spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 14

Urai Kemacetan Tapos, Pemkot Depok Uji Coba Sistem Satu Arah di Leuwinanggung Mulai 7 Mei

0
Depok, FOKUSJabar.id
Simpang Kramat/Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Depok segera memberlakukan uji coba rekayasa lalu lintas Sistem Satu Arah (SSA) di kawasan Terowongan Jalan Desa, Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos. Langkah strategis ini bertujuan untuk menata arus kendaraan sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah dengan mobilitas tinggi tersebut.

Agenda uji coba ini akan mulaii pada 7 Mei 2026. Guna mendukung kelancaran transisi arus, pemerintah telah melengkapi kawasan tersebut dengan fasilitas teknis seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) tambahan, rambu lalu lintas baru, hingga penempatan water barrier dan traffic cone di titik-titik krusial.

Baa Juga: Dishub Genjot Pemasangan PJU di 17 Ruas Jalan Strategis demi Keamanan Warga

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Ari Manggala, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Satpol PP untuk mengawal kebijakan ini.

“Kami menerjunkan 20 personel gabungan bersama Polri, dan Satpol PP yang akan bertugas dalam dua sif, mulai pagi hingga malam hari,” jelas Ari, Rabu (29/4/2026).

Petugas akan fokus melakukan pengaturan di lima simpul utama pergerakan kendaraan, yaitu:

  1. Akses Exit Tol Cimanggis menuju Jalan Desa.
  2. Akses Boulevard CGE.
  3. Simpang Tiga Kebayunan.
  4. Simpang Tiga SPBU.
  5. Simpang Empat Keramat.

Selama masa uji coba, Pihaknya akan memantau efektivitas SSA secara intensif. Evaluasi berkala tersebut mencakup penyesuaian marka jalan untuk memandu pengendara agar tidak bingung dengan perubahan rute.

Ari mengimbau masyarakat agar patuh terhadap arahan petugas di lapangan dan mulai menyesuaikan rute perjalanan mereka.

“Kebijakan ini adalah bagian dari upaya kami mengoptimalkan jaringan jalan. Kami memohon kesabaran masyarakat selama proses evaluasi berlangsung demi menciptakan sistem transportasi yang lebih aman,” tambahnya.

Melalui uji coba ini, Pemkot Depok berharap dapat menemukan pola pengaturan lalu lintas yang paling efektif bagi kawasan Leuwinanggung dan sekitarnya.

(Jingga Sonjaya)

Dishub Genjot Pemasangan PJU di 17 Ruas Jalan Strategis demi Keamanan Warga

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengakselerasi pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di 17 ruas jalan prioritas dalam program beautifikasi kota.

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung terus memoles wajah kota melalui percepatan penataan infrastruktur. Salah satu fokus utamanya saat ini adalah memperkuat sistem penerangan di sejumlah titik vital guna meningkatkan estetika sekaligus menjamin keamanan masyarakat saat malam hari.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung kini tengah mengebut pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di 17 ruas jalan yang masuk dalam program beautifikasi kota. Langkah ini bertujuan memastikan distribusi cahaya di jalanan protokol lebih merata dan maksimal.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Desak Pengamanan Perlintasan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja berdasarkan lini masa yang telah disusun pemerintah daerah. Ia mengakui saat ini kondisi pencahayaan di beberapa ruas jalan masih belum ideal.

“Kami memprioritaskan 17 jalan untuk program beautifikasi ini sesuai dengan timeline yang ada,” ujar Rasdian, Rabu (29/4/2026).

Menurut pengamatan di lapangan, Rasdian menjelaskan bahwa banyak jalan yang hanya memiliki lampu penerangan di satu sisi saja, baik itu di sisi kanan maupun kiri. Hal ini menyebabkan pencahayaan jalan menjadi timpang dan kurang optimal bagi pengguna jalan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pihaknya akan menambah titik lampu baru di sisi jalan yang masih gelap. Upaya penguatan ini harpannya mampu menciptakan distribusi cahaya yang seimbang di sepanjang ruas jalan prioritas tersebut.

“Ruas jalan yang saat ini lampunya baru terpasang di satu sisi akan segera kami lengkapi. Kami sudah memetakan seluruh titik koordinat pemasangannya agar pengerjaan lebih terarah dan efisien,” tambah Rasdian.

