spot_imgspot_img
Selasa 29 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 6

Saung Leuit Munjul Pangandaran, Ruang Lama yang Dihidupkan untuk Edukasi Budaya

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: benda-benda zaman yang di simpan di saung leuit

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bangunan berarsitektur tradisional Sunda beserta aneka benda peninggalan tempo dulu kembali memancarkan pesonanya di Saung Leuit Munjul, Desa Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026). Dede R. Saefudin mengelola kawasan ini bukan sekadar sebagai tempat penampungan barang antik, melainkan juga wadah kreativitas dan edukasi budaya lintas generasi.

Salah satu aksi nyata pemanfaatan lokasi ini terlihat saat Komunitas Barudak Ulin menggelar kegiatan bertajuk ‘Ulin Bareng: Ngubaran Katineung’. Berbagai komunitas lokal memanfaatkan area ini untuk melangsungkan agenda seni, edukasi, hingga pelestarian tradisi.

Baca Juga: Komunitas di Pangandaran Bergerak Lawan Ketergantungan Gadget, Ramai-ramai Bermain Permainan Tradisional

Dede mengungkapkan alasan utama di balik keputusannya merancang kawasan bernuansa masa lalu tersebut. Rasa cinta mendalam terhadap peninggalan orang tua mendorongnya untuk menghidupkan kembali arsitektur Sunda yang kian tergerus zaman.

“Saya memiliki ketertarikan kuat dalam mengaplikasikan bangunan khas Sunda yang saat ini sudah sangat jarang masyarakat gunakan,” ungkap Dede saat memberikan keterangan di lokasi.

Bangunan Julang Ngapak Tanpa Material Baru

Keunikan Saung Leuit Munjul terletak pada proses pembuatannya yang mengusung prinsip daur ulang penuh. Dede memanfaatkan kembali material-material lama, saung bekas lumbung padi (leuit), peralatan pertanian kuno, hingga berbagai perabotan rumah tangga baheula.

Ia bahkan menegaskan tidak membeli bahan bangunan baru untuk mendirikan Saung Leuit Munjul. Seluruh struktur yang berdiri merupakan hasil renovasi serta penataan ulang bahan-bahan lama yang ia kumpulkan.

Salah satu ikon utama di kawasan ini tampil menawan lewat struktur atap Julang Ngapak, gaya arsitektur khas Sunda yang legendaris. Dede tidak asal meniru tampilan fisik luar, tetapi juga menyematkan filosofi dan makna mendalam pada setiap sudut bangunan.

“Kami sama sekali tidak membeli material baru. Semua ini hasil rehabilitasi bahan-bahan lama,” jelasnya.

Ajak Pengunjung Belajar Memasak Khas Sunda Pakai Hawu dan Seeng

Guna melengkapi pengalaman edukasi, Dede mematangkan rencana untuk menghadirkan dapur tradisional Sunda yang mengandalkan tungku kayu bakar (hawu). Fasilitas ini bakal mengenalkan tata cara memasak zaman dulu menggunakan peralatan otentik seperti seeng dan aseupan.

Melalui fasilitas tersebut, para pengunjung dapat berinteraksi langsung dan merasakan ritme kehidupan masyarakat Sunda era lampau secara utuh. Pengunjung tak cuma menonton fisik bangunan, tetapi juga mempraktikkan penggunaan alat-alat sejarah tersebut.

“Kami ingin pengunjung tak sekadar melihat wujud bangunannya, tetapi mengerti cara masyarakat masa lalu memanfaatkan peralatan tersebut,” tutur Dede.

Ruang Publik Alternatif untuk Generasi Muda dan Komunitas

Saung Leuit Munjul kini membuka pintu selebar-lebarnya bagi ragam kegiatan komunitas kreatif, mulai dari seni kerajinan tangan, kelas menggambar, hingga wahana permainan anak-anak. Konsep ini terbukti ampuh menjembatani generasi muda untuk mengenal akar budaya warisan leluhur mereka.

