spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 13

Umtas Segera Buka Jurusan Haji dan Umroh untuk Cetak SDM Profesional

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Prosesi Wisuda Umtas Ke-XV /2026 di Ballroom Grand Metro Hotel Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana Ballroom Hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya, berubah menjadi lautan haru dan bahagia, Rabu (29/4/2026). Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) resmi melepas 244 lulusan dalam prosesi Wisuda Ke-XV Program Profesi, Sarjana, dan Diploma III periode April 2026.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Ferdiansyah, jajaran pejabat daerah, serta para orang tua yang tampak emosional saat melihat putra-putrinya mengenakan toga dan menyandang gelar akademik baru.

Baca Juga: Kejari Kota Tasikmalaya Bedah Aturan Korupsi dan Sengketa Medis di Puskesmas

Rektor Umtas, Neni Nuraeni, mengungkapkan rasa bangga sekaligus kegelisahannya di hadapan para wisudawan. Di tengah kemeriahan acara, ia tak menampik adanya kekhawatiran terkait tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan sempitnya peluang lapangan pekerjaan saat ini.

“Kami tidak ingin lulusan Umtas hanya menjadi penambah angka pengangguran. Itulah mengapa ilmu kewirausahaan menjadi ‘menu wajib’ yang kami berikan kepada seluruh mahasiswa di kampus ini,” tegas Neni Nuraeni.

Neni menekankan pentingnya perubahan pola pikir bagi para sarjana baru. Menurutnya, lulusan Umtas harus mampu bertransformasi dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui semangat entrepreneurship yang telah dipupuk sejak di bangku kuliah.

Rektor Umtas Wajibkan Lulusan Miliki Mental Wirausaha

Selain membekali mahasiswa dengan mental wirausaha, Umtas juga terus berinovasi dalam pengembangan akademik. Rektor membocorkan rencana besar untuk membuka Fakultas Islam dengan Jurusan Haji dan Umroh. Langkah strategis ini dalam target terealisasi sebelum penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran mendatang. Demi mencetak tenaga ahli yang profesional di industri manajemen perjalanan religi.

Tak hanya fokus pada pasar domestik, Umtas juga memperkuat jejaring internasional. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia. Kerja sama ini mencakup pertukaran mahasiswa hingga riset bersama untuk meningkatkan daya saing global para alumni.

Di akhir prosesi, Neni menitipkan pesan mendalam kepada 244 wisudawan agar senantiasa menjaga nama baik almamater. Kemudian menjadikan gelar mereka sebagai amanah untuk pengabdian. “Gelar ini bukan sekadar hiasan di dada, melainkan tanggung jawab untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

(Seda)

Kejari Kota Tasikmalaya Bedah Aturan Korupsi dan Sengketa Medis di Puskesmas

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan bersama Kajari Kota Tasikmalaya Erny Veronica Maramba dan Sekretaris Dinkes Surya Ningsih, dalam kegiatan sharing Season Kepatuhan Hukum di Puskesmas Cigeureung Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Seluruh pegawai Puskesmas Cigeureung, mulai dari tenaga kesehatan hingga staf administrasi, mendapatkan penguatan integritas melalui kegiatan Sharing Session Kepatuhan Hukum dan Pelayanan Kesehatan, Rabu (29/4/2026). Agenda ini bertujuan meminimalisir risiko tindak pidana korupsi serta mencegah terjadinya sengketa medikolegal dalam pelayanan publik.

Acara yang berlangsung di Aula Utama Puskesmas Cigeureung ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tasikmalaya, Erny Veronica Maramba.

Baca Juga: Tasikmalaya Bersih-Bersih! Viman Alfarizi Naik Crane Potong Kabel Semrawut di Pusat Kota

Dalam pemaparannya, Erny menekankan bahwa pelayanan kesehatan berkaitan erat dengan hak dasar masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta setiap tindakan medis maupun penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

“Jika tenaga kesehatan dan aparatur pemerintah sudah menerapkan asas umum pemerintahan yang baik dan bersih, maka mereka akan terhindar dari jeratan kasus KKN,” tegas Erny Veronica Maramba.

Kejari Kota Tasikmalaya juga menyoroti potensi kerawanan korupsi pada sektor pengadaan obat, alat kesehatan, hingga pengelolaan dana BOK dan JKN. Terkait sengketa medis, ia mengingatkan pentingnya kerapian rekam medis dan komunikasi yang efektif dengan pasien. Menurutnya, banyak gugatan muncul bukan karena malpraktik, melainkan akibat kelemahan administrasi dan miskomunikasi.

Integritas Merupakan Fondasi Utama

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengapresiasi kolaborasi antara Kejari dan Dinas Kesehatan ini. Ia menilai integritas tenaga kesehatan adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Puskesmas adalah wajah pemerintah yang paling dekat dengan warga. Jika sistem pelayanannya bersih dan profesional, kepercayaan publik akan terus meningkat,” ujar Viman. Ia pun meminta pembekalan hukum seperti ini menjadi agenda rutin bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.

Kepala Puskesmas Cigeureung, Ajang Karyawan, menyambut positif kegiatan ini. Ia mengakui para tenaga kesehatan sering menghadapi dilema antara kecepatan layanan dan kelengkapan prosedur. Namun, dengan pemahaman hukum yang utuh, para nakes kini bisa bekerja lebih tenang sesuai standar operasional (SOP).

Pada sesi diskusi, para peserta tampak antusias menanyakan berbagai hal, mulai dari batasan gratifikasi hingga mekanisme pelaporan LHKPN bagi pejabat fungsional. Melalui pembekalan ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Kota Tasikmalaya semakin aman, benar, dan akuntabel.

(Seda)

Kebakaran Rumah Warga di Banjar, Diduga Korsleting Kipas Angin

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Petugas Pemadam Kebakaran saat menjinakan api.

BANJAR,FOKUSjabar.id: Kepulan asap tebal dari sebuah rumah di Dusun Sindangmulya, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mengejutkan warga, Rabu (29/4/2026) siang. Rumah milik Sarmi (50) tersebut nyaris ludes terbakar saat pemiliknya pergi ke pasar sekitar pukul 13.00 WIB.

Saring, salah satu tetangga korban, mengungkapkan bahwa insiden ini pertama kali terlihat oleh anak-anak yang melihat asap membumbung tinggi. Teriakan minta tolong mereka segera mengundang warga untuk berdatangan ke lokasi.

Baca Juga: Aksi Warga Tuntut Dua Perangkat Desa Rejasari Banjar Diberhentikan

“Anak-anak berteriak melihat asap. Begitu kami cek, ternyata api sudah membakar bagian dalam rumah yang saat itu sedang kosong,” ujar Saring di lokasi kejadian.

Dugaan sementara, api berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada kipas angin di kamar tidur. Kipas angin yang terus menyala diduga meleleh dan serpihan panasnya jatuh menimpa kasur, sehingga dengan cepat memicu kobaran api.

Melihat api mulai membesar, warga secara spontan bergotong-royong melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Mereka mengambil air dari saluran irigasi terdekat untuk menyiram titik api sebelum petugas Pemadam Kebakaran Kota Banjar tiba di lokasi.

Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, sejumlah harta benda seperti kasur, tikar, hingga mesin blower penyedot udara hangus tidak tersisa. Petugas pemadam kebakaran yang tiba tak lama kemudian langsung melakukan pendinginan dan asesmen untuk memastikan api benar-benar padam.

Hingga saat ini, pihak terkait masih mendata total kerugian materiil yang korban alami akibat insiden kebakaran tersebut.

(Budiana Martin)

Sengketa Tanah Wakaf di Cijulang Pangandaran Berakhir Damai, Mantan Kadus Siap Ganti Rugi Rp248 Juta

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Proses mediasi dugaan penjualan tanah wakaf di Dusun Cikaler, Desa Kondangjajar.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Jajaran Polres Pangandaran bersama Forkopimcam Cijulang berhasil memediasi dugaan kasus penjualan tanah wakaf yang sempat memicu keresahan warga di Dusun Cikaler, Desa Kondangjajar. Mediasi yang berlangsung di Aula Desa Kondangjajar, Rabu (29/4/2026) ini bertujuan untuk mencari titik temu terkait pengembalian dana senilai Rp248 juta.

Persoalan ini mencuat setelah warga menuntut kejelasan dari mantan Kepala Dusun Cikaler bernama Edi. Ia diduga menjual aset tanah wakaf pada tahun 2016 silam, namun dana hasil penjualan tersebut belum sepenuhnya dikembalikan kepada masyarakat.

Baca Juga: Tugas Prakarya Berbuah Cuan, Siswa MAN 2 Pangandaran Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Dalam pertemuan tersebut, Edi menyatakan kesiapannya untuk mengganti seluruh nilai tanah wakaf yang telah terjual. Sebagai bentuk keseriusan dan tanggung jawab, ia telah menyerahkan sertifikat tanah pribadinya kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Kondangjajar sebagai jaminan.

