spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 15

Dianiaya Hingga Pingsan, Kasus Kiai Sepuh di Tasikmalaya Seret Perhatian Gubernur Dedi Mulyadi

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Caption foto: Tokoh Masyarakat Cikatomas Ustadz Apan Sopandi mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan ajengan sepuh.

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Suasana damai di Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, berubah menjadi ketegangan massal. Seorang tokoh agama terkemuka, Ajengan Abdul Yani, diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota lembaga kemasyarakatan, Rabu (15/4/2026).

Aksi kekerasan ini kini menyulut perlawanan besar dari warga terhadap praktik intimidasi yang diduga telah lama terjadi di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pesan Menyentuh Bupati Tasikmalaya untuk Jemaah Haji: Jaga Kesantunan dan Fokus Ibadah karena Allah

Insiden memilukan ini bermula saat Ajengan Abdul Yani berjalan menuju kebun miliknya usai menunaikan salat Dzuhur. Tanpa alasan yang jelas, oknum tersebut menghadang dan melakukan kekerasan fisik serta verbal hingga mengakibatkan sang kiai pingsan. Warga yang melihat kejadian itu segera mengevakuasi korban ke Puskesmas terdekat.

Kasus ini viral di media sosial dan memantik reaksi keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meminta perlindungan khusus bagi para tokoh agama di wilayahnya.

Tokoh masyarakat setempat, Ustadz Apan Sopandi, mengungkapkan bahwa penganiayaan ini merupakan “puncak gunung es” dari keresahan warga.

Hidup Di Bawah Intimidasi

Pada Rabu (29/4/2026), ia membeberkan bahwa warga selama ini hidup di bawah intimidasi. Ratusan warga mengalami perusakan pohon di lahan mereka, bahkan sedikitnya lima orang kehilangan tanah garapan secara paksa hanya karena berbeda pandangan organisasi.

“Lembaga kemasyarakatan seharusnya membawa kemajuan bagi desa, bukan malah mengintimidasi ajengan sepuh yang kita muliakan,” tegas Ustadz Apan.

Kemarahan warga sempat memuncak pada Kamis (16/4/2026) lalu, saat ratusan massa mendatangi Mapolsek Cikatomas. Mereka melayangkan dua tuntutan utama yakni mengusut tuntas pelaku tanpa pandang bulu dan membubarkan organisasi yang dianggap sebagai sumber konflik sosial di Desa Cayur.

Ajengan Yeyef, tokoh masyarakat lainnya, menegaskan bahwa warga merindukan kedamaian yang terusik akibat perilaku menyimpang oknum tersebut. “Kami ingin hidup harmonis kembali tanpa ada intimidasi dan perpecahan,” katanya.

Menanggapi gejolak ini, kemudian Plt. Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Yusup Suryana, memastikan proses hukum sedang berjalan.

“Kami sudah mengamankan situasi di lapangan. Tim sedang berupaya menangkap terduga pelaku yang dalam dugaan merupakan anggota serikat tertentu,” jelas Ipda Agus.

Kini, warga Desa Cayur menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengembalikan keadilan dan ketentraman di tanah mereka.

(Abdul Latif)

Tugas Prakarya Berbuah Cuan, Siswa MAN 2 Pangandaran Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Mahya Ulia Ramadani, siswa kelas XI 3 MAN 2 Pangandaran (istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Mahya Ulia Ramadani, siswa kelas XI 3 MAN 2 Pangandaran, sukses menyulap limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi berupa lilin aromaterapi. Inovasi kreatif ini lahir dari tangan dinginnya saat menyelesaikan tugas mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.

Berlangsung Selasa (28/4/2026), kegiatan praktik di bawah bimbingan guru Agus Ali Mutakin ini menantang siswa untuk peduli terhadap isu lingkungan. Mahya memilih memanfaatkan minyak goreng bekas pakai yang biasanya terbuang sia-sia untuk diracik kembali menjadi produk fungsional.

Proses produksinya melalui beberapa tahapan teliti, mulai dari penyaringan minyak, pencampuran bahan khusus, hingga pemberian warna dan aroma yang menenangkan. Hasilnya, tercipta lilin aromaterapi berkualitas dengan visual yang menggoda pasar.

Tak hanya unggul pada isi produk, Mahya juga membidik pasar modern dengan menciptakan kemasan estetik. Menariknya, ia menyematkan teknologi barcode pada label produk. Saat konsumen memindai kode tersebut, mereka akan langsung terhubung ke informasi digital mengenai proses pembuatan, manfaat kesehatan aromaterapi, serta keunggulan produk yang ramah lingkungan.

“Saya melihat potensi besar dari minyak jelantah yang bisa diolah menjadi barang bernilai tambah. Tugas sekolah ini justru menjadi peluang bagi saya untuk berinovasi,” ungkap Mahya, Rabu (29/4/2026).

Guru pembimbing, Agus Ali Mutakin, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi siswanya. Menurutnya, pembelajaran prakarya memang bertujuan mengasah keterampilan hidup (life skill) serta jiwa wirausaha sejak dini.

“Kami mendorong siswa agar mampu melihat peluang dari hal-hal sederhana. Karya Mahya menjadi bukti nyata bahwa limbah bisa menjadi produk premium lewat sentuhan kreativitas,” ujar Agus.

Senada dengan itu, Kepala MAN 2 Pangandaran, Dadah Jubaedah, menilai karya ini merupakan cerminan keberhasilan pembelajaran berbasis proyek. Ia menegaskan bahwa madrasah akan terus mendukung inovasi siswa agar tugas-tugas sekolah tidak hanya menjadi teori, tetapi menghasilkan produk nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan berpotensi menjadi peluang bisnis.

(Sajidin)

Pesan Menyentuh Bupati Tasikmalaya untuk Jemaah Haji: Jaga Kesantunan dan Fokus Ibadah karena Allah

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Bupati Tasikmalaya Dr.H.Cecep Nurul Yakin, S,Pd, M.Ap didampingi Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tasikmalaya, Hj. Iin Ufairoh, S.Ag, M.Pd.I berfoto bersama salah seorang jemaah calon Haji lansia.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Isak tangis bahagia dan untaian doa mengiringi keberangkatan 438 jemaah calon haji asal Kabupaten Tasikmalaya yang tergabung dalam Kloter 11 KJT. Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, melepas langsung para tamu Allah ini dalam prosesi penuh haru di Islamic Center, Rabu (29/04/2026).

Dalam sambutannya yang menyentuh, Bupati Cecep mengingatkan bahwa haji merupakan perjalanan spiritual yang menguji keikhlasan serta kesabaran hati. Ia meminta para jemaah untuk senantiasa menjaga kondisi fisik dan kekompakan selama berada di Tanah Suci.

Baca Juga: TNI dan Forkopimda Perkuat Sinergi, Gelar Simulasi Siaga Bencana di Cigalontang Tasikmalaya

“Bapak dan ibu merupakan orang-orang pilihan. Niatkanlah ibadah ini murni karena Allah SWT. Tetap jaga kesehatan, saling menolong, dan jaga nama baik daerah dengan sikap santun,” tutur Cecep dengan nada bicara yang bergetar.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan telah membekali seluruh jemaah dengan persiapan matang, mulai dari bimbingan manasik hingga pemeriksaan kesehatan intensif. Bupati kemudian memimpin doa bersama, memohon agar seluruh jemaah meraih predikat haji mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat.

Momen emosional memuncak saat jemaah berpamitan dengan sanak saudara. Pelukan erat dan tangisan pecah di hadapan jajaran Forkopimda serta tokoh agama yang hadir. Ny. Kurniasih, salah satu jemaah lansia, tak kuasa membendung air mata saat mencium tangan anak cucunya sebelum naik ke bus.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tasikmalaya, Hj. Iin Ufairoh, menjelaskan bahwa rombongan Kloter 11 KJT ini akan bertolak dari Embarkasi Indramayu menuju bandara pada Kamis (30/4/2026), dan dijadwalkan terbang ke Arab Saudi pada sore harinya.

“Hari ini kami melepas 438 jemaah Kloter 11 KJT. Selanjutnya, kami juga akan melepas 177 jemaah yang tergabung dalam Kloter 29 KJT pada Rabu, 13 Mei 2026 mendatang,” jelas Iin.

