spot_img
Senin 2 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 14

Disebut Bukan Ibu Kota Galuh, Warga dan Budayawan Kawali Ciamis Bereaksi Keras

0
Budayawan Unigal Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Budayawan muda Ciamis Ilham Purwa

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejumlah tokoh budaya dan masyarakat di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyatakan keberatan keras terhadap sebuah narasi yang mencuat di salah satu media daring. Tulisan tersebut menyulut emosi warga karena menyebut ibu kota Kerajaan Galuh berada di Baregbeg, bukan di Kawali.

Tokoh-tokoh Kawali menilai penyusunan narasi tersebut tanpa dasar kajian ilmiah yang memadai dan cenderung bersifat opini sepihak. Padahal, selama ini Kawali sebagai pusat Kerajaan Galuh berdasarkan berbagai literatur sejarah serta bukti-bukti otentik yang ada di lapangan.

Baca Juga: Ciamis Siap Masuk Tahap Awal Program Sekolah Rakyat

Salah seorang budayawan Kawali, Fahmi, menegaskan masyarakat Kawali tidak bisa menerima klaim yang bertentangan dengan fakta sejarah.

“Saya sebagai warga Kawali tidak menerima narasi yang menyebut ibu kota Kerajaan Galuh berada di Baregbeg. Itu bertentangan dengan kajian sejarah yang selama ini kami pahami,” ujar Fahmi, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, tulisan tersebut terkesan menggiring opini publik agar mempercayai sesuatu yang belum memiliki dasar keilmuan yang jelas.

“Kalau memang ada klaim bahwa Baregbeg adalah ibu kota Kerajaan Galuh, seharusnya melalui penjelasan secara ilmiah dan akademis, bukan sekadar asumsi,” tegasnya.

Diminta Tenang, Namun Kritik Dinilai Wajar

Perwakilan budayawan Ciamis, Sopyan, menilai reaksi warga Kawali merupakan hal yang wajar. Menurutnya, masyarakat tentu akan tersinggung jika identitas sejarah daerahnya dipatahkan tanpa argumen yang kuat.

“Saya kira kemarahan warga Kawali itu beralasan. Namun tetap kami imbau agar menyikapinya dengan tenang dan bijak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa selama ini berbagai kajian dan literatur sejarah justru menguatkan posisi Kawali sebagai pusat Kerajaan Galuh.

Akademisi Ingatkan Etika Penulisan Sejarah

Akademisi sekaligus pegiat budaya Ciamis, Ilham Purwa, menekankan informasi sejarah yang layak publish harus melalui proses ilmiah yang sistematis. Ia menyebut setidaknya terdapat empat tahapan utama dalam rekonstruksi sejarah.

“Yakni heuristik atau pengumpulan sumber, kritik dan verifikasi sumber, interpretasi fakta, serta historiografi atau penulisan sejarah. Tanpa tahapan ini, data yang tersampaikan ke publik rawan menimbulkan kesalahpahaman,” jelasnya.

Ilham menambahkan, posisi Kawali sebagai pusat Kerajaan Galuh sangat kuat, karena telah melalui berbagai kajian akademis serta bukti otentik yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini harus menjadi catatan bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi sejarah, supaya tidak melahirkan opini liar yang lemah secara akademik,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Ciamis Siap Masuk Tahap Awal Program Sekolah Rakyat

0
Ketpot: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, FOKUSJabar.id
Ketpot: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus mengupayakan agar daerahnya dapat masuk dalam tahap awal pembangunan Program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program tersebut menjadi salah satu prioritas nasional dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Keseriusan Pemkab Ciamis ditunjukkan melalui pengiriman surat resmi kepada Menteri Sosial RI, yang kemudian ditindaklanjuti dengan komunikasi langsung antara Bupati Ciamis, Herdiat Subarya, dan Menteri Sosial.

Baca Juga: Gotong Royong dan Digitalisasi, Kunci Penurunan Stunting di Ciamis

Bupati Ciamis, Herdiat Subarya, mengatakan surat tersebut merupakan bentuk silaturahmi sekaligus pernyataan komitmen pemerintah daerah agar Ciamis dapat terlibat sejak tahap pertama pelaksanaan program.

“Kami bersilaturahmi dan menyampaikan harapan. Karena pada tahap awal Ciamis belum termasuk. Kita berharap Ciamis bisa masuk tahap pertama, dan alhamdulillah respons Pak Menteri sangat baik,” ujar Herdiat, Rabu (28/1/2026).

Syarat Utama: Lahan Harus Clear and Clean

Dalam komunikasi tersebut, Herdiat menyampaikan pesan Menteri Sosial yang menekankan pentingnya kesiapan lahan sebagai syarat utama pembangunan Sekolah Rakyat.

“Pak Menteri menyampaikan, tolong tanahnya segera selesaikan clear and clean paling lambat dua bulan. Ada daerah yang sudah masuk tahap pertama, tetapi lahannya belum siap. Jika Ciamis bisa menyelesaikan dalam dua bulan, insya Allah tahun ini bisa mulai membangun,” tuturnya.

Menurut Herdiat, pernyataan tersebut menjadi kabar baik sekaligus tantangan bagi Pemkab Ciamis untuk segera menuntaskan persoalan administrasi dan legalitas lahan.

“Ini sebenarnya peluang besar bagi Ciamis. Tinggal bagaimana kita mampu menyelesaikan persyaratan lahan tersebut,” jelasnya.

Panjalu Jadi Opsi Lokasi

Pemkab Ciamis telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, salah satunya di Kecamatan Panjalu. Di wilayah tersebut tersedia sejumlah bidang tanah dengan total luasan lebih dari 50 hektare, meskipun tersebar di beberapa titik.

Namun demikian, Herdiat menegaskan pengajuan lahan harus memenuhi ketentuan pemerintah pusat, termasuk tidak masuk dalam kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Salah satu syaratnya tidak boleh berada di kawasan LP2B. Kalau masuk LP2B, lahan itu tidak bisa dalam kategori clear and clean,” tegasnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkab Ciamis optimistis dapat memenuhi persyaratan dari pemerintah pusat agar program Sekolah Rakyat segera terealisasi di wilayah Tatar Galuh.

(Husen Maharaja)

Alih Fungsi Hutan di Gunung Cikuray Tingkatkan Risiko Longsor, BPBD Garut Peringatkan Warga

0
Garut, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, H. Aah Anwar Saefuloh, memimpin peninjauan lapangan di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) kawasan Gunung Cikuray, Kecamatan Cigedug, pada Rabu (28/01/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi bencana tanah longsor di kawasan Gunung Cikuray, Kecamatan Cigedug. Peringatan ini menyusul penemuan alih fungsi hutan lindung menjadi lahan pertanian yang berisiko tinggi terhadap keselamatan lingkungan dan warga di sekitarnya.

Peringatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Garut, H. Aah Anwar Saefuloh sampaikan saat memimpin peninjauan langsung ke kawasan Gunung Cikuray pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, Rabu (28/01/2026).

Baca Juga: Pemkab Garut Siapkan Regulasi Lembaga Penyiaran Lokal

Dalam inspeksi lapangan itu, tim gabungan yang terdiri dari Inspektorat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, Perhutani, unsur Asisten Daerah I, serta pemerintah desa dan kecamatan menemukan perubahan signifikan pada bentang alam. Kawasan yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air dan penahan tanah kini terdominasi tanaman sayuran produktif.

“Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Banyak kawasan hutan yang fungsinya sudah berubah dan tidak lagi berperan sebagai hutan lindung,” ungkap Aah Anwar di sela peninjauan.

Vegetasi Berkurang, Risiko Longsor Meningkat

Menurut BPBD, berkurangnya vegetasi tegakan di lereng Gunung Cikuray dapat mempercepat aliran air permukaan dan melemahkan struktur tanah. Kondisi ini berpotensi memicu longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi.

BPBD Garut menyoroti tiga aspek krusial yang perlu segera mendapat perhatian serius. Pertama, perlunya kajian risiko bencana untuk memetakan potensi longsor akibat degradasi fungsi hutan. Kedua, evaluasi terhadap penerapan regulasi kehutanan, khususnya terkait Hutan Desa Pemberdayaan Kebijakan (HDPK) dan program Perhutanan Sosial, yang masih membutuhkan pengawasan ketat di lapangan. Ketiga, penguatan edukasi kepada masyarakat agar memahami dampak jangka panjang alih fungsi lahan terhadap keselamatan lingkungan.

Temuan Dilaporkan ke Pimpinan Daerah

Seluruh hasil peninjauan lapangan tersebut akan diinventarisasi dan dilaporkan kepada pimpinan daerah sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan, termasuk langkah-langkah darurat perlindungan lingkungan.

Aah Anwar menegaskan, mitigasi bencana harus berjalan sejak dini, salah satunya dengan mengembalikan fungsi alam sebagaimana mestinya.

“Kami berharap dapat meminimalisir risiko bencana. Kami mengajak masyarakat di kawasan Cikuray untuk kembali menjaga alam. Jangan sampai alih fungsi lahan ini justru berujung pada bencana yang merugikan kita semua,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

DPC PPP Kota Cirebon Setuju Uu Ruzhanul Ulum jadi Plt Ketua DPW Jabar

0
DPC PPP Kota Cirebon fokusjabar.id
Sekretaris DPC PPP Kota Cirebon, Tunggal Dewananto (dewa)

KOTA CIREBON, FOKUSJabar.id: Sekretaris DPC PPP Kota Cirebon, Tunggal Dewananto (Dewa) setuju dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menunjuk Uu Ruzhanul Ulum menjadi Plt Ketua DPW Jawa Barat (Jabar).

“Kami setuju Pak Uu jadi Plt Ketua DPW PPP Jabar. Ini sebuah bukti kesolidan dan komitmen dalam menjalankan keputusan yang di ambil oleh pimpinan pusat,” ungkap Dewa.

BACA JUGA:

Uu Ruzhanul Ulum Plt Ketua DPW PPP Jabar, DPC PPP Kuningan Fatsun SK DPP

Pihaknya optimistis keputusan Ketua Umum (Ketum), Muhamad Mardiono bisa membawa kebaikan bagi partai dan masyarakat Jawa Barat.

“Sebagai kader dan pengurus kami sangat menghormati keputusan DPP menunjuk Pak Uu sebagai Plt Ketua DPW PPP Jabar. Saya yakin bisa membawa kebaikan,” ucap Dewa, Rabu (28/1/2026).

Menurut Dia, siap menjalankan agenda partai sebagai bentuk kepatuhan kepada keputusan pimpinan.

“Kami siap menyambut dan melaksanakan perintah Pak Uu saat konsolidasi dan kunjungan ke daerah,” tegas Sekretaris DPC PPP Kota Cirebon.

Sebagai kader militan, Dewa menghormati Pepep Syaiful Hidayat yang posisinya digantikan Uu Ruzhanul Ulum.

“Kami sangat hormat kepada Pak Pepep dan Pak Uu Ruzhanul Ulum. Apapun tugas partai pasti Saya lakukan,” ucap Dewa.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Ketua DPC PPP Kuningan, Toto Taufikurrahman Kosim fatsun terhadap keputusan DPP terkait penunjukan Plt Ketua DPW Jabar.

“Sebagai kader dan pengurus di bawah DPW PPP Jabar, kami sangat menghormati keputusan DPP yang telah menunjuk Pak Uu sebagai Plt,” kata Toto.

BACA JUGA: Putri Karlina: Terima Kasih Pengurus dan Kader PPP

Menurut Dia, apapun bentuk kegiatan partai tentu menjadi kepatuhan bagi kader di tingkat daerah.

Sebagai informasi, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono menetapkan Uu Ruzhanul Ulum sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat (Jabar), Senin (26/1/2026).

Uu Ruzhanul Ulum merupakan mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat periode 2018–2023.

