spot_imgspot_img
Jumat 20 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 14

Fraksi PDI Perjuangan Sarankan BGN Tutup SPPG Manggungjaya 2 Tasikmalaya

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli, S.Ip. (Dokumen Pribadi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli menyarankan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menutup sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggungjaya 2 Kecamatan Rajapolah.

Hal tersebut di usulkan Fraksi PDI Perjuangan di karenakan sebelumnya ramai menjadi sorotan terkait menu makanan bergizi gratis (MBG) berkutu di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Pasanggrahan yang penyajiannya di duga oleh dapur SPPG Manggungjaya 2 Rajapolah.

“Melihat menu MBG berkutu dan tidak layak di konsumsi namun di bagikan kepada para pelajar MIS Pasanggrahan itu bisa bahaya bagi kesehatan, bukan malah bergizi,” ungkap Nanang Romli, Sabtu (14/3/2026).

Baca Juga: MBG Berkutu di Tasikmalaya Disajikan Dapur SPPG Manggungjaya 2 Rajapolah?

Dengan demikian, lanjut Nanang Romli, suspend bagi dapur SPPG Manggungjaya 2 Kecamatan Rajapolah harus segera di lakukan BGN. Tujuannya untuk memperbaiki managemennya.

“Menutup dapur SPPG itu kan kewenangan BGN, maka BGN juga harus mengevaluasi dapur SPPG Manggungjaya 2 supaya profesional, jadi kami hanya merekomendasikan untuk di suspend,” jelasnya.

Nanang Romli juga menyayangkan adanya menu Makan Gizi Gratis (MBG) berkutu. Yang di sajikan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggungjaya 2 Kecamatan Rajapolah.

“Tentu saya sebagai anggota DPRD yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) 2 termasuk Kecamatan Rajapolah. Sangat prihatin dengan adanya menu MBG berkutu,” ucapnya.

Laporkan Jika MBG Tidak layak di Konsumsi

Tidak hanya itu, Romli juga menghimbau kepada seluruh orangtua murid maupun Guru dan Kepala Sekolah. Untuk segera melaporkan jika menu MBG yang di terima anak didik tidak layak untuk di konsumsi.

Baca Juga: DPRD Tasikmalaya Minta Pemilik Tambang Pasir Ilegal Ditangkap

“Bagi orangtua atau wali murid, segera lapor ke pihak Sekolah atau yang berwenang jika anak-anak mendapatkan menu MBG. Yang tidak layak di konsumsi apalagi makanan berkutu dan berjamur,” tuturnya.

Kenapa harus segera melaporkan, Nanang Romli menambahkan, hal itu supaya ke depan. Program MGB dengan menelan anggaran triliyunan berjalan dengan baik sesuai dengan aturan yang sudah di tentukan.

“Seharusnya malu, program MBG dengan anggaran triliyunan tetapi masih ada menu yang di sajikan dapur SPPG. Makanannya berkutu atau tidak layak di konsumsi anak-anak Sekolah, ini jelas keterlaluan. Maka jika perlu tutup dapur SPPG-nya,” pungkasnya.

(Nanang Yudi)

CIPS Dorong Regulasi Gig Economy yang Lebih Tepat Sasaran di Indonesia

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
CIPS Dorong Regulasi Gig Economy yang Lebih Tepat Sasaran di Indonesia

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia mendorong meningkatnya jumlah pekerja berbasis proyek atau gig worker. Mulai dari pengemudi transportasi daring, kurir logistik, hingga pekerja lepas di sektor digital.

Namun hingga kini, kerangka regulasi yang mengatur sektor tersebut masih terfragmentasi dan belum memberikan kepastian status kerja maupun perlindungan yang memadai bagi para pekerja.

Baca Juga: Kemenag Rangkul Ratusan Siswa SLB Bandung Raya dalam Gema Ramadan

Demikian disampaikan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) melalui policy brief terbaru bertajuk ‘Navigating the Future of Work: Policy Approaches for Gig Work in Indonesia’. Dalam publikasi tersebut, CIPS memberikan analisis sekaligus rekomendasi kebijakan. Tujuannya agar pemerintah dapat merumuskan regulasi yang mampu melindungi pekerja tanpa menghambat inovasi dalam ekonomi digital.

Untuk diketahui, Gig work adalah bentuk pekerjaan yang bersifat fleksibel, berbasis tugas atau proyek jangka pendek. Pada umumnya melalui platform digital. Di Indonesia, sektor ini berkembang pesat terutama pada layanan transportasi online, logistik dan pengiriman e-commerce. Hingga pekerjaan lepas digital seperti desain grafis, pemrograman, dan penulisan konten.

Pengemudi ojek online yang bekerja melalui platform seperti inDrive, Gojek, dan Grab menjadi contoh paling terlihat dari perkembangan ekonomi gig di Tanah Air.

Penelitian CIPS mencatat kontribusi gig economy terhadap perekonomian Indonesia mencapai sekitar US$7 milyar atau sekitar 0,62 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2019. Meski kontribusinya masih relatif kecil, sektor ini dalam perkiraan akan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital dan platform ekonomi.

Pendapatan yang Tidak Stabil

Di balik peluang tersebut, sebagian pekerja gig masih menghadapi tantangan seperti pendapatan yang tidak stabil. Kemudia tantangan kondisi kerja yang tidak menentu, serta keterbatasan daya tawar terhadap platform.

Studi CIPS juga menemukan adanya kategori disguised employment. Yaitu kondisi ketika pekerja tampak sebagai pekerja mandiri, namun secara praktik bekerja seperti karyawan karena sangat bergantung pada satu platform.

Dalam kajiannya, CIPS mengidentifikasi empat kategori pekerja gig berdasarkan tingkat otonomi dan daya tawar. Yakni disguised employment, dependent self-employment, constrained high-leverage self-employment, dan independent self-employment. Perbedaan kategori ini menunjukkan bahwa pekerja tidak dapat memperlakukan gig sebagai satu kelompok yang seragam dalam kebijakan publik.

Senior Research and Policy Analyst CIPS, Jimmy Daniel Berlianto, menegaskan, pendekatan regulasi yang terlalu umum berpotensi menghambat fleksibilitas yang menjadi keunggulan utama gig work.

Menurut dia, kebijakan sebaiknya terfokus pada perlindungan pekerja yang berada dalam kondisi disguised employment tanpa menghambat peluang bagi pekerja gig lainnya.

CIPS juga merekomendasikan agar pemerintah menghindari regulasi yang bersifat menyeluruh (blanket regulation). Kemudian lebih menargetkan perlindungan kepada pekerja dengan tingkat otonomi rendah dan daya tawar terbatas.

Selain itu, mendorong pemerintah untuk memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa antara pekerja dan platform digital. Serta meningkatkan transparansi algoritma yang menentukan tarif layanan, komisi platform, sistem insentif, hingga mekanisme penalti.

Dengan pendekatan kebijakan yang lebih tepat sasaran, harapannya Indonesia mampu memberikan perlindungan bagi pekerja gig yang rentan. Sekaligus menjaga inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital yang terus berkembang.

(LIN)

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Tasikmalaya dan BPS Siapkan Verifikasi Lapangan PBI-JKN

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Dicky Candra Negara, saat menerima kunjungan Kepala BPS Agung Hartadi dan Perwakilan PKH di ruang kerja (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menyambut kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya, Agung Hartadi, di ruang kerjanya pada Jumat (13/3/2026). Pertemuan ini membahas persiapan pelatihan bagi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) guna melakukan verifikasi lapangan (ground check) tahap 2 bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI-JKN) yang berstatus non-aktif.

Dalam pertemuan tersebut, Agung Hartadi menjelaskan bahwa pihaknya akan menggelar pelatihan pada 31 Maret 2026 mendatang. Sementara itu, proses ground check tahap 2 akan berlangsung selama 30 hari kerja mulai awal April 2026.

Baca juga: KAI Daop 2 Bandung Resmi Fungsikan Stasiun Rajapolah Tasikmalaya untuk KA Serayu

Ia mengapresiasi rencana tersebut dan mendorong kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Tasikmalaya, BPS, serta tim PKH. Selanjutnya Ia menilai kerja sama semua pihak menjadi kunci kelancaran verifikasi data di lapangan.

“Kami ingin memastikan data yang masuk benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, masyarakat yang layak akan menerima bantuan PBI-JKN secara tepat sasaran,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, akurasi data merupakan pilar utama dalam penyaluran bantuan sosial. Kemudian Ia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya BPS dan PKH dalam mendata ulang penerima manfaat demi meningkatkan kesejahteraan warga Kota Tasikmalaya.

Pertemuan ini harapannya mampu memperkuat koordinasi antarinstansi sehingga penyaluran bantuan PBI berjalan lebih efektif dan efisien. Iajuga menegaskan, artisipasi aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan proses validasi data ini.

