spot_imgspot_img
Sabtu 8 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 17

Bupati Garut: Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi Diperketat

0
bupati garut pupuk fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menerima silaturahmi jajaran Manajemen PT Pupuk Indonesia Regional Jawa Barat (Jabar) bersama Asosiasi Pupuk Kabupaten Garut di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas strategi pengelolaan serta jaminan kelancaran distribusi pupuk di wilayah Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Peningkatan Keterampilan SDM di Lembang

Bupati Garut menekankan pentingnya kepastian ketersediaan pasokan pupuk bersubsidi. Seperti NPK, Urea maupun pupuk organik.

Pasalnya, pupuk merupakan komoditas vital dalam menopang produktivitas sektor pertanian.

“Alhamdulillah selama ini di Garut distribusi pupuk baik-baik saja. Namun karena ini adalah barang bersubsidi, berarti akan ada pengawasan dari semua pihak. Baik di masyarakat dan pengelola,” kata Syakur.

Menurut Dia, pemerintah akan menjamin agar bisa di rasakan langsung oleh petani.

Manajer Penjualan Jabar 3 PT Pupuk Indonesia, Teuku Reza Pratama mengatakan, hingga akhir Juli 2026 penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Garut telah mencapai sekitar 50 persen dari total alokasi tahun 2026.

Penyaluran berlangsung lancar di seluruh Lini III dan IV dengan jaminan ketersediaan stok Urea dan NPK di Penerima Pupuk Titik Serah (PPTS).

Terkait penetapan harga, PT Pupuk Indonesia telah gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh PPTS guna memastikan harga pupuk yang di terima petani sesuai dengan ketentuan pemerintah.

BACA JUGA:

Ketum PM Gatra Dukung Program Garut Caang, Ini Syaratnya

“Kami pastikan keseluruh PPTS harga yang di transaksikan itu adalah harga dari pemerintah. Jika ada biaya pengiriman itu hal yang berbeda. Karena petani kadang ada yang meminta di kirim langsung ke lahannya dan ada yang meminta ke rumahya,” jelas Teuku Reza Pratama.

Ia juga menegaskan, tidak terdapat kelangkaan pupuk di Kabupaten Garut. Kendala penebusan yang masih di alami sebagian petani umumnya terjadi karena nama mereka belum terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Saat ini, sekitar 254 ribu petani di Kabupaten Garut telah terdaftar dalam sistem tersebut.

PT Pupuk Indonesia menyatakan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian di tingkat kabupaten/kota untuk mendorong pendaftaran petani yang belum terdata melalui portal RDKK.

BACA JUGA:

Disdamkarmat Garut: Bantuan Mobil Tangki Air TNI untuk Perkuat Respons Kebakaran

Selain itu, perusahaan juga berkomitmen menerjunkan tim ke lapangan guna memberikan edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan pupuk organik dalam pemulihan dan pemeliharaan kualitas lahan pertanian.

(Bambang Fouristian)

Mariano Peralta Senang Persib Bandung ke Final Piala Presiden 2026

0
Mariano Peralta Piala Presiden fokusjabar.id
Mariano Peralta (foto: persib.co.id)

BALI, FOKUSJabar.id: Penyerang anyar Persib Bandung, Mariano Peralta senang bisa menjalani debut bersama tim kebanggaan Bobotoh pada laga semifinal Piala Presiden 2026 kontra Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).

Momen yang telah lama di nantikannya itu terasa semakin istimewa karena di akhiri dengan kemenangan dan tiket menuju partai final.

BACA JUGA:

Tanpa Suporter, Lucho Sebut Semifinal Persib vs Persija Terasa Berbeda

Mengutip persib.co.id, Mariano Peralta di percaya pelatih Igor Tolic masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-86 menggantikan Luciano Guaycochea.

Meski hanya tampil beberapa menit, pemain asal Argentina tersebut menikmati setiap detik penampilan perdananya bersama Persib Bandung.

“Sangat senang karena saya sudah menantikan momen ini sejak lama. Tapi, saya lebih senang karena tim menang dan kami akan main di final. Ketika sampai final, tentu kami ingin juara,” kata Peralta.

Bagi Dia, kemenangan tim jauh lebih penting daripada pencapaian individu. Ia berharap, dapat segera memberikan kontribusi yang lebih besar setelah proses adaptasinya bersama skuad Maung Bandung semakin matang.