(Bambang Fouristian)

SPPG Cinta Abadi 1 Hadir di Tasikmalaya, Dapur Gizi Megah Berstandar Premium

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
SPPG Cinta Abadi 1 Hadir di Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dari luar tampak sederhana, namun siapa sangka sebuah bangunan di kawasan Sambongjaya, Kota Tasikmalaya, justru menyimpan fasilitas megah berstandar tinggi. Bangunan tersebut merupakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinta Abadi 1, dapur penyedia makanan bergizi yang digadang-gadang menjadi yang paling representatif di Kota Tasikmalaya.

Resmi beroperasi Rabu (28/1/2026), SPPG Cinta Abadi 1 mengusung misi besar: mengolah bahan pangan lokal menjadi ribuan porsi makanan sehat dan berkualitas untuk mendukung peningkatan gizi masyarakat.

Baca Juga: Syahdu dan Penuh Makna, Reuni Emas ISLAH Warnai Haul KH Ahmaji di Tasikmalaya

Interior Modern dan Ramah Lingkungan

Berdiri di atas lahan seluas 985 meter persegi, SPPG Cinta Abadi 1 sukses mencuri perhatian para tamu undangan, termasuk Camat Mangkubumi, Slamet. Interiornya yang modern dan tertata rapi bahkan sempat membuat sebagian tamu mengira sedang berada di area hotel berbintang.

Tak hanya unggul dari sisi tampilan, fasilitas ini juga dalam rancangan konsep berkelanjutan. SPPG Cinta Abadi 1 telah lengkap dengan instalasi Bio IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang memungkinkan pengolahan limbah cair kembali hingga layak untuk menyiram tanaman, sehingga ramah terhadap lingkungan sekitar.

Standar Rasa dan Gizi Tanpa Kompromi

Pemilik SPPG Cinta Abadi 1, H. Yusmara, menegaskan kemegahan bangunan harus sejalan dengan kualitas priduksi makanan. Ia mengusung filosofi sederhana namun tegas dalam setiap proses produksi.

“Kalau makanan itu tidak layak diberikan kepada anak sendiri, maka tidak pantas diberikan kepada orang lain,” tegas H. Yusmara.

Setiap menu yang tersaji telah memenuhi standar gizi seimbang, dengan cita rasa khas masakan rumahan yang aman dan nyaman menjadi konsumsi semua kalangan.

Serap Tenaga Kerja Lokal

Keberadaan SPPG Cinta Abadi 1 juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga Sambongjaya. Saat ini, dapur tersebut telah mempekerjakan 30 orang, dengan sekitar 90 persen di antaranya merupakan warga lokal.

Jumlah tenaga kerja meningkat hingga 40 orang seiring target produksi yang mencapai 2.000 porsi makanan per hari. Selain memperkuat ketahanan gizi, kehadiran fasilitas ini harapannya mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar.

Prioritaskan Ibu dan Anak

Sejalan dengan program strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045 dari Presiden Prabowo Subianto, SPPG Cinta Abadi 1 memfokuskan penerima manfaat pada kelompok B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Pada tahap awal operasional, sebanyak 1.000 porsi makanan bergizi dibagikan secara gratis setiap hari. Ke depan, jangkauan rencana jadwal pendistribusian akan meluas hingga menyasar sekolah-sekolah di wilayah sekitar.

Siap Ekspansi ke Wilayah Selatan

Kesuksesan peluncuran SPPG Cinta Abadi 1 menjadi langkah awal dari rencana pengembangan yang lebih luas. Dengan dukungan regulasi dan sistem permodalan yang semakin jelas dari pemerintah, H. Yusmara berencana memperluas jangkauan layanan.

Dalam waktu dekat, SPPG Cinta Abadi 2 dan 3 akan resmi lounching di wilayah Cipatujah dan Karangnunggal. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa pengusaha lokal Tasikmalaya mampu menghadirkan fasilitas pelayanan gizi berstandar tinggi demi menyiapkan generasi yang sehat dan unggul.

