spot_imgspot_img
Minggu 3 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 5

Ratusan Pesilat Pelajar se-Priangan Unjuk Gigi di SEC Pencak Silat Ciamis 2026

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
MGMP CUP 2026 Ajang Lahirkan Atlet Pesilat Muda Berprestasi Penting terutama karena dikirimkan langsung kepada Anda Klik untuk memberi tahu Gmail bahwa percakapan ini tidak penting di Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Gelanggang Galuh Taruna (GGT) Ciamis riuh oleh kehadiran 541 pesilat pelajar dari seluruh wilayah Priangan yang mengikuti ajang Sport Education Championship (SEC) Pencak Silat 2026, Sabtu (2/5/2026). Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Kabupaten Ciamis menginisiasi kejuaraan ini untuk menggali bakat olahraga siswa sekaligus mencetak bibit atlet berprestasi.

Para peserta bersaing ketat memperebutkan gelar juara umum untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Selain medali kemenangan, panitia juga menyediakan hadiah satu unit sepeda listrik bagi peraih kategori juara favorit.

Baca Juga: Peringatan Hardiknas dan Otda, Bupati Ciamis Ajak Perkuat Nasionalisme

Ketua Pelaksana, Bahtiar, menegaskan bahwa MGMP ingin memberikan panggung bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan teknis terbaik mereka. Menurutnya, ajang ini merupakan bagian dari sistem pembinaan jangka panjang guna mendongkrak prestasi pencak silat di Kabupaten Ciamis.

Ambisi Ciamis Menjadi Kampung Silat

Ketua IPSI Ciamis, H. Ramli Mahmud, memberikan suntikan semangat kepada para peserta saat membuka acara. Ia berharap kejuaraan ini menjadi pijakan awal untuk mewujudkan ambisi besar menjadikan Ciamis sebagai “Kampung Silat” di Jawa Barat.

“Selamat bertanding dan raihlah prestasi. Kami ingin pesilat Ciamis tidak hanya unggul di tingkat daerah, tetapi mampu menembus kancah nasional bahkan internasional,” ujar Ramli.

Ramli juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Herry Dermawan, yang turut menyukseskan gelaran ini. Ia berharap kolaborasi lintas sektor tersebut terus berlanjut demi kemajuan olahraga bela diri tradisional Indonesia.

Tekankan Profesionalisme Wasit

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis, Dian Budiana, yang hadir mewakili Bupati, memuji antusiasme tinggi para peserta. Ia memandang kompetisi ini sebagai sarana efektif untuk mempererat silaturahmi antarwilayah sekaligus melestarikan budaya pencak silat.

Dian menekankan bahwa raihan prestasi dunia memerlukan pola latihan yang terukur serta peran aktif pelatih sejak dini. Secara khusus, ia memberikan peringatan keras kepada wasit dan juri yang bertugas.

“Wasit dan juri wajib menjunjung tinggi kejujuran. Setiap penilaian harus berlandaskan kompetensi dan integritas agar keputusan tetap adil serta diterima oleh seluruh pihak,” tegas Dian.

Melalui SEC Pencak Silat 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap para atlet muda membawa pulang pengalaman bertanding yang berharga sebagai bekal mengharumkan nama daerah di masa depan.

(Mia)

Car Free Day Dago dan Braga Beken Libur Sementara, Ini Alasannya

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: jabarprov.go.id

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat meniadakan sementara sejumlah agenda publik yang semula terjadwal pada Minggu, 3 Mei 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melalui akun Instagram resminya mengumumkan penundaan kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Dago dan Buah Batu, serta program Braga Beken (Braga Bebas Kendaraan).

Keputusan mendadak ini merespons eskalasi situasi keamanan pasca-insiden yang mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat, 1 Mei 2026. Pemerintah memprioritaskan aspek keselamatan masyarakat, mengingat agenda rutin tersebut selalu mengundang massa dalam jumlah besar.

Baca Juga: Apindo Jabar Dorong Percepatan Penataan Ulang Tata Ruang

Pihak Dishub menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga. Langkah ini bertujuan memastikan situasi kota benar-benar kondusif sebelum pemerintah membuka kembali ruang publik untuk aktivitas massa berskala besar.

Buntut Kericuhan Aksi May Day

Data di lapangan menunjukkan bahwa penundaan ini berkaitan erat dengan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat. Demonstrasi yang awalnya bertujuan menyampaikan aspirasi buruh tersebut berujung ricuh di sejumlah titik strategis pusat kota.

