spot_imgspot_img
Sabtu 12 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perkuat Ekonomi Masyarakat, Bupati Dorong Pengembangan Domba Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin hadir dalam acara grand final Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) Liga Garut dan Kontes Ternak Tahun 2026 di Pamidangan Lembah Gunung Guntur Anugrah, Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Sabtu (12/9/2026).

Syakur menyampaikan apresiasi serta dukungan terhadap pelestarian budaya Domba Garut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ajukan KPBU Pengadaan APJ ke Kemenkeu

Menurutnya, pemeliharaan Domba Garut tidak hanya berorientasi pada komoditas daging. Tetapi juga perlu di lakukan dengan perawatan yang baik dan penuh kasih sayang agar memiliki nilai jual tinggi.

“Karena domba kalau di jual hanya dagingnya saja harganya gak akan mahal. Tapi kalau domba yang di pelihara dengan baik, dengan kasih sayang dan cinta, Inshaallah harganya akan jadi bagus. Ini akan membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Bupati Garut.

Dia menilai, kegiatan yang berlingkup Provinsi Jawa Barat tersebut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi para pecinta domba. Tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ini silaturahmi antara orang-orang yang memiliki kecintaan yang sama terhadap domba. Domba adalah makhluk yang unik, kuat, tanduknya besar,” ungkapnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen mendorong kegiatan serupa agar lebih di kenal luas dengan menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

Menurut Syakur, kekhasan budaya domba yang di miliki Garut dan Jawa Barat di harapkan dapat memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian budaya lokal.

Sekjen Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Garut, Asep Rahwanto menjelaskan, puncak acara merupakan rangkaian akhir dari sembilan putaran liga yang sebelumnya di gelar di delapan pamidangan berbeda.

Ia memaparkan, seni ketangkasan domba tahun ini di ikuti 461 ekor domba yang terbagi dalam Kelas A sebanyak 143 ekor, Kelas B 143 ekor dan Kelas C 175 ekor.

Peserta berasal dari berbagai daerah. Di antaranya Sumedang, Pangandaran dan Bandung.

Selain seni ketangkasan, kegiatan ini juga di meriahkan kontes ternak lokal khusus peternak asal Kabupaten Garut dengan lima kategori dan total 170 ekor ternak.

BACA JUGA:

Daya Beli Masyarakat Turun, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Terjun Bebas

Kategori tersebut meliputi Raja Petet Non Poel sebanyak 59 ekor, Raja Petet Satu Pasang Poel 55 ekor, Raja Calon Pejantan atau Raja Kasep dua pasang poel 33 ekor, Raja Pedaging dua pasang poel 8 ekor serta Ratu Bibit dua pasang poel sebanyak 15 ekor.

“Kalau untuk kontes ternak ini di selenggarakan lokal Garut. Tetapi untuk SKDG ini terbuka. Ada yang dari Sumedang, Pangandaran, Bandung,” katanya.

Rangkaian kontes ternak di laksanakan selama Sabtu, sedangkan seni ketangkasan di lanjutkan hingga Minggu untuk kategori Kelas A dan B.

Asep menyampaikan terima kasih kepada Bupati Garut atas dukungan terhadap pelaksanaan kontes ternak yang sebelumnya sempat akan di tiadakan karena efisiensi anggaran.

Ia berharap, kegiatan tahunan tersebut dapat terus berlanjut. Menurutnya, kegiatan ini turut berdampak terhadap harga jual domba unggulan yang dapat mencapai ratusan juta rupiah.

“Bahkan ada domba Raja Kasep itu sampai menembus harga Rp250- 300 juta. Apalagi kalau sudah tangkas harganya mencapai Rp400 juta,” ujarnya.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru