spot_imgspot_img
Minggu 3 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7

Lepas Ratusan Jemaah  Calon Haji, Ini Pesan Bupati Ciamis

0
Bupati Ciamis Jemaah Haji fokusjabar.id
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat melepas calon jemaah haji Kloter 15

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Jawa Barat (Jabar), Herdiat Sunarya berpesan agar para jemaah Calon Haji (Calhaj) menjaga kesehatan dan pola makan saat berada di tanah suci.

Dia juga mengingatkan kondisi cuaca di Arab Saudi berbeda dengan di Ciamis.

BACA JUGA:

Sekda Ciamis Dorong FKDM Jadi ‘Mata dan Telinga’ Pemerintah untuk Deteksi Dini Gangguan Keamanan

Selain itu, saat berada di tanah suci jangan sampai terpisah dengan rombongan.

“Insyaallah makanan di sana sangat baik dan mengandung gizi tinggi tidak seperti MBG. Jadi para jamaah harus bisa menjaga pola makan,” kata Dia saat melepas calon jemaah haji Kloter 15, di Islamic Centre, Sabtu (2/5/2026).

Tak hanya itu, Herdiat juga berpesan para jemaah bisa menjaga nama baik negara.

“Laksanakan ibadah dengan khusu sesuai syariat yang di tentukan,” ingkapnya.

Bupati Ciamis mengatakan, keberangkatan calon jemaah haji tahun ini menjadi momen bersejarah. Pasalnya, untuk pertama kalinya jemaah di berangkatkan melalui Bandara Kertajati.

“Ini kebanggaan bagi kita semua Kloter 15 menjadi rombongan pertama dari Ciamis  yang berangkat melalui Kertajati,” katanya.

BACA JUGA:

Wamentan Turun Gunung ke Ciamis, Pastikan Peternak Ayam Rakyat Jadi Pilar Swasembada Pangan

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Ciamis, Syaeful Uyun menjelaskan, tahun ini Kabupaten Ciamis memberangkatkan dua Kloter (15 dan 31).

” Untuk Kloter 15 jumlah jemaah sebanyak 439 orang di tambah 5 petugas sehingga total 444 orang,” jelasnya.

(Husen Maharaja)

Pelatih Bhayangkara FC Ambil Hikmah Dikalahkan Persib Bandung

0
Pelatih Bhayangkara FC fokusjabar.id
Bhayangkara FC kontra Persib Bandung (foto: persib.co.id)

BANDAR LAMPUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster mengambil hikmah dari kekalahan timnya atas Persib Bandung.

Bagi Bhayangkara FC, kekalahan tersebut membuat mereka turun ke posisi keenam klasemen sementara Super League dengan 47 poin.

BACA JUGA:

Misi Balas Dendam jadi Target Pelatih Bhayangkara FC

Sedangkan bagi Persib Bandung kembali ke puncak menggeser Borneo FC di puncak klasemen karena menang head to head.

“Dalam pertandingan kali ini ada pelajaran berharga bagi tim untuk bangkit dan tampil lebih solid,” kata pelatih Bhayangkara FC.

Dia menilai, anak asuhnya memulai pertandingan dengan baik dan mengimbangi permainan hingga mampu mencetak dua gol terlebih dahulu. Namun, situasi berubah setelah turun minum.

Menurut dia, timnya tetap berupaya mencari cara untuk meraih kemenangan pada laga tersebut. Namun performa babak kedua memang tidak maksimal.

“Kami adalah tim yang kuat dan kejadian pada pertandingan kali ini justru akan membuat kami lebih baik ke depannya,” ungkap Dia.

“Sebenarnya di babak kedua kami punya dua gol. Namun dianulir oleh wasit karena off-side,” Paul menambahkan.

Untuk itu, Dia akan melakukan evaluasi. Larena Bhayangkara FC belum bermain dan melakukan yang terbaik.

BACA JUGA:

Menang vs Bhayangkara, Kapten Persib Fokus Hadapi PSIM

“Ini menjadi catatan penting bagi kami. Apa yang harus di lakukan dan di upayakan untuk meraih kemenangan,” katanya.

Pelatih Persib, Bojan Hodak mengakui, di babak pertama anak asuhnya bermain tidak sesuai harapan.

“Kami memulai pertandingan dengan cara yang salah. Tidak melakukan dengan tepat apa yang sudah kami sepakati untuk tidak di lakukan,” ungkapnya.

“Kami memberi mereka banyak ruang untuk serangan balik dan kita tampak seperti mengulang hal buruk pada laga sebelumnya. Bahwa setiap saat kita baru mulai bermain setelah lawan mencetak gol,” ujarnya.

Setelah tertinggal dua gol, skuad Maung Bandung mulai bangkit dan bisa tampil sesuai dengan strategi yang diterapkan.

Sehingga, Persib bisa menciptakan banyak peluang dan mencetak empat gol selain menutup pertandingan dengan kemenangan.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut: Buruh Pilar Penting dalam Struktur Ekonomi

0
Bupati Garut Buruh fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mendengarkan sejumlah aspirasi dan tuntutan para pekerja/buruh.

Dia menegaskan, buruh merupakan pilar penting dalam struktur sosial dan ekonomi di Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Buka Pameran Foto “Frame of Garut”

“Kami ucapkan selamat hari buruh internasional (May Day). Mudah-mudahan ke depan harapan buruh bisa terealisasi. Karena buruh bagian yang sangat penting,” kata Bupati Garut.

Menurut Syakur, langkah yang telah dan akan di ambil adalah pentingnya sinergi antara tiga pihak. Yakni pekerja, pengusaha dan pemerintah.

Syakur berkomitmen melakukan kunjungan silaturahmi ke perusahaan-perusahaan guna memastikan pemenuhan hak-hak buruh tetap berjalan tanpa mengganggu operasional bisnis.

“Perusahaan harus untung dan buruh juga mendapatkan haknya. Ini penting bagi pemerintah,” katanya.

Terkait isu pengupahan, Syakur mengakui perlunya evaluasi terhadap formula yang ada saat ini agar lebih berpihak pada kesejahteraan warga Garut.

“Kami berkomitmen akan mencari solusi terbaik terkait formula upah tersebut,” ucapnya.

Bupati Garut juga mengapresiasi terhadap kualitas tenaga kerja di wilayahnya. Menurut Dia, produktivitas buruh sudah memenuhi standar yang sangat baik.

BACA JUGA:

Bupati Garut Bicara Soal Peran Strategis Dinas Sosial

“Secara produktivitas saya yakin Kabupaten Garut sudah memenuhi standar-standar yang baik dan memiliki daya saing yang baik,” tegas Bupati.

Syakur berharap, komunikasi yang baik antara buruh dan pemerintah terus terjaga. Terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi makro.

Dia juga mengingatkan bahwa kebijakan yang diambil harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak menjadi beban bagi pihak manapun.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Buka Pameran Foto “Frame of Garut”

0
Bupati Garut Pameran Foto fokusjabar.id
Bupat Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin membuka pameran foto bertajuk “Frame of Garut” di Lantai UG Ciplaz Garut, Kecamatan Garut Kota.

Pameran foto tersebut dalam rangka perayaan hari jadi ke-6 (6th Anniversary) Garut Photo Club (GPC).

BACA JUGA:

Bupati Garut Bicara Soal Peran Strategis Dinas Sosial

Syakur mengatakan, Kabupaten Garut memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertalenta dan terampil. Namun, ia menyoroti perlunya wadah agar bakat-bakat tersebut dapat lebih terekspos.

“Masalahnya, bakat itu seringkali belum terangkat. Untuk itu, Kami dorong Garut itu menjadi kabupaten yang mengandalkan sektor pariwisata. Sehingga harus ada cerita-cerita atau narasi yang bagus tentang keindahan Garut,” ungkapnya.

Menurut Bupati Garut, untuk menarik minat wisatawan di perlukan visualisasi keindahan alam yang memikat. Salah satunya melalui karya fotografi.

“Kami sangat mendukung upaya mempromosikan keindahan alam Garut agar di kenal oleh semua orang melalui tangkapan momen fotografi. Saya berharap, kegiatan ini terus berlanjut dengan agenda yang lebih besar,” ujarnya.

Koordinator GPC, Andreas menjelaskan, peringatan tahun ke-6 terasa sangat istimewa karena di sinergikan dengan agenda Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2026.

BACA JUGA:

Bupati Garut Pimpin Rakor Aplikasi Sagarut

“Hari ini adalah hari istimewa untuk GPC bersamaan dengan GPBG 2026 atas permintaan dari Pak Kadisparbud,” katanya.

GPC menampilkan 50 karya foto terbaik yang memotret pesona Kabupaten Garut.

Salah satu sorotan utama dalam pameran ini adalah penghormatan kepada mendiang Frans Liniart, fotografer legendaris yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendokumentasikan Garut.

“Sebagai bentuk penghormatan, kami persembahkan dan dedikasikan pameran foto Garut ini untuk beliau dengan menampilkan lima karya terbaik hasil jepretan almarhum,” jelas Andreas.

Selain pameran foto, rangkaian 6th Anniversary GPC juga di meriahkan dengan lomba fotografi bertema “Gebyar Pesona Budaya Garut” yang memperebutkan piala bergilir Bupati Garut.

Andreas mengapresiasi terhadap perhatian Bupati Garut terhadap dunia Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan berharap pameran ini dapat berkontribusi membawa nama Garut semakin maju dan mendunia.

(Bambang Fouristian)

Pinjaman Rp230 Miliar untuk Bangun Jalan, DPRD Kabupaten Tasikmalaya Minta Proyek Tak Asal Jadi

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Gumilar Akhmad Purbawisesa

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Proyek pembangunan 32 ruas jalan di Kabupaten Tasikmalaya kini menjadi ujian serius bagi akuntabilitas dan kualitas infrastruktur daerah. Mengingat proyek ini menggunakan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sebesar Rp230,25 miliar, DPRD Kabupaten Tasikmalaya menuntut hasil yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Gumilar Akhmad Purbawisesa, memperingatkan para pelaksana agar tidak hanya mengejar penyelesaian administratif semata. Ia menekankan bahwa kualitas fisik di lapangan harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: 32 Ruas Jalan Diperbaiki, Bupati Tasikmalaya Bidik Pariwisata sebagai Motor Ekonomi

“Pelaksana tidak boleh mengurangi volume maupun kualitas pekerjaan sedikit pun. Semuanya harus berjalan sesuai perencanaan awal,” tegas Gumilar, Jumat (1/5/2026).

Tanggung Jawab Jangka Panjang

Gumilar menilai pembangunan jalan yang menggunakan skema utang menuntut standar kualitas yang lebih tinggi. Hal ini berkaitan erat dengan tanggung jawab jangka panjang pemerintah daerah dalam mengelola keuangan publik.

“Jalan ini minimal harus bertahan selama lima tahun. Jika infrastruktur cepat rusak, berarti perencanaan dan pelaksanaan proyek tidak berlangsung serius,” ujar Gumilar. Ia juga mengingatkan bahwa proyek ini baru memenuhi sebagian kecil kebutuhan jalan di Tasikmalaya, sehingga pemanfaatannya harus benar-benar optimal.

Beban Utang dan Pengawasan Publik

Senada dengan Komisi III, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Andi Supriadi, menegaskan bahwa skema pinjaman membawa konsekuensi tanggung jawab yang besar. Ia memandang proyek ini memiliki beban moral karena masyarakat turut menanggung pengembalian utang tersebut.

“Hasil pembangunan harus benar-benar mendorong ekonomi daerah. Ini bukan sekadar proyek biasa karena ada beban utang yang harus kita kembalikan bersama,” kata Andi.

Andi secara khusus mengajak masyarakat untuk aktif memantau jalannya pengerjaan di lapangan. Ia mendorong warga segera melaporkan setiap kejanggalan atau indikasi penyimpangan yang mereka temukan selama proses pembangunan berlangsung.

DPRD berharap pengawasan ketat dari legislatif dan partisipasi aktif publik mampu menjaga integritas proyek ini. Dengan demikian, perbaikan akses jalan tersebut dapat menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

(Farhan K)

32 Ruas Jalan Diperbaiki, Bupati Tasikmalaya Bidik Pariwisata sebagai Motor Ekonomi

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menargetkan pembangunan dan peningkatan 32 ruas jalan kabupaten melalui skema pinjaman daerah senilai Rp230 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Kebijakan ini merupakan strategi besar pemerintah daerah untuk memacu pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan pertanian.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, memprioritaskan perbaikan pada jalur-jalur strategis yang bersentuhan langsung dengan denyut ekonomi warga. Ia menilai infrastruktur jalan yang mantap menjadi fondasi utama untuk menghidupkan potensi wisata yang selama ini belum berkembang optimal.

Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Tegaskan Tak Ada Cashback Pinjaman Rp230 Miliar ke PT SMI

“Kami mengutamakan ruas jalan yang mampu menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru. Wilayah wisata harus lebih hidup, dan pemerintah wajib menunjangnya dengan akses jalan yang baik,” ujar Cecep, Jumat (1/5/2026).

