spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 11

Pemkot Bandung Siapkan Standarisasi 600 Day Care untuk Perkuat Perlindungan Anak

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat menyiapkan regulasi ketat dan standarisasi layanan penitipan anak (daycare). Langkah ini sebagai respons atas maraknya sorotan kasus kekerasan anak yang terjadi di salah satu tempat penitipan anak di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa berdasarkan data program Laci RW, terdapat sekitar 600 layanan daycare yang tersebar di Kota Bandung. Jumlah tersebut mencakup layanan formal di bawah yayasan hingga tempat penitipan berbasis kewilayahan yang masyarakat kelola.

Baca Juga: Keren! Pemkot Bandung Cairkan HPM Guru Honorer

Leading sector penanganan ini ada di DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Kami sedang merumuskan standarisasinya agar perlindungan anak lebih terjamin,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (30/4/2026).

Farhan mengakui bahwa dari 600 titik tersebut, belum semuanya mengantongi izin resmi. Namun, Pemkot Bandung memilih pendekatan persuasif ketimbang penutupan paksa. Ia akan mendorong penyelenggara yang belum berizin untuk memenuhi kriteria standar yang telah tersusun.

“Bagi yang belum berizin, tidak langsung kami tutup. Kami siapkan aturannya terlebih dahulu, dan mereka wajib mengikuti standar keamanan dan kenyamanan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Regulasi ini nantinya akan mencakup standar operasional prosedur (SOP) yang jelas untuk mencegah segala bentuk kekerasan di lingkungan daycare. Farhan juga menekankan pentingnya peran aktif RT, RW, dan aparatur kewilayahan dalam melakukan pengawasan rutin di lapangan.

Saat ini, draf aturan tersebut tengah dalam pembahasan secara intensif oleh Bagian Hukum Pemkot Bandung. Farhan menargetkan pembahasan ini rampung dalam hitungan hari agar bisa segera mengimplementasikannya.

“Senin besok saya akan tagih progresnya ke Bagian Hukum. Saya ingin standarisasi ini segera diterapkan demi memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak di Kota Bandung,” pungkas Farhan.

(Yusuf Mugni)

Anggota DPR RI Ida Nurlaela Bangun Kembali Hunian Marnes Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, ida Nurlaela saat memberikan sejumlah uang kepada Marnes di Pangandaran.(fokusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela, membangun kembali rumah Marnes (49), warga Dusun Galumprit, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, yang rata dengan tanah akibat di terjang angin puting beliung.

‎Peristiwa bermula saat hujan deras di sertai angin kencang melanda wilayah Padaherang.

‎”Awalnya ada hujan angin, terus tiang rumah di bagian belakang patah. Enggak lama setelah itu ada angin puting beliung, rumahnya jadi roboh rata dengan tanah,” ucap Marnes di temui di kediamannya, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: Jelang Mayday 2026, Kapolres Pangandaran Terima Audiensi SPSI

‎Akibat kejadian itu, rumah semi permanen miliknya tak bisa di tempati. Marnes dan keluarga terpaksa mengontrak di rumah kosong milik tetangga selama satu bulan.

‎Melihat kondisi tersebut, Anggota DPRD Pangandaran Hesti Mulyati bergerak cepat ke lokasi. Hesti lalu melaporkan kejadian ini ke pemerintah setempat hingga ke Anggota DPR RI Ida Nurlaela.

‎Tak berselang lama, Ida Nurlaela turun langsung dan memastikan pembangunan kembali rumah Marnes.

‎Ida menegaskan, bantuan ini menggunakan uang pribadinya, bukan dari program Komisi VI DPR RI.

‎”Dari dulu saya suka melakukan aksi sosial seperti ini, apalagi sekarang saya punya jabatan di DPR. Bantuan ini sifatnya pribadi, tidak ada bantuan dari program Komisi VI,” kata Ida.

Rutin Aksi Sosial

‎Anggota Komisi VI itu menyebut aksi sosial sudah rutin ia lakukan jauh sebelum menjabat di DPR pusat. Selain bantuan bencana, Ida juga kerap memberi bantuan dan motivasi kepada petani di dapilnya agar hidup lebih layak.

‎”Kalau fungsi dewan di laksanakan dengan baik, itulah yang di harapkan oleh masyarakat,” ujarnya.

‎Raut bahagia terpancar dari Marnes. Ia mengucapkan terima kasih karena rumahnya kini mulai berdiri.

Baca Juga: ASN Pangandaran Wajib Bersepeda ke Kantor Tiap Rabu dan Jumat

‎”Alhamdulillah berkat bantuan Bu Dewan semuanya saya punya rumah lagi, enggak tinggal di rumah orang. Mudah-mudahan Bu Ida dan Bu Hesti di berikan kesehatan dan rezeki yang melimpah,” ucapnya penuh haru.

‎Dalam kesempatan itu, Ida juga memberikan sejumlah uang kepada Marnes dan membagikan bantuan sembako kepada warga yang menyaksikan peninjauan. 

Suasana haru pun terjadi saat Marnes memeluk erat Ida Nurlaela sambil berderai air mata karena tak kuasa menahan kebahagiaannya.

(Sajidin)

Ketua DPC PPP Terpilih Wajib Nyalon Wali Kota Tasikmalaya

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Ketua DPW PPP Jabar, (Pakai Peci) Uu Ruzhanul Ulum (Foto : Nanang Yudi/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dinamika politik internal DPC PPP Kota Tasikmalaya memasuki babak baru. Setelah sempat di warnai rivalitas sengit antar kubu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat akhirnya resmi mengambil alih proses Musyawarah Cabang (Muscab) demi menjaga kondusivitas partai.

​Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan bahwa langkah ini di ambil sebagai solusi jalan tengah atau win-win solution untuk meredam konflik internal yang berlarut-larut.

​Dalam rapat terbatas yang di gelar Rabu (29/4/2026) sore kemarin, DPW memutuskan untuk mengubah skema pemilihan. Jika sebelumnya ketua di pilih langsung, kini penentuan struktur kepengurusan di serahkan kepada Tim Formatur.

Baca Juga: Misteri Kematian Anggota Polri Dalam Mobil Guncang Tasikmalaya

​“Kami ingin tidak ada yang di rugikan. Tim formatur di ambil dari perwakilan kedua belah pihak yang sebelumnya berseberangan, di tambah unsur DPW dan DPP,” ujar Uu pada Kamis (30/4/2026) sore.

​Menariknya, nama Agus Wahyudin yang sebelumnya di pasang sebagai perwakilan unsur DPC dalam tim formatur memilih untuk abstain. Ia menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada mekanisme DPW.

Maju Calon Wali Kota atau Mundur

​Tidak hanya soal struktur organisasi, sosok yang akrab di sapa “Panglima Santri” ini memberikan peringatan keras bagi siapapun yang nantinya terpilih menjadi Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya. 

Uu Ruzhanul Ulum menegaskan bahwa ketua DPC PPP terpilih harus memiliki keberanian politik untuk maju sebagai Calon Wali Kota Tasikmalaya di Pilkada mendatang.

​“Ketua DPC PPP terpilih harus berani mencalonkan diri sebagai Wali Kota. Kalau tidak berani, mundur saja! Ini sudah menjadi harga mati yang tidak bisa di tawar lagi,” tegas mantan Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut.

​Menurut Uu, di era politik saat ini, figur seseorang jauh lebih menentukan di bandingkan sekadar visi-misi partai. Masyarakat cenderung memilih tokoh yang kuat untuk memimpin daerah. Oleh karena itu, ketua terpilih nantinya wajib menandatangani pakta integritas atau baiat di hadapan DPW.

Keputusan Final Ada di Tangan DPP

​Tim formatur di berikan tenggang waktu selama satu minggu untuk menyusun komposisi pengurus mulai dari Ketua, Sekretaris, hingga Bendahara. Namun, Uu mengingatkan bahwa hasil kerja formatur tetap bersifat rekomendasi.

​Proses Selanjutnya, rekomendasi formatur di serahkan ke DPW. Dan DPW memiliki hak untuk memberikan catatan atau rekomendasi berbeda sesuai AD/ART. Hasilnya, bola panas sepenuhnya ada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

​“Bisa saja DPP memiliki pilihan lain yang berbeda dengan rekomendasi formatur atau DPW. Kami hanya merekomendasikan, keputusan mutlak ada di pusat,” tambah Uu.

Balapan Sudah Selesai

​Uu mengibaratkan persaingan internal DPC PPP Kota Tasikmalaya ini seperti balapan. Ia meminta seluruh kader untuk segera “mengerem” ego masing-masing demi keutuhan partai.

Baca Juga: Pinjaman Tanpa Bunga di Tasikmalaya Hajar Bank Emok

​“Jangan di teruskan balapan di jalan raya karena panitia sudah bubar dan itu membahayakan pengguna jalan lain. Mari kita bersatu kembali untuk membesarkan partai di Kota Tasikmalaya,” pungkasnya puitis.

​Dengan pengalihan ini, masyarakat dan kader PPP kini menanti siapakah sosok “petarung” yang akan mengomandoi partai berlambang Ka’bah ini di Kota Resik.

Saat ini muncul dualisme yang di usung untuk menjadi Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya yakni kubu Hilman Wiranata dan kubu Enjang Bilawini. Namun siapa yang akan menjadi ketua terpilih sepenuhnya ada di tangan DPP dan direkomendasikan oleh tim formatur.

(Abdul Latif)

Jika Gagal Hasilkan Pemenang, Bandung Zoo Diambil Alih Pemerintah

0
bandung@fokusjabar.id
Bandung Zoo.(Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Nasib Bandung Zoo memasuki masa krusial. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pemerintah siap mengambil alih pengelolaan jika seleksi pengelola baru gagal menghasilkan pemenang hingga 5 Mei 2026.

Farhan mengatakan, saat ini Ia bersama Gubernur Jawa Barat terus berkomunikasi intensif untuk menentukan langkah terbaik terkait keberlangsungan pengelolaan kebun binatang tersebut.

“Saya dan Pak Gubernur sedang intensif komunikasi. Kalau sampai tanggal 5 Mei tidak berhasil lelang, maka akan di ambil alih pemerintah. Sekarang kita siapkan semua skenario, baik ada pemenang lelang maupun tidak,”kata Farhan di Balai Kota Bandung Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: Keren! Pemkot Bandung Cairkan HPM Guru Honorer

Menurutnya, proses seleksi pengelola baru masih berada pada tahap pendaftaran. Pemerintah membuka kesempatan kepada lembaga konservasi yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses tersebut.

“Masih tahap pendaftaran. Syaratnya ketat, tidak semua lembaga konservasi mampu,” katanya.

Farhan menyebut masa pendaftaran akan di tutup pada 3 Mei, sementara target penentuan hasil seleksi di patok pada 5 Mei.

“Sampai tanggal 3 pendaftaran, targetnya 5 Mei,” ucapnya.

Farhan menjelaskan, dari total 85 pihak yang di undang mengikuti seleksi, baru sekitar 4 lembaga yang memberikan respons, dan sebagian besar masih sebatas menyatakan minat.

“Yang di undang 85, tapi yang merespons baru sekitar empat, itu pun baru menyatakan minat. Kita juga mengajukan perpanjangan deadline ke pemerintah pusat,” katanya.

Baca Juga: Mulai 2 Mei, Karnaval Binokasih Jelajahi Daerah di Jawa Barat

Selain itu, kondisi kesehatan dan kesejahteraan satwa di Bandung Zoo mendapat perhatian serius selama masa transisi pengelolaan.

Saat ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Vantara untuk mendukung kesejahteraan satwa, terutama penyediaan obat-obatan.

“Saat ini DKPP dan Dinas Kehutanan Jabar bekerja sama dengan Vantara untuk animal welfare, terutama obat-obatan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Misteri Kematian Anggota Polri Dalam Mobil Guncang Tasikmalaya

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Mobil Sigra yang terparkir di bahu Jalan HZ Mustofa membuat geger warga. (Istimewa)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana riuh di pusat jantung Kota Tasikmalaya, kawasan Jalan KHZ Mustofa, mendadak jadi sorotan ratusan pasang mata.

