spot_imgspot_img
Kamis 6 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 2

Mariano Peralta Berpeluang Tampil di Final Piala Presiden 2026

0
Mariano Peralta fokusjabar.id
Mariano Peralta (foto: persib.co.id)

BALI, FOKUSJabar.id: Winger Persib Bandung, Mariano Peralta berpeluang tampil pada pertandingan final turnamen pramusim Piala Presiden 2026 menghadapi Persebaya Surabaya.

Pertandingan Persib menghadapi Persebaya di jadwalkan akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.

BACA JUGA:

Igor Tolic: Persib dan Persebaya Fokus Pemulihan

Menurut pelatih Persib, Igor Tolic, Mariano Peralta baru bergabung dengan tim. Sehingga kondisinya belum berada dalam level terbaiknya.

Meski begitu, pada pertandingan semifinal turnamen pramusim Piala Presiden 2026 menghadapi Persija Jakarta, Selasa (4/8/2026), Igor Tolic memberikan kesempatan bermain kepada Mariano Peralta.

Pada pertandingan tersebut, winger asal Argentina ini tampil di menit-menit akhir. Menit bermain di berikan agar Peralta bisa merasakan atmosfer laga dan beradaptasi dengan rekan setim.

“Saya ingin mendorongnya sedikit karena dia sudah lama tidak berlatih. Hanya untuk merasakan atmosfer lapangan dan beradaptasi dengan rekan tim,” kata Igor Tolic.

Peralta sendiri antusias untuk menjalani debut bersama skuad Maung Bandung dan ingin bermain dengan durasi lama, namun dengan beberapa pertimbangan ia hanya bermain beberapa menit.

BACA JUGA:

Adhitia Herawan Bocorkan Sponsor Baru Persib Bandung, Jumlahnya Lebih Banyak dari Musim Lalu

“Kemarin dia sangat senang bisa bergabung, dia bahkan ingin bermain lebih lama, tetapi karena banyak alasan kami tidak melakukannya,” ucapnya menambahkan.

Pelatih asal Kroasia ini menuturkan, jika kondisi Peralta semakin bagus, maka dia berpeluang tampil dengan durasi lebih lama pada pertandingan puncak Piala Presiden 2026.

“Jika kondisinya membaik untuk laga ini, kami mungkin akan memainkannya sedikit lebih lama,” tegasnya.

(Arif)

Bupati Garut Cek Rehabilitasi Jalan Limbangan–Selaawi

0
Bupati Garut Limbangan fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin usai meninjau proyek rehabilitasi ruas Jalan Limbangan–Selaawi (Batas Kabupaten Sumedang) di Kecamatan Selaawi, Rabu (5/8/2026) kemarin.

Peninjauan di lakukan untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur penghubung antarkabupaten berjalan sesuai standar mutu dan jadwal yang telah di tetapkan.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pajak Hotel dan Restoran jadi Pembangunan Infrastruktur

Menurut Bupati Garut, rehabilitasi jalan sepanjang 1,3 kilometer dengan lebar 4 meter ini menggunakan lapisan perkerasan hotmix.

Proyek tersebut di biayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut dengan nilai anggaran Rp1,3 milyar.

Bupati Garut menegaskan, perbaikan ruas jalan ini memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Garut dan Sumedang.

“Jadi jalan ini konon terakhir di perbaiki tahun 2015.  Mudah-mudahan bisa mempermudah akses masyarakat Garut ke Sumedang,” ungkapnya.

Ia berharap, peningkatan kualitas infrastruktur tersebut dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Garut yang menuju Sumedang. Begitupun sebaliknya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Yugo Wibisono mengatakan, progres dan teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

BACA JUGA:

Festa Dinas Pertanian Garut Perkuat Ekonomi Petani

“Tahap pertama pembukaan saluran drainase (manual). Kemudian perkerasannya menggunakan hotmix dengan lebar 4 meter. Masa pelaksanaannya 120 hari,” katanya.

Yugo menambahkan, pihaknya berkomitmen melakukan pengawasan secara optimal agar pekerjaan dapat di selesaikan tepat waktu dengan mutu yang sesuai spesifikasi teknis.

“Kami harus menjamin pengerjaan tepat waktu dan secara mutu dapat tercapai. Sehingga sesuai spek dan masyarakat dapat memanfaatkan dengan segera,” pungkas Yugo.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut: Pajak Hotel dan Restoran jadi Pembangunan Infrastruktur

0
Bupati garut pajak fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Ruang Rapat Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (6/8/2026).