Sinergi Saung Leuit Munjul bersama Komunitas Barudak Ulin menjadi langkah konkret untuk mengenalkan kaulinan lembur seperti gobak sodor, pecle, dan oray-orayan. Lewat rangkaian kegiatan ini, kawasan Saung Leuit Munjul bertransformasi menjadi ruang alternatif yang sangat ideal untuk menjaga kelestarian budaya Sunda di Kabupaten Pangandaran.

(Sajidin)

Komunitas di Pangandaran Bergerak Lawan Ketergantungan Gadget, Ramai-ramai Bermain Permainan Tradisional

0
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id
Poto: Suanasa orang dewasa bermain permainan tradisional

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sekumpulan orang dewasa mendadak memenuhi Saung Leuit Munjul, Desa Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026). Mereka berkumpul guna memainkan kembali berbagai jenis permainan tradisional yang mewarnai masa kanak-kanak mereka.

Komunitas Barudak Ulin menginisiasi perhelatan bertajuk ‘Ulin Bareng: Ngubaran Katineung’ ini sebagai ajang pertemuan perdana mereka. Komunitas baru tersebut mengusung misi utama yakni menghidupkan kembali tradisi kaulinan lembur di tengah era digital.

Baca Juga: Jalur Kereta Banjar-Pangandaran Bakal Direaktivasi 2028-2029, Pemprov Jabar Siapkan Dokumen

Penggagas Barudak Ulin, Acep Rifky Padilah, mengungkapkan alasan emosional di balik pembentukan gerakan ini. Ia merasa prihatin saat menyaksikan keponakannya sendiri lebih sering mengurung diri dan terpaku pada layar telepon seluler.

“Keprihatinan ini muncul saat memperhatikan keponakan sendiri. Meskipun masih anak-anak, mereka sangat jarang beraktivitas di luar rumah,” ungkap Acep saat memberikan keterangan di lokasi.

Dorong Aktivitas Fisik dan Sosialisasi Anak Bebas HP

Acep menegaskan bahwa arena bermain di luar rumah bersama teman sebaya menyajikan manfaat besar. Aktivitas ini tak sekadar memberikan hiburan, tetapi juga membentuk wadah sosialisasi alami serta melatih ketangkasan fisik anak.

Atas dasar itulah, Acep merangkul rekan-rekannya untuk mempraktikkan kembali permainan masa kecil mereka. Langkah awal ini menjadi fondasi sebelum mereka menerapkannya langsung kepada generasi muda.

Pihak panitia menyiapkan tiga jenis permainan klasik dalam agenda perdana tersebut, yaitu pecle, gobak sodor, serta oray-orayan. Namun akibat keterbatasan durasi acara, para peserta baru sempat menjajal satu permainan saja.

Kejujuran Orang Dewasa: Permainan Masa Kecil Ternyata Cukup Menantang

Aksi menggelitik terjadi saat para peserta dewasa ini mulai bergerak di arena permainan. Permainan yang terasa sangat mudah sewaktu kecil ternyata menuntut penyesuaian fisik yang cukup keras saat mereka mainkan kembali di usia dewasa.

Mereka harus memutar ingatan untuk mengingat aturan main, memoles kembali refleks tubuh, serta melatih keseimbangan. Gerakan melompat, mengambil objek, hingga melempar benda menjadi tantangan tersendiri bagi tubuh mereka.

“Kami cukup kewalahan mengeksekusi gerakan-gerakan yang sewaktu kecil sangat kami kuasai. Kendati demikian, suasananya sangat seru dan melatih kembali keterampilan lama kami,” aku Acep penuh tawa.

Kampanye Bertahap Demi Selamatkan Generasi Muda dari Game Online

Kegiatan awal ini sengaja berfokus pada orang dewasa dan belum melibatkan anak-anak secara langsung. Menariknya, sejumlah anak yang menonton di sekitar lokasi bahkan mengaku asing dan tidak mengenali jenis permainan yang sedang berlangsung.

Kondisi tersebut makin memantapkan tekad Komunitas Barudak Ulin untuk bergerak lebih masif. Mereka menjadwalkan agenda permainan tradisional ini secara rutin dengan merangkul partisipasi aktif anak-anak di wilayah Pangandaran.