Pemerintah berharap melalui penambahan fasilitas PJU ini, kualitas infrastruktur Kota Bandung semakin meningkat. Selain membuat tampilan kota lebih cantik, penerangan yang memadai menjadi faktor kunci dalam menekan angka kriminalitas dan mendukung keselamatan lalu lintas di malam hari.

(Jingga Sonjaya)

Dedi Mulyadi Desak Pengamanan Perlintasan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi

0
Bekasi, FOKUSJabar.id
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melayat korban peristiwa kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di sekitar Stasiun Bekasi menyisakan duka mendalam. Salah satu korban diketahui merupakan karyawati KompasTV, Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32). Yang beralamat di Perumahan Griya Asri 2 Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan. Pada Rabu (29/4/2026).

BEKASI,FOKUSJabar.id: Insiden kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di sekitar Stasiun Bekasi menyisakan duka mendalam. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, hadir langsung untuk melayat salah satu korban meninggal dunia guna memberikan dukungan moral kepada pihak keluarga.

Korban tersebut teridentifikasi sebagai Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), seorang karyawati KompasTV yang menetap di Perumahan Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Tambun Selatan. Kehadiran dua pimpinan daerah ini menjadi simbol empati atas peristiwa tragis yang merenggut nyawa warga tersebut.

Baca Juga: Agun Rangkul Mantan Narapidana di Ciamis, Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI untuk Hapus Stigma

Gubernur Dedi Mulyadi memberikan perhatian serius terhadap aspek keamanan transportasi pasca-kecelakaan ini. Ia mendesak adanya penguatan sistem pengamanan di seluruh perlintasan kereta api tanpa pengecualian.

“Semua perlintasan wajib memiliki pengaman yang memadai. Jika tidak ada perbaikan sistem, kejadian memilukan seperti ini akan terus berulang,” tegas Dedi, Rabu (29/4/2026).

Selain pengamanan pintu perlintasan, Dedi mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur flyover di titik-titik padat seperti Bekasi. Ia menilai integrasi jalur baru dengan sistem resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah sangat mendesak demi meminimalisir risiko kecelakaan.

Pemerintah Daerah Bertanggung Jawab Penuh Terhadap Para Korban

Senada dengan Gubernur, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan bahwa pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh terhadap para korban. Saat ini, Pemkab Bekasi tengah memvalidasi data lima korban lainnya yang diduga warga setempat namun belum memperbarui administrasi kependudukan.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi menanggung seluruh biaya pengobatan dan penanganan korban yang kini dirawat di sejumlah rumah sakit. Kami juga telah menyerahkan bantuan langsung kepada keluarga yang berduka,” ujar Asep.

Asep menilai keberadaan perlintasan sebidang yang hanya dijaga secara swadaya oleh warga dengan palang bambu merupakan “lampu kuning” yang harus segera diatasi. Ia menegaskan bahwa pembangunan pengamanan permanen atau jembatan layang menjadi prioritas anggaran dalam waktu dekat.

“Ini adalah kondisi darurat. Kami segera berkolaborasi dengan PT KAI untuk mengevaluasi menyeluruh dan menyiapkan anggaran perbaikan infrastruktur secepat mungkin demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Misi Kuliner Hartono Soekwanto Menjemput Rasa Roti Juara Dunia di Daejeon Korea

0
Korea, FOKUSJabar.id
Misi Kuliner Hartono Soekwanto Menjemput Rasa Roti Juara Dunia di Daejeon Korea

KOREA,FOKUSJabar.id: Hasrat kuliner membawa Hartono Soekwanto melakukan perjalanan istimewa ke jantung Negeri Ginseng pada awal April 2026. Bukan sekadar pelesir, sosok yang akrab disapa Bos Koi ini memiliki misi khusus: menjemput cita rasa roti legendaris yang telah menobatkan Korea Selatan sebagai jawara di panggung internasional.

Target utama Hartono adalah menemui Kim Jong-ho, sang maestro pembuat roti yang memimpin tim Korea Selatan meraih puncak prestasi dunia. Demi menemukan mahakarya tersebut, Hartono harus menempuh perjalanan hampir dua jam menggunakan kereta cepat dari Seoul menuju Kota Daejeon, wilayah yang kini tersohor sebagai kiblat roti berkualitas di Korea.

Baca Juga: PWI Ciamis Tebar 150 Ribu Benih Ikan di Cileueur Riverwalk

“Dedikasi saya untuk menemukan mahakarya kuliner ini menuntut perjalanan khusus dari Seoul ke Daejeon. Ini bukan roti yang bisa Anda temukan di sembarang tempat,” ungkap Hartono, Rabu (29/4/2026).

