spot_imgspot_img
Sabtu 8 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 14

KCD Wilayah XIII Jabar Perketat Pengawasan Sekolah, Batasi Gawai untuk Cegah Kekerasan terhadap Anak

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; ‎Kepala KCD 13, Dwi Yanti Estriningrum,

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat terus mengawasi dan membina satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB guna mencegah aksi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Kepala KCD Wilayah XIII, Dwi Yanti Estriningrum, menggarisbawahi bahwa masa remaja merupakan fase pencarian jati diri dengan tingkat rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga membutuhkan pengawasan serta bimbingan ekstra dari para pendidik.

Baca Juga: Plang SHM di Pantai Madasari Pangandaran Viral, Pemkab Desak BPN Segera Verifikasi

“Tugas pokok kami adalah pembinaan dan pengawasan kepada satuan SMA, SMK dan SLB. Kami sangat menekankan bagaimana pertemanan anak-anak kita, anak-anak yang sedang menuju dewasa sehingga banyak hal yang mereka ingin tahu dan lakukan yang tentunya perlu pengawasan dan bimbingan,” ujar Dwi di SMKN 1 Mangunjaya, Selasa (4/8/2026).

Dwi menilai arus pesat teknologi digital menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan lantaran belum tersedianya aturan yang mengikat secara menyeluruh.

“Sebagaimana kita ketahui, di pendidikan itu kan tempatnya edukasi untuk berbagai hal. Oleh karena itu dengan adanya kemajuan teknologi digital, pengawasannya belum ada regulasi yang mengikat mereka sehingga mereka tetap bisa mengakses apa pun,” jelasnya.

Terapkan Aturan Pembatasan Gawai Saat Jam Belajar

Guna mengendalikan penggunaan gawai, KCD Wilayah XIII mengeksekusi kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait pembatasan penggunaan ponsel pintar di lingkungan sekolah.

“Pembatasan penggunaan gawai di sekolah. Sehingga anak yang masuk jam pembelajaran kalau memang itu tidak digunakan, disimpan di tempat yang sudah disediakan. Sehingga anak-anak fokus untuk menerima pembelajaran,” tegas Dwi.

Dwi menambahkan bahwa efektivitas pengawasan anak membutuhkan kolaborasi sinergis antara pihak sekolah dan peran aktif orang tua di rumah.

“Anak-anak tidak hanya di sekolah tetapi ada juga di rumah. Sehingga pengawasan juga dilakukan oleh orang tua,” ujarnya.

Dorong Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Sebagai langkah preventif membentengi para siswa dari paparan negatif dunia digital, KCD Wilayah XIII mendorong seluruh sekolah menerapkan program Kemendikbudristek berupa “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yang meliputi:

  1. Bangun Pagi
  2. Beribadah
  3. Berolahraga
  4. Gemar Belajar
  5. Makan Sehat dan Bergizi
  6. Bermasyarakat/Bersosialisasi
  7. Tidur Cepat

“Ini kebijakan dari pemerintah, tidak hanya oleh provinsi tetapi juga kebijakan dari Kementerian Pendidikan. Dengan tujuh kebiasaan ini mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi itu terawasi oleh orang tua dan oleh para guru di sekolah,” jelas Dwi.

“Sehingga berharap dengan adanya tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat ini bisa membentengi mereka dengan adanya pengaruh digital yang luar biasa,” pungkasnya.

(Sajidin)

Heri Kiswanto Fokus Benahi Fisik PSGC Ciamis, Tunda Uji Coba demi Hindari Cedera

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Latihan Hari Ketiga, PSGC Matangkan Kebugaran Sebelum Masuk Fase Uji Coba

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Memasuki hari ketiga pemusatan latihan, skuad PSGC Ciamis memusatkan perhatian pada peningkatan kondisi fisik pemain serta pembentukan pola permainan guna mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.

Head Coach PSGC, Heri Kiswanto, menegaskan bahwa tim pelatih tidak ingin terburu-buru menggelar laga uji coba ataupun menentukan komposisi akhir skuad. Pihaknya memilih memfokuskan tahap awal untuk membangun fondasi kebugaran para pilar Laskar Galuh.

Baca Juga: Kebakaran di Sukadana Ciamis Hanguskan 3 Rumah, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta

“Nantilah itu. Kita sedang membenahi kebugaran. Masih lama, mungkin dua mingguan ini. Karena waktunya sudah tetap dengan pelatih fisik, jadi kita benahi di situ saja dulu,” ujar Heri usai memimpin latihan di Stadion Galuh Ciamis, Rabu (5/8/2026).

Di samping penggemblengan fisik, para pemain rutin menjalani pengulangan teknik dasar guna membentuk karakter serta filosofi permainan tim.

“Terus ada repetisi, pengulangan-pengulangan di teknik bolanya. Yang jelas memang kita akan meningkatkan dulu. Saya ingin main bolanya geser-geser,” katanya.

Persaingan 29 Pemain Seleksi Masih Terbuka

Saat ini sebanyak 29 pemain tengah berjuang mengikuti proses seleksi. Kendati demikian, Heri mengisyaratkan bahwa jumlah tersebut masih akan bergerak dinamis sesuai kebutuhan tim.

“Kita lihat lagi, karena masih ada slot beberapa orang. Tapi nanti juga kalau ada yang kurang berkembang bisa dicoret, lihat perkembangannya,” ungkap mantan pelatih Persib Bandung tersebut.

Heri memastikan belum mengeksekusi pencoretan pemain dalam waktu dekat. Ia memilih menanti hingga seluruh proses perburuan pemain rampung secara menyeluruh.

“Belum, nanti. Karena katanya masih ada yang berdatangan. Saya takutnya nanti sudah dicoret, kita tidak dapat pemain penggantinya. Kita kan paling terlambat memulai dibanding tim lain,” jelasnya.

Eks juru taktik Pangeran Biru ini mengakui keterlambatan start menjadi tantangan tersendiri bagi PSGC. Namun, ia optimistis sanggup memaksimalkan waktu tersisa demi membentuk kedalaman tim yang kompetitif.

“Kita maksimalkan saja,” ucapnya.

Tolak Uji Coba Demi Hindari Risiko Cedera

Mengenai agenda uji tanding, Heri menahan diri meski sejumlah tim sudah melayangkan tawaran bertanding.

“Belum juga. Rangka tim belum terbentuk. Memang sudah ada yang mengajak uji coba, nanti biasanya ke Pak Jong. Tapi saya khawatir kalau dicoba saat masa pembentukan kebugaran justru pemain cedera,” terangnya.

Heri merefleksikan pengalaman musim sebelumnya ketika badai cedera menimpa pemain pada masa persiapan akibat jadwal uji coba yang terlampau dini.

Oleh sebab itu, seluruh skema latihan saat ini berjalan linear sesuai dengan arahan pelatih fisik sampai kesiapan fisik pemain mencapai standar ideal.

“Hari ini programnya fitness. Setelah itu kita mulai membangun serangan atau build up sampai menjadi peluang. Jadi bagaimana membangun serangan yang berujung pada terciptanya peluang,” pungkasnya.

(Mia)

Kebakaran Hebat Hanguskan Gudang Barang Bekas di Tasikmalaya, 7 Unit Damkar dan Yonif Macan Putih Dikerahkan

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Aksi heroik pasukan Yonif TP Macan Putih saat ikut terlibat dalam pemadaman api saat kebakaran terjadi di Sambong Tasikmalaya.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kebakaran hebat melahap gudang penampungan barang bekas di kawasan padat penduduk Kampung Sambong PLN, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa (4/8/2026) malam. Insiden tersebut memicu kepanikan massal warga sekitar yang berhamburan keluar rumah.

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.40 WIB. Tumpukan material mudah terbakar seperti plastik, kardus, dan bahan daur ulang membuat si jago merah membesar cepat serta melahap seluruh bangunan gudang.

Baca Juga: Gudang Barang Bekas di Tasikmalaya Terbakar, Api Dekati Gardu Listrik PLN

Posisi gudang yang berada dekat dengan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) sempat meningkatkan ketakutan warga. Pihak PLN langsung memutus aliran listrik di sekitar lokasi kejadian guna mencegah korsleting susulan serta menjamin keselamatan tim pemadam.

Tujuh Unit Damkar dan Batalyon Macan Putih Terjun ke Lokasi

Proses pemadaman melibatkan penanganan skala besar. Sebanyak tujuh unit armada pemadam kebakaran beserta 30 personel gabungan dikerahkan ke titik api secara maraton.

Satuan Batalyon Infanteri Teritorial dan Pembangunan (Yonif TP) 939/Macan Putih turut menurunkan satu unit kendaraan taktis pemadam kebakaran untuk membantu proses pemadaman di lapangan. Api berhasil dijinakkan total setelah petugas berjibaku selama dua jam lebih.

