spot_imgspot_img
Rabu 10 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dies Natalis ke-52, IAIT Resmi Bertransformasi Menjadi Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas)

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) akhirnya mengukuhkan posisi sebagai garda terdepan perguruan tinggi Islam di kawasan Kota Tasikmalaya Raya. Kampus ini resmi mencetak sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi di wilayah Priangan Timur.

Tepat pada perayaan Dies Natalis ke-52 tahun 2026, lembaga pendidikan yang sebelumnya bernama Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) tersebut resmi bermutasi menjadi Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas). Manajemen kampus menandai babak baru ini melalui prosesi peluncuran (launching) yang megah dan penuh khidmat.

Baca Juga: Kabupaten Tasikmalaya Raih Opini WTP Ketujuh Berturut-turut

Rektor Unitas, Dr. Ade Zaenal Mutaqin, memimpin langsung momentum sakral tersebut di Aula Kampus Unitas, Jalan Noenoeng Tisna Saputra. Acara ini turut menyedot perhatian para pejabat teras se-Priangan Timur serta jajaran pimpinan perguruan tinggi se-Kota Tasikmalaya yang hadir menyaksikan peralihan status tersebut.

Prosesi peluncuran identitas baru ini berjalan penuh makna saat Rektor Unitas bersama para tamu kehormatan, termasuk Staf Ahli Wali Kota Tasikmalaya dr. Uus Supangat, menekan tombol peresmian secara bersama-sama.”Perayaan Dies Natalis ke-52 ini bukan sekadar panggung seremonial belaka. Momen ini menandai titik awal strategis dari perjalanan panjang kami yang merangkak dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), tumbuh menjadi Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT), hingga akhirnya hari ini menjelma sebagai Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas). Kami memasang target besar untuk membawa Unitas menjadi perguruan tinggi keagamaan paling maju di Priangan Timur dan Jawa Barat,” tegas Dr. Ade Zaenal Mutaqin, Rabu (10/6/2026).

Rombak Kurikulum, Unitas Bidik Pusat Riset dan Kewirausahaan Berbasis Islam

Dr. Ade Zaenal memaparkan bahwa selama lebih dari setengah abad berkontribusi, Unitas telah mencetak ribuan alumni yang kini mengisi berbagai sektor strategis di tengah masyarakat. Perubahan status menjadi universitas merupakan wujud komitmen manajemen untuk menyuguhkan pendidikan tinggi yang agamis, religius, berkarakter, sekaligus memiliki daya saing kuat di level global.

Langkah berani ini juga menjadi jawaban konkret dalam merespons kebutuhan masyarakat akan hadirnya kampus yang mampu mengawinkan keunggulan akademik dengan penguatan moral serta spiritual mahasiswa.

Guna menyambut status universitas, manajemen Unitas tengah menggodok kurikulum baru yang mengintegrasikan rumpun ilmu umum dengan pendalaman kajian keislaman secara komprehensif. Kebijakan ini bertujuan melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas di bidang intelektual, melainkan juga berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta memegang teguh nilai-nilai spiritual keagamaan.

“Kami berkomitmen penuh menelurkan generasi visioner yang sanggup menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Universitas Islam Tasikmalaya ke depan akan bertindak sebagai episentrum kajian Islam kontemporer dan pusat riset sosial. Serta menjadi inkubator kewirausahaan yang berbasis nilai-nilai Islam,” jelas Ade Zaenal.

Selain meluncurkan logo dan identitas visual yang baru, manajemen kampus juga mengisi rangkaian Dies Natalis dengan agenda doa bersama, orasi ilmiah, serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah mitra strategis. Rektor juga mengajak insan pers untuk aktif berkolaborasi mendorong kemajuan mutu pendidikan di Kota Tasikmalaya seiring lahirnya wajah baru Unitas.

Ia turut melayangkan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh civitas akademika dan pihak yayasan. Serta apresiasi terhadap elemen masyarakat Tasikmalaya yang konsisten mengawal institusi ini selama setengah abad dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Manajemen berjanji akan terus berbenah secara kolektif dengan membuka berbagai program studi (prodi) unggulan baru yang relevan dengan pasar kerja. Sekaligus memperluas jejaring kemitraan lintas sektor demi kemaslahatan umat serta generasi penerus bangsa.

Pemerintah Kota Tasikmalaya Tantang Unitas Sokong Program Strategis Daerah

Hadirnya universitas Islam baru di tatar “Kota Santri” ini mendapat sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Setda Kota Tasikmalaya, dr. Uus Supangat, yang hadir mewakili Wali Kota Tasikmalaya, menilai capaian ini sebagai refleksi kuat dari identitas Tasikmalaya yang religius dan islami.

“Kami mengucapkan selamat atas Milangkala ke-52 Unitas. Hari ini menjadi hari yang sangat istimewa. Karena kita semua menjadi saksi hidup berdirinya sebuah universitas Islam yang megah di Kota Santri ini. Ini merupakan babak baru bagi masa depan pendidikan Islam di Tasikmalaya,” ungkap dr. Uus Supangat.

Ia menambahkan usia 52 tahun membuktikan bahwa kampus ini telah menyatu dengan urat nadi perkembangan daerah. Tentunya melalui konsistensi dakwah dan pengabdian masyarakat. Lembaga ini terbukti andal dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

Namun, dr. Uus juga mengingatkan bahwa status baru ini membawa tanggung jawab dan amanah perjuangan yang jauh lebih besar. Ruang keilmuan yang makin luas menuntut Unitas untuk meningkatkan kompetensi lulusannya agar mampu menjawab tantangan industri masa depan. Pemerintah daerah menantang Unitas untuk segera bersinergi merumuskan program kerja nyata yang sejalan dengan visi taktis pemda. Khususnya program Tasik Pintar, Tasik Religius, dan Tasik Maju.

Lewat nakhoda dan identitas baru ini, Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) kini mulai mematok target masa depan dengan optimisme tinggi. Selanjutnya bersiap menjadi kiblat pendidikan unggulan di Jawa Barat yang berorientasi pada kemajuan peradaban umat.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru