spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 271

BKSAP DPR RI Siap Jembatani Potensi Unggulan Garut Menuju Pasar Internasional

0
BKSAP Garut fokusjabar.id
Kunjungan kerja Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin usai menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kamis (6/8/2026) kemarin.

Kunker tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dan BKSAP dalam mendorong potensi unggulan daerah agar mampu menembus pasar internasional melalui diplomasi parlemen.

BACA JUGA:

Pemkab Garut-Korea Jajaki Kolaborasi Budidaya Komoditas Unggulan

Forum dialog dan diskusi yang mengusung tema “Diplomasi Parlemen sebagai Strategi Menjembatani Potensi Daerah menuju Pasar Global” ini di selenggarakan untuk menggali serta mendorong komoditas unggulan Kabupaten Garut.

Bupati Garut mengapresiasi atas perhatian serta komitmen BKSAP dalam membantu memajukan perekonomian Kabupaten Garut.

Pemkab Garut berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan ini secara konkret agar dampaknya dapat di rasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami sangat beruntung dan bahagia atas kedatangan pejabat, orang yang memiliki komitmen membangun Garut. Tentu bagi kami ini suatu kewajiban untuk menindaklanjuti suatu yang konkrit agar bisa di rasakan langsung oleh masyarakat,” kata Syakur.

Bupati menegaskan, ada beberapa sektor dan komoditas lokal yang menjadi atensi utama untuk di dorong ke tingkat internasional. Di antaranya, produk akar wangi, kopi, kunyit hingga keahlian khas jasa potong rambut yang telah menjadi identitas masyarakat Garut.

Ketua Delegasi/Wakil Ketua BKSAP, Muhammad Husein Fadlulloh menyebut, Kabupaten Garut sebagai lokasi untuk menunjang kerja sama.

“Kedatangan kami merupakan upaya untuk mendengar dan berdiskusi, menjalin saran serta masukkan data dan informasi mengenai peluang-peluang kerja sama internasional yang dapat kami dorong dan fasilitasi,” ungkapnya.

Ia menilai, potensi Kabupaten Garut sangat beranekaragam yang bisa memikat mata bangsa lain dengan keunggulan ciri khas produk kerajinan kulit, objek wisata, komoditas perkebunan dan pertanian hingga sumber daya alam.

“Ini tentu menjadi modal penting pembangunan bagi wilayah yang konon lama di kenal sebagai Swiss van Java,” ombuhnya.

BACA JUGA:

Bupati Garut Cek Rehabilitasi Jalan Limbangan–Selaawi

Ia berharap, potensi kerja sama dan kolaborasi antara Kabupaten Garut secara internasional ini bisa terjalin dengan baik guna memastikan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Anggota Delegasi BKSAP, Habib Aboe Bakar Alhabsy menjelaskan, pihaknya untuk memfasilitasi daerah dalam menggerakkan potensi lokal menuju panggung dunia melalui diplomasi antarparlemen negara sahabat.

“Ternyata potensi daerah Garut cukup besar. Ada kulit, kopi, akar wangi dan objek wisata. Jadi di sini BKSAP ingin menjadi jembatan (bridge) untuk menuju global tanpa terhambat oleh sekat-sekat birokrasi,” tegas Habib Aboe Bakar Alhabsy.

Ia juga mengingatkan agar pengembangan ekonomi daerah tidak hanya bersandar pada APBD. Pihaknya mendorong Pemkab untuk merangkul para pelaku usaha lokal seperti pengusaha dodol, pengusaha kulit dan pengusaha kayu akar wangi duduk bersama merumuskan strategi pemasaran ekspor.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pajak Hotel dan Restoran jadi Pembangunan Infrastruktur

Melalui sinergi antara Pemkab dan BKSAP di harapkan potensi unggulan Kabupaten Garut semakin di kenal di tingkat internasional, membuka peluang kerja sama yang lebih luas serta mendorong peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat.

(Bambang Fouristian)

Pemkab Garut-Korea Jajaki Kolaborasi Budidaya Komoditas Unggulan

0
Pemkab Garut budidaya komoditas unggulan fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Jawa Barat (Jabar) terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong inovasi di sektor pertanian.

Terbaru, melakukan penjajakan kerja sama dengan praktisi industri asal Korea. Harapannya, mampu mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah. Khususnya stroberi dan bawang putih.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pajak Hotel dan Restoran jadi Pembangunan Infrastruktur

Hal tersebut mengemuka saat Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan silaturahmi Dosen Praktisi Industri Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) Chung KyongHo.

Pertemuan tersebut membahas rencana strategis pengembangan budidaya tanaman stroberi dan bawang putih khas Korea di wilayah Kabupaten Garut.

Bupati Garut menyambut positif gagasan kerja sama di sektor pertanian tersebut. Menurutnya, diskusi awal ini menjadi langkah potensial untuk meningkatkan kualitas komoditas lokal agar mampu bersaing sebagai produk unggulan daerah.

Syakur menambahkan, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan awal. Ke depan, Pemkab Garut mendorong komunikasi yang lebih intensif agar kolaborasi teknologi pertanian tersebut dapat segera terealisasi.

“TIni baru wacana. Kita berharap ke depan ada komunikasi yang lebih intens lagi. Sehingga apa yang kita harapkan terkait dengan dua komoditi tersebut bisa terrealisasi,” katanya.

Dosen Praktisi Industri Fakultas Pertanian Unpad, Chung KyongHo, mengungkapkan, pihaknya merasa senang atas sambutan hangat dari Bupati Garut.

Ia menerangkan, pihaknya berencana melakukan uji coba penanaman beberapa komoditas hortikultura di Garut. Termasuk bawang putih, kentang dan stroberi.

BACA JUGA:

Wisuda ke-2 STEI Yapisha Garut Bukti Nyata Berkembangnya Institusi

“Saya ada rencana ujicoba tanam bawang putih, kentang dan stroberinya,” katanya.

Melalui kolaborasi antara Pemkab Garut, akademisi Unpad dan praktisi industri asal Korea di harapkan pengembangan komoditas hortikultura di Kabupaten Garut semakin inovatif, mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen serta memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah.

(Bambang Fouristian)

Grandfinal Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat 2026, Falisha Zalfa Alya Dapat Dukungan Pemkot Sukabumi

0
Falisha Zalfa Alya fokusjabar.id
Falisha Zalfa Alya

SUKABUMI, FOKUSJabar.id: Kota Sukabumi kembali memiliki wakil yang akan bersaing pada ajang pelestarian budaya tingkat Provinsi Jawa Barat. Falisha Zalfa Alya di percaya mewakili daerahnya dalam grandfinal Pasanggiri Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat yang di selenggarakan oleh Paguyuban Wanoja Jajaka (Wajada).

Keikutsertaan Falisha Zalfa Alya menjadi salah satu bentuk representasi generasi muda Kota Sukabumi dalam ajang yang mengedepankan kecintaan terhadap budaya, pengembangan karakter serta kepemimpinan.

BACA JUGA:

Sinergi TNI dan Pemkab Sukabumi Tuntaskan Pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Cibadak

Kehadirannya di babak puncak di harapkan dapat membawa nama baik Kota Sukabumi di tingkat provinsi.

Falisha Zalfa Alya merupakan alumni SMAN 3 Kota Sukabumi. Ia berhasil menjadi salah satu kontestan yang akan mengikuti grandfinal bersama peserta lain yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang di sampaikan melalui akun Instagram Wajada Jawa Barat, Falisha memiliki minat yang besar terhadap dunia kebudayaan.

Selain itu, ia juga aktif mengembangkan kemampuan diri serta menunjukkan ketertarikan pada bidang kepemimpinan.

Kecintaannya terhadap budaya mendorong Falisha untuk terlibat dalam berbagai kegiatan, organisasi maupun kompetisi yang berkaitan dengan pengembangan potensi diri dan pelestarian budaya.

Perjalanan Falisha juga di warnai dengan sejumlah prestasi yang berhasil di raih. Di antaranya, Juara Utama Indonesia Top Hijab Model 2025.

