spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 217

Alun-alun Bandung Dibuka Permanen, Farhan: PKL Tak Boleh Masuk

0
Alun-alun Bandung fokusjabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi membuka kembali Taman Alun-Alun Bandung untuk masyarakat setelah sempat ditutup sejak Januari 2026 untuk dilakukan evaluasi dan perbaikan. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Jawa Barat (Jabar) resmi membuka kembali Taman Alun-alun Bandung untuk masyarakat setelah sempat di tutup sejak Januari 2026 untuk di lakukan evaluasi dan perbaikan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pembukaan kembali kawasan tersebut di lakukan setelah berbagai persoalan yang sebelumnya menjadi keluhan masyarakat telah di tangani.

BACA JUGA:

Gaji Rp3 Juta Masuk Desil 9-10, Farhan Sebut Tukang Sapu Rp3,6 Juta Berarti Super Kaya

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah bisa meresmikan kembali Alun-alun Bandung yang sejak Januari lalu saya evaluasi. Sekarang sudah siap untuk di gunakan kembali oleh masyarakat,” kata Farhan, Senin (17/8/2026).

Meski kembali d ibuka, Pemkot Bandung menetapkan sejumlah aturan untuk menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban di kawasan tersebut.

Salah satunya terkait aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL). Farhan menegaskan, PKL tidak di perbolehkan masuk dan berjualan di dalam area taman.

“PKL tidak boleh masuk ke dalam taman. Kita harus memastikan aturan itu jelas,” ujarnya.

Namun, aktivitas PKL di luar area taman masih di perbolehkan dengan mengikuti ketentuan kewilayahan. Pengaturannya akan di lakukan oleh pihak kelurahan.

“Di luar boleh, tetapi tetap mengikuti peraturan dari kewilayahan dan akan di atur oleh Bu Lurah,” katanya.

Selain penataan PKL, Pemkot Bandung juga akan memperkuat pengelolaan kebersihan.

Farhan meminta Kepala DPKP bersama Lurah Balonggede membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pembersihan di kawasan alun-alun.

Edukasi kepada masyarakat juga akan terus di lakukan agar pengunjung ikut menjaga kebersihan dan ketertiban ruang terbuka publik tersebut.

“Selain itu, kita juga harus terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan di taman dan kawasan alun-alun ini,” ucapnya.

BACA JUGA:

Atasi Krisis Sampah, Pemkot Bandung Gandeng Danantara dan Kemenristek

Farhan memastikan pembukaan Alun-alun Bandung kali ini bersifat permanen. Meski demikian, kawasan tersebut tidak di buka selama 24 jam.

Alun-alun Bandung akan beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Sementara pengaturan akses pintu masuk akan di tentukan secara teknis oleh DPKP dan pihak kelurahan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan ketertiban.

Farhan mengajak masyarakat memanfaatkan kembali Alun-alun Bandung sebagai ruang terbuka publik secara bersama-sama.

Menurutnya, masyarakat dapat menggunakan kawasan tersebut untuk berbagai aktivitas. Mulai dari bermain, botram hingga piknik. Namun, seluruh pengunjung di minta tetap mematuhi aturan yang berlaku.

“Untuk masyarakat, silakan manfaatkan ruang terbuka publik ini. Alun-alun merupakan warisan dari para pendiri Kota Bandung dan harus betul-betul di manfaatkan sebagai ruang terbuka bersama. Masyarakat mau bermain, mau botram, mau piknik, silakan. Tetapi tetap ikuti peraturan. Terutama mengenai hal-hal yang sangat penting seperti kebersihan dan ketertiban,” ungkapnya.

Farhan berharap, Alun-alun Bandung dapat kembali menjadi ruang publik yang nyaman dan bisa di nikmati seluruh lapisan masyarakat secara gratis.

