spot_imgspot_img
Minggu 3 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog

Federico Barba Percaya Diri, Kemenangan Harga Mati

0
Federico Barba percaya diri fokusjabar.id
Federico Barba (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek Persib Bandung, Federico Barba menegaskan, kepercayaan diri timnya tengah meningkat usai mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 4-2.

Dia menyebut, keberhasilan tim melewati laga sulit melawan Bhayangkara FC menjadi suntikan motivasi besar bagi seluruh pemain menjelang lanjutan Super League 2025/2026 kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, Senin (4/5/2026) besok sore.

BACA JUGA:

Kapten Persib Bandung Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme

Menurutnya, kekompakan yang ditunjukkan di lapangan merupakan modal penting menghadapi jadwal padat yang membutuhkan energi ekstra.

“Saya pikir dari pertandingan terakhir, kami mendapatkan banyak kepercayaan diri karena itu adalah laga yang sangat berat. Tapi kami berhasil melaluinya bersama-sama. Ini sangat bagus karena sekarang kami butuh energi lebih,” kata Federico Barba.

Pemain asal Italia tersebut menekankan, saat ini tim tidak ingin terpecah fokusnya dengan memikirkan empat laga sisa. Baginya, setiap pertandingan adalah final yang harus di menangkan satu per satu.

“Kami hanya perlu memenangkan pertandingan demi pertandingan. Laga berikutnya adalah yang paling penting. Saya tidak ingin terganggu dengan tiga laga setelahnya,” tegas Federico Barba.

BACA JUGA:

Hydroplus Soccer League U-15, Akademi Persib Putri Intai Puncak

Dia dan rekan-rekan akan tampil habis-habisan untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

Target kemenangan menjadi harga mati demi menjaga posisi di jalur persaingan.

“Kami harus terus berjuang karena kami butuh kemenangan,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Pertahanan PSIM Yogyakarta Kokoh, Bojah Hodak Optimis 3 Poin

0
Bojan Hodak PSIM fokusjabar.id
Bojan Hodak (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak mewaspadai kekuatan PSIM Yogyakarta pada pertandingan pekan ke-31 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar),  Senin (4/5/2026).

Terlebih, Thom Haye dan kawan-kawan memiliki masa persiapan singkat usai partai tandang melawan Bhayangkara FC.

BACA JUGA:

Pelatih Bhayangkara FC Ambil Hikmah Dikalahkan Persib Bandung

Menurut Bojan Hodak, situasi tersebut harus di hadapi timnya. Hal positifnya, mendapatkan bekal momentum positif dari hasil dan performa tim pada di laga sebelumnya.

“Hanya ada waktu empat hari di antara pertandingan. Tapi, hasil dan performa terakhir kami bagus. Terutama di babak kedua,” kata Hodak.

Pelatih asal Kroasia ini secara khusus menyoroti organisasi permainan PSIM yang di anggapnya sangat solid. Dia menilai, mereka sebagai tim yang sulit di kalahkan karena memiliki etos kerja tinggi di lapangan.

“Kami fokus pada mereka yang memiliki organisasi yang baik dan sulit di kalahkan di semua pertandingan. Bahkan ketika kalah, mereka hanya kalah dengan selisih satu gol. Itu karena tidak ada yang bisa meremehkan tim yang bekerja sangat keras,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Pelatih Persib: Babak Pertama vs Bhayangkara tak Sesuai Rencana

Meski memprediksi laga akan berjalan sengit, Hodak tetap optimistis mampu mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

“Jadi saya memperkirakan pertandingan yang sulit. Tapi saya berharap tim bisa mendapatkan hasil positif,” tutupnya.

Seperti di ketahui, Persib Bandung saat ini masih berada di puncak klasemen sementara dengan mengumpulkan nilai 69.

Nilai Tim kebanggaan Bobotoh sama dengan Borneo FC. Namun Persib unggul head to head.

(Bambang Fouristian)

Dedi Mulyadi Paparkan Program Infrastruktur dan Budaya HUT ke-27 Depok

0
HUT Depok fokusjabar.id
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (foto: depok.go.id)

DEPOK, FOKUSJabar.id: Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok Jawa Barat (Jabar) tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat.

Momentum tersebut di manfaatkan sebagai ruang penyampaian arah pembangunan daerah ke depan.

