spot_imgspot_img
Minggu 3 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 2

Atlet Yonif TP 939/MP Tasikmalaya Borong Medali Smanza Open Karate 2026

0
Smanza Open Karate 2026 fokusjabar.id
Prajurit TNI Yonif TP 939/Macan Putih sukses memboyong medali pada ajang Smanza Open Karate 2026

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Kejuaraan bergengsi Smanza Open Karate 2026 yang di gelar di GOR Susi Susanti, Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) menjadi saksi ketangguhan para atlet Batalyon Infanteri (Yonif) TP 939/Macan Putih.

Dalam ajang tersebut, tiga prajurit terbaik Yonif TP 939/MP sukses mendominasi podium dan memborong berbagai medali.

BACA JUGA:

Dobrak Level Nasional, 1.250 Atlet dari 5 Provinsi Padati Kejuaraan Taekwondo Tasik Open 9

​Ketiga atlet Yonif TP 939/MP tersebut, Serda Fauzan, Prada Hamid Yogi dan Prada Galih.

Mereka menunjukkan kedisiplinan dan teknik bela diri yang luar biasa saat berlaga di kategori Kumite serta Kata perorangan kelas U-21.

​Dominasi Teknik dan Mental Juara

​Pertandingan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut berjalan dengan sengit. Namun, berkat persiapan yang matang, para prajurit ini mampu mengungguli lawan-lawannya di atas matras.

​Prestasi membanggakan di mulai saat Prada Hamid Yogi berhasil menyabet Medali Emas pada nomor Kata perorangan kelas 60 kg U-21. Tidak berhenti di situ, penampilan gemilang berlanjut di nomor Kumite.

Berikut adalah rincian perolehan medali para prajurit Yonif TP 939/MP:

​Serda Fauzan: Juara 1 Kumite kelas 67 kg U-21.

​Prada Hamid Yogi: Juara 1 dan predikat Best Of The Best Kumite kelas 60 kg U-21.

​Prada Galih: Juara 2 Kumite kelas 60 kg U-21.

Komandan Yonif TP 939/Macan Putih, Letkol Inf Deddy Setya Wijaya mengaku bangga dengan capaian tiga prajurit yang berhasil menyapu bersih medali pada ajang bergengsi tersebut.

​Keberhasilan ini membuktikan bahwa dedikasi dalam latihan rutin memberikan hasil nyata.

Serda Fauzan menegaskan bahwa timnya tidak akan cepat berpuas diri.

BACA JUGA:

Kritik Keras Hardiknas 2026, Pemerhati Pendidikan Tasikmalaya Kirim Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo

​”Tentu hasil ini sangat membanggakan. Namun, ke depannya kami akan terus meningkatkan intensitas latihan dan menambah jam terbang dengan mengikuti berbagai event karate lainnya untuk mengharumkan nama satuan,” katanya.

​Gelaran Smanza Open Karate 2026 yang berjalan lancar dan aman ini di harapkan menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya di Tasikmalaya. Sekaligus menunjukkan bahwa prajurit TNI, khususnya Yonif TP 939/MP tidak hanya tangguh di medan tugas. Namun juga berprestasi tinggi dalam bidang olahraga.

(Abdul Latif)

Dobrak Level Nasional, 1.250 Atlet dari 5 Provinsi Padati Kejuaraan Taekwondo Tasik Open 9

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, berfoto bersama para atlet Taekwondo dari berbagai Provinsi pada pembukaan Taekwondo Tasik Open 2026 di GOR Sukapura Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: GOR Sukapura Kota Tasikmalaya menjadi saksi persaingan sengit para atlet dalam Kejuaraan Taekwondo Skala Nasional Tasik Open 9 yang bergulir mulai 1 hingga 3 Mei 2026. Ajang bergengsi ini mempertandingkan kategori Kyorugi (pertarungan) dan Poomsae (jurus) sebagai parameter perkembangan kualitas taekwondo di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat.

Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat, Divie, memuji langkah berani panitia yang menaikkan level kompetisi ini. Menurutnya, Tasik Open 2026 telah mengalami kemajuan pesat dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berskala lokal.

Baca Juga: Kritik Keras Hardiknas 2026, Pemerhati Pendidikan Tasikmalaya Kirim Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo

“Dulu turnamen ini masih melekat dengan kesan ‘jago kandang’ karena pesertanya hanya dari Kota Tasikmalaya. Sekarang panitia berani mengundang peserta dari lima provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Lonjakan Peserta dan Prestasi Daerah

Antusiasme peserta tahun ini meningkat tajam dengan total sekitar 1.250 atlet yang mendaftar. Memudaknya jumlah penonton dari luar daerah bahkan membuat kapasitas GOR Sukapura melebihi batas.

Di tengah pembukaan acara, Ia membawa kabar membanggakan mengenai salah satu atlet Kota Tasikmalaya yang sukses menyabet medali emas pada Kejurnas Taekwondo di Kalimantan beberapa waktu lalu. Prestasi tersebut membuktikan bahwa pembinaan bela diri di Kota Santri ini mulai membuahkan hasil nyata di level nasional.

Urgensi Perbaikan Fasilitas Olahraga

Meski prestasi atlet meningkat, Ia memberikan catatan serius terkait kondisi prasarana GOR Sukapura yang mulai mengalami kerusakan. Ia berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya segera melakukan renovasi menyeluruh agar fasilitas olahraga di wilayah ini lebih representatif.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra Negara, menyatakan rasa bangga sekaligus prihatin melihat kondisi gedung yang kurang mendukung kenyamanan atlet. Ia mengakui bahwa efisiensi anggaran di tingkat daerah hingga pusat menjadi kendala utama dalam merealisasikan perbaikan sarana saat ini.

“Jujur saya terpukul melihat lapangan kita yang kurang representatif untuk ajang nasional. Namun, saya yakin kondisi gedung tidak akan menyurutkan semangat para atlet untuk memberikan pencapaian terbaik bagi daerahnya,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung penuh penyediaan fasilitas olahraga yang lebih megah di masa mendatang. Hal ini bertujuan agar Kota Tasikmalaya dapat terus menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga berskala nasional secara berkelanjutan.

(Seda)

Bupati Garut Ajak Tingkatkan Kualitas Pendidikan

0
Bupati Garut Pendidikan fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengatakan, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merupakan momentum refleksi untuk menghidupkan kembali spirit pendidikan.

Hal itu tertuang dalam pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia dengan ketulusan dan kasih sayang.

BACA JUGA:

Bupati Garut Buka Pameran Foto “Frame of Garut”

“Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah kodrat alamiah manusia atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia,” kata Bupati saat Upacara Bendera Hardiknas di Lapangan Otto Iskandar Dinata (Otista), Kecamatan Garut Kota, Sabtu (2/5/2026).

“Ini adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak, peradaban serta menumbuhkembangkan potensi manusia. Sehingga menjadi insan yang budiman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani, rohani, jujur dan bertanggung jawab,” Syakur menambahkan.

Bupati Garut memaparkan lima kebijakan strategis dari Kemendikdasmen yang menjadi fokus ke depan. Yakni, pembangunan, revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi.

Pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, integrasi pembelajaran mendalam dengan penguatan karakter melalui lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Peningkatan kualitas literasi, numerasi, STEM serta tes kemampuan akademik dan perluasan akses layanan pendidikan yang mudah, murah serta fleksibel.

Bupati Garut memberikan catatan serius mengenai tantangan pendidikan. Khususnya menyangkut aspek kuantitas dan kualitas.

Dia mengaku prihatin atas angka rata-rata lama sekolah (RLS) di Kabupaten Garut yang masih berada di angka 7,86 tahun.

“Ini angka merupakan jumlah yang relatif kecil. Ke depan kita akan melakukan berbagai macam program untuk melakukan anak usia sekolah harus ada di sekolah,” katanya.