Massa yang berjumlah besar sempat menutup akses jalan dan memaksa petugas melakukan pengalihan arus lalu lintas. Situasi semakin memanas saat sejumlah peserta aksi membakar ban di tengah jalan dan melakukan tindakan vandalisme terhadap fasilitas umum.

Aparat kepolisian langsung bertindak mengamankan lokasi untuk mengendalikan keadaan. Petugas juga mengamankan beberapa orang yang diduga kuat terlibat dalam tindakan perusakan dan gangguan ketertiban umum.

Pemulihan Ruang Publik

Pemerintah daerah menilai kondisi pasca-kejadian memerlukan waktu pemulihan, baik secara fisik maupun stabilitas keamanan. Selama ini, CFD dan Braga Beken menjadi motor penggerak ekonomi warga sekaligus ruang interaksi sosial utama. Namun, pemerintah memilih langkah preventif guna menghindari risiko keamanan yang lebih luas.

Pemerintah Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk memaklumi kebijakan sementara ini. Harapannya warga terus memantau saluran informasi resmi pemerintah serta tetap menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing hingga jadwal pelaksanaan CFD dan Braga Beken kembali normal.

(Jingga Sonjaya)

Ketua Fraksi PDIP Jenguk Penderita Komplikasi Penyakit di Sukajadi Tasikmalaya

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli (kiri) saat menjenguk Ai Dede Rohayati di Kp Sukamahi Desa Sukajadi Kecamatan Cisayong.(Dokumen Pribadi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli. Turun langsung menjenguk Ai Dede Rohayati yang menderita konplikasi penyakit di kediamannya. Yang beralamat di kampung Sukamahi, RT001/002 Desa Sukajadi Kecamatan Cisayong.

Nanang Romli merupakan anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) 2. Yang meliputi Kecamatan Cisayong, Sukahening, Rajapolah, Leuwisari dan Padakembang.

“Alhamdudilah istri saya (Ai Dede Rohayati-red) baru saja di jenguk Bapak Dewan (Nanang Romli-red). Terimakasih atas perhatiannya sampai langsung datang ke gubuk saya,” ungkap Kusnadi (47) suami dari Ai Dede Rohayati, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga: Ketua Komisi IV DPRD Tasikmalaya Akan Tanggung Pengobatan Dede Rohayati

Kedatangan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli ke kediamannya, kata Kusnadi, merupakan sebuah kehormatan yang tidak terhingga.

“Tadi kami berbincang-bincang penuh dengan keakraban, dan memang saya sebagai rakyat kecil, tentu mendapat sebuah pengakuan. Dan beliau banyak bertanya dan mendengar juga terhadap keluh kesah kami,” ucapnya.

Sementara, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli mengucapkan terimakasih. Kepada media yang telah memberitakan adanya seorang warga yang menderita konplikasi penyakit.

“Saya atas nama Fraksi PDI Perjuangan mengucapkan terimaksih dengan pemberitaanya. Untuk menjenguk saya harus menelusuri pematang sawah untuk sampai ke rumah Ibu ai Dede Rohayati,” jelasnya.

Pemerintah Harus Memperhatikan Penuh

Pada kesempatan tersebut Nanang Romli di dampingi Ketua RW 002 Desa Sukajadi. Dan faktanya, lanjut Ia, memang keluarga Ai Dede Rohayati masuk kategori berada di bawah garis kemiskinan.

“Dengan demikian, semoga ada perhatian penuh dari pemerintah. Kami hadir langsung ke lokasi merupakan bentuk tanggung jawab ke masyarakat di dapil,” tuturnya.

Ai Dede Rohayati, lanjutnya, memang sudah di tangani oleh pihak rumah sakit Hermina. Tetapi harus terus kontrol terkait penyakit yang sedang di deritanya. Dan juga BPJS Kesehatannya pun aktif.

Baca Juga: Warganya Menderita Konplikasi Penyakit, Begini Kata Wabup Tasikmalaya

“Alhamdulilah, dari Puskesmas Cisayong sudah ada turun. Dan Insyaallah kami bertanggungjawab tentang pelayanan untuk masyarakat sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Nanang Romli juga mendoakan Ai Dede Rohayati segera sembuh dari penyakit yang di deritanya. Sehingga bisa beraktivitas kembali sebagaimana mestinya.

