spot_img
Minggu 1 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7

Dari Pemandu Wisata Pangandaran, Kini Pardi Menetap di Swiss

0
pardi pemandu wisata pangandaran menetap di swiss@fokusjabar.id
Pardi (kanan) sang pemandu wisata yang menetap do swiss.(Dok)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pardi (52), warga Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran sukses mengadu nasib hingga menetap di negara Switzerland.

Kisah Pardi bermula dari seorang pemandu wisata di pantai Pangandaran tahun 1980. Pada era itu adalah masa keemasan di Pantai selatan Jawa Barat. Di mana kerap ramai dikunjungi turis mancanegara.

Pardi berprofesi sebagai tour guide. Dengan kemampuan bahasa asing yang dia pelajari secara otodidak, ia menjadi jembatan antara wisatawan luar negeri dengan masyarakat lokal.

Baca Juga: Pemkab Pangandaran Perkuat Tata Kelola Pantai Lewat Dialog Pelaku Wisata

“Pangandaran saat itu benar-benar ramai, hampir setiap hari ada turis asing yang datang. Saya banyak belajar langsung dari mereka, terutama bahasa Inggris dan sedikit bahasa Jerman,” ungkap Pardi mengenang, Jumat, (30/1/2026).

Dari sinilah, takdir mempertemukan Pardi dengan seorang wisatawan asal Swiss. Perkenalan singkat itu berlanjut ke jenjang pernikahan, dan lahirlah seorang putri cantik hasil pernikahan mereka.

Kebahagiaan pun sempat menyelimuti rumah tangga mereka. Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu mulus.

Setelah beberapa tahun tinggal di Swiss, pernikahannya kandas. Tetapi Pardi mengambil keputusan menetap di Swiss demi sang anak.

“Saya tidak ingin jauh dari putri saya. Meski berat, tapi keputusan itu saya ambil agar bisa tetap mendampingi pertumbuhannya,” ujar Pardi.

Takdir kembali mempertemukan Pardi dengan cinta baru di Swiss, ia berjumpa dengan seorang perempuan asal Sukabumi, Jawa Barat.

Pertemuan itu berkembang menjadi pernikahan. Dari pernikahan keduanya, ia dikaruniai tiga orang putri.

Kehidupan Pardi di negeri orang kian berwarna. Meski jauh dari tanah kelahirannya, dia tetap menjaga akar budaya Sunda dalam keluarga kecilnya.

“Di rumah, saya tetap mengajarkan bahasa Indonesia, bahkan bahasa Sunda, supaya anak-anak tidak lupa asal usul orang tuanya,” katanya sambil tersenyum.

Tour Leader

Meski kehidupan membawanya jauh dari Pangandaran, profesi awal sebagai pemandu wisata tetap melekat. Kini, Pardi bekerja sebagai tour leader, khususnya mendampingi warga Indonesia yang berwisata ke Swiss.

Gunung-gunung Alpen yang megah, danau biru yang jernih, serta kota-kota tua yang memesona, semua ia perkenalkan dengan penuh semangat.

Pardi tak hanya sekadar memandu, tetapi juga berbagi cerita pengalaman hidupnya di negeri yang terkenal dengan cokelat dan jam tangan itu.

Baca Juga: BPBD Pangandaran Perkuat Mitigasi Bencana Hadapi Cuaca Ekstrem

“Bagi saya, menjadi tour leader bukan sekadar pekerjaan, tapi bagian dari hidup. Seperti kembali ke masa muda ketika saya pertama kali memandu wisatawan di Pangandaran, apalagi anak-anak sudah besar sehingga lebih banyak waktu untuk menggeluti profesi lama,” tutur Pardi.

Meski tinggal di Swiss, Pardi tak pernah melupakan Pangandaran sedikit pun. Ia sering menceritakan keindahan pantai kampung halamannya kepada wisatawan maupun sahabat di Swiss.

“Pangandaran selalu jadi bagian hidup saya. Dari sana perjalanan ini semua dimulai,” pungkasnya.

(Sajidin)

Polres Cimahi Minta Warga Waspada Longsor Susulan

0
polres cimahi fokusjabar.id
Longsor Cisarua KBB (foto: web)

KBB, FOKUSJabar.id: Polres Cimahi Polda Jabar meminta warga untuk tidak mendekati lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Imbauan tersebut ditunjukkan kepada masyarakat karena adanya potensi longsor susulan.

BACA JUGA:

KLH Perketat Pengawasan Cegah Longsor Susulan di Cisarua dan Lembang

Mengutip jpnn.com, Kapolres Cimahi, AKBP Niko Adi Putra menerangkan, kondisi hujan deras di sertai kabut tebal hingga kini terus mengguyur kawasan kaki Gunung Burangrang. Sehingga area sekitar longsor masih berbahaya.

“Anggota sudah siaga di bawah sebelum masuk ke lokasi longsor,” katanya.

Niko melarang masyarakat datang ke lokasi bencana hanya karena rasa penasaran atau mengaku sebagai keluarga korban tanpa keperluan mendesak.

“Kami harap warga bisa memahami situasi dan menghormati proses evakuasi yang sedang berjalan,” ungkap Kapolres Cimahi.

Pihaknya juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya terkait kondisi di lokasi longsor. Sehingga informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kepanikan.

Kehadiran warga yang tidak berkepentingan juga sempat berdampak pada arus lalu lintas di sekitar posko pengungsian dan posko DVI (Disaster Victim Identification) Polda Jawa Barat. Sehingga membuat akses tim SAR dan ambulans menjadi terbatas.

BACA JUGA:

Jamkrida Jabar Bantu Warga Terdampak Longsor Cisarua KBB

“Ketika banyak kendaraan datang, mobil tim SAR dan ambulans jadi sulit keluar masuk. Prioritas kami adalah penanganan korban,” kata Niko.

Hingga kini, aparat gabungan terus mengamankan area longsor untuk melakukan antisipasi terhadap potensi longsor susulan seiring cuaca ekstrem yang belum mereda.

(Bambang Fouristian)

Andrew Jung Fokus Laga kontra Persis Solo, 3 Poin Siap Diperjuangkan

0
andrew jung persib fokusjabar.id
Andrew Jung (foto: web)

SOLO, FOKUSJabar.id: Striker Persib Bandung, Andrew Jung siap meriah poin penuh kontra Persis Solo pada pertandingan pekan ke-19 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Andrew Jung, kemenangan atas PSBS Biak pada pertandingan sebelumnya menjadi modal penting untuk tandang ke markas Persis Solo.

BACA JUGA:

Kondisi Eliano Reijnders Bugar dan Siap Hadapi Persis Solo

“Seperti kata pelatih, setelah masa jeda agak sulit untuk langsung kembali ke performa terbaik. Tapi kami menang, dan itu yang terpenting,” kata Jung.

Pemain asal Prancis tersebut menjelaskan, tim tidak ingin terlarut dalam euforia kemenangan tersebut.

Kini, dia dan kawan-kawan fokus sepenuhnya ke pertandingan melawan Persis.

“Persiapan saya selalu untuk meraih kemenangan,” tegasnya.

BACA JUGA:

Meski Tak Dibawa ke Solo, Layvin Kurzawa Tetap Berlatih

Kemenangan dari Persis krusial bagi tim kebanggaan Bobotoh untuk terus bersaing di papan atas klasemen.

Dia optimistis waktu persiapan cukup untuk mengasah ketajaman lini depan dan koordinasi tim agar tampil lebih klinis dibandingkan laga sebelumnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, pemain Maung Bandung, Eliano Reijnders menyatakan, Dia seiap merumput kontra Persis Solo pada laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (31/1/2026).

Eliano Reijnders memastikan kondisi fisiknya dalam keadaan prima dan siap bertanding.

Dia harus absen pada pertandingan melawan PSBS Biak karena harus menjalani hukuman larangan bertanding akibat akumulasi kartu kuning.

“Minggu lalu saya tidak bermain. Jadi, saya punya waktu istirahat lebih banyak. Saya bugar,” kata Eliano Reijnders.

Anggota skuad Tim Nasional Indonesia ini memastikan, ia dan rekan-rekannya akan bekerja keras untuk bisa meraih hasil maksimal.

Dia juga mengaku tidak memikirkan posisi Persis Solo yang saat ini berada di dasar klasemen.

(Bambang Fouristian)

MBG Serap 1,4 Tenaga Kerja, Bappenas: Bagian Penting Pembangunan

0
bappeas mbg fokusjabar.id
(foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy mengatakan, urgensi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional.

