spot_imgspot_img
Selasa 29 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 10

Nostalgia Kevin Ray Mandoza di Stadion SJH Bandung

0
Kevin Ray Mendoza fokusjabar.id
Kevin Ray Mendoza (foto: ilustrasi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Mantan penjaga gawang Persib, Kevin Ray Mendoza kembali menginjakkan kaki di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Soreang, Kabupaten Bandung Jawa Barat (Jabar).

Kali ini Dia datang untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Filipina dalam misi pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Grup B.

BACA JUGA:

Persib Pinjamkan 2 Pemain Mudanya ke PSGC Ciamis, Ada Misi Penting di Balik Keputusan Ini

Tiba di Bandung membawanya pada ingatan semasa berkarier di Liga Indonesia (Persib Bandung).

Laga perdana Filipina menghadapi Vietnam akan di gelar pada Sabtu (26/9/2026) malam.

Menurut Kevin Ray Mendoza, Bandung bukan kota yang asing baginya. Musim 2023-2025, pemain keturunan Denmark itu pernah bermain di klub Persib Bandung. Di sana, dia berhasil meraih dua kali gelar juara Super League 2023/2024 dan 2024/2025.

Musim 2025, Kevin memilih hengkang dari Persib dan kini memperkuat tim asal Thailand, Chonburi FC.

Tampil membela negaranya, Kevin akhirnya bisa kembali merasakan atmosfer Stadion SJH yang pernah jadi ‘rumahnya’ dalam 1,5 musim dengan Maung Bandung.

“Rasanya sangat menyenangkan bisa kembali. Terasa seperti di rumah sendiri. Banyak dukungan untuk saya. Dan mudah-mudahan juga di stadion untuk tim Filipina,” kata Kevin.

Pemain berusia 31 tahun itu mengakui ada rindu yang terbayarkan saat kembali ke Bandung. Dia berharap bisa bertemu Bobotoh.

“Saya berharap Bobotoh akan datang, tetapi saya tidak yakin. Mari kita lihat apakah kami bisa mendapatkan beberapa dukungan dari tim Bobotoh,” jelasnya.

BACA JUGA:

Erick Thohir Cek 3 Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung

Meski tidak berkaitan dengan Persib, Kevin mengharapkan dukungan Bobotoh buat timnya.

“Saya benar-benar berharap mereka bisa datang dan bersorak untuk kami,” pungkasnya.

Stadion bisa di renovasi, rumput bisa di ganti, tapi memori pemain asing di Si Jalak Harupat tidak akan pernah tergantikan.

SJH adalah tempat di mana pemain asing menjadi legenda Persib Bandung.

Setiap sudut stadion menyimpan cerita gol, air mata dan juara. Bagi pemain asing, bermain di SJH adalah pengalaman budaya, bukan hanya profesional.

(Bambang Fouristian)

Ultah ke-49, Igor Tolic Ungkap Target Besar Bersama Persib

0
Igor Tolic fokusjabar.id
Pelatih Persib, Igor Tolic (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic mendapatkan kejutan dari jajaran pelatih, pemain dan official tim usai latihan di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jumat (25/9/2026) sore.

Igor Tolic mendapatkan kejutan dari staf pelatih, pemain dan official tim lantaran pada hari tersebut ia berulang tahun ke-49.

BACA JUGA:

Persib Pinjamkan 2 Pemain Mudanya ke PSGC Ciamis, Ada Misi Penting di Balik Keputusan Ini

Pelatih asal Kroasia ini tidak menyangka mendapatkan kejutan dari rekan-rekannya di skuad Maung Bandung. Selain itu, ia juga menyampaikan harapan dan target di hari ulang tahunnya.

Igor Tolic mengatakan, di hari ulang tahunnya tersebut ia berharap bisa memberikan kontribusi bagi skuad Maung Bandung dan meraih prestasi. Baik di level nasional maupun internasional.