Membuka Konektivitas Antarwilayah

Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa puluhan ruas jalan tersebut tersebar di berbagai titik krusial, seperti jalur Papayan–Cikalong, Ciawi–Singaparna, Manonjaya–Salopa, hingga Cineam–Rajadatu. Pengerjaan ruas-ruas ini bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah serta memperlancar distribusi hasil bumi dari desa ke kota.

Selain perbaikan rutin, Cecep merancang pengembangan jalur wisata khusus untuk menarik komunitas otomotif berskala nasional. Ia telah menjalin komunikasi dengan komunitas Mercedes Jip Indonesia (MJI) untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai rute touring utama.

Rute Wisata dari Gunung hingga Pantai

Pemerintah daerah merancang rute perjalanan yang dimulai dari Bandung dan Garut, kemudian memasuki Tasikmalaya melalui Kampung Naga di Salawu. Jalur tersebut berlanjut ke sentra manggis di Puspahiang, melintasi desa wisata alam di Taraju, hingga menembus kawasan Bojonggambir. Perjalanan panjang ini akan berakhir di destinasi wisata pantai selatan Cipatujah.

“Pemilihan rute ini bertujuan untuk menghidupkan seluruh kawasan wisata yang dilalui oleh para pelancong,” tegas Cecep.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap peningkatan kualitas jalan ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat sekaligus meningkatkan daya saing daerah. Pemkab menjamin seluruh proyek berjalan transparan dan mengutamakan standar kualitas tinggi agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam jangka panjang.

(Farhan K)

Bupati Tasikmalaya Tegaskan Tak Ada Cashback Pinjaman Rp230 Miliar ke PT SMI

0
pemkab tasikmalaya fokusjabar.id
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menjamin transparansi penuh dalam skema pinjaman daerah senilai Rp230,25 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menegaskan bahwa sistem pembiayaan untuk perbaikan infrastruktur jalan ini menutup ruang bagi praktik cashback.

Penegasan tersebut menyusul proses penandatanganan akad pinjaman di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (30/4/2026). Cecep menjelaskan bahwa mekanisme pinjaman ini sangat ketat karena mengadopsi pola Dana Alokasi Khusus (DAK). PT SMI akan membayar langsung pelaksana proyek berdasarkan progres fisik di lapangan melalui Bank BJB, tanpa melalui kas APBD.

Baca Juga: Menderita Konplikasi Penyakit, Dede Rohayati Warga Sukajadi Tasikmalaya Butuh Perhatian Pemerintah

“Dana ini tidak masuk ke rekening APBD, sehingga mustahil ada praktik cashback. PT SMI dan Kementerian Keuangan mengawasi langsung seluruh proses pembayaran sesuai perkembangan pekerjaan,” ujar Cecep, Jumat (1/5/2026).

Fokus Perbaikan 32 Ruas Jalan

Pemerintah daerah mengalokasikan dana jumbo tersebut untuk merehabilitasi 32 ruas jalan dengan total panjang 64,51 kilometer. Proyek ini tidak hanya menyasar pengaspalan ulang, tetapi juga membangun sistem drainase modern guna memperpanjang usia pakai infrastruktur jalan.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, menilai langkah ini sebagai strategi cerdas di tengah keterbatasan fiskal daerah. Ia menyebut pinjaman daerah merupakan hal lazim yang dapat dibayar kembali melalui optimalisasi pendapatan asli daerah, seperti sektor pajak.

Tasikmalaya Jadi Pelopor Pembiayaan Kreatif

Direktur Public Financing and Project Development PT SMI, Faaris Pranawa, memuji keberanian Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam mengambil langkah kreatif ini. Menurutnya, Tasikmalaya termasuk daerah yang progresif di antara 90 daerah lain di Indonesia dalam hal pembiayaan pembangunan.

Faaris menjamin pengawasan berlapis dari pihak konsultan dan tim internal PT SMI untuk memastikan kualitas pekerjaan di lapangan. Pencairan dana pun berlangsung secara bertahap sesuai bukti fisik yang ada di lapangan.

“Kami tidak mencairkan dana sekaligus. Pengawasan ketat ini bertujuan menjamin kualitas proyek dan keamanan pengembalian pembiayaan,” kata Faaris.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut mengawasi jalannya proyek infrastruktur ini. Keterlibatan publik diharapkan mampu memastikan pengerjaan jalan berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi mobilitas warga.

(Farhan K)