Setibanya di lokasi, Hartono langsung menyelami konsep Slow Bread yang menjadi ciri khas sang maestro. Dalam pertemuan personalnya dengan Kim Jong-ho, Hartono menyaksikan sendiri bagaimana seni mengolah gandum dengan teknik fermentasi alami yang sangat presisi.

Ia mengaku terpukau karena rahasia kelezatan roti tersebut ternyata bukan berasal dari kecanggihan mesin. Melainkan dari ketulusan dan ketelitian Kim Jong-ho dalam menjaga setiap tahap produksinya. Saat mencicipi langsung roti mahakarya tersebut, Hartono memberikan pujian setinggi langit terhadap tekstur dan aroma yang ia rasakan.

“Roti ini benar-benar mewakili standar dunia. Teksturnya sangat lembut namun memiliki karakter yang kuat. Ini adalah hasil nyata dari kesabaran dalam proses fermentasi alami,” tegas Hartono dengan penuh kekaguman.

Kunjungan ini memberikan kesan mendalam bagi Hartono. Bahwa, sebuah prestasi global selalu berakar pada proses panjang dan konsistensi yang tak tergoyahkan. Ia membuktikan bahwa di balik sepotong roti juara, terdapat dedikasi seorang maestro yang menjaga kualitas tanpa kompromi.

(Anthika Asmara)

Agun Rangkul Mantan Narapidana di Ciamis, Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI untuk Hapus Stigma

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Kegiatan 4 pilar yang di gelar anggota DPRI Agun Gunanjar bersama mantan Narapidan

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Anggota MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, menggelar sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan menyasar audiens yang unik di Gedung Dakwah Baregbeg, Rabu (29/04/2026). Kegiatan penguatan nilai kebangsaan ini dihadiri secara khusus oleh para mantan narapidana yang tergabung dalam Yayasan Anugerah Insan Residivist.

Agenda ini bertujuan menanamkan pemahaman mendalam mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui internalisasi nilai-nilai tersebut, Agun berharap para peserta dapat bertransformasi menjadi pribadi yang positif dan mampu berintegrasi kembali sepenuhnya ke tengah masyarakat.

Baca Juga: Sekda Ciamis Dorong FKDM Jadi ‘Mata dan Telinga’ Pemerintah untuk Deteksi Dini Gangguan Keamanan

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, menegaskan bahwa pemahaman 4 Pilar merupakan fondasi krusial dalam proses pembinaan. Menurutnya, Lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan wadah transformasi menuju kemandirian.

“Kami mengajak semua pihak untuk menghapus stigma negatif terhadap mantan narapidana. Mari berikan mereka kesempatan kedua untuk berkontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Supriyanto.

Senada dengan hal itu, Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Mohamad Ijudin, mengapresiasi peran yayasan dalam mengubah perilaku para anggotanya. Ia mengingatkan bahwa masa lalu yang pahit tidak boleh menjadi penghalang untuk bangkit kembali. Ia menilai nilai-nilai Pancasila merupakan pedoman hidup yang sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai ketuhanan.

Dalam paparannya, Agun Gunandjar menjelaskan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang setara di hadapan hukum dan negara. Ia menekankan bahwa 4 Pilar MPR RI adalah jalan utama untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia.

“Pancasila sebagai ideologi negara wajib kita wujudkan dalam pikiran, ucapan, hingga tindakan nyata, mulai dari nilai ketuhanan hingga keadilan sosial,” jelas Agun.

Agun juga menjabarkan fungsi UUD 1945 sebagai landasan hukum, NKRI sebagai bingkai pemersatu, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pengikat keberagaman. Ia berpesan agar para mantan narapidana mengamalkan nilai-nilai tersebut secara konsisten sebagai bentuk syukur menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

(Husen Maharaja)

Sekda Ciamis Dorong FKDM Jadi ‘Mata dan Telinga’ Pemerintah untuk Deteksi Dini Gangguan Keamanan

0
CIAMIS, FOKUSJabr.id
Ketpot istimewa : Sekda Kabupaten Ciamis Andang Firman dalam kegiatan FKDM

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menekankan pentingnya penguatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai instrumen strategis daerah. Ia menyebut forum ini merupakan garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Ciamis.

