spot_imgspot_img
Kamis 6 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 3

Soal Marak Isu Manipulasi Absensi ASN, BKPSDM Ciamis Bilang Begini

0
BKPSDM Ciamis Absensi ASN fokusjabar.id
Sekretaris BKPSDM Kabupaten Ciamis, Tini Lastiniwati

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Maraknya isu dugaan manipulasi absensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di sejumlah daerah menjadi perhatian berbagai pemerintah daerah. Termasuk Kabupaten Ciamis.

Meski hingga kini belum di temukan indikasi penyalahgunaan sistem absensi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memastikan pengawasan terhadap kehadiran ASN di lakukan secara berjenjang dan rutin.

BACA JUGA:

Antologi Badai Diluncurkan, Ang Icep Ajak Generasi Muda Rawat Literasi Lewat Puisi

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Ciamis, Tini Lastiniwati mengatakan, seluruh data absensi ASN dapat di pantau langsung. Evaluasi di lakukan secara berkala untuk memastikan kedisiplinan pegawai tetap terjaga.

“Semua akses untuk absensi bisa kami lihat. Untuk OPD kami lakukan pemantauan setiap seminggu sekali. Sementara untuk guru dan tenaga kesehatan yang tersebar di wilayah, pemantauan di lakukan setiap tiga hari sekali,” ujarnya.

Menurut Tini, sistem absensi mobile yang di gunakan di lingkungan Pemkab Ciamis telah memiliki titik koordinat yang di tentukan oleh BKPSDM melalui bidang terkait. Dengan mekanisme tersebut, lokasi absensi telah di atur sesuai kebutuhan masing-masing instansi.

Ia menjelaskan, apabila ASN mengalami kendala saat melakukan absensi. Misalnya akibat gangguan jaringan internet atau sinyal yang kurang baik, pegawai di wajibkan melaporkan kondisi tersebut kepada BKPSDM untuk di lakukan pengecekan.

“Kalau misalnya absennya tidak bisa karena sinyal jelek atau kendala lainnya, itu harus di laporkan dan nanti akan kami cek kembali,” katanya.

Selain mengandalkan sistem, BKPSDM juga menerapkan mekanisme pengawasan berjenjang sebagaimana di atur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Pengawasan pertama di lakukan oleh atasan langsung masing-masing ASN. Kemudian di lanjutkan oleh OPD sebelum akhirnya di pantau oleh BKPSDM.

“Pengawasannya berjenjang. Yang pertama dari atasan langsung, kemudian di OPD, baru ke BKPSDM. Namun kami juga tetap bisa memantau langsung data absensi ASN,” jelasnya.

BACA JUGA:

Dari Ciamis, Tantan Sulthon Ajak Wartawan Menatap Era Baru Melalui 5 Program PWI Jabar Istimewa

Terkait penerapan pola kerja fleksibel atau Work From Home (WFH), Tini menyebut kebijakan tersebut masih di berlakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, apabila terdapat kegiatan yang mengharuskan kehadiran pegawai di kantor, ASN tetap di wajibkan bekerja dari kantor.

Dengan pola pengawasan yang di lakukan secara rutin dan berlapis, BKPSDM Ciamis berharap disiplin ASN tetap terjaga sekaligus meminimalkan potensi penyalahgunaan sistem absensi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

(Mia)

Pelaku Penebang 12 Pohon di Cijerah Mengaku ke Wawalkot Bandung

0
pelaku penebang pohon cijerah fokusjabar.id
Pemkot Bandung Segel lokasi Penebangan ilegal 12 Pohon di Kawasan Cijerah Kota Bandung (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kasus penebangan 12 pohon di kawasan Cijerah, Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) memasuki babak baru. Pelaku mengakui perbuatannya di hadapan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin.

Pelaku penebang pohon meminta maaf serta menyatakan siap menerima seluruh konsekuensi hukum.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Larang Pedagang Bendera Merah Putih Berjualan di Trotoar, Siapkan Lokasi Alternatif

“Barusan ada yang datang menghadap saya. Orang yang menebang pohonnya mengaku. Dia datang minta maaf. Dia bilang apa pun risikonya siap menanggung,” kata Erwin, Kamis (6/8/2026).