“Verifikasi lapangan ini menjadi langkah krusial untuk menghasilkan data yang tepat. Kami berkomitmen mengawal proses ini agar bantuan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.

(Seda)

Anggota DPRD Pangandaran Desak Dapur MBG Segera Lengkapi IPAL dan Sertifikat Sanitasi

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Anggota DPRD Pangandaran fraksi PDI Perjuangan, Hesti Mulyati (by web).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Anggota DPRD Pangandaran dari Fraksi PDI Perjuangan, Hesti Mulyati, melontarkan kritik keras terhadap sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pangandaran. Ia menemukan fakta bahwa beberapa lokasi pengolahan makanan tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Hesti menegaskan bahwa SLHS dan IPAL merupakan syarat vital untuk menjamin keamanan, kebersihan, serta kelayakan program makan bergizi gratis (MBG). Tanpa standar tersebut, risiko kontaminasi dan penyakit bawaan makanan (keracunan) dapat mengancam kesehatan anak-anak sekolah. Selain itu, fasilitas tersebut juga berfungsi menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Baca Juga: Gagal Jaga Etika, Aliansi Rakyat Pangandaran Bergerak Preteli Pembelaan Oknum Dewan dalam Kasus MBA

“Jika pengelola mengabaikan kedua syarat ini, otoritas berwenang bisa menghentikan atau menutup sementara operasional SPPG tersebut,” tegas Hesti, Jumat (13/3/2026).

Lebih lanjut, ia merinci bahwa SLHS menjamin penerapan lima kunci keamanan pangan, mulai dari sterilitas alat, penyimpanan pada suhu yang tepat, hingga kualitas tenaga pengolah makanan. Sementara itu, IPAL berperan mencegah pencemaran lingkungan dari limbah cair sisa pencucian bahan pangan dan peralatan dapur, terutama pada area permukiman.

“IPAL menjadi bagian dari penilaian untuk mengurus SLHS. Maka, seluruh SPPG di Pangandaran wajib memperbaiki infrastruktur limbahnya agar memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN),” tambahnya.

Hesti juga mendesak Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) agar segera menanggapi persoalan ini dengan serius. Ia meminta tim Satgas segera turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi dapur di setiap wilayah.

“Satgas MBG harus segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan kepatuhan standar ini di lapangan,” tutup Hesti.

(Sajidin)

Polres Banjar Gandeng Bulog Gelar Pasar Murah Demi Stabilitas Pangan

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Anggota Polres Banjar sedang belanja kebutuhan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Polres Banjar bersama Bulog Sub Divre Ciamis menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman parkir Mapolres Banjar, Jumat (13/3/2026). Aksi kolaborasi ini melibatkan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DISKUKMP) serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar sebagai bentuk sinergi lintas instansi.

Pihak penyelenggara menyediakan beragam kebutuhan pokok mulai dari beras, gula pasir, hingga minyak goreng dengan harga di bawah standar pasar. Program ini pun memancing antusiasme warga yang mulai memadati lokasi sejak pagi hari demi mendapatkan bahan pangan terjangkau.

Baca Juga: BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG di Kota Banjar

Kegiatan tersebut menjadi strategi bersama untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Idulfitri 1447 H. Melalui pasar murah ini, instansi terkait memastikan masyarakat memiliki akses mudah terhadap bahan pangan pokok yang murah.

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, menyebut pasar murah ini sebagai wujud kepedulian kepolisian dalam membantu warga menghadapi lonjakan harga selama bulan Ramadan.

“Kami ingin meringankan beban masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok yang lebih murah. Ini juga merupakan langkah kolaboratif kami bersama Bulog untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah Banjar,” ujar Didi.

Ia juga mengapresiasi peran aktif para anggota Bhayangkari yang turun langsung menyukseskan acara tersebut. Menurutnya, kehadiran Bhayangkari menegaskan bahwa kepedulian sosial terhadap kebutuhan pokok warga merupakan tanggung jawab bersama.

Didi menegaskan komitmen Polres Banjar untuk terus mengawal program-program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini memberikan dampak positif, kemudian dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih ringan,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

KAI Daop 2 Bandung Resmi Fungsikan Stasiun Rajapolah Tasikmalaya untuk KA Serayu

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Stasiun KA Rajapolah Tasikmalaya, kini melayani naik turun penumpang KA Serayu (ist Humas KA Daop 2)

TASIKMALAYA,FOKUSJAbar.id: Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya kini memiliki kabar gembira terkait akses transportasi massal. Mulai 14 Maret 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung resmi mengoperasikan Stasiun Rajapolah sebagai titik naik dan turun penumpang untuk Kereta Api (KA) Serayu.

