spot_imgspot_img
Selasa 29 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 9

Rutilahu Majalengka Melonjak, Hampir 4.000 Rumah Dapat Bantuan pada 2026

0
Majalengka, FOKUSJabar.id
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Rumkintan) Kabupaten Majalengka, Sidharta saat di wawancara (Jilly Ortega / Fokus Jabar)

MAHALENGKA,FOKUSJabar.id: Penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kabupaten Majalengka pada 2026 melonjak kencang. Jika pada 2025 program ini menyasar 420 unit, tahun ini targetnya menembus hampir 4.000 unit rumah dari pelbagai sumber dana.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Rumkintan) Kabupaten Majalengka Sidharta membeberkan bahwa kenaikan ini berasal dari kolaborasi pemerintah daerah, pusat, dan sektor swasta.

Baca Juga: Pemuda PUI Majalengka Ditantang Bergerak dan Bikin Perubahan

“Tahun ini kita hampir 4.000 unit,” ujar Sidharta, Sabtu (26/9/2026).

Rinciannya, bantuan keuangan kabupaten ke desa menopang 1.715 unit rumah. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat menyumbang 2.025 unit.

Selain itu, APBD Kabupaten Majalengka membiayai 35 unit dan CSR Bank BJB menyalurkan bantuan untuk 9 unit rumah.

Sidharta menegaskan bahwa angka ini bakal bertambah karena Baznas Majalengka masih menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah warga.

“Cukup banyak yang terealisasi dan sedang kita tangani,” katanya.

Kucuran Dana Capai Puluhan Miliar Rupiah

Program perbaikan rutilahu tahun ini menguras anggaran hingga puluhan miliar rupiah. Pemkab Majalengka mengalokasikan Rp34,3 miliar untuk bantuan keuangan desa dengan skema Rp100 juta per desa.

Sementara itu, Pemerintah Pusat mengucurkan dana BSPS senilai Rp44 miliar untuk mengover 2.025 unit rumah.

Sidharta mencatat progres fisik perbaikan rutilahu sudah menyentuh angka 70 hingga 80 persen per September 2026.

Syarat dan Kriteria Warga Penerima Bantuan Rutilahu

Sidharta menegaskan bahwa calon penerima bantuan wajib memenuhi kriteria ketat. Warga harus masuk kelompok desil 1 sampai 4, memiliki tanah pribadi, berpenghasilan di bawah UMK, serta siap melakukan swadaya.

Tim penilai memeriksa kondisi fisik rumah yang meliputi atap, lantai, dan dinding (Aladin), serta kecukupan ruang, sanitasi, dan sirkulasi udara.

“Kalau rumah tidak layak huni itu pasti terlihat,” ujar Sidharta.

Dinas Rumkintan mengacu pada basis data hasil pendataan desa dan menggelar verifikasi lapangan demi memastikan bantuan tepat sasaran.

(Jilly Ortega)

HJKB ke-216 di Tengah Sorotan, Pengamat Singgung “Pisah Ranjang” Farhan-Erwin

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin -Ist-

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Yogi Suprayogi prihatin melihat hubungan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin. Yogi menyebut keharmonisan Pemkot Bandung terganggu di tengah momentum Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB).

Yogi menyayangkan dinamika politik ini karena Kota Bandung masih menghadapi ancaman kemacetan dan penumpukan sampah.

Baca Juga: Gelar Kulture Union di Bandung, BB1%MC Dorong Ekosistem UMKM dan Industri Otomotif

“Dan sekarang kita menghadapi ulang tahun Kota Bandung yang prihatin sih kalau menurut saya ya. Wali Kota dan Wakil Wali Kota pisah ranjang. Jadi dengan pisah ranjang seperti kita sebagai anak-anak prihatin lah ya,” kata Yogi, Sabtu (26/9/2026).

Yogi menilai Farhan dan Erwin memperlihatkan gaya politik yang kurang dewasa kepada publik. Kondisi ini berpotensi menghambat pengambilan keputusan strategis bagi warga Kota Bandung.

