spot_imgspot_img
Selasa 29 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8

10 Ribu Anak Usia Dini Ikuti Latihan Manasik Haji di Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Pelaksanan latihan manasik haji Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sekitar 10.000 anak usia dini mengikuti latihan manasik haji di Halaman Islamic Center Kelurahan Kertasari, Kabupaten Ciamis, Sabtu (26/9/2026). Panitia membagi peserta ke dalam tiga kloter untuk mempraktikkan rukun ibadah haji.

Bunda PAUD Kabupaten Ciamis Hj. Kania Ernawati Herdiat membeberkan bahwa Forum Pencinta Anak Soleh-Salehah memprakarsai kegiatan akbar ini.

Baca Juga: Kalah dari Semen Padang, Herkis Ungkap PR Besar PSGC Ciamis Jelang ke Kudus

“Alhamdulillah, hari ini sekitar 10.000 anak hadir dan dibagi menjadi tiga kloter. Terima kasih kepada ketua dan seluruh jajaran penyelenggara yang telah mewujudkan kegiatan ini,” kata Kania.

Kania menilai latihan manasik haji ini bukan sekadar kegiatan seremonial semata. Pengalaman langsung ini menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW sejak dini.

“Manasik haji mengajarkan nilai-nilai yang lebih luas daripada tata cara ibadah. Anak-anak bisa belajar disiplin, sabar, mandiri, hidup kebersamaan serta saling menolong selama mengikuti setiap rangkaian kegiatan,” ucapnya.

Kania Tekankan Pentingnya Akhlak Mulia dan Keimanan Anak

Kania melanjutkan bahwa latihan manasik haji memberikan bekal pendidikan karakter serta keagamaan bagi anak-anak saat tumbuh dewasa.

“Pendidikan anak usia dini tidak boleh hanya berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung saja tetapi sangat penting menanamkan akhlak mulia, keimanan serta kepedulian sosial sejak masa pertumbuhan,” jelasnya.

Kania menegaskan bahwa anak merupakan amanah sekaligus penerus masa depan bangsa. Orang tua, guru, masyarakat, dan pemerintah memegang tanggung jawab bersama dalam mendidik anak.

“Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang saleh dan salihah, berbakti kepada orang tua, rajin beribadah, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkas Kania.

(Husen Maharaja)

Kalah dari Semen Padang, Herkis Ungkap PR Besar PSGC Ciamis Jelang ke Kudus

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Heri Kiswanto di dampingi M. Rokhmat di ruang press conference Stadion Galuh Ciamis usai pertandingan, Sabtu (26/09/2026).

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kekalahan 0-2 dari Semen Padang FC menjadi pekerjaan rumah besar bagi PSGC Ciamis untuk mengarungi Pegadaian Championship 2026/2027. Tim berjuluk Laskar Singacala ini berupaya membenahi variasi serangan dan mengikis kebiasaan mengandalkan umpan-umpan panjang.

PSGC Ciamis gagal mengamankan poin penuh saat menjamu Semen Padang di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga: Sempat Hantam Tiang dan Berkali-kali Mengancam, PSGC Ciamis Malah Kalah dari Semen Padang 0-2

Pelatih PSGC Ciamis Heri Kiswanto (Herkis) meminta para pemainnya segera memindahkan fokus ke laga berikutnya di markas Persiku Kudus.

“Kalau hasilnya kurang baik, tentu kita harus evaluasi dan fokus lagi ke pertandingan berikutnya di Kudus,” ujar Herkis di ruang konferensi pers Stadion Galuh Ciamis usai pertandingan.

Herkis menilai skema serangan anak asuhnya kurang variatif selama 90 menit pertandingan. Gol cepat Semen Padang juga merusak konsentrasi dan merusak ritme permainan Laskar Singacala.

“Memang betul ada kurangnya, mungkin kurang variatif. Tapi yang jelas anak-anak agak terganggu dengan gol pertama,” katanya.

Herkis Bakal Perbaiki Tiap Lini dan Bawa Misi Bangkit ke Kudus

Herkis terus menyuntikkan motivasi agar para pemain menjaga daya juang tinggi sepanjang laga walau berada dalam kondisi tertekan.

“Terus memberikan motivasi, kita bermain terus. Walaupun ada insiden atau kejadian, memang harus diselesaikan dengan 90 menit di lapangan,” jelas Herkis.

Herkis menegaskan bahwa tim kepelatihan bakal menggelar evaluasi menyeluruh sebelum bertolak menuju Kudus. Mengenai wacana penambahan pemain, Herkis menyebut bursa transfer sudah tutup dan baru buka kembali pada periode berikutnya.

