spot_img
Minggu 1 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 4

RKPD 2027, Wali Kota Tasikmalaya Fokus 4 Prioritas

0
Wali Kota Tasikmalaya RKPD 2027 fokusjabar.id
Giat pramusrenbang Kecamaan Cihideung Kota Tasikmalata

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), Viman Alfarizi Ramadhan menekankan empat prioritas penting saat pramusrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Cihideung, Jumat (30/1/2026) kemarin.

Tujuan pramusrenbang 2027 untuk membahas rencana strategis dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kecamatan Cihideung.

BACA JUGA:

Penampakan Tembok Rusak di Alun-alun Kota Tasikmalaya

Menurut Wali Kota Tasikmalaya, arah pembangunan di Kecamatan Cihideung fokus empat hal prioritas utama. Yakni, perdagangan, penanganan banjir, pengelolaan sampah dan ketahanan pangan.

“Kita prioritaskan empat hal penting. Yakni, tertib dalam usaha perdagangan, penanganan masalah banjir, pengelolaan sampah serta ketahanan pangan melalui holtikultura,” ungkap Viman.

Dia menegaskan, stakeholder (unsur kecamatan, lurah, LPM, para RW/RT serta elemen lainnya) harus bisa membantu OPD dalam menertibkan izin di kecamatan Cihideung.

“Cihideung merupakan wilayah pusat Kota Tasikmalaya. Karenanya harus tertata dengan baik. Misalnya, perizinan usaha perdagangan harus memperhatikan lingkungan dan dampak sosialnya. Sehingga tidak membuat semrawut,” ujarnya.

Viman mengingatkan warga terkait pengelolaan sampah sebagai salah satu upaya penanganan persoalan banjir.

“Jika hujan dengan intensitas tinggi, wilayah Cihideung pasti dikepung banjir. Ini harus diantisipasi melalui pengelolaan sampah,” ujarnya.

“Pengelolaan sampah harus di mulai dari rumah tangga. Kita harus membiasakan diri untuk memilah sampah. Buang pada tempat yang telah di sediakan. Jangan membuang ke sungai atau selokan,” pesan Viman.

BACA JUGA:

PMII Kota Tasikmalaya Gelar Aksi Demo di Balekota, Kritik Setahun Kepemimpinan Wali Kota

Viman optimistis, dengan kerja sama dan partisipasi aktif dari semua pihak, wilayah Kecamatan Cihideung akan menjadi lebih baik dan sejahtera. Sehingga kualitas hidup warga pun bisa meningkat.

Pada kesempatan itu, forum juga membahas tentang pengembangan budidaya tanaman hortikultura yang bisa di lakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).

Pengembangan tanaman hortikultura merupaan penopang ketahanan pangan. Dan bisa berpeluang sebagai penyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saat ini di wilayah Kecamatan Cihideung terdapat 10 SPPG. Baru tiga dapur yang disuplai oleh kelompok tani. Dengan begitu, masih banyak peluang bagi KWT untuk bisa berkerja sama dengan SPPG,” ungkapnya.

(Seda)

Penampakan Tembok Rusak di Alun-alun Kota Tasikmalaya

0
alun-alun kota tasikmalaya@fokusjabar.id
Penampakan tembok rusak di alun-alun Kota Tasikmalaya.(Nanang Yudi/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Alun-alun Kota Tasikmalaya, yang berada di jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang. Merupakan tempat kegiatan masyarakat mulai olahraga atau bermain.

Namun, fasilitas Alun-alun Kota Tasikmalaya nampak terlihat banyak yang harus di benahi. Seperti tembok rusak dan cat yang sudah pudar hingga tempat buang sampah.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim saat di minta tanggapan, dan di tanya apakah ada anggaran untuk pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya, hingga beberapa kali di konfirmasi belum juga memberikan komentar hingga berita ini publis.

Baca Juga: Alun-alun Kota Tasikmalaya Seperti Tak Terurus?

Sementara, Aktivis Eksponen 96, Dadi Abidarda mempertanyakan terkait Alun-alun Kota Tasikmalaya apakah jadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Dulu alun-alun di bangun oleh pemkab Tasikmalaya, anggarannya bisa jadi dari Provinsi, tapi ini ikon Kota Tasikmalaya semestinya harus di rawat,” ungkap Dadi Abidarda, Sabtu (31/1/2026).

Sebelumnya, Alun-alun Kota Tasikmalaya, menurut Dadi Abidarda, seharusnya areanya tertata rapi dan lingkungannya selalu bersih, asri dan indah mempesona.

