spot_imgspot_img
Selasa 29 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 13

Gedung Pusat Oleh-Oleh Nanjungsari Pangandaran Direvitalisasi Rp3,5 Miliar

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto; penampakan Gedung Pusat Oleh-Oleh Nanjungsari Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran merevitalisasi Gedung Pusat Oleh-Oleh Nanjungsari di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Langkah ini bertujuan untuk menggairahkan sektor ekonomi kreatif lokal serta menyediakan lapak jualan yang rapi bagi pedagang setempat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Dadan Sugistha membeberkan bahwa jajarannya sedang mengumpulkan data pengguna gedung. Pihaknya memeriksa kembali keberadaan para pedagang yang masih aktif berjualan.

Baca Juga: Benjang Batok dan Pindang Gunung Resmi Jadi WBTb Indonesia 2026, Warisan Khas Pangandaran Diakui Nasional

Petugas mencatat ada 126 pedagang eksisting yang masuk dalam daftar verifikasi dari total awal 833 pedagang.

“Data ini akan kami tinjau langsung ke lokasi dan ditindaklanjuti lewat dialog bersama asosiasi pedagang,” ungkap Dadan, Jumat (25/9/2026).

Penataan Kios dan Fasilitas Baru Bagi Pedagang

Pemkab Pangandaran merancang penataan kios sesuai dengan jenis produk dagangan. Pemerintah menyiapkan beberapa kategori ukuran tempat usaha agar ruang gedung berfungsi secara maksimal.

Petugas mengalokasikan lapak berukuran 2,5 x 6 meter untuk kios kerajinan, pakaian, serta makanan dan minuman. Sementara itu, 22 unit kios buah-buahan mendapat lapak berukuran 2,3 x 3 meter.

“Penempatannya akan di area depan, sesuai dengan kebutuhan klasifikasi produk,” ucapnya.

Dadan memperluas ukuran kios dan lebar lorong agar pedagang serta wisatawan merasa makin nyaman. Disparbud Pangandaran menggandeng Dinas Pekerjaan Umum untuk mengawal teknis pengerjaan proyek ini.

Fasilitas Parkir Lantai Dua dan Anggaran Proyek

Selain merapikan area berjualan, Pemkab Pangandaran menyulap lantai dua Gedung Nanjungsari menjadi kantong parkir khusus sepeda motor. Dinas Perhubungan bakal mengelola langsung fasilitas parkir ini.

Dadan optimistis penataan ini mampu memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Pantai Barat Pangandaran.

Pemkab Pangandaran mengalokasikan anggaran revitalisasi ini dari APBD Kabupaten Pangandaran Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp3,5 miliar.

(Sajidin)

Ciamis Raih Penghargaan TP2DD Jawa-Bali, DPRD Minta Digitalisasi Beri Manfaat Nyata untuk UMKM

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ciamis, Mohamad Ijudin yang sekaligus Ketua DPD AMPI Ciamis (Istimewa)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ciamis Mohamad Ijudin mengapresiasi capaian TP2DD Kabupaten Ciamis di tingkat Jawa-Bali. Namun, Ijudin menegaskan bahwa prestasi tersebut harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.

Ijudin, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD AMPI Ciamis, menyebut sistem digital pemerintah harus mempermudah akses perizinan dan peluang usaha bagi warga lokal.

Baca Juga: Ciamis Masuk 3 Besar TP2DD Terbaik Jawa-Bali 2026, Bukti Transaksi Keuangan Daerah Makin Digital

“Ini sebuah kehormatan dari pusat untuk Kabupaten Ciamis. Tapi di satu sisi juga menjadi pemicu. Kalau baru seperti ini saja sudah mendapatkan penghargaan yang luar biasa, tentu ke depan prestasi ini harus semakin ditingkatkan,” ujar Ijudin, Jumat (25/9/2026).

Ijudin menekankan bahwa pemerintah daerah wajib memberi perhatian penuh pada sektor usaha kerakyatan.

