spot_imgspot_img
Minggu 3 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dedi Mulyadi Pimpin Kirab Budaya Sunda, Tunggangi Kuda Sambil Bawa Mahkota Binokasih di Sumedang

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Ribuan masyarakat memadati jalanan utama Kabupaten Sumedang untuk menyaksikan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung meriah, Sabtu (2/5/2026) lalu. Perhelatan ini mengundang decak kagum warga lokal maupun pengunjung luar daerah melalui penampilan kekayaan tradisi yang megah dan sarat makna.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memimpin langsung barisan kirab dengan menunggang kuda sembari membawa Mahkota Binokasih asli, sebuah pusaka bersejarah peninggalan Kerajaan Sunda. Kehadiran mahkota ini menjadi magnet utama yang memperkuat identitas budaya dalam momentum peringatan tersebut.

Baca Juga: Jumlah Penerima Bantuan Pangan Kota Bandung Melonjak Drastis Hingga 146.232 Keluarga

Sejumlah tokoh penting turut mendampingi dalam rangkaian kirab, antara lain Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati M Fakar Aldila, serta keluarga besar Keraton Sumedang Larang. Perwakilan dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat juga ikut memeriahkan iring-iringan ini.

Rute dan Pertunjukan Seni

Arak-arakan memulai perjalanan dari Keraton Sumedang Larang dan berakhir di kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Sepanjang rute, para peserta menyuguhkan berbagai atraksi seni yang memikat hati penonton. Setibanya di lokasi akhir, setiap daerah menampilkan kreasi budaya khas masing-masing untuk menunjukkan keragaman tradisi di Tatar Sunda.

Kabupaten Sumedang secara khusus menampilkan Tari Umbul sebagai daya tarik unggulan. Tarian ini melambangkan semangat pelestarian budaya lokal yang tetap terjaga di tengah modernisasi zaman.

Makna dan Dampak Ekonomi

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa kirab ini merupakan langkah nyata untuk mengingatkan kembali masyarakat akan jati diri budaya Sunda. Ia melihat Mahkota Binokasih sebagai simbol penting yang harus terus warga kenali dan cintai.

“Kirab ini memiliki makna besar untuk menguatkan identitas kita. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumedang,” ungkap Dony.

Senada dengan Bupati, Gubernur Dedi Mulyadi mengapresiasi sinergi antara Keraton Sumedang Larang, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga marwah kebudayaan. Ia menekankan bahwa spirit kebudayaan harus tetap relevan dan berkelanjutan melalui penataan seni daerah yang lebih baik ke depannya.

Pemilihan Sumedang sebagai titik awal penyelenggaraan kirab bukan tanpa alasan. Nilai historis yang kuat sebagai tempat penyimpanan Mahkota Binokasih menjadikan wilayah ini sebagai pusat edukasi budaya bagi generasi muda. Melalui acara ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat dalam melestarikan warisan leluhur semakin meningkat.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru