spot_img
Senin 2 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 16

FKP RKPD 2027, Langkah Pemkab Ciamis Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

0
pemkab ciamis@fokusjabar.id
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.(Mia/fokusjabar.id)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Demi menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida). Membuka ruang dialog melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. 

Forum ini menjadi wadah penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah berdasarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Di Aula Adipati Angganaya Bapperida Kabupaten Ciamis, Rabu (28/1/2026).

Forum Konsultasi Publik RKPD Ciamis 2027 di laksanakan secara hybrid dan di hadiri oleh Bupati Ciamis, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis. Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Penjelasan Sekretaris Disdik Ciamis Soal Tes Kemampuan Akademik

Jajaran perangkat daerah, unsur kecamatan, para kepala desa, instansi vertikal. BUMD/BUMN, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga dan organisasi masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, H. Nanang Permana, M.H dalam sambutannya menegaskan pentingnya penyusunan RKPD yang terarah dan selaras dengan dokumen perencanaan jangka menengah daerah.

“RKPD Tahun 2027 harus di susun secara terarah, terukur, dan selaras dengan RPJMD. Sehingga program pembangunan yang di rencanakan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Ciamis,” ujar Ketua DPRD Ciamis.

Sementara itu Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya dalam sambutannya menegaskan Forum Konsultasi Publik tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Melainkan harus mampu melahirkan perencanaan pembangunan yang berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Forum konsultasi publik ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial. Tetapi harus menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas dan benar-benar di butuhkan masyarakat,” ujar Bupati Ciamis.

Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran daerah, seluruh perangkat daerah di tuntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun program prioritas.

“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, saya berharap seluruh perangkat daerah bisa lebih kreatif dan inovatif. Dalam menentukan program prioritas agar memberikan dampak dan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Ciamis,” tambahnya.

Paparan Sekda Ciamis

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T dalam paparannya menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2027 telah di rumuskan. Dalam Rancangan Awal RKPD dan di selaraskan dengan program nasional.

“Arah kebijakan pembangunan Kabupaten Ciamis Tahun 2027 telah kami rumuskan dalam Rancangan Awal RKPD. Termasuk bentuk dukungan daerah terhadap program-program nasional,” kata Sekda Ciamis.

Ia menambahkan, Forum Konsultasi Publik menjadi ruang strategis untuk menyempurnakan dokumen perencanaan melalui masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga: Manfaat Kwarran Purwadadi Ciamis Harus Bisa Dirasakan Masyarakat

“Masukan dari seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar RKPD yang di susun benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah dan masyarakat,” jelasnya.

Forum Konsultasi Publik RKPD Ciamis 2027 juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Serta Bappeda Provinsi Jawa Barat yang memaparkan regulasi penyusunan RKPD Tahun 2027 dan arah kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan di tutup dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan oleh perwakilan perangkat daerah kabupaten, kecamatan, instansi vertikal. Serta lembaga dan organisasi masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam penyusunan RKPD Kabupaten Ciamis Tahun 2027.

(Mia)

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemkot Bandung Tunggu Modifikasi Cuaca BNPB

0
pemkot bandung@fokusjabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Menjadikan Modifikasi Cuaca Sebagai Bagian Dari Strategi Pengendalian Risiko Bencana Hidrometeorologi Di Tengah Tingginya curah hujan yang berpotensi memicu banjir dan longsor

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bandung Raya.

Salah satunya dengan menunggu pelaksanaan modifikasi cuaca yang di koordinasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, modifikasi cuaca sebagai bagian dari strategi pengendalian risiko bencana hidrometeorologi. Di tengah tingginya curah hujan yang berpotensi memicu banjir dan longsor.

Baca Juga: Ini Langkah Pemkot Bandung Antisipasi Naiknya Debit Air Cikapundung

“Kita juga sedang menunggu jadwal modifikasi cuaca. Modifikasi cuaca ini di koordinasikan oleh BNPB,”kata Farhan di Menara BJB Jalan Naripan Kota Bandung Rabu (28/1/2026).

Farhan menjelaskan, hingga saat ini Pemkot Bandung masih menunggu kepastian jadwal pelaksanaan modifikasi cuaca untuk wilayah Bandung Raya.

Pasalnya, modifikasi cuaca di lakukan secara bertahap dan mencakup wilayah yang cukup luas, khususnya di Provinsi Jawa Barat.

