spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 216

3 Warga Binaan Lapas Ciamis Langsung Bebas Saat HUT RI, Herdiat Titip Pesan Menyentuh

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat mengunjungi Lapas Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis terus berkomitmen mendukung penuh seluruh program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis. Pemkab meyakini seluruh warga binaan merupakan bagian utuh dari masyarakat Ciamis yang siap kembali dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan hal tersebut secara langsung saat menghadiri acara penyerahan remisi kemerdekaan di Lapas Kelas IIB Ciamis, Senin (17/8/2026).

Baca Juga: 3 Tahun Menabung Sampah, Pahlawan Sampah Ciamis Raih Motor HUT ke-81 RI

Pada kesempatan tersebut, Herdiat memberikan apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih kepada Kalapas beserta seluruh jajaran atas sinergi kokoh yang terjalin bersama Pemkab Ciamis.

“Saya sampaikan ucapan selamat kepada 228 warga binaan Lapas Ciamis yang terdiri dari 224 orang laki laki dan 4 perempuan yang telah mendapatkan remisi dan Tiga orang langsung bebas,” ucapnya.

Pesan Haru untuk Warga Binaan yang Bebas

Herdiat mengajak para penerima remisi untuk bersyukur dan menjadikan momen kebebasan ini sebagai anugerah besar dari Allah SWT. Ia mendorong mereka kembali ke tengah keluarga dengan jiwa yang bersih serta semangat baru.

“Tunjukanlah bahwa tempaan di Lapas Kelas IIB Ciamis ini telah mentranpormasi diri saudara sebagai menjadi pribadi yang lebih baik,matang dan bertanggungjawab,” jelasnya.

Ia menegaskan, remisi bukan sekadar hadiah atau pemotongan masa hukuman biasa, melainkan bentuk penghargaan negara atas perubahan perilaku warga binaan.

“Saya berpesan kepada seluruh warga binaan agar menjadikan setiap proses pembinaan, pelatihan keterampilan serta program program lainya selama berada di Lapas Kelas IIB Ciamis sebagai pelajaran berharga dalam perjalan hidup saudara semuanya,” jelasnya.

Titik Balik Menuju Masa Depan Cemerlang

Bupati Ciamis mengimbau agar seluruh pengalaman selama menjalani masa hukuman menjadi pelajaran berharga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Peejalanan hidup saudara belum berakhir masa depan yang gemilang masih membentang luas dihadapan saudara semuanya,” terangnya.

Motivasi Bagi yang Belum Menerima Remisi

Bagi warga binaan yang belum memperoleh pengurangan masa hukuman pada momen kali ini, Herdiat memberi dorongan agar tetap optimistis dan tidak berkecil hati.

“Teruslah berbesar hati dan jadikanlah momentum ini sebagai pemacu semangat untuk memperbaiki diri. Tunjukan sikap, prilaku, Budi pekerti serta perbuatan yang sangat baik. Terlebih patuh terhadap tata tertib selama mengikuti program pembinaan di Lapas ini,” tegasnya.

(Husen Maharaja)

Gebyar Kemerdekaan Kodam III/Siliwangi Hadirkan Pesta Kuliner UMKM Hingga Konser Dewa 19 dan Jamrud

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih Saat Meninjau 180 Stand UMKM Pada Kegiatan Semarak HUT ke-81 RI di Stadion Siliwangi Kota Bandung Senin (18/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kodam III/Siliwangi merangkul 180 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Bandung dan sekitarnya dalam ajang Gebyar Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara megah ini berlangsung khusus untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI.

Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih menegaskan bahwa kehadiran ratusan UMKM ini bertujuan untuk membagikan kebahagiaan secara langsung kepada warga.

Baca Juga: Alun-alun Bandung Dibuka Permanen, Farhan: PKL Tak Boleh Masuk

“UMKM yang ada di sekitar Bandung ini yang kita rencanakan ada 180 UMKM yang kita undang. Untuk hari ini kita gratiskan untuk makan,” kata Kosasih di Stadion Siliwangi Kota Bandung, Senin (17/8/2026).

Sajikan Kuliner Gratis dan Pelayanan Kesehatan

Kodam III/Siliwangi merancang beragam agenda menarik yang bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Panitia menyediakan ragam lomba tradisional, layanan berobat gratis, hingga santapan kuliner tanpa biaya.