Hal tersebut Andang sampaikan saat menghadiri kegiatan FKDM tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rabu (29/4/2026). Menurutnya, FKDM harus mampu menjawab dinamika sosial yang terus berkembang, mulai dari isu keamanan hingga persoalan kemasyarakatan.

Baca Juga: Pedagang Minyak Goreng Curah di Pasar Manis Ciamis Mengeluh, Penjualan Anjlok Akibat Banjir Subsidi

“FKDM bukan sekadar forum formalitas. Anggotanya harus benar-benar menjadi mata dan telinga pemerintah di lapangan. Kunci utamanya adalah kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar,” tegas Andang.

Saat ini, mayoritas kecamatan di Kabupaten Ciamis telah membentuk FKDM, mulai dari Baregbeg, Ciamis, hingga Tambaksari. Namun, Andang mencatat masih ada beberapa wilayah seperti Banjaranyar, Banjarsari, Cidolog, Cihaurbeuti, Cikoneng, Cimaragas, Lumbung, dan Panjalu yang masih dalam tahap proses pembentukan.

Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendorong percepatan pembentukan forum ini di seluruh wilayah, termasuk hingga ke tingkat desa. Andang menyarankan agar formasi FKDM di tingkat kecamatan melibatkan perwakilan dari setiap desa dengan satu ketua. Langkah ini efektif agar jangkauan deteksi dini informasi berjalan lebih menyeluruh.

Andang juga mengingatkan para anggota FKDM untuk tetap fokus pada permasalahan di lingkungan terdekat daripada terjebak pada persoalan yang terlalu luas.

“Jangan dulu berpikir terlalu jauh. Fokus saja pada persoalan di sekitar kita sebagai langkah awal. Dengan begitu, kita bisa melihat kekurangan yang ada dan segera mencari solusinya,” pungkas Andang.

(Husen Maharaja)

Kabar Gembira! RSUD dr. Soekarjo Tasikmalaya Resmi Operasikan CT Scan Canggih Bantuan Kemenkes

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Caption foto: RSUD dr Soekarjo kini sudah memiliki alat canggih CT scan yang siap melayani masyarakat Priangan Timur

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Setelah sempat terhenti selama hampir satu tahun, layanan CT Scan di RSUD dr. Soekarjo Kota Tasikmalaya kini kembali beroperasi sejak 22 April 2026. Rumah sakit milik pemerintah daerah ini sekarang memiliki perangkat CT Scan generasi terbaru yang merupakan bantuan langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kehadiran alat medis mutakhir ini menjadi solusi bagi pasien gawat darurat yang selama ini terpaksa harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan diagnosa. Direktur RSUD dr. Soekarjo, dr. Budi Tirmadi, menyatakan bahwa pasien dengan kasus kritis seperti stroke atau trauma kepala kini bisa langsung tertangani di Tasikmalaya.

Baca Juga: Dianiaya Hingga Pingsan, Kasus Kiai Sepuh di Tasikmalaya Seret Perhatian Gubernur Dedi Mulyadi

“Alhamdulillah, berkat alat baru ini, pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Bandung atau daerah lain. Tenaga ahli profesional kami siap memberikan pelayanan terbaik di sini,” ujar dr. Budi Tirmadi, Rabu (29/04/2026).

Alat CT Scan terbaru ini menawarkan tiga keunggulan utama. Yakni akurasi diagnosis yang lebih tinggi dengan gambar lebih tajam dan waktu pemindaian yang sangat cepat untuk kondisi darurat. Serta dosis radiasi yang lebih rendah sehingga lebih aman bagi pasien. Seluruh tenaga medis, mulai dari dokter spesialis radiologi hingga radiografer, juga telah menyelesaikan pelatihan khusus untuk mengoperasikan perangkat tersebut.

Masyarakat menyambut positif kembalinya layanan ini. Salah satunya Dadan, warga Bungursari, yang mengaku lega karena kini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya ambulans. Terlebih tenaga besar untuk membawa keluarga berobat ke luar kota.

Pihak manajemen RSUD dr. Soekarjo berkomitmen untuk memperketat perawatan preventif agar layanan ini tidak kembali mengalami kendala di masa depan. Dengan fasilitas yang semakin lengkap, rumah sakit ini memperkuat posisinya sebagai pusat rujukan utama bagi warga di wilayah Priangan Timur. Meliputi Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran.

(Abdul Latif)