“Intinya menurut hemat saya bahwa alun alun adalah wajah dari Pemerintah Kota Tasikmalaya yang sudah semestinya dapat perhatian penuh,” ungkap Dadi Abidarda

Perhatian tersebut, lanjut Dadi, yaitu baik dari sisi optimalisasi estitika bangunan, atau paling tidak dari aspek pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya.

“Dan yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah ada anggaran pada tahun 2026 dari Pemkot yang peruntukannya untuk Alun-alun Kota Tasikmalaya?,” tanya Dadi Abidarda.

Anggaran Pemeliharaan Bangunan

Minimal, kata Dadi, anggaran tersebut untuk pemeliharaan bangunan atau fasilitas Alun-alun Kota Tasikmalaya secara keseluruhan.

Baca Juga: PMII Kota Tasikmalaya Gelar Aksi Demo di Balekota, Kritik Setahun Kepemimpinan Wali Kota

“Dan dari sisi manfaatnya sudah jelas sangat produktif untuk sarana bermain juga kegiatan olahraga bagi masyarakat,” ujarnya.

Alun-alun yang merupakan ikon Kota Tasikmalaya, kata Dadi, seharusnya menjadi kewajiban Pemkot Tasikmalaya untuk memperindah dan memelihara dengan baik, supaya jadi kebanggaan masyarakat.

“Alun-alun Kota Tasikmalaya, lokasinya sangat strategis berada di pusat kota. Kalau rapih, bersih dan indah kan enak di lihatnya, karena ini wajah pemkot Tasikmalaya juga. Bersih dan tidaknya alun-alun bisa menjadi ciri pemimpinnya,” tegasnya.

(Nanang Yudi)

Kiper Persib Teja Paku Alam Siap Hadapi Persis Solo

0
teja paku alam solo fokusjabar.id
Teja Paku Alam (foto: web)

SOLO, FOKUSJabar.id: Penjaga gawang Persib Bandung, Teja Paku Alam siap menghadapi Persis Solo pada laga tandang kompetisi Super League 2025/2026.

Menurut Teja Paku Alam, pertandingan yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Sabtu (31/1/2026) sangat penting.  Kemenangan menjadi target yang wajib diraih.

BACA JUGA:

Layvin Kurzawa Gabung Persib Bandung, Ini Komentar Andrew Jung

Bagaimana tidak, persaingan di papan atas saat ini semakin ketat. Untuk itu, Teja Paku Alam bersama rekan-rekannya dalam kondisi siap tempur untuk mengamankan posisi puncak klasemen.

“Kami tahu pertandingan nanti sangat penting agar kami terus berada di papan atas,” kata Teja Paku Alam.

Kiper andalan Persib ini menuturkan, skuat Maung Bandung sudah menyiapkan diri sebelum berangkat ke Solo dengan menggelar latihan.

Menurut Teja Paku Alam, bekal latihan tersebut sudah cukup untuk menghadapi perlawanan Laskar Sambernyawa pada pekan ke-19 kompetisi Super League 2025/2026.

“Persiapan kurang lebih beberapa hari ini sudah cukup baik. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik,” ungkapnya

BACA JUGA:

Pelatih Persib Minta Anak Asuhnya Fokus kontra Persis Solo

Penjaga gawang yang menggunakan nomor punggung 14 ini berharap dukungan dan kerja keras tim di lapangan dapat berbuah hasil maksimal.

“Semoga kami bisa memberikan tiga poin di pertandingan nanti,” tegas penjaga gawang yang membawa Persib back to back juara.

(Arif)

Bhayangkara FC Kembalikan Dedi Kusnandar ke Persib Bandung

0
dedi kusnandar fokusjabar.id
Dedi Kusnandar (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Memasuki putaran kedua kompetisi Super League 2025/2026, Persib Bandung Resmi membawa pulang Dedi Kusnandar (Dado) untuk menambah kekuatan di lini tengah.

Sebelumnya, pada putaran pertama Dedi Kusnandar di pinjamkan ke Bhayangkara FC.

BACA JUGA:

Alfeandra Dewangga Lontarkan Ungkapan Berkelas Soal Layvin Kurzawa

Seperti diketahui, pada awal musim 2025/2026 Persib Bandung menyetujui peminjaman Dado hingga akhir kompetisi.

Namun setelah berakhirnya putaran pertama, Bhayangkara FC memutuskan mengembalikan Dedi Kusnandar ke klub asalnya.

Keputusan ini diambil dengan pertimbangan peluang menit bermain yang terbatas. hal itu sebuah langkah profesional untuk memberi ruang terbaik bagi semua pihak. Terutama bagi perkembangan karier Dado.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan menegaskan, kembalinya Dado adalah kabar positif bagi tim.

