spot_imgspot_img
Minggu 3 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 3

Tinjau Seleksi Atlet Pelangi, Wakil Bupati Tasikmalaya Sebut Layangan Sebagai Cermin Keseimbangan Hidup

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi didampingi Ketua Kormi menyambangi para atlet layangan gibrig ulur di Jalan Cisinga Kecamatan Sukaratu, Sabtu (2/5/2026)

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, memantau langsung proses seleksi atlet Perkumpulan Pelayang Indonesia (Pelangi) Kabupaten Tasikmalaya untuk menghadapi Festival Olahraga Provinsi (Forprov). Dalam kunjungan tersebut, Asep menegaskan bahwa olahraga layang-layang mengandung nilai filosofi mendalam yang berperan penting dalam pembentukan karakter atlet.

Asep menjelaskan bahwa kompetisi layang-layang melampaui urusan menang atau kalah. Para atlet belajar mengenai keseimbangan, kesabaran, serta ketajaman dalam membaca situasi, terutama saat mengendalikan layangan di tengah tiupan angin kencang.

Baca Juga: Pelangi Tasikmalaya Bidik Prestasi Forprov 2026, 500 Pegiat Layangan Siap Unjuk Gigi

“Layangan berbentuk prisma memerlukan struktur rangka yang presisi dan seimbang agar tetap stabil di udara. Hal ini menjadi simbol bagi para atlet untuk menyiapkan fisik, mental, dan strategi yang matang,” ujar Asep, Sabtu (2/5/2026).

Seni Mengendalikan Diri

Asep menilai kontestasi adu layangan sebagai sarana melatih pengendalian diri. Ia mengibaratkan tarikan benang dalam pertandingan sebagai seni mengambil keputusan; tarikan yang terlalu kuat berisiko memutus benang, sementara tarikan yang terlalu longgar akan membuat atlet kehilangan arah.

“Atlet harus memahami kapan waktu yang tepat untuk menarik atau melepas benang. Di situlah letak strategi dan seni bermain yang sesungguhnya,” tambahnya.

Penggerak Ekonomi Masyarakat

Selain aspek teknis olahraga, Wakil Bupati menyoroti potensi besar sektor ini dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Aktivitas layang-layang menghidupkan ekosistem usaha mulai dari perajin rangka, penjual benang gelasan, hingga pelaku UMKM yang menjajakan produk di lokasi perlombaan.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan atlet Pelangi. Dukungan ini bertujuan agar para atlet mampu meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional, sekaligus menjaga tradisi budaya yang memiliki dampak ekonomi positif bagi warga lokal.

(Farhan K)

Bikin Haru, 38 Anak Paud di Banjar Tampil Bacakan 30 Juz

0
Banjar, FOKUSjabar.id
Caption: Bikin Haru, 38 Anak Paud di Banjar Tampil Bacakan 30 Juz

BANJAR,FOKUSJabar.id: Sebanyak 38 santri cilik HSG PAUD/TK Rumah Tahfidz Ar Rahman memperdengarkan hafalan Al-Qur’an Juz 30 dalam gelaran Tasmi Akbar, Sabtu (2/5/2026). Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat anak-anak usia dini tersebut maju satu per satu untuk melantunkan ayat-ayat suci dengan tartil di hadapan penguji dan tamu undangan.

Ketua Yayasan, Ustaz Zaenal Arifin, menekankan keberhasilan pendidikan Al-Qur’an bagi anak usia dini sangat bergantung pada sinergi antara sekolah dan keluarga. Ia mengajak para orang tua untuk terus mendampingi anak-anak saat mengulang hafalan di rumah agar tumbuh menjadi generasi yang mencintai kitab suci.

Baca Juga: Mahasiswi Asal Ciamis Berbicara Cara Memahami Perilaku Anak Usia Dini

“Peran orang tua sangat krusial. Sinergi ini akan melahirkan generasi Qur’ani yang kuat secara spiritual dan karakter,” ujar Ustaz Zaenal.

Menanamkan Keberanian dan Adab

Kepala HSG PAUD/TK Rumah Tahfidz Ar Rahman, Ustazah Ulfa Hayati, menjelaskan bahwa agenda bertajuk “Meraih Kemuliaan dengan Cinta Al-Qur’an” ini bertujuan lebih dari sekadar menguji ingatan. Pihak sekolah ingin membentuk rasa percaya diri serta melatih adab anak-anak saat tampil di depan publik.