Syakur menyoroti besarnya potensi penerimaan daerah dari sektor pajak hotel dan restoran seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

BACA JUGA:

Festa Dinas Pertanian Garut Perkuat Ekonomi Petani

Menurutnya, peningkatan PAD akan di kembalikan kepada masyarakat dan pelaku usaha melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi dan sektor pariwisata.

“Hasil dari peningkatan PAD akan di kembalikan kepada masyarakat dan juga para pelaku usaha. Kita akan melakukan perbaikan jalan, lampu-lampu untuk bisa di lalui menuju objek wisata,” tegas Bupati Garut.

Ia menjelaskan, pembangunan jalan, penerangan serta infrastruktur pendukung lainnya menuju kawasan wisata di harapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat, memperlancar mobilitas wisatawan sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Bupati Garut juga mengimbau seluruh wajib pajak agar meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA:

Sekda Garut Instruksikan Diskominfo Aktif Tindak Lanjuti SP4N LAPOR

Menurutnya, pembangunan daerah tidak terlepas dari kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak.

“Pembangunan ini sebagian besar di biayai oleh pajak dari masyarakat. Maka dari itu, kita harus hati-hati, proporsional dan adil,” pungkas Bupati.

(Bambang Fouristian)

Festa Dinas Pertanian Garut Perkuat Ekonomi Petani

0
Festa Dinas Pertanian Garut fokusjabar.id
Sekda Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana hadir dalam acara Festival Hasil Pertanian Petani Lokal (Festa) di Halaman Kantor Dinas Pertanian (Distan) Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (6/8/2026).

Sekda Garut mengap[resiasi Dinas Pertanian yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat pemasaran hasil pertanian lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi petani.

BACA JUGA:

Sekda Garut Instruksikan Diskominfo Aktif Tindak Lanjuti SP4N LAPOR

Menurutnya, kehadiran para petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dari berbagai kecamatan menjadi sarana untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat.

“Ketika ada event seperti ini, setidaknya akan memberikan suatu ruang bagi masyarakat atau produsen untuk mampu menampilkan suatu produk dan segmennya berorientasi pada masyarakat umum dan ASN,” kata Sekda Garut.

“Saya harap kegiatan ini tetap di laksanakan oleh Dinas Pertanian sebagai wujud menumbuhkan kebangkitan ekonomi yang terjalin,” Nurdin Yana menambahkan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian menjelaskan, seluruh komoditas yang di pasarkan dalam Festa merupakan hasil panen segar yang di bawa langsung oleh para petani dari berbagai wilayah.

Festival ini menjadi ajang promosi sekaligus mempertemukan petani dengan masyarakat sebagai konsumen.

BACA JUGA:

Wisuda ke-2 STEI Yapisha Garut Bukti Nyata Berkembangnya Institusi

“Kita upayakan untuk bisa di jual di sini, sebagai salah satu ajang promosi dan memperkenalkan kekhasannya jenis produk hasil pertanian dari masing-masing wilayah,” katanya.

“Keunggulan utama dari festival ini adalah harga produk hasil pertanian di sesuaikan dengan harga para petani,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Festa Dinas Pertanian merupakan edisi keenam.

Kegiatan tersebut di jadwalkan berlangsung setiap Kamis pada minggu pertama setiap bulan dengan melibatkan 15 wilayah di Kabupaten Garut secara bergiliran.

BACA JUGA:

“Ini di lakukan sebagai upaya pembinaan sekaligus promosi produk pertanian lokal secara merata,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Sekda Garut Instruksikan Diskominfo Aktif Tindak Lanjuti SP4N LAPOR

0
sekda garut diskominfo fokusjabar.id
Sekda Garut, Nurdin Yana

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana menyoroti pesatnya arus informasi di era digital yang menuntut Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) mampu merespons berbagai isu yang berkembang di media sosial. Terutama yang viral.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat membendung penyebaran informasi. Namun harus mampu memberikan respons yang cepat, tepat dan konstruktif.

BACA JUGA:

Wisuda ke-2 STEI Yapisha Garut Bukti Nyata Berkembangnya Institusi

“Fenomena kata viral itu tidak bisa kita tahan. Namun apa yang dapat kita lakukan adalah bagaimana bisa mencounter (menangkal) hal tersebut dengan menutup persoalan dengan kebaikan yang ada,” tegas Dia saat apel pagi di Halaman Kantor Diskominfo, Kamis (6/8/2026).