“Ya, target saya adalah supaya Persib bisa meraih hasil terbaik yang memungkinkan. Supaya kita terus berkembang sebagai sebuah klub. Dan agar siapa pun yang melihat Persib merasa bangga dan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar,” kata Igor Tolic.

Seperti di ketahui, pada musim ini selain tampil di kompetisi Super League 2026/2027, skuad Maung Bandung juga bertanding di kompetisi Asia.

BACA JUGA:

Persib Bandung Rilis Jersey Khusus Shopee Cup 2026/2027, Ada Pesan Khusus untuk Bobotoh

Igor Tolic menegaskan, bersama skuad Maung Bandung ia ingin kebersamaan dengan Bobotoh sepanjang musim dapat melahirkan pengalaman dan kenangan manis yakni prestasi.

“Supaya kami memiliki perjalanan yang menyenangkan di ACL, sejauh yang bisa kami jalani, dan menghabiskan waktu bersama Bobotoh dalam perjalanan ini serta menciptakan kenangan yang indah,” ucapnya.

(Arif)

Bupati-DPRD Garut Perkuat Sinergi Pembangunan 2027

0
Bupati garut DPRD fokusjabar.id
Bupati dan Ketua DPRD Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mendorong penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten dan DPRD untuk mengoptimalkan pembangunan dan pelayanan publik. Termasuk melalui pemanfaatan peluang pendanaan dari pemerintah pusat untuk pembangunan tahun 2027.

Hal tersebut di sampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut Masa Sidang I Tahun 2026.

BACA JUGA:

Wabup Garut Putri Karlina Dorong Kewirausahaan

Rapat paripurna tersebut membahas Penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun Anggaran 2026 serta Penyampaian Kata Akhir Fraksi dan Keputusan DPRD Kabupaten Garut.

Bupati Garut menekankan pentingnya peran anggota DPRD sebagai representasi partai politik dan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci untuk menjembatani aspirasi serta harapan masyarakat.

“Dengan di amanahkan sebagai anggota DPRD, semakin memperkuat sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Garut dan DPRD,” ujar Bupati.

Di tengah efisiensi fiskal dan penurunan alokasi Transfer ke Daerah (TKD), Pemkab Garut terus berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mengoptimalkan peluang pendanaan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Upaya tersebut di lakukan agar belanja pembangunan daerah tetap terjaga melalui berbagai skema kebijakan pemerintah. Salah satunya melalui Instruksi Presiden (Inpres).

“Salah satu inisiatif kami untuk menyusul sumber-sumber kuangan pendapatan dari pemerintah pusat dan juga pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Bupati Garut juga menyampaikan informasi dari Bappenas mengenai sejumlah Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang di jadwalkan meluncur pada 2027.

BACA JUGA:

Pasar Baru Ditata, Tokoh Muhammadiyah: Terima Kasih Pemkab Garut

Untuk mengantisipasi peluang tersebut, ia meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) segera memetakan program daerah yang dapat di selaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Harapan saya teman-teman SKPD sudah mulai melihat peluang-peluang. Di mana ada sinkronisasi antara rencana kita tahun 2027 dengan rencana pemerintah pusat,” tegasnya.

Bupati menegaskan, berbagai langkah strategis tersebut di arahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Garut.

Di tengah keterbatasan anggaran, efektivitas dan manfaat program menjadi prioritas dalam pelaksanaan pembangunan.

“Tentu saja dengan keterbatasan yang ada, kita bisa mengoptimalkan semaksimal mungkin. Bukan hanya mengejar jumlah yang banyak, tetapi efektivitas daripada program yang akan kita laksanakan,” tutupnya.

(Bambang Fouristian)

Wabup Garut Putri Karlina Dorong Kewirausahaan

0
Putri Karlina fokusjabar.id
Putri Karlina

GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Bupati (Wabup) Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina hadir dalam acara Business Matching Wirahebat 2026 di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru Kecamatan Tarogong Kaler.