“UMKM dan usaha kerakyatan harus semakin diberikan jalan kemudahan dalam menjalankan usahanya, baik perizinan maupun peluang usahanya,” katanya.

Ijudin Desak Pemkab Ciamis Jemput Bola dan Latih Pelaku Usaha

Ijudin menilai masih banyak pelaku UMKM di desa-desa yang belum menguasai teknologi digital. Ia meminta pemerintah daerah tidak sekadar memberikan sosialisasi di atas kertas.

Aparatur dinas terkait harus menggelar pelatihan praktik langsung untuk mendampingi warga yang belum paham teknologi.

“Bukan hanya memberitahukan, tetapi mendapat pelatihan. Ke depan bukan hanya sosialisasi, edukasi atau literasi, tetapi harus ada praktik langsung bagaimana masyarakat yang awam digital ini harus jempuit bola dan dan mendapat pelatihan,” ujarnya.

Ijudin sering mendapati warga daerah yang ingin beralih ke sistem digital tetapi kebingungan saat menjalankan aplikasi.

“Sering saya menemukan di daerah, mereka ingin bertransformasi ke digital, tetapi bingung ketika masuk pada praktiknya. Karena itu pemerintah bersama seluruh elemen, termasuk masyarakat dan para pengusaha, harus menjemput bola,” tuturnya.

Penciptaan Layanan Mudah dan Pengawasan Ketat dari DPRD

Selain edukasi teknologi, Ijudin menyoroti masalah perizinan usaha dan legalitas hukum. Ia mendorong Pemkab Ciamis menciptakan inovasi pelayanan yang ringkas dan menjangkau warga di pelosok desa.

“Pemerintah daerah harus memiliki kreativitas. Dengan keterbatasan yang ada, bagaimana membangun motivasi dan jalan kemudahan bagi masyarakat, terutama dalam perizinan usaha, legalitas dan sebagainya. Itu yang sering menjadi hambatan masyarakat dalam mengembangkan usaha,” katanya.

Ijudin memahami keterbatasan anggaran daerah. Namun, ia menilai proses digitalisasi layanan merupakan kebutuhan wajib yang tidak bisa mundur lagi.

“Transformasi ke arah digital ini menjadi sesuatu yang wajib. Mau tidak mau, digitalisasi harus dilakukan ke depan,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar piala penghargaan ini tidak menjadi pajangan semata tanpa dampak ekonomi bagi warga.

“Jangan sampai penghargaan hanya menjadi penghargaan, tetapi harus ada manfaat yang masyarakat rasakan,” katanya.

Ijudin memastikan DPRD Kabupaten Ciamis akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap seluruh program digitalisasi daerah demi kesejahteraan warga.

(Mia)

Benjang Batok dan Pindang Gunung Resmi Jadi WBTb Indonesia 2026, Warisan Khas Pangandaran Diakui Nasional

0
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id
Poto: Pindang Gunung

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Tim WBTb Kementerian Kebudayaan RI menetapkan seni pertunjukan Benjang Batok dan kuliner Pindang Gunung sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia 2026, Jumat (4/9/2026). Dua karya asal Kabupaten Pangandaran ini berhasil mengantongi pengakuan resmi tingkat nasional.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Dadan Sugistha mengawal langsung proses persidangan secara daring. Maestro Benjang Batok Mang Koko dan maestro Pindang Gunung Encuk Sutarsih turut menghadiri sidang penetapan tersebut.

Baca Juga: Pangandaran Jadi Nomor Satu se-Jawa Barat, Kepatuhan Bayar Pajak Kendaraan Tembus 67 Persen

“Pengusulan Benjang Batok dan Pindang Gunung menjadi WBTb Indonesia merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya Kabupaten Pangandaran,” kata Dadan, Jumat (25/9/2026).

Sejarah Benjang Batok Sebagai Seni Pertunjukan Pemikat Turis

Kesenian Benjang Batok berasal dari Dusun Karangpaci, Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang. Para perempuan memainkan alat musik dari batok kelapa tua sambil menari mengikuti irama.

“Batok kelapa yang sudah tua terbentuk menyerupai mangkok. Batok kemudian memukulkannya secara berirama sambil beriring gerakan tubuh para penari,” ujar Dadan.

Maestro Benjang Batok Mang Koko membeberkan kisah sejarah kesenian ini. Warga lokal menciptakan seni Benjang Batok pada masa penjajahan Jepang untuk mengelabui pasukan musuh.

Para wanita menggelar pertunjukan di halaman, sementara para pria bersembunyi dari romusha. Kini, warga Pangandaran memoles kesenian ini menjadi daya tarik wisata budaya yang memikat wisatawan.

Pindang Gunung Sajikan Cita Rasa Otentik Khas Pangandaran

Selain Benjang Batok, Pindang Gunung meraih predikat WBTb Indonesia 2026. Kuliner khas Pangandaran ini menyajikan olahan sup ikan laut dengan kuah kuning bercita rasa asam pedas.

Koki mengolah ikan segar seperti kerapu, tongkol, dan kakap dengan racikan rempah khusus. Penggunaan kecombrang dan daun kedondong memberi aroma harum serta rasa segar yang khas.

Maestro Pindang Gunung Encuk Sutarsih mengaku mempelajari resep otentik ini dari sang ibu sejak tahun 1975.

“Artinya, tradisi kuliner Pindang Gunung telah diwariskan setidaknya selama lebih dari 50 tahun,” kata Encuk.

Budayawan Edi Rusmiyadi menambahkan bahwa warga Pangandaran sudah menikmati Pindang Gunung sejak tahun 1940-an.

“Pindang Gunung umumnya tersaji hangat bersama nasi putih, sambal, lalapan dan teh hangat,” kata Edi.

Penetapan dua warisan budaya ini memperkuat posisi Pangandaran sebagai destinasi wisata alam dan budaya di Jawa Barat.

(Sajidin)

Ciamis Masuk 3 Besar TP2DD Terbaik Jawa-Bali 2026, Bukti Transaksi Keuangan Daerah Makin Digital

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Penyerahan penghargaan di Jakarta International Convention Center (JICC) (Dok. Prokopim Ciamis)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis sukses menembus tiga besar TP2DD terbaik tingkat kabupaten wilayah Jawa-Bali tahun 2026. Capaian ini membuktikan komitmen kuat Pemkab Ciamis dalam mempercepat digitalisasi transaksi keuangan daerah.

Dalam ajang TP2DD Championship 2026, Kabupaten Ciamis mengamankan peringkat ketiga. Kabupaten Tangerang mengunci posisi pertama, sementara Kabupaten Sidoarjo menyusul di urutan kedua.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lomba, Gaspoll Ungkap Misi di Balik Prestasi Desa Sukamulya Ciamis

Panitia menyerahkan penghargaan ini dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengesahkan penetapan pemenang ini melalui Keputusan Menko Perekonomian Nomor 514 Tahun 2026.

Pemkab Ciamis mengukir prestasi ini lewat konsistensi tim TP2DD dalam menerapkan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Langkah ini menghasilkan tata kelola transaksi keuangan yang cepat, efisien, dan transparan.

Bupati Herdiat Minta Pemkab Ciamis Terus Berinovasi

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras jajaran TP2DD. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah wajib meningkatkan kapasitas sumber daya manusia demi mengimbangi laju ekonomi digital.

“Perkembangan ekonomi digital harus kita sambut dengan kesiapan. Pemerintah daerah perlu terus beradaptasi, memperkuat inovasi dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia agar transformasi digital benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Herdiat.

Herdiat mendorong jajaran aparatur agar tidak cepat berpuas diri dengan piala penghargaan ini. Pemkab Ciamis harus memperluas jangkuan transaksi digital hingga ke sektor pelayanan publik secara nyata.

Capaian manis di tingkat Jawa-Bali ini membakar semangat Pemkab Ciamis untuk memperkuat kolaborasi lintas instansi.

Langkah transformasi ini siap membawa Kabupaten Ciamis menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan adaptif.

