GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Jawa Barat (Jabar) terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong inovasi di sektor pertanian.
Terbaru, melakukan penjajakan kerja sama dengan praktisi industri asal Korea. Harapannya, mampu mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah. Khususnya stroberi dan bawang putih.
BACA JUGA:
Bupati Garut: Pajak Hotel dan Restoran jadi Pembangunan Infrastruktur
Hal tersebut mengemuka saat Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan silaturahmi Dosen Praktisi Industri Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) Chung KyongHo.
Pertemuan tersebut membahas rencana strategis pengembangan budidaya tanaman stroberi dan bawang putih khas Korea di wilayah Kabupaten Garut.
Bupati Garut menyambut positif gagasan kerja sama di sektor pertanian tersebut. Menurutnya, diskusi awal ini menjadi langkah potensial untuk meningkatkan kualitas komoditas lokal agar mampu bersaing sebagai produk unggulan daerah.
Syakur menambahkan, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan awal. Ke depan, Pemkab Garut mendorong komunikasi yang lebih intensif agar kolaborasi teknologi pertanian tersebut dapat segera terealisasi.
“TIni baru wacana. Kita berharap ke depan ada komunikasi yang lebih intens lagi. Sehingga apa yang kita harapkan terkait dengan dua komoditi tersebut bisa terrealisasi,” katanya.
Dosen Praktisi Industri Fakultas Pertanian Unpad, Chung KyongHo, mengungkapkan, pihaknya merasa senang atas sambutan hangat dari Bupati Garut.
Ia menerangkan, pihaknya berencana melakukan uji coba penanaman beberapa komoditas hortikultura di Garut. Termasuk bawang putih, kentang dan stroberi.
BACA JUGA:
Wisuda ke-2 STEI Yapisha Garut Bukti Nyata Berkembangnya Institusi
“Saya ada rencana ujicoba tanam bawang putih, kentang dan stroberinya,” katanya.
Melalui kolaborasi antara Pemkab Garut, akademisi Unpad dan praktisi industri asal Korea di harapkan pengembangan komoditas hortikultura di Kabupaten Garut semakin inovatif, mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen serta memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah.
(Bambang Fouristian)



