spot_imgspot_img
Kamis 19 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 6

Jelang Mudik Lebaran 2026, Petugas Gabung di Pangandaran Gelar Ram Check 

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Foto: Suana Ram Check di Terminal Tipe C Pangandaran, Senin (16/3/2026) sore.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas Polres Pangandaran menggelar pemeriksaan kelaikan kendaraan umum (ram check) di Terminal Tipe C Pangandaran, Senin (16/3/2026) sore. Langkah proaktif ini bertujuan menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Petugas menyisir sejumlah bus umum yang tengah berhenti maupun terparkir di area terminal. Dalam inspeksi tersebut, tim teknis mengecek secara mendalam berbagai komponen vital kendaraan demi memastikan standar kelaikan jalan.

Baca Juga: Cegah Macet dan Semrawut, Pemkab Pangandaran Siapkan Strategi Jitu Hadapi Libur Lebaran 2026

Fokus pada Kesiapan Armada dan Kru

Tim memeriksa kondisi ban, fungsi sistem pengereman, sistem pencahayaan, hingga keabsahan surat-surat kendaraan. Selain menyasar armada, petugas juga memberikan perhatian khusus pada kondisi fisik para kru bus.

Petugas medis melakukan pengecekan kesehatan menyeluruh serta tes urine bagi sopir dan kondektur. Langkah ini bertujuan mengantisipasi penggunaan narkoba atau obat-obatan terlarang yang dapat membahayakan keselamatan penumpang selama perjalanan jauh.

Kasat Lantas Polres Pangandaran, AKP Yudi Risnandar, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya preventif menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. “Sore ini kami bersinergi dengan Dinas Perhubungan untuk mengevaluasi kelaikan bus sekaligus memantau kesehatan sopir,” ujar Yudi di lokasi pemeriksaan.

Temuan dan Teguran Tegas

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, petugas masih menemukan beberapa bus yang tidak memenuhi standar keamanan. Yudi mengungkapkan bahwa timnya menemukan armada dengan kondisi ban yang sudah gundul dan tidak layak pakai.

“Kami memberikan teguran keras kepada pemilik kendaraan yang tidak laik jalan agar segera melakukan perbaikan sesuai standar prosedur operasional. Penggantian ban sangat krusial untuk mencegah kecelakaan di jalan raya,” tegas Yudi.

Pihak kepolisian dan Dishub memastikan akan terus memantau setiap armada bus agar siap melayani pemudik dengan kondisi prima hingga hari raya tiba.

(Sajidin)

Gebrakan Baru Wisata Jabar, Irfan Hakim dan Hartono Soekwanto Pilih Berkemah Bareng ‘Hantu’ Bandung

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pengusaha sekaligus kolektor koi ternama, Hartono Soekwanto atau publik mengenalnya sebagai Bos Koi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengusaha sekaligus kolektor koi ternama, Hartono Soekwanto atau publik mengenalnya sebagai Bos Koi mengambil langkah nyata untuk mendongkrak pariwisata petualangan di Jawa Barat.

Bersama presenter Irfan Hakim, ia mengusung konsep unik dengan merangkul para pemeran “hantu” yang biasa beraksi di kawasan Jalan Asia Afrika, Bandung, untuk ikut merasakan sensasi berkemah di alam terbuka.

Baca Juga: Hartono Soekwanto Sampaikan Manfaat Terapi Holistik di Koh Samui

Ide segar ini muncul sebagai strategi kreatif guna memperkenalkan potensi wisata alam Jawa Barat ke kancah yang lebih luas. Tak main-main, Hartono juga mengajak deretan kreator konten populer seperti Oghel Zulvianto, Panji, hingga Audrey the Jungle untuk mengemas promosi wisata camping ini melalui kanal digital mereka.

“Ayo, yang seram-seram ya. Nanti ada hantu yang menemani kami selama camping,” seloroh Hartono saat mengajak para pemeran kostum tersebut di Bandung, Minggu (15/3/2026).