BACA JUGA:

Pemkot Sukabumi 3 Besar Terbaik Penanganan Inflasi Regional Jawa-Bali

Selain itu, Falisha juga pernah meraih Juara 3 Ngadongeng Tingkat Jawa Barat dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tahun 2022.

Prestasi tersebut menjadi salah satu bukti konsistensinya dalam bidang budaya dan pengembangan diri.

Menjelang pelaksanaan babak grandfinal atau Peuting Wening Manugrahan Pasanggiri Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat, Falisha memperoleh dukungan dari berbagai pihak di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Dukungan tersebut datang dari Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, Wakil Wali Kota Bobby Maulana serta Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar.

BACA JUGA:

Disdukcapil Sukabumi Langsung Rekam Biometrik Lansia dan Tunarungu di Rumah

Peuting Wening Manugrahan Pasanggiri Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat akan mempertemukan 12 peserta Wanoja dan 12 peserta Jajaka yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Ajang tersebut di jadwalkan berlangsung Jumat (7/8/2026) di Balai Sartika Convention Bandung.

(Jingga Sonjaya)

Aset Bendung Rengrang Hilang, Pemkab Sumedang Perketat Pengamanan

0
bendung rengrang sumedang fokusjabar.d
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meninjau langsung kondisi bendung (foto: sumedangkab.go.id)

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Aksi pencurian yang menyasar komponen Bendung Rengrang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang Jawa Barat (Jabar).

Hilangnya berbagai bagian penting dari infrastruktur tersebut di nilai tidak hanya merugikan negara. Tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

BACA JUGA:

Kunjungan Menteri Ekraf ke Sumedang Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Kreatif

Bendung Rengrang memiliki peran penting sebagai infrastruktur pengairan yang mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian.

Keberadaan bendung tersebut juga berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan melalui pasokan air bagi para petani.

Karena itu, setiap tindakan pencurian terhadap besi, baut maupun komponen lain di Bendung Rengrang di pandang sebagai ancaman terhadap fungsi infrastruktur sekaligus keamanan fasilitas yang melayani kepentingan masyarakat.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku pencurian aset di Bendung Rengrang.

Pernyataan itu di sampaikan setelah dirinya meninjau langsung kondisi bendung dan menemukan sejumlah komponen penting telah hilang.

“Setelah saya melihat langsung ke Bendung Rengrang, ternyata banyak aset yang di curi. Baut, besi dan komponen lainnya hilang. Ini sangat berbahaya karena bisa berdampak terhadap keamanan dan keselamatan bendung,” tegasnya.

Komponen yang hilang bukan sekadar material biasa. Aset tersebut merupakan bagian vital dari infrastruktur bendung.

Pemkab Sumedang mengingatkan masyarakat agar tidak lagi melakukan pencurian terhadap aset negara. Bersama pihak terkait, pengamanan di kawasan Bendung Rengrang akan di perketat dan setiap pelaku akan di proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

BACA JUGA:

President University Buka Beasiswa untuk Warga Sumedang

“Saya mohon jangan ada lagi yang mencoba mengambil barang dari Bendung Rengrang. Baik baut, besi maupun pintu air. Kami akan menjaga tempat ini lebih ketat. Siapa pun yang mengambil aset bendung dan membahayakan keselamatan masyarakat akan kami tindak tegas dan di proses secara hukum,” ujarnya.

Pengelola Bendung Rengrang menyampaikan akan segera melakukan identifikasi terhadap seluruh aset yang hilang.

Hasil pendataan tersebut nantinya akan di tuangkan dalam laporan resmi kepada aparat penegak hukum sebagai dasar untuk proses penanganan lebih lanjut.

Selain memperkuat pengamanan, Bupati Dony Ahmad Munir juga mengajak masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar Bendung Rengrang untuk berperan aktif menjaga aset negara tersebut.

Masyarakat di minta segera melaporkan apabila mengetahui adanya aksi pencurian maupun aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan bendung.

“Jaga bersama-sama Bendung Rengrang. Kalau ada yang melihat atau mengetahui aksi pencurian, segera laporkan. Keamanan bendung adalah tanggung jawab kita bersama demi melindungi keselamatan masyarakat dan keberlangsungan pasokan air bagi para petani,” katanya.