“Mudah-mudahan seluruhnya melaksanakan kegiatan ini lancar. Kita juga melaksanakan perlombaan-perlombaan tradisional buat masyarakat,” ujarnya.

Pameran Alutsista Terbuka untuk Umum

Masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya juga berkesempatan melihat langsung jajaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Lapangan Siliwangi.

“Silakan masyarakat bisa hadir ke Lapangan Siliwangi sini selama kurang lebih sepekan, terbuka buat umum,” katanya.

Lomba Lari hingga Panggung Hiburan Musik

Rangkaian Gebyar Kemerdekaan ini makin semarak dengan ajang olahraga Siliwangi Run yang membuka kategori 5K dan 10K.

Sebagai penutup kemeriahan, jajaran grup musik papan atas tanah air seperti Kuburan Band, Dewa 19, dan Jamrud bakal menggetarkan panggung hiburan.

“Nanti akan ditutup oleh band-band yang saya kira cukup terkenal di Indonesia, ada Kuburan Band, Dewa 19, Jamrud. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar dan mudah-mudahan bisa menghibur masyarakat,” jelasnya.

Melalui perhelatan sepekan penuh ini, Kodam III/Siliwangi ingin mempererat tali silaturahmi sekaligus menghibur seluruh warga Jawa Barat.

“Saya rasa ini mungkin yang pertama kali di Kodam III/Siliwangi secara sepekan kita melaksanakan Gebyar Kemerdekaan Republik Indonesia untuk masyarakat Jawa Barat khususnya,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Ketum PM Gatra Bicara Soal Tugu Perjuangan Alun-alun Limbangan

0
Tugu Perjuangan Alun-alun Limbangan fokusjabar.id
Ketum PM Gatra, Rd. H. Holil Aksan Umarzen

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua Umum (Ketum) Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen menyampaikan gagasan agar Tugu Perjuangan di kawasan Alun-alun Limbangan di siapkan sebagai Titik Nol Kabupaten Garut Utara jika nanti telah di tetapkan dan di bentuk secara resmi.

Menurut Holil, gagasan tersebut bukan sekadar menentukan sebuah titik geografis. Melainkan bagian dari upaya menempatkan sejarah Limbangan sebagai salah satu fondasi identitas Kabupaten Garut Utara.

BACA JUGA:

Soal Remisi Warga Binaan Lapas Garut, Bupati Syakur Bilang Begini

“Tugu Perjuangan Alun-alun Limbangan layak menjadi Titik Nol Garut Utara. Syaratnya, status Tanah Kaum Limbangan harus terlebih dahulu di selesaikan dan memiliki kepastian hukum sebagai aset pemerintah daerah,” tegas Dia, Senin (17/8/2026).

Holil menyebut, persoalan tanah Kaum Limbangan tidak boleh di pandang hanya sebagai persoalan administrasi pertanahan. Pasalnya, kawasan tersebut memiliki dimensi sejarah, sosial, budaya dan kepentingan publik yang harus di perhatikan dalam proses penataan aset daerah.

Karena itu, pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten Garut melakukan inventarisasi, penelitian dokumen, verifikasi status pertanahan serta penataan administrasi aset secara transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum.

“Kita tidak boleh mewariskan persoalan aset kepada Kabupaten Garut Utara. Sebelum Garut Utara lahir, persoalan aset strategis di wilayah ini harus sudah di tata dan di selesaikan,” tegas Holil.

Dari Aset Pemkab Garut jadi Aset Garut Utara

Ketum PM Gatra menjelaskan, jika berdasarkan hasil penelitian dan ketentuan hukum Tanah Kaum Limbangan dapat di tetapkan sebagai aset Pemerintah Kabupaten Garut, maka aset tersebut perlu di amankan sebagai aset publik yang di peruntukkan bagi kepentingan masyarakat.

Selanjutnya, setelah Kabupaten Garut Utara terbentuk secara resmi, aset yang berada dalam wilayah kewenangan Kabupaten Garut Utara tersebut dapat di tata dan di alihkan/di tetapkan menjadi aset Pemerintah Kabupaten Garut Utara sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ungkap Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Daerah

“Prinsipnya sederhana, aset publik harus tetap menjadi aset publik. Hari ini menjadi bagian dari aset Pemkab Garut. Dan ketika Garut Utara terbentuk, sepanjang memenuhi ketentuan penyerahan aset daerah, menjadi bagian dari aset Pemkab Garut Utara,” ungkapnya.

