TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), Senin (17/8/2026) menghadirkan pemandangan yang tak biasa.
Di tengah ribuan warga yang memadati Lapangan Pojokdedes untuk mengikuti upacara dan pesta rakyat, sebuah kereta kuda perlahan melintas membawa satu keluarga yang datang jauh dari Kanada.
BACA JUGA:
Mahasiswa Umtas Hadirkan Pojok Sehat Digital di 4 Posyandu Kawalu Tasikmalaya
Keluarga tersebut adalah keluarga Shaahid Bateson, pria asal Kanada yang puluhan tahun lalu mempersunting perempuan asli Kampung Sunia Desa Cikunir, Aliya Sukmawati.
Dari pernikahan tersebut, keduanya kini di karuniai tiga anak yang tumbuh dengan latar belakang budaya Kanada dan Sunda.
Kehadiran mereka bukan sekadar perjalanan wisata. Ada ikatan emosional yang membawa keluarga tersebut kembali ke tanah kelahiran Aliya sekaligus menjadi kesempatan bagi anak-anak mereka mengenal lebih dekat akar budaya Sunda dan suasana kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia.
Dengan mengenakan pakaian bernuansa tradisional, keluarga ini di arak menggunakan kereta kuda bersama warga Kampung Sunia.
Kehadiran mereka sontak menarik perhatian peserta upacara dan masyarakat yang memenuhi lapangan.
Senyum, lambaian tangan serta sapaan warga mengiringi perjalanan keluarga tersebut. Tidak sedikit warga mengabadikan momen langka itu dengan kamera telepon seluler.
Bagi Shaahid Bateson, pengalaman tersebut menjadi perjalanan yang sangat istimewa.
Ia mengaku bahagia dapat menyaksikan secara langsung bagaimana masyarakat Desa Cikunir merayakan hari kemerdekaan dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan.
“Ini perjalanan kami yang teramat istimewa. Sungguh sangat senang melihat masyarakat berbahagia memeriahkan kemerdekaannya. Ini luar biasa,” ujar Shaahid.
Ia juga menyampaikan kesannya terhadap sambutan masyarakat Cikunir yang di nilai sangat ramah dan terbuka terhadap keluarganya.
Menurut dia, keramahan tersebut menjadi pengalaman yang akan di kenang keluarganya. Ia pun berharap kebaikan dan kebersamaan yang di perlihatkan masyarakat Cikunir terus terjaga.
BACA JUGA:
PQN 2026 Percepat Digitalisasi Transaksi Keuangan di Kota Tasikmalaya
“Warga Cikunir sangat baik dan welcome terhadap keluarga kami. Semoga kebaikan ini senantiasa menyertai seluruh masyarakat Cikunir,” katanya.
Kepala Desa Cikunir, Ibin Arifin menyambut baik kehadiran keluarga Shaahid Bateson.
Menurutnya, kehadiran keluarga dari Kanada tersebut memberikan warna tersendiri dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di desanya.
Ia mengaku bersyukur karena keluarga Shaahid secara khusus menyempatkan diri hadir dan ikut merasakan kemeriahan perayaan kemerdekaan bersama masyarakat.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada keluarga Shaahid yang sengaja datang untuk turut memeriahkan upacara kemerdekaan bersama warga,” kata Ibin.
Bagi Desa Cikunir, kehadiran keluarga lintas negara tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada batas geografis maupun perbedaan latar belakang.
Dari sebuah kampung di Tasikmalaya, keluarga dengan darah Kanada dan Sunda itu justru menemukan kembali makna kebersamaan melalui sebuah perayaan sederhana: berkumpul, tersenyum, saling menyapa dan menikmati kegembiraan bersama masyarakat.
BACA JUGA:
bank bjb Tasikmalaya Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Di tengah kerumunan warga dan kibaran Merah Putih, kereta kuda yang membawa keluarga tersebut seolah menjadi simbol kecil tentang bagaimana budaya, keluarga dan persahabatan dapat mempertemukan manusia dari dua belahan dunia dalam satu suasana kebahagiaan.
Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Cikunir pun tak sekadar menjadi pesta rakyat.
Bagi keluarga Shaahid dan Aliya, hari itu menjadi perjalanan pulang menuju akar keluarga, sekaligus pengalaman berharga bagi generasi mereka untuk mengenal Indonesia dari dekat.
(Farhan Kamil)



