spot_imgspot_img
Sabtu 8 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 11

Dari Ciamis, Tantan Sulthon Ajak Wartawan Menatap Era Baru Melalui 5 Program PWI Jabar Istimewa

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2027–2031, Tantan Sulthon Bukhawan, menyosialisasikan visi dan lima program unggulannya kepada jajaran PWI Priangan Timur di Kantor PWI Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2027–2031, Tantan Sulthon Bukhawan, menyosialisasikan visi dan lima program unggulannya kepada jajaran PWI Priangan Timur di Kantor PWI Ciamis, Jalan Iwa Kusuma Soemantri No. 6, Ciamis, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan yang menggalang pengurus dan anggota PWI Ciamis, Banjar, Pangandaran, serta Tasikmalaya ini menjadi penutup rangkaian safari sosialisasi Tantan menuju Konferensi PWI Jawa Barat pada 12–13 Agustus 2026.

Baca Juga: BAZNAS Ciamis Resmikan Kampung Zakat ke-13 di Desa Cimari, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Tantan memperkenalkan visi “PWI Jabar Istimewa” dengan tagline “Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya Maju dan Sejahtera.” Ia mengajak seluruh insan pers di Jawa Barat membangun organisasi yang profesional dan adaptif terhadap teknologi modern. Serta mampu meningkatkan kesejahteraan anggota.

Moderator acara, Yuda, menyampaikan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai ajang silaturahmi sekaligus penyatuan gerakan anggota PWI Priangan Timur. Yuda juga mengulas rekam jejak Tantan yang meniti karier wartawan sejak tahun 2000 di Mitra Dialog, Pikiran Rakyat Group, Harian SINDO, hingga memegang posisi Pemimpin Redaksi Inilah Koran.

Gagas 5 Program Prioritas PWI Jawa Barat

Tantan menegaskan bahwa niatnya memimpin PWI Jawa Barat bersumber dari aspirasi para anggota di daerah yang terangkum dalam lima program prioritas:

  1. Mendorong Lahirnya Wartawan Multimedia: Tantan meminta wartawan menguasai keterampilan memproduksi foto, video, konten digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) tanpa mengabaikan kode etik jurnalistik.
  2. Menjadikan Kantor PWI sebagai Rumah Kreatif: Ia berkomitmen menghidupkan sekretariat PWI setiap hari melalui diskusi, pelatihan, dan kegiatan konferensi pers berkala.
  3. Memperluas Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan: Tantan menggarisbawahi pentingnya jaminan perlindungan kerja bagi para wartawan yang menghadapi risiko tinggi di lapangan.
  4. Melanjutkan Program 1.000 UKW: Ia memfokuskan penguatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk meningkatkan standar profesionalisme dan kapasitas SDM pers.
  5. Memperkuat Kesejahteraan dan Unit Usaha: Ia berencana membuka kemitraan strategis dan unit usaha baru milik PWI guna menciptakan sumber pendapatan organisasi tanpa mengorbankan independensi pers.

“Saya tidak pernah menghitung modal untuk maju. Yang saya miliki adalah ide, gagasan, visi, dan program kerja. PWI adalah organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia yang harus kita jaga bersama,” tegas Tantan.

PWI Priangan Timur Sambut Gagasan ‘PWI Jabar Istimewa’

Ketua PWI Ciamis, Banjar, dan Pangandaran, Anthika Asmara, menyambut hangat kedatangan Tantan. Ia menilai program yang Tantan tawarkan memiliki kesamaan arah dengan konsep rumah kreatif. Terlebih kegiatan pers yang sedang berjalan di Ciamis.

“Kami melihat visi dan program Kang Tantan memiliki arah yang sama dengan semangat yang sedang kami bangun di Ciamis. Karena itu kami siap mendukung serta berkolaborasi mewujudkan PWI Jawa Barat yang lebih maju,” ujar Anthika.

Sementara itu, Ketua PWI Tasikmalaya, Asep Juhariyono, turut memberi apresiasi atas gagasan transformasi wartawan multimedia. Serta perlindungan kerja BPJS Ketenagakerjaan yang Tantan perjuangkan.