“Kami yakin setiap penyakit pasti ada obatnya, tetap semangat Ibu Ai Dede Rohayati. Kita doakan cepat sembuh dan semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah SWT, amin ya robal alamin,” pungkasnya.

(Nanang Yudi)

Hydroplus Soccer League U-15, Akademi Persib Putri Intai Puncak

0
Persib@fokusjabar.id
Akademi Persib Putri bertanding menghadapi Sijalak Putri di Hydroplus Soccer League 2025/2026. (Arif/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Akademi Persib Putri mengintai puncak klasemen. Yang membuat persaingan di papan atas sepakbola putri Hydroplus Soccer League 2025/2026 U-15 regional Bandung semakin ketat.

Pada pertandingan pekan ke-15 Hydroplus Soccer League 2025/2026 U-15. Di Lapangan Infini Soegiri Pusdikpom, Cimahi, Sabtu (2/5/2026) Goal Aksis meraih kemenangan atas Sidolig.

Kemenangan telak 4-0 atas Sidolig, membuat Goal Aksis naik ke puncak klasemen. Dengan mengumpulkan 37 menggeser Mojang Priangan ke peringkat kedua dengan mengoleksi poin yang sama.

Baca Juga: Pelatih Bhayangkara FC Ambil Hikmah Dikalahkan Persib Bandung

Mojang Priangan pada pekan ke-15 hanya mampu meraih hasil imbang tanpa gol. Dengan Aksis Academy, sehingga turun ke posisi kedua karena kalah dalam selisih gol kemasukan. 

Pelatih Mojang Priangan, Imam Sujagad, mengakui hasil imbang tersebut membuat persaingan di papan atas klasemen semakin ketat.

“Ya, untuk beban pasti ya. Karena selisih poin sangat berdekatan ya, selisihnya sangat dekat. Ini akan menjadi PR buat kita pribadi dan anak-anak,” katanya. 

Meski demikian, Imam menilai masih ada sisa pertandingan yang di miliki. Sehingga ia menargetkan untuk menyapu bersih seluruh laga agar timnya bisa kembali ke puncak klasemen. 

“Mudah-mudahan ke depannya kita bisa up terus, bisa mencuri kemenangan terus,” tegasnya. 

Akademi Persib Putri Raih Kemenangan

Sementara itu, Akademi Persib Putri pada pekan ke-15 Hydroplus Soccer League, berhasil meraih kemenangan atas Sijalak Putri dengan skor 3-1.

Kemenangan tersebut, membuat Akademi Persib Putri menjaga peluang lolos ke seri nasional. Dan saat ini berada di peringkat tiga dengan 36 poin, selisih satu poin dari peringkat satu dan dua.

Pelatih Akademi Persib Putri, Yudi Guntara, merasa optimis anak asuhnya bisa menyapu bersih sisa laga dan lolos ke series nasional. 

Baca Juga: Pelatih Persib: Babak Pertama vs Bhayangkara tak Sesuai Rencana

Sebagai informasi, para juara dan runner-up di setiap kota akan mendapat tiket. Untuk berlaga di Hydroplus Soccer League All-Stars yang akan dihelat di Kudus pada Juli 2026.

“Dengan kemenangan barusan ya, lawan Sijalak Putri, saya yakin mental anak-anak menghadapi apa, menghadapi sisa pertandingan akan naik,” ungkapnya.

“Tapi ini sekali lagi, dengan kemenangan 3-1, anak-anak saya yakin. Yakin 100 persen anak-anak mentalnya akan naik,” tegas legenda Persib ini.

(Arif)

Peringatan Hardiknas dan Otda, Bupati Ciamis Ajak Perkuat Nasionalisme

0
Ciamis@fokusjabar.id
Foto: Prokopim Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 dan Hari Otonomi Daerah ke-30 di manfaatkan Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk memperkuat nilai nasionalisme dan kolaborasi lintas sektor. 

Upacara yang di gelar di halaman Pendopo Bupati Ciamis, Sabtu (02/05/2026), di pimpin oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.

Dalam amanatnya, Herdiat menegaskan peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghormati jasa dunia pendidikan sekaligus memperkuat komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga: Lepas Ratusan Jemaah  Calon Haji, Ini Pesan Bupati Ciamis

“Hari ini, 2 Mei 2026, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat bahwa pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini di nilai penting untuk mendukung terwujudnya generasi yang unggul dan berdaya saing.