“Harapan besar kami dapat menularkan kegembiraan bermain ini kepada anak-anak. Kami ingin menyelamatkan mereka dari ketergantungan gadget dan game online,” pungkas Acep.

(Saijidin)

Sirkuit BMX Galuh Ciamis Disiapkan Jadi Arena Porprov Jabar 2026

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Sirkuit BMX Galuh Ciamis Disiapkan Jadi Arena Porprov Jabar 2026

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis mematangkan persiapan Sirkuit BMX Galuh Ciamis menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2026. Ajang Youth Challenge BMX Competition 2026 Seri I pada Minggu (27/9/2026) menjadi sarana uji coba kesiapan venue sekaligus pembinaan para atlet lokal.

Sebanyak 191 rider memanfaatkan kejuaraan ini untuk mengasah kemampuan serta merasakan atmosfer kompetisi tingkat tinggi. Pengalaman berharga ini menjadi Modal penting para atlet sebelum terjun ke persaingan ketat Porprov Jabar 2026 kelak.

Baca Juga: Sirkuit BMX Galuh Ciamis Bergemuruh, 191 Atlet Muda Bertarung di Youth Challenge 2026

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis sekaligus Ketua ISSI Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengonfirmasi kepercayaan panitia yang menunjuk Ciamis sebagai tuan rumah cabang olahraga BMX. Pesta olahraga multi-cabang terbesar se-Jawa Barat ini siap bergulir pada 7 hingga 20 November 2026.

“Kami sangat berharap rider-rider BMX Ciamis mampu memberikan performa terbaik, meraup medali, serta mengharumkan nama Kabupaten Ciamis,” tegas Andang di lokasi perhelatan.

Uji Mental Atlet Melalui Kompetisi Bereputasi

Andang menilai persaingan pra-Porprov berperan vital dalam membangun mentalitas serta kematangan teknis para atlet. Lewat kompetisi semacam ini, para pembalap muda dapat mengukur peta kekuatan calon lawan dari berbagai penjuru daerah.

Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, turut menegaskan bahwa Sirkuit BMX Galuh merupakan aset olahraga yang amat berharga. Sarana ini menyajikan kelengkapan fasilitas modern yang telah memenuhi standar nasional maupun internasional.

“Alhamdulillah Kabupaten Ciamis memiliki venue berkualitas tinggi dan sesuai standar. Kami wajib memanfaatkannya secara maksimal demi pembinaan berkelanjutan,” ujar Dian.

Rekam Jejak Emas dan Target Dua Medali Porprov

Bukti nyata keberhasilan pembinaan di sirkuit ini terlihat dari sederet torehan prestasi para atlet. Salah satunya, Adeeva Ozil Afsheen Myesha Andriana (Neng Ozil), yang sukses menembus kejuaraan internasional dan mempersembahkan gelar juara pertama di Malaysia.

Pengurus ICF Bidang Litbang, Beni, menyebut Sirkuit BMX Ciamis sebagai salah satu venue BMX Racing terbaik di Jawa Barat. Keunggulan fasilitas ini memperkuat posisi strategis Ciamis dalam melahirkan pembalap-pembalap potensial.

Beni juga mengingatkan pencapaian gemilang tim BMX Ciamis yang berhasil menyabet dua medali emas pada Porda Jabar 2022. Modal historis tersebut memicu optimisme pengurus untuk kembali mengamankan minimal dua medali emas pada Porprov Jabar 2026 mendatang.

Dukungan sinergis dari pemerintah daerah, kemudian KONI, komunitas, serta masyarakat setempat makin mengukuhkan Sirkuit BMX Galuh sebagai pusat pembinaan arena balap sepeda bereputasi di Jawa Barat.

(Mia)

Sirkuit BMX Galuh Ciamis Bergemuruh, 191 Atlet Muda Bertarung di Youth Challenge 2026

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Foto 3: Rider d Youth Challenge BMX Competition 2026 Seri I

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Suara deru ban serta aksi memukau para pembalap BMX mengguncang arena Sirkuit BMX Galuh Ciamis, Minggu (27/9/2026). Sebanyak 191 atlet muda mendatangi gelanggang ini untuk bersaing ketat dalam ajang Youth Challenge BMX Competition 2026 Seri I.

