spot_imgspot_img
Sabtu 8 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 13

Sambut HUT RI ke-81, Pemkot Depok Minta Warga Kibarkan Merah Putih Sebulan Penuh

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Pengumpulan bendera merah putih ASN Kota Depok.

DEPOK,FOKUSJabar.id: Wali Kota Depok Supian Suri menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.14.1.1/482/DISHUB/2026. Surat edaran ini memuat pedoman pelaksanaan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah Kota Depok mengajak seluruh elemen masyarakat menyemarakkan peringatan kemerdekaan dengan semangat persatuan. Edaran ini mengatur atribut kemerdekaan, Detik-Detik Proklamasi, hingga penggunaan logo resmi secara seragam.

Baca Juga: Jelang Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Masih Menunggu Kabar Kondisi Pemain Persib

Pemerintah mengusung tema nasional perayaan tahun ini yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Masyarakat menggunakan tema resmi tersebut pada seluruh media publikasi cetak maupun digital. Pemkot Depok mengimbau warga memasang umbul-umbul, spanduk, baliho, dan dekorasi di lingkungan rumah.

Warga wajib mengibarkan Bendera Merah Putih serentak mulai 1 hingga 31 Agustus 2026. Masyarakat menghentikan aktivitas tiga menit saat Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus pukul 10.17 WIB.

Warga berdiri tegap menghormati lagu Indonesia Raya kecuali situasi darurat keselamatan jiwa. Petugas TNI, Polri, dan instansi membunyikan sirene penanda sebelum lagu nasional berkumandang.

Supian Suri mendorong jajaran camat serta lurah menggelar kegiatan berbasis kearifan lokal. Camat dan lurah wajib menyosialisasikan aturan ini hingga tingkat RT dan RW.

Pemasangan atribut peringatan harus tetap menjaga kebersihan, kerapian, serta ketertiban lingkungan umum.

Pemkot Depok melarang keras penggunaan momen peringatan kemerdekaan untuk agenda politik praktis.

(Jingga Sonjaya)

Jelang Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Masih Menunggu Kabar Kondisi Pemain Persib

0
PERSIB, FOKUSJabar.id
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic (WEB)

BALI,FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, membeberkan kondisi persiapan timnya menjelang laga pamungkas turnamen pramusim Piala Presiden 2026 menghadapi Persebaya Surabaya.

Partai puncak turnamen ini bakal berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.

Baca Juga: Umuh Muchtar Optimistis Persib Makin Kuat usai Lolos ke Final Piala Presiden 2026

Igor Tolic mengungkapkan bahwa skuad Maung Bandung hanya memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas. Pasalnya, Pangeran Biru baru saja menuntaskan laga sengit semifinal, Selasa (4/8/2026).

“Hari ini pemulihan, bagaimana kondisi standar para pemain? Ya, ini belum lewat dua hari, baru satu hari. Jadi kita akan lihat situasi sebenarnya besok pagi,” kata Igor Tolic, Rabu (5/8/2026).

“Kami mendapat informasi resmi bahwa kita akan bermain besok malam. Jadwalnya tanggal 6 malam,” lanjut pelatih asal Kroasia tersebut.

Tolic Tunda Keputusan Susunan Pemain Utama

Menyikapi mepetnya waktu jeda antarpertandingan, Igor Tolic memilih menunda penetapan Daftar Susunan Pemain (DSP) yang akan turun bertanding menjajal kekuatan Persebaya.

Pihak tim pelatih memprioritaskan pemantauan tingkat kebugaran serta kesiapan fisik seluruh pilar hingga hari pertandingan bergulir. Tolic memastikan hanya pemain yang benar-benar bugar yang menghuni starting lineup.

“Kita akan lihat situasinya besok dan kemudian memutuskan siapa yang akan bermain, siapa yang sehat, dan bagaimana kondisi para pemain. Karena hari ini hanya pemulihan dan besok baru bisa kita lihat,” ucap Tolic.

Partai Puncak Berlangsung Tanpa Kehadiran Penonton

Laga final Piala Presiden 2026 dipastikan berjalan dengan atmosfer berbeda. Panitia penyelenggara menggelar pertandingan puncak ini tanpa penonton di tribun stadion.

Keputusan tersebut membuat Persib Bandung maupun Persebaya Surabaya harus berjuang memperebutkan trofi juara tanpa dukungan langsung dari para pendukung setia mereka di tribune.