“Saya mohon bantuan Kapolres, Dandim, Ketua Pengadilan dan seluruh elemen masyarakat jika menemukan anak tidak sekolah untuk mengajak mereka kembali ke sekolah,” tegas Syakur.

Sebagai langkah konkret, Bupati menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan revitalisasi dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) di daerah terpencil agar akses pendidikan lebih dekat bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Bupati Garut Bicara Soal Peran Strategis Dinas Sosial

Bupati juga mendorong peningkatan kompetensi guru dan siswa agar mampu berkontribusi bagi kemajuan Garut.

Dia meminta sekolah memberikan perhatian serius pada kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah meraih prestasi.

Acara di tutup dengan pemberian penghargaan kepada para guru dan siswa berprestasi di berbagai bidang.

Bupati mengapresiasi kepada seluruh insan pendidikan yang telah mendedikasikan diri untuk membangun masyarakat Garut yang hebat.

(Bambang Fouristian)

Ricuh May Day Bandung, Fasilitas Lalu Lintas Rusak hingga 75 Persen

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Ricuh May Day Bandung, Fasilitas Lalu Lintas Rusak hingga 75 Persen

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Bandung pada Jumat, 1 Mei 2026, berakhir ricuh saat malam hari setelah sebelumnya berlangsung aman. Kelompok yang diduga massa Anarko memicu ketegangan di kawasan Dago Cikapayang melalui tindakan anarkis dan perusakan fasilitas publik.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, mengonfirmasi bahwa personel gabungan TNI, Polri, dan dinas terkait sebenarnya telah bersiaga sejak pagi. Namun, situasi yang awalnya kondusif di sekitar Gedung Sate berubah drastis ketika massa mulai melakukan aksi pembakaran ban dan menutup akses jalan menjelang malam.

Baca Juga: Hardiknas Kabupaten Bekasi, Ini Strategi Tingkatkan Mutu Pendidikan

“Massa berpakaian serba hitam mulai membakar ban dan water barrier di Dago Cikapayang sekitar pukul 18.00 WIB. Kelompok ini juga melakukan aksi sweeping dan membawa botol molotov yang membahayakan warga,” jelas Bambang, Sabtu (2/5/2026).

Tindakan Tegas Aparat

Merespons situasi yang tidak terkendali, personel Brimob bergerak cepat membubarkan massa sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran juga langsung menjinakkan kobaran api di jalanan guna mencegah kebakaran meluas ke area bangunan di sekitar lokasi kericuhan.

Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah orang untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Ia menilai kelompok ini tidak mewakili aspirasi buruh karena fokus mereka hanyalah melakukan pengerusakan fisik di ruang publik.

“Kami mengidentifikasi mereka sebagai kelompok Anarko berdasarkan ciri pakaian dan wajah yang tertutup. Aksi mereka sama sekali tidak menyampaikan pendapat atau memperjuangkan hak tertentu, melainkan murni perusakan,” tegas Kapolda Rudi.

Kerugian Infrastruktur Capai Ratusan Juta

Kericuhan tersebut berdampak serius pada infrastruktur lalu lintas di Kota Bandung. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mencatat kerusakan parah pada lampu APILL serta sistem fiber optik dan controller lalu lintas.

“Kami menaksir kerugian mencapai Rp400 juta dengan tingkat kerusakan fasilitas hingga 75 persen. Saat ini, kami berupaya memastikan lalu lintas tetap berjalan lancar melalui anggaran pemeliharaan darurat,” ungkap Rasdian.

Pemerintah Kota Bandung mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik. Kerusakan akibat aksi anarkis ini tidak hanya membebani anggaran daerah, tetapi juga secara langsung mengganggu kenyamanan dan keselamatan mobilitas warga di jalan raya.

(Jingga Sonjaya)

Hardiknas Kabupaten Bekasi, Ini Strategi Tingkatkan Mutu Pendidikan

0
Bekasi, FOKUSjabar.id
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin memimpin upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026 diikuti para siswa SD/SMP dan para guru, Bertempat di SMPN 1 Tambun Selata. Sabtu, (02/05/2026). (BekasiKab)

BEKASI,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menegaskan komitmen penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kegiatan yang berlangsung di SMPN 1 Tambun Selatan, Sabtu (2/5/2026) ini menjadi panggung bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi arah kebijakan pendidikan di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyatakan bahwa pemerintah memprioritaskan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Ia mendorong setiap sekolah agar mampu bertransformasi menjadi “rumah kedua” yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Cikarang Siap Tanggung Korban Kecelakaan KRL Bekasi

“Sekolah wajib menciptakan lingkungan yang nyaman. Kami ingin anak-anak menumbuhkan rasa hormat kepada orang tua dan guru sejak dini karena di situlah pembentukan karakter bermula,” ujar Endin.

Fokus pada Mental dan Aksesibilitas

Endin menekankan bahwa pencetakan SDM unggul harus bermula dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pemerintah daerah berupaya keras memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan pendidikan secara adil dan luas.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya penguatan mental dan moral pelajar guna menangkal pengaruh negatif di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari orang tua, sekolah, hingga aparat penegak hukum, untuk bersinergi menciptakan iklim pendidikan yang kondusif.

“Pembentukan moral anak merupakan tanggung jawab bersama. Kita harus berkolaborasi agar tidak ada lagi hal-hal negatif yang melibatkan pelajar kita,” tegasnya.

Digitalisasi dan Kesejahteraan Guru

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturohman, berharap berbagai program prioritas nasional dapat berjalan optimal di daerah. Ia memfokuskan perhatian pada percepatan digitalisasi pembelajaran serta revitalisasi sarana dan prasarana sekolah yang sudah mulai berjalan.

Imam juga merespons aspirasi para tenaga pendidik terkait kepastian status kepegawaian. Ia menyebut bahwa saat ini para guru sudah mulai merasakan manfaat dari kebijakan pencairan tunjangan sertifikasi yang kini turun setiap bulan.

“Kami menampung harapan para guru mengenai kepastian status, baik untuk P3K maupun honorer. Kami berharap pemerintah pusat membuka formasi CPNS yang lebih luas bagi tenaga pendidik ke depannya,” kata Imam.

Ia menutup laporannya dengan capaian positif indeks pembangunan manusia di Kabupaten Bekasi. Menurutnya, rapor pendidikan daerah menunjukkan tren kenaikan yang signifikan seiring dengan perbaikan mutu pengajaran di sekolah-sekolah.

(Jingga Sonjaya)

Kritik Keras Hardiknas 2026, Pemerhati Pendidikan Tasikmalaya Kirim Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Deden Tazdad Hubban (ist)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 diwarnai kritik tajam terkait kesejahteraan tenaga pendidik. Pemerhati pendidikan asal Kota Tasikmalaya, Deden Tazdad Hubban, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menyuarakan ketimpangan nasib para guru.

Deden menilai pemerintah belum memberikan perhatian yang layak terhadap kesejahteraan guru, meski menuntut pengabdian profesional yang tinggi. Ia mengingatkan bahwa peringatan Hardiknas seharusnya menjadi ruang refleksi mendalam mengenai arah kemajuan pendidikan nasional, bukan sekadar seremoni tahunan.

Baca Juga: Tinjau Seleksi Atlet Pelangi, Wakil Bupati Tasikmalaya Sebut Layangan Sebagai Cermin Keseimbangan Hidup

“Ironisnya, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan tanpa memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidiknya. Upah guru hingga hari ini masih sangat rendah di tengah tuntutan profesionalisme yang berat,” tegas Deden, Sabtu (2/5/2026).

Kontras dengan Profesi Baru

Dalam suratnya, Deden menyoroti kondisi kontras yang menimpa para penyandang gelar pendidik. Menurutnya, dedikasi dan keilmuan para guru yang membentuk karakter bangsa belum berbanding lurus dengan penghargaan ekonomi yang mereka terima.