“Kita ingin taman ini menjadi taman yang selalu membuat seluruh warga Bandung bahagia dan dapat di nikmati secara gratis,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

503 Warga Binaan Lapas Garut Terima Remisi HUT Kemerdekaan RI

0
warga binaan lapas Garut fokusjabar.id
foto Ilustrasi

GARUT, FOKUSJabar.id: 503 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut mendapatkan Remisi Umum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Pemberian remisi tersebut merupakan bagian dari usulan Remisi Umum Tahun 2026 yang di ajukan secara daring melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP).

BACA JUGA:

Sapi Edan Ngamuk di Halaman Kantor Desa Sukaluyu Garut

Berdasarkan data Lapas Kelas IIA Garut per 16 Agustus 2026, jumlah penghuni lapas mencapai 645 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 641 merupakan narapidana dan empat orang lainnya berstatus tahanan.

Dari total narapidana, sebanyak 503 orang mendapatkan Remisi Umum 2026. Rinciannya, 502 orang memperoleh Remisi Umum I atau pengurangan sebagian masa pidana. Dan satu orang mendapatkan Remisi Umum II (langsung bebas).

Untuk Remisi Umum I, sebanyak 99 orang memperoleh pengurangan masa pidana satu bulan, 79 orang mendapat remisi dua bulan.

133 orang mendapat tiga bulan, 105 orang mendapat empat bulan, 66 orang mendapat lima bulan dan 20 orang mendapat remisi enam bulan.

Sementara itu, satu narapidana yang memperoleh Remisi Umum II mendapatkan pengurangan masa pidana selama tiga bulan hingga di nyatakan langsung bebas.

Jika di lihat berdasarkan perkara, usulan remisi untuk tindak pidana umum mencapai 372 orang. Di antaranya terdiri dari kasus perlindungan anak sebanyak 193 orang, pencurian 47 orang, penganiayaan 22 orang.

Pembunuhan 17 orang, kekerasan seksual 12 orang, penggelapan 10 orang, psikotropika sembilan orang, penipuan tujuh orang serta sejumlah perkara lainnya.

Selain itu, terdapat 130 narapidana perkara narkotika yang mendapatkan usulan remisi berdasarkan ketentuan Pasal 34A ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012.

Untuk perkara korupsi, tidak terdapat narapidana yang di usulkan remisi berdasarkan Pasal 34A ayat (3) PP Nomor 28 Tahun 2006. Sementara berdasarkan Pasal 34A ayat (1) PP Nomor 99 Tahun 2012, terdapat satu orang yang di usulkan memperoleh remisi.

Di sisi lain, sebanyak 142 narapidana tidak di usulkan mendapatkan Remisi Umum 2026. Penyebabnya, karena belum menjalani masa pidana selama enam bulan, berstatus menjalani hukuman disiplin, masih dalam proses perbaikan administrasi, pencabutan program integrasi hingga berstatus tahanan.

Pemberian remisi tersebut juga berdampak pada penghematan anggaran negara untuk biaya makan narapidana.

Berdasarkan perhitungan Lapas Kelas IIA Garut, Remisi Umum I menghemat Rp1.007.160.000.

BACA JUGA:

Bupati Syakur Amin Kukuhkan Paskibraka Garut Tahun 2026

Penghematan tersebut berasal dari pengurangan masa pidana 502 narapidana dengan besaran biaya makan Rp22.000 per orang per hari.

Rinciannya, remisi satu bulan menghemat Rp65,34 juta, remisi dua bulan Rp104,28 juta, remisi tiga bulan Rp263,34 juta, remisi empat bulan Rp277,2 juta, remisi lima bulan Rp217,8 juta dan remisi enam bulan Rp79,2 juta.

Sementara Remisi Umum II yang di terima satu orang narapidana dengan pengurangan masa pidana tiga bulan menghemat Rp1,98 juta.

Dengan demikian, total penghematan anggaran biaya makan narapidana di Lapas Kelas IIA Garut setelah pemberian Remisi Umum I dan II mencapai Rp1.009.140.000.

(Bambang Fouristian)

Gubernur Jabar Bicara Soal Layanan Dasar Masyarakat

0
gubernur jabar fokusjabar.id
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Genap 81 tahun Indonesia merdeka, namun masih ada sejumlah masalah di Jawa Barat (Jabar) yang belum terselesaikan. Demikian di sampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

Menurut Dia, masalah yang utama yaitu belum terpenuhinya layanan dasar masyarakat.

BACA JUGA:

IMTI Petakan Wisata Ramah Muslim di Jabar, Penilaian Dimulai dari Depok hingga Bandung

Dia mencotohkan masih ada 500 ribu rakyat Jawa Barat tidak memiliki listrik. Padahal, wilayahnya merupakan provinsi dengan penghasil listrik terbesar.

“PLTA ada di sini, geotermal ada di sini, bahkan di Cirata sekarang ada PLTS. Nah, pembangunan selama ini sering kali mengabaikan daerah-daerah yang menjadi sumber produksi. Sehingga daerah sumber produksi itu sering mengalami penderitaan,” kata Dedi Mulyadi di kutip jpnn.com di kawasan Gedung Sate Kota Bandung, Senin (17/8/2026).

Selain itu, masalah lainnya yang harus segera di benahi terkait infrastruktur. Dia menyebut, terdapat sejumlah kabupaten dan kota (Garut, Sukabumi dan Cianjur) infrastrukturnya masih belum memadai.

Dedi Mulyadi menyoroti soal adanya perbudakan dan perilaku feodal yang terjadi di zaman sekarang.

Dia menilai, masih ada penyelenggara negara yang hidup foya-foya, sedangkan warganya hidup menderita.

“Sifat perilaku ini bisa terjadi kepada kami penyelenggara negara hari ini. Uangnya di habisin di ruang rapat, habis puluhan juta, makannya Rp300 ribu. Sementara rakyatnya tidak di urus. Pemimpinnya tidak bisa berbuat apapun bagi masyarakatnya. Rencananya banyak, tapi karya yang di buat oleh masyarakatnya tidak ada,” ungkap KDM.

Gubernur Jabar akan berupaya menyelesaikan semua masalah tersebut dalam kurun waktu 2 tahun ke depan.

Dalam waktu dekat, dia akan mengupayakan agar daerah yang jadi penghasil tambang atau listrik menjadi daerah yang paling makmur warganya.

Dia juga akan berupaya menghilangkan perilaku feodal.

BACA JUGA:

Bikin Jabar ‘Oyag’ Borong 100% Dukungan DPC ke Anton Sukartono Suratto

“Sekarang sudah saya buatkan dulu Keputusan Gubernur yang nanti di atur. Misalnya di APBD 2027 Kabupaten A dapat bagi hasil tambang paling tinggi. Terutama galian C, itu nanti akan kita arahkan membangun di desa,” ungkapnya.

“Birokrasinya harus membenah diri, jangan terlalu atributik. Makanya saya tidak mengutamakan atributik. Saya misalnya tidak terlalu meletakkan baju-baju dinas, tanda pangkat, segala macam. Karena itu akan menjauhkan kita dari layanan publik. Pakai baju biasa aja,” tutup KDM.

(Bambang Fouristian)

Cuaca Sejuk dan Aksi Pocong Loncat Warnai HUT ke-81 RI di Desa Karangsari Pangandaran

0
HUT ke-81 RI pangandaran fokusjabar.id
Suasna upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang.

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Desa Karangsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) berlangsung khidmat dan lancar, Minggu (17/8/2026).

‎Cuaca yang sejuk sejak pagi membuat ribuan warga hingga pelajar dari tingkat TK, RA, MI, SD dan SMK memadati lapangan desa untuk mengikuti upacara.

‎BACA JUGA:

DPRD Pangandaran Minta KUA-PPAS 2027 Selaras dengan RPJMD Sektor Pariwisata

‎Kemeriahan sangat terasa ketika detik-detik proklamasi berkumandang. Penampilan drum band cilik dari tingkat SD sukses menghibur peserta upacara.

‎Tak hanya itu, hasil kreativitas warga setempat juga berhasil mencuri perhatian. Beragam keunikan di tampilkan, mulai dari raungan knalpot brong hingga sosok “hantu pocong” yang loncat-loncat mengelilingi lapangan dan sukses mengundang gelak tawa peserta.

‎Inspektur upacara, Sukiman Sukmiharjo mengatakan, rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini terbilang meriah.

‎”Alhamdulillah berkat dukungan dari beberapa pihak suasana upacara pagi ini berjalan lancar tanpa kendala apapun,” ujar Sukiman di lokasi upacara, Minggu (17/8/2026).

‎Menurutnya, keterlibatan pelajar membuat suasana upacara semakin semarak. Pihak desa mengapresiasi SMK Negeri 1 Padaherang yang setiap tahun selalu mengirimkan pasukan pengibar bendera.

‎”Berkat dukungan dari pasukan pengibar bendera upacara bendera jadi semakin sakral,” katanya.

BACA JUGA:

Pakar Unpad Jelaskan Fenomena Upwelling Pemicu Biota Laut Terdampar di Pangandaran

‎Untuk memeriahkan HUT RI tahun ini, Desa Karangsari tidak menggelar pertandingan sepak bola karena di nilai rawan memicu perpecahan. Sebagai gantinya, panitia mengadakan sepeda santai dan jalan sehat yang di ikuti warga dari anak-anak hingga dewasa.

‎Terlebih, tidak di pungut biaya sepeserpun dan bagi pemenang yang berhasil dalam perlombaan tersebut membawa hadiah menarik.

‎”Kegiatan jalan sehat peminatnya luar biasa karena ada hadiah atau doorprize,” tambahnya.

‎Meski di meriahkan berbagai lomba, Sukiman menegaskan tujuan utama peringatan kemerdekaan adalah memupuk semangat kebangsaan.

‎”Dulu para pejuang kita manggul senjata bukan hanya harta benda nyawa pun di korbankan demi kemerdekaan Republik Indonesia. Kewajiban kita sekarang tinggal membangun apa yang kita bisa rasakan bersama,” tegasnya.

‎(Sajidin)

‎

3 Tahun Menabung Sampah, Pahlawan Sampah Ciamis Raih Motor HUT ke-81 RI

0
menabung sampah ciamis fokusjabar.id
Tiga Tahun Menabung Sampah, Pahlawan Sampah Ciamis Raih Motor di HUT ke-81 RI

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Selama tiga tahun, kebiasaan memilah dan menabung sampah dari lingkungan sekitar terus di lakukan secara rutin.

Konsistensi tersebut akhirnya mendapat apresiasi dalam bentuk hadiah sepeda motor pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

HUT ke-81 RI, Bupati Ciamis Ajak Masyarakat Kembali Menghayati Pengorbanan Pahlawan

Penghargaan tersebut di berikan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya kepada Udedi Kusmana, warga RT 01/RW 18 Kelurahan/Kecamatan sebagai penabung sampah perorangan terbaik.

Hut RI Pemkab Ciamis
Hut RI Pemkab Ciamis

Herdiat menyerahkan langsung hadiah tersebut usai upacara peringatan HUT ke-81 RI di Lapang Lokasana Ciamis, Senin (17/8/2026).

Udedi di nilai konsisten melakukan pemilahan sampah dari sumbernya dan menabung sampah yang telah di pilah ke Bank Sampah Ciamis (BSC).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PPRKPLH Kabupaten Ciamis, Slamet Budi Wibowo di dampingi Sekretaris Dinas, Aris Taufik Abadi menjelaskan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi masyarakat yang secara konsisten berperan dalam pengelolaan sampah.

“Ini hadiah bagi penabung sampah perorangan terbaik yang setiap tahun kita lakukan. Masyarakat yang sudah memilah sampah dari rumah kemudian menabung ke BSC, kita apresiasi,” jelasnya.