“Seharusnya di 216 ini kita semakin dewasa, semakin kompak. Tapi kita dipertontonkan dengan drama politik lokal. Saya pikir seharusnya tidak muncul ke permukaan,” ucapnya.

Meski memberi kritik pedas, Yogi tetap memuji keberhasilan Pemkot Bandung di bawah kepemimpinan Farhan dan Erwin. Salah satunya lewat penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Dipatiukur.

“Saya di depan kampus Unpad, kami di Dipatiukur 50 tahunan tapi akhirnya selesai. Tapi sekarang alhamdulillah selesai. Ada beberapa hal yang bisa selesai sih di zaman Pak Wali Pak Farhan dan Kang Erwin. Saya apresiasi itu,” ujarnya.

Yogi membeberkan bahwa penataan PKL kawasan Dipatiukur membutuhkan keberanian besar karena menyeret kepentingan ormas dan partai politik.

“Yang cukup sulit dulu tuh sulit banget. Ormas politiknya kan bermain di situ ya,” ungkap Yogi.

Tekankan Rekayasa Sosial Warga Untuk Atasi Masalah Sampah

Selain kemacetan dan tata kota yang makin padat, Yogi menyoroti penanganan sampah Kota Bandung. Yogi menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan teknologi canggih atau kucuran investasi besar.

Pemkot Bandung wajib menjalankan rekayasa sosial guna mengubah kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah.

“Karena mau teknologi apa pun, kalau buat saya sebagai pengamat ngelihatnya, mau teknologi apa pun untuk penyelesaian sampah, selama masyarakatnya tidak bisa direkayasa oleh pemerintah, rekayasa sosial untuk sampah kita tidak akan selesai masalah sampah ini,” jelasnya.

Yogi menambahkan bahwa suntikan modal besar tidak akan berdampak tanpa kedewasaan warga dalam mengelola sampah rumah tangga.

(Yusuf Mugni)

Gelar Kulture Union di Bandung, BB1%MC Dorong Ekosistem UMKM dan Industri Otomotif

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Gelar Kulture Union di Bandung, BB1%MC Dorong Ekosistem UMKM dan Industri Otomotif

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia merayakan Peringatan Hari Jadi ke-38 secara meriah di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Panitia mengusung tajuk Kulture Union dengan tema “Ride With Brothers” untuk mempertemukan berbagai klub motor dari seluruh Indonesia hingga kawasan Asia.

Kini budaya sepeda motor di Indonesia dan Asia berkembang sangat pesat. Kendaraan roda dua bertransformasi dari sekadar alat transportasi menjadi identitas, gaya hidup, serta simbol persaudaraan tanpa batas.

Baca Juga: Ultah ke-49, Igor Tolic Ungkap Target Besar Bersama Persib

Bikers Brotherhood 1% MC merancang Kulture Union sebagai proyek berkelanjutan. Ajang ini merayakan kultur roda dua, seni modifikasi, dan solidaritas lintas negara berbasis nilai positif.

El Presidente Bikers Brotherhood 1% MC Benny Bebit menjelaskan bahwa acara ini memberi panggung bagi keunikan dan kreativitas setiap klub motor.

“Hal yang paling penting dari acara ini adalah keberlanjutan komunitas, terlebih dampak ekonominya terhadap sektor UMKM kreatif. Kami ingin menciptakan ekosistem bisnis roda dua yang sehat sekaligus mempromosikan Bandung sebagai pusat kreativitas otomotif,” ujar Benny.

Benny berharap perayaan ini memicu seluruh klub motor untuk bersatu tanpa sekat kepentingan demi memperkuat perkembangan dunia otomotif nasional.

Nanan Soekarna Puji Konsistensi Bikers Brotherhood 1% MC

Komjen (Purn) Nanan Soekarna menghadiri acara ini sebagai tamu kehormatan. Kemudian Nanan mengapresiasi konsistensi Bikers Brotherhood 1% MC dalam merawat nilai persaudaraan.

Ia menegaskan bahwa seluruh komunitas motor wajib menjadikan ajang ini sebagai momentum pemersatu.

“Bikers Brotherhood 1% MC memiliki tagline ‘Benteng Terakhir NKRI adalah Persaudaraan’. Ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam, bahwa persaudaraan berada di atas segalanya,” kata Nanan.

(Anthika Asmara)

Pemuda PUI Majalengka Ditantang Bergerak dan Bikin Perubahan

0
Pemuda PUI Kabupaten Majalengka fokusjabar.id
Pelantikan Pengurus Daerah Pemuda PUI Majalengka 2026/2029 (Jilly Ortega/Fokus Jabar)

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Pelantikan Pengurus Daerah Pemuda PUI Kabupaten Majalengka masa amal 2026-2029 menjadi momentum untuk mendorong kader muda lebih aktif dalam dakwah, pengabdian masyarakat dan gerakan perubahan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Daerah PD HIMA PUI masa amal 2025-2026 serta Pelantikan, Upgrading dan Rakerda PD Pemuda PUI Kabupaten Majalengka di Gedung Bapermin, Sabtu (26/9/2026).

BACA JUGA:

KNPI Fest Vol 2 Majalengka Buka 2.789 Lowongan Kerja, 21 Perusahaan Siap Rekrut

Mengusung tema “Meneguhkan Kepemimpinan, Menguatkan Ukhuwah dan Membangun Sinergi untuk Pemuda PUI dan HIMA PUI Kabupaten Majalengka yang Berkemajuan,” kegiatan ini di hadiri jajaran pengurus PUI, Pemuda PUI, mahasiswa serta sejumlah tokoh daerah.

Ketua PD Pemuda PUI Majalengka, Ahmad Yunus mengatakan, kepengurusan baru berjumlah 35 orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah dan organisasi cabang di Kabupaten Majalengka.

Menurutnya, pembentukan kepengurusan tersebut bukan sekadar memenuhi agenda organisasi. Melainkan langkah awal untuk menghidupkan kembali pergerakan Pemuda PUI di tingkat kecamatan.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Mari kita sama-sama bekerja sama untuk memajukan dakwah PUI” ujar Ahmad Yunus.

Ia menegaskan, pengurus baru memiliki tanggung jawab untuk memperkuat dakwah, pembinaan dan kaderisasi.

Salah satu targetnya adalah melahirkan kader ideologis, struktural hingga kader yang mampu berkontribusi dalam kehidupan politik.

“Yang pasti, kita punya tugas yang sangat besar. Salah satunya adalah delapan ISLAH,” katanya.

Ahmad Yunus juga mengajak para pengurus yang baru di lantik untuk tidak ragu kembali aktif di lingkungan PUI.

“Orang-orang baru tapi bukan orang-orang baru non-PUI, bukan. Orang PUI yang sudah lama tidak aktif, mau aktif lagi, alhamdulillah,” tuturnya.

Ketua Umum PW Pemuda PUI Jawa Barat, Muhammad Ma’sum, menyoroti pentingnya kemandirian organisasi agar gerakan Pemuda PUI tidak berhenti pada pelantikan dan rapat kerja.

BACA JUGA:

LP2B Majalengka Disepakati 80,86 Persen, Pemkab Siapkan 7.000 Hektare untuk Kawasan Industri

Ia menyebut, Majalengka memiliki modal organisasi yang cukup lengkap. Mulai dari Pemuda PUI, HIMA, HIJAR, Sofia Cahya Bangsa, hingga struktur induk PUI.

“Dengan sumber daya yang melimpah di Majalengka, nampaknya tidak menjadikan pergerakan Pemuda PUI ini hanya selesai di pelantikan dan Raker saja,” tegasnya.