“Sertifikat tanah pribadi saya sudah saya serahkan ke pihak desa. Saya berkomitmen akan melunasi pembayaran kepada warga segera setelah tanah pribadi tersebut laku terjual,” tegas Edi di hadapan warga dan aparat.

Plt. Kapolsek Cijulang, IPDA Oji Fauji, menjelaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian adalah untuk memfasilitasi dialog agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Ia mengapresiasi sikap kedua belah pihak yang memilih jalan tengah melalui musyawarah.

“Kami sangat berharap semua pihak mengedepankan musyawarah mufakat. Tujuannya agar masalah ini tuntas tanpa perlu ada konflik di lapangan,” ujar IPDA Oji, mewakili Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari.

Senada dengan kepolisian, Babinsa Serka Agus juga mengimbau warga Dusun Cikaler untuk tetap tenang dan menggunakan pendekatan kekeluargaan. Ia meminta masyarakat menghindari tindakan-tindakan provokatif yang dapat memperkeruh suasana.

Hasil mediasi menyepakati bahwa penyelesaian kasus ini akan ditempuh melalui jalur kekeluargaan dengan penjadwalan ulang pembayaran. Agenda mediasi berjalan dengan aman di bawah pengawalan ketat personel Polres Pangandaran, Polsek Cijulang, dan Koramil Cijulang.

(Sajidin)

Tasikmalaya Bersih-Bersih! Viman Alfarizi Naik Crane Potong Kabel Semrawut di Pusat Kota

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan bersama Ketua Komisi III DPRD Anang Safa'at, menaiki Crane Skylift untuk memotong kabel Semrawut di atas langit Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi memulai aksi nyata dalam menata estetika kota dengan menertibkan kabel serat optik yang membentang semrawut. Langkah tegas ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Tasikmalaya dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Korwil Jawa Barat di Balekota, Rabu (29/4/2026).

Usai penandatanganan, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan langsung turun ke lapangan menuju kawasan Jalan HZ. Mustafa. Dengan menaiki Crane Skylift milik Dinas Perhubungan, Viman melakukan pemotongan kabel secara simbolis di Bunderan Asmaul Husna sebagai tanda dimulainya era baru penataan ruang publik.

“Penataan kabel semrawut ini bukan sekadar soal estetika, tetapi juga komitmen kami untuk menjamin keselamatan warga dan keandalan jaringan. Ini adalah bagian dari program prioritas ‘Tasik Nyaman’,” tegas Viman Alfarizi Ramadhan.

Viman menjelaskan bahwa tumpukan kabel di tiang-tiang selama ini merusak pemandangan pusat kota dan menyimpan risiko tinggi, mulai dari potensi putus akibat cuaca ekstrem hingga ancaman kebakaran. Sebagai solusi jangka panjang, kabel-kabel tersebut akan dipindahkan ke bawah tanah dengan sistem ducting.

Menariknya, program ini tidak membebani APBD sama sekali. Seluruh biaya pemindahan dan penataan sepenuhnya oleh masing-masing perusahaan provider pemilik kabel sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kualitas layanan dan keindahan kota.

“Untuk tahap awal, kami memprioritaskan jalur utama mulai dari Jalan Dokter Soekardjo hingga perempatan Padayungan. Target kami, pembersihan kabel di jalur ini selesai pada akhir tahun 2026,” tambah Viman.

Pemindahan Jaringan Secara Bertahap

Koordinator APJATEL Jawa Barat, Yudiana Arifin, menyatakan kesiapan seluruh penyedia jaringan untuk mendukung langkah Pemkot. Proses pemindahan akan secara bertahap melalui pemetaan jaringan aktif dan non-aktif guna memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.

“Target penataan sepanjang tahun 2026 mencapai 6,6 kilometer sesuai jalur ducting yang tersedia. Kami akan melakukan pengecekan teknis secara menyeluruh agar proses pemindahan kabel berjalan presisi tanpa hambatan,” ujar Yudiana.

Aksi ini memantapkan posisi Kota Tasikmalaya dalam jajaran kota besar seperti Bandung, Surabaya, dan Jakarta yang serius melakukan pembenahan utilitas demi menghadirkan ruang publik yang aman, rapi, dan nyaman bagi warganya.