Ia juga menyentil fenomena munculnya profesi baru seperti pengelola SPPG maupun program MBG yang menawarkan kesejahteraan lebih menjanjikan dalam waktu singkat. Hal ini ia pandang sebagai persoalan keadilan dan keberpihakan pemerintah terhadap fondasi utama kemajuan bangsa.

“Bagaimana mungkin kualitas pendidikan meningkat jika para pendidiknya sendiri belum merasakan kata sejahtera? Kami menuntut keadilan, bukan sekadar perbandingan sempit,” ujarnya.

Mengembalikan Marwah Pendidikan

Deden menegaskan bahwa Hardiknas 2026 harus menjadi panggilan hati nurani bagi pemangku kebijakan. Ia mendesak negara untuk menempatkan guru pada posisi semestinya, yakni profesi mulia yang mendapatkan penghargaan nyata secara sosial maupun ekonomi, bukan sekadar julukan “pahlawan tanpa tanda jasa” dalam retorika semata.

Ia mengajak seluruh pihak berkomitmen mengembalikan marwah pendidikan dengan menghentikan pujian-pujian seremoni yang tidak berdampak pada dapur para guru. Menurutnya, dedikasi tulus dari para guru merupakan rahim dari lahirnya peradaban bangsa yang maju.

Surat terbuka ini kini menjadi alarm kencang bagi pemerintah pusat. Pesan tersebut membawa keresahan para guru dari ruang-ruang kelas ke hadapan pimpinan negara untuk segera mendapatkan solusi nyata.

(Seda)

Bangkai Sapi Raksasa Terdampar di Pantai Legokjawa Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Penampakan bangkai sapi Pantai Legokjawa, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran (Istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Warga di sekitar Pantai Legokjawa, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, mendadak gempar akibat penemuan bangkai sapi berukuran besar. Nelayan setempat pertama kali menemukan hewan tersebut terdampar di Blok Cidadap saat sedang beraktivitas di pesisir pantai, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kepala Dusun Cidadap, Engkus Kusnindar, segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Ia mengonfirmasi keberadaan bangkai sapi yang sudah dalam kondisi membusuk dan mengeluarkan bau menyengat tersebut.

Baca Juga: Dandim 0625/Pangandaran Serahkan 5 Truk Operasional untuk Koperasi Merah Putih

“Kami langsung turun ke lapangan untuk mengecek informasi warga. Ternyata benar, seekor sapi mati sudah terdampar di pinggir pantai,” ujar Engkus.

Evakuasi dan Penguburan di Lokasi

Berdasarkan pengamatan fisik, bangkai sapi tersebut diduga telah mengapung di tengah laut selama sedikitnya tiga hari sebelum arus membawanya ke daratan. Kondisi sapi sudah membengkak dengan kulit yang mulai mengelupas, sehingga menimbulkan aroma tidak sedap yang tercium hingga radius cukup jauh.

Mengingat ukuran bangkai yang sangat besar dan kondisi pembusukan yang parah, warga bersama aparat setempat memutuskan untuk melakukan penguburan langsung di titik penemuan. Langkah ini mereka ambil karena beratnya beban bangkai yang tidak memungkinkan untuk evakuasi ke tempat lain.

“Kami langsung menguburkannya di lokasi terdampar karena tidak mungkin memindahkan bangkai seberat dan sebau itu lebih jauh lagi,” jelas Engkus.

Imbauan Kebersihan Lingkungan

Hingga saat ini, pihak dusun belum bisa memastikan asal-usul sapi tersebut. Namun, aparat menduga bangkai ini berasal dari wilayah luar Desa Legokjawa yang sengaja dibuang ke laut setelah mati. Dugaan ini muncul karena petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh hewan tersebut.

Engkus memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak membuang bangkai hewan apa pun ke sungai maupun laut. Menurutnya, tindakan tersebut membawa risiko besar bagi kebersihan lingkungan pesisir serta dapat mengganggu kesehatan masyarakat luas.

(Sajidin)