BACA JUGA:

Urai Kemacetan Tapos, Pemkot Depok Uji Coba Sistem Satu Arah di Leuwinanggung Mulai 7 Mei

Dalam rangkaian acara puncak yang berlangsung meriah, berbagai rencana strategis mulai di ungkap kepada publik. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, momen tersebut juga memperlihatkan sinergi antara pemerintah dan warga dalam membangun kota yang lebih baik. Harapan akan pembangunan yang merata pun semakin menguat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan sejumlah program prioritas yang di fokuskan pada peningkatan infrastruktur serta kesejahteraan masyarakat.

Dia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran daerah yang berpihak kepada masyarakat. Salah satu sumber utama yang di soroti adalah pemanfaatan pendapatan dari pajak daerah.

“Pendapatan daerah harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang nyata. Seperti perbaikan jalan lingkungan, saluran air serta fasilitas pendidikan,” ujarnya.

Sejumlah rencana pembangunan pun mulai di paparkan secara rinci. Salah satunya adalah pembangunan underpass di kawasan Citayam yang di tujukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas.

Tak hanya itu, pemerintah juga berencana membangun flyover yang akan menghubungkan Kota Depok dengan Kabupaten Bogor. Proyek ini di harapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah.

BACA JUGA:

Viral Sekeluarga Makan Kertas di Depok, Ini Kata Wali Kota

Ruang publik juga menjadi perhatian dalam rencana pembangunan. Salah satu yang di ungkap adalah pembangunan taman air mancur yang dapat di manfaatkan masyarakat sebagai tempat rekreasi.

Pada sektor perumahan, Dedi Mulyadi turut menyoroti kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menegaskan pentingnya percepatan pembangunan rumah layak huni.

Pemerintah juga di harapkan dapat mendorong pembangunan hunian vertikal sebagai solusi keterbatasan lahan. Upaya ini di nilai penting untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat.

“Pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi prioritas yang harus segera di tuntaskan,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, pelestarian budaya juga menjadi perhatian. Ia mengungkapkan rencana pembangunan Kampung Budaya Betawi sebagai upaya menjaga identitas lokal di tengah pesatnya perkembangan kota.

Dia mengajak masyarakat untuk memiliki pola pikir yang lebih positif dalam menghadapi kondisi ekonomi. Semangat untuk terus berusaha di nilai menjadi kunci kesejahteraan.

“Masyarakat perlu memiliki semangat untuk terus berusaha dan tidak bergantung pada bantuan. Dengan demikian, kesejahteraan dapat terwujud secara berkelanjutan,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Kapten Persib Bandung Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme

0
Marc Klok rasisme fokusjabar.id
Marc Klok (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kapten Persib Bandung, Marc Klok dengan tegas membantah tuduhan dari Bhayangkara FC terkait rasisme saat laga pekan ke-30 Super League 2025/2026.

Seperti di ketahui, di media sosial beredar video perdebatan antara kapten Bhayangkara FC, Wahyu Subo Seto usai babak pertama berakhir.

BACA JUGA:

Pelatih Bhayangkara FC Ambil Hikmah Dikalahkan Persib Bandung

Saat memasuki lorong menuju ruang ganti, Wahyu Subo Seto terlihat berdebat dengan kapten tim Persib Bandung.

Melalui statement resminya di media sosial, Bhayangkara FC menjelaskan hal itu terjadi karena Wahyu Subo Seto ingin mengkonfirmasi kepada Marc Klok terkait aksi rasisme kepada Henry Doumbia.

Selain itu, pihak Bhayangkara FC melaporkan dugaan aksi rasisme yang di lakukan Marc Klok kepada Match Commisioner dan bersurat kepada Komdis PSSI.

Terkait pernyataan dari Bhayangkara FC, Marc Klok akhirnya memberikan bantahan melalui akun media sosialnya, Sabtu (2/5/2026).

BACA JUGA:

Persib Bandung Siap Hadapi Tekanan Berat Bhayangkara FC

Berikut ini pernyataan resmi dari Marc Klok:

Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang di tujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat di terima dan merugikan nama baik saya.

Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme dan anti-rasisme.

Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya dan kebangsaan. Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya. Baik di dalam maupun di luar lapangan.

BACA JUGA:

Pelatih Persib: Babak Pertama vs Bhayangkara tak Sesuai Rencana

Orang-orang yang mengenal saya, termasuk rekan setim, pelatih, dan orang-orang terdekat, mengetahui siapa saya dan nilai-nilai yang saya pegang.

Satu hal yang pasti, saya selalu memimpin dengan memberi teladan.

Saya telah berbicara dengan beberapa pihak dari Bhayangkara Presisi Lampung FC. baik selama maupun setelah pertandingan, untuk memahami situasi yang terjadi serta mengklarifikasinya dengan sikap hormat dan tenang.

Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, “Give me the ball back.”

Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata “black”.

Ia mengakui kesalahpahaman tersebut. begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka yang memiliki hubungan baik dengan saya.

Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan.

BACA JUGA:

Misi Balas Dendam jadi Target Pelatih Bhayangkara FC

Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini.

Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar.

(Arif)

PKBM di Kabupaten Bandung Perkuat Arah Pendidikan Nonformal

0
PKBM Bandung nonformal fokusjabar.id
Perkuat Arah Pendidikan Nonformal, PKBM di Kabupaten Bandung Susun Visi dan Misi Bersama.

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sejumlah pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Bandung Jawa Barat (Jabar) terus berupaya memperkuat kualitas pendidikan nonformal.

Salah satu upaya yang di lakukan, mengikuti kegiatan penyusunan visi, misi dan tujuan lembaga yang di gelar di PKBM Saudara Sejiwa.

BACA JUGA:

Apindo Jabar Dorong Percepatan Penataan Ulang Tata Ruang

Narasumber kegiatan, Dosen Program Studi Magister Pendidikan Masyarakat IKIP Siliwangi, Ansor menegaskan pentingnya visi dan misi sebagai fondasi kemajuan lembaga pendidikan masyarakat.

“PKBM tidak cukup hanya berjalan. Tetapi harus memiliki arah yang jelas, tujuan terukur serta identitas kelembagaan yang kuat,” tegasnya, Minggu (3/5/2026).

Suasana diskusi berlangsung dinamis. Para peserta saling bertukar gagasan dan pengalaman dalam merumuskan visi serta tujuan lembaga yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Melalui kegiatan ini, di harapkan setiap PKBM semakin profesional, memiliki arah pengembangan yang jelas dan mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di Kabupaten Bandung.

BACA JUGA:

Inilah Kebijakan Baru SPMB di Kota Bandung

“Saya harap setiap PKBM semakin profesional. Kemudian memiliki arah pengembangan yang jelas dan mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Khususnya di Kabupaten Bandung,” pungkasnya.

(Budiana Martin)

Liga Jabar Istimewa U-10 dan U-12 Kota Banjar Jadi Panggung Lahirnya Bintang Masa Depan

0
Liga Jabar Istimewa U-10 fokusjabar.id
Tim yang ikut berlaga di Liga Jabar Istimewa foto bersama pengurus PSSI Kota Banjar. (Istimewa/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Atmosfer luar biasa mewarnai kompetisi resmi yang di selenggarakan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Banjar dalam ajang Liga Jabar Istimewa U-10 dan U-12 di Stadion Gelora Sports Centre Langensari, Kota Banjar, Sabtu (2/5/2026)

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembinaan sepak bola usia dini sekaligus panggung lahirnya talenta-talenta muda potensial.

BACA JUGA:

Sekdes Rejasari Kota Banjar Ancam Tempuh Jalur PTUN

Ketua PSSI Kota Banjar, Acep Anggi D Sihombing menjelaskan, kompetisi ini di ikuti oleh masing-masing 6 tim. Baik kategori U-10 maupun U-12.

Menariknya, tim terbaik dari tiap kategori akan melaju ke tingkat regional untuk melanjutkan perjuangan mereka.

“Kompetisi ini bukan hanya soal meraih juara, tetapi bagaimana anak-anak belajar berkompetisi secara sehat, menjunjung tinggi sportivitas serta membangun mental bertanding sejak dini,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Selain menjadi ajang bergengsi perebutan Piala Wali Kota Banjar, liga ini juga berfungsi sebagai wadah strategis dalam menjaring bibit-bibit unggul yang kelak di harapkan mampu mengharumkan nama Kota Banjar di kancah yang lebih tinggi.

“Saya sebagai ketua PSSI  Kota Banjar dan jajaran pengurus mengucapkan selamat kepada para juara yang bersiap menuju regional,” ucap Anggi.

Wakil Wali Kota Banjar Supriana mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia menegaskan, pembinaan usia dini merupakan fondasi utama dalam mencetak atlet berkualitas.

“Pemerintah Kota Banjar sangat mendukung kegiatan seperti ini. Selain menjadi ajang kompetisi, juga menjadi sarana pembentukan karakter, disiplin serta kerja sama tim bagi anak-anak. Harapannya, dari sini akan lahir talenta-talenta hebat yang bisa mengharumkan nama daerah,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Kebakaran Rumah Warga di Banjar, Diduga Korsleting Kipas Angin

Melalui kompetisi berjenjang dan berkelanjutan seperti ini, PSSI Kota Banjar menunjukkan komitmennya dalam memajukan sepak bola daerah. Di mulai dari pembinaan usia muda yang terarah, sistematis dan penuh semangat sportivitas.

