spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 269

Perumdam Tirta Anom Banjar Bantu Korban Kebakaran, Tagihan Air Ditunda dan Pipa Akan Diperbaiki

0
BANJAR, FOKUSJabar.id
Caption: Direktur Perumdam Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Anom Kota Banjar menyalurkan bantuan tali asih sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak musibah kebakaran, Jumat (7/8/2026).

Para korban musibah kebakaran rumah ini ternyata merupakan pelanggan setia Perumdam Tirta Anom Kota Banjar yang telah menggunakan layanan selama belasan hingga puluhan tahun.

Baca Juga: BBWS Citanduy Gelar Gerakan Irigasi Bersih

“Ternyata korban kebakaran rumah, pelanggan setia PDAM (Perumdam Tirta Anom Kota Banjar) dari tahun 2004 dan 2017,” ucap Direktur Perumdam Tirta Anom Kota Banjar, E Fitrah Nurkamilah, saat menyerahkan bantuan bersama jajarannya.

Pihak manajemen menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai. Bantuan itu meringankan beban ekonomi para korban pasca insiden kebakaran Rabu (5/8/2026) lalu.

Perumdam Tunda Tagihan Air dan Siapkan Perbaikan Pipa

Selain menyalurkan bahan pangan dan bantuan dana, Perumdam Tirta Anom memberi kelonggaran berupa penundaan tagihan air bagi para korban. Kebijakan ini menyikapi adanya kerusakan pada jaringan pipa saluran air di lokasi kebakaran.

Langkah ini bertujuan memberi keringanan nyata mengingat instalasi pipa belum dapat warga fungsikan secara normal.

“Jaringan pipa yang mengalami kerusakan akibat kebakaran, akan diperbaiki jika nanti akan digunakan (difungsikan) kembali lagi,” jelas Fitrah.

Korban Kebakaran Apresiasi Kepedulian Berbagai Pihak

Salah seorang korban terdampak, Iing, mengutarakan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dari jajaran Perumdam Tirta Anom Kota Banjar. Bantuan tersebut sangat membantu pemenuhan kebutuhan harian keluarga di masa pemulihan.

“Alhamdulillah, hatur nuhun bantuannya semoga bisa bermanfaat dan mudah-mudahan rumah bisa kembali dibangun sehingga bisa ditempati,” ujarnya.

Iing merasa lega karena gelombang kepedulian dan bantuan dari berbagai kalangan terus berdatangan untuk membantu warga melewati masa sulit pascabencana.

(Agus Purwadi)

Izin Videotron Dibekukan, Farhan Bongkar Dugaan Pelanggaran Tata Ruang hingga ASN

0
videotron
Pemerintah Kota Bandung Bekukan Izin Videotron Yang Terpasang di Bangunan Padel Six Nine Club di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau) Kota Bandung. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah tegas menyusul kasus penebangan pohon yang diduga dilakukan untuk meningkatkan visibilitas sebuah videotron yang terpasang di bangunan Padel Six Nine Club di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau) Kota Bandung.

Selain menyegel videotron Pemkot juga membekukan sementara proses perizinannya sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, penindakan dilakukan karena pengelola videotron terbukti melanggar ketentuan yang berkaitan dengan estetika kota.

BACA JUGA: Satpol PP Bandung Segel Videotron Pedal Six Nine Club, Terkait Penebangan 10 Pohon

“Untuk persoalan pohon, secara Peraturan Daerah kami sudah mematuhi seluruh ketentuan. Setiap pohon yang ditebang dikenai sanksi denda Rp10 juta serta wajib mengganti dengan 100 bibit pohon,” kata Farhan Jumat (7/8/2026).

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pelaku mengakui penebangan pohon dilakukan agar videotron lebih terlihat oleh masyarakat. Padahal, dalam rekomendasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) maupun Pokja Reklame, salah satu syarat utama adalah tidak mengganggu estetika kota.

“Dari BAP, pelaku mengakui penebangan pohon dilakukan untuk meningkatkan ruang pandang terhadap videotron. Karena terbukti melanggar estetika kota dengan memotong pohon maka videotron tersebut kami segel dan proses perizinannya kami bekukan sementara,” ujarnya.

Farhan menjelaskan, pengelola videotron merupakan perusahaan yang berbeda dengan pengelola lapangan padel. Meski demikian, Pemkot tetap melakukan pendalaman terhadap pihak pengelola padel untuk mengetahui keterlibatannya dalam kasus penebangan pohon tersebut.

“Kami sedang mendalami apakah pengelola padel mengetahui dan menyetujui penebangan pohon itu. Selain itu, kami juga akan memeriksa apakah pembangunan di lokasi tersebut sudah sesuai dengan kaidah tata ruang,” katanya.

Farhan Telusuri Permasalahan

Terkait pengakuan bahwa penebangan dilakukan oleh subkontraktor, Farhan mengatakan pihaknya belum mengambil kesimpulan.

“Secara status memang pengelola videotron yang bertanggung jawab. Tetapi kami akan telusuri lagi, subkontraktor itu diperintah oleh siapa. Secara formal belum bisa disimpulkan,” ucapnya.

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga terus mengawal proses hukum yang kini melibatkan aparat penegak hukum dan pemerintah pusat.

Menurutnya, apabila pelanggaran masih berada dalam ranah Peraturan Daerah, penanganannya menjadi kewenangan pemerintah daerah. Namun apabila ditemukan unsur pidana lingkungan penanganannya berada di bawah kewenangan penyidik Kementerian Lingkungan Hidup.

“Saya juga sudah mendapat atensi khusus dari Komisi XII DPR RI yang meminta agar penegakan hukumnya dikawal. Begitu juga dari Polrestabes Bandung,” jelasnya.

BACA JUGA: SDN 026 Bojongloa Digembok, Farhan Pasang Badan Lindungi 900 Siswa

Ia memastikan Pemkot telah mendampingi penyelidikan yang dilakukan tim Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan berkomitmen menyampaikan seluruh perkembangan secara terbuka.

“Semua laporan akan kami sampaikan secara transparan kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Polrestabes Bandung maupun Komisi XII DPR RI,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta Inspektorat Kota Bandung melakukan pemeriksaan khusus (riksus) untuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan oknum aparatur sipil negara (ASN).

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh perangkat daerah yang berkaitan dengan proses perizinan dan pengawasan.

“Semua akan diperiksa, mulai dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, DPKP, DSDABM, DPMPTSP, camat, lurah bahkan saya sebagai Wali Kota juga akan diperiksa apabila diperlukan. Penegakan hukum berjalan pemeriksaan internal juga berjalan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni) 

Piala Presiden 2026 Berakhir, Igor Tolic Berterima Kasih kepada Bobotoh

0
Pelatih Persib Igor Tolic
Pelatih Persib, Igor Tolic (kanan). (Foto: Arif)

BALI,FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengucapkan terima kasih kepada Bobotoh yang selalu memberikan dukungan, sehingga tim memiliki motivasi berlipat untuk tampil maksimal. 

Hal itu, Igor Tolic sampaikan usai pertandingan final turnamen pramusim Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.

Pada pertandingan final tersebut, skuad Maung Bandung gagal meraih kemenangan dan harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya lewat adu penalti. 

BACA JUGA: Piala Presiden 2026 Dibuka di Bandung-Surabaya, Ditutup dengan Kebahagiaan di Bali

Menurut Igor Tolic, selama tampil di turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Dukungan dari Bobotoh terus mengalir, walaupun laga semifinal dan final boboth tidak dapat langsung datang ke stadion. 