(Abdul)

Syahdu dan Penuh Makna, Reuni Emas ISLAH Warnai Haul KH Ahmaji di Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ribuan Santri Padati Pesantren Hidayatul Ulum Tasikmalaya, Haul ke-18 KH Ahmaji dan Reuni Emas ISLAH

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Selasa malam (27/1/2026). Ribuan santri, alumni, serta masyarakat umum memadati area pesantren untuk mengikuti Haul ke-18 almarhum KH Ahmaji yang dirangkaikan dengan Reuni Ikatan Silaturahmi Alumni Hidayatul Ulum (ISLAH) ke-50.

Momentum ini tak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga mencerminkan kuatnya ikatan batin antara guru dan murid yang tetap terjaga meski sang kiai telah wafat. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana religius tersebut menjadi pengingat akan nilai-nilai keilmuan dan keteladanan yang diwariskan KH Ahmaji.

Baca Juga: 30 Usulan Prioritas Muncul dari Musrenbang Kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya

Ziarah Akbar, Mengalirkan Doa dan Rasa Cinta

Rangkaian kegiatan haul mulai sejak siang hari dengan ziarah akbar ke maqbarah almarhum KH Ahmaji. Ribuan jamaah memadati area pemakaman, melantunkan tahlil dan doa sebagai ungkapan cinta serta penghormatan kepada sosok ulama kharismatik tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Pimpinan Pesantren Riyadul Mutaalimin Manonjaya, KH Yana Maosul Millah, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan haul tahun ini.

“Alhamdulillah, Haul ke-18 KH Ahmaji berjalan lancar. Antusiasme alumni dari berbagai daerah di Jawa Barat sangat luar biasa. Ini bukti kecintaan yang tidak pernah pudar kepada guru kita,” ujarnya.

Reuni 50 Tahun ISLAH, Meneguhkan Ukhuwah Alumni

Tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar Hidayatul Ulum, karena bertepatan dengan usia emas 50 tahun organisasi alumni ISLAH. Para alumni datang tak hanya dari Tasikmalaya, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Kehadiran santri dari pesantren-pesantren sekitar Cibeureum, termasuk pesantren cabang, semakin menambah semarak acara. Lautan sarung dan peci yang memenuhi halaman pesantren menghadirkan pemandangan religius yang menyejukkan hati.

Pengajian Akbar, Penutup Penuh Hikmah

Puncak acara haul beriringani dengan Pengajian Akbar yang menghadirkan dua ulama ternama sebagai penceramah utama, yakni KH Aziz Apandi selaku Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda dan KH Nonop Hanafi, Pimpinan Pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari, Ciamis.

Kehadiran kedua tokoh tersebut memberikan suntikan spiritual bagi para alumni dan jamaah, sekaligus menguatkan komitmen untuk terus mengamalkan nilai-nilai pesantren dalam kehidupan bermasyarakat.

Menutup rangkaian kegiatan, KH Yana Maosul Millah menyampaikan harapannya agar haul dan reuni alumni ke depan dapat terselenggara lebih semarak dan solid.

“Semoga di tahun-tahun mendatang, kebersamaan ini semakin kuat. Saya berharap seluruh alumni di berbagai koordinator wilayah dan para simpatisan terus menjaga kekompakan untuk menyukseskan reuni-reuni berikutnya,” pungkasnya.

(Abdul)

Gotong Royong dan Digitalisasi, Kunci Penurunan Stunting di Ciamis

0
Penurunan Stunting Ciamis fokusjabar.id
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Ciamis, dr. Eni Rochaeni.

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Upaya terpadu lintas sektor yang di lakukan Pemerintah Kabupaten Ciamis mulai menunjukkan hasil nyata.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Ciamis mencatat tren penurunan prevalensi stunting yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu menandakan efektivitas program pencegahan yang di jalankan secara berkelanjutan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Ciamis, Eni Rochaeni menyebut, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Ciamis pada 2023 berada di angka 25,45 persen.

Angka tersebut turun signifikan menjadi 20,3 persen pada 2024. Sementara pada 2025, hasil pengukuran melalui Bulan Penimbangan Balita (BPB) menunjukkan prevalensi stunting sebesar 4,39 persen.

“Alhamdulillah, bukan hanya stunting, tetapi kasus wasting dan overweight juga terus menurun. Ini merupakan buah dari kerja bersama semua pihak,” ujar Eni, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Bikin Ikan Laut Langka, Pasar Manis Ciamis Kehabisan Stok

Program Asuh dan Intervensi Terpadu

Penurunan tersebut tak lepas dari pelaksanaan Program Bapak dan Bunda Asuh yang kini telah berjalan di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

Program ini di bina oleh 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan secara rutin di monitor serta di evaluasi oleh Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) bersama Tim Penggerak Posyandu.

Intervensi yang berjalan tidak hanya menyasar balita. Namun juga ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia. Selama ini, kondisi itu menjadi faktor risiko utama terjadinya stunting.

Eni menjelaskan, penyebab stunting masih terdominasi oleh kurangnya asupan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Terutama protein hewani.

Selain itu, pola asuh yang belum optimal, minimnya variasi makanan serta sanitasi yang kurang memadai turut memperbesar risiko.

Inovasi Sepanjang Siklus Kehidupan

Dalam upaya mempercepat penurunan stunting, Pemkab Ciamis menerapkan pendekatan kesehatan sepanjang siklus kehidupan. Mulai dari remaja hingga lansia.

Untuk remaja, Dinkes Ciamis menghadirkan Sistem Informasi Kesehatan Remaja Halo Cinta (Sikeren Halo Cinta), sebuah platform digital untuk skrining kesehatan dan pembiasaan aksi bergizi. Selain itu, inovasi Setiap Rabu Bantu Cegah Anemia Remaja Putri di Ciamis (Si Ratu Manis) juga digulirkan, dengan mengajak remaja putri mengonsumsi tablet tambah darah secara serentak setiap hari Rabu.

“Bagi calon pengantin, skrining kesehatan melalui aplikasi Elsimil, lengkap dengan pemeriksaan dan konseling sebelum menikah,” jelasnya.

Gerakan Gotong Royong Gizi

Bagi ibu hamil, bayi, dan balita, Dinkes Ciamis meluncurkan Gerakan Miliaran Cinta menuju Bayi, Balita, dan Bumil Sehat, Bahagia, Penuh Cinta (GeMil Ci Bucin). Gerakan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari TP3S, TP Posyandu, TP PKK, BJB, GOW, Baznas, hingga perguruan tinggi seperti Universitas Galuh dan Stikes Muhammadiyah Ciamis.

Sebagai pendukung, terdapat pula program Celengan Hati Bucin, yakni gerakan gotong royong ASN untuk membantu pemenuhan gizi ibu hamil dengan KEK dan anemia melalui pemberian makanan bergizi.

Pemantauan Digital dan Tantangan PHBS

Pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita berjalan melalui aplikasi SGizi, sementara cakupan imunisasi dipantau menggunakan aplikasi ASIK. Seluruh laporan pelayanan KIA, gizi, dan imunisasi dikirimkan secara rutin setiap bulan ke Kementerian Kesehatan.

Meski demikian, dr. Eni mengakui masih terdapat tantangan, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Jika penerapan PHBS dapat secara konsisten di tingkat individu dan keluarga, derajat kesehatan masyarakat akan meningkat secara otomatis,” tegasnya.

Ia juga menyoroti keterbatasan akses protein hewani serta masih terdapat kasus anemia dan KEK pada calon pengantin maupun ibu hamil.

Imbauan untuk Masyarakat

Di akhir, dr. Eni mengimbau masyarakat Tatar Galuh agar aktif memanfaatkan layanan kesehatan. Ibu hamil diminta melakukan pemeriksaan kehamilan minimal delapan kali. Kemudian balita rutin datang ke posyandu setiap bulan, serta remaja membiasakan Germas, aksi bergizi, dan konsumsi tablet tambah darah. Sementara usia produktif hingga lansia harapannya dapat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

(Nank Irawan)