spot_img
Minggu 1 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 6

Status Tersangka Tak Hentikan Erwin Ngantor di Balai Kota Bandung

0
erwin masih ngantor di bale kota bandung@fokusjabar.id
Wakil Wali Kota Bandung Erwin.(Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa Wawalkot Erwin masih menjalankan tugas pemerintahan.

Dan tetap berkantor di Balai Kota Bandung, meski telah di tetapkan sebagai tersangka dan tengah menjalani proses hukum.

Farhan mengaku mengetahui aktivitas Erwin yang tetap ngantor. Namun, ia menyebut belum berkomunikasi langsung dengan yang bersangkutan.

Baca Juga: Polres Cimahi Minta Warga Waspada Longsor Susulan

“Saya belum komunikasi, tapi saya akan segera komunikasi karena kan beliau masih menjalani proses hukum,”kata Farhan Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, hingga saat ini belum ada dasar hukum yang mengharuskan Erwin di bebas tugaskan atau di nonaktifkan dari jabatannya.

“Belum di bebas tugaskan, belum mendapat izin untuk disidangkan, dan belum mendapat izin untuk ditahan. Jadi beliau masih harus melaksanakan tugas-tugasnya,” katanya.

Farhan menyebut, bahwa Pemerintah Kota Bandung juga belum menerima izin dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) terkait pemberhentian sementara maupun penahanan Wakil Wali Kota Bandung.

Baca Juga: KLH Perketat Pengawasan Cegah Longsor Susulan di Cisarua dan Lembang

“Belum dong, belum di nonaktifkan, belum berhenti sementara, belum di berikan izin untuk ada penahanan dari Menteri Dalam Negeri,”jelasnya.

Farhan memastikan, selama belum ada keputusan resmi, Erwin tetap berkewajiban menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

“Harus menjalankan tugas-tugas,” ujarnya.

Farhan menambahkan, terkait penugasan khusus, Erwin tetap memiliki pekerjaan yang melekat pada jabatannya.

“Tugasnya selalu ada, tidak pernah tidak ada. Kan ada beberapa yang memberikan tugas seperti beberapa satgas,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Jejak Dakwah Islam dan Petilasan Seorang Kiai di Kota Banjar

0
jejak islam di kota banjar@fokusjabar.id
Nyai Iming Juru Kunci petilasan Kiai Haji Hasan Husen menunjukan salah satu batu patilasan di Pasir Cabe.(Agus/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Petilasan Kiai Haji Hasan Husen yang berada di kawasan Pasir Cabe, tepatnya di Dusun Sukaharja, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menyimpan jejak penting sejarah penyebaran agama Islam di wilayah tersebut.

Jejak dakwah tokoh agama itu hingga kini masih di jaga melalui tradisi lisan dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Hal tersebut di sampaikan Nyai Iming, juru kunci petilasan, yang telah merawat dan menjaga kawasan itu sejak awal tahun 2000-an.

Baca Juga: Polres Banjar dan Pemkot Optimalkan Lahan Bantaran Sungai untuk Tanam Jagung Hibrida

Ia menjelaskan, petilasan tersebut bukanlah makam, melainkan tempat singgah atau niis dalam istilah Sunda, yang di yakini menjadi lokasi Kiai Haji Hasan Husen beristirahat sekaligus melakukan siar agama Islam dalam perjalanan dakwahnya.

“Ini tempat singgah, tempat siar agama. Bukan makam,” ujar Nyai Iming saat di temui di lokasi petilasan, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, nama Pasir Cabe sejatinya bukan nama asli kawasan tersebut. Nama itu di gunakan pada masa lampau sebagai bentuk penyamaran untuk melindungi lokasi dan menjaga kesakralannya. Hingga kini, sejarah penamaan asli tempat tersebut belum sepenuhnya di buka ke publik.

“Yang aslinya bukan Pasir Cabe. Dulu di sembunyikan. Nanti kalau sudah waktunya, akan di buka dan di ceritakan,” katanya.

Tak Sembarangan Masuk

Nyai Iming juga menuturkan, tidak semua orang di perkenankan memasuki area inti petilasan. Hanya mereka yang memahami adab dan tujuan ziarah yang di perbolehkan, demi menjaga kebersihan, ketenangan, dan kesakralan kawasan tersebut.

“Keramaian itu harus di pelihara, jangan sampai di kotori. Ini tempat penyebaran agama, jadi harus benar-benar di jaga,” ujarnya.

Meski jumlah peziarah tidak banyak, sebagian masyarakat datang untuk mencari ketenangan batin. Suasana kawasan yang sejuk dan tenang di percaya mampu memberikan rasa damai bagi pengunjung yang tengah menghadapi persoalan hidup.