Sejalan dengan tema Hardiknas 2026, Herdiat juga mendorong penguatan partisipasi siswa dalam proses pendidikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Di sisi lain, peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah. Herdiat menilai, keberhasilan otonomi daerah sangat di tentukan oleh kolaborasi semua pihak dalam mengelola potensi lokal.

“Semangat otonomi daerah harus terus kita jaga untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga: HPN 2026, Irfan Hakim Hingga Panji Petualang Promosikan Potensi Ciamis

Pada kesempatan tersebut, Herdiat turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah di berikan. Peran semua pihak sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kemajuan daerah,” pungkasnya.

Upacara berlangsung khidmat dan di ikuti oleh jajaran ASN, TNI-Polri, serta unsur masyarakat lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

(Mia)

Ketua Komisi IV DPRD Tasikmalaya Akan Tanggung Pengobatan Dede Rohayati

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Kolase: Ai Dede Rohayati dan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepuloh.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepuloh menyampaikan. Bahwa pemerintah semestinya harus selalu ada di tengah masyarakat yang tengah membutuhkan bantuan.

“Kami menghimbau kepada Pemerintah Desa (Sukajadi-red) untuk membantu mengurus berkas dari warga yang menderita konplikasi penyakit. Untuk di rujuk ke Rumah Sakit KHZ Mustafa,” ungkap Asep Saepuloh, Sabtu (2/5/2026).

Terkait segala bentuk pembiayaan di Rumah Sakit KHZ Mustafa, Asep melanjutkan, Ia yang akan bertanggung jawab untuk Ai Dede Rohayati.

Baca Juga: Warganya Menderita Konplikasi Penyakit, Begini Kata Wabup Tasikmalaya

“Nanti saya yang akan bertanggung jawab, silahkan (Ai Dede Rohayati-red). Untuk segera di masukan ke Rumah Sakit KHZ Mustafa,” ungkap politisi Partai Golkar ini.

Sebelumnya, mendapat informasi bahwa ada seorang ibu rumah tangga bernama Ai Dede Rohayati (39) menderita konplikasi penyakit. Yang merupakan warga kampung Sukamahi, RT001/002 Desa Sukajadi Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi menyampaikan bahwa akan mengutus tim untuk kroscek terkait warga yang menderita penyakit konpilkasi.

“Akan di cek dulu sama tim,” ungkap Asep Sopari Al Ayubi singkat melalui sambungan WhatsAap.

Sementara, aktivis Eksponen 96, Dadi Abidarda menilai semestinya Wakil Bupati Tasikmalaya (Asep Sopari Al Ayubi-red). Tidak harus protokoler kalau memang ada perhatian terhadap warga yang menderita konplikasi penyakit.

Baca Juga: Menderita Komplikasi Penyakit, Dede Rohayati Warga Sukajadi Tasikmalaya Butuh Perhatian Pemerintah

“Kesannya Pak Wakil Bupati Tasikmalaya (Asep Sopari Al Ayubi-red) tidak percaya terhadap informasi yang muncul di media. Apalagi dengan mengutus timnya ke lapangan,” jelas Dadi Abidarda, Sabtu (2/5/2026).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, lanjut Dadi, seharusnya menjadi contoh bagi para Bupati dan Wabup Tasikmalaya, yaitu tidak selalu protokoler. Apalagi ini jelas permasalahan warga yang menderita konplikasi penyakit sudah muncul dalam pemberitaan.

“Padahal tinggal turun saja langsung, tidak harus protokoler. Ngutus tim dan lain sebagainya terlalu muter kalau menurut saya. Alamatnya sudah jelas ada dalam pemberitaan,” ucapnya.

(Nanang Yudi)

Apindo Jabar Dorong Percepatan Penataan Ulang Tata Ruang

0
Apindo Jabar fokusjabar.id
Ketua Apindo Jabar, Ning Wahyu Astutik (foto: Ist)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat (Jabar) mendorong penataan ulang tata ruang untuk menciptakan kepastian hukum dan iklim investasi di Tanah Pasundan.

Hal ini seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah.

