spot_imgspot_img
Rabu 29 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kemenhut Kampanye Kelestarian Alam Lewat Lagu ‘Merbabu’

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Promosi Taman Nasional Gunung Merbabu sebagai destinasi pendakian kini di kemas lewat jalur musik. Sebuah lagu berjudul ‘Merbabu‘ resmi di luncurkan sebagai media kampanye yang membawa pesan pelestarian alam serta keselamatan bagi para pendaki.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Dwi Januanto Nugroho yang juga menjadi pencipta lagunya mengatakan, karya itu lahir dari kolaborasi bersama musisi dan pegiat alam.

BACA JUGA:

Arei Kembangkan Produk Berkualitas, Keselamatan Pendaki Jadi Prioritas

Menurutnya, lagu ini di buat agar masyarakat memandang pendakian bukan sekadar wisata, melainkan bagian dari tanggung jawab menjaga lingkungan.

“Ini adalah kerja bersama dengan para sahabat musisi untuk menyampaikan bahwa pendakian bukan sekadar aktivitas wisata, tetapi juga upaya merawat alam serta perjalanan batin kembali ke alam,” kata Dwi, Rabu (29/4/2026).

Dwi menjelaskan, pengelolaan pendakian di Gunung Merbabu kini terus di benahi melalui pendekatan ekowisata. Sejumlah langkah yang di tempuh antara lain penerapan kuota pendaki, penertiban jalur ilegal hingga edukasi menjaga kebersihan kawasan.

“Kami terus mendorong edukasi bahwa setiap pendaki memiliki kewajiban menjaga alam. Upaya bersih-bersih sampah juga sudah di lakukan dan ke depan akan terus di tingkatkan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga aktif berdiskusi dengan berbagai komunitas pendaki dan pengelola kawasan Merbabu untuk meningkatkan aspek keselamatan serta kenyamanan jalur pendakian.

Pengalaman mendaki di sejumlah gunung, termasuk Gunung Kerinci, turut menjadi inspirasi dalam proses kreatif lagu tersebut.

Mantan vokalis band Naff, Rusyaedi Makmun atau Ady mengaku mendapat pengalaman emosional saat membawakan lagu ‘Merbabu’. Ia mulai memahami ikatan kuat antara pendaki dan alam setelah merasakan langsung pendakian gunung.

BACA JUGA:

Bidik Juara Umum Porprov Jabar XV, Dispora dan KONI Kota Bandung Uji Fisik 1.181 Atlet

“Awalnya saya merasa kaku, tetapi setelah di ajak mendaki, saya mulai memahami keindahan alam. Gunung itu seperti kekasih para pendaki. Saya bahkan sempat menangis di atas karena merasakan perjuangan dan keindahan sekaligus,” ujarnya.

Ady mengaku, meski sempat takut ketinggian, namun berhasil mencapai puncak dan menemukan makna baru tentang hubungan manusia dengan alam. Pengalaman itu membuatnya total saat menggarap lagu tersebut.

“Saya mengeluarkan seluruh energi dan kemampuan saya. Kali ini saya sangat puas dengan hasil aransemennya,” katanya.

Perwakilan Arei Outdoorgear, Bryant Peter Budijanto berharap,  lagu ini dapat mendorong generasi muda lebih mengenal dunia pendakian secara bertanggung jawab.

“Kami ingin mengajak masyarakat agar melihat pendakian bukan sekadar tren atau FOMO, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab untuk menghargai dan melestarikan alam. Sekaligus menjaga keselamatan diri saat berada di gunung,” ungkapnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru