PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Desa Karangsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) berlangsung khidmat dan lancar, Minggu (17/8/2026).
Cuaca yang sejuk sejak pagi membuat ribuan warga hingga pelajar dari tingkat TK, RA, MI, SD dan SMK memadati lapangan desa untuk mengikuti upacara.
BACA JUGA:
DPRD Pangandaran Minta KUA-PPAS 2027 Selaras dengan RPJMD Sektor Pariwisata
Kemeriahan sangat terasa ketika detik-detik proklamasi berkumandang. Penampilan drum band cilik dari tingkat SD sukses menghibur peserta upacara.
Tak hanya itu, hasil kreativitas warga setempat juga berhasil mencuri perhatian. Beragam keunikan di tampilkan, mulai dari raungan knalpot brong hingga sosok “hantu pocong” yang loncat-loncat mengelilingi lapangan dan sukses mengundang gelak tawa peserta.
Inspektur upacara, Sukiman Sukmiharjo mengatakan, rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini terbilang meriah.
”Alhamdulillah berkat dukungan dari beberapa pihak suasana upacara pagi ini berjalan lancar tanpa kendala apapun,” ujar Sukiman di lokasi upacara, Minggu (17/8/2026).
Menurutnya, keterlibatan pelajar membuat suasana upacara semakin semarak. Pihak desa mengapresiasi SMK Negeri 1 Padaherang yang setiap tahun selalu mengirimkan pasukan pengibar bendera.
”Berkat dukungan dari pasukan pengibar bendera upacara bendera jadi semakin sakral,” katanya.
BACA JUGA:
Pakar Unpad Jelaskan Fenomena Upwelling Pemicu Biota Laut Terdampar di Pangandaran
Untuk memeriahkan HUT RI tahun ini, Desa Karangsari tidak menggelar pertandingan sepak bola karena di nilai rawan memicu perpecahan. Sebagai gantinya, panitia mengadakan sepeda santai dan jalan sehat yang di ikuti warga dari anak-anak hingga dewasa.
Terlebih, tidak di pungut biaya sepeserpun dan bagi pemenang yang berhasil dalam perlombaan tersebut membawa hadiah menarik.
”Kegiatan jalan sehat peminatnya luar biasa karena ada hadiah atau doorprize,” tambahnya.
Meski di meriahkan berbagai lomba, Sukiman menegaskan tujuan utama peringatan kemerdekaan adalah memupuk semangat kebangsaan.
”Dulu para pejuang kita manggul senjata bukan hanya harta benda nyawa pun di korbankan demi kemerdekaan Republik Indonesia. Kewajiban kita sekarang tinggal membangun apa yang kita bisa rasakan bersama,” tegasnya.
(Sajidin)