(Arif)

Pasar Murah di Bungursari Tasikmalaya Diserbu Warga, Perputaran Uang Capai Ratusan Juta Rupiah

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Sejumlah warga, menyerbu kegiatan Pasar Murah di halaman Kantor Kelurahan Cibunigeulis, yang digelar Pemkot Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya terus memacu daya beli masyarakat lewat program Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar secara berkala di setiap kecamatan.

Kali ini, Kecamatan Bungursari memusatkan gelaran GPM di halaman Kantor Kelurahan Cibunigeulis, Rabu (5/8/2026). Panitia mencatat perputaran uang mencapai ratusan juta rupiah dalam satu kali pelaksanaan acara tersebut.

Baca Juga: Viral Konten Promosi Hotel di Tasikmalaya Tuai Kritik, Disporabudpar Minta Pengusaha Jaga Citra Kota Santri

Pasar murah ini tidak sekadar menyediakan komoditas bahan pokok dengan harga di bawah pasaran, melainkan juga membuka ruang pemasaran bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Program ini menghadirkan manfaat ganda untuk meringankan beban belanja warga sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah.

Camat Bungursari, Sodik Sunandi, menegaskan bahwa tingginya animo masyarakat membuktikan efektivitas pasar murah sebagai instrumen penjaga daya beli. Oleh karena itu, Pihak Kecamatan Bungursari menetapkan kegiatan ini sebagai agenda rutin mingguan.

“Antusiasme ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan program gerakan pasar murah yang menyediakan komoditas pangan dengan harga murah dan terjangkau,” ungkap Sodik Sunandi, Rabu (5/8/2026).

Patok Harga Pangan Kompetitif di Bawah Pasar

Sodik menjelaskan bahwa panitia mematok harga komoditas lebih murah ketimbang harga pasar reguler. Sebagai contoh, Bulog menjual beras seharga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, sementara pedagang mematok ikan mujair seharga Rp30.000 per kilogram.

Sodik menegaskan bahwa gelaran pasar murah menjadi bukti kehadiran nyata pemerintah dalam membantu pemenuhan pangan warga.

“Pasar murah mampu meringankan beban belanja khusus para ibu-ibu yang menjadi pengatur strategi dapur. Dan dari pasar murah ini, mampu menggerakkan perputaran uang hingga ratusan juta rupiah,” ujar Sodik.

Gandeng Pertamina hingga Kelompok Tani Lokal

Pelaksanaan GPM di Kecamatan Bungursari menggalang sinergi dari berbagai pihak lintas sektor.

Penyelenggara menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Bungursari, Kelompok Wanita Tani (KWT), Tim Penggerak PKK, Bulog, Pertamina, serta pelaku usaha ritel modern.

“Kolaborasi ini harapannya dapat memperkuat rantai distribusi pangan, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta menjaga perputaran ekonomi di tingkat kecamatan hingga kelurahan sampai ke rumah tangga,” pungkasnya.

(Seda)

Viral Konten Promosi Hotel di Tasikmalaya Tuai Kritik, Disporabudpar Minta Pengusaha Jaga Citra Kota Santri

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Rakor bersama para pengusaha Jasa akomodasi perhotelan, untuk berkomitmen menjaga iklim usaha di Kota Tasikmalaya yang sehat dan beretika (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kemunculan konten promosi jasa perhotelan bermuatan negatif yang mengasnamakan salah satu penginapan di Kota Tasikmalaya memicu kegaduhan publik. Gelombang kritik keras berdatangan dari kelompok masyarakat karena materi promosi tersebut mencederai identitas Tasikmalaya sebagai Kota Santri.

Merespons keresahan warga, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para pelaku usaha jasa akomodasi di Gedung Creative Center (GCC) Kota Tasikmalaya, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Gudang Barang Bekas di Tasikmalaya, 7 Unit Damkar dan Yonif Macan Putih Dikerahkan

Agenda pembinaan ini menghimpun jajaran Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pengelola homestay, guesthouse, pemilik rumah kos, pimpinan Bank bjb Cabang Tasikmalaya Fina Petrina Ahmad, serta instansi terkait di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.

Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dr. Deddy Mulyana, menegaskan bahwa rakor ini bertujuan memperketat pengawasan. Serta mengedukasi para pelaku usaha agar bertindak bijak saat memasarkan produknya.

