spot_imgspot_img
Sabtu 8 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 12

Kabupaten Bekasi Jadi Daerah dengan Perpustakaan Terakreditasi Terbanyak di Jawa Barat

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Jajaran Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi mendampingi kegiatan Tim Assesor dari Perpustakaan Nasional Pusat, untuk penilaian akreditasi perpustakaan sekolah.

BEKASI,FOKUSJabar.id: Kabupaten Bekasi mengukir prestasi manis sebagai daerah dengan perpustakaan terakreditasi terbanyak se-Jawa Barat.

Data BPS Provinsi Jawa Barat mencatat Kabupaten Bekasi memiliki 112 perpustakaan yang telah terakreditasi resmi. Kemudian capaian ini mengalahkan Kota Bandung yang memiliki 107 perpustakaan serta Kabupaten Bandung Barat dengan 105 perpustakaan.

Baca Juga: Sambut HUT RI ke-81, Pemkot Depok Minta Warga Kibarkan Merah Putih Sebulan Penuh

Kabupaten Sukabumi menempati posisi berikutnya dengan 92 perpustakaan dan Kabupaten Kuningan memiliki 89 perpustakaan.

Plt. Sekretaris Disarpus Kabupaten Bekasi, Agung Mulya, menyambut gembira kabar pencapaian indeks literasi tersebut.

“Kami bersyukur Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan jumlah perpustakaan terakreditasi terbanyak di Jawa Barat. Hal ini berdasarkan rilis Humas Jabar yang mengacu pada data BPS Provinsi Jawa Barat,” ujar Agung Mulya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Disarpus Kabupaten Bekasi rutin membina dan mengunjungi sekolah SD serta SMP demi memenuhi standar nasional.

Sejumlah sekolah penerima akreditasi meliputi SDN Mangunjaya 01, SDIT Al-Kautsar, hingga SMP Penabur Cikarang Utara.

Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi kini mengelola 16.570 judul buku fisik dan 2.555 judul buku elektronik.

“Koleksi yang kami sediakan sangat variatif untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari karya umum, filsafat, psikologi, agama, ilmu sosial, bahasa, ilmu murni, ilmu terapan, kesenian, sejarah, geografi, hingga kesusastraan seperti novel dan kumpulan puisi,” jelas Agung.

Masyarakat dapat mengakses layanan ini di empat titik, termasuk Museum Gedung Juang Tambun Selatan. Kemudian Agung mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan fasilitas perpustakaan terdekat sebagai ruang belajar yang nyaman.

“Kami mengundang seluruh elemen masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa, dan orang tua, untuk aktif mengunjungi perpustakaan terdekat. Fasilitas yang nyaman kemudian koleksi yang lengkap ini kami siapkan untuk masyarakat Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Adhitia Herawan Bocorkan Sponsor Baru Persib Bandung, Jumlahnya Lebih Banyak dari Musim Lalu

0
piala presiden 2026 fokusjabar.id
Foto:Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, membocorkan peta kemitraan sponsor Persib Bandung untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.

Manajemen Pangeran Biru baru saja meresmikan kerja sama strategis bersama Semen Kujang dalam sesi konferensi pers di Hotel Pullman, Kota Bandung, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Jelang Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Masih Menunggu Kabar Kondisi Pemain Persib

Adhitia mengungkapkan bahwa Semen Kujang bukan satu-satunya mitra baru. Pihaknya masih menyimpan deretan sponsor lain yang siap menyokong finansial skuad Maung Bandung musim ini.

Manajemen berencana memperkenalkan deretan sponsor baru tersebut secara resmi dalam agenda launching tim pada akhir Agustus 2026.

“Ada yang baru. Tapi nanti mungkin eloknya pas diumumin pas di hari-H saja ya,” kata Adhitia di Hotel Pullman, Kota Bandung, Rabu (5/8/2026).

Jumlah Sponsor Musim Ini Melampaui Musim Lalu

Adhitia mengonfirmasi bahwa jumlah mitra komersial Persib musim ini melampaui pencapaian musim sebelumnya, meskipun ia belum merinci nominal pasti maupun jumlah total perusahaan yang bergabung.

“Kayaknya lebih banyak dari musim lalu. Kayaknya nambah deh, nambah nambah,” ungkap Adhitia.

Ia tidak menampik adanya beberapa sponsor musim lalu yang memilih menyudahi masa kerja sama dengan Pangeran Biru. Namun, manajemen berhasil menggaet mitra baru dengan jumlah yang jauh lebih banyak sebagai penggantinya.