Mengutip republika.co.id, Rachmat Pambudy menegaskan, pemenuhan gizi masyarakat merupakan persoalan mendasar yang perlu segera di selesaikan.

BACA JUGA:

Dukung MBG, Kandang Ayam Petelur Merah Putih Ciamis Diresmikan

“MBG penting. Lapangan kerja juga penting,” kata Rachmat.

Menurut Dia, MBG merupakan program strategis nasional yang mendukung pencapaian dua Trisula Pembangunan. Yakni, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta percepatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Program MBG dirancang secara menyeluruh untuk menciptakan multiplier effect pada perekonomian dan mempercepat proses industrialisasi pangan di pedesaan.

Dia mengatakan, MBG menyerap produk desa dan mendorong hilirisasi produk desa dengan memenuhi standar mutu. Sehingga mampu menjadi bagian dari rantai pasok modern.

Program tersebut bukan sekadar memberikan “ikan” kepada penerima manfaat. Namun juga memberikan “kail” untuk memutar roda perekonomian.

BACA JUGA:

Pemkab Ciamis Dorong Dapur MBG Segera Urus PBG, Ini Alasannya

Pemberian “ikan dan kail” mencerminkan bahwa program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi. Namun juga menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat rantai pasok lokal.

Pada akhir Januari 2026, program MBG telah menyasar lebih dari 60 juta penerima manfaat melalui 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia.

“Keberadaan SPPG berhasil menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Gempa M 2,7 Guncang Bandung, Farhan Instruksikan BPBD Mitigasi Cepat

0
dago rawan longsor kota bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Jawa barat (Jabar), Muhammad Farhan instruksikan BPBD untuk bergerak cepat memitigasi dampak gempa bumi Magnitudo 2,7, Jumat (30/1/2026) pagi.

Menurutnya, langkah mitigasi harus dilakukan secara cepat dan terukur guna memastikan keselamatan warga serta meminimalisir potensi risiko lanjutan akibat aktivitas seismik.

BACA JUGA:

Pasca-Longsor Cisarua KBB, KLH Perketat Pengawasan Lereng di Jawa Barat

“Saya minta BPBD langsung bergerak melakukan pemantauan lapangan. Pastikan tidak ada dampak serius terhadap bangunan dan keselamatan warga,” kata Farhan.

Farhan juga meminta BPBD Kota Bandung untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) guna memantau perkembangan gempa serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Koordinasi dengan BMKG sangat penting. Terutama untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat terkait potensi gempa susulan. Sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan sejak dini,” katanya.

Farhan mengimbau seluruh masyarakat Kota Bandung agar tetap waspada namun tidak panik.

Ia mengingatkan warga untuk kembali memahami dan menerapkan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana yang selama ini telah di sosialisasikan oleh BPBD Kota Bandung.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Waspada Ancaman Longsor Gunung Manglayang

“Warga di minta tetap tenang, waspada dan mengikuti panduan siaga bencana. Langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa sudah sering disosialisasikan. Itu perlu kita ingat kembali,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa tersebut memiliki episenter di koordinat 6,88 Lintang Selatan dan 107,79 Bujur Timur. Tepatnya berlokasi di darat sekitar 14 kilometer timur Kota Bandung dengan kedalaman 5 kilometer.

(Yusuf Mugni)

Pemkab Garut Segera ‘Ritual’ Penyatuan Mata Air

0
Garut ritual mata air fokusjabar.id
Sekda Garut,Nurdin Yana

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana mengungkapkan, nanti akan ada sentuhan berbeda pada peringatan HJG ke-213.

Perbedaan mencolok terletak pada hadirnya prosesi “Ngarawat Ci Garut” sebagai pembuka rangkaian acara pokok pada 12 Februari 2026 mendatang.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Hibahkan Aset untuk Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI

Ritual tersebut bukan sekadar seremonial. Namun sebagai upaya menggali kembali filosofi sejarah berdirinya Garut yang erat kaitannya dengan penemuan sumber air.

“Pemberangkatan awal Kabupaten Garut ini muncul karena kita mencari air. Ketersediaan air menjadi syarat mutlak setiap daerah pemukiman baru saat itu. Maka, kita adakan acara menggali tentang Sumur Garut,” kata Sekda.