“Kami ingin menanamkan rasa cinta kepada Al-Qur’an sejak mereka masih sangat muda. Melalui tasmi ini, mereka belajar keberanian dan cara menjaga adab saat berinteraksi dengan ayat-ayat Allah,” tutur Ustazah Ulfa.

Haru Orang Tua dan Apresiasi Prestasi

Keberanian para santri cilik ini menyentuh hati banyak orang tua yang hadir, bahkan beberapa di antaranya meneteskan air mata haru. Agung, salah satu orang tua wali murid, mengaku tidak menyangka buah hatinya mampu menghafal surat-surat pendek. Kemudian tampil tenang di panggung.

“Saya sangat bangga melihat anak kami berani tampil. Neneknya pun ikut menangis haru menyaksikan momen ini,” ungkap Agung.

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka, pihak yayasan memberikan piagam penghargaan dan hadiah kepada seluruh peserta. Kegiatan ini berakhir dengan sesi doa bersama, foto keluarga. Kemudian musafahah (bersalaman) antara guru, orang tua, dan murid sebagai simbol kebersamaan dalam mendidik generasi berakhlak mulia.

(Budiana Martin)

Pelangi Tasikmalaya Bidik Prestasi Forprov 2026, 500 Pegiat Layangan Siap Unjuk Gigi

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Ketua Kormi Kabupaten Tasikmalaya, H Cecep Nuryakin bersama pengurus, berfoto bersama dengan para pegiat layangan terhimpun Pelangi

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Perkumpulan Pelayang Indonesia (Pelangi) Kabupaten Tasikmalaya menargetkan raihan prestasi tertinggi pada ajang Festival Olahraga Provinsi (Forprov) Jawa Barat akhir tahun 2026. Optimisme ini muncul setelah tim Pelangi sukses membawa pulang juara 3 dan harapan 1 dalam Festival Olahraga Nasional (Fornas) 2025 di Nusa Tenggara Barat sebagai wakil Jawa Barat.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengakui pemerintah daerah belum memberikan apresiasi finansial yang maksimal. Meski demikian, ia memuji militansi para pegiat layangan yang terus mengharumkan nama daerah melalui jalur olahraga masyarakat.

Baca Juga: Buka Jalan Menuju Piala Presiden, PSSI Kota Tasikmalaya Tabuh Genderang Liga Jabar Istimewa 2026

“Kami melihat semangat pegiat layangan sangat luar biasa. Ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan olahraga prestasi yang mampu bersaing di level nasional,” ujar Cecep saat membuka lomba layangan di kawasan Jalan Cisinga, Kampung Cipeureu, Sabtu (2/5/2026).

Menembus Pasar Internasional

Selain mengejar medali, Cecep menyoroti dampak ekonomi nyata dari komunitas ini. Para perajin lokal di Kabupaten Tasikmalaya kini aktif memproduksi layangan dan benang gelasan berkualitas tinggi yang menembus pasar luar negeri.

Deri Nurjayadi, mewakili Ketua Pelangi Kabupaten Tasikmalaya, mengungkapkan produk gelasan hasil karya anggota mereka kini telah mendapatkan permintaan tinggi dari pasar Brunei Darussalam. Ia ingin menjadikan aktivitas ini sebagai sumber kesejahteraan baru bagi masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.

“Kami ingin layangan memberikan manfaat finansial bagi warga. Saat ini, pesanan gelasan kami sudah merambah pasar internasional,” kata Deri.

Ketangkasan Divisi Gibrig Ulur

Dalam gelaran Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten (Formaskab) yang berlangsung hingga Minggu (3/5/2026) ini, panitia melombakan kategori divisi gibrig ulur. Kategori ini menguji adu ketangkasan layangan dengan aturan teknis yang ketat. Termasuk penggunaan benang gelasan sepanjang 200 meter dan ukuran layangan minimal 105 sentimeter.

Pelangi Kabupaten Tasikmalaya saat ini menaungi sekitar 500 pegiat yang terdaftar secara resmi. Meskipun divisi freestyle masih minim peminat dibandingkan daerah pesisir seperti Ciamis dan Pangandaran, Pelangi terus berupaya menjaring anggota baru guna memperkuat formasi atlet menuju Forprov 2026 mendatang.

Acara yang berlangsung di Desa Sukaratu ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, serta ratusan komunitas pelayang dari berbagai wilayah di Tasikmalaya.