“Kalau orang Sunda bilangnya tiis, jadi hati tenang,” tuturnya.

Di dalam kawasan petilasan terdapat beberapa titik yang di yakini sebagai penyawangan atau tempat duduk, yang dulunya di gunakan untuk beristirahat dan mengamati wilayah sekitar.

Namun, identitas lengkap para leluhur yang di yakini menjaga kawasan tersebut belum dapat di sampaikan secara terbuka.

Nyai Iming menegaskan, keterbatasan informasi yang di bagikan saat ini di lakukan demi kehati-hatian. Ia masih berkoordinasi dengan sejumlah peneliti budaya dan sejarah agar informasi yang di sampaikan ke publik memiliki dasar yang kuat.

“Ini masih tahap dasar untuk penelitian. Belum waktunya di buka semua,” tegasnya.

Identitas Sejarah dan Budaya

Kepala Desa Karyamukti, Fikri Aditia, menyatakan bahwa keberadaan Petilasan Kiai Haji Hasan Husen merupakan bagian penting dari identitas sejarah dan budaya masyarakat desa.

Pemerintah desa, kata dia, mendukung penuh upaya pelestarian kawasan tersebut agar nilai sejarah dan religiusnya tetap terjaga.

“Petilasan ini bukan hanya situs budaya, tetapi juga bagian dari sejarah dakwah Islam di wilayah Karyamukti dan Kota Banjar. Kami sangat menghormati dan mendukung upaya pelestarian yang di lakukan juru kunci dan masyarakat,” ujar Fikri.

Ia menegaskan, pengelolaan kawasan petilasan harus di lakukan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan kearifan lokal serta menjaga nilai kesakralan.

Baca Juga: PDI Perjuangan Kota Banjar Gelar Musancab Serentak

Karena itu, pemerintah desa bersikap selektif dalam membuka akses dan informasi kepada publik.

“Kami tidak ingin tempat ini hanya menjadi objek wisata biasa. Nilai spiritual dan sejarahnya harus tetap menjadi yang utama,” katanya.

Fikri juga membuka peluang kerja sama dengan peneliti budaya dan sejarah untuk menggali jejak dakwah Kiai Haji Hasan Husen secara akademis.

“Hasil kajian tersebut di harapkan dapat menjadi rujukan resmi dan sumber edukasi sejarah bagi generasi muda di masa mendatang,” harapnya.

(Agus)

Dari Pemandu Wisata Pangandaran, Kini Pardi Menetap di Swiss

0
pardi pemandu wisata pangandaran menetap di swiss@fokusjabar.id
Pardi (kanan) sang pemandu wisata yang menetap do swiss.(Dok)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pardi (52), warga Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran sukses mengadu nasib hingga menetap di negara Switzerland.

Kisah Pardi bermula dari seorang pemandu wisata di pantai Pangandaran tahun 1980. Pada era itu adalah masa keemasan di Pantai selatan Jawa Barat. Di mana kerap ramai dikunjungi turis mancanegara.

Pardi berprofesi sebagai tour guide. Dengan kemampuan bahasa asing yang dia pelajari secara otodidak, ia menjadi jembatan antara wisatawan luar negeri dengan masyarakat lokal.

Baca Juga: Pemkab Pangandaran Perkuat Tata Kelola Pantai Lewat Dialog Pelaku Wisata

“Pangandaran saat itu benar-benar ramai, hampir setiap hari ada turis asing yang datang. Saya banyak belajar langsung dari mereka, terutama bahasa Inggris dan sedikit bahasa Jerman,” ungkap Pardi mengenang, Jumat, (30/1/2026).

Dari sinilah, takdir mempertemukan Pardi dengan seorang wisatawan asal Swiss. Perkenalan singkat itu berlanjut ke jenjang pernikahan, dan lahirlah seorang putri cantik hasil pernikahan mereka.

Kebahagiaan pun sempat menyelimuti rumah tangga mereka. Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu mulus.

Setelah beberapa tahun tinggal di Swiss, pernikahannya kandas. Tetapi Pardi mengambil keputusan menetap di Swiss demi sang anak.

“Saya tidak ingin jauh dari putri saya. Meski berat, tapi keputusan itu saya ambil agar bisa tetap mendampingi pertumbuhannya,” ujar Pardi.

Takdir kembali mempertemukan Pardi dengan cinta baru di Swiss, ia berjumpa dengan seorang perempuan asal Sukabumi, Jawa Barat.

Pertemuan itu berkembang menjadi pernikahan. Dari pernikahan keduanya, ia dikaruniai tiga orang putri.

Kehidupan Pardi di negeri orang kian berwarna. Meski jauh dari tanah kelahirannya, dia tetap menjaga akar budaya Sunda dalam keluarga kecilnya.