Menurut Ketum PM Gatra, keberadaan Tugu Perjuangan mempunyai makna yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah monumen.

Tugu tersebut dapat menjadi simbol kesinambungan sejarah Limbangan dengan masa depan Garut Utara.

Karena itu, jika nanti Garut Utara terbentuk, kawasan Tugu Perjuangan Alun-alun Limbangan dapat di kembangkan sebagai landmark sejarah dan Titik Nol Kabupaten Garut Utara.

“Titik Nol bukan sekadar koordinat. Titik Nol adalah simbol di mulainya perjalanan baru Garut Utara dengan tetap menghormati akar sejarah Limbangan,” imbuhnya.

Karena itu, PM Gatra meminta Pemerintah Kabupaten Garut dan seluruh pemangku kepentingan tidak menunggu sampai Kabupaten Garut Utara terbentuk untuk membicarakan persoalan aset.

Penataan aset harus menjadi bagian dari Grand Design pembentukan Garut Utara. Sehingga ketika DOB terbentuk, pemerintah baru tidak menghadapi persoalan aset yang belum jelas.

“Kita sedang memperjuangkan masa depan daerah. Karena itu, sejak sekarang harus di pikirkan apa yang akan di wariskan kepada Garut Utara? Bukan sengketa, bukan ketidakjelasan aset, tetapi aset publik yang tertib, legal dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Holil.

Limbangan: Akar Sejarah dan Titik Awal Masa Depan 

Holil menegaskan, gagasan Titik Nol ini merupakan bagian dari semangat Limbangan Ngadaun Ngora (menghidupkan kembali nilai sejarah dan menjadikannya energi untuk membangun masa depan).

“Limbangan memiliki sejarah panjang. Garut Utara juga memiliki masa depan panjang. Kita ingin keduanya bertemu di satu titik. Tugu Perjuangan Alun-alun Limbangan sebagai simbol sejarah sekaligus Titik Nol Garut Utara,” tutup Holil.

(Bambang Fouristian)

Soal Remisi Warga Binaan Lapas Garut, Bupati Syakur Bilang Begini

0
bupati garut remisi fokusjabar.is
Bypati Garut dalam acara pemberian remisi

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin hadir dalam  acara penyerahan Remisi Umum bagi narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum bagi warga binaan Lapas Kelas IIA Garut, Senin (17/8/2026).

Bupati membacakan sambutan tertulis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ungkap Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Daerah

Ia menyampaikan bahwa pemerintah memberikan remisi kepada narapidana dan pengurangan masa pidana kepada Anak Binaan sebagai bentuk penghargaan atas proses pembinaan yang telah di jalani dengan baik.

Menurutnya, pemberian hak tersebut juga menjadi bagian dari upaya reintegrasi sosial agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal pembinaan dan perubahan perilaku yang lebih baik.

Bagi narapidana, remisi di harapkan menjadi motivasi untuk terus menjaga disiplin, meningkatkan kualitas diri serta mengikuti program pembinaan kepribadian dan kemandirian.

“Sementara itu, bagi Anak Binaan, Pengurangan Masa Pidana memiliki makna yang jauh lebih mendalam. Negara memandang bahwa setiap anak sebagai generasi penerus bangsa memiliki kesempatan luas untuk memperbaiki masa depan yang lebih baik,” katanya.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy menyampaikan, berdasarkan data per 16 Agustus 2026, jumlah penghuni Lapas Kelas IIA Garut mencapai 645 orang. Terdiri atas 641 narapidana dan 4 tahanan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 503 narapidana memperoleh Remisi Umum Tahun 2026.

Sebanyak 502 orang menerima Remisi Umum I berupa pengurangan sebagian masa pidana, dengan besaran remisi antara 1 hingga 6 bulan.

Sementara satu orang memperoleh Remisi Umum II berupa pengurangan masa pidana selama 3 bulan dan langsung di nyatakan bebas.

BACA JUGA:

503 Warga Binaan Lapas Garut Terima Remisi HUT Kemerdekaan RI

Rusdedy menegaskan, pemberian remisi merupakan hasil dari proses pembinaan serta penilaian terhadap perilaku dan kedisiplinan warga binaan.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung proses pengusulan remisi secara transparan, akuntabel dan tepat waktu.