“Sepanjang turnamen kami selalu memikirkan tentang para penggemar. Kami memiliki banyak masalah yang harus segera selesaikan, namun saat berada di Bandung kami memainkan tiga pertandingan dengan sepenuh hati,” katanya. 

“Ketika sampai di sini, kami menerima banyak pesan dukungan. Saya sangat senang mereka ada di belakang kami. Ini adalah kelompok penggemar dan organisasi yang luar biasa,” ungkapnya. 

Kedewasaan Bobotoh

Igor Tolic juga mengapresiasi sikap dewasa yang bobotih tunjukan, hal itu membuat tim semakin termotivasi untuk tampil lebih baik lagi.

“Yang saya suka adalah mereka akan menunjukkan jika ada hal yang kurang baik dari diri kami, tetapi mereka juga akan membela tim dan klub ini, yang mana itu berada di tingkat tertinggi,” ujarnya. 

Setelah tampil di turnamen pramusim Piala Presiden 2026, Igor Tolic akan langsung mengalihkan fokusnya untuk persiapan menghadapi musim 2026/2027.

“Saya berharap kami dapat mempersiapkan diri untuk liga dan kualifikasi Liga Champions serta apa pun yang ada di depan,” jelasnya.

BACA JUGA: Persib Gagal Juara Piala Presiden 2026, Ini Kata Igor Tolic

Selama mengikuti turnamen pramusim Piala Presiden 2026, pelatih asal Kroasia ini menilai penampilan anak asuhnya mengalami perkembangan. 

Selain itu, menurutnya mental bertanding skuad Maung Bandung sudah sangat baik, salah satu pada pertandingan final yang berakhir dengan drama adu penalti. 

(Arif)

BBWS Citanduy Gelar Gerakan Irigasi Bersih

0
BBWS Citanduy
Kepala BBWS Citanduy, Roy Panagom Pardede turun langsung membersihkan sampah. (Foto: Agus Purwadi)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Tumpukan sampah yang memenuhi saluran irigasi menjadi perhatian serius Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Untuk mengembalikan fungsi saluran sekaligus membangun kepedulian masyarakat, BBWS menggelar Gerakan Irigasi Bersih di saluran sekunder Sindangangin dan saluran tersier Desa Waringin, Daerah Irigasi Lakbok Utara, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini melibatkan unsur Forkopimda, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A). Mereka bergotong royong membersihkan sampah dan material yang menghambat aliran air menuju lahan pertanian.

Kepala BBWS Citanduy, Roy Panagom Pardede, mengatakan persoalan sampah di saluran irigasi tidak bisa selesai oleh pemerintah saja. Menurutnya, perlu kesadaran seluruh masyarakat karena manfaat irigasi harus langsung petani dan warga rasakan.

BACA JUGA: Pria Ditemukan Tak Bernyawa Dekat Mako Polres Banjar

“Tujuan kegiatan ini membangun kesadaran bersama bahwa menjaga saluran irigasi adalah tanggung jawab kita semua. Jangan berpikir karena irigasi menjadi kewenangan pemerintah pusat, lalu hanya pemerintah yang harus membersihkannya. Masyarakat sebagai pengguna manfaat juga harus ikut menjaga,” ujar Roy.

Gerakan Bersih Irigasi Di Lakbok

Ia menjelaskan, Gerakan Irigasi Bersih tidak hanya di Lakbok Utara, tetapi akan berlanjut di seluruh jaringan irigasi yang BBWS Citanduy kelola, termasuk Daerah Irigasi Manganti dan Bantarheulang.

Menurut Roy, saluran yang tersumbat sampah dapat mengganggu distribusi air ke areal persawahan sehingga berpotensi merugikan petani. 

“Kami ingin terus mengedukasi masyarakat. Kalau saluran mampet karena sampah, pelayanan air ke hilir tidak akan lancar. Dampaknya tentu dapat petani rasakan,” katanya.

