis menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan secara mandiri. Sebelumnya peserta selalu mengikuti pelatihan yang di fasilitasi BKPSDM atau Lembaga Administrasi Negara,” ujar Ai Rusli, Kamis (6/8/2026).

Efisiensi Anggaran

Menurutnya, pelaksanaan secara mandiri juga memberikan efisiensi anggaran yang cukup signifikan karena seluruh rangkaian kegiatan di laksanakan di Kabupaten Ciamis.

“Dengan penyelenggaraan mandiri ini, kita bisa lebih mengarahkan proyek perubahan agar berkontribusi terhadap pencapaian visi dan misi Bupati. Dari sisi anggaran juga jauh lebih efektif dan efisien karena seluruh pelaksanaan di lakukan di Ciamis,” katanya.

Ai menjelaskan, seluruh peserta di wajibkan menyusun proyek perubahan yang mengacu pada empat tema. Prioritas pembangunan daerah, yakni ketahanan pangan, investasi, pendidikan berkualitas, serta pelayanan dasar kesehatan yang bermutu.

Seluruh inovasi tersebut di harapkan mampu mendukung target pembangunan sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Ciamis.

Dari hasil penilaian akhir, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Ciamis, Mar Diyana Yusuf, berhasil meraih peringkat pertama. Melalui inovasi digitalisasi aset daerah bertajuk Aplikasi Aset Penjaga Pangan.

Inovasi tersebut di nilai mampu memperkuat tata kelola aset daerah sekaligus mendukung sektor ketahanan pangan.

Peringkat kedua di raih Tigin Ary Ginanjar, Sekretaris Bapperida Kabupaten Ciamis. Melalui proyek penyediaan basis data potensi investasi dan UMKM Kabupaten Ciamis.

Basis data tersebut di harapkan menjadi sumber informasi yang memudahkan calon investor mengetahui peluang investasi di berbagai sektor.

Sementara peringkat ketiga di raih Aris Gunanto dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis melalui inovasi penanganan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Program tersebut di rancang dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik.

Bupati Ciamis Apresiasi Seluruh Peserta

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengapresiasi keberhasilan seluruh peserta yang mampu menyelesaikan pelatihan dengan hasil memuaskan.

Ia berharap berbagai inovasi yang telah di susun tidak berhenti sebagai proyek selama pelatihan. Tetapi benar-benar di terapkan di masing-masing perangkat daerah.

“Seluruh organisasi perangkat daerah di harapkan memiliki arah yang sama dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah. Sehingga proyek perubahan yang di hasilkan peserta dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Herdiat.

Baca Juga: Soal Marak Isu Manipulasi Absensi ASN, BKPSDM Ciamis Bilang Begini

Menurutnya, keberhasilan Pelatihan Kepemimpinan tidak hanya di ukur dari kelulusan peserta, tetapi juga dari sejauh mana proyek perubahan. Yang di hasilkan mampu menjawab persoalan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Herdiat juga menyampaikan selamat kepada seluruh peserta, khususnya lima besar terbaik, serta mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Atas dukungan dan pendampingan sehingga Kabupaten Ciamis berhasil menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan secara mandiri untuk pertama kalinya.

(Mia)

Kronologis Bayi Perempuan 8 Bulan Ditinggal di Terminal Kalipucang Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Bayi perempuan 8 bulan saat di gendong oleh petugas dari Dinsos Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Terungkap kronologi penemuan bayi perempuan usia 8 bulan di Terminal Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (5/8/2026) pagi.

‎Bayi tersebut pertama kali di serahkan oleh seorang perempuan yang di duga ibu kandungnya hendak menitipkan bayi tersebut selama 10 hari ke warga di sekitaran terminal.

‎Silpi pedagang di terminal mengatakan, perempuan tersebut tidak memberikan identitas yang jelas. Ia hanya menyebut akan menitipkan bayinya.

Baca Juga: Bayi Perempuan 8 Bulan Ditemukan di Terminal Kalipucang Pangandaran

‎”Terus di tanya mau ke mana? Enggak jelas lah ya, enggak nyebutin identitas atau apa gitu. Terus dia katanya mau jalan-jalan. Katanya di sebutin dari mana enggak jelas, pokoknya mau jalan-jalan aja. Mau nitipin bayi katanya 10 hari,” ujar Silvi di temui di lokasi terminal Kamis, (6/8/2026).

‎Setelah di serahkan, Silvi langsung melapor ke kepolisian. Bayi kemudian di bawa ke Puskesmas Kalipucang sekitar pukul 08.30 – 09.00 WIB.

‎”Langsung laporan ke kepolisian terus di bawa ke puskesmas. Sekarang bayinya di urus di ambil sama Dinsos dulu sebelum keluarganya di temukan,” katanya.