Karena dengan kembalinya Dedi Kusnandar, akan menambah kedalaman dan keseimbangan lini tengah untuk mengarungi putaran kedua.

“Persib menyambut positif kembalinya Dado dari masa peminjaman di Bhayangkara FC. Pelatih pasti sudah punya skema,” kata Adhit.

BACA JUGA:

Kondisi Eliano Reijnders Bugar dan Siap Hadapi Persis Solo

Dedi sendiri selalu mendapat tempat istimewa di hati Bobotoh. Lantaran, sejak pertama bergabung pada 2015, dia dikenal sebagai figur yang konsisten, rendah hati dan penuh dedikasi.

Ketika kompetisi nasional sempat terhenti pada 2016, Dado tetap menjaga ritme dan profesionalismenya lewat peminjaman ke Sabah FA.

Lalu kembali ke Bandung dengan peran yang kian matang sebagai jangkar lini tengah.

Selain itu, Dado turut membawa Persib meraih gelar juara pada Piala Presiden 2015, dua juara kompetisi Liga 1 (2023/2024 dan 2024/2025).

(Arif)

Pemkab Garut Tancap Gas Benahi Puskesmas, Bupati Tekankan Pemerataan Layanan

0
Garut, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Penyerahan Petikan Keputusan Bupati Garut tentang Penetapan Pejabat Fungsional Kesehatan yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala UPT Puskesmas, yang dilaksanakan di Aula Kantor DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (30/1/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Garut mengambil langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat dengan menetapkan Pejabat Fungsional Kesehatan yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala UPTD Puskesmas. Penyerahan Petikan Keputusan Bupati dilakukan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Aula Kantor DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Jumat (30/1/2026).

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pencapaian indikator kesehatan daerah, terutama dalam penanganan persoalan gizi serta pemerataan akses layanan kesehatan di seluruh wilayah Garut.

Baca Juga: Pemkab Garut Raih Predikat Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI

Abdusy Syakur menegaskan,penempatan para Kepala Puskesmas kali ini tidak berlangsung secara acak, melainkan mempertimbangkan karakteristik dan demografi wilayah. Daerah dengan jumlah penduduk tinggi atau distribusi penduduk yang ekstrem menjadi prioritas perhatian.

“Kami menekankan penugasan di wilayah-wilayah dengan populasi yang besar atau memiliki tantangan proporsional tertentu. Harapannya, intervensi kesehatan bisa lebih tepat sasaran dan dapat terasa langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia juga meminta para pejabat yang baru untuk segera bekerja secara optimal. Mengingat Februari menjadi periode penting dalam pelaporan administrasi dan program, Bupati mengingatkan agar proses transisi tidak mengganggu pelayanan kesehatan.

“Tidak ada waktu untuk adaptasi terlalu lama. Saya minta semuanya langsung tancap gas,” tegasnya.

Perkuat KB Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk

Selain fokus pada pelayanan medis, Bupati juga menyoroti tingginya laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Garut yang tercatat melebihi rata-rata kabupaten lain. Untuk itu, Pemkab Garut berencana memperkuat kolaborasi dengan BKKBN melalui optimalisasi peran Puskesmas.

“Kita akan memperkuat program Keluarga Berencana di tingkat layanan dasar agar pengendalian pertumbuhan penduduk bisa lebih efektif,” tambahnya.

65 Posisi Terisi, Fokus Kinerja dan Kebutuhan Organisasi

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, Kristanti Wahyuni, menjelaskan bahwa penetapan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024.

Dari total 67 jabatan Kepala UPTD Puskesmas di bawah Dinas Kesehatan, saat ini 65 posisi telah terisi, dengan rincian 25 pejabat tetap di posisi sebelumnya, 30 mengalami rotasi, dan 10 mendapatkan promosi. Adapun dua posisi lainnya masih belum terisi.

“Penempatan ini berdasarkan evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi. Kepala Puskesmas memegang peran strategis, mulai dari pengelolaan kluster layanan kesehatan hingga penguatan jejaring pelayanan primer,” jelas Kristanti.

(Y.A. Supianto

PMII Kota Tasikmalaya Gelar Aksi Demo di Balekota, Kritik Setahun Kepemimpinan Wali Kota

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Aksi Demo mahasiswa PMII di Depan Kantor Balekota Tasikmalaya, dengan membakar Ban Bekas (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Balekota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun Nomor 1, Kecamatan Bungursari, Jumat (30/1/2026) sore.

Massa aksi datang menggunakan sepeda motor dan satu unit mobil komando, lengkap dengan atribut organisasi. Aksi berlangsung di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Safari Ramadhan 2026 Jadi Ajang Strategis Promosi Produk Unggulan di Tasikmalaya

Demonstrasi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan mahasiswa terhadap kinerja Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan yang dinilai belum menunjukkan capaian signifikan setelah satu tahun menjabat.