Dibalik ketertarikannya pada dunia koi, Hartono ternyata menyimpan gairah besar terhadap petualangan outdoor. Ia bahkan mengandalkan kendaraan adventure khusus yang mengusung perlengkapan tenda atap (roof top tent) dan roof rack berkualitas tinggi buatan lokal Bandung. Fasilitas ini memudahkannya menembus jalur off-road menuju hutan pinus maupun pegunungan dengan kenyamanan ekstra.

Langkah Hartono ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup berkemah belakangan ini. Kini, banyak pecinta alam mulai memodifikasi kendaraan mereka dengan kursi camping dan kompor portable. Hal itu demi mendapatkan pengalaman menjelajah yang lebih praktis.

Lebih dari sekadar rekreasi, aksi mengajak para “hantu” Asia Afrika ini merupakan bentuk kepedulian sosial Hartono.

Ia memiliki visi besar untuk membina mereka masuk ke sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hartono meyakini, kreativitas para pemeran kostum tersebut mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih produktif. Jika kreativitas mereka terintegrasi dengan ekosistem pariwisata Bandung yang kuat.

Cegah Macet dan Semrawut, Pemkab Pangandaran Siapkan Strategi Jitu Hadapi Libur Lebaran 2026

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana pemaparan strategi jitu dalam menghadapi lonjakan wisatawan pada libur Lebaran 2026.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyiapkan sejumlah strategi jitu guna menghadapi lonjakan wisatawan pada libur Lebaran 2026. Rangkaian langkah ini bertujuan menjaga kenyamanan para pelancong saat menikmati masa liburan di wilayah tersebut.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah menata pedagang di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Irna Kusmawati, menjelaskan bahwa pihaknya ingin menjamin wisatawan tetap memiliki ruang terbuka untuk menikmati keindahan pantai.

Baca Juga: Dari Gedung ‘Hantu’ Jadi Penyelamat, Eks Pos PPKM Pangandaran Berubah Jadi Pos Kesehatan

Penataan Lapak dan Pembatasan Alat Dagang

Pemerintah meminta para pedagang memundurkan lapak mereka sekitar tujuh hingga sepuluh meter. Langkah ini perlu karena sebelumnya banyak lapak yang menjorok hingga menutupi area teduh di tepi pantai.

“Kami meminta pedagang mundur supaya wisatawan tetap punya ruang luas untuk menikmati pantai,” ujar Irna, Senin (16/3/2026).

Selain lokasi dagang, aturan baru juga menyasar penggunaan tikar. Pedagang tidak boleh menghamparkan tikar sebelum ada wisatawan yang memesan tempat duduk. Pemerintah pun membatasi peralatan di area pantai, yakni maksimal dua unit payung serta dua set meja dan kursi untuk setiap pedagang. Saat ini, data mencatat sekitar 446 pedagang aktif beroperasi di kawasan Pantai Barat.

Penataan Batu Karas dan Rekayasa Lalu Lintas

Tak hanya di Pantai Barat, penataan juga menyasar kawasan wisata Batu Karas. Petugas merapikan parkir perahu nelayan yang sebelumnya sering menjorok ke bahu jalan dan trotoar. Penataan ini bertujuan agar pejalan kaki tetap bisa menggunakan trotoar dengan nyaman tanpa terganggu perahu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Nana Sukarna, tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional. Pihaknya mewaspadai lonjakan kendaraan pada waktu check-out penginapan yang biasanya terjadi secara bersamaan.

“Potensi penumpukan kendaraan sangat besar saat jam check-out. Karena itu, kami akan menyesuaikan rekayasa lalu lintas dengan kondisi nyata di lapangan,” kata Nana.

Petugas akan memfokuskan pemantauan di titik strategis, seperti perempatan Matahari Susi, kawasan Ajo, Polairud, hingga area Air Mancur.

Fasilitas Shuttle Gratis bagi Wisatawan

Guna mempermudah mobilitas, pemerintah mengoperasikan 12 unit shuttle yang terbagi ke dalam lima trayek. Bus ini akan bergerak bergantian dari kawasan Pasar Wisata menuju berbagai titik wisata di Pangandaran. Setiap unit shuttle mampu mengangkut 30 hingga 50 penumpang.

Melalui sinergi berbagai langkah ini, pemerintah berharap aktivitas wisata selama libur Lebaran di Pangandaran berjalan lancar dan memberikan kesan mendalam bagi para pengunjung.

