spot_imgspot_img
Kamis 19 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 11

Kolaborasi Kemanusiaan, Spirit Ramadhan GER dan Rumah Amal Salman Jangkau Pengungsi di Gaza Utara

0
GER dan Rumah Amal Hadirkan Kebahagiaan Ramadhan bagi Anak Yatim hingga Palestina
GER dan Rumah Amal Hadirkan Kebahagiaan Ramadhan bagi Anak Yatim hingga Palestina

BANDUNG,FOKUSJabar.id:Lembaga kemanusiaan Global Ehsan Relief (GER) Indonesia bersama Rumah Amal Salman menggelar rangkaian program Ramadhan bagi anak-anak yatim di Bandung, Sabtu (14/03/2026). Aksi kepedulian ini tidak hanya menyasar penerima manfaat di dalam negeri, tetapi juga menjangkau warga yang terdampak krisis kemanusiaan di Gaza Utara, Palestina.

Program di Bandung ini meliputi pembagian Bingkisan Lebaran serta agenda buka puasa bersama anak-anak yatim dan wali mereka. Inisiatif tersebut bertujuan memperkuat dukungan sosial sekaligus menghadirkan pengalaman Ramadhan yang lebih bermakna bagi keluarga prasejahtera.

Baca Juga: 5 Amalan Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan dalam Islam

Pengalaman Perdana Belanja Baju Lebaran

Dalam salah satu agenda utama, sebanyak 31 anak yatim binaan GER menikmati momen berbelanja pakaian baru di pusat perbelanjaan Kota Bandung. Program Bingkisan Lebaran ini merupakan pelaksanaan perdana di wilayah tersebut. Anak-anak tampak sangat antusias memilih busana untuk merayakan Hari Raya Idulfitri mendatang.

Pengurus GER, Intan Maulida, mengapresiasi kolaborasi lintas pihak yang menyukseskan acara ini.

“Kerja sama dengan Rumah Amal dan para relawan memberikan semangat baru bagi anak-anak dan keluarga mereka di bulan suci ini,” ujar Intan.

Senada dengan GER, Firda Syafriyanti selaku perwakilan Rumah Amal Salman menyatakan rasa syukurnya. Ia berharap bantuan paket pakaian tersebut memberikan manfaat nyata bagi anak-anak saat merayakan hari kemenangan nanti.

Pendampingan Psikologis dan Motivasi

Tak sekadar berbagi materi, panitia juga mengisi kegiatan dengan sesi penguatan mental. Sembari menunggu waktu berbuka, 31 anak yatim mengikuti sesi motivasi. Sementara 21 ibu atau wali mendapatkan layanan konseling serta diskusi terapeutik.

Pekerja sosial dari Universitas Padjadjaran memfasilitasi sesi tersebut dengan fokus pada penguatan peran ibu dalam menghadapi tantangan pengasuhan. Selain mendapatkan ilmu, para peserta juga menerima bantuan finansial. Lalu mendapatkan paket bingkisan sebelum menutup acara dengan buka puasa bersama yang hangat.

Menjangkau Gaza Utara

Di belahan dunia lain, kolaborasi GER dan Rumah Amal Salman turut menyentuh warga di wilayah konflik. Relawan menyalurkan sebanyak 200 paket makanan hangat kepada masyarakat di Gaza Utara sebagai bentuk solidaritas terhadap krisis yang masih berlangsung.

Melalui rangkaian program ini, GER dan Rumah Amal Salman membuktikan bahwa semangat berbagi di bulan Ramadhan mampu melampaui batas geografis. Kemudian menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

(Mia)

ODOJ Ciamis, Senyum untuk 100 Anak Yatim dan Dhuafa

0
Ciamis@fokusjabar.id
Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Kabupaten Ciamis kembali menunjukkan eksistensinya melalui program sosial unggulan bertajuk Sebaraya (Senyum Bareng Anak Yatim dan Dhuafa).(Istimewa)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Kabupaten Ciamis. Kembali menunjukkan eksistensinya melalui program sosial unggulan bertajuk Sebaraya (Senyum Bareng Anak Yatim dan Dhuafa).

Memasuki tahun kelima pelaksanaannya, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda besar Sarades (Sambut Ramadan dengan Senyuman). Yang di inisiasi oleh Pengurus Provinsi ODOJ Jawa Barat.

Ketua Dewan Pengurus Area (DPA) ODOJ Ciamis, Dani Muhammad Romdani, mengungkapkan. Kegiatan ini bertujuan agar keberadaan komunitas ODOJ dapat di rasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Baca Juga: Puluhan Huffadz Lantunkan Al-Qur’an Tanpa Mushaf di Masjid Agung Ciamis

Untuk tahun ini, ODOJ Ciamis menyalurkan 120 paket santunan yang di pusatkan di Ciamis kota. Tak hanya terpusat di satu titik, sebaran manfaat ini juga menjangkau wilayah lainnya melalui cabang-cabang tingkat kecamatan.

“Paketan ada 120 di Ciamis pusat, tapi nanti ada juga di Banjarsari, Cipaku, dan Panjalu,” ujar Dani selepas acara sebaraya. Di Masjid Baitussolihin, Desa Handapherang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (15/03/2026).

Menariknya, program Sebaraya ini merupakan program khusus yang hanya ada di wilayah Jawa Barat. Dan di laksanakan serentak di 24 Kabupaten/Kota sepanjang bulan suci Ramadan. 

“Di Ciamis sendiri, acara sengaja di gelar menjelang akhir Ramadan, berbeda dengan beberapa daerah lain. Yang melaksanakannya di awal dan pertengahan bula,” ungkapnya.

ODOJ Ciamis Mandiri

Ia menambahkan, selama lima tahun ini ODOJ Ciamis telah berjalan mandiri, dan berharap ke depannya. Dapat membangun sinergi yang lebih kuat dengan Pemerintah Daerah. 

“Kami selaku pengurus sedang mengusahakan untuk menggelar silaturahmi formal dengan Bupati Ciamis. Untuk memperkuat kolaborasi program keagamaan dan sosial di masa depan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya pembuktian kontribusi komunitas bagi warga lokal.

“Harapan ke depannya mudah-mudahan dengan adanya program ini, komunitas One Day One Juz. Bisa di rasakan kehadirannya, ada nyata adanya, dan kemanfaatannya bisa benar-benar di rasakan oleh umat” terang Dani.

Baca Juga: 9 Jiwa Mengungsi Akibat TPT di Gardujaya Ciamis Longsor

Kebahagiaan terpancar jelas dari para penerima manfaat, salah satunya Sri, warga Benteng. Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan apresiasinya atas kepedulian komunitas ini.

“Terima kasih banyak kepada ODOJ Ciamis atas bantuannya. Semoga kegiatan ini berkah dan barokah bagi semua pengurus dan donatur,” ungkap Sri dengan haru.

Dalam kesempatan tersebut juga di lakukan penyerahan Mushaf Al-Qur’an dari Yayasan Amirul Ummah Indonesia. Untuk di bagikan kepada semua penerima manfaat yang hadir di acara tersebut.

(Mia)

Puluhan Huffadz Lantunkan Al-Qur’an Tanpa Mushaf di Masjid Agung Ciamis

0
Ciamis@fokusjabar.id
Sebanyak 48 penghafal Al-Qur’an dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Ciamis mengikuti kegiatan tersebut.(Istimewa)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Masjid Agung Ciamis saat puluhan hafidz dan hafidzah melafalkan hafalannya tanpa melihat mushaf dalam kegiatan Tasmiul Qur’an 30 Juz Bil Ghoib yang berlangsung selama dua hari, Minggu–Senin (15–16 Maret 2026) bertepatan dengan 25–26 Ramadan 1447 Hijriyah.