(Seda)

Musdeslub di Desa Rejasari Banjar Diwarnai Kericuhan

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Warga bersitegang dengan Kades Rejasari saat Musdeslun. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Musyawarah Desa Luar Biasa (Musdeslub) di Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, berakhir tegang dan diwarnai kericuhan, Rabu (29/4/2026). Massa yang memadati aula desa tersulut emosi akibat pernyataan Kepala Desa (Kades) Rejasari, Ahmad Afrizal Rizki, yang berbelit-belit dan tidak tegas dalam mengambil keputusan.

Ketegangan sempat memuncak hingga warga melontarkan desakan agar Kades mengundurkan diri jika tidak mampu bersikap tegas. Beruntung, aparat keamanan yang berjaga sejak awal aksi demonstrasi berhasil meredam situasi sehingga kericuhan tidak meluas.

Baca Juga: Aksi Warga Tuntut Dua Perangkat Desa Rejasari Banjar Diberhentikan

Inti dari tuntutan warga adalah pemberhentian dua perangkat desa. Yakni Sekretaris Desa (Sekdes) Indra Sukandar dan Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Rakyat Udi Muhrom. Warga menegaskan tidak ada ruang negosiasi terkait keberadaan kedua pejabat tersebut di struktur pemerintahan desa.

“Kami meminta segera memberhentikan Sekdes dan Kasi Kesra Pilihannya hanya satu, mereka lanjut atau berhenti,” tegas Ade, salah satu perwakilan warga di sela-sela musyawarah.

Melihat gelombang massa yang semakin besar dan situasi yang kian mendesak, Kades Ahmad Afrizal akhirnya luluh dan menyepakati tuntutan masyarakat. Ia langsung menandatangani surat usulan pemberhentian kedua perangkat desa tersebut untuk diproses ke tahap selanjutnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Banjar, Asep Yani Taruna, menjelaskan prosedur pemberhentian ini kini berada di tangan kecamatan.

“Kades sudah mengusulkan pemberhentian secara resmi kepada Camat. Nantinya, Camat akan meneruskan usulan tersebut kepada Wali Kota. Alurnya memang harus seperti itu,” jelas Asep Yani.

(Agus Purwadi)

Viral Video Duel Siswa SMP di Tasikmnalaya, Ini Penyebabnya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ilustrasi

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Jagat maya kembali gempar dengan beredarnya video kekerasan yang melibatkan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Video tersebut memperlihatkan dua siswa kelas tujuh berduel sengit hingga tersungkur, sementara rekan-rekan mereka hanya menonton dan merekam aksi tersebut.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengonfirmasi bahwa para pemeran dalam video tersebut merupakan siswa salah satu SMP Negeri di wilayahnya. Insiden yang terjadi, Selasa (28/4/2026) ini segera ditangani secara intensif oleh tim gabungan.

Baca Juga: Kabar Gembira! RSUD dr. Soekarjo Tasikmalaya Resmi Operasikan CT Scan Canggih Bantuan Kemenkes

“Hasil pendalaman kami menunjukkan perkelahian ini dipicu oleh ketersinggungan kata-kata saat bermain sepak bola. Perselisihan di lapangan hijau itu kemudian berlanjut menjadi perkelahian fisik di luar area bermain,” ungkap Ato Rinanto, Rabu (29/04/2026).

Kapolsek Leuwisari, Iptu Pramono, menjelaskan bahwa perkelahian pecah di area belakang sekolah. Fakta miris terungkap bahwa duel tersebut memanas akibat adanya provokasi dari kakak kelas mereka yang duduk di kelas delapan. Meski kedua pihak sempat berdamai, provokasi terus-menerus membuat emosi mereka kembali tersulut.

Akibat kejadian ini, salah satu siswa mengalami luka lebam dan tidak masuk sekolah pada Rabu pagi. Pihak kepolisian masih mendalami kondisi kesehatan siswa tersebut untuk memastikan dampak fisik yang siswa alami.

KPAID Kabupaten Tasikmalaya kini melakukan langkah-langkah strategis untuk menangani kasus ini, di antaranya:

  • Penyelesaian Internal: Penanganan kasus secara kekeluargaan dengan pengawasan ketat dari KPAID dan Polres Tasikmalaya.
  • Pendampingan Psikologis: KPAID berkomitmen memberikan pengawalan mental bagi siswa yang terlibat guna menangani trauma.
  • Investigasi Lanjutan: Polisi terus mendalami motif lain serta peran para provokator dalam insiden tersebut.

Ato mengimbau para orang tua dan pendidik untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak. Ia juga meminta masyarakat berhenti menyebarluaskan video kekerasan tersebut demi melindungi masa depan dan identitas anak-anak yang terlibat.

(Abdul Latif)