(Sajidin)

Dari Gedung ‘Hantu’ Jadi Penyelamat, Eks Pos PPKM Pangandaran Berubah Jadi Pos Kesehatan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan bangunan rumah hantu yang di sulap menjadi tempat fasilitas kesehatan di Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan menyulap gedung bekas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) COVID-19 di kawasan Pos 4 menjadi pos layanan kesehatan bagi wisatawan. Inisiatif ini muncul untuk menghidupkan kembali bangunan megah yang selama ini terbengkalai dan terkesan seperti rumah hantu.

Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi, Irna Kusmayanti, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut sudah lama tidak berfungsi secara optimal. Selama ini, gedung tersebut hanya menjadi tempat penitipan alat pengukur gempa milik BMKG.

Baca Juga: Mudik Tenang, Polres Pangandaran Buka Layanan Titip Motor Gratis bagi Warga

“Kami mengefektifkan kembali bangunan eks Pos PPKM ini menjadi pos layanan kesehatan di kawasan destinasi, tepatnya di Pos 4,” ujar Irna saat sesi wawancara, Senin (16/3/2026).

Menangani Titik Rawan Rip Current

Pemilihan lokasi di Pos 4 memiliki alasan strategis yang kuat. Kawasan ini terkenal sebagai titik rawan kecelakaan laut karena sering memunculkan arus balik atau rip current yang sangat membahayakan keselamatan wisatawan saat berenang.

“Pos 4 merupakan lokasi rawan kecelakaan laut akibat faktor ombak. Kehadiran pos ini memungkinkan wisatawan mendapatkan penanganan medis secara cepat. Nantinya, petugas dari Dinas Kesehatan akan berjaga di sana,” jelas Irna.

Pembenahan akses ini juga bertujuan mempercepat proses evakuasi. Jika terjadi kecelakaan, tim medis bisa segera memberikan pertolongan pertama sebelum merujuk wisatawan ke rumah sakit.

Beroperasi Sepanjang Libur Lebaran hingga Akhir Pekan

Rencananya, pos kesehatan ini akan mulai beroperasi tepat setelah salat Idulfitri hingga tanggal 29 Maret selama masa libur Lebaran. Tidak hanya untuk momentum hari raya, Irna memastikan pos ini akan terus berfungsi pada setiap akhir pekan.

“Ke depan, pos ini berpotensi menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu) khusus kawasan destinasi. Kami menyerahkan pemanfaatan selanjutnya kepada Dinas Kesehatan agar fasilitas ini tetap berguna bagi publik,” pungkasnya.

(Sajidin)

Cepat Tanggap, Personel Damkar Ciamis Evakuasi Ribuan Tawon Vespa yang Resahkan Warga

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Ilustrasi Petugas Damkar Mengevakuasi Sarang Tawon

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Personel Damkar dari Pos WMK Banjarsari berhasil memusnahkan sarang tawon Vespa yang menempel di bawah genting rumah Bahrun (69), warga Dusun Sidamukti, Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Senin (16/03/2026). Keberadaan ribuan tawon tersebut sebelumnya sangat mengancam keselamatan pemilik rumah serta masyarakat sekitar.

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Bahrun menjadi orang pertama yang menyadari keberadaan koloni berbahaya itu saat melihat ribuan tawon vespa beterbangan di sekitar sarang dekat rumahnya.

Baca Juga: Pulihkan Kerugian Negara, Kejari Ciamis Eksekusi Uang Pengganti dari Tiga Kasus Korupsi

Laporan Warga dan Tindak Cepat Petugas

Merasa terancam dengan pemandangan ribuan koloni tawon Vespa di lingkungannya, Bahrun segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak Pemadam Kebakaran. Trisyanto mengungkapkan bahwa personel piket Damkar Pos WMK Banjarsari langsung bergerak menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan warga.

“Petugas kami segera menindaklanjuti laporan tersebut tanpa menunda waktu. Kami menangani tawon Vespa di bawah genting rumah warga ini dengan penuh kehati-hatian demi mencegah risiko yang tidak diinginkan,” ujar Trisyanto.