(Mia)

Persib Pinjamkan 2 Pemain Mudanya ke PSGC Ciamis, Ada Misi Penting di Balik Keputusan Ini

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Persib Pinjamkan Dua Pemain Muda Athaya dan Kevin ke PSGC. (Media Officer Persib)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Manajemen Persib Bandung meminjamkan dua pemain mudanya, Athaya Zahran dan Kevin Muhammad Islami Pasha, ke PSGC Ciamis. Langkah ini bertujuan untuk memberi kesempatan bermain dan menambah pengalaman berkompetisi bagi kedua pemain.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa peminjaman ini merupakan bagian dari strategi pembinaan pemain muda. Kebijakan ini juga menjadi wujud dukungan Persib untuk PSGC Ciamis yang kini berstatus sebagai klub satelit.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lomba, Gaspoll Ungkap Misi di Balik Prestasi Desa Sukamulya Ciamis

Adhitia menegaskan bahwa manajemen Persib, tim pelatih, pihak PSGC, serta kedua pemain telah menyepakati keputusan ini secara bersama.

“Keputusan ini memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan pemain muda mendapatkan menit bermain dan pengalaman bertanding yang lebih banyak sebagai bagian dari proses perkembangannya,” kata Adhitia.

“Tujuan lainnya adalah mendukung PSGC sebagai klub satelit Persib dengan menghadirkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim,” ucap Adhitia menambahkan.

Jam Terbang Reguler Penting untuk Perkembangan Pemain

Adhitia menilai jam terbang di lapangan menjadi modal utama bagi pemain muda. Kesempatan tampil secara rutin membantu mereka mematangkan kemampuan dan memahami tekanan kompetisi.

Meskipun masih berusia 20 tahun, Athaya dan Kevin sudah mengantongi kontrak profesional bersama skuad Maung Bandung sejak era pelatih Bojan Hodak pada musim lalu.

Namun, kedua talenta muda ini belum mengantongi menit bermain pada laga resmi. Peminjaman ke PSGC Ciamis ini membuka jalan bagi mereka untuk tampil secara reguler.

“Persib akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi pemain-pemain muda untuk berkembang sesuai dengan tahapan kariernya. Kami percaya setiap pemain memiliki proses dan waktunya masing-masing,” ujarnya.

“Yang terpenting adalah memastikan mereka mendapatkan lingkungan dan pengalaman yang tepat untuk terus bertumbuh,” jelas Adhitia.

(Arif)

Bukan Sekadar Lomba, Gaspoll Ungkap Misi di Balik Prestasi Desa Sukamulya Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Situasi Kampung Tertib Lalulintas Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sekretaris Jenderal Komunitas Gaspoll Karlan menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian Desa Sukamulya. Penghargaan Kampung Tertib Lalu Lintas ini membakar semangat seluruh pengurus dan warga desa, Jumat (25/9/2026).

Karlan menegaskan bahwa Gaspoll selalu aktif mendukung program Pemkab Ciamis dan kegiatan warga.

Baca Juga: Desa Sukamulya Ciamis Jadi Kampung Tertib Lalu Lintas Terbaik Kedua, Ukir Sejarah Baru Polres Ciamis

“Gaspoll tidak dibentuk hanya untuk mengikuti perlombaan, Komunitas ini memiliki tujuan untuk menciptakan Sukamulya Bahagia yaitu memberikan manfaat dan mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih baik,” katanya.

Rekam Jejak Prestasi Gaspoll dan Desa Sukamulya

Karlan membeberkan rekam jejak kerja sama Gaspoll dan Pemkab Ciamis. Komunitas ini mengawal Desa Sukamulya sebagai desa penyangga program Adipura pada akhir 2022. Kabupaten Ciamis akhirnya memboyong piala Adipura pada 2023.

“Pada tahun 2026 saat ini Gaspoll kembali dipercaya untuk mendukung Desa Sukamulya sebagai perwakilan Polres Ciamis dalam lomba Kampung Tertib Lalu Lintas tingkat Jawa Barat,” ucapnya.