Sekda Garut menginstruksikan agar Diskominfo tidak hanya menghadirkan informasi edukatif dan berimbang. Tetapi juga melakukan peninjauan langsung ke lapangan ketika muncul persoalan di tengah masyarakat. Sehingga klarifikasi resmi dapat di sampaikan berdasarkan fakta.

Dia juga menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional–Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N LAPOR).

SP4N LAPOR merupakan kanal resmi pengaduan masyarakat yang di gunakan untuk menyampaikan aspirasi, keluhan maupun laporan terkait pelayanan publik.

Menurutnya, Diskominfo harus berperan aktif mengingatkan seluruh perangkat daerah agar segera merespons setiap aduan maupun persoalan yang berkembang di masyarakat.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi Diperketat

Sekda Garut menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran Diskominfo yang di nilai terus menunjukkan peningkatan kinerja dan kontribusi positif dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan informasi kepada masyarakat.

(Bambang Fouristian)

Wisuda ke-2 STEI Yapisha Garut Bukti Nyata Berkembangnya Institusi

0
STEI Yapisha Garut fokusjabar.id
Wisuda ke-2 STEI Yapisha Garut

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-2 Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Yapisha Garut Jawa Barat (Jabar) mewisuda 75 lulusan Program Studi Ekonomi Syariah, Kamis (6/8/2026).

Wisuda ke-2 Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung khidmat di Gedung GSG Al-Mahdiyyiin, Kampung Cijolang, Jalan Raya Nagreg-Tasikmalaya, Desa Ciaro Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi Diperketat

Prosesi wisuda menjadi momentum bersejarah bagi para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus menandai komitmen STEI Yapisha Garut dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berintegritas dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha berbasis ekonomi syariah.

Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai jalannya acara. Ratusan keluarga wisudawan, civitas akademika, tokoh masyarakat serta tamu undangan dari berbagai kalangan hadir menyaksikannya.

Rangkaian kegiatan di awali dengan pembukaan Sidang Senat Terbuka, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars STEI Yapisha Garut hingga pengukuhan para lulusan sebagai sarjana.

Ketua Senat STEI Yapisha Garut, Diar Purbaya Basari mengatakan, wisuda ke-2 merupakan bukti nyata perkembangan institusi yang terus tumbuh.

STEI Yapisha Garut fokusjabar.id
Ketua Senat STEI Yapisha, Diar Purbaya Basari di dampingi Leli Heliawati dan Isma Noviana

“Perjalanan membangun perguruan tinggi tidak semudah menggoreskan pena. Namun dengan dukungan seluruh civitas akademika dan yayasan, hari ini kami kembali mengantarkan 75 mahasiswa meraih gelar sarjana,” ungkapnya.

Diar berharap, para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal.

“Jadilah pribadi yang terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan membawa nama baik almamater,” pesannya.

Ketua Yayasan Yapisha Garut, Hasan Bisri menambahkan, pengembangan institusi menjadi prioritas utama.

Menurutnya, Perguruan Tinggi yang berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 303 Tahun 2019 kini tengah mempersiapkan pengembangan kelembagaan menuju institut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Peningkatan Keterampilan SDM di Lembang

Dia menyebut, selain Program Studi Ekonomi Syariah, pihaknya juga mulai mengembangkan program baru di bidang Manajemen Pendidikan Islam.

“Program baru tersebut sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas,” imbuhnya.

Ketua Bidang Kemahasiswaan, Leli Heliawati menjelaskan, STEI Yapisha Garut memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi melalui kelas reguler maupun kelas karyawan.

“Mahasiswa kami berasal dari berbagai latar belakang. Banyak di antaranya sudah bekerja. Sehingga sistem pembelajarannya di rancang fleksibel agar tetap dapat menyelesaikan studi tanpa mengganggu aktivitas bekerja,” jelas Leli.

Di sisi akademik, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Isma Noviana, mengatakan, para wisudawan merupakan mahasiswa dari beberapa angkatan hingga angkatan 2023.

Ia berharap, seluruh alumni menjadi representasi terbaik STEI Yapisha Garut di tengah masyarakat.

