PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Tak kunjung mendapat kepastian anggaran dari pemerintah, warga Dusun Liunggunung, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, berinisiatif memperbaiki jalan rusak secara swadaya.
Akses jalan yang rusak parah selama kurang lebih enam tahun tersebut akhirnya dikerjakan warga dengan menggalang dana dari masyarakat dan donatur sejak Agustus 2026.
Baca Juga: 16.295 Orang Ikut Survei Reaktivasi KA Banjar-Cijulang, Harapan Besar untuk Ekonomi Pangandaran
Seorang warga Dusun Liunggunung, Usup Supriadi, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik kini telah memasuki segmen kedua pada titik kerusakan terparah.
“Ini dibangun sudah sebulan yang lalu, dari bulan Agustus kemarin. Sampai saat ini alhamdulillah sudah di segmen kedua, jalan yang paling parah. Ini sudah menghabiskan 54 sak semen,” ujar Usup saat dikonfirmasi di lokasi, Sabtu (12/9/2026) siang.
Patungan Warga hingga Pinjam Bahan ke Toko Material
Usup menjelaskan bahwa seluruh biaya perbaikan murni bersumber dari swadaya masyarakat lokal, pelaku usaha, hingga partisipasi pribadi sejumlah aparatur pemerintahan.
“Anggaran ini murni dari swadaya masyarakat, dari mulai masyarakat kecil sampai pengusaha. Banyak juga dari aparatur pemerintahan, namun dari uang pribadi. Sementara dari pihak pemerintah pusat belum ada anggaran yang pasti,” katanya.
Keterbatasan dana membuat pengerjaan berlangsung secara bertahap. Ketika pasokan material menipis sementara dana belum terkumpul, warga terpaksa berutang ke toko material setempat.
“Kadang kalau tidak ada uang, tapi mau jalan, kami pinjam dulu ke material. Nanti kalau sudah ada lagi uang terkumpul dari donatur, kami bayarkan,” ucap Usup.
Hingga saat ini, donasi yang terkumpul baru mencapai sekitar Rp5,8 juta dari total estimasi kebutuhan sebesar Rp25 juta. Besaran sumbangan bervariasi dengan donasi tertinggi senilai Rp600 ribu dan Rp500 ribu.
Akses Vital Penghubung Antardesa
Dari total jalan rusak sepanjang 1 kilometer dengan 700 meter dalam kondisi rusak parah warga baru mampu memperbaiki sekitar 100 meter pada titik terparah.
“Diambil titik yang paling parah saja yang kita perbaiki. Tapi masih banyak sekali yang kurang,” ujarnya.
Padahal, rute ini merupakan akses harian vital bagi petani, pedagang, dan anak sekolah di Desa Legokjawa, sekaligus jalan penghubung menuju Desa Batumalang, Kecamatan Cimerak.
Usup mewakili warga berharap Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mendengarkan aspirasi ini dan menurunkan bantuan anggaran.
“Kami mohon bantuan dari Ibu Bupati dan Pak Gubernur Jabar agar segera menindaklanjuti jalan-jalan desa seperti di kami ini. Ini jalan tidak terlalu panjang, cuma satu kilometer. Bagi pemerintah mungkin tidak terlalu susah,” Pungkas Usup.
(Sajidin)