Langkah ini merupakan komitmen nyata KAI dalam memperluas jangkauan layanan perkeretaapian. Selain meningkatkan konektivitas, pembukaan layanan di stasiun ini juga merespons aspirasi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang menginginkan penambahan titik pemberhentian kereta di wilayah mereka.

Baca Juga: Toko Kasur Sumber Laris di Tasikmalaya Terbakar, Kerugian Diperkiraan Ratusan Juta Rupiah

Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa kehadiran KA Serayu di Stasiun Rajapolah bertujuan mendekatkan akses transportasi kepada warga. Ia berharap kebijakan ini mampu menyokong mobilitas penduduk serta memicu pertumbuhan ekonomi di Tasikmalaya dan sekitarnya.

“Kami ingin memperlancar konektivitas warga Jawa Barat melalui transportasi massal yang terjangkau,” ujar Kuswardojo, Jumat (13/3/2026).

Jadwal Perjalanan KA Serayu di Stasiun Rajapolah

KA Serayu melayani relasi Pasar Senen – Purwokerto (PP) dengan rincian jadwal sebagai berikut:

  • Arah Jakarta ke Purwokerto (KA 284B/285B): Berangkat dari Pasar Senen pukul 09.30 WIB, singgah di Stasiun Rajapolah pukul 16.32 WIB, dan tiba di Purwokerto pukul 20.35 WIB.
  • Arah Purwokerto ke Jakarta (KA 290/287): Berangkat dari Purwokerto pukul 16.45 WIB, singgah di Stasiun Rajapolah pukul 20.45 WIB, dan tiba di Pasar Senen pukul 04.17 WIB.

Kuswardojo menambahkan, fasilitas ini mempermudah warga yang hendak bepergian untuk urusan pekerjaan dan pendidikan. Terlebih untuk mudik Lebaran 1 Syawal 1447 H mendatang tanpa perlu menuju stasiun yang lebih jauh.

KAI juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan transportasi kereta api yang aman dan ramah lingkungan. Calon penumpang dapat memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI. Kemudian bisa juga langsung di situs resmi, atau kanal penjualan resmi lainnya guna merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman.

(Seda)

Dishub Kota Bandung Siagakan 36 Titik Pantau demi Kelancaran Mudik 2026

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengambil langkah sigap menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026. Mereka menyiapkan 36 titik pengaturan lalu lintas untuk membendung potensi kemacetan di berbagai sudut kota.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, memprediksi lonjakan mobilitas masyarakat akan terjadi mulai menjelang hari raya hingga masa liburan berakhir. “Kami mengantisipasi potensi kemacetan karena mobilitas warga biasanya meningkat signifikan pada periode tersebut,” ujar Rasdian, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga: Kemenag Rangkul Ratusan Siswa SLB Bandung Raya dalam Gema Ramadan

Pihaknya memberikan perhatian khusus pada jalur menuju kawasan wisata yang kerap padat pengunjung. Kawasan Bandung Utara seperti arah Dago dan Ledeng menuju Lembang, serta jalur Bandung Selatan ke arah Ciwidey, menjadi fokus utama pengawasan petugas.

Untuk mengurai kepadatan, Pihaknya membagi petugas lapangan ke dalam dua sif kerja, yakni pagi hingga siang serta siang hingga malam hari.

Selain menyiagakan personel di persimpangan, Dishub juga mengoptimalkan teknologi Area Traffic Control System (ATCS). Melalui sistem ini, petugas memantau kondisi jalan secara real time dan dapat langsung mengambil tindakan jika terjadi penumpukan kendaraan.

Tak hanya itu, tim Unit Reaksi Cepat (URC) siap bergerak cepat menangani gangguan lalu lintas di lapangan. Petugas juga memperketat pengawasan di sejumlah jalan layang (flyover) strategis, mulai dari Pasupati hingga Kiaracondong.

Rasdian memperkirakan sekitar 400.000 hingga 420.000 wisatawan akan menyerbu Kota Bandung selama libur Lebaran 2026. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat merencanakan perjalanan dengan matang dan mematuhi instruksi petugas.

“Kami mengimbau warga agar tetap tertib dan mengikuti arahan personel lapangan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tutupnya.

(Yusuf Mugni)