(Farhan K)

Hina Suku Sunda dan Viking, Konten Kreator Resbob Terima Vonis 2,5 Tahun Penjara

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Konten kreator Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan alias Resbob saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Bandung Rabu (29/4/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengadilan Tipikor Bandung resmi menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun enam bulan kepada Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan, yang lebih populer dengan nama panggung Resbob. Majelis hakim menilai konten kreator tersebut terbukti bersalah menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial.

Vonis ini selaras dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim PN Bandung, Adeng Abdul Kohar, menyatakan bahwa Resbob secara sah meyakinkan telah menghina Suku Sunda dan komunitas Viking saat melakukan siaran langsung (live streaming).

Baca Juga: Waduh! Sampah Organik Kota Bandung Melonjak

“Kami menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun enam bulan kepada terdakwa Muhammad Adimas Firdaus,” tegas Abdul Kohar dalam sidang putusan, Rabu (29/4/2026).

Hakim memaparkan beberapa poin yang memberatkan hukuman, terutama sikap Resbob yang tidak kooperatif selama proses persidangan. Selain itu, perbuatannya secara nyata telah melukai perasaan masyarakat Sunda serta komunitas pendukung Persib, Viking.

Di sisi lain, hakim mempertimbangkan pengakuan bersalah dan permintaan maaf terdakwa. Serta statusnya yang belum pernah tersangkut kasus hukum sebagai faktor yang meringankan. Menanggapi putusan tersebut, Resbob menyatakan masih pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Berdasarkan dakwaan jaksa, kasus ini bermula saat Resbob menempuh perjalanan menuju Surabaya bersama dua rekannya. Di bawah pengaruh minuman beralkohol, ia melakukan siaran langsung dan melontarkan kalimat hinaan. Ia menyamakan Viking dengan hewan, serta menghina seluruh orang Sunda dengan kata-kata kasar.

Jaksa menegaskan bahwa pernyataan viral tersebut memenuhi unsur pidana ujaran kebencian sebagaimana aturan dalam KUHP baru.

(Yusuf Mugni)

Advokat Desak Inspektorat dan BPK Audit Proyek Pematangan Lahan Relokasi Eks Pasar Wisata Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: suasana audensi Warga eks pengungsi pasar wisata Pangandaran ke gedung DPRD Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Advokat pendamping warga eks Pasar Wisata Pangandaran, Giwang Sari, menuntut Inspektorat dan BPK Provinsi Jawa Barat untuk segera mengaudit proyek pematangan lahan relokasi hunian. Desakan ini muncul menyusul adanya laporan kerusakan berupa longsor pada lahan yang baru saja dikerjakan tersebut.

Giwang menilai penggunaan anggaran proyek yang mendekati angka Rp2 miliar perlu mendapat penelusuran mendalam. Ia menganggap metode pengerjaan di lapangan sangat janggal dan tidak sebanding dengan nilai kontrak yang besar.

Baca Juga: Jelang Mayday 2026, Kapolres Pangandaran Terima Audiensi SPSI

“Kami meminta Inspektorat segera turun tangan untuk mengaudit seluruh prosesnya. Anggarannya hampir Rp2 miliar, namun di lokasi hanya terlihat aktivitas pematangan lahan menggunakan alat berat tanpa adanya dinding penahan tebing yang memadai,” ujar Giwang, Rabu (29/4/2026).

Berdasarkan informasi yang ia himpun, pengerjaan proyek tersebut hanya berlangsung selama 30 hari dengan dukungan alat berat yang sangat minim. Giwang menyebutkan bahwa pada awal pengerjaan, pihak pelaksana hanya menggunakan dua unit alat berat (backhoe), dan baru menambah satu unit lagi pada minggu terakhir.

Meskipun bukan seorang ahli teknik, Giwang menegaskan bahwa banyak pihak kini mempertanyakan transparansi dan kualitas proyek tersebut. Ia menilai kerentanan lahan terhadap longsor menjadi bukti bahwa ada aspek teknis yang terabaikan.

“Saya mendesak Inspektorat Kabupaten Pangandaran atau BPK wilayah Jawa Barat untuk segera meninjau langsung ke lokasi. Audit ini sangat penting untuk memastikan pertanggungjawaban dana publik,” tegasnya.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi untuk menanggapi tudingan kejanggalan pada proyek tersebut.