Selain menjadi bagian dari pembinaan dan pemenuhan hak warga binaan, pemberian remisi juga berdampak pada efisiensi anggaran negara.

Total penghematan biaya makan warga binaan di Lapas Kelas IIA Garut melalui pemberian remisi tahun 2026 mencapai Rp1.009.140.000.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan dan pemenuhan hak warga binaan. Tetapi juga dapat turut mendukung efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Ungkap Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Daerah

0
Bupati Garut pertumbuhan ekonomifokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menyampaikan sejumlah capaian positif pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Otista, Senin (17/8/2026).

Menurut Syakur, Kabupaten Garut menunjukkan sejumlah perkembangan positif di tengah berbagai tantangan pembangunan. Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen daerah dan perlu terus di tingkatkan.

BACA JUGA:

503 Warga Binaan Lapas Garut Terima Remisi HUT Kemerdekaan RI

“Pertumbuhan perekonomian Kabupaten Garut pada tahun 2025 mencapai 5,9 persen. Kondisi ini naik di bandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,95 persen,” kata Bupati Garut.

Selain pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut meningkat dari 69,91 poin menjadi 70,57 poin. Peningkatan tersebut mencerminkan perbaikan pada sektor pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat.

Indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Persentase penduduk miskin turun dari 9,68 persen menjadi 9,39 persen.

Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun dari 6,96 persen menjadi 6,54 persen.

Adapun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita meningkat dari Rp29,01 juta menjadi Rp31,29 juta per tahun.

Bupati menegaskan, berbagai capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus membangun Garut. Menurutnya, kemajuan daerah membutuhkan kesungguhan, kerja keras dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan dan persoalan yang masih terjadi.

Ia menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelayanan dan pembangunan.

BACA JUGA:

Sapi Edan Ngamuk di Halaman Kantor Desa Sukaluyu Garut

“Namun demikian di sisi lain, saya mengharapkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Garut. Kita tidak akan mampu melaju untuk maju, jika seluruh elemen masyarakat tidak menguatkan tekad, serta terus mengembangkan semangat kebersamaan untuk memajukan Kabupaten Garut yang kita cintai ini,” ucap Bupati Garut.

Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mengesampingkan perbedaan serta memperkuat persatuan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

(Bambang Fouristian)

Libur HUT ke-81 RI, Ribuan Wisatawan Padati Pantai Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Kondisi wisatawan di Pantai Barat Pangandaran (istimewa)

‎PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati kawasan Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, pada momen libur Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

‎Sejak pagi, bibir pantai sudah dipenuhi pengunjung. Mereka menghabiskan libur panjang dengan berbagai aktivitas, mulai dari bermain pasir, berenang, menaiki kuda, berjalan-jalan, hingga duduk santai menikmati deburan ombak.

‎Padatnya kunjungan ini menunjukkan momentum upacara HUT RI tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berlibur ke Pangandaran.

Baca Juga: Cuaca Sejuk dan Aksi Pocong Loncat Warnai HUT ke-81 RI di Desa Karangsari Pangandaran

‎Seorang wisatawan asal Tasikmalaya, Edwin (34), mengaku sengaja memilih Pantai Pangandaran sebagai tujuan liburan karena bertepatan dengan hari libur nasional.

‎”Agustusan kita liburan dulu di pantai. Mumpung libur,” ujar Edwin, Senin (17/8/2026).

‎Ia awalnya mengira objek wisata Pangandaran tidak akan terlalu ramai karena bersamaan dengan pelaksanaan upacara HUT RI. Namun perkiraannya meleset.

‎”Sebelum sampai ke Pangandaran, awalnya saya kira tidak banyak orang yang liburan saat upacara HUT RI. Tapi ternyata ramai, di sini malah banyak orang,” katanya.

Total Kunjungan Wisatawan

‎Tingginya aktivitas wisatawan juga tercermin dari data kunjungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran.

‎Pada Minggu (16/8/2026), total kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Pangandaran mencapai 41.541 orang.

‎Pantai Pangandaran menjadi destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi, yakni 22.994 orang. Disusul Pantai Batukaras 9.226 orang, Pantai Batuhiu 3.627 orang, Green Canyon 2.290 orang, Pantai Madasari 2.284 orang, dan Pantai Karapyak 1.120 orang.