Komandan Batalyon Infanteri Teritorial dan Pembangunan 939/Macan Putih, Letkol Inf. Deddy Setya Wijaya, membenarkan penerjunan anggotanya usai menerima laporan darurat.

“Tim kami terjunkan langsung ke lokasi untuk ikut memadamkan api. Alhamdulillah, berkat kerja sama solid dengan tim pemadam kebakaran lainnya, api berhasil terpadamkan setelah berjuang selama dua jam lebih,” ungkap Letkol Deddy, Rabu (5/8/2026).

Dua Petugas Mengalami Perawatan Medis, Korban Jiwa Nihil

Dua orang petugas pemadam kebakaran memerlukan perawatan medis darurat saat menjalankan tugas penanggulangan:

  • Satu petugas mengalami sesak napas berat akibat kepulan asap pekat dan kelelahan fisik.
  • Satu petugas lainnya menderita luka ringan terkena serpihan kaca saat proses pendinginan area.

Kepala BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, memastikan tidak ada korban jiwa dari masyarakat sipil dalam insiden ini.

Jajaran Polres Tasikmalaya Kota masih menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan pemicu utama kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting arus pendek listrik di dalam area gudang.

(Abdul Latif)

Pemkot Bandung Larang Pedagang Bendera Merah Putih Berjualan di Trotoar, Siapkan Lokasi Alternatif

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan tidak akan memberikan pengecualian bagi pedagang bendera Merah Putih musiman untuk berjualan di atas trotoar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan tidak memberikan pengecualian bagi pedagang bendera Merah Putih musiman untuk menggelar lapak di atas trotoar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemkot Bandung mengimbau seluruh pedagang untuk menggeser aktivitas usahanya ke lokasi alternatif bentukan pemerintah. Kebijakan ini bertujuan mengembalikan trotoar sesuai fungsi utamanya sebagai fasilitas pejalan kaki.

Baca Juga: Satpol PP Bandung Segel Videotron Pedal Six Nine Club, Terkait Penebangan 10 Pohon

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, membeberkan bahwa Pemkot telah menyiapkan solusi konkret melalui pengembangan program UMKM Center dan sentra kuliner di setiap kecamatan.

“Menurut saya, bendera kan bisa dicari di mana-mana. Saya hanya berharap terjadi sinergitas antara camat dengan Dinas UMKM terkait program kami waktu kampanye, yaitu membuat UMKM Center di 30 kecamatan,” kata Erwin di Balai Kota Bandung, Rabu (5/8/2026).

Erwin merinci bahwa UMKM Center bakal beroperasi sebagai pusat inkubasi bisnis berbasis digital marketing sekaligus sentra kuliner. Fasilitas ini siap menampung para pelaku UMKM maupun Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terkena dampak penataan jalan.

“Di situ kami berkomitmen membangun pusat inkubasi bisnis. Di dalamnya ada digital marketing, yang baru saya resmikan hari ini. Kemudian kita juga akan membuat sentra kuliner,” ujarnya.

Dorong Camat Sediakan Lahan Kosong untuk Sentra Kuliner

Saat ini Pemkot Bandung baru merealisasikan sentra kuliner di tiga kecamatan. Pihaknya terus memacu pengerjaan target agar fasilitas serupa berdiri merata di seluruh 30 kecamatan se-Kota Bandung.

“Saya berharap para PKL atau pelaku UMKM yang terkena dampak penertiban bisa diakomodasi di sentra kuliner. Sekarang baru terbentuk di tiga kecamatan. Mudah-mudahan bisa segera terlaksana di 30 kecamatan,” katanya.

Guna mempercepat penyediaan lahan, Erwin telah menginstruksikan seluruh camat untuk menginventarisasi area kosong yang layak menampung para pedagang, termasuk penjual bendera musiman.

“Makanya setiap bertemu camat saya selalu minta tolong agar mencari lokasi yang bisa dipakai untuk berdagang di sentra kuliner,” ucapnya.

Jaga Hak Pejalan Kaki dan Estetika Kota Bandung

Erwin menggarisbawahi bahwa penataan pedagang tetap berlaku mengikat, meskipun momentum jualan bendera hanya berlangsung setahun sekali menjelang Hari Kemerdekaan.