Pasokan Air Irigasi

Di tengah musim kemarau, Roy juga memastikan pasokan air irigasi untuk wilayah Banjar, Ciamis, dan Lakbok Utara masih dalam kondisi aman. Keberadaan Bendungan Leuwikeris menjadi penopang utama suplai air selama musim tanam kedua. 

“Alhamdulillah, dengan dukungan Bendungan Leuwikeris, kebutuhan air irigasi masih dapat terpenuhi. Kami juga terus mengatur distribusi air agar seluruh wilayah memperoleh pasokan secara merata,” jelasnya.

BACA JUGA: Wali Kota Banjar Tinjau Korban Kebakaran, Pemkot Siapkan Anggaran Bangun Kembali Tiga Rumah

Ia menambahkan, saat menerima laporan adanya potensi kekeringan di beberapa wilayah, BBWS Citanduy segera melakukan pengaturan dan penyaluran air sehingga kondisi tersebut dapat terantisipasi. BBWS Citanduy menargetkan pasokan air dari Bendungan Leuwikeris mampu menopang kebutuhan irigasi hingga akhir musim tanam kedua pada September 2026. 

“Dengan demikian, petani di wilayah layanan berharap dapat menyelesaikan musim tanam dan memasuki masa panen tanpa mengalami kendala akibat kekurangan air,” terangnya. 

Melalui Gerakan Irigasi Bersih, BBWS Citanduy berharap semangat gotong royong yang menjadi nilai perjuangan bangsa dapat diwujudkan dalam aksi nyata menjaga kebersihan saluran irigasi demi mendukung ketahanan pangan nasional. 

(Agus Purwadi)

Warga Cibaduyut Permai Bandung Tolak Pembangunan SDN 026, Ini Alasannya

0
Bandung@fokusjabar.id
Spanduk Penolakan Pembangunan Sekolah SDN 026 di Kawasan Cibaduyut Permai Kota Bandung Jumat (7/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Rencana pembangunan SD Negeri 026 di kawasan Cibaduyut Permai, Kota Bandung, menuai penolakan dari warga RW 02. Warga khawatir keberadaan sekolah baru dengan sekitar 1.000 siswa akan memperparah kemacetan dan kebisingan di lingkungan permukiman.

Salah seorang warga RW 02, Sutrisno Nasuhi (72) mengatakan, warga selama ini menginginkan lingkungan tempat tinggal yang tenang. Terlebih, kawasan tersebut telah memiliki sejumlah fasilitas pendidikan.

“Tentu saja, kami sebagai warga di sini sudah lama menginginkan ketenangan. Hidup ini tinggal masa tua, jadi kami ingin hidup dengan tenang,” kata Sutrisno saat di wawancara di lokasi, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: SDN 026 Bojongloa Digembok, Farhan Pasang Badan Lindungi 900 Siswa

Menurut Sutrisno, di sekitar permukiman warga sudah terdapat SD, SMP, TK, SMPN 13 hingga sekolah swasta. Karena itu, warga mempertanyakan rencana pembangunan sekolah baru di kawasan tersebut.

“Di sini kan sudah banyak sekolah. Ada SMP, di tengah kompleks kami ada SD, ada TK. Di sini juga ada SMPN 13, ada SMP swasta, ada sekolah lain. Lengkap, ada SD,” ujarnya.

Selain kepadatan fasilitas pendidikan, warga mempersoalkan proses sosialisasi. Sutrisno menyebut warga baru mengetahui rencana pembangunan sekolah setelah adanya sosialisasi di tingkat kelurahan pada 28 Juli 2026.

“Kami sama sekali tidak pernah di ajak bicara bahwa di sini akan di bangun sekolah. Kami baru tahu beberapa minggu belakangan ini, setelah ada sosialisasi di kelurahan,” katanya.

Warga juga mengkhawatirkan dampak terhadap lalu lintas. Penambahan sekitar 1.000 siswa di nilai berpotensi membuat arus kendaraan semakin padat, khususnya saat jam masuk dan pulang sekolah.