Dalam prosesi tersebut, air dari beberapa sumur bersejarah akan “di kawinkan” atau di satukan sebagai simbol kesatuan asal-usul Sumur Garut.

Menelusuri Jejak Sejarah

Rangkaian acara pada 12 Februari 2026 akan dilanjutkan dengan agenda mengenang sejarah Pemerintahan Kabupaten Garut di Titik Nol (depan BPKAD), Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota.

Setelah itu, jajaran pemerintah akan melakukan ziarah ke makam Bupati Garut pertama, RAA Adiwijaya, di TPU Cipeujeuh serta makam para pendahulu lainnya di Makam Dalem Kaum, berdekatan dengan Masjid Agung Garut.

Adapun puncak peringatan HJG ke-213 akan dilaksanakan pada Rabu, 18 Februari 2026 melalui upacara resmi di Alun-Alun Garut.

Acara tersebut dipastikan bakal meriah dengan berbagai kegiatan pendukung. Mulai dari pagelaran seni budaya, pelayanan publik mini, gelar pangan murah, produk UMKM hingga pameran sejarah.

BACA JUGA:

Kemendagri dan Pemkab Garut Gelar Seminar Nationalism Goes to School

Sekda menekankan, HJG tahun ini harus terasa “membumi” dan semarak di seluruh instansi.

Dia menginstruksikan pemasangan ornamen khas. Seperti umbul-umbul dan spanduk di setiap sudut kantor pemerintahan.

“Nuansa tahun ini adalah kesundaan. Kami akan memasang penjor di setiap SKPD dan area Alun-Alun. Penjor merupakan bagian integral dari budaya Sunda yang akan menghiasi pelaksanaan HJG ke-213 agar kesan budayanya lebih terasa,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

Pemkab Garut Hibahkan Aset untuk Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI

0
Pemkab Garut hibah fokusjabar.id
Bupati dan Wakil Bupati Garut menghadiri Kegiatan Tasyakuran Pembentukan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemkab Garut Jawa Barat (Jabar) menyerahkan hibah tanah dan bangunan untuk mendukung operasional Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI.

Langkah tersebut menandai babak baru pelayanan publik di Kabupaten Garut. Di mana masyarakat kini tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke luar kota untuk mengurus administrasi keimigrasian.

BACA JUGA:

Remaja Tewas Tertemper KA Mutiara Selatan di Kadungora Garut

Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI, Asep Kurnia menjelaskan, tujuan kantor ini untuk memangkas jarak pelayanan.

Terutama bagi calon jamaah haji dan umrah. Namun, fungsi kantor ini tidak hanya terbatas pada pembuatan paspor bagi warga lokal.

“Kita dorong Garut supaya lebih meningkatkan investasi dengan mendatangkan investor dari luar negeri melalui kemudahan perpanjangan izin tinggal, Visa Tinggal Terbatas (Vitas) dan layanan keimigrasian lainnya bagi Warga Negara Asing (WNA),” kata Asep.

Asep juga menekankan pentingnya fungsi pengawasan terhadap keberadaan imigran ilegal di wilayah Garut.

Dia mengapresiasi khusus karena Kantor Imigrasi Garut menjadi yang pertama beroperasi dan menerbitkan paspor di antara 18 kantor baru yang diresmikan di Indonesia.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengungkapkan, berdirinya kantor imigrasi merupakan hasil kolaborasi panjang antara Pemkab Garut dan Kemenimipas.

Dia mencanangkan visi menjadikan Garut sebagai daerah yang lebih “terbuka” (In and Out).

Bupati juga menekankan bahwa kantor ini memiliki fungsi strategis sebagai pusat literasi migrasi yang aman bagi warga Garut.

BACA JUGA:

Alih Fungsi Hutan di Gunung Cikuray Tingkatkan Risiko Longsor, BPBD Garut Peringatkan Warga

“Kantor ini menjadi media literasi bagi masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik human trafficking (perdagangan orang). Kami ingin memastikan warga yang berangkat ke luar negeri mengikuti kaidah imigrasi yang legal dan aman,” tegas Syakur.

Dengan penyerahan hibah tanah dan bangunan di Jalan Patriot No. 10 ini, Pemkab Garut berharap pusat pelayanan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang sebagai pusat pelayanan prima bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Yanyan)