Evakuasi Aman Tanpa Korban

Setelah berupaya keras di lokasi, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi sarang berukuran besar tersebut dan memusnahkan koloni tawon di dalamnya. Operasi berjalan lancar meskipun petugas harus berjibaku dengan ribuan tawon yang agresif.

“Alhamdulillah, tim kami berhasil memusnahkan sarang tawon Vespa berukuran cukup besar tersebut. Penanganan ini berjalan sukses tanpa melukai petugas maupun pemilik rumah sedikit pun,” pungkas Trisyanto.

(Husen Maharaja)

Mudik Tenang, Polres Pangandaran Buka Layanan Titip Motor Gratis bagi Warga

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Gedung Polres Pangandaran (by web)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor tanpa biaya bagi seluruh masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman pada mudik Lebaran 2026.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menekan angka kriminalitas, terutama pencurian kendaraan bermotor (curanmor) saat pemudik meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Langkah ini memastikan warga Pangandaran dapat merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa rasa khawatir.

Baca Juga: Cegah Kekacauan Libur Lebaran, Mahasiswa PMII Tawarkan 5 Strategi Jitu untuk Wisata Pangandaran

“Kami tidak ingin momen Lebaran warga terganggu karena memikirkan keamanan kendaraan di rumah. Silakan titipkan kendaraan Anda di Mapolres atau Polsek terdekat. Kami menjamin keamanannya tanpa memungut biaya sepeser pun,” tegas AKBP Ikrar Potawari pada Selasa (16/03/2026).

Syarat Mudah dan Pengawasan 24 Jam

Kasat Sabhara Polres Pangandaran, Iptu Jajat Jatnika, memastikan teknis penitipan kendaraan ini sangat mudah bagi masyarakat. Warga hanya perlu mendatangi lokasi penitipan dengan membawa dokumen pendukung sebagai bukti kepemilikan yang sah.

“Warga cukup menyerahkan fotokopi KTP dan STNK. Petugas Sat Sabhara akan mendata kendaraan tersebut dan melakukan pengawasan ketat selama 24 jam penuh di area parkir yang telah kami siapkan,” jelas Iptu Jajat.

Bagi masyarakat yang berminat, Polres Pangandaran menyarankan agar segera menghubungi nomor WhatsApp resmi di 082-133-118-110. Selain itu, warga juga bisa datang langsung ke kantor polisi terdekat untuk memastikan ketersediaan ruang parkir sebelum berangkat mudik.

(Sajidin)

PSI Kota Banjar Tebar Ratusan Paket Takjil di Perbatasan Banjar-Ciamis

0
Caption: pengurus DPD PSI Kota Banjar bagikan takjil. (Istimewa/fokusjabar.id)
Caption: pengurus DPD PSI Kota Banjar bagikan takjil. (Istimewa/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Pengurus DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Banjar membagikan ratusan paket takjil gratis kepada para pengguna jalan di Jalan Brigjen M. Isa, tepatnya di area Tugu Batas Banjar-Ciamis, Senin (16/03/2026).

Ketua DPD PSI Kota Banjar, Aan Setiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Ia sengaja menggelar aksi ini agar para pengurus PSI tetap menjaga silaturahmi serta meningkatkan solidaritas internal melalui tema ‘Semangat Berbagi di Bulan Ramadan’.

Baca Juga: Pemuda Pancasila Kota Banjar Tebar Seribu Paket Takjil di Jembatan Doboku

Komitmen Sosial di Luar Momentum Politik

Aan menilai bulan suci Ramadan sebagai momentum yang sangat tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan. Menurutnya, aksi berbagi takjil ini merupakan bentuk nyata komitmen PSI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat kontestasi politik, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong melalui kegiatan ini. Harapan kami, masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa dapat merasakan kebahagiaan sederhana ini,” ungkap Aan.

Mengejar Keberkahan Ramadan

Lebih lanjut, Aan menyebut kegiatan sosial ini sebagai upaya menjemput keberkahan di bulan suci. Pihaknya ingin masyarakat merasakan langsung keberadaan dan manfaat kehadiran partai di lingkungan mereka.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat pada bulan Ramadan ini. Kami berharap keberadaan kami memberikan dampak positif yang langsung terasa oleh warga,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)