Peralta juga mengakui bahwa kondisi fisiknya belum sepenuhnya berada di level terbaik.

BACA JUGA:

Kandaskan Rival Masing-Masing, Persib dan Persebaya Bentrok di Partai Puncak Piala Presiden 2026

Dia baru sekitar sepekan bergabung dalam latihan setelah menempuh perjalanan panjang dari Argentina menuju Bandung. Karena itu, ia masih membutuhkan waktu untuk mencapai kebugaran maksimal.

“Kondisi saya baik-baik saja. Saya merasa sudah lebih baik. Tapi tentu saja belum bisa bermain selama 90 menit,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

BBWS Citanduy Didemo Ratusan Petani Marungsari Pangandaran

0
BBWS Citanduy petani fokusjabar.id
Ratusan petani demo BBWS Citanduy

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Ratusan petani warga Desa Marungsari Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) menggelar aksi di depan kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Rabu (5/8/2026).

‎Mereka menuntut adanya jalan pembuangan air dan mendesak agar Sungai Apur di aktifkan kembali untuk mencegah banjir setiap musim hujan.

BACA JUGA:

Pengelola Kebun Durian di Kedungwuluh Bantah Isu Pabrik Semen

‎Tokoh masyarakat Marungsari, Turino mengatakan, sebenarnya aliran Sungai Apur sudah ada. Yang di butuhkan warga hanya pengaktifan kembali sekitar 400 meter.

‎”Jadi kami minta jalan air. Itu kan sudah ada sebenarnya sungai Apur. Tinggal sungai Apur di aktifkan kembali. Ya sekitar 400 meter,” kata Turino.

Dia menyebut, warga Marungsari khawatir jika tidak ada jalan keluar air, wilayahnya akan kembali di landa banjir.

‎”Yang takutnya nanti banjir lagi, setiap musim hujan banjir gitu. Jalan satu-satunya untuk membuang air di Marungsari cuma itu. Masa harus banjir terus,” katanya.

‎Ia menegaskan, Marungsari bukan tanah rawa, melainkan tanah produktif. Dahulu lahan di sana bisa panen normal, namun sekarang hasilnya menurun.

‎”Kecuali tanah itu tanah rawa. Marungsari kan tanah produktif. Dari dulunya juga panen normal, kenapa sekarang jadi tidak panen? Aneh gitu,” ujarnya.

‎Terkait tuntutan tersebut, warga mengaku sudah berkoordinasi dengan BBWS. Pihak BBWS di sebut akan memberikan keputusan malam ini.

BACA JUGA:

Pemkab Pangandaran Apresiasi Literasi Digital KPID Jabar

‎”Respons dari pegawai BBWS menunggu pimpinan. Katanya nanti malam pulang. Nanti malam saya beserta rombongan sekitar 4 orang menghadap ke kepalanya,” jelas Dia.

‎Warga menegaskan, jika tuntutan tidak di respons, mereka akan kembali melakukan aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak.

‎”Ini yang kedua kalinya. Tapi kalau memang ini belum di laksanakan atau tidak di respon ya tetap kita demo terus,” tegasnya.

(Sajidin)

Aksi Pencurian Motor di SPPG Naratas Kawali Kabur Terekam CCTV

0
SPPG Naratas fokusjabar.id
foto rekaman CCTV

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Aksi pencurian sepeda motor terjadi di lingkungan SPPG Naratas Kawali 2, Kabupaten Ciamis, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan memperlihatkan dua orang pelaku berusaha membawa kabur sepeda motor milik salah seorang karyawan.

BACA JUGA:

Krisis Air, Puluhan Warga Ciwahangan Ciamis Mandi di Sungai

Motor yang menjadi sasaran pencurian adalah Honda Scoopy milik Eko, Head Chef di SPPG Naratas Kawali 2.

Beruntung, aksi pelaku berhasil di gagalkan. Sehingga kendaraan dapat di selamatkan dan di kembalikan kepada pemiliknya.

Salah seorang saksi, Agus Irfan menjelaskan, dua pelaku masuk ke area SPPG pada dini hari dan membawa motor keluar dengan cara di dorong menuju jalan yang berada di sekitar SPPG Alpha Group, tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Sekitar pukul 02.00 WIB, ada dua orang melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor di lokasi SPPG Kawali 2. Motor tersebut kemudian di dorong ke arah jalan melewati area SPPG Alpha Group,” ujar Agus.

Setelah berada di lokasi yang di anggap lebih aman, kedua pelaku di duga berusaha merusak kunci kontak motor agar dapat di hidupkan. Mereka melakukannya di belakang mobil operasional SPPG yang sedang di parkir di luar dapur.

Namun, aksi tersebut di ketahui oleh petugas keamanan yang saat itu sedang berjaga di dalam mobil.

“Untungnya ada sekuriti yang sedang berjaga di dalam mobil. Saat melihat kejadian itu, sekuriti langsung keluar dan berusaha menangkap pelaku. Sayangnya, pelaku berhasil melarikan diri,” jelasnya.

Meski para pelaku berhasil kabur, sepeda motor yang sempat hendak di curi berhasil di amankan. Kendaraan tersebut kemudian di serahkan kembali kepada pemiliknya.

BACA JUGA:

Warga Purwasari Ciamis Digegerkan Penemuan Pria Meninggal di Pohon Jati

Rekaman CCTV yang merekam aksi pencurian tersebut kini menjadi salah satu barang bukti dan di harapkan dapat membantu proses penyelidikan untuk mengungkap identitas kedua pelaku.

Pihak pengelola SPPG juga mengimbau seluruh karyawan agar lebih meningkatkan kewaspadaan serta memastikan kendaraan di parkir di tempat yang aman dan terkunci dengan baik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

(Mia)

DPRD Kota Bandung: Bongkar Aktor Penebangan 10 Pohon Jalan Riau

0
DPRD Kota Bandung fokusjabar.id
Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung Agus Hermawan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Agus Hermawan mendesak Pemda mengusut tuntas kasus penebangan 10 pohon di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau).

Menurutnya, kasus tersebut tidak cukup di selesaikan dengan penyegelan lokasi atau penggantian pohon. Tetapi harus mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab.

BACA JUGA:

Camat Coblong Disorot KDM, Wakil Wali Kota Bandung Bilang Begini

Agus menilai, penebangan pohon di ruang publik merupakan persoalan serius yang menyangkut perlindungan lingkungan, aset daerah, kepatuhan terhadap perizinan hingga efektivitas pengawasan pemerintah.

“Penebangan sepuluh pohon di ruang publik Kota Bandung merupakan persoalan serius yang tidak boleh di selesaikan hanya dengan penyegelan lokasi atau penggantian pohon semata. Persoalan ini menyangkut perlindungan lingkungan, aset daerah, kepatuhan terhadap perizinan serta efektivitas pengawasan Pemerintah Kota Bandung,” kata Agus, Rabu (5/8/2026).

Agus menegaskan, pemeriksaan tidak boleh berhenti pada pelaksana penebangan di lapangan. Seluruh pihak yang di duga terlibat harus di telusuri. Mulai dari pemberi perintah, pihak yang membiayai, memfasilitasi hingga pihak yang memperoleh keuntungan.

“Pemeriksaan tidak boleh berhenti hanya kepada pelaksana penebangan di lapangan. Harus di telusuri siapa yang memerintahkan, siapa yang membiayai, siapa yang memberikan fasilitas, siapa yang memperoleh keuntungan serta apakah terdapat pihak yang mengetahui tetapi sengaja melakukan pembiaran,” katanya.

Selain itu, Agus meminta Wali Kota memerintahkan Inspektorat Kota Bandung melakukan audit menyeluruh terhadap ASN. Khususnya perangkat daerah dan unsur kewilayahan yang memiliki tanggung jawab di bidang perizinan, pertamanan, lingkungan hidup, pengawasan dan penertiban.

BACA JUGA:

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Satpol PP Disebut Sudah Tahu

Menurut Agus, audit tersebut penting untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian, pembiaran, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan maupun keterlibatan ASN.

“Apabila di temukan ASN yang melakukan kesalahan atau kelalaian, maka harus di berikan sanksi secara tegas dan proporsional. Apabila terbukti ada ASN yang bermain, menyalahgunakan jabatan, melindungi pelanggaran atau mengambil keuntungan, maka berikan hukuman administratif terberat sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Agus meminta hasil pemeriksaan segera di serahkan kepada aparat penegak hukum apabila di temukan unsur pidana. Ia menegaskan, proses hukum harus berjalan hingga tuntas dan tidak hanya menyasar pekerja di lapangan.