“Kita menunggu jadwal pelaksanaan untuk wilayah Bandung Raya, karena Provinsi Jawa Barat. Memiliki banyak titik yang perlu di lakukan modifikasi cuaca,” katanya.

Menurutnya, penentuan lokasi dan waktu modifikasi cuaca sepenuhnya menjadi kewenangan BNPB. Dengan mempertimbangkan kondisi cuaca terkini, tingkat kerawanan bencana, serta prioritas daerah yang membutuhkan penanganan segera.

Selain menunggu pelaksanaan modifikasi cuaca, Pemkot Bandung juga terus menjalankan langkah-langkah mitigasi lainnya.

Baca Juga: Pemkot Bandung Fokus Benahi Ratusan Titik Drainase

Upaya tersebut meliputi pemantauan wilayah rawan banjir dan longsor, memastikan kesiapsiagaan petugas di lapangan. Serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Farhan berharap, kombinasi upaya mitigasi di daerah dan dukungan modifikasi cuaca dari pemerintah pusat. Dapat meminimalkan dampak cuaca ekstrem serta menjaga keselamatan warga Kota Bandung.

“Saya berharap dengan kombinasi upaya mitigasi dan dukungan modifikasi cuaca. Dampak cuaca ekstrem dapat di minimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

SMAN 1 Banjar Perkenalkan Perguruan Tinggi Lewat Education Fair Campus

0
sman 1 banjar campus@fokusjabar.id
Stand kampus pada acara Education Fair Campus di SMAN 1 Banjar.(Agus/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: SMAN 1 Banjar menggelar Education Fair Campus (EFC). Kegiatan EFC di gelar sebagai wadah strategis bagi siswa kelas XII untuk mengenal dunia perguruan tinggi secara lebih dekat.

Kepala SMAN 1 Banjar Bambang Sukarsono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil inisiatif para alumni yang memiliki kepedulian terhadap masa depan adik-adik kelasnya.

“Education Fair Campus ini sudah memasuki pelaksanaan yang keempat. Kegiatan ini merupakan inisiatif para alumni yang memiliki dedikasi dan kepedulian untuk memotivasi adik-adiknya agar siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkap Bambang Rabu (28/1/2026). 

Baca Juga: Lebih 20 Tahun Tak Ada Pengadaan, Mobil Damkar Banjar Terperosok Saat Bertugas

Kata Bambang, EFC memiliki peran penting karena membuka ruang komunikasi langsung antara siswa dan pihak perguruan tinggi. Selama ini, informasi mengenai kampus dan jurusan lebih banyak di peroleh siswa melalui media sosial.

“Melalui kegiatan ini, siswa bisa bertanya langsung kepada perguruan tinggi. Mereka bisa mengetahui seperti apa jurusannya, bagaimana sistem perkuliahan, hingga menyesuaikan pilihan dengan minat dan kemampuan mereka,” katanya.

Lanjut Bambang, pada pelaksanaan tahun ini sebanyak 36 perguruan tinggi turut ambil bagian. Untuk memaksimalkan interaksi, kegiatan di bagi ke dalam dua hari pelaksanaan.

“Kampus yang hadir pun tidak hanya berasal dari Jawa Barat, tetapi juga dari luar daerah,” jelasnya. 

Pelaksanaan Education Fair Campus di nilai semakin relevan karena bertepatan dengan tahapan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Pilihan Pendidikan lanjutan

Saat ini, SMAN 1 Banjar memiliki 426 siswa kelas XII yang tengah bersiap menentukan pilihan pendidikan lanjutan.

“Momentum ini sangat tepat karena sedang berlangsung proses seleksi jalur prestasi. Kami berharap siswa tidak bingung dalam menentukan pilihan jurusan maupun perguruan tinggi,” harap Bambang.

Baca Juga: Darurat Fiskal Daerah, Pemkot Banjar Kembali Pangkas TPP ASN dan P3K

Terkait data lulusan, Bambang mengungkapkan bahwa berdasarkan catatan Bimbingan Konseling (BK), lebih dari 90 persen siswa SMAN 1 Banjar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Namun, masih terdapat kendala dalam pendataan lulusan secara menyeluruh.

“Masih ada lulusan yang tidak melaporkan pilihannya ke sekolah, terutama yang masuk perguruan tinggi swasta atau langsung bekerja. Ini yang menjadi tantangan kami ke depan,” pungkasnya.