Pengurus ICF Kabupaten Ciamis berkolaborasi langsung dengan YC BMX Yogyakarta guna menggarap kompetisi bergengsi tersebut. Rangkaian lomba ini menjaring talenta-talenta berbakat, mulai dari kategori anak usia dini hingga level remaja.

Baca Juga: Ini Penyebab Warga Jelat Ciamis Mengungsi

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis sekaligus Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Ciamis, Andang Firman Triyadi, membuka ajang ini secara resmi. Ia menekankan pentingnya wadah kompetisi semacam ini demi mematangkan proses pembinaan atlet sejak dini.

“Kami sangat berharap kegiatan ini mampu mencetak bibit-bibit unggul dari Ciamis yang kelak menembus prestasi regional, nasional, bahkan internasional,” kata Andang saat memberikan sambutan di lokasi.

Utamakan Keselamatan dan Sportivitas di Arena Balap

Mengingat BMX tergolong sebagai olahraga berisiko tinggi, Sekda Ciamis mewajibkan seluruh peserta menaati regulasi keamanan secara ketat. Ia meminta para rider memprioritaskan keselamatan diri selama berpacu di lintasan ekstrem.

Di samping faktor keselamatan, ia juga menuntut para pembalap untuk selalu menjunjung tinggi nilai fair play. Persaingan sengit memperebutkan gelar juara harus tetap berlandaskan rasa saling menghormati antarpeserta.

“Para rider wajib bersaing secara sehat. Utamakan sportivitas serta jaga keselamatan dari awal hingga akhir balapan,” tegasnya.

Dukungan Penuh Pemkab Ciamis dan Bukti Nyata Prestasi Dunia

Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, memastikan pihak pemerintah daerah menyokong penuh perhelatan ini. Dukungan tersebut mencakup aspek penyelenggaraan, penyelesaian administrasi, hingga pembenahan sarana prasarana sirkuit.

Dian menegaskan bahwa pemanfaatan Sirkuit BMX Galuh harus berjalan optimal sebagai pusat gemblengan para atlet lokal. Proses latihan terpadu di venue ini terbukti telah melahirkan rider kelas dunia yang rutin menyumbang podium.

Salah satu bukti kesuksesannya yakni penampilan Adeeva Ozil Afsheen Myesha Andriana (Neng Ozil). Srikandi muda Ciamis ini sukses mengharumkan nama Indonesia usai menyabet gelar juara pertama pada kejuaraan internasional di Malaysia.

“Hasil gemblengan di sirkuit ini sangat nyata. Atlet-atlet kami sukses membawa pulang trofi kemenangan dari berbagai daerah hingga ke luar negeri,” jelas Dian.

Ajang Transformasi Komunitas dan Peluang Emas UMKM Lokal

Pengurus ICF Bidang Litbang, Beni, membeberkan bahwa gelaran di Ciamis merupakan pembuka dari rangkaian Youth Challenge BMX Competition 2026 yang mencakup tiga seri. Setelah Ciamis, persaingan sengit ini bakal berlanjut ke Kota Blitar sebelum akhirnya ditutup pada seri final di Yogyakarta.

Ia menilai sirkuit ini menjadi panggung krusial untuk mengubah minat anak muda dari sekadar hobi menjadi karier profesional. Menurutnya, ajang ini menjembatani transisi pegiat komunitas menuju panggung pembalap sejati.

Melihat antusiasme luar biasa dari para peserta, Disbudpora Ciamis mendorong agar kejuaraan BMX masuk ke dalam agenda kalender event tahunan daerah. Langkah ini tak hanya memperkuat pembinaan olahraga, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi UMKM serta mendongkrak sektor pariwisata di Kabupaten Ciamis.