“Dari ajang ini akan lahir pemain-pemain muda berbakat yang tidak hanya mampu membawa nama baik Kota Banjar di tingkat regional maupun nasional. Tetapi juga berkesempatan menembus level yang lebih tinggi hingga memperkuat tim profesional, bahkan menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia di masa depan,” tutup Supriana.

(Agus Purwadi)

Hardiknas 2026, Sekolah Sungai Cimanuk Garut Prihatin 19 Ribu Anak Putus Sekolah

0
sekolah sungai cimanuk fokusjabar.id
Sekolah Sungai Cimanuk Garut

GARUT, FOKUSJabar.id:  Angka putus sekolah di Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) masih memprihatinkan. Sekjen Ormas Gerakan Anak Sunda (GAS) sekaligus Direktur Sekolah Sungai Cimanuk (SSC), Mulyono Khaddafi mencatat sekitar 19 ribu anak usia 7-18 tahun tidak melanjutkan pendidikan.

Mulyono Khaddafi menyebut, angka ini sebagai “lampu merah” bagi masa depan Garut yang di pimpin oleh Bupati yang berlatar belakang seorang akademisi.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Peringati Hari Air Sedunia

“19 ribu itu bukan angka kecil. Jika di biarkan akan kehilangan satu generasi. Saya prihatin,” kata Mulyono, Minggu (3/5/2026).

Fakta di lapangan

Menurut Dia, sebaran terbanyak Anak Tak Sekolah (ATS) di wilayah Garut Selatan dan daerah terpencil.  Sementara di wilayah tengah dan perkotaan skalanya di taksir 6,7 persen.

Dia menyebut, di blok Cihidueng, Negla dan Pasir Luhur Kecamatan Cikajang banyak penggarap lahan menetap di sana yang lokasinya sangat terpencil. Sehingga anak-anak mereka tidak bisa melanjutkan sekolah.

sekolah sungai cimanuk fokusjabar.id
Direktur Sekolah Sungai Cimanuk Garut,, Mulyono Khaddafi

“Kebiasaan masyarakat di pelosok kerap melibatkan anak-anak dalam kegiatan bertani atau buruh tani. Sehingga ketika tamat sekolah dasar mereka tidak melanjutkan ke smp dan memilih membantu orang tua,” ungkap Milyono.

Selain itu, faktor ekonomi, menikah muda dan akses sekolah yang jauh menjadi pemicu anak-anak tidak melanjutkan sekolah.

“Hasil penelusuran, mereka putus sekolah lantaran faktor ekonomi. Sehingga si anak di paksa harus ikut membantu bekerja,” kata Direktur SSC Garut.

Mulyono menegaskan, semua warga negara berhak mendapat pendidikan yang di jamin secara konstitusional di dalam UUD 1945. Atas dasar tersebut, Sekolah Sungai Cimanuk di bentuk sebagai alternatif agar mereka tetap mendapat pendidikan.

BACA JUGA:

Rentan dan Sekolah Sungai Cimanuk Peringati HPSN 2026

Pihaknya terus berupaya dengan berbagai cara agar anak yang terbentur secara ekonomi dan akses tetap bisa belajar.

Salah satunya mengadakan sekolah rakyat alakadarnya di daerah-daerah terpencil. Dengan begitu, mereka tetap dapat belajar. Minimal bisa Membaca, Menulis dan Berhitung  (Calistung).

Sayangnya, pergerakan Sekolah Sungai Cimanuk kurang mendapat dukungan dari pihak pemerintah.

“Karena pendidikan itu amanat konstitusi UUD 1945, maka pemerintah wajib melaksanakannya. Jangan malah sebaliknya. Kami bergerak tanpa di biayai anggaran negara bukanya di rangkul, ini malah di acuhkan,” ucapnya.

Kalau pemerintah punya harapan, masyarakat juga punya tuntutan. Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) jangan cuma menggelar upacara, tapi selesaikan anak putus sekolah.

Masyarakat tidak anti pemerintah. Masyarakat cuma capek mendengar pidato tiap tanggal 2 Mei.

Hardiknas 2026 harus jadi tahun pembuktian. Ukurannya bukan jumlah peserta upacara. Tapi berapa anak yang putus sekolah  bisa kembali belajar.

(Bambang Fouristian)