spot_img
Minggu 1 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 5

METI Dorong Percepatan Transisi Energi Berkeadilan demi Target NZE 2060

0
Jakarta, FOKUSJabar.id
Bincang Energi dan Peluncuran METI Energi Muda

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan Transisi Energi Berkeadilan guna mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

Dorongan ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pensiun penuh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Namun, METI menilai kebijakan tersebut harus di iringi langkah strategis dan kolaboratif agar tidak mengganggu pasokan listrik nasional serta tetap menjamin keadilan energi bagi seluruh masyarakat.

Ketua Umum METI Zulfan Zahar menyampaikan, pensiun dini PLTU membutuhkan pembiayaan besar dan perencanaan matang agar elektrifikasi nasional tetap berjalan optimal, khususnya di daerah terpencil.

BACA JUGA: Kultural I 2025, Indosat Ooredoo Catat Laba Bersih dan ARPU Progresif

“Transisi energi harus memastikan keadilan. Energi terbarukan harus menjadi tulang punggung elektrifikasi di seluruh pelosok Indonesia. Ini memerlukan dukungan kebijakan yang kuat, ekosistem usaha yang sehat, dan iklim investasi yang pasti,” ujar Zulfan dalam Bincang Energi dan Peluncuran METI Energi Muda, Jumat (30/1/2026).

Ia menegaskan perlunya penyesuaian Perpres 112 Tahun 2022, penyempurnaan mekanisme pengadaan listrik berbasis konsep supply create demand, serta percepatan pengesahan UU Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET).

“METI siap menjadi mitra strategis pemerintah dan DPR untuk mempercepat transisi energi berkeadilan,” tegasnya.

Fokus Penguatan Kebijakan dan Investasi

METI mencatat, RUPTL 2025–2034 telah menetapkan target ambisius dengan 75 persen penambahan kapasitas pembangkit baru berasal dari energi terbarukan, atau sekitar 42 GW dari total 69,5 GW.

Melalui Komite Energi Terbarukan, METI aktif berkoordinasi dengan berbagai asosiasi untuk mendorong percepatan pengembangan energi bersih. Masukan kebijakan telah disampaikan terkait revisi Perpres 112/2022, kemudian perbaikan mekanisme pengadaan PLN, serta RUU EBET dan RUU Ketenagalistrikan dalam RDPU Komisi XII DPR RI pada Desember 2025 lalu.

Di sisi pendanaan, METI menginisiasi program Access to Finance for Just Energy Transition (AFJET) guna membuka akses pembiayaan inovatif bagi proyek energi terbarukan. Program ini mendorong dialog antara lembaga keuangan dan pengembang untuk mengatasi hambatan investasi.

Desa dan Pulau Mandiri Energi

METI juga mendorong elektrifikasi berbasis energi terbarukan melalui program Desa/Pulau Mandiri Energi, dengan target 10 desa dan pulau hingga 2028. Salah satu proyek unggulan adalah Nusa Penida 100% Energi Terbarukan.

Dalam program ini, METI memfasilitasi investasi pembangkit sesuai potensi lokal dan mendorong peran IPP dan EPC dalam neger. Kemudian membangun pusat pelatihan SDM, serta meningkatkan pemahaman masyarakat melalui forum komunikasi.

Menuju Peta Jalan 100 GW Energi Terbarukan

Untuk mendukung target nasional, METI bersama para pemangku kepentingan akan menyusun Peta Jalan Pengembangan 100 GW Energi Terbarukan. Dokumen ini akan menjadi acuan strategis mencakup aspek kebijakan, mekanisme pengadaan, pembiayaan, serta kerangka hukum.

Selain itu, METI menekankan pentingnya penciptaan green jobs agar transisi energi tidak meninggalkan siapa pun (no one left behind). Penguatan kapasitas SDM dinilai krusial agar transisi energi menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Forum Transisi Energi Berkeadilan

Sebagai wadah kolaborasi lintas sektor, METI akan membentuk Forum Transisi Energi Berkeadilan. Forum ini bertujuan mengatasi hambatan pengembangan energi terbarukan dan kemudian meningkatkan literasi publik. Serta memperkuat peran energi bersih sebagai strategi mitigasi bencana dan pengurangan ketergantungan energi fosil.