Sejak awal aksi, massa berharap dapat berdialog langsung dengan Wali Kota. Namun kekecewaan mencuat karena yang bersangkutan tidak hadir menemui para demonstran. Situasi pun sempat memanas ketika massa mencoba mendekati area dalam Balekota, namun barikade aparat keamanan menghadang.

Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat tak terhindarkan. Dalam insiden tersebut, seorang mahasiswa mengalami luka di bagian pelipis dan tangan, yang diduga terjadi saat desakan berlangsung.

Di tengah aksi, massa juga membakar ban bekas sebagai simbol protes, sembari menyuarakan tuntutan dengan lantang.

Kritik Keras Terhadap Kepemimpinan Viman–Dicky

Ketua PMII Kota Tasikmalaya, Abdul Aziz, menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk kritik keras terhadap jalannya pemerintahan Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Viman–Diky selama setahun terakhir.

“Kami menilai sejumlah program unggulan seperti Tasik Gemas, Tasik Pintar, dan Tasik Nyaman belum berjalan optimal. Semua masih terkesan seremonial,” ujarnya.

Ia mencontohkan program Tasik Pintar yang menargetkan wajib belajar 12 tahun. Namun realitas di lapangan masih menunjukkan banyak warga yang hanya menempuh pendidikan hingga jenjang SMP atau sembilan tahun.

Selain sektor pendidikan, PMII juga menyoroti pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, termasuk banyaknya peserta BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan. Kebijakan pembangunan infrastruktur pun kerap berbenturan dengan regulasi yang berlaku.

“Kami merasa tidak dihargai. Sudah berulang kali melakukan aksi, namun Wali Kota tidak pernah hadir. Ini memunculkan kesan bahwa pimpinan daerah anti kritik,” tegas Aziz.

Ia mengakui aksi hari ini belum mencapai tujuan maksimal karena tidak adanya dialog langsung dengan Wali Kota. PMII pun mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Sebelum membubarkan diri, massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Antaranya optimalisasi pelayanan bagi korban kekerasan dan bullying, validasi data kemiskinan dan perbaikan tata kelola sampah. Kemudian penguatan ketahanan pangan, pertanian dan perikanan, serta penghentian alih fungsi lahan pertanian.

“Sore ini kami membubarkan diri. Tetapi kami tidak akan pernah mundur untuk terus mengawal dan mengkritisi kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.


(Seda)

Polres Pangandaran Serap Aspirasi Warga Langkaplancar, BBM hingga Kamtibmas Jadi Sorotan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana saat Jumat Curhat bersama Kapolres Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Komitmen Polri dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat kembali ditunjukkan Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui rangkaian kegiatan Jumat Keliling, Jumat Curhat, dan Bakti Sosial yang digelar di Kecamatan Langkaplancar, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan yang terpusat di Desa Bangunjaya itu menjadi ruang dialog terbuka antara kepolisian dan warga. Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai mendesak dan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Dari Pemandu Wisata Pangandaran, Kini Pardi Menetap di Swiss

Salah satu keluhan utama berkaitan dengan kesulitan akses BBM bersubsidi. Warga mengaku terkendala kebijakan barcode, terlebih jarak SPBU yang cukup jauh dari wilayah pelosok Langkaplancar.

Selain itu, persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) juga mengemuka. Warga menyoroti maraknya penggunaan knalpot brong oleh pelajar serta aktivitas remaja yang berlangsung hingga larut malam.

Tak kalah penting, masyarakat berharap adanya peningkatan kualitas layanan kepolisian, khususnya kemudahan dan transparansi dalam proses pelaporan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, AKBP Ikrar Potawari menegaskan pihaknya tidak ingin keluhan warga hanya berhenti sebagai catatan.

“Kami sudah menginstruksikan Kapolsek untuk berkoordinasi terkait distribusi BBM di wilayah pelosok, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Untuk menjaga kamtibmas, Polres Pangandaran akan meningkatkan patroli malam serta menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah sebagai langkah pencegahan kenakalan remaja.

Sementara terkait pelayanan Polri, Kapolres menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan Polisi layani secara profesional dan bebas pungutan biaya.

“Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Masyarakat bahkan bisa langsung menghubungi nomor pribadi saya jika menemui kendala keamanan maupun lalu lintas,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan tersebut selesai dengan penyaluran bantuan sembako kepada warga di Dusun Cibunar, Karangkamiri, dan Bulaklega, sebagai wujud kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah Langkaplancar.


(Sajidin)