Business Matching Wirahebat 2026 berhasil menghimpun investasi sebesar Rp20.760.350.000.

BACA JUGA:

Pasar Baru Ditata, Tokoh Muhammadiyah: Terima Kasih Pemkab Garut

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong pengembangan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi Kabupaten Garut.

Wabup Garut menegaskan pentingnya membangun mental serta pola pikir kewirausahaan (entrepreneurship) di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat agar dapat tumbuh mandiri dan berkelanjutan.

Putri Karlina menyoroti masih tingginya ketergantungan masyarakat dan jajaran pemerintahan terhadap berbagai bentuk bantuan. Baik dari pemerintah provinsi maupun pusat.

“Karena bagi saya hari ini, pemerintah atau sebuah daerah bisa bertahan hidup ya berkelanjutan itu dengan mental enterpreneurship,” ucapnya.

Menurut Putri, persoalan utama di Kabupaten Garut bukan terletak pada keterbatasan sumber daya. Melainkan potensi daerah yang belum sepenuhnya tergali.

Garut, mulai dari wilayah utara, tengah hingga selatan memiliki beragam potensi unggulan yang perlu di kembangkan secara maksimal.

“Potensi Kabupaten Garut belum ter-unlock. Masyarakat kita punya potensi yang beda-beda,” lanjutnya.

Melalui Business Matching Wirahebat 2026, Putri berharap terbangun kolaborasi strategis yang tidak hanya berfokus pada investasi finansial. Namun juga pertukaran gagasan dan solusi untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Kabupaten Garut.

“Saya berharap, pertemuan ini tidak hanya berbicara soal Investment materiil, uang, finansial. Tapi saya butuh solusi-solusi, atau perputaran insight yang sifatnya untuk menyelesaikan masalah sosial di Kabupaten Garut,” tegasnya.

Putri Karlina menilai, kegiatan investment summit berskala kecil tersebut berjalan cukup sukses. Ia juga mengapresiasi panitia dan investor yang telah hadir serta memberikan masukan kepada para pelaku usaha lokal.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Mahasiswa Tingkatkan Produktivitas Daerah

“Event investment summit kecil-kecilan ini saya rasa cukup berhasil. Saya terkesima dengan investor-investor yang sudah berbaik hati terutama memberi masukan, karena pasti kami sangat membutuhkan masukan-masukan itu ke teman-teman pengusaha,” ungkapnya.

Wabup Garut menambahkan, diskusi interaktif dan lokakarya bersama para ahli dalam rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengetahuan serta tantangan baru yang bermanfaat bagi pengembangan usaha ke depan.

Putri menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi daerah.

Pihaknya juga berharap kegiatan serupa dapat kembali di laksanakan pada tahun mendatang.

“Sampai bertemu di acara Sawala Usaha Garut di tahun depan. Semoga ada kesempatan dan ada rezekinya. Harus lebih bagus harus lebih keren,” ujar Putri.

(Bambang Fouristian)

Kasus Influenza-Like Illness di Depok Melonjak 90 Persen

0
Influenza-Like Illness fokusjabar.id
foto ilustrasi

DEPOK, FOKUSJabar.id: Kasus Influenza-Like Illness (ILI) di Kota Depok mengalami peningkatan dalam empat minggu terakhir. Kondisi tersebut membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) memperkuat kewaspadaan dan pemantauan terhadap penyakit dengan gejala yang menyerupai influenza.

Peningkatan itu terpantau melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang mencatat perkembangan kasus dari sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Depok.

BACA JUGA:

Warga Depok Bisa Uji Emisi Gratis, Ini Dua Lokasi dan Jadwalnya

Berdasarkan laporan SKDR yang di himpun dari puskesmas dan RSUD, jumlah kasus ILI tercatat naik dari 140 kasus menjadi 266 kasus dalam kurun waktu empat minggu terakhir.

Angka tersebut menunjukkan adanya tambahan 126 kasus atau sekitar 90 persen.