“Ya, itu tidak boleh. Trotoar memang tidak boleh dipakai untuk berjualan. Tempat berjualan bukan di situ,” tegasnya.

Sebagai solusinya, ia menyarankan pedagang untuk memanfaatkan area pasar atau lahan yang telah dipetakan oleh pihak kecamatan.

“Mungkin bisa di pasar atau tempat lain. Mudah-mudahan sementara ini para pedagang bisa terakomodasi oleh camat, mungkin ada lahan kosong di setiap kecamatan yang bisa jadi lokasi untuk berjualan melalui sentra kuliner. Di situlah para penjual bendera Merah Putih bisa berjualan,” jelasnya.

Erwin menegaskan bahwa tidak ada regulasi yang membenarkan penggunaan trotoar sebagai tempat komersial. Langkah penertiban ini mendasarkan pada pengembalian hak pejalan kaki serta pemeliharaan keindahan kota.

“Memang tidak boleh. Tidak ada satu peraturan pun yang memperbolehkan trotoar jadi tempat usaha. Itu adalah hak warga Kota Bandung untuk berjalan kaki. Karena bagaimanapun kita mengembalikan trotoar kepada fungsinya. Kedua adalah estetika. Kota Bandung ini adalah Paris van Java, ibu kota Jawa Barat. Tentunya harus terlihat bagus,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Kebakaran di Sukadana Ciamis Hanguskan 3 Rumah, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Kejadian kebakaran yang menimpa Tiga rumah di Desa Margaharja Kecamatan Sukadana Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kebakaran hebat melahap tiga unit rumah milik Rudi (35), Deni (31), dan Kurnia (60) di Dusun Desa, Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).

Insiden ini tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kobaran api menyisakan kerugian materiil bagi ketiga pemilik rumah dalam perkiraan mencapai Rp500 juta.

Baca Juga: PT MUM Gandeng Forum BKK Ciamis, Buka Peluang Kerja untuk 100 Alumni SMK/SMA

Api pemicu kebakaran diduga berasal dari pembakaran limbah serbuk gergaji serta potongan kayu kecil yang ditinggalkan begitu saja oleh penanggung jawabnya.

Danpos Militer Sukadana, Serma Saelan, membeberkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan peristiwa tersebut di siang hari.

“Mendapat laporan itu pihak kami langsung menindaklanjuti laporan dengan mendatangi lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak Damkar,” katanya, Rabu (5/8/2026).

Tiupan Angin Kencang Mempercepat Penjualan Api

Saelan menjelaskan bahwa keterangan sejumlah saksi mata di tempat kejadian menunjukkan titik awal api berasal dari area pembakaran limbah penggergajian kayu. Kobaran api kemudian merembet dan membakar rumah milik Rudi.

“Posisi rumah Pak Rudi jaraknya berdekatan dengan dua rumah milik warga lainnya,” ucap Saelan.

Kondisi cuaca terik yang berpadu hembusan angin kencang membuat lidah api menjangkau bangunan di sekitarnya dalam waktu singkat.

“Kondisi cuaca sangat terik sehingga saat angin bertiup kencang api langsung merembet ke dua rumah lainnya,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya Layani Kesehatan Balita untuk Cegah Stunting

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Suasana hangat saat penyaluran makanan dan nutrisi bergizi bagi anak-anak sebagai upaya nyata pencegahan stunting di lokasi TMMD Ke-129.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan bangunan. Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya membuktikannya lewat aksi sosial penanganan kesehatan anak di Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya.

Di tengah penyelesaian sasaran fisik TMMD, Tim Kesehatan Satgas TMMD bahu-membahu bersama kader posyandu melayani masyarakat di Posyandu Bougenville.

Baca Juga: Viman Ungkap Alasan TPP ASN Kota Tasikmalaya Dipangkas, Kondisi Fiskal Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Petugas menghadirkan berbagai layanan esensial untuk warga setempat, antara lain:

  • Pemantauan Tumbuh Kembang: Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan balita secara berkala.
  • Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Memeriksa kondisi kesehatan para ibu dan anak secara langsung.
  • Edukasi Keluarga: Memberikan penyuluhan interaktif mengenai pola asuh serta pentingnya pemenuhan gizi seimbang.

Kehadiran prajurit TNI di posyandu menuai apresiasi tinggi dari masyarakat sekitar.

“Kehadiran Satgas TMMD tidak sekadar membangun fasilitas fisik, tetapi merengkuh kebutuhan paling mendasar kami: kesehatan dan masa depan anak-anak,” ungkap seorang warga setempat.