“Jangan sampai kasus ini hanya menyeret pekerja atau pelaksana di lapangan. Sementara pemberi perintah, pihak yang memfasilitasi, pihak yang melakukan pembiaran, serta pihak yang menikmati keuntungan justru tidak tersentuh,” jelasnya.

Komisi III DPRD Kota Bandung akan menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta penjelasan dari perangkat daerah terkait untuk memastikan proses pemeriksaan berlangsung terbuka dan pemulihan lingkungan di lakukan secara nyata.

Ia menilai, kasus tersebut juga harus menjadi momentum evaluasi terhadap sistem pengawasan pemerintah di tingkat kelurahan, kecamatan hingga dinas teknis.

“Kasus ini harus menjadi titik balik untuk membenahi sistem pengawasan di tingkat kewilayahan. Sulit di terima apabila penebangan 10 pohon di ruang publik dapat berlangsung tanpa terdeteksi dan di cegah sejak awal oleh sistem pengawasan pemerintah,” ungkapnya.

Agus menambahkan, penyelesaian kasus penebangan pohon ini tidak boleh berhenti pada proses penyelidikan semata. Menurutnya, kasus tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan sekaligus memulihkan lingkungan yang terdampak.

“Penyelesaian kasus ini harus menghasilkan empat hal. Yakni kebenaran yang di buka secara terang, hukuman bagi pihak yang terbukti bersalah, pemulihan lingkungan yang nyata dan perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

El Clasico Jawa Jilid 2, Persib-Persebaya Berebut Mahkota Piala Presiden 2026

0
final piala presiden 2026 fokusjabar.id
Ilustrasi final Piala Presiden 2026

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Final “Panas” setelah sama-sama menang di semifinal 4 Agustus 2026 kemarin akan tersaji di Piala Presiden 2026, Kamis (6/8/2026) besok.

Juara grup A, Persib Bandung akan bentrok dengan kampiun grup B Persebaya Surabaya.

BACA JUGA:

Shin Tae-yong Ucapkan Selamat untuk Persib usai Persija Gagal ke Final Piala Presiden 2026

Ini final antara 2 tim tuan rumah penyelenggara Piala Presiden 2026 plus basis suporter terbesar di Indonesia.

Kekuatan Persib Bandung

Persib Bandung punya modal pertahanan. Tim kebanggaan Bobotoh tiga clean sheet dari 3 laga fase grup di bawah komando Patricio Matricardi yang baru perpanjang kontrak sampai 2028.

Selain itu, tim besutan Igor Tolic memiliki mental juara. Sehingga sulit untuk di kalahkan tim lawan.

Coach Igor Tolic fokus pada kerja sama tim dan integrasi fisik. Taktik pressing dan transisi cepat jadi andalan.

Kedalaman Skuad ada Uilliam Barros dan Balsa Sekulic yang sudah cetak gol di turnamen pramusim 2026.

Kekuatan Persebaya Surabaya

Tim berjuluk Bajul Ijo punya modal di lini belakang yang disiplin. Duet Yuran Fernandes dan Risto Mitrevski mampu meredam serangan tim lawan.

Sang Pelatih, Bernardo Tavares menerapkan kerja keras, bukan sekadar hoki. Tim besutannya kompak dan main sebagai tim.

Laga akan berjalan ketat dan minim gol. Persib sedikit di unggulkan karena pertahanan terbaik turnamen. Namun Persebaya tim yang tidak bisa di remehkan.

Mereka ahli dalam “mencuri” kemenangan lewat 1 momen dan disiplin bertahan.

BACA JUGA:

Luciano Guaycochea Soroti Kondisi Lapangan usai Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026

Persib Bandung mengunci tiket final setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Sementara Persebaya Surabaya menundukan Arema FC dengan skor tipis 1-0.

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.

Fokus Dia saat ini pemulihan kondisi fisik para pemain sebelum laga penentuan. Dia juga belum bisa memastikan komposisi pemain yang akan di turunkan di partai final karena masih harus melihat perkembangan kebugaran seluruh anggota skuad.

Dengan waktu persiapan yang singkat, Persib kini berupaya memaksimalkan pemulihan fisik pemain agar dapat tampil optimal saat menghadapi Persebaya Surabaya.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares mengaku puas dengan perjuangan para pemain. Namun, dia menilai kondisi fisik skuad belum berada di level ideal karena waktu pemulihan yang sangat terbatas.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, jadwal yang padat membuat Persebaya tidak memiliki kesempatan cukup untuk memulihkan tenaga sebelum kembali bertanding.

Tavares menilai, kemenangan atas Arema menjadi bukti karakter kuat yang di miliki anak asuhnya.

“Dalam situasi seperti ini tentu sulit mengharapkan performa yang benar-benar sempurna. Karena itu, saya semakin menghargai semangat juang yang di perlihatkan para pemain sepanjang pertandingan,” ungkapnya.

(Bambang Fouristian)

Pengelola Kebun Durian di Kedungwuluh Bantah Isu Pabrik Semen

0
kebun durian kedungwuluh fokusjabar.id
Penampakan lahan seluas 17 hektar di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Isu miring terkait alih fungsi lahan seluas 17 hektar di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) di bantah pihak pengelola kebun Durian, Hendra Gunawan.

‎Menurut Hendra, lahan tersebut tidak akan di jadikan pabrik semen. Namun murni untuk pengembangan perkebunan durian.

BACA JUGA:

17 H Perkebunan Durian Bikin Resah Warga Kedungwuluh Pangandaran

‎”Saya membenarkan adanya pembukaan lahan 17 hektar di Desa Kedungwuluh. Betul, peruntukannya untuk perkebunan durian. BUkan untuk pabrik semen,” tegas Hendra kepada wartawan di Padaherang, Rabu (5/8/2026).

Dia mengatakan, pembukaan lahan ini merupakan upaya mengubah kawasan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian bernilai ekonomi.

Hendra memastikan seluruh proses administrasi telah di tempuh sejak awal. Pihaknya sudah berkoordinasi dan mengantongi izin tertulis dari pemerintah desa hingga dukungan warga sekitar.

‎”Perizinan secara tertulis sudah ada dari pihak pemerintahan desa dan warga sekitar. Seharusnya semuanya sudah clear,” ucap Hendra.

‎Terkait pengajuan jaringan listrik ke PLN untuk kebutuhan operasional mess karyawan. Ke depan, jaringan tersebut juga bisa di manfaatkan warga untuk penerangan jalan.

‎Menjawab kekhawatiran warga soal potensi longsor, Hendra menjelaskan, kondisi lapangan yang di dominasi batuan karang jenis limestone yang sangat keras.

‎”Kami menerapkan sistem terasering hanya untuk tanah-tanah saja. Sementara untuk gunung bebatuan tidak kami pugar sama sekali. Tidak di keruk, hanya di bersihkan rumput dan ilalangnya,” kata Dia.

‎Ia menilai mustahil melakukan pengerukan karena keterbatasan alat berat.

“Itu lahan bukan tanah gambut. Karena banyak batuan karang putih. Alat berat juga tidak akan kuat untuk membongkar gunung itu,” katanya.

BACA JUGA:

Hiu Tutul 5 Meter Mati Terdampar di Batukaras Pangandaran

‎Untuk perawatan tanaman, pihaknya akan menggunakan sistem kocor atau pemupukan langsung ke tanah. Penyemprotan dari atas hanya di lakukan jika ada serangan hama.

‎Selain membuka lahan produktif, Hendra berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar. Sebanyak 80 persen tenaga kerja yang di rekrut nantinya berasal dari warga Dusun Balater Desa Kedungwuluh dan sekitarnya.

‎”Justru kami ingin memberikan peluang pekerjaan. Biasanya 80 persen itu orang-orang setempat dulu. Kami terbuka untuk pekerjaan,” ucap Hendra.

‎Hendra mencontohkan, model perkebunan modern seperti ini juga sudah di terapkan di beberapa lokasi lain seperti di Banjarsari, Karangmulya, Ciparakan, dengan komoditas durian, lengkeng dan jeruk.

‎”Jadi kami dari awal memang bergerak di sektor perkebunan, bukan pabrik. Tujuannya menciptakan pertanian modern dengan menyerap tenaga kerja lokal,” pungkasnya.

(Sajidin)