“Bayangkan kalau ada sekolah lagi dengan tambahan sekitar 1.000 siswa. Bagaimana situasi di sini? Lalu lintas saat jam masuk dan pulang sekolah pasti semakin padat,” ucapnya.

Sutrisno menyebut kondisi lalu lintas saat ini saja sudah cukup padat. Bahkan, fasilitas lingkungan warga di sebut kerap di gunakan untuk menunjang aktivitas sekolah yang telah ada.

“Sekarang saja sudah seperti ini. Sekolah-sekolah di sini kan tidak punya tempat olahraga. Tempat kami ini di pakai untuk kegiatan mereka. Tiap hari seperti itu,” ungkapnya.

Akses Menuju Sekolah

Lebih lanjut Sutrisno mengatakan, warga selama ini masih memberikan akses menuju sekolah yang sudah ada. Namun, warga keberatan jika akses tersebut kembali di gunakan untuk menunjang sekolah baru.

“Silakan. Tapi jangan di tambah lagi. Jangan di tambah lagi dengan pembangunan sekolah baru yang akan menambah kerumitan bagi kami,” tegasnya.

Tak hanya kemacetan, warga juga khawatir aktivitas siswa dan kendaraan akan meningkatkan kebisingan di lingkungan permukiman.

“Kebisingan juga akan bertambah. Bayangkan kalau nanti 1.000 siswa datang naik motor atau di antar ke sini. Bagaimana kami bisa hidup tenang?” kata Sutrisno.

Sutrisno mengatakan, warga telah berkonsultasi dengan kuasa hukum terkait rencana pembangunan tersebut. Mereka juga telah bertemu dengan Dinas Pendidikan, camat, dan lurah untuk bermusyawarah. Namun, pertemuan tersebut belum mengubah sikap warga.

“Kemarin kami sudah bertemu dengan Dinas Pendidikan, camat, dan lurah untuk bermusyawarah. Namun kami tetap menyatakan keberatan,” katanya.

Layangkan Surat Keberatan

Warga juga mengaku telah melayangkan surat keberatan kepada Wali Kota Bandung, DPRD, Gubernur Jawa Barat hingga Ombudsman.

“Surat keberatan itu di susun dengan alasan-alasan sesuai ketentuan hukum. Kami sebagai warga mungkin tidak memahami seluruh aspek hukumnya, tetapi dari sudut pandang tata ruang dan berbagai ketentuan hukum lainnya, banyak hal yang menjadi keberatan kami,” tuturnya.

Baca Juga: Gerbang SDN 026 Bojongloa Bandung Digembok Lagi, Murid Terpaksa PJJ di Tengah Sengketa Lahan

Sutrisno menyebut pihak kecamatan juga mengakui adanya kekurangan dalam proses sosialisasi kepada warga.

“Kemarin juga di akui oleh Pak Camat bahwa memang ada kekurangan dalam proses sosialisasi,” katanya.

Meski menolak pembangunan SDN 026, Sutrisno menegaskan warga RW 02 tidak anti terhadap pendidikan.

“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kami bukan menolak pendidikan. Sama sekali bukan. Kami mendukung pendidikan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

PSGC Ciamis Siapkan Wajah Baru untuk Liga 2

0
Ciamis@fokusjabar.id
Suasana Seusai Latihan tim PSGC di Stadion Galuh Ciamis, Jum’at (07/08/2026).(fokusjabar.id/Mia)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: PSGC Ciamis terus mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Memasuki pekan kedua pemusatan latihan, proses seleksi pemain kini hampir rampung dan tim pelatih mulai menyusun komposisi skuad yang akan memperkuat Laskar Singacala.

Pelatih kepala PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, mengatakan evaluasi terhadap seluruh pemain masih berlangsung. Dalam waktu dekat, tim pelatih akan menetapkan daftar pemain yang di pertahankan sekaligus mencoret beberapa nama yang di nilai belum sesuai kebutuhan tim.

“Pasti ada yang di eliminasi. Kemungkinan minggu sekarang, mudah-mudahan secepatnya tim ini segera terbentuk,” ujar Heri Kiswanto usai memimpin sesi latihan, Jumat (7/8/2026) di Stadion Atletik Ciamis.

Baca Juga: Aksi Mandiri Warga Banjarsari Ciamis Patungan Perbaiki Jalan

Saat ini sebanyak 34 pemain mengikuti seleksi tertutup bersama PSGC Ciamis. Dari jumlah tersebut, 13 pemain merupakan bagian dari skuad musim lalu yang sukses membawa PSGC promosi ke Liga 2, sementara sisanya merupakan pemain rekomendasi manajemen.

Meski proses pembentukan tim sudah memasuki tahap akhir, Herkis menegaskan keputusan final masih menunggu hasil rapat bersama federasi terkait regulasi resmi Liga 2 musim 2026/2027. Ia di jadwalkan menghadiri pertemuan tersebut di Jakarta.

“Kita meeting dulu karena besok ada undangan ke Jakarta dari federasi terkait regulasi yang di gunakan,” katanya.

PSGC Jalin Komunikasi Dengan Persib

Menurutnya, regulasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan jumlah pemain yang dapat di daftarkan oleh setiap klub. Hingga saat ini masih terdapat sejumlah informasi yang berbeda mengenai kuota pemain untuk Liga 2.

Selain menunggu kepastian regulasi, PSGC juga masih menjalin komunikasi dengan Persib Bandung sebagai klub induk. Koordinasi tersebut di lakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya tambahan pemain yang akan di pinjamkan ke PSGC.

“Kalau target belum, regulasinya saja belum tahu yang sebenarnya. Ada yang bilang 30, ada yang 35 pemain. Saya juga harus menginduk ke Persib, jadi masih harus koordinasi,” jelasnya.

Baca Juga: Disdukcapil Ciamis Hadirkan Inovasi “Pelaminan Pengantin”

Herkis memastikan tidak akan ada lagi penambahan pemain lokal dari PSGC Ciamis. Namun peluang hadirnya pemain dari Persib Bandung masih terbuka, bergantung pada hasil koordinasi kedua klub.

“Untuk pemain lokal dari PSGC Ciamis kemungkinan sudah tidak akan ada lagi yang datang. Tapi kalau dari Persib saya belum tahu pasti, bisa saja bertambah, bisa juga tidak,” pungkasnya.

Dengan seleksi yang hampir selesai, PSGC Ciamis di harapkan segera memiliki skuad definitif sehingga persiapan taktik, fisik, dan kekompakan tim dapat lebih di fokuskan menjelang bergulirnya Liga 2 musim 2026/2027.

(Mia)

Piala Presiden 2026 Dibuka di Bandung-Surabaya, Ditutup dengan Kebahagiaan di Bali

0
piala presiden 2026
Pertandingan final Piala Presiden 2026, Persib vs Persebaya. (Dok Piala Presiden 2026)

BALI,FOKUSJabar.id: Turnamen Piala Presiden 2026 sudah berakhir dan Persebaya Surabaya dinobatkan sebagai juara setelah mengalahkan Persib Bandung pada laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).

Turnamen yang dimulai pada pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026, secara keseluruhan berjalan dengan aman dan lancar. 

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menilai perjalanan Piala Presiden 2026 memiliki makna tersendiri karena turnamen dibuka di Bandung dan Surabaya, sebelum akhirnya ditutup di Bali.

“Pada kesempatan ini izinkan sebagai ketua steering committee saya juga menyampaikan turnamen ini dibuka di Bandung dan Surabaya lalu ditutup dengan kebahagiaan di Pulau Bali yang sangat indah ini,” kata Maruarar.