Ma’sum mendorong pengurus untuk mengoptimalkan sumber daya kader, lembaga pendidikan dan tokoh PUI yang ada di Majalengka.

Selain itu, ia menyampaikan rencana PW Pemuda PUI Jawa Barat untuk mengembangkan badan usaha sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian finansial organisasi.

Menurutnya, kemandirian finansial di perlukan agar organisasi memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam menjalankan program dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Dukungan terhadap kepengurusan baru juga di sampaikan Ketua 3 DPD PUI Kabupaten Majalengka, Deden Hardian Narayanto.

Deden mengingatkan, Pemuda PUI harus menjadi pelopor perubahan dan tidak hanya menjadi penonton ketika melihat persoalan di masyarakat.

“Bagaimana terus bergerak, bagaimana membuat inovasi-inovasi, jangan menunggu perintah dari DPD, dari Jawa Barat misalkan, lakukan” serunya.

Ia bahkan mendorong Pemuda PUI bersama HIMA dan organisasi pelajar untuk berani menyampaikan aspirasi masyarakat kepada DPRD Kabupaten Majalengka.

“Jangan sampai pemuda ini menjadi orang-orang yang menjadi penonton saja,” katanya.

Rangkaian kegiatan kemudian di lanjutkan dengan musyawarah daerah HIMA PUI, upgrading serta rapat kerja daerah Pemuda PUI Kabupaten Majalengka.

Melalui kepengurusan baru tersebut, Pemuda PUI dan HIMA PUI di harapkan mampu memperkuat sinergi, memperluas pengabdian, dan menghadirkan gerakan yang lebih nyata bagi masyarakat Kabupaten Majalengka.

(Jilly Ortega)

PT 5 Persen, Poltracking Indonesia: 5 Parpol Lolos Senayan

0
Poltracking Indonesia fokusjabar.id
foto ilustrasi

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Poltracking Indonesia merilis hasil survei “Membaca Peta Elektoral dan Dinamika Partai Politik,” pada Rabu (23/9/2026) lalu.

Berdasarkan hasil survei yang di lakukan Poltracking Indonesia pada 14-20 Agustus 2026, hanya lima Partai Politik (Parpol) dari 18 peserta Pemilu 2024 yang menempatkan wakilnya di DPR jika Parliamentary Threshold (PT) di tetapkan sebesar 5 persen dalam RUU Pemilu.

BACA JUGA:

Soal Parliamentary Threshold, Sekjen Partai Demokrat Bilang Begini

Dalam survei tersebut, responden di tanya mengenai pilihan parpol atau caleg DPR dari parpol mana yang akan di pilih jika saat ini datang ke TPS dan berada di bilik suara.

Hasilnya, Partai Gerindra menjadi parpol dengan elektabilitas tertinggi dengan 23,2 persen.

Selanjutnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 11,6 persen, Partai Golkar 10,4 persen, PKB 6,2 persen dan Partai Demokrat di angka 6,1 persen.

Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro menyebut, tiga parpol parlemen lainnya, Partai NasDem (4,4 persen) PAN (3,4 persen) dan PKS (3,3, persen) terancam gagal lolos parlemen jika DPR dan pemerintah nantinya memutuskan ambang batas parlemen sebesar 5 persen.

Bahkan, dengan ambang batas parlemen saat ini sebesar 4 persen, PAN dan PKS terancam gagal lolos parlemen jika melihat hasil survei Poltracking.

Sementara elektabilitas PSI berada di angka 2,3 persen dan PPP 1,9 persen serta partai lainnya di bawah 1 persen.

Yoki menekankan, elektabilitas tersebut merupakan potret terbaru dari survei yang di lakukan Poltracking pada pertengahan Agustus 2026.

Untuk itu, berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan langkah-langkah strategis yang akan di ambil oleh parpol.