Erwin mengungkapkan, dua orang datang menemuinya tanpa membuat janji terlebih dahulu. Mereka mengaku melakukan penebangan karena di perintah pihak lain.

“Dua orang yang datang. Motifnya ada yang menyuruh,” ujarnya.

Meski pelaku telah mengakui perbuatannya, Erwin menegaskan Pemkot Bandung tidak akan gegabah mengambil keputusan.

Menurutnya, penyelesaian perkara tetap akan mengedepankan pendekatan restoratif justice sepanjang tidak bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku.

“Kita mengedepankan musyawarah. Kalau persoalan ini bisa di selesaikan dengan musyawarah, kenapa tidak? Yang penting tetap tidak melanggar regulasi,” katanya.

Namun, pendekatan tersebut tidak menghapus sanksi yang telah di atur dalam Peraturan Daerah (Perda). Pelaku tetap dapat di kenai sanksi administratif maupun pidana.

“Perda harus di tegakkan. Ada denda, ada juga sanksi kurungan. Tapi sebagai pemimpin kita juga harus bijaksana. Bagaimanapun mereka warga Kota Bandung. Kalau memang bisa menggunakan restoratif justice, kenapa tidak? Tapi tetap harus ada sanksi,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, pelaku mengaku hanya menebang empat pohon. Sementara hasil pendataan di lapangan menunjukkan jumlah pohon yang di tebang mencapai 12 pohon.

BACA JUGA:

Satpol PP Bandung Segel Videotron Pedal Six Nine Club, Terkait Penebangan 10 Pohon

“Dia mengaku empat pohon. Tapi kenyataannya di lapangan ada 12 pohon. Tadi dia bilang ke saya, ‘Pak, saya cuma menebang empat pohon.’ Saya tanya kalau sisanya, dia jawab, ‘Saya enggak tahu,” ungkapnya.

Perbedaan keterangan tersebut membuat Pemkot Bandung masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penebangan pohon di kawasan Cijerah.

Saat ini, pihaknya masih menunggu laporan perkembangan penanganan kasus dari Satpol PP Kota Bandung.

Ia mengaku sempat menghubungi Satpol PP untuk memastikan perkembangan penyelidikan karena sebelumnya pelaku di sebut belum memenuhi panggilan.

“Tadi saya telepon Satpol PP karena ingin tahu perkembangan kasusnya. Kemarin Pak Camat bilang sudah d ipanggil, tapi belum datang. Tadi justru orangnya datang sendiri ke saya. Saya juga lupa enggak minta KTP mereka. Tiba-tiba datang dan bilang. Saya juga kaget,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Antologi Badai Diluncurkan, Ang Icep Ajak Generasi Muda Rawat Literasi Lewat Puisi

0
Antologi Badai Ang Icep fokusjabar.id
Peluncuran Antologi Badai karya Ang Icep di Joglosono Pondok Pesantren Darussalam

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Tradisi literasi di Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) kembali mendapat ruang melalui peluncuran buku puisi Antologi Badai karya pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep).

Buku tersebut di perkenalkan kepada publik dalam kegiatan bertajuk Tafakur dan Meditasi Puisi di Joglosono Pondok Pesantren Darussalam, Rabu (5/8/2026) malam.

BACA JUGA:

Heri Kiswanto Fokus Benahi Fisik PSGC Ciamis, Tunda Uji Coba demi Hindari Cedera

Peluncuran berlangsung dalam suasana penuh penghayatan. Penyair, seniman, budayawan, guru, santri hingga tokoh masyarakat bergantian membacakan puisi-puisi yang menjadi bagian dari buku tersebut.

Momentum itu menjadi ajang mempertemukan sastra dengan nilai-nilai refleksi kehidupan.