“Di rumah, saya tetap mengajarkan bahasa Indonesia, bahkan bahasa Sunda, supaya anak-anak tidak lupa asal usul orang tuanya,” katanya sambil tersenyum.

Tour Leader

Meski kehidupan membawanya jauh dari Pangandaran, profesi awal sebagai pemandu wisata tetap melekat. Kini, Pardi bekerja sebagai tour leader, khususnya mendampingi warga Indonesia yang berwisata ke Swiss.

Gunung-gunung Alpen yang megah, danau biru yang jernih, serta kota-kota tua yang memesona, semua ia perkenalkan dengan penuh semangat.

Pardi tak hanya sekadar memandu, tetapi juga berbagi cerita pengalaman hidupnya di negeri yang terkenal dengan cokelat dan jam tangan itu.

Baca Juga: BPBD Pangandaran Perkuat Mitigasi Bencana Hadapi Cuaca Ekstrem

“Bagi saya, menjadi tour leader bukan sekadar pekerjaan, tapi bagian dari hidup. Seperti kembali ke masa muda ketika saya pertama kali memandu wisatawan di Pangandaran, apalagi anak-anak sudah besar sehingga lebih banyak waktu untuk menggeluti profesi lama,” tutur Pardi.

Meski tinggal di Swiss, Pardi tak pernah melupakan Pangandaran sedikit pun. Ia sering menceritakan keindahan pantai kampung halamannya kepada wisatawan maupun sahabat di Swiss.

“Pangandaran selalu jadi bagian hidup saya. Dari sana perjalanan ini semua dimulai,” pungkasnya.

(Sajidin)

Polres Cimahi Minta Warga Waspada Longsor Susulan

0
polres cimahi fokusjabar.id
Longsor Cisarua KBB (foto: web)

KBB, FOKUSJabar.id: Polres Cimahi Polda Jabar meminta warga untuk tidak mendekati lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Imbauan tersebut ditunjukkan kepada masyarakat karena adanya potensi longsor susulan.

BACA JUGA:

KLH Perketat Pengawasan Cegah Longsor Susulan di Cisarua dan Lembang

Mengutip jpnn.com, Kapolres Cimahi, AKBP Niko Adi Putra menerangkan, kondisi hujan deras di sertai kabut tebal hingga kini terus mengguyur kawasan kaki Gunung Burangrang. Sehingga area sekitar longsor masih berbahaya.

“Anggota sudah siaga di bawah sebelum masuk ke lokasi longsor,” katanya.

Niko melarang masyarakat datang ke lokasi bencana hanya karena rasa penasaran atau mengaku sebagai keluarga korban tanpa keperluan mendesak.

“Kami harap warga bisa memahami situasi dan menghormati proses evakuasi yang sedang berjalan,” ungkap Kapolres Cimahi.

Pihaknya juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya terkait kondisi di lokasi longsor. Sehingga informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kepanikan.

Kehadiran warga yang tidak berkepentingan juga sempat berdampak pada arus lalu lintas di sekitar posko pengungsian dan posko DVI (Disaster Victim Identification) Polda Jawa Barat. Sehingga membuat akses tim SAR dan ambulans menjadi terbatas.

BACA JUGA:

Jamkrida Jabar Bantu Warga Terdampak Longsor Cisarua KBB

“Ketika banyak kendaraan datang, mobil tim SAR dan ambulans jadi sulit keluar masuk. Prioritas kami adalah penanganan korban,” kata Niko.

Hingga kini, aparat gabungan terus mengamankan area longsor untuk melakukan antisipasi terhadap potensi longsor susulan seiring cuaca ekstrem yang belum mereda.

(Bambang Fouristian)

Andrew Jung Fokus Laga kontra Persis Solo, 3 Poin Siap Diperjuangkan

0
andrew jung persib fokusjabar.id
Andrew Jung (foto: web)

SOLO, FOKUSJabar.id: Striker Persib Bandung, Andrew Jung siap meriah poin penuh kontra Persis Solo pada pertandingan pekan ke-19 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Andrew Jung, kemenangan atas PSBS Biak pada pertandingan sebelumnya menjadi modal penting untuk tandang ke markas Persis Solo.

BACA JUGA:

Kondisi Eliano Reijnders Bugar dan Siap Hadapi Persis Solo

“Seperti kata pelatih, setelah masa jeda agak sulit untuk langsung kembali ke performa terbaik. Tapi kami menang, dan itu yang terpenting,” kata Jung.

Pemain asal Prancis tersebut menjelaskan, tim tidak ingin terlarut dalam euforia kemenangan tersebut.

Kini, dia dan kawan-kawan fokus sepenuhnya ke pertandingan melawan Persis.

“Persiapan saya selalu untuk meraih kemenangan,” tegasnya.