Parliamentary Threshold 5 Persen

Survei ini di lakukan Poltracking Indonesia pada 14-20 Agustus 2026 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Sampel pada survei ini adalah 1220 responden dengan margin of error +/-2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei ini, Poltracking juga menyoroti mengenai pengetahuan masyarakat mengenai parliamentary threshold.

Berdasarkan survei itu terungkap, mayoritas masyarakat (64,7 persen) responden tidak mengetahui mengenai ambang batas parlemen saat ini sebesar 4 persen.

Sementara dari 17,7 persen responden yang mengenai PT 4 persen, sebanyak 49 persen responden menilai aturan itu sudah tepat.

Terdapat 14,8 persen responden yang menilai ambang batas parlemen lebih tepat di atas 7 persen. Dan sisanya, yakni 7,6 persen menilai PT 6 persen lebih tepat.

BACA JUGA:

Soal Parliamentary Threshold, Ini Sikap PDI Perjuangan

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, parpol parlemen mulai membahas mengenai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dan ambang batas calon presiden atau presidential threshold dalam revisi UU Pemilu.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Sugiono mengatakan, ada kesepakatan yang di capai dalam pertemuan tersebut.

Menurut Dia, sejumlah partai setuju dengan usulan angka PT 5 persen.

Ketum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengatakan, komunikasi dengan lintas partai menunjukkan adanya pendapat yang berbeda. Yakni dari 5-7 persen.

“Parliamentary threshold dalam komunikasi kita dengan lintas partai memang ada yang menginginkan ada 5. 6 dan 7 persen. Di bawah itu juga ada,” kata Bahlil.

Soal angka PT 5 persen yang di sebut sudah di sepakati mayoritas parpol, Bahlil mengiyakan. Menurutnya, angka tersebut ideal.

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh menginginkan PT menjadi 7 persen. Dia menilai, angka tersebut bisa membuat partai yang lolos seleksi lebih sedikit. Sehingga dapat mempermudah tata kelola demokrasi.

“Dari pemilu ke pemilu memang NasDem paling eager untuk menaikkan tingkat parliamentary threshold. Saya harus katakan sejujurnya memang itu. Karena memang pertimbangan kita adalah selected partai,” katanya.

Dia menegaskan, NasDem selalu konsisten terhadap kenaikan ambang batas parlemen. Meski begitu, tetap menghargai pandangan yang berbeda dari partai lain.

Di sisi lain, kondisi elektabilitas NasDem saat ini pun belum mencapai angka 7 persen dalam perhitungan ambang batas parlemen.

Dia mengaku rela jika memang NasDem tidak lolos ke parlemen ketika ambang batas di naikkan menjadi 7 persen.

“NasDem mengusulkan 7 persen walaupun kami baru mencapai 4 persen. Jadi NasDem mengikhlaskan kalau enggak masuk di parlemen karena PT tinggi.”

BACA JUGA:

Institut Partai Demokrat Gelar Dikpolnas 2026 di Museum dan Galeri SBY-Ani

“Keinginan kami mementingkan kepentingan nasional ketimbang kepentingan partai,” ujarnya.

Demokrat Usul ‘Dapil Nasional’

Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat, Dede Yusuf mengatakan, pihaknya mengusulkan konsep ‘Dapil Nasional’ atau national pool dalam penerapan pemilu anggota DPR RI. Kampanye& Pemilu

Ia menekankan, sisa suara dari partai-partai yang lolos ambang batas bisa di kumpulkan untuk kemudian di tentukan sebagai kursi tambahan di DPR.

Dede kemudian menyinggung tentang penggabungan sisa suara (stembus accord) yang pernah di gunakan dalam Pemilu 1999. Ia berharap, pengkajian konsep tersebut dapat mengurangi sisa suara yang hangus.

“Itu sebabnya Demokrat sejak awal sudah mengusulkan konsep ‘Dapil Nasional’ (national pool). Di mana sisa suara rakyat dari partai-partai yang lolos threshold nanti akan di konversi menjadi dapil nasional. Sehingga tidak ada suara rakyat yang terbuang. Dulu pernah di lakukan model stembus accord,” ucapnya.