ILI merupakan kumpulan gejala yang menyerupai influenza. Gejala tersebut antara lain demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga nyeri pada tubuh.

Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Maryori mengatakan, peningkatan jumlah kasus ILI menjadi perhatian. Pemantauan terus di lakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang menunjukkan gejala serupa influenza.

“Pencatatan ILI tidak berarti seluruh kasus di pastikan sebagai influenza A melalui pemeriksaan laboratorium. Tetapi, kewaspadaan dan pemantaua terus kami lakukan,” ungkapnya.

Selain berdasarkan pencatatan kasus ILI, pemeriksaan secara terbatas juga telah di lakukan terhadap sejumlah anak di Kota Depok. Dari sembilan anak yang di periksa, tujuh di antaranya memperoleh hasil positif Influenza A.

Sementara itu, dua anak lainnya mendapatkan hasil pemeriksaan negatif. Hasil tersebut menjadi bagian dari data pemeriksaan yang saat ini masih di gunakan dalam proses pemantauan kondisi di lapangan.

Devi menjelaskan, terdapat dua kasus yang di ketahui memiliki riwayat mengikuti kegiatan bersama di salah satu perusahaan yang berada di Jakarta Timur.

Temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari penelusuran yang di lakukan untuk melihat kemungkinan keterkaitan antarkasus.

Saat ini, proses penelusuran epidemiologi masih berlangsung. Pemeriksaan tersebut di lakukan untuk mengetahui hubungan antara kasus yang di temukan sekaligus mengidentifikasi kemungkinan sumber penularannya.

“Kami masih melakukan penelusuran epidemiologi untuk melihat apakah ada keterkaitan antarkasus dan mengetahui kemungkinan sumber penularannya,” jelasnya.

Meski tujuh dari sembilan anak yang menjalani pemeriksaan terbatas mendapatkan hasil positif Influenza A, Devi menegaskan bahwa data tersebut belum bisa menjadi gambaran kondisi seluruh masyarakat Kota Depok.

BACA JUGA:

Bulog Percepat Bantuan Pangan di Depok, 102.140 Penerima Dapat 3.064 Ton Beras

Menurutnya, hasil pemeriksaan itu berasal dari kelompok yang jumlahnya terbatas. Sehingga belum dapat di gunakan untuk menentukan prevalensi Influenza A di wilayah Kota Depok secara keseluruhan.

Karena itu, Dinkes Depok tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Masyarakat juga di minta menerapkan etika saat batuk maupun bersin serta segera memeriksakan kondisi kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan.

“Kami terus mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat, menerapkan etika batuk dan bersin serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Dinkes Depok Imbau Warga Waspadai Influenza A H3N2 Subclade K

0
Dinkes Depok fokusjabar.id
foto ilustrasi

DEPOK, FOKUSJabar.id: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi peningkatan kasus Influenza A H3N2 subclade K di Indonesia.

Warga di minta tetap waspada dengan menerapkan sejumlah langkah pencegahan.

BACA JUGA:

Warga Depok Bisa Uji Emisi Gratis, Ini Dua Lokasi dan Jadwalnya

Imbauan tersebut di sampaikan setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) mengumumkan adanya peningkatan Influenza A H3N2 subclade K di Indonesia.

Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Maryori meminta masyarakat, khususnya yang sedang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek maupun sakit tenggorokan untuk menggunakan masker ketika berada di sekitar orang lain.

Menurut Devi, warga yang kondisi tubuhnya sedang kurang sehat juga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah.

Ia menyarankan agar mereka beristirahat dan membatasi kegiatan di sekolah, tempat kerja maupun pertemuan umum.

“Kami menyarankan warga yang merasa kurang sehat untuk beristirahat di rumah serta membatasi kegiatan di sekolah, tempat kerja, maupun pertemuan umum,” ujarnya.

BACA JUGA:

Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, 2 Warga Depok

Selain penggunaan masker, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga menjadi salah satu langkah yang di tekankan Dinkes Depok.

Masyarakat di minta memperhatikan etika ketika batuk dan bersin. Tutup mulut menggunakan tisu atau bagian lipatan siku.

Kebiasaan menjaga kebersihan tangan juga perlu di lakukan secara rutin. Mencuci tangan menggunakan sabun sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan mengurangi risiko penularan penyakit.

BACA JUGA:

Picu Banjir, 220 Bangunan Liar di Jalan Raya Keadilan Depok Ditertibkan

Devi juga mengingatkan, pentingnya memastikan sirkulasi udara di dalam ruangan tetap baik. Jika memungkinkan, masyarakat di minta menghindari kondisi terlalu padat. Terutama ketika berada di ruang tertutup.

“Juga tidak berbagi alat pribadi dengan orang sakit serta mencukupi cairan, mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat cukup,” jelasnya.

Dinkes Depok turut mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan obat secara sembarangan ketika mengalami gejala influenza.

Penggunaan antibiotik maupun antivirus sebaiknya di lakukan berdasarkan petunjuk dari tenaga kesehatan.

Imbauan tersebut menjadi penting agar masyarakat tidak langsung mengonsumsi antibiotik atau antivirus tanpa mengetahui kebutuhan pengobatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

BACA JUGA:

Bulog Percepat Bantuan Pangan di Depok, 102.140 Penerima Dapat 3.064 Ton Beras

Devi juga meminta masyarakat lebih memperhatikan kondisi anggota keluarga yang mengalami gejala dan segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda-tanda yang mengkhawatirkan.

“Masyarakat di harapkan segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas atau demam tinggi yang tidak kunjung reda,” tutupnya.

Dinkes Depok berharap, masyarakat dapat menghadapi peningkatan Influenza A dengan tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan.

Kebiasaan hidup bersih, penggunaan masker saat sakit, menjaga kondisi tubuh serta mengikuti arahan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

(Jingga Sonjaya)

Atasi Kekeringan Pemkab Bekasi Bangun Embung di Cibarusah

0
Pemkab Bekasi fokusjabar.id
Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Kementerian Pertanian serta BBWS Ciliwung Cisadane menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Pembangunan Embung

BEKASI, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menyiapkan pembangunan embung di wilayah Ridogalih Kecamatan Cibarusah, sebagai langkah menghadapi persoalan kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian.

Embung tersebut di rencanakan memiliki luas sekitar 1,2 hektare dan akan di bangun di atas lahan milik masyarakat.

BACA JUGA:

Pemkab Bekasi Percepat Rehabilitasi Jembatan CBL Penghubung 3 Kecamatan

Rencana pembangunan itu juga di arahkan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian sekaligus mengurangi dampak limpasan air ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Dengan fungsi tersebut, embung di harapkan dapat menjadi bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air di wilayah Cibarusah.

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja membahas rencana tersebut bersama Kementerian Pertanian, TNI dan sejumlah perangkat daerah terkait dalam rapat virtual dari Command Center Diskominfosantik Kabupaten Bekasi pada Jumat, 25 September 2026.

Menurut Asep, lokasi embung telah di pertimbangkan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Termasuk kondisi lahan pertanian dan ketersediaan lokasi.

Pemerintah memilih lahan masyarakat yang tidak berada di area persawahan untuk pembangunan tampungan air tersebut.

“Kita akan membuat embung seluas 1,2 hektare. Tempatnya di tempat masyarakat, bukan di sawah, karena kalau sawah kan pasti banyak, apalagi kita di LBS,” katanya.

Persiapan pembangunan juga telah di lakukan bersama jajaran TNI dan perangkat daerah. Pemkab Bekasi telah melakukan pengecekan lokasi serta menyiapkan anggaran yang di perlukan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan embung.

“Kita sudah persiapkan dengan Pak Dandim di lapangan. Pemkab sudah menyiapkan anggarannya,” jelas Dia.