(Agus)

Aktivis Walhi Soroti Dugaan Pencemaran Limbah Hotel di Pangandaran

0
walhi pencemaran dugaan limbah hotel Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Genangan limbah yang mengalir ke Pantai Barat Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bale Rahayat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat menyoroti tajam dugaan pencemaran limbah hotel yang di buang ke laut di Pantai Barat Pangandaran.

Anggota Walhi Jabar, Dede Supriyadi mengaku prihatin atas beredarnya video viral yang memperlihatkan dugaan aliran limbah berbau menyengat yang mengarah ke kawasan Pantai Barat Pangandaran, salah satu ikon wisata unggulan Jawa Barat.

Dede menegaskan, Pantai bukan hanya ruang wisata, tetapi juga ruang hidup ekosistem pesisir dan sumber penghidupan masyarakat.

Baca Juga: Harga Kambing Terjun Bebas, Peternak di Pangandaran Kian Terjepit

” Jika benar terjadi pembuangan air limbah hotel tanpa pengolahan memadai hingga mencemari laut, maka ini adalah bentuk kelalaian serius terhadap perlindungan lingkungan hidup,” ujar Dede kepada FOKUSJabar.id melalui keterangan tertulis Rabu, (28/1/2026).

Oleh karena itu, aktivis lingkungan tersebut menyatakan sikap tegasnya.
1. Dugaan ini tidak boleh dianggap sepele.

“Air yang berubah warna, berbau, dan mengalir langsung ke laut adalah indikasi awal adanya potensi pelanggaran baku mutu air limbah. Ini harus segera diverifikasi secara ilmiah, bukan sekadar klarifikasi administratif,” tegasnya.

2. Tanggung jawab ada pada pelaku usaha dan pemerintah.
Menurut Dede, Setiap hotel WAJIB memiliki dan mengoperasikan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) sesuai standar.

Dia mengatakan, Jika limbah tetap mencemari, maka ada dua kemungkinan.

“Pertama, sistem pengolahan tidak berjalan. Kedua pengawasan pemerintah lemah. Keduanya sama-sama membahayakan lingkungan,” ujarnya.

3. Ini bukan hanya soal bau, tapi ancaman ekologis.

Menurut aktivitas lingkungan itu, limbah cair yang masuk ke laut bisa menyebabkan penurunan kualitas air laut serta gangguan biota pesisir.

“Selain itu, berisiko kesehatan bagi wisatawan serta kerusakan citra pariwisata Pangandaran jangka panjang,” kata dia.

4. Pemerintah tidak boleh menunggu viral baru bertindak.
Dede menegaskan, pengelolaan lingkungan bukan sistem pemadam kebakaran.

“Jika benar masalah ini sudah lama terjadi, maka ada kegagalan pengawasan yang harus dievaluasi,” tegasnya.

Tuntutan ke Pemkab Pangandaran

Walhi juga menuntut dan mendesak beberapa poin kepada pemerintah setempat, serta para pelaku usaha.

1. DLH Kabupaten & Provinsi segera turun lapangan melakukan uji kualitas air dan penelusuran sumber limbah.

2. Hasil uji laboratorium diumumkan terbuka ke publik.

Baca Juga: Viral di TikTok, Bau Limbah Hotel Cemari Pantai Barat Pangandaran

3. Jika terbukti melanggar, berikan sanksi tegas sesuai UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

4. Lakukan audit IPAL seluruh hotel di kawasan Pantai Pangandaran.

5. Hentikan sementara pembuangan yang terindikasi mencemari
Penegasan.

“Lingkungan bukan korban pembangunan pariwisata. Jika laut rusak, wisata akan mati. Jika pengawasan lemah, pelanggaran akan berulang. Pangandaran harus bersih bukan hanya di brosur, tapi juga di air lautnya,” pungkasnya.

(Sajidin)

Ini Langkah Pemkot Bandung Antisipasi Naiknya Debit Air Cikapundung

0
cikapundung pemkot bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Menara Bank BJB Jalan Naripan Kota Bandung Rabu (28/1/2026)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kenaikan debit Sungai Cikapundung di tengah musim penghujan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung telah memiliki sensor peringatan dini yang di pasang di wilayah hulu Sungai Cikapundung.

Sensor tersebut berfungsi mendeteksi kenaikan debit air dan memberikan peringatan kepada wilayah hilir yang berpotensi terdampak banjir.