BACA JUGA: Kalah dari Persebaya, Adam Alis Tetap Bangga

Menurutnya, Piala Presiden bukan hanya turnamen pramusim untuk memperebutkan trofi. Namun, ajang ini membawa nilai sportivitas, daya juang, keberlanjutan, kepedulian terhadap lingkungan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, ara sapaan akrabnya mengatakan panitia melibatkan 165 UMKM di Bandung, Surabaya, dan Bali. Kehadiran UMKM tersebut diharapkan dapat menggerakkan perekonomian lokal di kota-kota penyelenggara.

“Kami melibatkan 165 UMKM di Bandung, Surabaya, dan Bali dengan nilai transaksi yang makin meningkat sepanjang turnamen ini. Ini menggerakkan bahwa hiburan rakyatnya jalan, tapi roda ekonomi juga bergerak,” ujarnya. 

Tak hanya itu, panitia Piala Presiden juta memiliki komitmen terhadap kebersihan melalui konsep ‘datang bersih, pulang bersih’. 

Program tersebut melibatkan berbagai komunitas lokal, diantaranya Metamorfosa, Rumah Bintang Bandung, Nol Sampah Surabaya, dan Trash Ranger Bali.

Ratusan personel kebersihan dilibatkan selama penyelenggaraan Piala Presiden 2026. Sampah yang terkumpul juga dipilih untuk kemudian didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Penonton Piala Presiden Mengalami Pertumbuhan 

Dari segi penonton, Maruarar menyebut antusiasmenya mengalami pertumbuhan. Ia mengungkapkan data AC Nielsen menunjukkan jumlah penonton mencapai 172 juta orang, dengan TV rating 4,3 dan TV share 24,5.

“Artinya Piala Presiden ditonton 172 juta orang menurut data AC Nielsen. Ini mengalami peningkatan yang besar, sekitar 16 persen, artinya trennya positif,” tuturnya.

Pada Piala Presiden 2026, total sponsorship mencapai Rp100 miliar. Menurutnya dukungan sponsor menjadi salah satu bukti tumbuhnya kepercayaan terhadap turnamen yang telah digelar sebanyak delapan kali sejak 2015.

Kepercayaan yang diberikan para sponsor tersebut kemudian dikembalikan kepada sepak bola Indonesia melalui hadiah bagi klub peserta.

Juara Piala Presiden 2026 Persebaya mendapatkan hadiah Rp8 miliar, runner-up Persib Rp3,5 miliar, peringkat ketiga Persija Rp2,5 miliar, dan peringkat keempat Arema FC Rp1,5 miliar.

Sementara klub yang tidak lolos ke semifinal mendapatkan apresiasi keikutsertaan masing-masing sebesar Rp250 juta.

Maruarar juga menegaskan aspek transparansi menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan Piala Presiden. Untuk memastikan pengelolaan turnamen dapat dipertanggungjawabkan, PricewaterhouseCoopers (PwC) kembali dipercaya sebagai auditor independen.

Keberhasilan penyelenggaraan Piala Presiden menurutnya tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, sponsor, klub, panitia, hingga masyarakat.

BACA JUGA: Persib Gagal Juara Piala Presiden 2026, Ini Kata Igor Tolic

“Menjadi juara Piala Presiden bukan perkara mudah. Meski ini turnamen pramusim, tapi dengan konsistensi 8 kali dimulai tahun 2015 sampai 2026, sudah menjadi turnamen yang paling bergengsi di Indonesia,” ujarnya.

Pihaknya berharap nilai-nilai yang dibangun melalui Piala Presiden dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional.

“Piala Presiden tidak hanya melahirkan seorang juara, tapi juga melahirkan harapan. Karena kita doakan, seperti harapan Bapak Presiden Prabowo dan harapan seluruh rakyat Indonesia, Timnas Merah Putih sampai di Piala Dunia,” kata Maruarar. 

(Arif)