Sebuah mobil yang terparkir dengan nomor polisi Z 1219 MJ menjadi pusat perhatian masyarakat. Bukan karena pelanggaran, tetapi pengemudinya nampak sudah tak bernyawa.

Warga pun kemudian menyebarkan video penemuan tersebut ke sejumlah group di media sosial. Pasalnya, siapa yang mengemudikan mobil tersebut sama sekali tidak di kenali.

Baca Juga: Pemkab Tasikmalaya Hibahkan Aset Demi Rumah Sakit

“Manawi aya anu uninga, iyeu yeuh mobil,duka Gocar duka naon tapi da teu aya brandingan.di Jalan HZ Jigana iyeu mah tos ngantunkeun. (Siapa tahu ada yang kenal, ini ada mobil apakah gocar atau apa tidak ada bandingannya, di jalan HZ. Sepertinya sudah meninggal dunia,” kata orang dalam video tersebut. 

Namun ternyata korban terkonfirmasi sebagai salah satu putra terbaik Korps Bhayangkara. Korban di pastikan adalah Bripka Budi Akbar Permana, seorang anggota Polri aktif sebagai Banit Unit Reskrim Polsek Langensari, Polres Banjar.

Ratusan pasang mata pengguna jalan dan warga sekitar tertuju pada proses evakuasi yang di lakukan petugas yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas.

Banyak warga yang menepi, karena di selimuti rasa penasaran sekaligus empati melihat anggota kepolisian yang sedang berupaya mengeluarkan korban dari balik kemudi.

​”Semoga di berikan ketabahan,” tulis pernyataan resmi otoritas terkait, menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya sang anggota yang di kenal berdedikasi tinggi tersebut.

​Meski proses evakuasi telah selesai di lakukan, spekulasi mengenai penyebab pasti meninggalnya sang anggota Reskrim di dalam mobil tersebut masih bergulir liar di tengah masyarakat. Apakah karena serangan jantung mendadak, kelelahan yang luar biasa, atau ada faktor medis lainnya?

​Hingga saat ini, pihak kepolisian dan tim medis masih bekerja keras. Hasil autopsi medis menjadi kunci utama yang di nantikan publik untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden tragis ini.

​Poin Penting dalam Insiden

​Identitas Kendaraan: Mobil bernomor polisi Z 1219 MJ.

​Lokasi Kejadian: Kawasan bisnis Jalan KHZ Mustofa, Tasikmalaya.

​Dampak Lalu Lintas: Kemacetan panjang akibat banyaknya warga yang menyaksikan proses evakuasi.

​Langkah Selanjutnya: Menunggu hasil resmi pemeriksaan forensik/autopsi.

Baca Juga: Pinjaman Tanpa Bunga di Tasikmalaya Hajar Bank Emok

​Kepergian seorang anggota Reskrim di tengah tugasnya atau bahkan saat sedang berada di ruang publik selalu meninggalkan lubang besar bagi institusi Polri. 

Ucapan belasungkawa terus mengalir bagi keluarga yang di tinggalkan, mengiringi doa agar mendiang mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

​Kini, Jalan HZ Mustofa mungkin sudah kembali lancar, namun ingatan akan tragedi di balik kemudi Z 1219 MJ akan tetap membekas hingga tabir penyebab kematiannya terungkap terang benderang.

(Abdul Latif)

Keren! Pemkot Bandung Cairkan HPM Guru Honorer

0
Bandung, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan pencairan Honorarium Peningkatan Mutu (HPM) bagi guru honorer mulai di lakukan hari ini. Pembayaran tersebut sekaligus mencakup rapelan selama empat bulan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, bahwa pembayaran di targetkan masuk ke rekening penerima secara bertahap hingga sore hari.

Baca Juga: Mulai 2 Mei, Karnaval Binokasih Jelajahi Daerah di Jawa Barat

“Alhamdulillah, untuk Honorarium Peningkatan Mutu istilah kita namanya HPM ini sudah di cairkan. Mudah-mudahan hari ini kita kejar sebelum jam 3 sore semua sudah masuk ke rekening bank masing-masing,”kata Farhan di Balai Kota Bandung Kamis (30/4/2026).

Farhan menjelaskan, keterlambatan pembayaran terjadi karena pemerintah daerah harus lebih dulu menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai dasar hukum pencairan anggaran.

Baca Juga: Waduh! Sampah Organik Kota Bandung Melonjak

Menurutnya, proses penerbitan Perwal memerlukan waktu karena harus mendapat persetujuan dari gubernur serta pemerintah pusat.

“Dari kemarin saya sudah tanda tangan, hari ini insyaallah cair,” katanya.

(Yusuf Mugni)

KONI Kota Bandung Kirim Atlet Berpotensi Medali di Porprov Jabar XV

0
KONI Kota Bandung Porprov fokusjabar.id
Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi

BANDUNG, FOKUSJabar.id: KONI Kota Bandung menetapkan kebijakan efektif efisien dalam menentukan atlet yang akan menjadi bagian kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV.

Potensi medali menjadi salah satu indikator utama untuk menjadi bagian kontingen Kota Bandung.

Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi menuturkan, sebanyak 1.898 atlet sudah di daftarkan untuk mengikuti Porprov Jabar XV berdasarkan rekomendasi dari pengurus cabang olahraga.

BACA JUGA:

Sukseskan Porprov Jabar XV, Ini yang Digandeng KONI Kota Bekasi

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.181 orang merupakan atlet-atlet yang memastikan lolos Porprov Jabar XV melalui babak kualifikasi di cabang olahraga masing-masing.

“Sebanyak 1.898 orang atlet itu berasal dari 78 cabang olahraga yang akan kami ikuti. Tapi tidak semua cabang olahraga menggelar babak kualifikasi untuk menentukan atlet yang berhak tampil di Porprov Jabar XV,” kata Nuryadi saat di temui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Kamis (30/4/2026).

BACA JUGA:

Pimpin Perbasi Jabar 2026-2030, Epriyanto Kasmuri Siap Berkolaborasi

Atlet yang sudah di daftar melalui portal Porprov Jabar Istimewa, tidak secara otomatis akan menjadi bagian kontingen Kota Bandung di ajang multieven olahraga terakbar di Tanah Pasundan tersebut. Beberapa kriteria akan menjadi indikator penting bagi atlet bisa tampil di Porprov Jabar XV.

“Salah satu indikator utamanya adalah potensi medali yang akan di capai atlet di nomor pertandingan cabang olahraga yang akan mereka ikuti,” kata Nuryadi.

Hingga saat ini, KONI Kota Bandung masih terus melakukan verifikasi serta monitoring evaluasi (monev) terhadap potensi medali dari setiap atlet dan nomor pertandingan.

Pemetaan kekuatan serta potensi medali di setiap nomor pertandingan cabang olahraga terus dilakukan hingga komposisi atlet inti Kota Bandung untuk Porprov Jabar XV di tetapkan.

BACA JUGA:

Tesyou Indonesia Gandeng UM Indonesia Cetak Tester Tes Fisik Profesional

“Pemetaan peluang ini di lakukan berdasarkan hasil dari performa dan pencapaian atlet di berbagai kejuaraan, tidak hanya berdasarkan kelolosan babak kualifikasi saja,” Nuryadi menerangkan.

Dia mengaku, tahapan-tahapan tersebut di lakukan agar para atlet yang akan membela Kota Bandung di Porprov Jabar XV memiliki potensi meraih medali. Baik medali emas, perak atau perunggu.

“Kami berkaca dari pengalaman di Porprov Jabar sebelumnya. Di mana ada sekitar ratusan atlet yang justru tidak meraih medali. Jadi untuk Porprov Jabar XV, kami akan lebih selektif dengan prinsip efektif efisien. Kami kirim atlet yang benar-benar berpotensi meraih medali,” pungkasnya.

(ageng)