Baca Juga: Pemkot Bandung Fokus Benahi Ratusan Titik Drainase

“Sekarang Diskominfo sudah memiliki sensor. Jika di daerah hulu sensor tersebut berbunyi, maka wilayah-wilayah hilir yang biasanya terdampak akan langsung di informasikan,” kata Farhan di Menara BJB Jalan Naripan Kota Bandung Rabu (28/1/2026).

Farhan menjelaskan, bahwa sistem peringatan dini tersebut terhubung langsung dengan command center Kota Bandung. Ketika alarm aktif, informasi akan segera di teruskan kepada petugas yang berada di lapangan.

“Alarm dari command center akan langsung memberi tahu para petugas yang ada di lapangan,”katanya.

Farhan mengungkapkan, bahwa sensor peringatan dini di pasang di sejumlah titik strategis di kawasan hulu, yakni Dago, Luhur Dago, dan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura).

Selain mengandalkan teknologi peringatan dini, Pemkot Bandung juga terus melakukan penanganan di lapangan melalui pembersihan, perbaikan, dan penertiban drainase.

Baca Juga: Gubernur Jabar Ajak Masyarakat Kembalikan Fungsi Gunung

“Ada perbaikan karena sekarang banyak drainase yang rubuh. Lalu juga penertiban, karena masih banyak drainase yang tertutup bangunan,”ungkapnya.

Terkait penertiban, Farhan menegaskan bangunan yang menutup saluran drainase akan di bongkar demi kelancaran aliran air. Penertiban tersebut telah di lakukan di sejumlah lokasi, salah satunya di kawasan Lodaya.

“Sudah kita bongkar. Contoh yang bagus bisa di lihat di Jalan Tengku Angkasa. Itu benar-benar di bereskan sampai tuntas,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Penjelasan Sekretaris Disdik Ciamis Soal Tes Kemampuan Akademik

0
Disdik Ciamis TKA fokusjabar.id
Gedung Disdik Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sekretaris Disdik Ciamis Jawa Barat (Jabar), Muharam Ahmad Zajuli memberikan penjelasan terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang di terapkan di sejumlah satuan pendidikan.

Menurut Dia, TKA bukan ujian kelulusan. Melainkan instrumen pemetaan mutu pendidikan.

BACA JUGA:

Satgas MBG Ciamis Perketat Standar Dapur Sehat Program Makan Bergizi Gratis

TKA merupakan evaluasi untuk mengukur capaian kemampuan akademik siswa. Khususnya pada mata pelajaran inti. Seperti literasi dan numerasi.

Tujuan TKA, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan kemampuan berpikir siswa, bukan sekadar menguji hafalan.

Muharam mengatakan, penerapan TKA menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan berbasis data. Hasil TKA di gunakan untuk melihat kekuatan dan kelemahan pembelajaran di sekolah. Sekaligus menjadi dasar perbaikan ke depan.

“TKA tidak menentukan kelulusan siswa. Ini murni sebagai alat evaluasi dan pemetaan mutu pendidikan. Dengan begitu, pembelajaran di sekolah semakin berkualitas,” katanya, Rabu (28/1/2026).

Dia menyebut, TKA di ikuti oleh peserta didik jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Pelaksanaannya di sesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat dan arahan Dinas Pendidikan.

“Pelaksanaan TKA di lakukan di sekolah masing-masing. Umumnya berbasis komputer atau menyesuaikan dengan sarana prasarana yang tersedia,” ungkap Muharam.

BACA JUGA:

Harga “Cabe-cabean” di Pasar Manis Ciamis Bikin Miris

Adapun kompetensi yang di nilai, Literasi (Bahasa Indonesia), Numerasi (Matematika). Penilaian di fokuskan pada kemampuan memahami konsep, berpikir logis dan memecahkan masalah.

Disdik Ciamis memanfaatkan hasil TKA sebagai bahan analisis untuk menyusun program peningkatan mutu pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru.

Selain itu, memberikan pendampingan kepada sekolah yang membutuhkan serta menyusun kebijakan pendidikan daerah berbasis data.

Disdik Ciamis juga mengimbau siswa agar mengikuti TKA dengan tenang dan percaya diri serta meminta orangtua untuk tidak memberikan tekanan berlebihan.

“TKA adalah sarana evaluasi bersama. Bukan sesuatu yang harus di takuti. Tujuannya demi kemajuan pendidikan dan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

(Nank Irawan)

Disdik Ciamis Segera Terbitkan SE Turunan No4 Tahun 2026

0
SE No4 Tahun 2026 fokusjabar.id
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Aris Gunanto

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat karakter bangsa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan Surat Edaran (SE) No4 Tahun 2026 terkait penguatan upacara bendera di sekolah.

​Tujuan kebijakan tersebut, menjadikan upacara bendera bukan sekadar rutinitas. Namun sarana penanaman nasionalisme, kebersamaan dan langkah preventif menekan angka perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.

BACA JUGA:

Manfaat Kwarran Purwadadi Ciamis Harus Bisa Dirasakan Masyarakat

​Dalam aturan terbaru yang berlaku mulai Januari 2026, terdapat dua poin tambahan yang wajib di laksanakan dalam rangkaian upacara bendera setelah pembacaan Pancasila dan UUD 1945. Yakni,Ikrar Pelajar Indonesia dan menyayikan lagu Rukun Sama Teman.

​Pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia

Siswa berjanji untuk belajar dengan baik, menghormati orangtua dan guru, rukun dengan teman serta mencintai tanah air.

​Menyanyikan Lagu “Rukun Sama Teman”

Lagu karya Abdul Mu’ti ini di nyanyikan setelah lagu wajib nasional untuk membangkitkan semangat persahabatan.

​SMP Jadi Fokus Utama Pencegahan Bullying

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Aris Gunanto menegaskan, jenjang SMP menjadi fokus utama implementasi kebijakan tersebut.

Menurutnya, usia SMP merupakan fase transisi yang paling rentan terhadap aksi perundungan.

​“Kalau melihat kecenderungan, bullying paling rawan terjadi di tingkat SMP. Siswa SD masih relatif mudah di arahkan. Sementara siswa SMA sudah lebih dewasa. Jadi masa transisi di SMP yang perlu kita kawal ketat dengan penguatan karakter,” katanya, Rabu (28/1/2026).

BACA JUGA:

Bupati Ciamis Temui Mensos, Sekolah Rakyat Siap Jadi Senjata Lawan Kemiskinan

Menindaklanjuti SE No4 Tahun 2026, ​Disdik Ciamis segera menerbitkan SE Turunan. Dengan begitu, penerapan di seluruh sekolah seragam dan tidak terjadi multitafsir.

Aris menjelaskan, meski sekolah selama ini sudah memiliki “Janji Siswa,” kini redaksinya di seragamkan secara nasional melalui Ikrar Pelajar Indonesia.

​Terkait lagu “Rukun Sama Teman,” Aris menilai, aransemen yang berbentuk mars akan memudahkan siswa dalam menghafal dan meresapi maknanya.

​“Lagunya penuh semangat. Ini instrumen penting untuk mengingatkan siswa bahwa tidak ada gunanya bermusuhan. Banyak kawan membuat kita tenang. Banyak sahabat membuat kita hebat,” jelasnya.

Meski kasus perundungan di Ciamis masih dalam skala terkendali, Disdik tetap waspada. Saat ini, setiap SMP telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang melibatkan guru BK dan kepala sekolah.

​Aris mengungkapkan, pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama.

Sekolah bertugas memperkuat pondasi etika yang telah di bangun dari rumah. Terutama dalam mengembalikan rasa hormat siswa terhadap guru yang belakangan di nilai mulai menurun.

​“Kami berharap melalui pembiasaan nilai-nilai dalam upacara ini, pencegahan bullying bisa di lakukan sejak dini secara persuasif. Bukan sekadar penindakan setelah kejadian,” ungkapnya.

Ikrar Pelajar Indonesia:

Kami Pelajar Indonesia, berikrar untuk belajar dengan baik, menghormati orang tua, menghormati guru, rukun sama teman dan mencintai tanah air Indonesia.

Lagu Rukun Sama Teman:

Semua insan ciptaan Tuhan

Berbeda rupa dan kemampuan

Mari saling menghormati

Jangan saling menyakiti

Tak ada guna permusuhan

Tak ada guna pertengkaran

Mari jalin persahabatan

Rukun sama teman

Banyak kawan kita tenang

Banyak sahabat kita hebat

Mari bergandeng tangan

Rukun sama teman

(Nank Irawan)