“Ada yang enggak lanjut. Kayak Gudang Garam kan sudah enggak lanjut, itu nanti ganti. Terus ada lagi satu yang enggak lanjut, itu juga ganti. Cuma Alhamdulillah yang gantinya lebih banyak dari yang keluar,” jelasnya.

(Arif)

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Pangandaran, Warga Berhamburan Keluar Rumah, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Ilustrasi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5.3 menggetarkan wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026) malam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan gempa terjadi pada pukul 21.55 WIB. Pusat gempa terdeteksi berada di laut, berjarak 79 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran pada kedalaman 18 km. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami.

Baca Juga: KCD Wilayah XIII Jabar Perketat Pengawasan Sekolah, Batasi Gawai untuk Cegah Kekerasan terhadap Anak

Dalam pemutakhiran data selanjutnya, BMKG mencatat titik episentrum berada pada koordinat 8.23 LS dan 107.89 BT, tepatnya 89 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 25 km.

Warga Berhamburan Keluar Rumah

Guncangan gempa terasa nyata hingga ke daerah daratan. Salah seorang warga Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Madlani, mengaku terkejut saat merasakan getaran yang cukup kuat.

“Gempa lumayan gede,” ujar Madlani, Rabu (5/8/2026) malam.

Sejumlah warga sempat berhamburan keluar dari dalam rumah guna mengantisipasi bahaya reruntuhan. Hingga saat ini, pihak berwenang belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat insiden tersebut.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu-isu liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pihak BMKG juga menambahkan catatan khusus mengenai sifat pemutakhiran data informasi gempa tersebut.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

(Sajidin)

Sambut HUT RI ke-81, Pemkot Depok Minta Warga Kibarkan Merah Putih Sebulan Penuh

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Pengumpulan bendera merah putih ASN Kota Depok.

DEPOK,FOKUSJabar.id: Wali Kota Depok Supian Suri menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.14.1.1/482/DISHUB/2026. Surat edaran ini memuat pedoman pelaksanaan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah Kota Depok mengajak seluruh elemen masyarakat menyemarakkan peringatan kemerdekaan dengan semangat persatuan. Edaran ini mengatur atribut kemerdekaan, Detik-Detik Proklamasi, hingga penggunaan logo resmi secara seragam.

Baca Juga: Jelang Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Masih Menunggu Kabar Kondisi Pemain Persib

Pemerintah mengusung tema nasional perayaan tahun ini yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Masyarakat menggunakan tema resmi tersebut pada seluruh media publikasi cetak maupun digital. Pemkot Depok mengimbau warga memasang umbul-umbul, spanduk, baliho, dan dekorasi di lingkungan rumah.

Warga wajib mengibarkan Bendera Merah Putih serentak mulai 1 hingga 31 Agustus 2026. Masyarakat menghentikan aktivitas tiga menit saat Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus pukul 10.17 WIB.

Warga berdiri tegap menghormati lagu Indonesia Raya kecuali situasi darurat keselamatan jiwa. Petugas TNI, Polri, dan instansi membunyikan sirene penanda sebelum lagu nasional berkumandang.

Supian Suri mendorong jajaran camat serta lurah menggelar kegiatan berbasis kearifan lokal. Camat dan lurah wajib menyosialisasikan aturan ini hingga tingkat RT dan RW.

Pemasangan atribut peringatan harus tetap menjaga kebersihan, kerapian, serta ketertiban lingkungan umum.

Pemkot Depok melarang keras penggunaan momen peringatan kemerdekaan untuk agenda politik praktis.

(Jingga Sonjaya)

Jelang Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Masih Menunggu Kabar Kondisi Pemain Persib

0
PERSIB, FOKUSJabar.id
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic (WEB)

BALI,FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, membeberkan kondisi persiapan timnya menjelang laga pamungkas turnamen pramusim Piala Presiden 2026 menghadapi Persebaya Surabaya.

Partai puncak turnamen ini bakal berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.

Baca Juga: Umuh Muchtar Optimistis Persib Makin Kuat usai Lolos ke Final Piala Presiden 2026

Igor Tolic mengungkapkan bahwa skuad Maung Bandung hanya memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas. Pasalnya, Pangeran Biru baru saja menuntaskan laga sengit semifinal, Selasa (4/8/2026).

“Hari ini pemulihan, bagaimana kondisi standar para pemain? Ya, ini belum lewat dua hari, baru satu hari. Jadi kita akan lihat situasi sebenarnya besok pagi,” kata Igor Tolic, Rabu (5/8/2026).

“Kami mendapat informasi resmi bahwa kita akan bermain besok malam. Jadwalnya tanggal 6 malam,” lanjut pelatih asal Kroasia tersebut.

Tolic Tunda Keputusan Susunan Pemain Utama

Menyikapi mepetnya waktu jeda antarpertandingan, Igor Tolic memilih menunda penetapan Daftar Susunan Pemain (DSP) yang akan turun bertanding menjajal kekuatan Persebaya.

Pihak tim pelatih memprioritaskan pemantauan tingkat kebugaran serta kesiapan fisik seluruh pilar hingga hari pertandingan bergulir. Tolic memastikan hanya pemain yang benar-benar bugar yang menghuni starting lineup.

“Kita akan lihat situasinya besok dan kemudian memutuskan siapa yang akan bermain, siapa yang sehat, dan bagaimana kondisi para pemain. Karena hari ini hanya pemulihan dan besok baru bisa kita lihat,” ucap Tolic.

Partai Puncak Berlangsung Tanpa Kehadiran Penonton

Laga final Piala Presiden 2026 dipastikan berjalan dengan atmosfer berbeda. Panitia penyelenggara menggelar pertandingan puncak ini tanpa penonton di tribun stadion.

Keputusan tersebut membuat Persib Bandung maupun Persebaya Surabaya harus berjuang memperebutkan trofi juara tanpa dukungan langsung dari para pendukung setia mereka di tribune.

(Arif)

Pasar Murah di Bungursari Tasikmalaya Diserbu Warga, Perputaran Uang Capai Ratusan Juta Rupiah

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Sejumlah warga, menyerbu kegiatan Pasar Murah di halaman Kantor Kelurahan Cibunigeulis, yang digelar Pemkot Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya terus memacu daya beli masyarakat lewat program Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar secara berkala di setiap kecamatan.

Kali ini, Kecamatan Bungursari memusatkan gelaran GPM di halaman Kantor Kelurahan Cibunigeulis, Rabu (5/8/2026). Panitia mencatat perputaran uang mencapai ratusan juta rupiah dalam satu kali pelaksanaan acara tersebut.

Baca Juga: Viral Konten Promosi Hotel di Tasikmalaya Tuai Kritik, Disporabudpar Minta Pengusaha Jaga Citra Kota Santri

Pasar murah ini tidak sekadar menyediakan komoditas bahan pokok dengan harga di bawah pasaran, melainkan juga membuka ruang pemasaran bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Program ini menghadirkan manfaat ganda untuk meringankan beban belanja warga sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah.

Camat Bungursari, Sodik Sunandi, menegaskan bahwa tingginya animo masyarakat membuktikan efektivitas pasar murah sebagai instrumen penjaga daya beli. Oleh karena itu, Pihak Kecamatan Bungursari menetapkan kegiatan ini sebagai agenda rutin mingguan.

“Antusiasme ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan program gerakan pasar murah yang menyediakan komoditas pangan dengan harga murah dan terjangkau,” ungkap Sodik Sunandi, Rabu (5/8/2026).

Patok Harga Pangan Kompetitif di Bawah Pasar

Sodik menjelaskan bahwa panitia mematok harga komoditas lebih murah ketimbang harga pasar reguler. Sebagai contoh, Bulog menjual beras seharga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, sementara pedagang mematok ikan mujair seharga Rp30.000 per kilogram.

Sodik menegaskan bahwa gelaran pasar murah menjadi bukti kehadiran nyata pemerintah dalam membantu pemenuhan pangan warga.

“Pasar murah mampu meringankan beban belanja khusus para ibu-ibu yang menjadi pengatur strategi dapur. Dan dari pasar murah ini, mampu menggerakkan perputaran uang hingga ratusan juta rupiah,” ujar Sodik.

Gandeng Pertamina hingga Kelompok Tani Lokal

Pelaksanaan GPM di Kecamatan Bungursari menggalang sinergi dari berbagai pihak lintas sektor.

Penyelenggara menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Bungursari, Kelompok Wanita Tani (KWT), Tim Penggerak PKK, Bulog, Pertamina, serta pelaku usaha ritel modern.