Sesi dialog dan penyampaian masukan dari pengurus PWI Priangan Timur menutup rangkaian acara tersebut. Selanjutnya Tantan berharap gagasan ini menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan PWI Jawa Barat yang profesional, solid, dan adaptif.

(IrfansyahRiza)

Gempa M5,3 Pangandaran, KAI Daop 2 Bandung Hentikan Sementara Perjalanan Kereta Api Demi Keselamatan

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Ket foto : Petugas Sarana KAI Daop 2 Bandung, saat memeriksa seluruh rel kereta pasca kejadian gempa yang berpusat di Pangandaran ( ist KAI Daop 2 Bandung)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memprioritaskan keselamatan perjalanan kereta api pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 5.3 yang mengguncang Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026) pukul 21.55 WIB.

Berdasarkan laporan BMKG, titik gempa berada di 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 18 kilometer. Getaran gempa terasa meluas di wilayah operasional KAI Daop 2 Bandung, khususnya lintas Stasiun Nagreg–Banjar, Cibatu–Garut, serta Cipatat–Gandasoli.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Pangandaran, Warga Berhamburan Keluar Rumah, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Daop 2 Bandung langsung mengeksekusi prosedur keselamatan darurat. Petugas mengintruksikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung untuk berhenti sementara di stasiun terdekat maupun petak jalan sembari menunggu hasil pemeriksaan prasarana.

Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa penanganan ini menjadi bagian dari standar operasional keselamatan perjalanan kereta api.

“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Begitu menerima informasi terjadinya gempa, kami langsung menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara seluruh perjalanan kereta api dan mengerahkan petugas prasarana untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, serta infrastruktur pendukung lainnya sebelum perjalanan kereta api kembali diizinkan beroperasi,” ungkap Kuswardojo, Rabu (5/8/2026) malam.

Daftar 7 Perjalanan Kereta Api yang Tertahan

Proses pemeriksaan infrastruktur oleh petugas prasarana berdampak pada penghentian sementara sejumlah perjalanan kereta api, antara lain:

  • KA (306) Parcel Selatan: Berhenti di Stasiun Banjar.
  • KA (300) Cikuray: Berhenti di Stasiun Leles.
  • KA (292) Kutojaya Selatan: Berhenti di petak jalan Cibatu–Warungbandrek KM 217+900.
  • KA (72) Mutiara Selatan: Berhenti di petak jalan Cipeundeuy–Cirahayu KM 237+000.
  • KA (350) Commuter Line Garut: Berhenti di Stasiun Wanaraja.
  • KA (PLB 80B) Lodaya: Berhenti di petak jalan Manonjaya–Ciamis KM 289+200.
  • KA (PLB 287A) Serayu: Berhenti di Stasiun Cipeundeuy.

KAI Imbau Penumpang Tetap Tenang

Kuswardojo menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa kereta api atas potensi keterlambatan jadwal perjalanan yang timbul akibat pemeriksaan darurat ini.

“Kami memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Namun langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian dari seluruh pelanggan,” ujarnya.

Hingga Rabu (5/8/2026) pukul 22.45 WIB, jajaran petugas prasarana masih menyisir dan memeriksa kelayakan prasarana di lintas terdampak. KAI Daop 2 Bandung mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap tenang serta memantau pembaruan informasi resmi melalui kanal komunikasi KAI.

(Seda)

BAZNAS Ciamis Resmikan Kampung Zakat ke-13 di Desa Cimari, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Warga

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Launching Kampung Zakat Baznas Ciamis, di Gelanggang Olahraga (GOR) Desa Cimari, Rabu (5/8/2026)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: BAZNAS Kabupaten Ciamis memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat. BAZNAS meresmikan Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, sebagai Kampung Zakat ke-13 di Kabupaten Ciamis.

Peluncuran program ini melibatkan Kemenag Ciamis, Hidayah Berbagi Indonesia (HBI), serta Rumah Zakat. Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis meresmikan langsung program ini di GOR Desa Cimari, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Heri Kiswanto Fokus Benahi Fisik PSGC Ciamis, Tunda Uji Coba demi Hindari Cedera

Jajaran Forkopimcam Cikoneng, perangkat desa, serta tokoh masyarakat menghadiri acara peluncuran tersebut. Pemerintah menunjuk Desa Cimari agar pengelolaan dana zakat memberikan manfaat produktif bagi warga.

Ketua BAZNAS Ciamis Lili Miftah menyebut penetapan lokasi ini merupakan hasil kesepakatan bersama para mitra.

“Keterlibatan Kemenag Ciamis sebagai regulator, serta dukungan HBI dan Rumah Zakat, diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat yang semakin profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia menegaskan BAZNAS Ciamis berkomitmen membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi warga secara berkelanjutan.

“Melalui program ini, BAZNAS Ciamis ingin menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan, mulai dari penguatan ekonomi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, hingga mendorong kemandirian para penerima manfaat,” tambah Ketua Baznas.

Lili berharap penetapan Kampung Zakat ke-13 ini mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di daerah.

“Kami berharap dengan adanya program pemberdayaan berbasis zakat ini, mampu mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.

(Mia)

Pemkab Bekasi Benahi Pasar Baru Cikarang, Penataan Kawasan Terus Berlanjut

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Penataan kawasan Pasar Baru Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi di bawah kepemimpinan Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja. Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan kawasan perdagangan yang lebih bersih, tertib, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemkab Bekasi melanjutkan penataan kawasan Pasar Baru Cikarang di Kecamatan Cikarang Utara. Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memimpin langsung program penataan pasar agar lebih bersih dan nyaman.

Pemerintah membenahi area depan pasar untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik bagi masyarakat dan pedagang.

Kepala UPTD Pasar Wilayah IV Cikarang Utara, Hasyim Adnan, menyambut positif perubahan fisik kawasan tersebut.

Baca Juga: Kabupaten Bekasi Jadi Daerah dengan Perpustakaan Terakreditasi Terbanyak di Jawa Barat

“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa dilihat oleh masyarakat, terutama pengunjung pasar. Halaman parkir sudah dibuat, saluran air sudah bisa digunakan, kemudian ada paving block, trotoar, pagar pembatas halaman pasar, dan sarana bangku,” ujar Hasyim, Rabu, 5 Agustus 2026.

Hasyim menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bekasi dan Pemprov Jabar atas bantuan penyediaan fasilitas tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Plt Bupati Bekasi yang sudah memberikan perhatian terhadap penataan lokasi ini. Terima kasih juga kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bapak KDM atas dukungan fasilitas yang sekarang sudah dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Ia meminta pedagang dan warga sekitar bersama-sama merawat seluruh sarana publik yang tersedia.

“Kami sebagai pengelola pasar berharap kepada masyarakat, khususnya warga di sekitar Cikarang, agar bersama-sama menjaga dan memelihara fasilitas bangunan. Dengan begitu, keindahan dan kenyamanan kawasan ini bisa terus kita pertahankan,” ungkap Hasyim.

Rapihkan Area Berdagang agar Terhindar dari Kesan Kumuah

Hasyim juga mengimbau pedagang merapikan area dagang masing-masing demi menghilangkan kesan kumuh.

“UPTD tentu memiliki keterbatasan tenaga. Karena itu, kami mengajak para pengelola dan pedagang untuk saling membantu supaya pasar bisa dapat tetata lebih rapi dan ke depan kesan kumuhnya semakin berkurang,” jelasnya.

Pengelola pasar turut menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pengangkutan sampah pada Senin lalu.

“Atas nama pengelola, saya mohon maaf kepada masyarakat apabila pada Senin kemarin kondisi kebersihan sempat menjadi perhatian. Saat itu petugas kami mengalami kendala karena adanya kegiatan penutupan masa orientasi PPPK Kab Bekasi Tahun 2026,” ujarnya.

Pemerintah daerah kini menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk membangun pasar modern berkonsep ramah lingkungan.

“DED-nya tahun ini kita buat. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa kita realisasikan, dengan catatan tidak ada efisiensi anggaran lagi. Pasar Baru Cikarang ini juga sudah masuk dalam rencana pembangunan Bupati,” tuturnya.

Pasar seluas 2,6 hektare ini bakal menyediakan ruang terbuka hijau dan area parkir luas.

“Harapan kami pembangunan ini bisa terlaksana dan menjadi milik pemerintah daerah. Pedagang sudah menunggu sejak lama, bahkan sejak 1998. Alhamdulillah, sekarang sudah ada perubahan melalui penataan bagian depan pasar,” pungkas Hasyim.