(Mia)

Koi Beranak di Situ Cipanteun Majalengka, Irfan Hakim dan Boskoi Hartono Soekwanto Traktir 500 Porsi Mi Ayam

0
MAJALENGKA, FOKUSJabar.id
Koi Beranak di Situ Cipanteun, Irfan Hakim dan Boskoi Hartono Soekwanto Traktir 500 Porsi Mi Ayam

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Boskoi, Irfan Hakim, dan Oghel mendadak menyambangi kawasan wisata Situ Cipanteun di Jalan Gunung Kuning – Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026). Ketiga sosok populer ini datang langsung setelah mendengar kabar bahagia mengenai kondisi ikan koi koleksi mereka.

Ikan-ikan cantik yang menghuni obyek wisata alam tersebut kini sukses berkembang biak. Kebahagiaan mendalam menyelimuti rombongan saat menyaksikan benih-benih koi baru berenang bebas di perairan jernih Situ Cipanteun.

Baca Juga: Rutilahu Majalengka Melonjak, Hampir 4.000 Rumah Dapat Bantuan pada 2026

“Kami sangat bahagia melihat koi-koi di sini tumbuh sehat dan bahkan sudah beranak,” ungkap Irfan Hakim saat menyapa para pengunjung di lokasi.

Traktir 500 Porsi Mi Ayam Jamur Wedun untuk Warga dan Petugas

Koi Beranak di Situ Cipanteun, Irfan Hakim dan Boskoi Hartono Soekwanto Traktir 500 Porsi Mi Ayam
Koi Beranak di Situ Cipanteun, Irfan Hakim dan Boskoi Hartono Soekwanto Traktir 500 Porsi Mi Ayam

Guna merayakan momen membahagiakan ini, rombongan menggelar syukuran bersama pengunjung, warga sekitar, serta petugas pengelola lokasi. Mereka memboyong dan menyajikan langsung 500 porsi Mi Ayam Jamur Wedun untuk seluruh orang yang hadir.

Aksi makan bersama ini menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban. Seluruh pengunjung dan pengelola menyantap sajian mi ayam lezat sembari menikmati keindahan panorama alami Situ Cipanteun.

Wujud Apresiasi Tinggi untuk Pengelola dan Warga Lokal

Kunjungan hangat ini menjadi bentuk penghargaan setinggi-tingginya kepada para petugas dan masyarakat sekitar. Selama ini, warga setempat konsisten merawat serta menjaga ekosistem kolam agar ikan koi tumbuh dengan sehat.

Secara khusus, Irfan Hakim dan Boskoi mengapresiasi kebaikan Oghel. Oghel secara rutin menerima amanah pakan dan memberi makan ikan-ikan koi tersebut tanpa lelah. Kerjasama erat seluruh pihak inilah yang akhirnya membuahkan hasil manis berupa kelestarian populasi koi di Situ Cipanteun.

(IrfansyahRiza)

Ini Penyebab Warga Jelat Ciamis Mengungsi

0
warga jelat ciamis fokusjabar.id
Personel Damkar saat melakukan pendinginan di rumah milik Ukim warga Desa Jelat yang hangus terbakar

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bangunan rumah milik Ukim di Dusun Nanggewer Desa Jelat Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) mengalami musibah kebakaran.

Beruntung dalam peristiwa musibah kebakaran yang menimpa rumah milik warga di wilayah Desa Jelat itu tidak memakan korban jiwa maupun terluka.

BACA JUGA:

Paniisan Pinus Bongkok Cocok jadi Kawasan Wellnes Tourism

Pemilik rumah di kabarkan mengalami kerugian materi jutaan rupiah.

Kepala Desa Jelat, Arga mengatakan, pihaknya menerima informasi ada kejadian kebakaran yang menimpa rumah warga di wilayah Dusun Nanggewer, Minggu (27/9/2026) pagi.

“Kejadian kebakaran yang menimpa rumah milik warga tadi pagi,” katanya.

Arga menuturkan, setelah menerima laporan pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkordinasi dengan Damkar UPTD Ciamis untuk meminta bantuan.

“Saat ini api yang membakar bangunan rumah warga itu sudah berhasil di padamkan,” ucapnya

Arga melanjutkan, karena saat ini rumah warga itu hangus terbakar untuk penangan selanjutnya memerlukan bantuan untuk sedikit meringankan beban pemilik rumah itu.

BACA JUGA:

Pemilik Pengolahan Kayu di Cisontrol Ciamis Rugi Rp80 Juta

“Saat ini pemilik rumah mengungsi ke rumah kerabat terdekatnya,” pungkasnya.

Rumah bisa di bangun lagi. Harta bisa di cari lagi. Tapi nyawa hanya satu. Mengungsi itu bukan kalah, tapi menang melawan api.

(Husen Maharaja)

Paniisan Pinus Bongkok Cocok jadi Kawasan Wellnes Tourism

0
Paniisan Pinus Bongkok ciamis fokusjabar.id
Kawasan Paniisan Pines Bongkok yang berada di wilayah Desa Sukahurip berpotensi menjadi kawasan Wellnes Tourism

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) memiliki sejumlah kawasan yang menawarkan suasana berbeda dari destinasi wisata pada umumnya. Salah satunya Paniisan Pinus Bongkok di Dusun Palasari Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti.

Menurut Kadis Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan melalui Sekretarisnya, Dian Udeng, kawasan yang berada di tengah pepohonan Pinus itu di nilai memiliki potensi untuk di kembangkan sebagai destinasi wisata berbasis ketenangan atau wellness tourism.

BACA JUGA:

Dengar Tangisan dari Luar Rumah, Warga Karangkamulyan Ciamis Temukan Bayi dalam Kardus

Konsep tersebut mengandalkan suasana alam untuk memberikan pengalaman relaksasi bagi wisatawan.

“Paniisan Pinus Bongkok memiliki sejumlah daya tarik yang dapat di kembangkan,” ungkapnya, Minggu (27/9/2026).

Dian menuturkan, kawasan Paniisan Pinus Bongkok tidak hanya menawarkan udara sejuk di pagi maupun siang hari. Namun saat malam wisatawan juga dapat menikmati pemandangan lampu kota atau city light.

Senebtara di pagi hari, kawasan itu menawarkan panorama matahari terbit dengan sangat indah.

“Potensi Paniisan Pinus Bongkok menjual udara sejuk yang dingin. Malam menjual city light dan saat  pagi-pagi dia punya view sunrise,” katanya.

Menurut Dian, konsep wisata yang menawarkan ketenangan semakin relevan bagi masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di kawasan perkotaan yang hiruk pikuk gak karuan

“Paniisan Pinus Bongkok dapat di arahkan menjadi tempat untuk menikmati suasana alam dengan lebih santai. Wisatawan bisa datang untuk beristirahat sejenak dari aktivitas dan kepadatan suasana perkotaan,” ucapnya.

Dian menjelaskan, kawasan hutan pinus menghadirkan suara-suara alami yang sulit di temui di tengah kota. Mulai dari kicauan burung, hembusan angin yang menggerakkan dedaunan hingga suasana sunyi di antara pepohonan.

“Suara-suara alam dari burung, angin yang meniup daun lalu menimbulkan suara itu banyak di cari,” katanya.

Pihaknya melihat potensi tersebut sebagai salah satu daya tarik yang bisa di kembangkan untuk memperkaya pilihan wisata di Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Lomba, Gaspoll Ungkap Misi di Balik Prestasi Desa Sukamulya Ciamis

“Selain menikmati suasana alam, kawasan Paniisan Pinus Bongkok juga dapat di arahkan untuk kegiatan camping, family camping hingga van camping. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan saja melainkan juga dapat menghabiskan waktu lebih lama di kawasan itu,” ungkapnya.

Wisata biasa menguras energi untuk senang-senang. Wisata Wellness mengisi energi untuk hidup lebih lama.

Wellness Tourism adalah masa depan pariwisata Ciamis. Dari yang dulunya “wisata untuk dilihat” sekarang menjadi “wisata untuk di rasakan.”

Orang pulang dari liburan tidak hanya membawa oleh-oleh, tapi membawa badan yang lebih sehat dan pikiran yang lebih jernih.

(Husen Maharaja)