BACA JUGA:

Meski Tak Dibawa ke Solo, Layvin Kurzawa Tetap Berlatih

Kemenangan dari Persis krusial bagi tim kebanggaan Bobotoh untuk terus bersaing di papan atas klasemen.

Dia optimistis waktu persiapan cukup untuk mengasah ketajaman lini depan dan koordinasi tim agar tampil lebih klinis dibandingkan laga sebelumnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, pemain Maung Bandung, Eliano Reijnders menyatakan, Dia seiap merumput kontra Persis Solo pada laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (31/1/2026).

Eliano Reijnders memastikan kondisi fisiknya dalam keadaan prima dan siap bertanding.

Dia harus absen pada pertandingan melawan PSBS Biak karena harus menjalani hukuman larangan bertanding akibat akumulasi kartu kuning.

“Minggu lalu saya tidak bermain. Jadi, saya punya waktu istirahat lebih banyak. Saya bugar,” kata Eliano Reijnders.

Anggota skuad Tim Nasional Indonesia ini memastikan, ia dan rekan-rekannya akan bekerja keras untuk bisa meraih hasil maksimal.

Dia juga mengaku tidak memikirkan posisi Persis Solo yang saat ini berada di dasar klasemen.

(Bambang Fouristian)

MBG Serap 1,4 Tenaga Kerja, Bappenas: Bagian Penting Pembangunan

0
bappeas mbg fokusjabar.id
(foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy mengatakan, urgensi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional.

Mengutip republika.co.id, Rachmat Pambudy menegaskan, pemenuhan gizi masyarakat merupakan persoalan mendasar yang perlu segera di selesaikan.

BACA JUGA:

Dukung MBG, Kandang Ayam Petelur Merah Putih Ciamis Diresmikan

“MBG penting. Lapangan kerja juga penting,” kata Rachmat.

Menurut Dia, MBG merupakan program strategis nasional yang mendukung pencapaian dua Trisula Pembangunan. Yakni, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta percepatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Program MBG dirancang secara menyeluruh untuk menciptakan multiplier effect pada perekonomian dan mempercepat proses industrialisasi pangan di pedesaan.

Dia mengatakan, MBG menyerap produk desa dan mendorong hilirisasi produk desa dengan memenuhi standar mutu. Sehingga mampu menjadi bagian dari rantai pasok modern.

Program tersebut bukan sekadar memberikan “ikan” kepada penerima manfaat. Namun juga memberikan “kail” untuk memutar roda perekonomian.

BACA JUGA:

Pemkab Ciamis Dorong Dapur MBG Segera Urus PBG, Ini Alasannya

Pemberian “ikan dan kail” mencerminkan bahwa program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi. Namun juga menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat rantai pasok lokal.

Pada akhir Januari 2026, program MBG telah menyasar lebih dari 60 juta penerima manfaat melalui 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia.

“Keberadaan SPPG berhasil menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Gempa M 2,7 Guncang Bandung, Farhan Instruksikan BPBD Mitigasi Cepat

0
dago rawan longsor kota bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Jawa barat (Jabar), Muhammad Farhan instruksikan BPBD untuk bergerak cepat memitigasi dampak gempa bumi Magnitudo 2,7, Jumat (30/1/2026) pagi.

Menurutnya, langkah mitigasi harus dilakukan secara cepat dan terukur guna memastikan keselamatan warga serta meminimalisir potensi risiko lanjutan akibat aktivitas seismik.

BACA JUGA:

Pasca-Longsor Cisarua KBB, KLH Perketat Pengawasan Lereng di Jawa Barat

“Saya minta BPBD langsung bergerak melakukan pemantauan lapangan. Pastikan tidak ada dampak serius terhadap bangunan dan keselamatan warga,” kata Farhan.

Farhan juga meminta BPBD Kota Bandung untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) guna memantau perkembangan gempa serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Koordinasi dengan BMKG sangat penting. Terutama untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat terkait potensi gempa susulan. Sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan sejak dini,” katanya.

Farhan mengimbau seluruh masyarakat Kota Bandung agar tetap waspada namun tidak panik.

Ia mengingatkan warga untuk kembali memahami dan menerapkan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana yang selama ini telah di sosialisasikan oleh BPBD Kota Bandung.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Waspada Ancaman Longsor Gunung Manglayang

“Warga di minta tetap tenang, waspada dan mengikuti panduan siaga bencana. Langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa sudah sering disosialisasikan. Itu perlu kita ingat kembali,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa tersebut memiliki episenter di koordinat 6,88 Lintang Selatan dan 107,79 Bujur Timur. Tepatnya berlokasi di darat sekitar 14 kilometer timur Kota Bandung dengan kedalaman 5 kilometer.

(Yusuf Mugni)