‎Saat di temukan, kondisi bayi dalam keadaan sehat dan aktif. Saksi menyebut terakhir kali melihat, bayi sedang di mandikan.

‎”Posisi bayi alhamdulillah sih aktif sehat bayinya,” ujarnya.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Pangandaran, Warga Berhamburan Keluar Rumah, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

‎Menurut Silvi, bayi tersebut sempat di mandikan terlebih dahulu oleh ibu kandungnya sebelum di serahkan kepada warga sekitar.

‎”Anaknya di mandiin, di susuin terus di titipin udah pergi. Enggak pakai kendaraan lagi, jalan kaki,” pungkasnya.

‎Saat ini bayi tersebut sudah di tangani oleh Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran sambil menunggu penelusuran keluarga.

(Sajidin)

Nyinyir Pasien BPJS, Apakah Oknum Pegawai RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Dipecat?

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
: Karir oknum staf RSUD dr Soekarjo Tasikmlaya terancam setelah mengeluarkan komentar tidak pantas terhadap pasien BPJS di media sosial

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ulah jempol memang bisa jadi harimau bagimu, unggahan bernada tak berempati. Yang di layangkan oleh oknum staf RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya. Kepada seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal di platform media sosial Threads.

Dan unggahan tersebut kini berbuntut panjang dan terancam menghancurkan karier mereka sendiri.

​Kasus ini mendadak meledak dan menjadi sorotan nasional setelah viral di berbagai linimasa. Gelombang kecaman warganet mengalir deras, bahkan tokoh publik sekelas Kang Dedi Mulyadi (KDM), anggota DPR RI.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Perkuat UMKM Garut Lewat Program Desa EKI, Akses Modal dan Pendampingan Jadi Fokus

Hingga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ikut turun tangan menyoroti insiden pelayanan publik yang mencoreng institusi kesehatan ini.

​Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengaku sangat kaget dan menyayangkan tindakan tidak terpuji. Yang tentunya mencoreng citra dunia kesehatan di Kota Tasikmalaya tersebut.

​”Ya harus ada tindakan dan sementara ini pelaku sudah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) oleh atasan masing-masing. Kita tidak ingin kejadian serupa bisa terulang kembali,” ungkap Diky saat di temui di Raudatul Ulum Cidahu. Kecamatan Tamansari, Kamis (6/8/2026).

​Terkait sanksi tegas atau punishment, Diky menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan pimpinan. Melalui rekomendasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sesuai regulasi yang berlaku.

Pihaknya juga telah menerjunkan Inspektorat untuk mengawal ketat kasus ini.

​”Inspektorat mengawal dan memastikan bahwa proses tindakan kepada yang bersangkutan berjalan sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai. Secara teknis, sanksi itu berada di BKPSDM sesuai regulasi,” tambahnya.

Medsos Ibarat Pisau Dapur

​Berkaca dari insiden panas ini, Diky Candra melontarkan imbauan keras sekaligus pesan menohok bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Maupun non-ASN di lingkungan Pemkot Tasikmalaya agar lebih bijak dalam bermedia sosial.

​Ia mengibaratkan media sosial bagaikan sebuah pisau tajam. Jika di pegang oleh tangan yang tepat, seperti seorang ibu untuk memasak dan memotong sayur atau daging. Tentu akan mendatangkan banyak manfaat.

Sebaliknya, jika jatuh ke tangan yang salah, justru bisa mendatangkan malapetaka.

​”Karena media sosial itu ibarat pisau, jika di gunakan oleh ibu-ibu buat masak/motong sayur atau daging pasti bermanfaat. Namun, apabila di gunakan oleh orang mabuk bisa menjadi negatif fungsinya.” katanya.

Sementara itu NZ Norma Zehara seorang staf administrasi RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Dengan mengunggah video permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya (@nnzhaquarius) pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Permintaan maaf tersebut di lakukan setelah komentar kasarnya di media sosial Threads. Yang menanggapi keluhan pasien BPJS viral dan menuai kecaman publik.

Baca Juga: Viral Konten Promosi Hotel di Tasikmalaya Tuai Kritik, Disporabudpar Minta Pengusaha Jaga Citra Kota Santri

Pasien tersebut, almarhum Yurizal, sebelumnya mengeluh menunggu kamar selama 8 jam dan di kabarkan meninggal dunia. 

Selain itu pihak manajemen rumah sakit telah melakukan pemeriksaan (BAP). Serta berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Juga Inspektorat Kota Tasikmalaya untuk memproses penegakan disiplin sesuai aturan yang berlaku.

(Abdul Latif)

KPU Sosialisasikan Pemutakhiran Data Parpol Berkelanjutan, DPC Demokrat Ciamis Sudah Clear

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
KPU Sosialisasikan Pemutakhiran Data Parpol Berkelanjutan, DPC Demokrat Ciamis Sudah Clear

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis menggelar kunjungan kerja ke Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis, Kamis (6/8/2026).