Ang Icep menjelaskan, Antologi Badai berisi hampir 80 puisi yang di tulis sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020 hingga 2022. Meski naskah telah rampung beberapa tahun lalu, buku tersebut baru dapat di luncurkan pada tahun ini.

“Ini adalah kumpulan puisi yang saya tulis sejak awal pandemi. Puisinya memang lahir pada 2020, 2021 hingga 2022, tetapi baru sekarang kami launching,” ujarnya.

Menurutnya, pandemi bukan hanya menghadirkan persoalan kesehatan. Tetapi juga menjadi ruang perenungan mengenai kehidupan manusia.

Karena itu, puisi-puisi dalam buku tersebut tidak hanya berbicara mengenai wabah, melainkan juga memuat pesan tentang kesabaran, ketabahan, kritik sosial hingga tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Ia berharap, pembaca dapat mengambil hikmah bahwa berbagai persoalan hidup tidak selalu layak di sandarkan kepada kesalahan orang lain.

“Jangan mudah menyalahkan orang lain. Banyak hal yang terjadi dalam hidup kita sesungguhnya merupakan konsekuensi dari sikap dan perilaku kita sendiri. Pesan seperti itu banyak hadir dalam puisi-puisi di buku ini,” katanya.

Selain menjadi ruang refleksi, Ang Icep juga ingin buku tersebut menjadi penyemangat bagi generasi muda agar terus berkarya. Menurutnya, keterbatasan yang pernah di alami saat pandemi tidak boleh memadamkan semangat berkreasi.

BACA JUGA:

Kebakaran di Sukadana Ciamis Hanguskan 3 Rumah, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta

“Pemuda adalah tiang bangsa. Pandemi memang membuat ruang gerak terbatas, tetapi semangat berkarya tidak boleh ikut terhenti. Saya ingin memberikan motivasi agar mereka tetap optimistis menghadapi masa depan,” ungkapnya.

Di tengah berkembangnya teknologi digital, Ang Icep mengaku masih mempertahankan kebiasaan menulis puisi secara manual. Baginya, teknologi dapat di manfaatkan sebagai pendukung, namun kedalaman rasa dalam sebuah karya sastra tetap lahir dari pengalaman dan perenungan penulis.

“Kita boleh memanfaatkan teknologi untuk memancing ide, tetapi rasa dan kedalaman sebuah puisi tetap lahir dari pengalaman serta perenungan penulisnya sendiri,” ujarnya.

Ia pun mengajak pelajar, mahasiswa dan masyarakat untuk mulai membangun budaya menulis sebagai bagian dari upaya merawat literasi.

“Semua orang sebenarnya memiliki kemampuan berkarya. Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai. Kami yang sudah tua saja masih terus semangat menulis,” katanya.

Seniman dan budayawan Ciamis, Noer JM menilai, Antologi Badai memiliki arti penting karena menjadi dokumentasi sastra yang merekam perjalanan masyarakat menghadapi pandemi.

Menurutnya, puisi-puisi karya Ang Icep tidak hanya menyimpan nilai estetika. Tetapi juga menjadi catatan sejarah yang memadukan pengalaman hidup, spiritualitas serta harapan.

“Puisi-puisi dalam buku ini sarat tafakur dan perenungan. Isinya banyak merekam suasana pandemi, tetapi juga berbicara tentang cinta, kehidupan, dan harapan,” ujarnya.

BACA JUGA:

PT MUM Gandeng Forum BKK Ciamis, Buka Peluang Kerja untuk 100 Alumni SMK/SMA

Noer berharap, peluncuran buku tersebut menjadi awal lahirnya karya-karya sastra berikutnya dari Ang Icep sekaligus memotivasi generasi muda Ciamis untuk lebih aktif menulis.

“Budaya literasi harus terus di rawat. Menulis bukan hanya soal menghasilkan buku. Tetapi juga mendokumentasikan gagasan, merekam perjalanan zaman dan meninggalkan jejak pemikiran bagi generasi berikutnya. Karya yang lahir dari pengalaman dan nurani akan selalu memiliki nilai yang tidak lekang oleh waktu,” pungkasnya.