Menurutnya, pemberian reward tersebut di harapkan mampu mendorong masyarakat agar semakin aktif memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Penilaian dil akukan menggunakan sejumlah indikator. Di antaranya konsistensi, jumlah sampah yang berhasil di pilah serta kondisi sampah yang di setorkan.

“Yang pertama yang jelas itu kerajinan. Kemudian sampah yang masuk memang sudah terpilah, bukan residu. Ada berbagai indikator, termasuk profil masyarakatnya juga,” ujarnya.

Penilaian juga melihat rekam jejak penabung selama tiga tahun terakhir. Jumlah sampah yang berhasil di pilah dan di tabung kemudian di akumulasikan dalam satuan kilogram maupun ton.

BACA JUGA:

Kemenag Ciamis Gelar Doa Bersama HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Dari hasil penilaian tersebut, kandidat di saring menjadi lima besar sebelum akhirnya di tetapkan satu penerima terbaik.

Hadiah sepeda motor merupakan dukungan dari bank bjb Cabang Ciamis dan di berikan tanpa menggunakan anggaran APBD.

“Sepeda motor ini supporting dari bank bjb Ciamis. Setiap tahun di berikan bantuan, jadi non-APBD,” katanya.

Saat ini, terdapat sekitar 305 Bank Sampah di Kabupaten Ciamis. Termasuk sekitar 188 Bank Sampah Unit yang bersama-sama dengan Bank Sampah Induk Ciamis.

Pihaknya berharap, masyarakat semakin aktif membangun Bank Sampah Unit di wilayah masing-masing, bahkan hingga tingkat RW.

“Harapan ke depannya masyarakat lebih giat lagi dalam memilah sampah. Kemudian membangun komunitas dalam bentuk Bank Sampah Unit di setiap desa. Malah kalau bisa per RW itu harus punya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut telah berkontribusi terhadap pengurangan sampah di Kabupaten Ciamis yang secara akumulasi mencapai sekitar 40 persen.

Udedi Kusmana mengaku bersyukur atas penghargaan yang dia terima.

Ia mengatakan, aktivitas pengelolaan sampah berawal ketika pemungut sampah di lingkungannya berhenti dan kemudian di lanjutkan olehnya sebagai Ketua RT.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saya sendiri selaku Ketua RT, dulu di sini ada pemungut sampah, tetapi berhenti dan kemudian di lanjutkan sama saya,” ujar Udedi.

Selama tiga tahun terakhir, Udedi rutin mengumpulkan dan memilah sampah dari lingkungan sekitar. Sampah tersebut kemudian di tabung ke Bank Sampah Ciamis setiap dua hari sekali.

“Sudah selama tiga tahun saya di bidang pengelolaan sampah. Setiap dua hari sekali menabung ke BSC, Bank Sampah Ciamis,” katanya.

Ia mengaku tidak menyangka kebiasaan yang di lakukan selama tiga tahun tersebut berbuah penghargaan berupa sepeda motor.

Bagi Udedi, penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari rumah.

(Mia)

Dari Kanada ke Cikunir, Keluarga Campuran Rayakan HUT ke-81 RI dengan Kereta Kuda

0
Kanada Cikunir tasimalaya fokusjabar.id
Keluarga Kanada rayakan HUT RI di Cikunir, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), Senin (17/8/2026) menghadirkan pemandangan yang tak biasa.

Di tengah ribuan warga yang memadati Lapangan Pojokdedes untuk mengikuti upacara dan pesta rakyat, sebuah kereta kuda perlahan melintas membawa satu keluarga yang datang jauh dari Kanada.

BACA JUGA:

Mahasiswa Umtas Hadirkan Pojok Sehat Digital di 4 Posyandu Kawalu Tasikmalaya

Keluarga tersebut adalah keluarga Shaahid Bateson, pria asal Kanada yang puluhan tahun lalu mempersunting perempuan asli Kampung Sunia Desa Cikunir, Aliya Sukmawati.