(Farhan K)

Dandim 0625/Pangandaran Serahkan 5 Truk Operasional untuk Koperasi Merah Putih

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; penampakan mobil truk operasional KDMP (Istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan, menyerahkan bantuan lima unit truk operasional kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Pangandaran. Bantuan yang berasal dari sumbangan PT Agrinas Pangan Nusantara ini bertujuan memperkuat fondasi ekonomi desa melalui penguatan fasilitas koperasi.

Adapun lima koperasi yang menerima bantuan armada tersebut meliputi KDKMP Desa Babakan, Desa Kondangjajar, Desa Sukaresik, Desa Putrapinggan, dan Desa Padaherang. Kehadiran truk operasional ini akan melengkapi sarana gerai koperasi yang sudah ada sekaligus mempercepat ekspansi usaha di tingkat lokal.

Baca Juga: Dari Pesisir Karapyak Pangandaran, Herni Sulap Rumput Laut Jadi Usaha Pemberdaya Ibu-ibu Desa

“Kami menyerahkan mobil operasional ini untuk mendukung percepatan pengembangan koperasi serta memperlancar distribusi barang. Langkah ini kami harap mampu menekan biaya logistik sehingga kesejahteraan anggota koperasi meningkat,” ujar Letkol Citra Kurniawan, Sabtu (2/5/2026).

Penguatan Sarana Ekonomi Desa

Dandim menegaskan bahwa pemberian bantuan ini menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam memperkokoh ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi. Pemerintah dan instansi terkait berencana meningkatkan dukungan sarana operasional bagi KDKMP secara bertahap untuk memastikan keberlanjutan usaha.

Selain armada truk, rencana dukungan masa depan juga mencakup pengadaan mobil pikap, kendaraan roda tiga, serta berbagai perlengkapan pendukung gerai koperasi lainnya. Fokus utama bantuan ini adalah menciptakan ekosistem distribusi yang mandiri di wilayah pedesaan.

Tekankan Transparansi Pengelolaan

Dalam prosesi penyerahan tersebut, Letkol Citra meminta seluruh pengurus koperasi penerima untuk mengelola bantuan kendaraan tersebut secara tertib dan transparan. Ia memberikan peringatan agar koperasi tidak hanya menggunakan fasilitas tersebut, tetapi juga rutin melakukan perawatan agar armada tetap prima dalam melayani masyarakat.

“Gunakan dan rawat fasilitas bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Kami ingin kendaraan ini benar-benar memberikan manfaat nyata dan berjangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Pangandaran,” pungkasnya.

(Sajidin)

Dari Pesisir Karapyak Pangandaran, Herni Sulap Rumput Laut Jadi Usaha Pemberdaya Ibu-ibu Desa

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; ibu-ibu sedang mengolah rumput laut jadi camilan krispi.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Herni (52) bersama tiga ibu rumah tangga di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, memulai kesibukan di dapur produksi mereka sejak pagi buta. Perempuan paruh baya ini mengolah kekayaan laut menjadi camilan rumput laut krispi, sebuah usaha yang ia tekuni secara konsisten sejak 2018.

Memanfaatkan lokasi yang berdekatan dengan Pantai Karapyak, Herni mengambil bahan baku utama langsung dari pesisir. Tim kecilnya mengerjakan seluruh proses secara mandiri, mulai dari pembersihan manual, pemotongan, perebusan, hingga penggorengan dan pengemasan di gerai yang menyatu dengan kediamannya.

Baca Juga: Petugas Balawista dan Pemandu Wisata Air di Pangandaran Kini Harus Berlisensi BNSP

“Kami melakukan semua tahap produksi di sini. Kendala utama kami biasanya hanya pada ketersediaan bahan baku yang kadang tidak menentu,” jelas Herni, Sabtu (2/5/2026).

Strategi Mengatasi Kelangkaan Bahan

Meski berada di wilayah pesisir, rumput laut tidak selalu tersedia setiap saat di Pantai Karapyak. Untuk menjaga roda produksi tetap berputar, Herni mengambil langkah berani dengan memesan bahan baku secara daring dari Makassar. Meski membutuhkan waktu pengiriman hingga 10 hari, langkah ini menjadi solusi agar pesanan konsumen tetap terpenuhi.

Dalam dua bulan terakhir, Herni lebih sering mendatangkan pasokan dari luar daerah. Hal ini ia lakukan demi mempertahankan konsistensi produksi dan memastikan stok di pusat oleh-oleh tidak kosong.

Inovasi Rasa dan Pemberdayaan

Herni menawarkan variasi rasa yang beragam untuk memikat lidah konsumen, mulai dari rasa original, sapi panggang, pedas, jagung, hingga inovasi unik seperti udang kecombrang dan abon rumput laut. Ia mematok harga Rp15.000 untuk setiap kemasan berisi 60 gram.

Selain mendongkrak ekonomi keluarga, usaha ini juga memberdayakan ibu-ibu di lingkungan sekitar melalui kelompok kerja kecil. Herni membagi tugas pengolahan sehingga para tetangganya memiliki penghasilan tambahan dari kegiatan produktif tersebut.

Memperluas Jejaring Pasar

Saat ini, Herni memasok produknya ke berbagai pusat oleh-oleh di Kabupaten Pangandaran serta beberapa pasar modern lokal. Untuk menjangkau konsumen di luar kota, ia memanfaatkan aplikasi WhatsApp dan memperkuat jaringan reseller.

“Kami memang belum menembus toko-toko ritel berskala besar, namun kami terus berupaya memperluas jangkauan pemasaran ke wilayah yang lebih luas,” pungkasnya.

(Sajidin)

Sulap Wastra Jadi Aksesori Modern, Ny. Dyah Fandy Dharmawan Ciptakan Tren Strap Tas Etnik Premium

0
Majalengka, FOKUSJabar.id
Caption foto: Ny Dyah Fandy Dharmawan, menegaskan wastra adalah identitas yang bernapas, bertransformasi menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern yang dinamis melalui inovasi kreatif

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Menjaga relevansi warisan leluhur di tengah arus mode global yang serba cepat menuntut inovasi yang tak biasa. Ny. Dyah Fandy Dharmawan menjawab tantangan tersebut dengan mentransformasikan wastra Nusantara menjadi Strap Tas Wastra, sebuah produk fungsional yang kini menjadi bagian dari gaya hidup dinamis masyarakat modern.

Melalui sentuhan kreatifnya, Dyah memadukan kekayaan motif tenun dan songket dengan material modern berupa kulit sapi vegan premium. Transformasi ini membuktikan bahwa identitas budaya Indonesia tetap mampu berevolusi dan menjawab selera pasar urban tanpa kehilangan nilai filosofisnya.

Baca Juga: Harmoni Wastra dan Modernitas, Jejak Kreatif Ny. Almira Try Suhandy MS Ubah Kain Tradisional Jadi Tren Global

“Strap tas kini bukan lagi sekadar aksesori praktis, melainkan sebuah narasi besar tentang kebanggaan dan keberlanjutan budaya Indonesia,” ujar Ny. Dyah Fandy Dharmawan, Sabtu (2/5/2026).

Dedikasi dan Pengakuan Profesional

Sebagai Ketua Persit KCK Ranting 3 Yonif 321 Cabang XI Brigif 13 Kostrad, Dyah membawa visi kuat dalam pemberdayaan UMKM. Ia mendapatkan inspirasi dari dedikasi Ibu Herawati Boediono untuk terus menghasilkan karya berkualitas standar nasional yang mengombinasikan keindahan tradisional dengan aspek fungsional modern.

Kualitas produk besutannya pun telah mendapatkan pengakuan resmi. Dekranasda Kota Depok memberikan sertifikasi kurasi UMKM Tingkat Madya kepada Strap Wastra Nusantara karya Dyah, yang mengukuhkan posisi produk ini sebagai barang premium yang berdaya saing.

Mengusung Konsep Ramah Lingkungan

Keunggulan produk ini terletak pada fleksibilitas desain yang cocok untuk suasana formal kedinasan maupun gaya kasual harian. Dyah kemudian menggunakan bahan kulit vegan dengan pewarna alami yang ramah lingkungan serta hardware premium seperti nikel silver, gold, atau nikel hitam.

Setiap jahitan pada produk ini menonjolkan pola geometris yang kuat, sehingga memberikan karakter eksklusif bagi pemakainya. Penggunaan material berkelanjutan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi Dyah sejalan dengan tren gaya hidup hijau masa kini.

Penggerak Ekonomi Kreatif

Komitmen Dyah Fandy Dharmawan tidak berhenti pada proses produksi. Ia aktif berpartisipasi dalam berbagai forum strategis, termasuk pameran “PERSIT BISA Vol. II Tahun 2026”. Kemudian melalui jargon BISA (Berinovasi, Inovatif, Santun, dan Amanah), ia membuktikan bahwa perempuan memiliki peran sentral sebagai inovator penggerak ekonomi kreatif.

Karya-karya Dyah berhasil menjembatani warisan leluhur dengan tren modern, membuat nilai-nilai tradisional tampil elegan dan berkelas di mata generasi muda. Strap Tas Wastra kini menjadi simbol wajah perempuan Indonesia saat ini: berdaya, kreatif, dan senantiasa relevan melintasi zaman.

(Abdul Latif)

Buka Jalan Menuju Piala Presiden, PSSI Kota Tasikmalaya Tabuh Genderang Liga Jabar Istimewa 2026

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kejuaraan sepak bola Liga Jabar Istimewa 2026, mulai bergulir di Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Stadion Wiradadaha menjadi saksi awal perjuangan puluhan tim sepak bola muda dalam ajang bergengsi Liga Jabar Istimewa 2026. Sekretaris PSSI Jawa Barat, Muhammad Jaelani Saputra, meresmikan langsung pembukaan turnamen ini melalui tendangan bola pertama di tengah lapangan, Sabtu (2/5/2026).

Turnamen yang akan berlangsung hingga 24 Mei 2026 ini merupakan program baru sekaligus agenda resmi PSSI Jawa Barat untuk membangkitkan gairah prestasi sepak bola di wilayah tersebut. PSSI Kota Tasikmalaya menjadi salah satu penyelenggara perdana yang memfasilitasi antusiasme tinggi dari berbagai sekolah sepak bola (SSB).

Baca Juga: Sasar 100 Masjid Pelosok Tasikmalaya, Yonif TP 939/Macan Putih Gelar Renovasi Massal

Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, menegaskan bahwa Liga Jabar Istimewa menjadi instrumen utama untuk menjaring atlet muda berkualitas. “Kami menggunakan ajang ini sebagai wadah pembinaan berjenjang. Para juara akan mewakili Kota Tasikmalaya di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Wahid.

Jenjang Kompetisi Menuju Level Nasional

Turnamen ini melibatkan empat kategori usia (KU), yakni usia 10, 12, 14, dan 19 tahun. Wahid merinci bahwa pemenang pada kategori usia 10 dan 12 tahun akan melaju ke tingkat regional Priangan Timur. Sementara itu, juara kategori usia 14 dan 19 tahun mendapatkan tiket langsung untuk bertanding di level Provinsi Jawa Barat.

PSSI merancang kompetisi ini secara berjenjang hingga mencapai puncaknya di tingkat nasional. Para pemenang di level provinsi nantinya akan mewakili Jawa Barat untuk berlaga dalam kejuaraan Piala Presiden yang berlangsung di Jakarta.

“Kami ingin sepak bola Kota Tasikmalaya mampu berbicara banyak di level nasional bahkan internasional. Kemudian rutinitas kompetisi seperti ini akan menjadi fondasi kuat untuk meraih prestasi membanggakan,” tambah Wahid.

Daftar Tim yang Berlaga

Tim-tim kuat dari berbagai kategori usia yang ikut serta dalam turnamen ini, di antaranya:

  • Kategori Usia (KU) 10: Putra Junior, Putra Tasik, Indosoccer School, Tasik Raya, Perbas Junior, DK Private (More & Squad), Galuh Putra (Mekanis, Raider, Cakra), Parahyangan, BL Persada, dan Pandawa.
  • Kategori Usia (KU) 12: Tasik Raya (Wani, Mangprang, Reguler), Putra Junior, Putra Tasik, Indosoccer School, Sio Foundation, Perbas (Blue, Grey, Junior), GTR (Great & Talent), DK Private (More & Squad), Galuh Putra (Mekanis & Raider), Rajawali 89, R 23, DIM’S Soccer, BL Persada, PSPL, Putra Gandawiru, Pandawa, dan Putra Brey.
  • Kategori Usia (KU) 14: Putra Junior, Putra Tasik, Raffa Soccer, Sio Foundation, Tasik Raya, Perbas Junior, GTR FA, DK Private, R 23, Dim’s Soccer, Putera Gandawiru, dan BL Persada.
  • Kategori Usia (KU) 19: Putra Junior, Putra Tasik, Sio Foundation, Pandawa, dan Galuh Putra.

Kabid Olahraga Disporabudpar Momon Suryaman, perwakilan KONI, serta jajaran pelatih SSB se-Kota Tasikmalaya hadir dalam pembukaan acara tersebut.

(Seda)