TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan pentingnya dampak ekonomi dari seluruh agenda Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Pihaknya meminta perputaran uang dari pesta rakyat ini menyasar warga secara langsung hingga akar rumput.
Viman menyampaikan instruksi ini saat memimpin High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Kota Tasikmalaya 2026 di Aula Utama Bappelitbangda, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga: Genap Setahun, Sekolah Rakyat 41 Kota Tasikmalaya Siapkan Gedung Permanen dan Perpustakaan
Pertemuan krusial ini menghadirkan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari Putri, pejabat eselon II, pimpinan perbankan, serta unsur Forkopimda.
Viman menilai momentum Oktober memicu lonjakan transaksi dan pergerakan warga. Untuk itu, setiap agenda wajib memberikan dampak ekonomi yang terukur.
“Kita inginkan, setiap kegiatan memberikan manfaat sampai ke akar rumput: masyarakat terlayani, pelaku usaha mendapatkan pasar, UMKM mendapat transaksi, dan perputaran ekonomi meningkat di Kota Tasikmalaya,” kata Viman.
Sederet Agenda Besar Siap Gerakkan Sektor Vital
Pemkot Tasikmalaya menyiapkan beragam kegiatan besar sepanjang Oktober. Rangkaian acara meliputi Tasikmalaya Great Sale, Tasik Muslim Fair, Pekan Ekonomi Kreatif, Siloka Barista Championship, Priangan Bamboo Fest, Payung Geulis Kreasi, Job Fair, serta festival di 10 kecamatan.
Rangkaian acara ini bertujuan menggerakkan sektor perdagangan, kuliner, jasa, kerajinan, UMKM, dan pertanian.
Di sisi lain, Viman meminta jajaran DKP3 dan Dinas KUMKM Perindag memantau pasokan serta harga bahan pokok secara intensif. Pihaknya menginstruksikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), Warung Stabilisasi Inflasi Tasikmalaya (Wangsit), dan Operasi Pasar Murah (OPM) untuk mengamankan daya beli warga.
Selain itu, Viman meminta Bulog menyiagakan cadangan beras pemerintah sebanyak 100 ton untuk mengantisipasi gejolak pasar.
“Saat aktivitas ekonomi di daerah meningkat, kita harus menjaga keseimbangannya. Transaksi kita dorong, harga tetap terkendali, dan pasokan tersedia, sehingga daya beli tetap terjaga dan inflasi pun terkendali,” terangnya.
Apresiasi Capaian Digitalisasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Viman mengapresiasi kenaikan peringkat TP2DD Kota Tasikmalaya tahun 2025 yang menembus posisi 16 dari 30 kota se-Jawa-Bali. Capaian ini melesat dari peringkat 25 pada tahun sebelumnya.
Ia mendorong penggunaan Sistem Informasi Manajemen Retribusi Daerah (SIMARET) di seluruh dinas penghasil retribusi demi memaksimalkan transaksi digital.
“Pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai, harus terasa manfaatnya terhadap sektor kehidupan masyarakat, harga terkendali, daya beli terjaga, produksi lokal semakin kuat, transaksi mudah, dan UMKM semakin berkembang,” tegas Viman.
Bank Indonesia Puji Ketahanan Ekonomi Tasikmalaya
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari Putri, menilai perekonomian Kota Tasikmalaya tetap solid di tengah ketidakpastian global.
Pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya pada triwulan II mencapai 5,21 persen. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi tingkat provinsi Jawa Barat maupun nasional.
“Ekonomi Kota Tasikmalaya masih cukup solid, rasanya pencapaian pertumbuhan ini menjadi modal baik untuk kita bisa menghadapi berbagai dinamika ekonomi ke depan, dengan tetap menjaga inflasi daerah serta daya beli masyarakat,” ungkap Laura.
Sektor jasa dan konsumsi rumah tangga menjadi penyokong utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Laura mencatat angka inflasi tahunan Kota Tasikmalaya hingga September 2026 berada pada posisi 3,05 persen. Angka ini lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 3,28 persen dan Jawa Barat sebesar 3,16 persen.
Meski demikian, Laura meminta Pemkot Tasikmalaya terus mewaspadai pergerakan harga empat komoditas utama, yaitu telur ayam ras, daging ayam ras, beras, dan cabai rawit.
“Sinergi harus kita perkuat dengan penyelarasan program-program strategis dalam menjaga inflasi daerah dan stabilitas harga pangan masyarakat, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Laura.
(Seda)