Dari pernikahan tersebut, keduanya kini di karuniai tiga anak yang tumbuh dengan latar belakang budaya Kanada dan Sunda.

Kehadiran mereka bukan sekadar perjalanan wisata. Ada ikatan emosional yang membawa keluarga tersebut kembali ke tanah kelahiran Aliya sekaligus menjadi kesempatan bagi anak-anak mereka mengenal lebih dekat akar budaya Sunda dan suasana kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia.

Dengan mengenakan pakaian bernuansa tradisional, keluarga ini di arak menggunakan kereta kuda bersama warga Kampung Sunia.

Kehadiran mereka sontak menarik perhatian peserta upacara dan masyarakat yang memenuhi lapangan.

Senyum, lambaian tangan serta sapaan warga mengiringi perjalanan keluarga tersebut. Tidak sedikit warga mengabadikan momen langka itu dengan kamera telepon seluler.

Bagi Shaahid Bateson, pengalaman tersebut menjadi perjalanan yang sangat istimewa.

Ia mengaku bahagia dapat menyaksikan secara langsung bagaimana masyarakat Desa Cikunir merayakan hari kemerdekaan dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan.

“Ini perjalanan kami yang teramat istimewa. Sungguh sangat senang melihat masyarakat berbahagia memeriahkan kemerdekaannya. Ini luar biasa,” ujar Shaahid.

Ia juga menyampaikan kesannya terhadap sambutan masyarakat Cikunir yang di nilai sangat ramah dan terbuka terhadap keluarganya.

Menurut dia, keramahan tersebut menjadi pengalaman yang akan di kenang keluarganya. Ia pun berharap kebaikan dan kebersamaan yang di perlihatkan masyarakat Cikunir terus terjaga.

BACA JUGA:

PQN 2026 Percepat Digitalisasi Transaksi Keuangan di Kota Tasikmalaya

“Warga Cikunir sangat baik dan welcome terhadap keluarga kami. Semoga kebaikan ini senantiasa menyertai seluruh masyarakat Cikunir,” katanya.

Kepala Desa Cikunir, Ibin Arifin menyambut baik kehadiran keluarga Shaahid Bateson.

Menurutnya, kehadiran keluarga dari Kanada tersebut memberikan warna tersendiri dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di desanya.

Ia mengaku bersyukur karena keluarga Shaahid secara khusus menyempatkan diri hadir dan ikut merasakan kemeriahan perayaan kemerdekaan bersama masyarakat.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada keluarga Shaahid yang sengaja datang untuk turut memeriahkan upacara kemerdekaan bersama warga,” kata Ibin.

Bagi Desa Cikunir, kehadiran keluarga lintas negara tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada batas geografis maupun perbedaan latar belakang.

Dari sebuah kampung di Tasikmalaya, keluarga dengan darah Kanada dan Sunda itu justru menemukan kembali makna kebersamaan melalui sebuah perayaan sederhana: berkumpul, tersenyum, saling menyapa dan menikmati kegembiraan bersama masyarakat.

BACA JUGA:

bank bjb Tasikmalaya Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Di tengah kerumunan warga dan kibaran Merah Putih, kereta kuda yang membawa keluarga tersebut seolah menjadi simbol kecil tentang bagaimana budaya, keluarga dan persahabatan dapat mempertemukan manusia dari dua belahan dunia dalam satu suasana kebahagiaan.

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Cikunir pun tak sekadar menjadi pesta rakyat.

Bagi keluarga Shaahid dan Aliya, hari itu menjadi perjalanan pulang menuju akar keluarga, sekaligus pengalaman berharga bagi generasi mereka untuk mengenal Indonesia dari dekat.