Usai di luncurkan, Antologi Badai akan mulai di pasarkan melalui jaringan toko buku dan mitra distribusi yang selama ini bekerja sama dengan penulis.

(Mia)

Igor Tolic Sebut Gaya Main Persebaya Masih Sama

0
Igor Tolic Piala Presiden fokusjabar.id
Igor Tolic

BALI, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic bicara mengenai kekuatan Persebaya Surabaya yang akan menjadi lawan tanding pada pertandingan final turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

Igor Tolic mengaku belum menganalisis secara mendalam. Ia hanya sempat menyaksikan sekilas laga Bajul Ijo di pertandingan sebelumnya.

BACA JUGA:

Adhitia Herawan Bocorkan Sponsor Baru Persib Bandung, Jumlahnya Lebih Banyak dari Musim Lalu

Pertandingan Persib menghadapi Persebaya dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.

“Jujur saja, saya belum melihatnya secara mendalam. Saya hanya menonton pertandingannya sedikit kemarin,” kata Igor Tolic.

Dari pantauannya, pelatih asal Kroasia ini menilai secara sepintas gaya bermain Persebaya masih sama seperti sebelumnya. Sehingga, ia tinggal menunggu siapa saja yang akan masuk dalam daftar susunan pemain (DSP) Bajul Ijo.

“Gaya bermain mereka masih sama seperti yang kita ketahui sebelumnya. Jadi kita hanya perlu tahu siapa yang akan bermain untuk Persebaya dan siapa yang akan bermain untuk Persib,” ungkapnya.

Jeda pertandingan yang sangat singkat dari semifinal ke final, menjadi tantangan bagi tim yang tampil di laga puncak turnamen pramusim ini.

BACA JUGA:

Jelang Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Masih Menunggu Kabar Kondisi Pemain Persib

Seperti diketahui, pertandingan semifinal turnamen pramusim Piala Presiden 2026 berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Selasa (4/8/2026).

“Karena setelah kemarin, mereka tetap memutuskan untuk berjalan sesuai jadwal, sehingga para pemain tidak memiliki waktu istirahat. Jadi kita akan lihat siapa yang bisa bertahan,” jelasnya.

(Arif)

Igor Tolic: Persib dan Persebaya Fokus Pemulihan

0
persib piala presiden 2026 fokusjabar.id
Igor Tolic

BALI, FOKUSJabar.id: Persib Bandung bakal berhadapan dengan Persebaya Surabaya pada pertandingan final turnamen pramusim Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).

Menjelang pertandingan puncak Piala Presiden 2026 tersebut, pelatih Persib, Igor Tolic menilai tidak banyak waktu bagi tim peserta untuk mempersiapkan diri maupun recovery.

BACA JUGA:

Jelang Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Masih Menunggu Kabar Kondisi Pemain Persib

Lantaran, sebelumnya pertandingan semifinal turnamen pramusim Piala Presiden 2026 di gelar pada Selasa (4/8/2026). Sehingga hanya ada jeda satu hari.

Dengan jadwal pertandingan yang sangat padat, Igor Tolic mengatakan tidak ada waktu untuk mengubah strategi secara signifikan.

Menurut Igor Tolic, situasi ini tidak hanya di rasakan oleh skuad Maung Bandung. Persebaya juga di nilai berada dalam kondisi serupa karena sama-sama fokus pada pemulihan.

“Ya, kita lihat saja nanti. Tapi melawan Persebaya, kita tidak punya waktu untuk sesi latihan,” kata Igor Tolic.

“Saya rasa Persebaya juga tidak akan mengubah apa pun karena tidak ada waktu. Mereka juga masih fokus pada pemulihan pemain,” ucapnya.

Pelatih asal Kroasia ini, belum menentukan pemain yang bakal masuk dalam daftar susunan pemain (DSP), karena akan melihat dulu kondisi dan kesiapan pasukannya.