Dukung Penertiban Izin Lingkungan

Dalam topik khusus, METI menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah menertibkan izin lingkungan dan pemanfaatan hutan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Januari 2026. Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan agenda NZE dan pembangunan ekonomi hijau.

METI menegaskan seluruh proyek energi terbarukan wajib mematuhi ketentuan lingkungan. Termasuk AMDAL atau UKL-UPL sebagai syarat Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL). Serta menerapkan prinsip transisi energi berkeadilan sejak tahap awal.

(Alpin Septian)

Harga Ayam di Pasar Ciamis Tembus Rp40 Ribu, Konsumen Beralih Beli Langsung ke Kandang

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Penjual ayam broiler hidup saat membersihkan daging pesenan pembeli

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perbedaan harga daging ayam broiler antara tingkat peternak dan pasar tradisional di Kabupaten Ciamis kian terasa. Kondisi ini mendorong sebagian masyarakat beralih membeli ayam langsung ke kandang demi menekan pengeluaran rumah tangga.

Pantauan di Pasar Manis Ciamis menunjukkan, harga daging ayam broiler saat ini berada di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga ayam hidup yang dijual langsung di kandang peternak hanya sekitar Rp27.000 per kilogram, selisih yang dinilai cukup signifikan oleh konsumen.

Baca Juga: Satpol PP Ciamis Tertibkan Roda PKL Pelanggar K3

Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau, meskipun lokasi pasar sebenarnya dekat dari tempat tinggal mereka.

Ibu Rumah Tangga Beralih ke Kandang Demi Hemat

Salah satunya dilakukan Nuning, warga Kelurahan Kertasari. Meski rumahnya relatif dekat dengan Pasar Manis, ia memilih membeli ayam broiler langsung di kandang peternak yang berada di wilayah Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg.

“Sejak harga ayam di Pasar Manis naik, saya lebih memilih beli di kandang. Harganya jauh lebih murah,” ujar Nuning, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, selisih harga sekecil apa pun sangat berpengaruh bagi ibu rumah tangga dengan anggaran dapur terbatas. Terlebih, penghasilan suaminya sebagai sopir angkutan kota tidak menentu.

“Kalau bisa lebih hemat, tentu saya pilih yang lebih murah. Penghasilan suami kan tidak tetap, jadi harus pintar mengatur pengeluaran,” tuturnya.

Harga di Kandang Ikut Merangkak Naik

Sementara itu, Deda, salah seorang penjual ayam broiler hidup di kandang, mengungkapkan bahwa harga di tingkat peternak sebenarnya juga mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

“Beberapa hari lalu masih di Rp25.000 per kilogram, sekarang sudah naik menjadi Rp27.000 per kilogram,” jelasnya.

Meski demikian, harga tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan harga jual di pasar. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait panjangnya rantai distribusi dan margin harga dari kandang hingga ke tangan konsumen.

(Husen Maharaja)

Safari Ramadhan 2026 Jadi Ajang Strategis Promosi Produk Unggulan di Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Dicky Candra Negara bersama penyelenggara Yogya Desptore Pusat dan KPMI Tasikmalaya, saat prosesi Grand Opening Festival Safari Ramadhan 2026 (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya kembali menegaskan posisinya sebagai magnet kegiatan usaha dan perdagangan di wilayah Priangan Timur melalui gelaran Festival Safari Ramadhan 2026. Pameran berskala besar ini resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, di Gedung Al Fath Building Center, Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari, Jumat (30/1/2026).

Festival yang akan berlangsung hingga 1 Februari 2026 tersebut menghadirkan ratusan produk unggulan, mulai dari fashion, kuliner, busana muslim, kosmetik, hingga perlengkapan kecantikan dari berbagai merek ternama.

Baca Juga: Warga Bantarsari Tasikmalaya Sulap Saluran Irigasi Jadi Kolam Lele Bernilai Ekonomi

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Tasikmalaya dengan Yogya Department Store Group. Mengusung tema “Ramadhan Ceria Bermakna”, dan disambut antusias masyarakat sejak hari pertama pembukaan.