Karlan menilai raihan ini membuktikan kekompakan warga desa.

“Semoga ke depan Ciamis semakin maju dan Gaspoll bisa terus memberikan dukungan kepada pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Karlan menambahkan bahwa berbagai inovasi warga Desa Sukamulya kini memikat daya tarik daerah lain. Banyak pejabat luar daerah mendatangi desa mereka secara langsung.

“Alhamdulillah banyak daerah lain yang datang ke Desa kami untuk melaksanakan studi tiru di sini,” terangnya.

Kepala Desa Sukamulya Puji Kolaborasi Warga dan Polres Ciamis

Kepala Desa Sukamulya Yana Mulyana menyampaikan rasa syukur mendalam. Yana menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kerja sama solid antara pemerintah desa, warga, Gaspoll, Satlantas Polres Ciamis, dan instansi terkait.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini dan hal itu merupakan hasil kebersamaan masyarakat, pemerintah desa, Gaspoll dan semua pihak yang telah mendukung,” katanya.

Yana berharap apresiasi ini terus memicu semangat warga dalam mematuhi aturan lalu lintas.

“Dengan penghargaan itu Desa Sukamulya tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga terus menjadi contoh kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman dan nyaman,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Desa Sukamulya Ciamis Jadi Kampung Tertib Lalu Lintas Terbaik Kedua, Ukir Sejarah Baru Polres Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Kasat Lantas Polres Ciamis AKP. Anjar Maulana saat menyerahkan penghargaan Kampung Tertib Lalulintas

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polda Jawa Barat memilih Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas. Desa ini memenangkan kategori Polres Tipe B.

Polda Jabar menyerahkan penghargaan ini dalam rangka Hari Ulang Tahun Lalu Lintas. Kasat Lantas Polres Ciamis AKP Anjar Maulana menyampaikan kabar gembira ini, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: PSGC Ciamis vs Semen Padang: Rezaldi Hehanussa Tegaskan Target Tiga Poin di Stadion Galuh

Anjar menegaskan bahwa pencapaian ini lahir dari kerja sama solid. Satlantas Polres Ciamis merangkul Komunitas Gaspoll, warga Desa Sukamulya, dan Pemkab Ciamis.

“Alhamdulillah, Satlantas Polres Ciamis bersama masyarakat Desa Sukamulya, Komunitas Gaspoll dan pemerintah daerah berhasil meraih Juara 2 dalam kategori Polres Tipe B,” katanya.

Kriteria Penilaian dan Rekor Baru Polres Ciamis

Anjar membeberkan beberapa poin penilaian penting. Tim penilai mengecek kelengkapan rambu, edukasi helm, kondisi kendaraan, serta tingkat kepatuhan warga.

Pencapaian ini mengukir sejarah baru bagi jajaran kepolisian setempat.

“Penghargaan itu menjadi prestasi pertama bagi Polres Ciamis terkhususnya Satlantas dalam kategori Kampung Tertib Lalu Lintas,” ucapnya.

Anjar berjanji akan terus membenahi fasilitas lalu lintas yang ada. Pihaknya ingin mengejar predikat juara terbaik pada masa depan.

“Satlantas Polres Ciamis akan terus bekerja sama dengan Komunitas Gaspoll dan Pemerintah Desa Sukamulya. Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga dapat membantu mengurangi angka dan fatalitas kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Ciamis,” jelasnya.

Antusiasme Warga dan Dukungan Lintas Dinas

Anjar memuji sikap warga Desa Sukamulya. Masyarakat memiliki semangat kebersamaan yang sangat tinggi.

Warga selalu menyambut baik setiap program edukasi lalu lintas dari Polres Ciamis.

Program ini juga membawa dukungan kuat dari jajaran Pemkab Ciamis. Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, dan Dinas Perpustakaan ikut mengawal program ini hingga sukses.

“Program itu juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui sejumlah dinas terkait di antaranya PUPR, Dinas Perhubungan dan Dinas Perpustakaan,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)