“Jadi ya, kemungkinan kami akan menurunkan tim yang ada dan mereka akan bermain sebaik mungkin. Mari kita lihat siapa yang menang,” tegasnya.

BACA JUGA:

Umuh Muchtar Optimistis Persib Makin Kuat usai Lolos ke Final Piala Presiden 2026

Sementara itu, Persib berhasil lolos ke Final Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali.

Sedangkan Persebaya Surabaya, melangkah ke partai puncak Piala Presiden 2026 usai mengalahkan Arema FC dengan skor tipis 1-0.

(Arif)

Dari Ciamis, Tantan Sulthon Ajak Wartawan Menatap Era Baru Melalui 5 Program PWI Jabar Istimewa

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2027–2031, Tantan Sulthon Bukhawan, menyosialisasikan visi dan lima program unggulannya kepada jajaran PWI Priangan Timur di Kantor PWI Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2027–2031, Tantan Sulthon Bukhawan, menyosialisasikan visi dan lima program unggulannya kepada jajaran PWI Priangan Timur di Kantor PWI Ciamis, Jalan Iwa Kusuma Soemantri No. 6, Ciamis, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan yang menggalang pengurus dan anggota PWI Ciamis, Banjar, Pangandaran, serta Tasikmalaya ini menjadi penutup rangkaian safari sosialisasi Tantan menuju Konferensi PWI Jawa Barat pada 12–13 Agustus 2026.

Baca Juga: BAZNAS Ciamis Resmikan Kampung Zakat ke-13 di Desa Cimari, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Tantan memperkenalkan visi “PWI Jabar Istimewa” dengan tagline “Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya Maju dan Sejahtera.” Ia mengajak seluruh insan pers di Jawa Barat membangun organisasi yang profesional dan adaptif terhadap teknologi modern. Serta mampu meningkatkan kesejahteraan anggota.

Moderator acara, Yuda, menyampaikan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai ajang silaturahmi sekaligus penyatuan gerakan anggota PWI Priangan Timur. Yuda juga mengulas rekam jejak Tantan yang meniti karier wartawan sejak tahun 2000 di Mitra Dialog, Pikiran Rakyat Group, Harian SINDO, hingga memegang posisi Pemimpin Redaksi Inilah Koran.

Gagas 5 Program Prioritas PWI Jawa Barat

Tantan menegaskan bahwa niatnya memimpin PWI Jawa Barat bersumber dari aspirasi para anggota di daerah yang terangkum dalam lima program prioritas:

  1. Mendorong Lahirnya Wartawan Multimedia: Tantan meminta wartawan menguasai keterampilan memproduksi foto, video, konten digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) tanpa mengabaikan kode etik jurnalistik.
  2. Menjadikan Kantor PWI sebagai Rumah Kreatif: Ia berkomitmen menghidupkan sekretariat PWI setiap hari melalui diskusi, pelatihan, dan kegiatan konferensi pers berkala.
  3. Memperluas Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan: Tantan menggarisbawahi pentingnya jaminan perlindungan kerja bagi para wartawan yang menghadapi risiko tinggi di lapangan.
  4. Melanjutkan Program 1.000 UKW: Ia memfokuskan penguatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk meningkatkan standar profesionalisme dan kapasitas SDM pers.
  5. Memperkuat Kesejahteraan dan Unit Usaha: Ia berencana membuka kemitraan strategis dan unit usaha baru milik PWI guna menciptakan sumber pendapatan organisasi tanpa mengorbankan independensi pers.

“Saya tidak pernah menghitung modal untuk maju. Yang saya miliki adalah ide, gagasan, visi, dan program kerja. PWI adalah organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia yang harus kita jaga bersama,” tegas Tantan.

PWI Priangan Timur Sambut Gagasan ‘PWI Jabar Istimewa’

Ketua PWI Ciamis, Banjar, dan Pangandaran, Anthika Asmara, menyambut hangat kedatangan Tantan. Ia menilai program yang Tantan tawarkan memiliki kesamaan arah dengan konsep rumah kreatif. Terlebih kegiatan pers yang sedang berjalan di Ciamis.