“Tim ini memang masih perlu kerja keras lagi, banyak PR-nya. Semoga kesalahan ataupun kekeliruan seperti tadi di lapangan tidak terulang lagi,” tegasnya.

Pemain PSGC Ciamis Surya Wardana sepakat bahwa timnya wajib mengurangi ketergantungan pada umpan panjang (long ball).

“Hasil pertandingan yang kurang baik hari ini, kita bakal evaluasi tim ini dan mengurangi long ball, melakukan evaluasi tiap lini,” ujar Surya Wardana.

Surya Wardana berharap proses perbaikan ini membuahkan hasil manis sehingga PSGC Ciamis bisa mengamankan tiga poin pada laga tandang mendatang.

(Mia)

Sempat Hantam Tiang dan Berkali-kali Mengancam, PSGC Ciamis Malah Kalah dari Semen Padang 0-2

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: (Dok. PHO)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pertandingan Pegadaian Championship 2026/2027 antara PSGC Ciamis melawan Semen Padang FC berlangsung sengit selama 90 menit di Stadion Galuh, Sabtu (26/9/2026). Sebanyak 11.263 penonton menyaksikan langsung laga penuh drama yang menguras emosi ini.

PSGC Ciamis mengawali laga dengan mengambil inisiatif serangan lewat aksi Johan Bonilla dan Ezechiel N’Douassel. Namun, Semen Padang merespons cepat lewat skema serangan balik mematikan.

Baca Juga: Semen Padang Curi 3 Poin di Stadion Galuh, PSGC Ciamis Kalah 0-2

Pada menit ke-14, Stefano Lilipaly mengirim umpan silang dari sisi kanan. Ilija Spasojevic menyambut bola dan langsung membobol gawang PSGC Ciamis.

Wasit sempat menghentikan pertandingan guna memeriksa VAR terkait dugaan offside. Setelah meninjau tayangan ulang, wasit mengesahkan gol Spasojevic tersebut.

PSGC hampir menyamakan skor pada menit ke-23, namun sepakan keras Bonilla malah menghantam tiang gawang. Jelang rehat, kiper Semen Padang menggagalkan peluang emas Ezechiel. Babak pertama usai dengan skor 0-1.

Serangan Balik M. Rahmat Kunci Kemenangan Tim Tamu

Memasuki babak kedua, PSGC tampil lebih agresif menggempur pertahanan lawan. Ezechiel berulang kali mengancam lewat bola-bola udara, sementara Ghani Fathir melepaskan tembakan jarak jauh.

Pelatih PSGC memasukkan Cahaya dan Kaka Reda untuk menambah daya gedor. Pada menit ke-58, sundulan tajam Ezechiel kembali membentur ketangguhan kiper Semen Padang.

Semen Padang membalas ancaman pada menit ke-64 lewat aksi Zulkifli, namun bola sepakannya masih menyamping dari sasaran.

Petaka bagi tuan rumah tercipta pada menit ke-86. Semen Padang melancarkan serangan balik kilat lewat umpan lambung terukur. M. Rahmat memanfaatkan celah tersebut untuk mengunci gol kedua tim tamu.

Skor berubah menjadi 0-2 untuk keunggulan Semen Padang FC.

PSGC terus berjuang mengejar ketinggalan hingga menit akhir, tetapi peluit panjang mengakhiri perlawanan tuan rumah. Kemenangan ini sekaligus menghentikan tren positif PSGC Ciamis usai meraih hasil maksimal pada laga sebelumnya.

(Mia)

Semen Padang Curi 3 Poin di Stadion Galuh, PSGC Ciamis Kalah 0-2

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Nil Maizar didampingi M. Rahmat saat Konferensi pers di ruang press conference Stadion Galuh Ciamis Usai pertandingan

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Strategi Semen Padang FC membatasi ruang gerak pemain kunci PSGC Ciamis berbuah manis. Dua gol Ilija Spasojevic dan M. Rahmat mengantarkan tim tamu meraih kemenangan 2-0 di Stadion Galuh, Sabtu (26/9/2026).

Pelatih Kepala Semen Padang FC Nilmaizar membeberkan bahwa jajarannya sudah menganalisis gaya permainan PSGC sebelum laga bergulir. Nilmaizar memberi perhatian khusus kepada Ezechiel N’Douassel dan Johan Bonilla.

Baca Juga: Federico Barba Ungkap Coach Bojan Hodak dan Filippo Inzaghi

“Ezechiel dan Bonilla adalah pemain yang berpengaruh di PSGC Ciamis. Kami melakukan penjagaan agar Ezechiel tidak leluasa,” ujar Nilmaizar di ruang konferensi pers Stadion Galuh Ciamis usai pertandingan.