“Rakor bersama ini, tentu menjadi pengingat dan edukasi bagi pengelola hotel, homestay, kos-kosan atau usaha sejenis. Bertujuan agar dalam melakukan promosi usaha di sejumlah platform media tayang secara bijak dan tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku. Sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” ungkap Deddy, Rabu (5/8/2026).

Pengusaha Harus Jaga Citra Kota Santri

Deddy mengakui bahwa strategi pembuatan konten viral memang ampuh menyedot perhatian publik. Namun, pihaknya menolak keras penggunaan cara-cara yang menabrak nilai moral dan norma sosial yang berlaku di Kota Tasikmalaya.

“Kalau dari sisi pemasaran (marketing) mungkin dipandang cukup menarik perhatian, tapi caranya itu tidak sesuai dengan budaya kita. Tasikmalaya terkenal sebagai Kota Santri. Karena itu citra daerah harus tetap kita jaga tanpa meninggalkan nilai pariwisata yang daerah ini miliki,” terangnya.

Ia meminta seluruh pelaku usaha jasa penginapan untuk mengedepankan promosi yang edukatif, ramah keluarga, serta menonjolkan kearifan lokal.

“Promosi pemasaran yang sarat muatan negatif dan melanggar norma-norma sosial, justru bisa merusak citra pariwisata dan menimbulkan penolakan dari masyarakat. Serta merusak citra daerah dan menghambat investasi usaha,” tegas Deddy.

Edukasi Pemilik Penginapan dan Kreator Konten

Disporabudpar bersama tim teknis bergerak cepat dengan mendatangi langsung pemilik penginapan dan pihak ketiga pembuat konten untuk memberikan pembinaan khusus.

“Kami sudah temui pemilik hotel dan akun pemilik konten. Kami sampaikan agar lebih selektif memilih mitra promosi. Terlebih memastikan konten yang tersebar tidak bertentangan dengan norma dan kultur daerah Kota Tasikmalaya,” terangnya.

Pihaknya menggarisbawahi pentingnya menjaga iklim usaha yang kondusif. Pasalnya, sektor perhotelan dan rumah kos memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak daerah.

“Kita semua ingin sektor ini terus maju dan tumbuh, namun tumbuh dengan cara yang sehat dan beretika. Jangan sampai karena satu konten, reputasi dan nama baik usaha akomodasi dan pelaku usaha jasa pariwisata semuanya ikut terdampak,” ujar Deddy.

Deddy memastikan bahwa pihaknya akan mengintensifkan pengawasan secara berkala. Agar pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata berjalan seiring dengan pelestarian nilai budaya masyarakat.

“Pemerintah tentu berkewajiban menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan di daerah. Tujuannya agar kota ini semakin maju dan berkembang, yang tentu akan berdampak terhadap kesejahteraan warganya,” pungkasnya.

(Seda)

KCD Wilayah XIII Jabar Perketat Pengawasan Sekolah, Batasi Gawai untuk Cegah Kekerasan terhadap Anak

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; ‎Kepala KCD 13, Dwi Yanti Estriningrum,

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat terus mengawasi dan membina satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB guna mencegah aksi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Kepala KCD Wilayah XIII, Dwi Yanti Estriningrum, menggarisbawahi bahwa masa remaja merupakan fase pencarian jati diri dengan tingkat rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga membutuhkan pengawasan serta bimbingan ekstra dari para pendidik.

Baca Juga: Plang SHM di Pantai Madasari Pangandaran Viral, Pemkab Desak BPN Segera Verifikasi

“Tugas pokok kami adalah pembinaan dan pengawasan kepada satuan SMA, SMK dan SLB. Kami sangat menekankan bagaimana pertemanan anak-anak kita, anak-anak yang sedang menuju dewasa sehingga banyak hal yang mereka ingin tahu dan lakukan yang tentunya perlu pengawasan dan bimbingan,” ujar Dwi di SMKN 1 Mangunjaya, Selasa (4/8/2026).

Dwi menilai arus pesat teknologi digital menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan lantaran belum tersedianya aturan yang mengikat secara menyeluruh.

“Sebagaimana kita ketahui, di pendidikan itu kan tempatnya edukasi untuk berbagai hal. Oleh karena itu dengan adanya kemajuan teknologi digital, pengawasannya belum ada regulasi yang mengikat mereka sehingga mereka tetap bisa mengakses apa pun,” jelasnya.

Terapkan Aturan Pembatasan Gawai Saat Jam Belajar

Guna mengendalikan penggunaan gawai, KCD Wilayah XIII mengeksekusi kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait pembatasan penggunaan ponsel pintar di lingkungan sekolah.

“Pembatasan penggunaan gawai di sekolah. Sehingga anak yang masuk jam pembelajaran kalau memang itu tidak digunakan, disimpan di tempat yang sudah disediakan. Sehingga anak-anak fokus untuk menerima pembelajaran,” tegas Dwi.

Dwi menambahkan bahwa efektivitas pengawasan anak membutuhkan kolaborasi sinergis antara pihak sekolah dan peran aktif orang tua di rumah.

“Anak-anak tidak hanya di sekolah tetapi ada juga di rumah. Sehingga pengawasan juga dilakukan oleh orang tua,” ujarnya.

Dorong Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Sebagai langkah preventif membentengi para siswa dari paparan negatif dunia digital, KCD Wilayah XIII mendorong seluruh sekolah menerapkan program Kemendikbudristek berupa “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yang meliputi:

  1. Bangun Pagi
  2. Beribadah
  3. Berolahraga
  4. Gemar Belajar
  5. Makan Sehat dan Bergizi
  6. Bermasyarakat/Bersosialisasi
  7. Tidur Cepat

“Ini kebijakan dari pemerintah, tidak hanya oleh provinsi tetapi juga kebijakan dari Kementerian Pendidikan. Dengan tujuh kebiasaan ini mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi itu terawasi oleh orang tua dan oleh para guru di sekolah,” jelas Dwi.

“Sehingga berharap dengan adanya tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat ini bisa membentengi mereka dengan adanya pengaruh digital yang luar biasa,” pungkasnya.

(Sajidin)

Heri Kiswanto Fokus Benahi Fisik PSGC Ciamis, Tunda Uji Coba demi Hindari Cedera

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Latihan Hari Ketiga, PSGC Matangkan Kebugaran Sebelum Masuk Fase Uji Coba

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Memasuki hari ketiga pemusatan latihan, skuad PSGC Ciamis memusatkan perhatian pada peningkatan kondisi fisik pemain serta pembentukan pola permainan guna mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.

Head Coach PSGC, Heri Kiswanto, menegaskan bahwa tim pelatih tidak ingin terburu-buru menggelar laga uji coba ataupun menentukan komposisi akhir skuad. Pihaknya memilih memfokuskan tahap awal untuk membangun fondasi kebugaran para pilar Laskar Galuh.

Baca Juga: Kebakaran di Sukadana Ciamis Hanguskan 3 Rumah, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta

“Nantilah itu. Kita sedang membenahi kebugaran. Masih lama, mungkin dua mingguan ini. Karena waktunya sudah tetap dengan pelatih fisik, jadi kita benahi di situ saja dulu,” ujar Heri usai memimpin latihan di Stadion Galuh Ciamis, Rabu (5/8/2026).

Di samping penggemblengan fisik, para pemain rutin menjalani pengulangan teknik dasar guna membentuk karakter serta filosofi permainan tim.

“Terus ada repetisi, pengulangan-pengulangan di teknik bolanya. Yang jelas memang kita akan meningkatkan dulu. Saya ingin main bolanya geser-geser,” katanya.

Persaingan 29 Pemain Seleksi Masih Terbuka

Saat ini sebanyak 29 pemain tengah berjuang mengikuti proses seleksi. Kendati demikian, Heri mengisyaratkan bahwa jumlah tersebut masih akan bergerak dinamis sesuai kebutuhan tim.

“Kita lihat lagi, karena masih ada slot beberapa orang. Tapi nanti juga kalau ada yang kurang berkembang bisa dicoret, lihat perkembangannya,” ungkap mantan pelatih Persib Bandung tersebut.

Heri memastikan belum mengeksekusi pencoretan pemain dalam waktu dekat. Ia memilih menanti hingga seluruh proses perburuan pemain rampung secara menyeluruh.

“Belum, nanti. Karena katanya masih ada yang berdatangan. Saya takutnya nanti sudah dicoret, kita tidak dapat pemain penggantinya. Kita kan paling terlambat memulai dibanding tim lain,” jelasnya.