“Kami melihat visi dan program Kang Tantan memiliki arah yang sama dengan semangat yang sedang kami bangun di Ciamis. Karena itu kami siap mendukung serta berkolaborasi mewujudkan PWI Jawa Barat yang lebih maju,” ujar Anthika.

Sementara itu, Ketua PWI Tasikmalaya, Asep Juhariyono, turut memberi apresiasi atas gagasan transformasi wartawan multimedia. Serta perlindungan kerja BPJS Ketenagakerjaan yang Tantan perjuangkan.

Sesi dialog dan penyampaian masukan dari pengurus PWI Priangan Timur menutup rangkaian acara tersebut. Selanjutnya Tantan berharap gagasan ini menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan PWI Jawa Barat yang profesional, solid, dan adaptif.

(IrfansyahRiza)

Gempa M5,3 Pangandaran, KAI Daop 2 Bandung Hentikan Sementara Perjalanan Kereta Api Demi Keselamatan

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Ket foto : Petugas Sarana KAI Daop 2 Bandung, saat memeriksa seluruh rel kereta pasca kejadian gempa yang berpusat di Pangandaran ( ist KAI Daop 2 Bandung)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memprioritaskan keselamatan perjalanan kereta api pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 5.3 yang mengguncang Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026) pukul 21.55 WIB.

Berdasarkan laporan BMKG, titik gempa berada di 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 18 kilometer. Getaran gempa terasa meluas di wilayah operasional KAI Daop 2 Bandung, khususnya lintas Stasiun Nagreg–Banjar, Cibatu–Garut, serta Cipatat–Gandasoli.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Pangandaran, Warga Berhamburan Keluar Rumah, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Daop 2 Bandung langsung mengeksekusi prosedur keselamatan darurat. Petugas mengintruksikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung untuk berhenti sementara di stasiun terdekat maupun petak jalan sembari menunggu hasil pemeriksaan prasarana.

Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa penanganan ini menjadi bagian dari standar operasional keselamatan perjalanan kereta api.

“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Begitu menerima informasi terjadinya gempa, kami langsung menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara seluruh perjalanan kereta api dan mengerahkan petugas prasarana untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, serta infrastruktur pendukung lainnya sebelum perjalanan kereta api kembali diizinkan beroperasi,” ungkap Kuswardojo, Rabu (5/8/2026) malam.

Daftar 7 Perjalanan Kereta Api yang Tertahan

Proses pemeriksaan infrastruktur oleh petugas prasarana berdampak pada penghentian sementara sejumlah perjalanan kereta api, antara lain:

  • KA (306) Parcel Selatan: Berhenti di Stasiun Banjar.
  • KA (300) Cikuray: Berhenti di Stasiun Leles.
  • KA (292) Kutojaya Selatan: Berhenti di petak jalan Cibatu–Warungbandrek KM 217+900.
  • KA (72) Mutiara Selatan: Berhenti di petak jalan Cipeundeuy–Cirahayu KM 237+000.
  • KA (350) Commuter Line Garut: Berhenti di Stasiun Wanaraja.
  • KA (PLB 80B) Lodaya: Berhenti di petak jalan Manonjaya–Ciamis KM 289+200.
  • KA (PLB 287A) Serayu: Berhenti di Stasiun Cipeundeuy.

KAI Imbau Penumpang Tetap Tenang

Kuswardojo menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa kereta api atas potensi keterlambatan jadwal perjalanan yang timbul akibat pemeriksaan darurat ini.

“Kami memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Namun langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian dari seluruh pelanggan,” ujarnya.

Hingga Rabu (5/8/2026) pukul 22.45 WIB, jajaran petugas prasarana masih menyisir dan memeriksa kelayakan prasarana di lintas terdampak. KAI Daop 2 Bandung mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap tenang serta memantau pembaruan informasi resmi melalui kanal komunikasi KAI.

(Seda)