TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), Viman Alfarizi Ramadhan menekankan empat prioritas penting saat pramusrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Cihideung, Jumat (30/1/2026) kemarin.
Tujuan pramusrenbang 2027 untuk membahas rencana strategis dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kecamatan Cihideung.
BACA JUGA:
Penampakan Tembok Rusak di Alun-alun Kota Tasikmalaya
Menurut Wali Kota Tasikmalaya, arah pembangunan di Kecamatan Cihideung fokus empat hal prioritas utama. Yakni, perdagangan, penanganan banjir, pengelolaan sampah dan ketahanan pangan.
“Kita prioritaskan empat hal penting. Yakni, tertib dalam usaha perdagangan, penanganan masalah banjir, pengelolaan sampah serta ketahanan pangan melalui holtikultura,” ungkap Viman.
Dia menegaskan, stakeholder (unsur kecamatan, lurah, LPM, para RW/RT serta elemen lainnya) harus bisa membantu OPD dalam menertibkan izin di kecamatan Cihideung.
“Cihideung merupakan wilayah pusat Kota Tasikmalaya. Karenanya harus tertata dengan baik. Misalnya, perizinan usaha perdagangan harus memperhatikan lingkungan dan dampak sosialnya. Sehingga tidak membuat semrawut,” ujarnya.
Viman mengingatkan warga terkait pengelolaan sampah sebagai salah satu upaya penanganan persoalan banjir.
“Jika hujan dengan intensitas tinggi, wilayah Cihideung pasti dikepung banjir. Ini harus diantisipasi melalui pengelolaan sampah,” ujarnya.
“Pengelolaan sampah harus di mulai dari rumah tangga. Kita harus membiasakan diri untuk memilah sampah. Buang pada tempat yang telah di sediakan. Jangan membuang ke sungai atau selokan,” pesan Viman.
BACA JUGA:
PMII Kota Tasikmalaya Gelar Aksi Demo di Balekota, Kritik Setahun Kepemimpinan Wali Kota
Viman optimistis, dengan kerja sama dan partisipasi aktif dari semua pihak, wilayah Kecamatan Cihideung akan menjadi lebih baik dan sejahtera. Sehingga kualitas hidup warga pun bisa meningkat.
Pada kesempatan itu, forum juga membahas tentang pengembangan budidaya tanaman hortikultura yang bisa di lakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).
Pengembangan tanaman hortikultura merupaan penopang ketahanan pangan. Dan bisa berpeluang sebagai penyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saat ini di wilayah Kecamatan Cihideung terdapat 10 SPPG. Baru tiga dapur yang disuplai oleh kelompok tani. Dengan begitu, masih banyak peluang bagi KWT untuk bisa berkerja sama dengan SPPG,” ungkapnya.
(Seda)