(Jingga Sonjaya)

Pemkab Bogor Tingkatkan Daya Saing Sektor Peternakan

0
pemkab bogor fokusjabar.id
Bupati Bogor, Rudy Susmanto meresmikan Pasar Hewan Jonggol (foto: bogorkab.go.id)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Jawa Barat (Jabar) terus memperkuat pembangunan sektor peternakan melalui penyediaan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu langkah yang di lakukan dengan meresmikan Pasar Hewan Jonggol sebagai pusat perdagangan ternak modern di wilayah timur Kabupaten Bogor.

BACA JUGA:

Kurangi Risiko Banjir, Pemkab Bogor Genjot Normalisasi Sungai Cibeuteung

Peresmian pasar tersebut di pimpin langsung Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Kamis (6/8/2026) kemarin.

Kehadiran fasilitas ini di harapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi peternakan sekaligus mempercepat pengembangan kawasan Bogor Timur.

Selain berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli ternak, Pasar Hewan Jonggol juga di proyeksikan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.

Menurut Rudy Susmanto, pembangunan Pasar Hewan Jonggol memiliki peran yang lebih luas di banding sekadar menyediakan sarana perdagangan ternak.

Fasilitas tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan kawasan Bogor Wilayah Timur.

“Pasar Hewan Jonggol merupakan salah satu tahapan membangun Bogor Wilayah Timur. Ketika masyarakat memiliki harapan terhadap pengembangan wilayah, maka yang harus di persiapkan bukan hanya pusat pemerintahannya. Namun juga seluruh fasilitas penunjang yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Rudy.

Ia menjelaskan, Pemkab Bogor saat ini terus mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur pendukung di kawasan timur.

Upaya tersebut meliputi pembangunan jalan tembus Transyogi–Sukaresmi, peningkatan konektivitas antarwilayah hingga mendorong masuknya investasi baru yang di yakini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:

Gandeng Korem 061/Suryakancana, Bupati Bogor Sulap Jalur Bomang Jadi Kawasan Pertanian Terpadu

“Sebagai seorang peternak, saya juga memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan Pasar Hewan Jonggol. Pasar tersebut harus mampu memberikan pelayanan yang lengkap bagi peternak maupun pedagang yang datang dari berbagai daerah,” jelas Rudy.

Rudy berharap, pengelola dapat segera melengkapi berbagai fasilitas penunjang yang di butuhkan. Di antaranya, kandang inap untuk ternak, tempat beristirahat bagi peternak serta ruang usaha yang dapat di manfaatkan pelaku UMKM. Sehingga aktivitas perdagangan berlangsung lebih nyaman, aman dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Peternak yang datang dari luar daerah tidak selalu menjual seluruh ternaknya dalam satu hari. Karena itu pasar ini harus memiliki fasilitas pendukung. Baik untuk ternak maupun untuk para peternaknya,” ungkap Rudy.

Rudy Susmanto turut memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor yang telah menghadirkan Pasar Hewan Jonggol sebagai fasilitas representatif untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat peternak.

Selain itu, Pemkab Bogor juga meresmikan Pasar Ikan Ciseeng serta Instalasi Karantina Ikan di Laladon sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor peternakan dan perikanan.

Menurut Rudy, pembangunan berbagai fasilitas tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing sektor pangan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.

Rudy Susmanto menegaskan, pembangunan Kabupaten Bogor membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Ia berharap, kehadiran Pasar Hewan Jonggol menjadi awal tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memperkuat posisi Bogor Timur sebagai kawasan strategis yang berkembang pesat di masa depan.

(Jingga Sonjaya)

Ini Target Proyek Turap Saluran Kali Cabang Timur Depok

0
saluran kali cabang timur depok fokusjabar,id
DPUPR Kota Depok melakukan penurapan Saluran Kali Cabang Timur di kawasan Balai Kota Depok (fotoL depok.go.id)

DEPOK, FOKUSJabar.id: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus melakukan upaya peningkatan infrastruktur drainase melalui pembangunan turap di Saluran Kali Cabang Timur di kawasan Balai Kota Depok, Kecamatan Pancoran Mas.

Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan fungsi saluran air agar mampu mengalirkan debit air dengan lebih optimal. Terutama ketika curah hujan meningkat.

BACA JUGA:

Job Fair Depok 2026 Catat 2.408 Pencari Kerja Selama 2 Hari

Melalui penanganan ini, DPUPR berharap kondisi saluran menjadi lebih baik. Sehingga dapat mendukung sistem drainase di kawasan Balai Kota Depok dan meminimalkan potensi gangguan aliran air.

Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro menjelaskan, proyek penurapan mulai di laksanakan pada 9 Juli 2026. Sesuai kontrak kerja, pembangunan tersebut di targetkan selesai pada 6 September 2026 dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender.

“Penanganan di lakukan sepanjang 57,6 meter dengan lebar area 3,9 meter. Adapun nilai pekerjaannya sebesar Rp735 juta,” ujarnya.

Yodi menyebut, perkembangan pekerjaan hingga Rabu (5 Agustus 2026) di perkirakan telah mencapai sekitar 30 persen.

Capaian tersebut masih berada dalam jalur yang sesuai dengan target berdasarkan laporan progres mingguan.

“Alhamdulillah progresnya masih sesuai rencana. Mudah-mudahan pekerjaan ini selesai tepat waktu. Sehingga kapasitas aliran air semakin optimal, terutama saat musim hujan,” katanya.

Menurutnya, penyelesaian proyek sesuai jadwal menjadi harapan utama agar fungsi saluran dapat meningkat dan mampu mendukung kelancaran aliran air ketika memasuki musim hujan.

BACA JUGA:

Sasar Pelajar SMK Bandung, inDrive Tebarkan Virus ‘Safety Riding’ Lewat Kampanye “Drive Your Future”

Di sisi lain, Yodi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak yang di rasakan selama proses pembangunan berlangsung.

Hal tersebut karena lokasi pekerjaan berada tepat di samping area parkir sepeda motor Balai Kota Depok.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Pekerjaan ini dilakukan untuk kepentingan bersama agar sistem drainase semakin baik,” tutupnya.

(Jingga Sonjaya)

Pemkot Banjar, Polres dan Kadin Nobar Final Piala Presiden 2026

0
pemkot banjar nobar piala presiden fokusjabar.id
Ratusan bobotoh nonton bareng Persib vs Persebaya Final Piala Presiden 2026. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot), Polres dan Kadin Kota Banjar gelar Nonton Bareng (Nobar) final Piala Presiden 2026 Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya di Lapangan Trilogi Alfamart, Kamis (6/8/2026) malam.

Ratusan bobotoh yang ada di Kota Banjar hadir untuk menyaksikan tim kesayangannya bertanding.

BACA JUGA:

3 Rumah di Mekarsari Kota Banjar Dilalap Si Jago Merah

Meski tim Maung Bandung kalah dari tim Persebaya lewat adu penalti (5-6), namun bobotoh tetap menjaga kondusivitas Kota Banjar.

Wali Kota Banjar, Sudarsono mengatakan, kegiatan nobar di selenggarakan sebagai wadah kebersamaan bagi masyarakat dalam menikmati pertandingan sepak bola nasional dengan suasana yang aman, nyaman dan penuh kekeluargaan.

“Pihak panitia menyiapkan berbagai fasilitas untuk memeriahkan nobar. Di antaranya, doorprize menarik bagi para penonton,” katanya.

Sudarsono mengimbau agar masyarakat terus menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keamanan, ketertiban serta menciptakan suasana yang kondusif.

BACA JUGA:

Perumda Tirta Anom Kota Banjar Adopsi Teknologi Korea untuk Deteksi Kebocoran Air

Menurutnya, pihak panitia juga melibatkan pelaku UMKM dalam acara nobar final Piala Presiden 2026.

Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, kegiatan nonton bareng ini menjadi sarana hiburan yang positif sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sepak bola Indonesia.

“Ini bukti sepak bola itu bisa menyatukan semuanya,” pungkas Wali Kota Banjar.

(Agus Purwadi)