Nilmaizar menginstruksikan anak asuhnya untuk mengandalkan permainan operan pendek dari lini belakang ketimbang duel bola panjang.

“Kami sudah melakukan taktik dengan baik menjaga Ezechiel. Kami tidak bermain long pass, kami bermain kaki ke kaki dari belakang ke tengah sampai ke depan,” jelasnya.

Kunci Kemenangan dan Target Promosi Liga 1

Nilmaizar memuji kerja keras dan kekompakan seluruh pemain sepanjang 90 menit pertandingan.

“Kunci kemenangan saya pikir kebersamaan. Tekad anak-anak luar biasa, segala daya upaya mereka bagaimana bisa meraih poin, berjuang sampai luar biasa,” katanya.

Nilmaizar juga mengabarkan kondisi Esteban Vizcarra yang masih menjalani masa pemulihan cedera. Kendati demikian, ia memastikan target tim untuk mengunci tiket promosi ke Liga 1 tetap membara.

Pemain Semen Padang M. Rahmat mengapresiasi kerja sama seluruh rekan setimnya. Rahmat menyebut hasil manis ini sesuai dengan target awal tim saat menyambangi markas PSGC Ciamis.

“Yang pertama-tama saya mengucapkan syukur Alhamdulillah karena target kami datang ke sini untuk tiga poin. Alhamdulillah kerja sama seluruh tim,” ujar Rahmat.

Kemenangan 2-0 ini makin memperkokoh posisi Semen Padang FC dalam memburu puncak klasemen Pegadaian Championship 2026/2027.

(Mia)

Dengar Tangisan dari Luar Rumah, Warga Karangkamulyan Ciamis Temukan Bayi dalam Kardus

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ilustrasi

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Warga Dusun dan Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis menemukan sosok bayi mungil di depan rumah warga. Pelaku pembuangan menaruh bayi hidup berbalut kain selimut tersebut ke dalam sebuah kardus.

Dugaan awal mengarah pada hasil hubungan gelap orang tua yang tidak mau bertanggung jawab.

Baca Juga: Warga Cikoneng Ciamis Temukan Kakek 81 Tahun Meninggal di Kebun Bambu

Baca Juga: GP Ansor Ciamis Gebrak Program Pemuda, Siapkan Kebun Kakao, Beasiswa Kuliah dan Pelatihan IT

Kapolsek Cijeungjing AKP Purwanto membenarkan bahwa personel piket Polsek Cijeungjing telah menerima laporan dari aparat Pemerintah Desa Karangkamulyan.

“Mendapat laporan itu anggota piket langsung menindaklanjuti laporan itu dengan menuju lokasi kejadian,” kata Purwanto, Sabtu (26/9/2026).

Suara Tangisan di Depan Pintu Rumah Warga

Purwanto membeberkan bahwa pelaku menaruh kardus berisi bayi tepat di depan pintu rumah pemilik lokasi.

“Menurut keterangan saksi bayi itu bisa ditemukan karena pemilik rumah mendengar suara tangisan yang berasal dari luar rumah,” ucapnya.

Pemilik rumah yang penasaran segera keluar dan mendapati bayi mungil tersebut masih bernapas.

Polsek Cijeungjing Gandeng Satreskrim Polres Ciamis

Warga segera membawa bayi mungil ini ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Ciamis untuk menindaklanjuti kejadian selanjutnya,” ungkap Purwanto.

Saat ini jajaran kepolisian masih memburu pelaku yang tega membuang bayi tersebut.

(Husen Maharaja)

Jalur Kereta Banjar-Pangandaran Bakal Direaktivasi 2028-2029, Pemprov Jabar Siapkan Dokumen

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Bekas jalur kereta api di wilayah Kecamatan Kalipucang Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menyiapkan rencana reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran. Pemprov Jabar menargetkan realisasi proyek reaktivasi ini berlangsung pada periode 2028-2029.

Jalur bersejarah ini merupakan bagian dari lintasan lama Banjar-Cijulang yang menghubungkan wilayah Banjar hingga Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Dulu Jadi Ujung Jalur Kereta BanCi, Begini Kondisi Bekas Stasiun Cijulang Pangandaran Sekarang

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar mengonfirmasi bahwa proses reaktivasi saat ini masih berada dalam tahap penyusunan dokumen.

“Target reaktivasi dari rencana awal yang sudah ditawarkan itu di tahun 2028-2029,” kata Dhani, Sabtu (26/9/2026).

Pemprov Jabar menyelesaikan dokumen perencanaan pada tahun 2026. Selanjutnya, pemerintah siap menawarkan proyek ini kepada para investor pada tahun 2027.