(Farhan Kamil)

Sapi Edan Ngamuk di Halaman Kantor Desa Sukaluyu Garut

0
Sapi Edan Sukaluyu garut fokusjabar.id
Atraksi kesenian tradisional Sapi Edan Desa Sukaluyu

GARUT, FOKUSJabar.id: Di tengah gempuran hiburan digital, kesenian tradisional kembali mendapat tempat di hati Masyarakat sebagai sarana hiburan dan rekreasi keluarga. Salah satunya, “Sasapian” atau beken dengan sebutan “Sapi Edan.”

Sapi Edan merupakan salah satu kesenian tradisional kebanggaan warga Desa Sukaluyu Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar).

BACA JUGA:

Sasapian ‘Ngamuk’ di Tanah Sukaluyu Garut

Sapi Edan mengandung unsur mistik (magis) dan kerap di tampilkan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dan di undang tampil perayaan syukuran warga.

Kali ini, Sapi Edan mengamuk di area pesawahan depan kantor Desa Sukaluyu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia.

Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan atraksi para pelaku seni yang melibatkan anak-anak muda tersebut.

Sesepuh sekaligus pendiri Lingkung Seni Sapi Edan, Suparman (Apih Parman) menjelaskan, orang yang masuk ke dalam keranda sapi-sapian akan kerasukan roh leluhur (kesurupan).

Setelah itu, menjadi liar dan langsung beratraksi mengikuti alunan suara gamelan (bedug, kendang, gong, kecrek, saron dan kenong) yang sudah berumur ratusan tahun.

Menurutnya, semakin keras gamelan di tabuh, maka akan semakin liar pula orang yang berada dalam keranda sapi-sapian.

Apih Parman menyebut, Sasapian yang sudah kerasukan roh leluhur di kawal agar tidak mengamuk kepada para penonton.

“Sasapian yang sudah kerasukan roh di kawal ketat agar tidak mengamuk ke penonton,” ungkap Dia, Senin (17/8/2026).

Apih Parman menerangkan, Sapi Edan sebenarnya dapat di jadikan ikon kesenian tradisional Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Sayangnya, kepedulian Pemkab terhadap kesenian-kesenian tradisional nyaris tidak ada. Khususnya Sasapian Desa Sukaluyu.

Keterlibatan anak-anak muda dalam suatu kegiatan seni budaya akan semakin menguatkan keberadaan seni budaya tradisional dalam pelestariannya. Sehingga dengan sendirinya akan menjadi ikon seni budaya suatu daerah.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ungkap Progres Perbaikan Jalan Banjarwangi

“Inilah kekayaan seni budaya yang sesungguhnya. Di mana partisipasi masyarakat masih terlibat dan turut serta dalam aktivitasnya. Atraksinya di lakukan di sebuah lapangan. Sebelumnya berjalan di jalan raya,” kata Apih Parman kepada FOKUSJabar.

Menurut dia, sebelum pelaksanaan, pihaknya melakukan ritual terlebih dulu untuk meminta izin serta keselamatan sang maha pencipta.

Lingkung Seni Sasapian bukan pergelaran hiburan semata, melainkan tanda bakti dan ketulusan jiwa para pelaku seni dalam menjaga denyut nadi budaya.

“Penampilan seni yang di persembahkan merupakan bentuk nyata sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang bukan hanya untuk di kenang. Tetapi untuk di maknai, di rawat dan di wariskan,” ungkapnya.

Gelaran kesenian tradisional yang di gelar di Lapangan Desa Sukaluyu di sambut antusias ribuan warga.

Ribuan masyarakat dari berbagai usia hadir untuk menikmati pertunjukan Sapi Edan secara gratis.

“Saya senang banget ada acara kesenian tradisional. Sudah lama gak melihatnya. Rasanya nostalgia peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia,” kata salah seorang penonton, Yana Mulyana.

Senada di katakan Dewi. Dia bersama anak dan kerabat sengaja meluangkan waktu khusus untuk nonton kesenian tradisional kebanggaan Desa Sukaluyu.

“Biasanya hiburan di TikTok. Tapi ini beda, seru dan bisa foto-foto juga. Keren sih kalau rutin di adain,” singkat Dewi.

(Bambang Fouristian)