JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Prabowo Subianto menunjuk Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis, 1 Oktober 2026 menggantikan Djamari Chaniago.
Pengangkatannya di tetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029.
BACA JUGA:
Menko PMK Sugiono Tunggu Arahan Prabowo Subianto
Jabatan Menko Polkam menjadi posisi baru bagi Dudung setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Ia baru di lantik sebagai KSP pada Senin, 27 April 2026 berdasarkan Keppres Nomor 52/P Tahun 2026, setelah sebelumnya di percaya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional sekaligus Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan.
Setelah resmi menjabat Menko Polkam, Dudung mengatakan langkah awalnya akan di fokuskan pada koordinasi dengan kementerian dan lembaga yang berada dalam lingkup koordinasi bidang politik dan keamanan.
Ia ingin menyelaraskan kondisi keamanan agar pelaksanaan tugas pemerintahan dapat berjalan lebih terkoordinasi.
“Langkah awal saya akan koordinasi dengan semua instansi terkait dari kelembagaan di bawah koordinasi Polhukam adalah sinkronisasi situasi keamanan saat ini untuk semakin kondusif,” kata Dudung.
Menurut Dudung, posisi yang kini di embannya memiliki tanggung jawab yang luas karena mencakup koordinasi berbagai urusan kenegaraan.
Ia menyebut, koordinasi dan sinkronisasi antarlembaga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugas Menko Polkam dalam menghadapi situasi yang ada saat ini.
“Tugas-tugas Menko Polkam tentunya tidak ringan dengan situasi saat ini. Di bawahnya memang kita koordinasikan, sinkronkan tugas-tugas kenegaraan,” ujar Dudung.
Selain persoalan keamanan, Dudung juga menyoroti pentingnya menjaga keutuhan serta persatuan dan kesatuan negara.
Ia mengaitkan tugas tersebut dengan pelaksanaan pembangunan dan sejumlah agenda pemerintahan yang tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Masalah keutuhan, persatuan dan kesatuan negara ini yang harus kita tingkatkan kembali. Kita songsong pembangunan Asta Cita yang menjadi cita-cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, mana program strategis nasional, program prioritas nasional, dan program unggulan Bapak Presiden. Ini yang akan kita kawal,” ujar Dudung.
Setelah Dudung berpindah menjadi Menko Polkam, jabatan KSP kemudian di berikan kepada Jenderal Polisi (Purn) Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya merupakan Kapolri.
BACA JUGA:
Bahlil Lahadalia Dilantik jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Dudung merupakan purnawirawan TNI AD yang lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 19 November 1965. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1988 dan berkarier di Korps Infanteri TNI AD.
Dalam perjalanan militernya, Dudung pernah menduduki sejumlah jabatan strategis. Antara lain, Pangdam Jaya, Pangkostrad hingga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Ia pensiun pada 19 November 2023 setelah hampir dua tahun menjabat sebagai KSAD.
Kini, Dudung menjalankan tugas sebagai Menko Polkam yang mengoordinasikan sejumlah kementerian dan lembaga strategis. Termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kejaksaan Agung, TNI, serta Polri.
Dengan jabatan barunya tersebut, ia menyampaikan fokus awal berupa sinkronisasi kondisi keamanan, koordinasi antarlembaga, penguatan keutuhan dan persatuan negara serta pengawalan program strategis, program prioritas dan program unggulan Presiden Prabowo.
(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)