BACA JUGA:

Pemprov Jabar Tanggung Biaya Perawatan dan Beri Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Perpres tersebut bertujuan mempercepat penetapan peta Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) di mana 87 persen Lahan Baku Sawah (LBS) di targetkan menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Kondisi tersebut berdampak pada perubahan status tanah secara tiba-tiba yang mulanya peruntukan industri menjadi tanah pertanian. Sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan iklim investasi.

BACA JUGA:

32 Ruas Jalan Diperbaiki, Bupati Tasikmalaya Bidik Pariwisata sebagai Motor Ekonomi

“Pada Rabu (29/4/2026) kemarin, Kami di undang Pak Gubernur Jabar untuk menghadiri rapat terkait hal tersebut bersama Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN. Kami sampaikan pandangan Apindo Jabar terkait permasalahan perubahan peruntukan lahan dan dampaknya bagi para pengusaha,” kata Ketua Apindo Jabar, Ning Wahyu Astutik.

Dia mengatakan, pada prinsipnya Apindo Jabar mendukung mendukung penataan ulang tata ruang. Namun implementasi kebijakan tersebut tidak menimbulkan kebingungan maupun hambatan bagi dunia usaha.

“Perubahan peruntukan lahan dari industri menjadi pertanian yang terjadi secara tiba-tiba di sejumlah wilayah justru menimbulkan ketidakpastian hukum dan investasi. Khususnya bagi perusahaan yang telah melakukan pembebasan lahan maupun yang sedang dalam proses penyelesaian pembelian,” ungkapnya.

Karena perubahan status tanah tersebut, perizinan tidak dapat di proses lebih lanjut. Salah satu contoh yang terjadi di wilayah Cirebon.

Investor yang di bawa Apindo Jabar dan telah menanamkan modalnya dengan melakukan pembelian lahan justru tidak bisa melanjutkan proses perizinan.

Hal ini di karenakan perubahan status peruntukan lahan secara tiba-tiba dengan terbitkan perpres tersebut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Buka Pameran Foto “Frame of Garut”

“Perubahan peruntukan lahan ini menimbulkan ketidakpastian hukum bagi investor, kerugian finansial, waktu hingga ketidakpastian perencanaan bisnis,” katanya.

Selain itu, perubahan peruntukan lahan ini membutuhkan waktu. Sehingga menimbulkan penciptaan lapangan kerja tertunda.

Sementara di sisi lain, Presiden Prabowo telah meminta Apindo berperan aktif dalam menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. Antara lain di sektor industri padat karya.

“Karena itu, kami meminta percepatan proses penataan ulang tata ruang. Sehingga bagi perusahaan yang telah melakukan pembebasan lahan maupun yang sedang dalam proses penyelesaian pembelian lahan dapat segera melanjutkan ke tahapan perizinan lebih lanjut,” kata Ning.

Forum rapat bersama Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, merupakan sebuah langkah besar dan menjadi ruang strategis untuk membahas dinamika kebijakan penataan ruang yang berdampak langsung terhadap dunia usaha di Jawa Barat.

Sekaligus memperkuat dialog antara pemerintah dan pelaku usaha dalam merumuskan kebijakan yang implementatif dan berkeadilan.

Ning menyebutkan, Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN pun menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Termasuk dunia usaha.

Dirjen Tata Ruang pun mendorong agar Apindo di libatkan secara aktif dalam proses penyusunan dan penyesuaian rencana tata ruang di masing-masing daerah.

Sedangkan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya peran pemerintah provinsi dalam menyelaraskan perbedaan data lahan antara provinsi dan kabupaten/kota. Di mana ketepatan data menjadi pondasi utama dalam menentukan kebijakan tata ruang.

Gubernur menyampaikan proses verifikasi Lahan Baku Sawah (LBS) di targetkan selesai dalam waktu dua minggu dan akan menjadi bagian dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat.

BACA JUGA:

Pinjaman Rp230 Miliar untuk Bangun Jalan, DPRD Kabupaten Tasikmalaya Minta Proyek Tak Asal Jadi

“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara upaya perlindungan lahan pertanian berkelanjutan dan kebutuhan pengembangan area industri serta mendorong kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Saya berharap, pengusaha paham bahwa saat ini sedang dalam penyelesaian terkait perubahan tata ruang ini dan kami pun memohon dukungan responsif dari para Bupati dan Wali Kota supaya permasalahan ini tidak berlarut-larut,” pungkas Ning Wahyu.

(ageng)