(Sajidin)

Pedagang Minyak Goreng Curah di Pasar Manis Ciamis Mengeluh, Penjualan Anjlok Akibat Banjir Subsidi

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Kepala UPTD Pasar Manis Ciamis Dana Sudiana saat melakukan pemantauan keberadaan minyak goreng curah

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejumlah pedagang minyak goreng curah di Pasar Manis Ciamis mulai merasakan dampak penyaluran bantuan sosial pemerintah. Mereka mengeluhkan sepinya pembeli lantaran masyarakat kini beralih ke minyak goreng bersubsidi.

Nasih, salah satu pedagang di Blok A Pasar Manis, mengungkapkan bahwa omzet penjualannya merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir. Padahal, biasanya ia mampu menghabiskan satu drum minyak goreng curah seberat 180 kilogram hanya dalam waktu empat hari.

Baca Juga: Angin Kencang Terjang Banjarsari Ciamis, Belasan Rumah di Desa Sindangasih Rusak Parah

“Penjualan minyak goreng curah di kios saya menurun drastis dibanding bulan-bulan lalu. Saat ini, stok dalam satu pekan masih melimpah karena sangat sepi pembeli,” ujar Nasih, Rabu (29/4/2026).

Nasih menambahkan, meskipun pasokan dari distributor sangat lancar dan harganya stabil, pedagang tetap sulit meraih untung. Apalagi, mereka harus menghadapi kenaikan harga plastik kemasan yang memaksa adanya penyesuaian harga jual di tingkat pengecer.

Keluhan serupa datang dari pedagang lain, Dadan. Ia menjelaskan bahwa penurunan harga dari distributor sebenarnya tidak terlalu signifikan, sehingga ia masih mematok harga yang sama seperti pekan lalu.

“Harga dari distributor memang masih tetap, tapi karena harga plastik naik, kami terpaksa tidak menurunkan harga jual untuk menjaga keseimbangan modal,” tutur Dadan.

Para pedagang di Pasar Manis Ciamis kini berharap ada keseimbangan pasar agar minat masyarakat terhadap minyak goreng curah kembali meningkat, sehingga roda ekonomi para pedagang pasar tetap berputar.

(Husen Maharaja)

Angin Kencang Terjang Banjarsari Ciamis, Belasan Rumah di Desa Sindangasih Rusak Parah

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Genting rumah warga di Desa Sindangasih yang tersapu angin kencang

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, pada Selasa petang. Bencana ini mengakibatkan belasan rumah warga di Desa Sindangasih mengalami kerusakan serius pada bagian atap akibat tersapu angin dan tertimpa pohon tumbang.

Camat Banjarsari, Mujiono, mengonfirmasi bahwa terjangan angin meluluhlantakkan dua dusun, yakni Dusun Gunung Damar dan Dusun Pangarengan. Mayoritas kerusakan terjadi karena asbes dan genting rumah warga beterbangan tertiup angin kencang.

Baca Juga: Tebing Blok Batu Bangkong Cisaga Longsor, Warga dan BPBD Ciamis Bahu-Membahu Bersihkan Jalan

“Hujan deras dan angin kencang menerjang wilayah Desa Sindangasih petang kemarin. Berdasarkan laporan, sebanyak 10 rumah di Dusun Gunung Damar dan 4 rumah di Dusun Pangarengan terdampak musibah ini,” ujar Mujiono, Rabu (29/4/2026).

Pihak kecamatan langsung merespons dengan melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis agar warga segera mendapatkan penanganan.

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel ke lokasi kejadian. Selain membantu penanganan fisik di lapangan, tim BPBD juga melakukan asesmen mendalam sebagai dasar laporan kepada pimpinan daerah.

“Kami sudah menyalurkan bantuan logistik kedaruratan kepada para pemilik rumah yang terkena musibah untuk meringankan beban mereka,” tegas Ani.

Berdasarkan data lapangan, beberapa warga yang mengalami kerusakan atap cukup parah di Dusun Gunung Damar. Antara lain Apid, Carno, Iti Koyah, H. Kasiman, Edi, Agis, Dede, Muhsinun, dan Oom. Sementara itu, rumah milik Dayat dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang. Di Dusun Pangarengan, kerusakan serupa menimpa hunian milik Yuda Nurdian, Sutarno Sutanto, Heryanto, dan Imin Susanto.

(Husen Maharaja)