Dorong Ekonomi Daerah dan Promosi Potensi Kota

Pembukaan festival ditandai dengan penekanan tombol sirine sebagai simbol dimulainya pameran terbesar Ramadhan di Tasikmalaya tahun ini. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara menyebut Tasikmalaya kini telah menjadi pusat peluang usaha yang strategis di kawasan Priangan Timur.

“Event seperti ini bukan sekadar pameran, tetapi juga ajang promosi potensi daerah. Tasikmalaya sudah menjadi pusat kegiatan wilayah. Sehingga wajar jika banyak pengusaha memilih kota ini sebagai lokasi event berskala besar,” ujarnya.

Ia meyakini festival tersebut akan menarik kunjungan masyarakat tidak hanya dari Tasikmalaya. Namun juga menarik masyarakat dari berbagai daerah lain seperti Bandung, Sumedang, Garut, Ciamis, Banjar hingga Pangandaran.

“Atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya, saya mengapresiasi Yogya Department Store dan KPMI yang telah menghadirkan event besar ini. Kehadiran pengunjung tentu akan berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Ajang Strategis Bagi Pelaku Usaha

Festival Safari Ramadhan menjadi ruang strategis bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pasar yang lebih luas. Momentum Ramadhan sangat tepat untuk meningkatkan transaksi sekaligus memperkuat jaringan bisnis.

“Kota Tasikmalaya terkenal sebagai Mutiara dari Priangan Timur. Sudah sepatutnya kita semua memiliki rasa memiliki terhadap kota ini sebagai episentrum perdagangan dan bisnis di kawasan ini,” tuturnya.

Ia berharap event tersebut mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi masyarakat sebagai konsumen maupun bagi para pelaku usaha dan penyelenggara.

150 Tenant, Target Transaksi Tembus Rp1 Miliar

Sementara itu, Manager Marketing Yogya Department Store Pusat, Irsyad Raspati, mengungkapkan Festival Safari Ramadhan 2026 merupakan pameran berskala besar yang untuk pertama kalinya terselenggara di Kota Tasikmalaya oleh pihaknya.

“Kami menghadirkan sekitar 150 tenant dari berbagai sektor, mulai dari fashion, kuliner, busana muslim hingga kosmetik dan alat kecantikan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat sejak hari pembukaan sudah padat pengunjung,” ungkap Irsyad.

Ia menargetkan nilai transaksi selama empat hari pelaksanaan pameran dapat mencapai lebih dari Rp1 miliar. Berbagai program promosi pun telah siap, mulai dari diskon hingga 70 persen, hingga penawaran beli satu gratis satu.

“Harapannya, festival ini tidak hanya membantu promosi produk pelaku usaha. Namun juga memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan Ramadhan dengan harga terjangkau,” pungkasnya.

(Seda)

Pemkab Garut Raih Predikat Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI

0
pemkab garut ombusman@fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, diwawancara seusai memberikan arahan dalam acara Pengarahan dan Penyerahan Petikan Keputusan Bupati terkait penetapan Kepala UPT Puskesmas di Kecamatan Tarogong Kidul di Aula Kantor DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (30/1/2026)

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut sukses menorehkan prestasi gemilang di bidang tata kelola pemerintahan.

Pemkab Garut resmi meraih predikat opini “Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi” dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 yang di selenggarakan Ombudsman Republik Indonesia.

Pencapaian tersebut di konfirmasi melalui dokumen Ringkasan Eksekutif Opini Ombudsman RI yang di terbitkan di Jakarta pada Kamis (29/1/2026) kemarin.

Baca Juga: Pemkab Garut Segera ‘Ritual’ Penyatuan Mata Air

Penilaian yang di lakukan secara nasional ini bertujuan untuk memacu pemerintah pusat maupun daerah dalam meningkatkan standar layanan.

Fokus utama penilaian meliputi:

Kompetensi Pelaksana

Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melayani masyarakat.

Sistem Perencanaan

Penerapan prinsip transparansi dan akuntabel dalam setiap program.

Pengelolaan Pengaduan

Kecepatan dan ketepatan respons terhadap keluhan publik.

Kepatuhan Pengawasan

Sejauh mana instansi mematuhi rekomendasi dari Ombudsman RI.