Jalur Bersejarah Sepanjang 82 Kilometer

Jalur Banjar-Cijulang membentang sepanjang 82 kilometer. Lintasan ini melintasi Banjar, Banjarsari, Padaherang, Kalipucang, Ciputrapinggan, Pangandaran, Parigi, hingga Cijulang.

Pemerintah Hindia Belanda membangun jalur ini sejak November 1913 untuk mengangkut hasil bumi. Kereta melintasi sejumlah jembatan dan empat terowongan bersejarah, yakni Terowongan Batulawang, Hendrik, Juliana, serta Wilhelmina.

Namun, operasional kereta api di jalur ini berhenti secara bertahap. Pengelola menutup rute Pangandaran-Cijulang pada 1981, lalu menutup rute Banjar-Pangandaran pada 1984.

Jejak fisik jalur lama masih berdiri di Cijulang berupa bangunan bekas Stasiun Cijulang di Jalan Bandara Nusawiru.

Potensi Ekonomi dan Penetapan Cagar Budaya

Pemkab Pangandaran melangkah cepat untuk menyelamatkan aset sejarah di sepanjang jalur tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Pangandaran Sulastri menyebut Tim Ahli Cagar Budaya telah selesai menilai fisik bekas Stasiun Cijulang.

“Untuk eks Stasiun Cijulang sudah ada penilaian dari Tim Ahli Cagar Budaya dan sedang proses penetapan SK cagar budayanya. Sudah masuk Data Pokok Kebudayaan juga,” kata Sulastri.

Pemkab Pangandaran juga memasukkan bekas Stasiun Pangandaran ke dalam Data Pokok Kebudayaan sebagai objek diduga cagar budaya.

Dhani menambahkan bahwa hasil perhitungan awal menunjukkan potensi ekonomi yang sangat besar dari reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran. Proyek ini bakal memperkuat sistem transportasi dan pariwisata di Jawa Barat.

(Sajidin)

Dulu Jadi Ujung Jalur Kereta BanCi, Begini Kondisi Bekas Stasiun Cijulang Pangandaran Sekarang

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan bekas Stasiun Cijulang Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kondisi bekas Stasiun Cijulang di Kabupaten Pangandaran memprihatinkan. Bangunan bersejarah yang menjadi titik akhir jalur kereta api Banjar-Cijulang ini masih berdiri kokoh meski tanaman liar menyelimuti area sekitarnya.

Bangunan stasiun ini berlokasi di Jalan Bandara Nusawiru, Dusun Kalenwadas, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang.

Baca Juga: Atap Terminal Kalipucang Pangandaran Rontok, Begini Rencana Perbaikannya

Pantauan di lokasi menunjukkan plesteran dan cat dinding bata merah mengelupas di banyak bagian, Sabtu (26/9/2026). Tanaman liar dan sampah daun kering mengotori bagian dalam bangunan.

Meski tidak beroperasi selama puluhan tahun, stasiun ini masih mempertahankan bentuk aslinya. Jendela berteralis besi masih menempel rapat di beberapa sisi bangunan.

Jejak Jalur Kereta Api Banjar-Cijulang

Bekas Stasiun Cijulang merupakan ujung jalur kereta api Banjar-Cijulang atau jalur BanCi sepanjang 82 kilometer. Rute ini dahulu menghubungkan Banjar, Banjarsari, Padaherang, Kalipucang, Ciputrapinggan, Pangandaran, Parigi, hingga Cijulang.

Pemerintah Hindia Belanda membangun jalur ini sejak November 1913 untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

Kereta api melintasi sejumlah jembatan dan empat terowongan megah, yakni Terowongan Batulawang, Hendrik, Juliana, serta Wilhelmina. Stasiun Cijulang memiliki bangunan berbentuk segi empat berukuran 24,40 meter x 5,70 meter.

Layanan kereta api di jalur ini berhenti secara bertahap. Pengelola menutup rute Pangandaran-Cijulang pada 1981 dan menyusul rute Banjar-Pangandaran pada 1984.

Pemkab Pangandaran Proses Penetapan SK Cagar Budaya

Meski kondisinya terbengkalai, Pemkab Pangandaran melangkah cepat untuk menyelamatkan aset bersejarah ini.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Pangandaran Sulastri mengonfirmasi bahwa Tim Ahli Cagar Budaya telah rampung menilai kondisi bangunan stasiun.

“Untuk eks Stasiun Cijulang sudah ada penilaian dari Tim Ahli Cagar Budaya dan sedang proses penetapan SK cagar budayanya. Sudah masuk Data Pokok Kebudayaan juga,” kata Sulastri.

Selain bekas Stasiun Cijulang, Disparbud Pangandaran juga mendaftarkan bekas Stasiun Pangandaran ke dalam Data Pokok Kebudayaan sebagai objek diduga cagar budaya.

(Sajidin)