Kendati demikian usulan tersebut masih di kaji oleh partai. Ia pun menyinggung konsep seperti itu di gunakan di Selandia Baru hingga Jerman.

Anggota Komisi II DPR Fraksi PKB, Muhammad Khozin menjelaskan, usulan ini juga sejalan dengan semangat Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 116/PUU-XXI/2023 yang mengamanatkan penataan ulang ambang batas parlemen agar lebih rasional.

“Angka 5 persen merupakan pandangan PKB dalam melihat desain sistem pemilu yang ideal, dengan tetap membuka ruang pembahasan bersama dalam proses penyusunan RUU Pemilu,” kata Khozin.

Ia mengkalkulasi, penerapan parliamentary threshold sebesar 5 persen di atas kertas berpotensi meloloskan sekitar tujuh hingga delapan partai politik ke Senayan.

Jumlah tersebut di nilai tidak jauh berbeda dengan konfigurasi hasil Pemilu 2024 yang menggunakan syarat ambang batas 4 persen.

Mengenai peluang hadirnya partai politik baru di parlemen dengan syarat yang lebih tinggi, Khozin menegaskan hal itu sangat bergantung pada strategi dan kerja-kerja elektoral masing-masing partai peserta pemilu.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan, partainya setuju dengan usulan parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen sebesar 5 persen sepanjang di sepakati bersama partai politik koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Biar asal kesepakatan bulat, kami oke, kami setuju. Jawaban kami asal semua bisa sepakat, setuju, kami setuju aja. Gak ada masalah,” kata Zulhas.

BACA JUGA:

Dewan Pakar DPD NasDem Garut Apresiasi Kinerja Lola Nelria Oktavia

Menurut Zulhas, PAN mengedepankan prinsip musyawarah mufakat dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu. Karena itu, sikap PAN akan mengikuti keputusan yang di sepakati bersama.

“Termasuk soal PT, kami ikut, tapi harus ada kesepakatan, kebersamaan. Itu aja. Itu yang paling penting,” ujarnya.

(Bambang Fouristian)

Federico Barba Ungkap Coach Bojan Hodak dan Filippo Inzaghi

0
Federico Barba fokusjabar.id
Federico Barba (foto: ilustrasi)

PALERMO, FOKUSJabar.id: Mantan bek andalan Persib Bandung, Federico Barba buka suara soal filosofi kepelatihan mantan pelatih Bojan Hodak dan juru taktik legendaris Italia, Filippo Inzaghi.

Dia menilai terdapat kesamaan mendasar antara filosofi kepelatihan keduanya.

BACA JUGA:

Persib Kembali Berlatih Usai 3 Laga Tandang, Fokus Tatap Port FC di Bangkok

Pernyataan tersebut di sampaikan Federico barba saat menjalani sesi wawancara khusus bersama media ternama asal negaranya, Goal Italia.

Pemain berusia 33 tahun ini mengulas secara mendalam berbagai pemahaman serta wawasan berharga yang di petiknya selama merumput di Tanah Air sebelum akhirnya berlabuh ke Palermo.

Sosoknya memegang peranan krusial saat membawa skuad Persib Bandung merengkuh gelar juara Super League 2025/2026 lewat pembuktian 28 kali penampilan.

Dia menymbang lima gol serta satu umpan matang bersama Persib Bandung.

Kepiawaiannya menggalang benteng pertahanan turut teruji di panggung regional. Di mana ia mencatatkan tujuh laga plus satu assist untuk mengantarkan Persib menembus fase 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026.

Memasuki kompetisi musim 2026/2027, Barba resmi membuka lembaran karier baru bersama Palermo di Serie B Italia di bawah komando Filippo Inzaghi.

Dalam peran terbarunya tersebut, ia menyejajarkan karakter manajerial Inzaghi dengan sosok pelatih yang menangani dirinya di Persib, Bojan Hodak.