Kunjungan ini bertujuan menjalankan program Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan guna menyiapkan kesiapan kepengurusan, domisili kantor kesekretariatan, data keanggotaan, serta pemenuhan keterwakilan perempuan menjelang kontestasi pemilu mendatang.

Baca Juga: Soal Marak Isu Manipulasi Absensi ASN, BKPSDM Ciamis Bilang Begini

Ketua KPU Ciamis, Oong Ramdani, menegaskan bahwa KPU telah melayangkan surat resmi ke 18 partai politik peserta Pemilu 2024. Partai Demokrat merespons dan menuntaskan proses pemutakhiran data tersebut.

“Jangan sampai persyaratan kelengkapan administrasi parpol itu tidak diselesaikan mepet di akhir batas waktu yang ditentukan,” ujar Oong Ramdani, Kamis (6/8/2026).

DPC Demokrat Ciamis Tuntas Update Data Sipol

Oong memuji kesiapan DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pemutakhiran data pengurusan dan keanggotaan di Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).

“Partai Demokrat sudah selesai terkait dengan pemutakhiran. Jadi sudah clear untuk Demokrat,” ungkap Oong.

Mengenai partai politik lain yang belum memutakhirkan data, Oong membeberkan beberapa kendala di lapangan, seperti belum adanya pergantian pengurus atau rencana perpindahan kantor kesekretariatan.

KPU Ciamis merancang pemutakhiran data berkelanjutan ini sebagai langkah antisipasi berdasar pada evaluasi dan kendala verifikasi faktual pemilu sebelumnya.

Demokrat Ciamis Apresiasi Sinergi KPU

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis, Anjar Asmara, menyambut hangat langkah KPU Ciamis. Anjar mengapresiasi keberanian KPU dalam membuka fakta dan informasi terkait kondisi persiapan parpol di Ciamis.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada KPU supaya berani menginformasikan kebenaran agar seluruh parpol mengetahui apa saja yang harus meraka benahi. Informasi ini juga penting bagi masyarakat terkait kinerja parpol di Kabupaten Ciamis sebagai bahan edukasi politik,” kata Anjar.

(IrfansyahRiza)

Jika Persib Juara Piala Presiden 2026, Tak Ada Konvoi

0
piala presiden 2026 fokusjabar.id
Foto:Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan. (Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan memastikan Manajemen tidak memiliki agenda konvoi jika juara Piala Presiden 2026.

Persib berpeluang menjadi juara pada turnamen pramusim Piala Presiden 2026, karena berhasil lolos ke babak final usai menaklukkan Persija Jakarta di semifinal.

BACA JUGA:

Igor Tolic Sebut Gaya Main Persebaya Masih Sama

Pada pertandingan final turnamen pramusim Piala Presiden 2026, skuad Maung Bandung akan berhadapan dengan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.

Menurut Adhitia, jika Persib keluar sebagai juara, Manajemen Persib tidak akan menggelar konvoi seperti perayaan juara kompetisi Super League.

Meski begitu, pihaknya tidak dapat melarang Bobotoh yang ingin merayakan keberhasilan Persib meraih gelar juara dengan cara konvoi.

“Gini, kalau konvoi itu kan kebanyakan organik. Kita juga kadang nggak bisa melarang. Karena Bobotoh kan organik,” kata Adhitia.

“Tapi kalau dari kacamata manajemen, kami melihat kita belum mulai season. Liga belum di mulai. Jadi kayaknya lebih baik energi dan fokus kita pakai untuk persiapan musim baru,” Dia menambahkan.

Menurutnya, lebih baik perayaan konvoi juara di lakukan pada akhir musim ketika skuad Maung Bandung kembali meraih trofi. Karena, Piala Presiden merupakan pramusim.

“Kalaupun nanti kita mau konvoi, insyaallah nanti kita konvoi bareng-bareng lagi lah di akhir musim gitu. Jangan sekarang lah.​Biarkan pemain juga fokus dulu ke pertandingan yang sebenarnya,” ujar Dia.

Persib sendiri pada akhir bulan ini akan melakoni babak play-off AFC Champions League Two 2026/2027menghadapi klub asal Filipina, Manila Digger FC.

BACA JUGA:

Igor Tolic: Persib dan Persebaya Fokus Pemulihan

“Kita punya pertandingan yang sangat penting di tanggal 31. Ini pertandingan yang sebenarnya. Kita nggak mau karena ada euforia tertentu akhirnya mengurangi fokus pemain. Dan kami berharap Bobotoh juga punya pemahaman yang sama,” ungkapnya.

(Arif)