(Jingga Sonjaya)

OJK Tasikmalaya Perkuat UMKM Garut Lewat Program Desa EKI, Akses Modal dan Pendampingan Jadi Fokus

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Bersama TPAKD Garut, OJK Tasikmalaya Perkuat pelaku UMKM melalui program EKI (ist Ojk Tasikmalaya)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui kegiatan Pra Inkubasi Lanjutan dan Inkubasi Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI).

Penyelenggara memusatkan kegiatan ini di Desa Wisata Tepas Papandayan, Aula Kantor Desa Karamatwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Pasar Murah di Bungursari Tasikmalaya Diserbu Warga, Perputaran Uang Capai Ratusan Juta Rupiah

Program Desa EKI menjadi strategi unggulan TPAKD Kabupaten Garut untuk mengintegrasikan penguatan literasi keuangan dengan pengembangan potensi ekonomi berbasis masyarakat.

Para pelaku UMKM Desa Wisata Tepas Papandayan dan warga Desa Karamatwangi mengikuti rangkaian pembekalan dari narasumber OJK Tasikmalaya, Bank bjb, BPJS Ketenagakerjaan, serta PT Madubaru (PG Madukismo).

Para peserta menyerap materi mengenai pemahaman akses pembiayaan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, hingga teknik peningkatan produktivitas usaha pertanian guna memperkuat daya saing UMKM.

Manajer OJK Tasikmalaya, Putu Arya Wirasetyanta, menegaskan bahwa Program Desa EKI berfokus membangun ekosistem usaha desa yang berkelanjutan.

“OJK terus mendorong Program Desa EKI menjadi fondasi terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang inklusif, maju dan sejahtera,” ungkap Putu Arya, Rabu (5/8/2026).

Sinergi Lintas Sektor Buka Akses Modal bagi UMKM

Putu Arya membeberkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, perbankan, dan pelaku sektor riil membantu masyarakat memahami layanan keuangan formal sekaligus memperoleh pendampingan usaha secara langsung.

“Melalui sinergi ini, masyarakat tidak hanya semakin memahami produk dan layanan keuangan formal. Tetapi juga memperoleh akses pembiayaan dan pendampingan usaha yang dapat meningkatkan produktivitas. Serta memiliki daya saing UMKM, sehingga mampu naik kelas,” terangnya.

Ia meyakini pendampingan terstruktur mampu memacu pelaku UMKM menciptakan produk berkualitas tinggi hingga sanggup menembus pasar global.

Pemkab Garut Apresiasi Langkah Nyata TPAKD dan OJK

Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Garut, Riky Rizky Drajat, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh anggota TPAKD dalam mendorong kemandirian ekonomi kawasan Tepas Papandayan.

“Program Desa EKI merupakan wujud nyata sinergi pemerintah daerah, OJK dan Perbankan. Kemudian juga kerjasama dari seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat perekonomian desa,” kata Riky.

Riky berharap kawasan Desa Wisata Tepas Papandayan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri. Terlebih ekonomi yang berkelanjutan melalui perluasan akses layanan keuangan ini.

Ke depannya, TPAKD Kabupaten Garut bersama OJK bertekad memperluas jangkauan Program Desa EKI. Tujuannya mendongkrak pendapatan serta kesejahteraan para pelaku usaha lokal.

“Harapan program EKI ini, mampu meningkatkan usaha para pelaku UMKM. Dengan demikian, pendapatan mereka meningkat dan kesejahteraan pelaku UMKM pun menjadi lebih baik,” pungkasnya.

(Seda)

Kabupaten Bekasi Jadi Daerah dengan Perpustakaan Terakreditasi Terbanyak di Jawa Barat

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Jajaran Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi mendampingi kegiatan Tim Assesor dari Perpustakaan Nasional Pusat, untuk penilaian akreditasi perpustakaan sekolah.

BEKASI,FOKUSJabar.id: Kabupaten Bekasi mengukir prestasi manis sebagai daerah dengan perpustakaan terakreditasi terbanyak se-Jawa Barat.

Data BPS Provinsi Jawa Barat mencatat Kabupaten Bekasi memiliki 112 perpustakaan yang telah terakreditasi resmi. Kemudian capaian ini mengalahkan Kota Bandung yang memiliki 107 perpustakaan serta Kabupaten Bandung Barat dengan 105 perpustakaan.

Baca Juga: Sambut HUT RI ke-81, Pemkot Depok Minta Warga Kibarkan Merah Putih Sebulan Penuh

Kabupaten Sukabumi menempati posisi berikutnya dengan 92 perpustakaan dan Kabupaten Kuningan memiliki 89 perpustakaan.

Plt. Sekretaris Disarpus Kabupaten Bekasi, Agung Mulya, menyambut gembira kabar pencapaian indeks literasi tersebut.

“Kami bersyukur Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan jumlah perpustakaan terakreditasi terbanyak di Jawa Barat. Hal ini berdasarkan rilis Humas Jabar yang mengacu pada data BPS Provinsi Jawa Barat,” ujar Agung Mulya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Disarpus Kabupaten Bekasi rutin membina dan mengunjungi sekolah SD serta SMP demi memenuhi standar nasional.

Sejumlah sekolah penerima akreditasi meliputi SDN Mangunjaya 01, SDIT Al-Kautsar, hingga SMP Penabur Cikarang Utara.

Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi kini mengelola 16.570 judul buku fisik dan 2.555 judul buku elektronik.

“Koleksi yang kami sediakan sangat variatif untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari karya umum, filsafat, psikologi, agama, ilmu sosial, bahasa, ilmu murni, ilmu terapan, kesenian, sejarah, geografi, hingga kesusastraan seperti novel dan kumpulan puisi,” jelas Agung.

Masyarakat dapat mengakses layanan ini di empat titik, termasuk Museum Gedung Juang Tambun Selatan. Kemudian Agung mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan fasilitas perpustakaan terdekat sebagai ruang belajar yang nyaman.

“Kami mengundang seluruh elemen masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa, dan orang tua, untuk aktif mengunjungi perpustakaan terdekat. Fasilitas yang nyaman kemudian koleksi yang lengkap ini kami siapkan untuk masyarakat Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Adhitia Herawan Bocorkan Sponsor Baru Persib Bandung, Jumlahnya Lebih Banyak dari Musim Lalu

0
piala presiden 2026 fokusjabar.id
Foto:Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, membocorkan peta kemitraan sponsor Persib Bandung untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.

Manajemen Pangeran Biru baru saja meresmikan kerja sama strategis bersama Semen Kujang dalam sesi konferensi pers di Hotel Pullman, Kota Bandung, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Jelang Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Masih Menunggu Kabar Kondisi Pemain Persib

Adhitia mengungkapkan bahwa Semen Kujang bukan satu-satunya mitra baru. Pihaknya masih menyimpan deretan sponsor lain yang siap menyokong finansial skuad Maung Bandung musim ini.

Manajemen berencana memperkenalkan deretan sponsor baru tersebut secara resmi dalam agenda launching tim pada akhir Agustus 2026.

“Ada yang baru. Tapi nanti mungkin eloknya pas diumumin pas di hari-H saja ya,” kata Adhitia di Hotel Pullman, Kota Bandung, Rabu (5/8/2026).

Jumlah Sponsor Musim Ini Melampaui Musim Lalu

Adhitia mengonfirmasi bahwa jumlah mitra komersial Persib musim ini melampaui pencapaian musim sebelumnya, meskipun ia belum merinci nominal pasti maupun jumlah total perusahaan yang bergabung.

“Kayaknya lebih banyak dari musim lalu. Kayaknya nambah deh, nambah nambah,” ungkap Adhitia.

Ia tidak menampik adanya beberapa sponsor musim lalu yang memilih menyudahi masa kerja sama dengan Pangeran Biru. Namun, manajemen berhasil menggaet mitra baru dengan jumlah yang jauh lebih banyak sebagai penggantinya.

“Ada yang enggak lanjut. Kayak Gudang Garam kan sudah enggak lanjut, itu nanti ganti. Terus ada lagi satu yang enggak lanjut, itu juga ganti. Cuma Alhamdulillah yang gantinya lebih banyak dari yang keluar,” jelasnya.

(Arif)