“Saya cukup beruntung di latih oleh (Inzaghi). Dan dia meninggalkan kesan baik buat saya. Khususnya saat ini,” ujar Barba di kutip tribunjabar.id

BACA JUGA:

Persib Bandung Rilis Jersey Khusus Shopee Cup 2026/2027, Ada Pesan Khusus untuk Bobotoh

“Bekerja dengan legenda seperti dia memperluas visi anda dalam melihat apa yang terjadi di pertandingan. Dan dia mengajar beberapa trik untuk di bawa ke lapangan.”

“Dia dan Bojan Hodak, pelatih saya di Persib adalah dua orang yang fantastis. Dan saya masih berbicara cukup sering dengan Bojan hingga sekarang.”

“Mereka mirip dalam hal mengelola tim dan mereka melakukan dengan baik,” ungkap Barba.

Kiprah awal Barba bersama klub berjuluk Rosanero itu telah di mulai saat melakoni duel pembuka Serie B 2026/2027 menjamu Juve Stabia di Stadion Renzo Barbera, Senin (24/8/2026).

(Bambang Fouristian)

Nostalgia Kevin Ray Mandoza di Stadion SJH Bandung

0
Kevin Ray Mendoza fokusjabar.id
Kevin Ray Mendoza (foto: ilustrasi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Mantan penjaga gawang Persib, Kevin Ray Mendoza kembali menginjakkan kaki di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Soreang, Kabupaten Bandung Jawa Barat (Jabar).

Kali ini Dia datang untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Filipina dalam misi pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Grup B.

BACA JUGA:

Persib Pinjamkan 2 Pemain Mudanya ke PSGC Ciamis, Ada Misi Penting di Balik Keputusan Ini

Tiba di Bandung membawanya pada ingatan semasa berkarier di Liga Indonesia (Persib Bandung).

Laga perdana Filipina menghadapi Vietnam akan di gelar pada Sabtu (26/9/2026) malam.

Menurut Kevin Ray Mendoza, Bandung bukan kota yang asing baginya. Musim 2023-2025, pemain keturunan Denmark itu pernah bermain di klub Persib Bandung. Di sana, dia berhasil meraih dua kali gelar juara Super League 2023/2024 dan 2024/2025.

Musim 2025, Kevin memilih hengkang dari Persib dan kini memperkuat tim asal Thailand, Chonburi FC.

Tampil membela negaranya, Kevin akhirnya bisa kembali merasakan atmosfer Stadion SJH yang pernah jadi ‘rumahnya’ dalam 1,5 musim dengan Maung Bandung.

“Rasanya sangat menyenangkan bisa kembali. Terasa seperti di rumah sendiri. Banyak dukungan untuk saya. Dan mudah-mudahan juga di stadion untuk tim Filipina,” kata Kevin.

Pemain berusia 31 tahun itu mengakui ada rindu yang terbayarkan saat kembali ke Bandung. Dia berharap bisa bertemu Bobotoh.

“Saya berharap Bobotoh akan datang, tetapi saya tidak yakin. Mari kita lihat apakah kami bisa mendapatkan beberapa dukungan dari tim Bobotoh,” jelasnya.

BACA JUGA:

Erick Thohir Cek 3 Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung

Meski tidak berkaitan dengan Persib, Kevin mengharapkan dukungan Bobotoh buat timnya.

“Saya benar-benar berharap mereka bisa datang dan bersorak untuk kami,” pungkasnya.

Stadion bisa di renovasi, rumput bisa di ganti, tapi memori pemain asing di Si Jalak Harupat tidak akan pernah tergantikan.

SJH adalah tempat di mana pemain asing menjadi legenda Persib Bandung.

Setiap sudut stadion menyimpan cerita gol, air mata dan juara. Bagi pemain asing, bermain di SJH adalah pengalaman budaya, bukan hanya profesional.

(Bambang Fouristian)