“Kolaborasi ini harapannya dapat memperkuat rantai distribusi pangan, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta menjaga perputaran ekonomi di tingkat kecamatan hingga kelurahan sampai ke rumah tangga,” pungkasnya.

(Seda)

Viral Konten Promosi Hotel di Tasikmalaya Tuai Kritik, Disporabudpar Minta Pengusaha Jaga Citra Kota Santri

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Rakor bersama para pengusaha Jasa akomodasi perhotelan, untuk berkomitmen menjaga iklim usaha di Kota Tasikmalaya yang sehat dan beretika (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kemunculan konten promosi jasa perhotelan bermuatan negatif yang mengasnamakan salah satu penginapan di Kota Tasikmalaya memicu kegaduhan publik. Gelombang kritik keras berdatangan dari kelompok masyarakat karena materi promosi tersebut mencederai identitas Tasikmalaya sebagai Kota Santri.

Merespons keresahan warga, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para pelaku usaha jasa akomodasi di Gedung Creative Center (GCC) Kota Tasikmalaya, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Gudang Barang Bekas di Tasikmalaya, 7 Unit Damkar dan Yonif Macan Putih Dikerahkan

Agenda pembinaan ini menghimpun jajaran Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pengelola homestay, guesthouse, pemilik rumah kos, pimpinan Bank bjb Cabang Tasikmalaya Fina Petrina Ahmad, serta instansi terkait di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.

Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dr. Deddy Mulyana, menegaskan bahwa rakor ini bertujuan memperketat pengawasan. Serta mengedukasi para pelaku usaha agar bertindak bijak saat memasarkan produknya.

“Rakor bersama ini, tentu menjadi pengingat dan edukasi bagi pengelola hotel, homestay, kos-kosan atau usaha sejenis. Bertujuan agar dalam melakukan promosi usaha di sejumlah platform media tayang secara bijak dan tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku. Sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” ungkap Deddy, Rabu (5/8/2026).

Pengusaha Harus Jaga Citra Kota Santri

Deddy mengakui bahwa strategi pembuatan konten viral memang ampuh menyedot perhatian publik. Namun, pihaknya menolak keras penggunaan cara-cara yang menabrak nilai moral dan norma sosial yang berlaku di Kota Tasikmalaya.

“Kalau dari sisi pemasaran (marketing) mungkin dipandang cukup menarik perhatian, tapi caranya itu tidak sesuai dengan budaya kita. Tasikmalaya terkenal sebagai Kota Santri. Karena itu citra daerah harus tetap kita jaga tanpa meninggalkan nilai pariwisata yang daerah ini miliki,” terangnya.

Ia meminta seluruh pelaku usaha jasa penginapan untuk mengedepankan promosi yang edukatif, ramah keluarga, serta menonjolkan kearifan lokal.

“Promosi pemasaran yang sarat muatan negatif dan melanggar norma-norma sosial, justru bisa merusak citra pariwisata dan menimbulkan penolakan dari masyarakat. Serta merusak citra daerah dan menghambat investasi usaha,” tegas Deddy.

Edukasi Pemilik Penginapan dan Kreator Konten

Disporabudpar bersama tim teknis bergerak cepat dengan mendatangi langsung pemilik penginapan dan pihak ketiga pembuat konten untuk memberikan pembinaan khusus.

“Kami sudah temui pemilik hotel dan akun pemilik konten. Kami sampaikan agar lebih selektif memilih mitra promosi. Terlebih memastikan konten yang tersebar tidak bertentangan dengan norma dan kultur daerah Kota Tasikmalaya,” terangnya.

Pihaknya menggarisbawahi pentingnya menjaga iklim usaha yang kondusif. Pasalnya, sektor perhotelan dan rumah kos memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak daerah.

“Kita semua ingin sektor ini terus maju dan tumbuh, namun tumbuh dengan cara yang sehat dan beretika. Jangan sampai karena satu konten, reputasi dan nama baik usaha akomodasi dan pelaku usaha jasa pariwisata semuanya ikut terdampak,” ujar Deddy.

Deddy memastikan bahwa pihaknya akan mengintensifkan pengawasan secara berkala. Agar pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata berjalan seiring dengan pelestarian nilai budaya masyarakat.

“Pemerintah tentu berkewajiban menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan di daerah. Tujuannya agar kota ini semakin maju dan berkembang, yang tentu akan berdampak terhadap kesejahteraan warganya,” pungkasnya.

(Seda)