spot_imgspot_img
Kamis 19 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7

Sampah Bandung Naik 20 Persen, Wali Kota Bandung Ancam Tutup Lapak PKL yang Nyampah

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Kantor Disparbud Jawa Barat Senin (16/3/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperketat pengawasan kebersihan di sejumlah titik keramaian pedagang kaki lima (PKL). Langkah ini merespons lonjakan volume sampah di Kota Bandung yang naik hingga 20 persen dalam beberapa waktu terakhir.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan peringatan keras kepada para pedagang. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu menutup lokasi berdagang jika pedagang meninggalkan sampah setelah aktivitas berjualan selesai.

Baca Juga: Waspada Kemarau di Kota Bandung, BPBD Ingatkan Potensi Kebakaran Rumah dan Hemat Air

Menurut Farhan, meningkatnya aktivitas belanja masyarakat dan ramainya lapak PKL menjadi pemicu utama kenaikan timbulan sampah tersebut.

“Saat ini kami tengah melakukan rekayasa pengangkutan sampah karena kondisinya cukup menyulitkan. Timbulan sampah melonjak hingga 20 persen, terutama dari titik-titik PKL dan area belanja,” ujar Farhan di Kantor Disparbud Jawa Barat, Senin (16/3/2026).

Titik Merah Pengawasan Sampah

Pemkot Bandung memberikan perhatian khusus pada sejumlah kawasan strategis, antara lain:

  • Kawasan Dalem Kaum dan Alun-alun Bandung.
  • Kawasan Ujungberung dan Trunojoyo.
  • Area sekitar Taman Pramuka (Citarum).
  • Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.

Farhan menginstruksikan para koordinator PKL di lokasi-lokasi tersebut untuk memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga. Ia menjadikan kebersihan sebagai syarat mutlak agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa terus berjalan.

“Jika kami masih menemukan tumpukan sampah setelah jam dagang usai, maka saya akan menutup lokasi tersebut esok harinya. Tidak boleh ada lagi yang berjualan di sana,” tegas Farhan.

Ia juga meminta para koordinator PKL mengambil tanggung jawab penuh dalam mengatur anggotanya di lapangan. Farhan mengingatkan agar tidak ada lagi tebaran sampah yang merusak estetika kota.

“Koordinator PKL wajib berkoordinasi. Saya akan menyikat habis titik-titik yang masih kotor. Kebersihan adalah harga mati bagi mereka yang ingin tetap berdagang,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Waspada Kemarau di Kota Bandung, BPBD Ingatkan Potensi Kebakaran Rumah dan Hemat Air

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Didi Ruswandi (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat memasuki musim kemarau. Ia menekankan pentingnya mengantisipasi potensi kebakaran di area permukiman serta risiko kekeringan air bersih.

Didi menjelaskan, kondisi geografis Kota Bandung meminimalisir potensi kebakaran hutan jika kita bandingkan dengan daerah lain seperti Kalimantan.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Bekukan Izin Pembangunan BRT

“Kota Bandung relatif tidak memiliki kawasan hutan yang luas, sehingga risiko kebakaran hutan hampir tidak ada,” ujar Didi, Senin (16/3/2026).

Fokus pada Keamanan Rumah Tangga

Meski regulasi kebencanaan tidak memasukkan kebakaran permukiman ke dalam kategori bencana alam, Didi meminta warga tetap berhati-hati. Ia menyoroti kelalaian dalam penggunaan peralatan rumah tangga sebagai pemicu utama api.

Disiplin masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah musibah ini. Didi mengingatkan warga agar selalu memeriksa instalasi listrik dan menghindari penggunaan colokan listrik secara berlebihan. Selain itu, aktivitas memasak juga memerlukan perhatian penuh.

“Sering kali kebakaran terjadi karena orang meninggalkan dapur saat kompor masih menyala, misalnya karena asyik menonton televisi atau bermain ponsel,” katanya.

Antisipasi Kekeringan dan Hemat Air

Selain ancaman api, musim kemarau yang panjang berpotensi memicu kekeringan. Hal ini tentu berdampak langsung pada ketersediaan air bersih bagi warga kota. Sebagai langkah antisipasi sederhana, Didi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air mulai sekarang.

Dalam kajian teknis, BPBD mengategorikan musim kemarau sebagai fenomena hidrometeorologi kering. Selain instalasi listrik, vegetasi kering seperti ilalang juga bisa memicu kobaran api jika terkena percikan api kecil.

Meskipun risiko ini tergolong kecil di wilayah perkotaan, warga yang tinggal di kawasan bagian atas kota dengan area hijau yang luas wajib tetap waspada.

“Masyarakat yang berada di wilayah vegetasi kering bagian atas kota harus terus meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau ini berlangsung,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Jurnalis Ju’e Bagikan Hampers Lebaran untuk Pedagang Perantau di Bandung

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Jurnalis Ju’e Bagikan Hampers Lebaran untuk Pedagang Perantau di Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Komunitas Jurnalis Ju’e menunjukkan kepedulian nyata menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dengan membagikan hampers kepada para pedagang perantau di kawasan Cibeunying, Kota Bandung, Minggu (15/3/2026). Aksi sosial ini menyasar para pedagang kaki lima dan pekerja informal yang memilih tidak mudik demi tetap mencari nafkah.

Para jurnalis mendatangi langsung titik-titik aktivitas pedagang untuk menyerahkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Koordinator Jurnalis Ju’e, Rizal Fadillah, menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan membagikan kebahagiaan sederhana bagi warga perantauan yang jauh dari keluarga saat momen Lebaran.

Baca Juga: Kompolnas Puji Inovasi Pos Mudik Transformers Polres Cimahi yang Ramah Anak

Makna Filosofis Jujur dan Eling

Rizal menjelaskan bahwa nama “Ju’e” memiliki landasan filosofis, yaitu jujur dan eling (sadar). Nilai-nilai ini menjadi pengingat bagi para wartawan untuk selalu menjunjung kejujuran dalam menyampaikan informasi sekaligus menjaga tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Jurnalis tidak hanya bertugas mengumpulkan dan menyebarkan berita, tetapi juga wajib memiliki kepedulian sebagai bagian dari lingkungan sosial,” ujar Rizal.

Suntikan Semangat bagi Perantau

Kehadiran para jurnalis ini memicu rasa haru bagi sejumlah pedagang. Dede Saefudin (47), pedagang asal Tasikmalaya, mengaku terpaksa tidak pulang kampung tahun ini agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Ia merasa perhatian dari para jurnalis menjadi suntikan semangat di tengah kesendiriannya di perantauan.

“Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Setidaknya, kami merasa ada yang peduli sehingga suasana Lebaran tetap terasa meski saya tidak mudik,” ungkap Dede.

Senada dengan Dede, Entis Sutisna (46) asal Garut merasa terkejut sekaligus senang menerima parsel tersebut. Ia mengaku sering merasa kesepian saat bekerja di perantauan, sehingga kunjungan para jurnalis memberikan kehangatan tersendiri bagi hatinya.

Melalui aksi ini, komunitas Jurnalis Ju’e membuktikan bahwa pengabdian wartawan tidak hanya berhenti pada tulisan, tetapi juga mewujud dalam tindakan konkret yang menyentuh lapisan masyarakat bawah.

(Alpin Septian)

Wali Kota Bandung Bekukan Izin Pembangunan BRT

0
Wali Kota Bandung BRT fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membekukan seluruh izin pembangunan proyek Bus Rapid Transit (BRT)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Muhammad Farhan membekukan seluruh izin pembangunan proyek Bus Rapid Transit (BRT) setelah menemukan kualitas pengerjaan infrastruktur yang di nilai buruk di sejumlah titik.

Keputusan tersebut di sampaikan Farhan usai meninjau langsung progres pembangunan di beberapa titik di Kota Bandung.

BACA JUGA:

Wali Kota Bandung Desak Pengusutan Tuntas Kematian Siswa SMAN 5 di Cihampelas

Dia menilai, kualitas pengerjaan proyek transportasi publik tersebut belum memenuhi standar untuk proyek berskala besar.

Padahal, proyek BRT termasuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) yang seharusnya memiliki kualitas pembangunan yang baik.

“Saya putuskan semua izin pembangunan BRT di bekukan sampai mereka bisa merapikan yang ada di lima titik,” kata Farhan, Senin (16/3/2026).

Wali Kota Bandung menyebut, lima lokasi tersebut, Jalan Ir. H. Juanda (Dago), Jalan Merdeka, Jalan R.E. Martadinata (Riau) di depan Taman Pramuka serta dua titik di kawasan Dago (Dago 101 dan depan Laboratorium Kesehatan Daerah).

Menurutnya, perbaikan di titik-titik tersebut harus di tuntaskan terlebih dahulu sebelum proyek di lanjutkan.

“BRT itu pekerjaannya jelek sekali. Tidak ada tanda-tanda bahwa itu proyek strategis nasional. DPMPTSP, izinnya di tunda dulu sampai mereka bisa menyelesaikan,” ucapnya.

Farhan menegaskan, Pemkot Bandung tidak akan mengizinkan penambahan pekerjaan baru. Baik pembangunan koridor maupun pekerjaan lain di luar koridor BRT sebelum seluruh perbaikan di lakukan.

BACA JUGA:

Jelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Angkot hingga Andong di Jabar Terima Kompensasi

Berdasarkan hasil peninjauan sementara, Farhan bahkan menyatakan Pemkot Bandung dapat menolak proyek BRT apabila kualitas pekerjaan tidak di perbaiki.

“Sampai hari ini statusnya adalah hasil peninjauan saya menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bandung menolak BRT kalau melihat hasil pekerjaan seperti itu,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengirimkan surat resmi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terkait temuan di lapangan.

“Saya tidak ragu-ragu. Saya akan sampaikan suratnya nanti ke Dirjen Perhubungan Darat,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Pulihkan Kerugian Negara, Kejari Ciamis Eksekusi Uang Pengganti dari Tiga Kasus Korupsi

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Pulihkan Kerugian Negara, Kejari Ciamis Eksekusi Uang Pengganti dari Tiga Kasus Korupsi

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis menyetorkan uang pengganti dan denda perkara tindak pidana korupsi senilai total Rp607.424.000 ke kas negara, Senin (16/03/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut atas tiga putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bandung yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis, Nova Fuspitasari memimpin langsung proses penyetoran dana tersebut. Melalui bendahara penerimaan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca Juga: ODOJ Ciamis, Senyum untuk 100 Anak Yatim dan Dhuafa

Detail Putusan dan Identitas Terpidana

Kejaksaan mengeksekusi uang titipan dari empat terpidana yang terbukti melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Berikut adalah rincian eksekusi dari para terpidana:

  1. Jefri Prayitno (Direktur CV Amira Hasna Kreasi): Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara 3 tahun 6 bulan dan denda Rp50 juta. Meskipun memiliki kewajiban uang pengganti sebesar Rp2,36 miliar, Jefri baru menyerahkan total Rp350 juta melalui tiga tahap pembayaran pada Desember 2025.
  2. Samin, S.T. dan Iwan Setiawan (Konsultan Pengawas CV Arba): Hakim menghukum keduanya dengan penjara 1 tahun 6 bulan serta denda Rp50 juta. Pihak keluarga telah menyerahkan uang sebesar Rp98.790.000. Dari jumlah tersebut, jaksa menggunakan Rp85.885.000 untuk melunasi uang pengganti, sementara sisanya sebesar Rp12.905.000 menjadi pengurang pidana denda.
  3. Yosep Saepudin (Sekretaris Desa Sukaresik): Mendapat vonis 3 tahun penjara dan denda Rp50 juta. Kejaksaan menyetor uang sebesar Rp171.539.000 yang sebelumnya telah disita sejak September 2024 berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Pati.

Komitmen Pemulihan Kerugian Negara

Penyetoran uang dengan total Rp607.424.000 ini menjadi bukti nyata komitmen Kejari Ciamis dalam memulihkan kerugian keuangan negara akibat praktik korupsi. Pihak kejaksaan memastikan seluruh dana titipan dari para terpidana, keluarga, maupun penasihat hukum kini telah berpindah ke bendahara penerimaan untuk diteruskan ke kas negara.

Melalui tindakan tegas ini, Kejari Ciamis berharap dapat memberikan efek jera. Sekaligus memastikan bahwa aset negara kembali ke tempat yang semestinya, terutama menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri.

Persib Bandung-Borneo FC Berbagi Poin, Marc Klok

0
Marc Klok persib fokusjabar.id
Marc Klok (foto: Arif)

SAMARINDA, FOKUSJabar.id: Gelandang Persib Bandung, Marc Klok tidak puas dengan hasil yang diraih timnya saat laga tandang menghadapi Borneo FC.

Persib Bandung bermain imbang dengan Borneo FC pada pertandingan tandang kompetisi Super League 2025/2026, Minggu (15/3/2026) malam.

BACA JUGA:

Umuh Muchtar: Persib Bandung Punya Modal kontra Borneo FC

Pada pertandingan di Stadion Segiri, Samarinda, skor berakhir imbang 1-1. Persib sempat unggul lebih dulu melalui gol Adam Alis menit 14.

Hanya saja, skuad Maung Bandung gagal mempertahankan keunggulannya lantaran saat memasuki menit 84 Borneo FC berhasil menyamakan kedudukan melalui penalti Mariano Peralta.

“Kita cukup tidak senang, kita kehilangan dua poin,” kata Marc Klok.

Dia mengatakan, pada pertandingan tersebut Persib memiliki banyak peluang. Antara lain lewat Beckham Putra Nugraha saat menit-menit akhir.

Selain itu, pemain yang menggunakan nomor punggung 23 ini menyoroti gol Borneo FC yang tercipta melalui tendangan penalti.

“Dari yang harusnya menang, apalagi kita punya opini soal gol (penalti) mereka, kita juga seharusnya bisa cetak gol di menit akhir,” ucapnya.

BACA JUGA:

Beckham: Menang kontra Persik jadi Modal Hadapi Borneo FC

Sehingga, dengan hasil imbang tersebut pemain yang sering mendapat panggilan bergabung dengan Timnas Indonesia ini mengaku kurang puas.

Karena pada pertandingan tersebut skuad Maung Bandung menargetkan kemenangan, untuk memperlebar jarak poin dengan pesaing lainnya di klasemen.

“Tapi ya pada akhirnya kita imbang, kita memang tidak kalah, tapi kita tidak senang dengan hasil ini karena kita mau datang ke sini dengan bawa pulang tiga poin,” tegasnya.

(Arif)

Pelatih Persib Buka Suara Soal Hasil Imbang kontra Borneo FC

0
persib fokusjabar.id
Pelatih Persib, Bojan Hodak (foto: Arif)

SAMARINDA, FOKUSJabar.id: Persib Bandung bermain imbang dengan Borneo FC pada pertandingan tandang kompetisi Super League 2025/2026, Minggu (15/3/2026) malam.

Pada pertandingan di Stadion Segiri, Samarinda, skor berakhir imbang 1-1. Persib sempat unggul lebih dulu melalui gol Adam Alis menit 14.

BACA JUGA:

Beckham: Menang kontra Persik jadi Modal Hadapi Borneo FC

Hanya saja, skuad Maung Bandung gagal mempertahankan keunggulan lantaran saat memasuki menit 84 Borneo FC berhasil menyamakan kedudukan melalui penalti Mariano Peralta.

Pelatih Persib, Bojan Hodak mengatakan, hasil laga tersebut tidak terlalu buruk bagi pasukannya.

Apalagi, Persib Bandung saat ini masih berada di puncak klasemen sementara dengan 58 poin, unggul 4 angka dari Borneo FC yang berada di posisi kedua.

Bojan Hodak mengapresiasi kerja keras yang ditampilkan anak asuhnya, karena dapat mendominasi jalannya pertandingan. Terutama di babak pertama.

“Saya pikir kami memiliki peluang yang lebih baik di babak pertama. Mereka (Borneo FC) tidak memiliki banyak peluang,” kata Hodak.

Memasuki babak kedua, Bojan Hodak menilai Borneo FC mendapatkan banyak tendangan bebas yang sempat mengancam gawang Persib.

Lebih lanjut Bojan Hodak menuturkan, meski hanya mampu meraih satu poin, hasil imbang tersebut membuat selisih poin di klasemen tetap terjaga.

BACA JUGA:

Pelatih Persib Bandung Puji Lini Depan dan Pertahanan

Sehingga menurut pelatih asal Kroasia ini akan membuat sisa kompetisi musim ini menjadi semakin menarik untuk disaksikan.

“Secara keseluruhan saya pikir ini hasil yang bagus karena kami tidak kalah. Selisih poin masih terjaga dan liga akan tetap menarik hingga akhir musim,” ujarnya.

(Arif)