CIAMIS,FOKUSjabar.id: Musim kemarau panjang masih melanda wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Hujan yang belum kunjung turun memicu maraknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai titik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengonfirmasi lonjakan kasus Karhutla tersebut pada Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Kemarau Panjang di Ciamis Meluas, 53 Ribu Jiwa di 74 Desa Kini Butuh Air Bersih
Laporan data BPBD mencatat kasus kebakaran lahan telah terjadi di 19 wilayah kecamatan di Kabupaten Ciamis.
“44 Desa lahannya telah dilaporkan mengalami kebakaran,” kata Ani Supiani, Rabu (7/10/2026).
Rincian Area dan Luas Lahan Terbakar
Kebakaran lahan di 44 desa tersebut tersebar di 50 wilayah dusun. Kobaran api membumihanguskan berbagai jenis lahan, mulai dari area produksi hingga lahan pemukiman warga.
“Lahan yang terbakar itu yang merupakan lahan produksi tercatat 40 Ha,” ucap Ani.
Selain lahan produksi, kobaran api juga menghanguskan puluhan ribu hektar area milik warga setempat.
“41.287 Ha lahan milik warga ikut hangus terbakar,” jelasnya.
Amukan si jago merah turut membakar fasilitas umum di sejumlah titik. BPBD mencatat kebakaran menimpa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seluas 0,047 hektar dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) seluas 0,005 hektar.
“Total lahan yang mengalami kebakaran itu ada 81,339 Ha,” pungkasi Ani.
(Husen Maharaja)