Proses evaluasi ketat ini di lakukan oleh tim Ombudsman selama periode September hingga November 2025. Hal itu untuk memastikan seluruh unit pelayanan publik berjalan sesuai regulasi dan bebas dari praktik maladministrasi.

Apresiasi Seluruh Jajaran

Menanggapi hasil tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengapresiasi seluruh jajarannya.

Menurut Dia, hasil ini merupakan buah dari komitmen kolektif di lingkungan Pemkab Garut.

Baca Juga: Pemkab Garut Hibahkan Aset untuk Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI

“Alhamdulillah kita mendapatkan penilaian kinerja tinggi dan tanpa maladministrasi. Itu adalah hasil kerja sama dari semua pihak,” ujar Syakur, Jumat (30/1/2026).

Pernyataan tersebut di sampaikan Syakur usai memberikan arahan dalam acara Penyerahan Petikan Keputusan Bupati terkait penetapan Kepala UPT Puskesmas di Kecamatan Tarogong Kidul.

Dia berharap, raihan ini menjadi motivasi bagi para pejabat fungsional dan unit pelayanan kesehatan untuk terus menjaga integritas dan kualitas layanan di lapangan.

(Y.A. Supianto)

Video Gangster Bawa Sajam Viral, Wali Kota Bandung Angkat Bicara

0
gengster bawa sajam wali kota bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan aparat kepolisian tengah melakukan pengejaran terhadap kelompok gangster yang terekam membawa senjata tajam di wilayah Bandung beberapa waktu lalu.

Para pelaku berhasil di identifikasi melalui teknologi pengenalan wajah milik polri.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penanganan kasus tersebut telah di bahas bersama jajaran kepolisian dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga: Status Tersangka Tak Hentikan Erwin Ngantor di Balai Kota Bandung

“Sudah fix, Kepolisian Republik Indonesia sekarang di level Kapolres sudah memiliki software untuk fast recognition,” kata Farhan, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, teknologi pengenalan wajah tersebut memungkinkan polisi mengidentifikasi para pelaku dengan cepat berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial.

“Sudah di identifikasi wajah-wajah yang terekam di video itu dan nanti sedang di kejar serta akan di lakukan penindakan,”katanya

Farhan menegaskan, Pemkot Bandung mendukung penuh langkah kepolisian dalam menindak tegas aksi kriminal yang meresahkan masyarakat.

Farhan menegaskan, penanganan kasus tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antara Pemkot Bandung dan jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan kota.

Menurut Farhan, kerja sama itu bahkan di perkuat melalui penandatanganan tiga kesepakatan baru antara Pemkot Bandung dan Polrestabes Bandung guna menunjang pengamanan wilayah.

“Penegakan hukum harus luar biasa. Karena itu kerja sama Pemkot dengan Polrestabes sangat-sangat erat,” tegasnya.

Farhan juga menepis anggapan yang menyebut Bandung sebagai “Gotham City” akibat maraknya aksi kriminal. Ia menyebut dinamika keamanan kota besar harus di jawab dengan teknologi, kolaborasi, dan penindakan tegas.

Baca Juga: Polres Cimahi Minta Warga Waspada Longsor Susulan

“Dinamika keamanan kota besar harus di jawab dengan tekhnologi, kolaborasi, dan penindakan tegas,”jelasnya.

Farhan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Kami ingin memastikan rasa aman warga Bandung tetap terjaga. Tidak ada toleransi terhadap aksi kekerasan dan premanisme,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Gasspool! Munggahan Ride HDCI Ciamis Raya Touring Yogyakarta

0
hdci ciamis raya touring yogyakarta@fokusjabar.id
Wali Kota Banjar Sudarsono melepas rombongan HDCI Ciamis Raya ke Yogyakarta.(Agus/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Aspek keamanan dan ketertiban berlalu lintas menjadi perhatian utama. Dalam kegiatan Munggahan Ride Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Ciamis Raya menuju Yogyakarta.

Hal itu di katakan Wali Kota Banjar Sudarsono saat pelepasan puluhan pengendara motor besar di Pendopo Kota Banjar, Jumat (30/1/2026), 

Sudarsono menegaskan bahwa kegiatan touring jarak jauh memiliki potensi risiko apabila tidak d ibarengi dengan kesadaran berlalu lintas yang tinggi.