Salurkan Makanan Tambahan Cegah Stunting

Program nonfisik TMMD Ke-129 ini mengusung misi utama memutus mata rantai stunting pada anak-anak. Pihaknya memfokuskan perhatian pada pemenuhan nutrisi balita agar tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Sebagai langkah intervensi langsung, Satgas TMMD bersama kader posyandu membagikan paket nutrisi serta makanan tambahan bergizi kepada para balita di Desa Parungponteng.

Langkah preventif ini berfungsi sebagai benteng pertahanan guna mencegah potensi gangguan pertumbuhan pada anak sejak usia dini.

Dandim 0612/Tasikmalaya: TNI Selalu Hadir untuk Rakyat

Komandan Kodim (Dandim) 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han, menegaskan bahwa esensi utama kegiatan TMMD terletak pada penguatan nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

“TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk menggerakkan hal-hal positif. Rasa kebersamaan dan gotong royong ini harus terus dipupuk agar mengakar kuat di hati rakyat,” tegas Letkol Czi M. Imvan Ibrahim.

Rangkaian kegiatan nonfisik di Posyandu Bougenville ini menjadi bukti komitmen TNI dan pemerintah daerah dalam mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, serta berdaya saing di Kabupaten Tasikmalaya.

(Abdul Latif)

PT MUM Gandeng Forum BKK Ciamis, Buka Peluang Kerja untuk 100 Alumni SMK/SMA

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: PT Mitra Utama Madani (MUM) resmi menggandeng ratusan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK/SMA serta Forum BKK se-Kabupaten Ciamis lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serentak pada Rabu, 5 Agustus 2026.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dunia pendidikan dan industri di Tatar Galuh Ciamis menorehkan babak baru. PT Mitra Utama Madani (MUM) resmi menggandeng ratusan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK/SMA serta Forum BKK se-Kabupaten Ciamis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serentak, Rabu (5/8/2026).

Acara bertajuk “Sosialisasi Program dan Penandatanganan MoU Serentak PT Mitra Utama Madani” yang berlangsung di Aula SMKN 2 Ciamis tersebut menyedot perhatian para pencari kerja muda.

Baca Juga: Domba Milik Warga Ciamis Ditemukan Tewas dengan Perut Robek, Diduga Diserang Anjing Liar

PT MUM langsung bergerak cepat usai penandatanganan kesepakatan. Perusahaan menggelar sosialisasi program kemitraan komprehensif sekaligus membuka peluang kerja bagi 100 alumni SMK/SMA di Kabupaten Ciamis. Langkah ini menjadi jembatan nyata untuk memangkas jarak antara teori di sekolah dengan kebutuhan korporasi.

sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam agenda ini, antara lain Kepala SMKN 2 Ciamis Drs. Undang T. Hidayat, S.H., M.Pd., Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis Dase Fadlil Yusdy Mubarak, S.H., M.Pd., serta Ketua Forum BKK Kabupaten Ciamis Susanti Amalia, S.Pd., M.Pd. bersama jajaran ketua BKK sekolah.

Disnaker Ciamis Apresiasi Langkah Penyerapan Tenaga Kerja

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubarak, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai langkah PT MUM menjadi amunisi segar untuk menekan angka pengangguran terbuka di wilayah Ciamis.

“Sinergi seperti ini adalah kunci utama. Melalui BKK yang aktif dan kolaborasi erat dengan dunia usaha, terlebih lulusan kita tidak perlu lagi bingung mencari arah setelah lulus sekolah,” tegasnya.

Ketua Forum BKK Kabupaten Ciamis, Susanti Amalia, menambahkan bahwa kerja sama ini berhasil mengoptimalkan fungsi BKK di setiap sekolah.

“Kini BKK sekolah bukan sekadar papan pengumuman lowongan kerja biasa, melainkan episentrum transformasi karier yang langsung terhubung dengan standar industri,” ujarnya.

Cetak SDM Ciamis yang Siap Kerja dan Berdaya Saing

Melalui kolaborasi ini, PT Mitra Utama Madani menegaskan komitmennya dalam mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Pihak perusahaan merancang sistem rekrutmen agar berjalan lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

Sinergi berkelanjutan ini harapannya mampu melahirkan generasi muda Ciamis yang siap kerja, kemudian memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.

(Abdul Latif)