“Jagalah nama baik almamater, terus berkarya dan jadilah insan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa. Khususnya dalam pengembangan ekonomi syariah,” tuturnya.

STEI Yapisha Garut yang berlokasi di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut terus memperluas layanan pendidikan melalui sistem Hybrid learning yang menggabungkan perkuliahan tatap muka dan daring.

Selain membuka kelas reguler, kampus juga menyediakan kelas karyawan sebagai bentuk komitmen memperluas akses pendidikan tinggi.

Wisuda ke-II ini menjadi simbol lahirnya generasi baru yang di harapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, etika dan nilai-nilai syariah dalam kehidupan bermasyarakat.

Di tengah perkembangan ekonomi syariah yang semakin pesat, para lulusan di harapkan hadir sebagai agen perubahan yang profesional, adaptif dan berdaya saing.

BACA JUGA:

HUT ke-75 IBI, Ini Pesan Dinkes Garut

Selain itu memperkuat peran STEI Yapisha Garut sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang terus berkembang di Kabupaten Garut.

STEI Yapisha Garut adalah perguruan tinggi swasta Islam di Jalan Raya Selaawi No198, Kampung Cibolerang Desa Putrajawa Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.

Kampus ini berfokus pada bidang ilmu ekonomi Islam dan memiliki program studi unggulan di jenjang strata satu (S1)

(Bambang Fouristian)

Bayi Perempuan 8 Bulan Ditemukan di Terminal Kalipucang Pangandaran

0
Bayi Perempuan Pangandaran fokusjabar.id
pemeriksaan kesehatan bayi di puskesmas Kalipucang

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Seorang bayi perempuan usia sekitar 8 bulan di temukan seorang warga di sekitar Terminal Kalipucang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar).

‎Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Pangandaran, Maman Permana mengatakan, pihaknya saat ini masih menelusuri keluarga bayi tersebut.

BACA JUGA:

KCD Wilayah XIII Jabar Perketat Pengawasan Sekolah, Batasi Gawai untuk Cegah Kekerasan terhadap Anak

‎”Kebetulan ini di temukan di Terminal Kalipucang. Langkah kami menelusuri dulu keluarganya. Jika belum menemukan keluarganya, nanti kami akan berkoordinasi dengan provinsi,” kata Maman di Puskesmas Kalipcang, Kamis (6/8/2026).

‎Menurut Maman, Kabupaten Pangandaran saat ini belum memiliki fasilitas khusus untuk penitipan bayi. Sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

‎”Karena di Pangandaran belum ada fasilitas khusus untuk penitipan bayi. Jadi kami akan berkoordinasi dengan provinsi,” jelasnya.

‎Maman mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari Puskesmas Kalipucang, kondisi bayi dalam keadaan sehat. Hanya terdapat bekas gigitan nyamuk karena sempat beberapa hari terlantar.

‎”Alhamdulillah kalau menurut keterangan dari Puskesmas Kalipucang, bayi dalam keadaan sehat. Hanya mungkin karena menurut informasi beberapa hari terlantar, ada bekas gigitan nyamuk,” kata Maman.

‎Selama proses penelusuran keluarga, Dinsos Pangandaran akan menitipkan bayi tersebut di salah satu yayasan di Pangandaran.

‎”Kita akan proses dulu administrasinya. Mulai dari kita coba lengkapi laporan penemuan dulu dari Polsek. Kemudian nanti juga kami memerlukan keterangan kesehatan secara tertulis dari Puskesmas. Selanjutnya nanti kami akan tampung, lihat kondisi nanti apakah kita harus segera sampaikan ke provinsi atau kita sementara tampung dulu di sini,” ujarnya.

BACA JUGA:

Plang SHM di Pantai Madasari Pangandaran Viral, Pemkab Desak BPN Segera Verifikasi

‎Maman menyebut sudah ada warga yang berminat untuk mengadopsi. Namun proses adopsi bayi terlantar memiliki persyaratan yang panjang.

‎”Dan menurut informasi kan di sini ada yang mau mengadopsi tetapi karena proses adopsi itu memerlukan persyaratan dan proses yang panjang. Pertama kan harus dilengkapi dengan surat keterangan bayi terlantar dari Polsek, kemudian juga termasuk kondisi kesehatannya. Nah nanti untuk selanjutnya kan ada beberapa ketentuan dalam adopsi bayi terlantar,” pungkasnya.

(Sajidin)