Baca Juga: Jejak Dakwah Islam dan Petilasan Seorang Kiai di Kota Banjar

Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Menjaga kecepatan, serta mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.

“Kegiatan komunitas seperti ini harus menjadi contoh tertib berlalu lintas. Keselamatan bukan hanya untuk peserta, tetapi juga bagi masyarakat yang di lalui sepanjang perjalanan,” katanya. 

Penekanan serupa di sampaikan Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf Antonius Ari Widiono. Menurutnya, perjalanan lintas daerah membutuhkan koordinasi yang baik. Di siplin konvoi, serta kepemimpinan yang jelas di lapangan agar tidak menimbulkan gangguan keamanan. Maupun kemacetan di jalur yang di lalui.

“Pentingnya menjaga sikap dan etika berkendara, mengingat rombongan akan melintas di kawasan perkotaan. Hingga jalur antar daerah dengan karakter lalu lintas yang berbeda,” ujarnya. 

Keselamatan Jadi Prioritas

Sementara itu, PIC kegiatan dr Dino RC menjelaskan panitia telah menyiapkan standar operasional pengamanan selama perjalanan. Termasuk pengaturan formasi konvoi, jeda istirahat, serta komunikasi antarpeserta.

Baca Juga: Polres Banjar dan Pemkot Optimalkan Lahan Bantaran Sungai untuk Tanam Jagung Hibrida

Langkah tersebut di lakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan dan memastikan perjalanan berlangsung aman hingga tujuan.

“Keselamatan menjadi prioritas utama. Seluruh peserta di bekali arahan teknis dan di minta mematuhi aturan yang telah di sepakati bersama,” jelasnya.

Dukungan BRI Cabang Banjar juga di apresiasi sebagai bagian dari upaya menciptakan kegiatan komunitas yang tertib dan bertanggung jawab.

“Kegiatan ini di harapkan dapat menjadi contoh bahwa aktivitas hobi otomotif dapat berjalan. Seiring dengan kepatuhan terhadap hukum dan keselamatan berlalu lintas,” harap Dino.

(Agus) 

Satpol PP Ciamis Tertibkan Roda PKL Pelanggar K3

0
satpol pp ciamis PKL fokusjabar.id
Personel Satpol PP Kabupaten Ciamis saat menertibkan roda PKL

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Satpol PP Ciamis Jawa Barat (Jabar) menertibkan sejumlah roda Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di tempat terlarang di seputaran kota.

Kepala Satpol PP Ciamis, Ega Anggara Alqausar mengatakan, mereka ditertibkan karena melanggar Perda Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3).

BACA JUGA:

Pengendara Motor Tewas Tertabrak Mobil di Jalur Jalan Ciamis–Tasikmalaya

“Masih ada sejumlah pedagang yang berjualan di trotoar. Karenanya kami tertibkan,” katanya, Jumat (30/1/2026).

Menurut Ega, trotoar bukan  tempat jualan. Namun untuk [ara para pejalan kaki.

“Demi keamanan dan kenyamanan pejalan kaki, maka roda PKL kami tertibkan,” ungkap Dia.

Ega mengatakan, pihaknya masih melakukan tindakan persuasif dalam penertiban. Sebelumnya mereka di imbau agar tidak berjualan di tempat terlarang.

“Jika mereka membandel, Kami akan bertindak tegas sesuai aturan yang ada,” jelasnya.

Tak hanya roda pedagang, pihaknya juga menertibkan banner yang melintang di atas jalan raya dan di paku di pohon.

“Pemasangan banner yang melintang di atas jalan raya dan yang dipaku di pohon kami tertibkan juga,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Kader Posyandu di Baregbeg Ciamis Dapat Bantuan Laptop dari Anggota Fraksi PAN

Pihaknya mengimbau masyarakat Ciamis untuk selalu menjaga keindahan dan kebersihan. Terlebih, saat ini Kabupaten Ciamis di nobatkan sebagai peraih kota terbersih kategori kota kecil tingkat Asean.

“Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah. Namun harus mendapat dukungan semua elemen. Termasuk masyarakat,” pungkas Ega.

(Husen Maharaja)