Sebanyak 48 penghafal Al-Qur’an dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Ciamis mengikuti kegiatan tersebut. Para Huffadz secara bergantian melafalkan hafalan Al-Qur’an 30 juz tanpa melihat mushaf di hadapan para ulama, santri, dan masyarakat yang hadir menyimak dengan khidmat.

Kegiatan tasmi ini menjadi momentum spiritual yang tidak hanya menguji kekuatan hafalan para huffadz, tetapi juga memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana menjaga kualitas hafalan para penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Ciamis agar tetap terpelihara dengan baik.

Baca Juga: 9 Jiwa Mengungsi Akibat TPT di Gardujaya Ciamis Longsor

Tasmi Al-Qur’an ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ciamis, Universitas Islam Darussalam Ciamis, serta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Ciamis, dengan inisiasi dari Pondok Pesantren Darussalam Ciamis.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya melalui Asisten Daerah III Kabupaten Ciamis, Wawan Ruhiyat, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan tasmi memiliki makna penting dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Tasmi Al-Qur’an 30 Juz Bil Ghoib ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan ikhtiar nyata dalam menjaga kemurnian serta kualitas hafalan Al-Qur’an para huffadz di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, KH. Fadlil Munawwar Mansur, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pondok pesantren yang telah mengirimkan para santrinya untuk mengikuti kegiatan tersebut. 

Menurutnya, tasmi Al-Qur’an tidak hanya menjadi sarana evaluasi hafalan, tetapi juga bagian dari upaya membangun karakter generasi muda.

“Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang kuat, berakhlak, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” katanya.

Begini Kata Ketua MUI Ciamis

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ciamis, KH. Saeful Ujun, menambahkan kegiatan tasmi Al-Qur’an sangat penting untuk terus dilaksanakan, terutama pada bulan suci Ramadan. 

“Selain memperkuat keimanan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas syiar Islam di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga: Anggaran Terbatas, Bupati Herdiat Dorong Semangat Kerja Jajaran DPRKPLH Ciamis

“Membaca maupun mendengarkan Al-Qur’an sama-sama membawa pahala, sehingga kegiatan yang berkaitan dengan syiar agama perlu mendapat dukungan bersama,” tambahnya.

Lebih lanjut, KH. Saeful Ujun juga mengingatkan pentingnya menjaga moralitas generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. 

“Penguatan nilai-nilai Al-Qur’an sangat penting agar generasi muda memiliki pegangan moral yang kuat dalam menghadapi perkembangan zaman,” pungkasnya.

(Mia)

9 Jiwa Mengungsi Akibat TPT di Gardujaya Ciamis Longsor

0
Ciamis@fokusjabar.id
Rumah warga di Desa Gardujaya Kecamtan Panawangan Ciamis yang ambruk diterjang tembok penahan tanah (TPT) longsor.(Istimewa)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras yang mengguyur dengan intensitas cukup tinggi menyebabkan Tembok Penahan tanah (TPT). Yang berada di wilayah Dusun Cicadas Desa Gardujaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Jawa Barat longsor.

Akibat tembok penahan tanah (TPT) tersebut longsor, satu bangunan rumah milik Ruswa (74) tertimpa material longsoran.

Akibat kejadian tembok penahan tanah (TPT) yang berada di wilayah Desa Gardujaya tersebut longsor. Sebanyak 9 jiwa harus mengungsi ketempat yang lebih aman.

Baca Juga: Bupati Ciamis Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

“Kejadian longsornya tembok penahan tanah (TPT). Sekitar pukul 20.30 WIB tadi malam,” kata anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis Odin Nugraha. Minggu (15/3/2026).

Pasca peristiwa terjadinya tembok penahan tanah (TPT) longsor, pihaknya, kata Odin, langsung berkordinasi. Dengan pihak pemerintah Kecamatan Panawangan dan intansi lainya untuk menangani musibah tersebut.

“Kami beserta Camat Panawangan sudah melakukan pendataan di lokasi kejadian dan hasilnya sudah di laporkan kepada pimpinan,”ucapnya.

Baca Juga: Anggaran Terbatas, Bupati Herdiat Dorong Semangat Kerja Jajaran DPRKPLH Ciamis

Sementara itu Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Ani Supiani, menyampaikan, pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian. Untuk melakukan asesmen sebagai bahan laporan.

“Personel BPBD sudah di terjunkan ke lokasi kejadian sambil membawa bantuan logistik kedaruratan untuk pemilik rumah yang terkena musibah itu,”ungkapnya.

(Husen Maharaja) 

DPRD Tasikmalaya: Pemda Tak Punya Masterplan Galian C

0
DPRD Tasikmalaya fokusjabar.id
Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, Andi Supridi (foto: Ist)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, Andi Supridi mengatakan, praktik penambangan pasir cor ilegal di pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya kini tak lagi sekadar isu liar.

Aktivitas pengerukan Sumber Daya Alam (SDA) yang berlangsung di kawasan Muara Harim Laut Tasikmalaya Selatan di duga telah berjalan cukup lama. Bahkan di sebut-sebut memiliki jaringan distribusi material yang terorganisir.

BACA JUGA:

Akademisi Tasikmalaya Ingatkan Bahaya Banjir Rob Akibat Tambang Pasir Ilegal

Temuan tersebut mengemuka setelah sejumlah pihak mengungkap bahwa pasir hasil pengerukan di duga di angkut ke empat titik stockfield atau lokasi penampungan material di wilayah Kecamatan Cikalong.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar. Mengapa praktik tambang ilegal bisa berlangsung begitu lama tanpa penindakan yang serius.

Andi Supridi menyebut, aktivitas tambang ilegal di wilayah selatan Tasikmalaya memang merupakan fakta yang tidak bisa di sangkal.

Namun menurutnya, menyalahkan pengusaha tambang semata bukanlah jawaban dari persoalan tersebut.

“Pengusaha memang melakukan pelanggaran. Tetapi dalam kasus ini kita juga harus melihat bahwa ada ruang yang sangat besar. Sehingga mereka berani melakukan aktivitas penambangan ilegal,” kata Andi.

Dia menilai, ruang tersebut muncul akibat lemahnya regulasi serta pengawasan dari pihak pemerintah maupun lembaga yang memiliki kewenangan dalam urusan pertambangan.

Lebih jauh, Andi mengungkapkan bahwa hingga hari ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya belum memiliki program maupun masterplan yang jelas terkait pengelolaan tambang galian C.

Padahal, wilayah Tasikmalaya Selatan di kenal sebagai salah satu kawasan dengan potensi SDA yang sangat besar. Yerutama material tambang. Seperti pasir laut, pasir sungai dan batuan konstruksi yang bernilai ekonomi tinggi.

BACA JUGA:

Anggaran Triliunan Tapi Berkutu, Aktivis Tasikmalaya Desak BGN Tutup SPPG Manggungjaya 2

Ironisnya, kekayaan alam tersebut justru berpotensi di manfaatkan secara ilegal karena belum adanya peta jalan yang jelas dalam pengelolaan sektor pertambangan.

“Tanpa regulasi yang kuat dan perencanaan yang matang, potensi tambang tersebut berubah menjadi ladang eksploitasi yang rawan di salahgunakan oleh oknum pengusaha,” ungkap Andi.

Dia menambahkan, aktivitas penambangan yang di lakukan secara sporadis di kawasan pesisir selatan Tasikmalaya. Termasuk di wilayah Cikalong dan Karangnunggal dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Mereka khawatir pengerukan pasir di wilayah muara dan pesisir dapat mempercepat abrasi pantai, merusak ekosistem pesisir hingga memicu ancaman banjir rob di masa depan.

BACA JUGA:

DPRD Tasikmalaya Minta Pemilik Tambang Pasir Ilegal Ditangkap

Selain berdampak terhadap lingkungan, praktik tambang ilegal juga menyebabkan kerugian bagi negara dan daerah. Karena aktivitas tersebut tidak memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Secara hukum, aktivitas pertambangan tanpa izin merupakan pelanggaran serius terhadap UU No3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang secara tegas mewajibkan setiap kegiatan pertambangan memiliki izin resmi dari pemerintah.

Dalam regulasi tersebut di sebutkan, setiap orang yang melakukan usaha pertambangan tanpa izin dapat di kenakan sanksi pidana.

Namun hingga kini, praktik penambangan ilegal di sejumlah titik di Tasikmalaya Selatan di nilai belum sepenuhnya tertangani secara menyeluruh.

Karena itu, Andi Supridi mendesak pemerintah daerah untuk segera menyusun masterplan pengelolaan tambang galian C yang terintegrasi dengan kebijakan tata ruang wilayah, perlindungan lingkungan serta sistem pengawasan yang ketat.

Menurutnya, tanpa langkah konkret dari pemerintah daerah, potensi kekayaan alam Tasikmalaya justru berisiko habis di eksploitasi tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Fraksi PDI Perjuangan Sarankan BGN Tutup SPPG Manggungjaya 2 Tasikmalaya

“Potensi alam kita sangat besar. Tapi kalau tidak di atur dengan baik, yang terjadi justru kerusakan lingkungan dan kerugian bagi daerah,” tegasnya.

Dia mengatakan, situasi tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sektor pertambangan di Tasikmalaya.

Sebab, jika di biarkan berlarut-larut praktik tambang ilegal tidak hanya akan menggerus kekayaan alam daerah. Namun juga meninggalkan kerusakan lingkungan yang sulit di pulihkan bagi generasi mendatang.

(Farhan)

OJK Tasikmalaya Gandeng Media Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Berantas Investasi Ilegal

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kepala Ojk Tasikmalaya Nofa Hermawati bersama jajarannya, saat acara bincang-bincang santai bersama insan-insan Media di Aula Kantor Ojk (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus memperkokoh sinergi dengan insan media di wilayah Priangan Timur. Langkah ini bertujuan menjaga kemitraan melalui diskusi hangat sekaligus buka puasa bersama di Kantor OJK Tasikmalaya, Jalan H.Z. Mustofa, Sabtu (14/3/2026).

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, memimpin langsung dialog santai tersebut. Ia memberikan berbagai wawasan bermanfaat, mulai dari tips mengatur anggaran keluarga selama Ramadan, strategi pengendalian pengeluaran, hingga keunggulan produk keuangan syariah.

Baca Juga: Si Jago Merah Kembali Mengamuk, Dua Kamar Kontrakan di Sukalaya Tasikmalaya Ludes Terbakar

Nofa menekankan pentingnya mendongkrak literasi dan inklusi keuangan syariah, mengingat aktivitas transaksi masyarakat biasanya melonjak selama bulan suci. Ia mendorong awak media agar lebih masif mengedukasi publik terkait nilai-nilai ekonomi syariah secara berkelanjutan.

“Kami bersinergi untuk memacu pertumbuhan ekonomi syariah. Fokus kami adalah memperkuat ekosistem sektor keuangan, baik perbankan, pasar modal, maupun industri keuangan non-bank,” tegas Nofa Hermawati.

Selain membahas ekonomi syariah, pertemuan ini juga menyoroti maraknya aktivitas keuangan ilegal. Nofa mengakui bahwa meski OJK telah melakukan pengawasan ketat, praktik investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal masih kerap menjerat warga. Ia mencontohkan kasus investasi ilegal di Pangandaran yang baru-baru ini merugikan ribuan orang sebagai peringatan bagi semua pihak.

Guna melindungi masyarakat, OJK melalui Satgas PASTI telah mengambil tindakan tegas. Per Maret 2026, otoritas ini resmi menghentikan operasional lebih dari 951 entitas ilegal yang berpotensi membahayakan keuangan masyarakat.

Nofa pun mengimbau publik agar selalu waspada terhadap tawaran investasi dengan imbal hasil yang tidak logis.

“Masyarakat harus berhati-hati terhadap pinjol dan investasi bodong yang kian merajalela, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan,” pungkasnya.

(Seda)

Antisipasi Longsor dan Banjir, BPBD Jabar Dirikan 82 Posko Mudik Idulfitri

0
BPBD Jabar Posko fokusjabar.id
BPBD Jabar dirikan Posko (foto: jabarprov.go.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dalam rangka mengantisipasi potensi bencana selama arus mudik Idulfitri 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) menyiapkan puluhan posko siaga di berbagai wilayah.

Posko tersebut akan di tempatkan di sejumlah titik strategis untuk mendukung keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

BACA JUGA:

483 Kusir Delman dan Abang Becak di Garut Terima Kompensasi Gubernur Jabar

Langkah ini di lakukan BPBD Jabar bersama BPBD kabupaten/kota. Kehadiran posko di harapkan dapat mempercepat respons apabila terjadi bencana atau kondisi darurat selama periode mudik Lebaran.

Selain sebagai pusat koordinasi penanganan bencana, posko juga akan di fungsikan sebagai tempat singgah bagi pemudik.

Dengan demikian, masyarakat dapat beristirahat sejenak sekaligus memperoleh informasi terkait kondisi cuaca maupun potensi bencana di jalur perjalanan.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali menyampaikan, secara keseluruhan akan ada 82 titik Posko Mudik Idulfitri yang tersebar di berbagai daerah.

Posko tersebut terdiri dari posko utama dan posko pendukung yang memiliki fungsi berbeda.

Posko utama di tempatkan di kantor BPBD kabupaten dan kota. Sementara itu, posko pendukung akan di bangun di sejumlah lokasi yang memiliki potensi bencana. Seperti jalur rawan longsor, kawasan yang sering terdampak banjir serta destinasi wisata alam yang berisiko.

BACA JUGA:

Jelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Angkot hingga Andong di Jabar Terima Kompensasi

Jumlah posko pendukung di tiap daerah tidak sama karena di sesuaikan dengan tingkat kerawanan bencana di wilayah masing-masing.

Beberapa daerah bahkan menyiapkan lebih banyak posko sebagai langkah antisipasi.

Kabupaten Tasikmalaya dan Pangandaran menjadi wilayah dengan jumlah posko pendukung terbanyak (lima titik). Sementara daerah lainnya menyiapkan antara satu-empat posko pendukung.

Menurut Teten, setiap posko akan di lengkapi dengan personel serta peralatan penanggulangan bencana.

Petugas BPBD juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.

“Selain memberikan layanan penanganan bencana, BPBD juga menyediakan tempat istirahat di Posko Mudik Idulfitri,” ucap Teten.

Posko Mudik Idulfitri di jadwalkan mulai beroperasi pada 14-28 Maret 2026. Selama periode tersebut, petugas akan siaga untuk memantau kondisi wilayah sekaligus memberikan bantuan apabila terjadi situasi darurat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca saat Idulfitri 2026 di dominasi awan tebal dan potensi hujan lebat.

Jawa Barat bahkan di perkirakan mengalami curah hujan yang cukup tinggi selama periode tersebut.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan cuaca selama perjalanan mudik melalui berbagai layanan informasi resmi.

Seperti System of Interactive Aviation Meteorology (INASIAM) untuk penerbangan, Indonesia Weather Information for Shipping (INA-WIS) untuk pelayaran, serta Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat.

(Jingga Sonjaya)