Asep menjelaskan, pembangunan embung tersebut di harapkan dapat menjawab dua persoalan sumber daya air yang di hadapi masyarakat. Terutama di wilayah pertanian.

Saat musim kemarau, petani mengalami keterbatasan air. Sedangkan ketika hujan deras, air berpotensi melimpas dan menimbulkan genangan.

“Yang kita hadapi adalah kekeringan dan kebanjiran,” ungkapnya.

BACA JUGA:

MUI Kabupaten Bekasi Bersama 25 Ormas Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait LGBTQ

Dari sisi pertanian, embung tersebut di targetkan dapat membantu kebutuhan pengairan hingga sekitar 1.500 hektare lahan di Cibarusah.

Area yang menjadi perhatian berada di kawasan atas yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber air dan sebagian hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun.

Setelah embung di bangun, air akan di distribusikan menuju lahan pertanian melalui saluran-saluran kecil.

Sistem pengairan tersebut di harapkan membuat ketersediaan air bagi sawah lebih terjaga. Sehingga petani memiliki kesempatan meningkatkan frekuensi tanam dan panen dalam satu tahun.

“Mungkin di buatnya embung nanti akan di buat saluran-saluran kecil yang nanti mengairi sawah. Akhirnya sawah bisa dua sampai tiga kali panen,” tutur Asep Surya Atmaja.

Fungsi embung tidak hanya di arahkan sebagai cadangan air ketika kemarau. Tampungan tersebut juga akan di manfaatkan untuk menahan air saat curah hujan tinggi sebelum kemudian di alirkan secara bertahap ke wilayah yang membutuhkan.

Dandim 0509 Kabupaten Bekasi, Letkol Arm. Vicky Harryanto Mamonto mengatakan, lokasi yang di siapkan untuk pembangunan embung sebelumnya telah di survei bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Titik yang di pilih berada di Kampung Pamoyangan dengan luas lahan sekitar 1,2 hektare.

Lahan tersebut nantinya akan menjadi aset Pemerintah Kabupaten Bekasi. Pemerintah daerah juga akan menangani proses pembebasan lahan sekaligus kebutuhan administrasi dan perizinan yang berkaitan dengan pembangunan embung.

Dalam rencana teknisnya, embung tersebut akan mendukung lima punggung dengan sistem pengairan yang terhubung ke kawasan persawahan.

Tiga di antaranya merupakan bagian dari grand design Irpom, sedangkan damparit yang masuk ke dalam punggung juga memiliki potensi pengairan untuk lahan pertanian.

“Rencananya untuk lima punggung. Tiga grand design dari Irpom, kemudian damparit yang masuk punggung, memiliki potensi pengairan total kurang lebih 1.500 hektare untuk pesawahan,” katanya.

Vicky mengatakan, masyarakat memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan embung tersebut.

Dukungan itu muncul setelah masyarakat merasakan langsung dampak kekeringan yang berpengaruh terhadap kondisi pertanian dan berpotensi menyebabkan gagal panen.

Selain mendukung pengairan sawah, embung juga memiliki fungsi konservasi air.

Ketika memasuki musim hujan, tampungan dengan luas 1,2 hektare tersebut di harapkan dapat menahan sebagian air. Sehingga limpasan yang berpotensi menyebabkan genangan dapat di kendalikan.

BACA JUGA:

100 Mahasiswa Bekasi Terima Beasiswa Pasti Pintar 2026

Pembangunan embung di Ridogalih, Kecamatan Cibarusah di rancang untuk memiliki manfaat ganda bagi masyarakat.

Selain menjadi sumber cadangan air untuk menghadapi kekeringan dan mendukung produktivitas lahan pertanian, embung tersebut juga di harapkan membantu pengendalian limpasan air saat musim hujan serta menjadi bagian dari pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan di Kabupaten Bekasi.

(Jingga Sonjaya)