CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis mengukir prestasi gemilang dalam menjalankan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tingkat Provinsi Jawa Barat. Ratusan ribu warga Ciamis antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan, termasuk program pelacakan kasus Tuberculosis (TB) secara terintegrasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Rizali Sofiyan, mengonfirmasi angka partisipasi masyarakat yang memuaskan tersebut. Capaian ini merujuk pada data resmi pemeriksaan lapangan hingga pekan ini.
Baca Juga: Herdiat Apresiasi Konsistensi Rina Sa’adah Bantu Sektor Pertanian Ciamis
“Untuk Ciamis, alhamdulillah pada saat ini kami masuk ke dalam lima besar pencapaian CKG di Provinsi Jawa Barat,” kata Rizaldi dalam kegiatan monitoring tracking TB terintegrasi CKG di Aula Setda Ciamis, Senin (21/9/2026).
Kejar Target 50 Persen Populasi Ciamis
Dinas Kesehatan mencatat total penduduk Ciamis saat ini mencapai 1.274.058 jiwa. Pihaknya membidik sasaran pemeriksaan sebesar 50 persen dari total populasi, atau setara 637.029 orang.
Sejauh ini, tim medis lapangan berhasil melayani 501.900 warga. Angka tersebut merepresentasikan 39,39 persen dari keseluruhan target sasaran daerah.
Beberapa wilayah mencetak rekor jumlah peserta CKG terbanyak, antara lain:
- Kecamatan Ciamis: 34.124 orang
- Kecamatan Rajadesa: 31.975 orang
- Kecamatan Cipaku: 31.705 orang
- Kecamatan Banjarsari: 27.456 orang
Daftar Puskesmas dengan Persentase CKG Tertinggi
Jika menilik persentase capaian terhadap target lokal, jajaran Puskesmas menunjukkan kinerja luar biasa. Puskesmas Cidolog memimpin posisi puncak dengan persentase sebesar 63,20 persen.
Puskesmas Jatinagara mengekor di posisi kedua dengan 60,39 persen, lalu Rajadesa sebesar 58,05 persen. Sementara itu, Puskesmas Cieurih mengumpulkan 55,28 persen dan Kawali menyumbang 53,92 persen.
Dinas Kesehatan berkomitmen memperluas jangkauan CKG dengan menggabungkan layanan di Puskesmas, Posyandu, Posbindu, Pustu, hingga fasilitas kesehatan tingkat desa.
“Sehingga diharapkan cakupan screening meningkat, terduga diperiksa diagnostik, kasus TB ditemukan dan segera diobati,” ujarnya.
Apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI
Keberhasilan Jawa Barat dan Ciamis memantik perhatian dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavianus, memberikan pujian atas kerja keras seluruh tenaga medis di lapangan.
“Jawa Barat menjadi salah satu daerah dengan capaian CKG yang tinggi secara nasional. CKG tidak hanya berfungsi sebagai pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menemukan penyakit menular seperti TB sejak dini,” pungkasnya.
(Mia)