Baca Juga: Bikin Candu! Keindahan Senja di Pantai Barat Pangandaran

‎Sementara pada Senin (17/8/2026) hingga pukul 12.00 WIB, jumlah total kunjungan tercatat 4.472 orang.

‎Rinciannya, Pantai Pangandaran 2.432 orang, Pantai Batu karas 1.145 orang, Pantai Batuhiu 203 orang, Pantai Karapyak 208 orang, Green Canyon 222 orang, dan Pantai Madasari 262 orang.

‎Lonjakan wisatawan saat libur HUT RI ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga sore. Petugas gabungan pun disiagakan untuk mengatur lalu lintas dan menjaga keamanan di kawasan wisata.

(Sajidin)

Duh! Kebakaran Lahan di Garut Melonjak 676,2 Persen

0
kebakaran garut fokusjabar.id
foto ilustrasi

GARUT, FOKUSJabar.id: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah kejadian kebakaran sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan data penanganan kebakaran hingga 16 Agustus 2026, tercatat sebanyak 338 kejadian kebakaran. Kasus tersebut meningkat di bandingkan total kejadian sepanjang tahun 2025 yang mencapai 225 kejadian.

BACA JUGA:

Sapi Edan Ngamuk di Halaman Kantor Desa Sukaluyu Garut

Dari total 338 kejadian pada 2026 tersebut, sebanyak 175 kejadian merupakan kebakaran nonlahan. Sementara 163 kejadian lainnya merupakan kebakaran lahan.

Dengan demikian, hingga 16 Agustus 2026 sudah terjadi peningkatan sebanyak 113 kejadian atau sekitar 50,2 persen di bandingkan keseluruhan kejadian kebakaran sepanjang 2025.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kejadian kebakaran pada 2026 di pengaruhi oleh tingginya kasus kebakaran lahan.

Namun data tersebut belum dapat di bandingkan secara penuh dengan tahun 2025 karena pencatatan tahun 2026 baru berlangsung sampai 16 Agustus.

Kondisi yang paling menjadi perhatian adalah peningkatan kasus kebakaran lahan. Pada 2025, Disdamkarmat Garut mencatat sebanyak 21 kejadian kebakaran lahan. Sementara hingga 16 Agustus 2026, jumlahnya telah mencapai 163 kasus.

Artinya, terjadi penambahan sebanyak 142 kejadian atau sekitar 676,2 persen di bandingkan jumlah kebakaran lahan sepanjang tahun 2025.

BACA JUGA:

Bupati Syakur Amin Kukuhkan Paskibraka Garut Tahun 2026

Lonjakan paling tinggi pada 2026 terjadi pada Juli dengan 81 kejadian. Kemudian Agustus sebanyak 66 kasus hingga 16 Agustus. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan risiko kebakaran lahan yang sangat signifikan. Khususnya pada periode pertengahan tahun.

Untuk kebakaran nonlahan, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 204 kasus. Sedangkan pada 2026 hingga 16 Agustus tercatat 175 kejadian.

Kejadian kebakaran nonlahan tertinggi pada 2026 terjadi pada Juli sebanyak 35 kejadian. Februari 27 kejadian dan Maret 24 kasus.

Meskipun jumlah tersebut masih berada di bawah total kejadian nonlahan sepanjang 2025, angka 175 kejadian hingga 16 Agustus 2026 sudah mencapai sekitar 85,3 persen dari total kejadian tahun sebelumnya.

Jika tren peningkatan terus berlangsung hingga akhir tahun, jumlah kebakaran nonlahan pada 2026 berpotensi melampaui angka tahun 2025.

Data Disdamkarmat Kabupaten Garut menjadi gambaran penting mengenai meningkatnya ancaman kebakaran. Terlebih, lonjakan kebakaran lahan yang mencapai lebih dari tujuh kali lipat di bandingkan tahun sebelumnya menjadi perhatian serius dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ungkap Progres Perbaikan Jalan Banjarwangi

Disdamkarmat Garut terus meningkatkan kesiapsiagaan. Khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran lahan yang meningkat pada periode pertengahan tahun.

Disdamkarmat Garut juga memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran.

(Bambang Fouristian)