Eks juru taktik Pangeran Biru ini mengakui keterlambatan start menjadi tantangan tersendiri bagi PSGC. Namun, ia optimistis sanggup memaksimalkan waktu tersisa demi membentuk kedalaman tim yang kompetitif.

“Kita maksimalkan saja,” ucapnya.

Tolak Uji Coba Demi Hindari Risiko Cedera

Mengenai agenda uji tanding, Heri menahan diri meski sejumlah tim sudah melayangkan tawaran bertanding.

“Belum juga. Rangka tim belum terbentuk. Memang sudah ada yang mengajak uji coba, nanti biasanya ke Pak Jong. Tapi saya khawatir kalau dicoba saat masa pembentukan kebugaran justru pemain cedera,” terangnya.

Heri merefleksikan pengalaman musim sebelumnya ketika badai cedera menimpa pemain pada masa persiapan akibat jadwal uji coba yang terlampau dini.

Oleh sebab itu, seluruh skema latihan saat ini berjalan linear sesuai dengan arahan pelatih fisik sampai kesiapan fisik pemain mencapai standar ideal.

“Hari ini programnya fitness. Setelah itu kita mulai membangun serangan atau build up sampai menjadi peluang. Jadi bagaimana membangun serangan yang berujung pada terciptanya peluang,” pungkasnya.

(Mia)

Kebakaran Hebat Hanguskan Gudang Barang Bekas di Tasikmalaya, 7 Unit Damkar dan Yonif Macan Putih Dikerahkan

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Aksi heroik pasukan Yonif TP Macan Putih saat ikut terlibat dalam pemadaman api saat kebakaran terjadi di Sambong Tasikmalaya.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kebakaran hebat melahap gudang penampungan barang bekas di kawasan padat penduduk Kampung Sambong PLN, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa (4/8/2026) malam. Insiden tersebut memicu kepanikan massal warga sekitar yang berhamburan keluar rumah.

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.40 WIB. Tumpukan material mudah terbakar seperti plastik, kardus, dan bahan daur ulang membuat si jago merah membesar cepat serta melahap seluruh bangunan gudang.

Baca Juga: Gudang Barang Bekas di Tasikmalaya Terbakar, Api Dekati Gardu Listrik PLN

Posisi gudang yang berada dekat dengan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) sempat meningkatkan ketakutan warga. Pihak PLN langsung memutus aliran listrik di sekitar lokasi kejadian guna mencegah korsleting susulan serta menjamin keselamatan tim pemadam.

Tujuh Unit Damkar dan Batalyon Macan Putih Terjun ke Lokasi

Proses pemadaman melibatkan penanganan skala besar. Sebanyak tujuh unit armada pemadam kebakaran beserta 30 personel gabungan dikerahkan ke titik api secara maraton.

Satuan Batalyon Infanteri Teritorial dan Pembangunan (Yonif TP) 939/Macan Putih turut menurunkan satu unit kendaraan taktis pemadam kebakaran untuk membantu proses pemadaman di lapangan. Api berhasil dijinakkan total setelah petugas berjibaku selama dua jam lebih.

Komandan Batalyon Infanteri Teritorial dan Pembangunan 939/Macan Putih, Letkol Inf. Deddy Setya Wijaya, membenarkan penerjunan anggotanya usai menerima laporan darurat.

“Tim kami terjunkan langsung ke lokasi untuk ikut memadamkan api. Alhamdulillah, berkat kerja sama solid dengan tim pemadam kebakaran lainnya, api berhasil terpadamkan setelah berjuang selama dua jam lebih,” ungkap Letkol Deddy, Rabu (5/8/2026).

Dua Petugas Mengalami Perawatan Medis, Korban Jiwa Nihil

Dua orang petugas pemadam kebakaran memerlukan perawatan medis darurat saat menjalankan tugas penanggulangan:

  • Satu petugas mengalami sesak napas berat akibat kepulan asap pekat dan kelelahan fisik.
  • Satu petugas lainnya menderita luka ringan terkena serpihan kaca saat proses pendinginan area.

Kepala BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, memastikan tidak ada korban jiwa dari masyarakat sipil dalam insiden ini.

Jajaran Polres Tasikmalaya Kota masih menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan pemicu utama kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting arus pendek listrik di dalam area gudang.

(Abdul Latif)