JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Prabowo Subianto menunjuk Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) dalam perombakan Kabinet Merah Putih.
Arrmanatha menggantikan Sugiono yang kini di percaya mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
BACA JUGA:
Jenderal Dudung Abdurachman Dilantik jadi Menko Polkam
Arrmanatha resmi menjalankan jabatan barunya setelah di lantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pengangkatannya di tetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 105/P Tahun 2026.
Sebelum menduduki posisi Menlu, Arrmanatha merupakan Wakil Menteri Luar Negeri sejak 21 Oktober 2024.
Pengalaman panjangnya sebagai diplomat membuat ia telah menjalani berbagai penugasan. Baik dalam hubungan bilateral maupun forum multilateral.
Arrmanatha menyampaikan, arah politik luar negeri Indonesia akan tetap berjalan berdasarkan mandat konstitusi dan arahan Presiden.
Ia juga menegaskan akan melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya telah di jalankan Sugiono selama menjabat sebagai Menlu.
“Mandat kita adalah amanat dari konstitusi dan ini telah di jalankan sangat baik oleh pak Sugiono. Kami akan teruskan apa yang telah sangat baik telah di lakukan oleh beliau. Kami tentunya juga akan mengikuti arahan-arahan dari Presiden karena pada akhirnya mandat polugri itu ada di Pak Prabowo,” kata Arrmanatha.
Dia menilai, kesinambungan kebijakan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan politik luar negeri. Menurut dia, stabilitas arah kebijakan dari waktu ke waktu menjadi salah satu hal yang perlu di pertahankan Indonesia dalam menjalankan hubungan dengan negara lain.
“Suatu negara yang memiliki polugri yang stabil, yang dari tahun ke tahun itu stabil, adalah negara yang baik. Itu adalah Indonesia,” ujar Arrmanatha.
Salah satu agenda yang turut menjadi perhatian Arrmanatha adalah pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029-2030.
Indonesia mengusung tema kampanye “Fostering Unity, Advancing Peace” dalam pencalonan tersebut.
Kampanye tersebut di luncurkan Indonesia di New York, Amerika Serikat, pada Jumat, 25 September 2026.
Melalui pencalonan itu, Indonesia membawa sejumlah prioritas. Mulai dari kesiapan menghadapi perubahan lanskap keamanan, penguatan upaya pencegahan konflik dan penyelesaian damai, hingga penguatan peran perempuan, pemuda serta organisasi kawasan dalam menciptakan perdamaian.
Indonesia juga ingin menggunakan pencalonan tersebut untuk mendorong penguatan multilateralisme sekaligus pembaruan sistem multilateral agar dapat merespons berbagai persoalan global secara lebih efektif, transparan, dan inklusif.
“Ini juga menunjukkan kepercayaan kita pentingnya multilateralisme. Sehingga kita juga terus akan menggunakan kesempatan pencalonan kita untuk mendorong reformasi sistem multilateral,” ujar Arrmanatha.
BACA JUGA:
Menko PMK Sugiono Tunggu Arahan Prabowo Subianto
Arrmanatha lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971. Ia menempuh pendidikan ekonomi di University of Buckingham, Inggris.
Kemudian memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Leicester dan gelar magister hubungan internasional dari Universitas Indonesia.
Kariernya di Kementerian Luar Negeri di mulai pada 1997. Dalam perjalanan karier diplomatiknya, Arrmanatha pernah terlibat dalam sejumlah urusan multilateral, ekonomi, dan perdagangan. Termasuk menjadi negosiator Indonesia dalam forum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) serta menjalankan berbagai penugasan di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ia kemudian di percaya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Prancis pada 2019 hingga 2021 dengan akreditasi untuk Andorra dan Monako serta UNESCO.
Setelah itu, Arrmanatha menjabat sebagai Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB dan Organisasi Internasional lainnya di New York pada 2021-2024, sebelum di tunjuk sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada 2024.
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha juga aktif dalam forum internasional. Pada Juli 2026.
Dia menyampaikan pandangan Indonesia dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB di New York yang membahas pencegahan konflik serta penyelesaian sengketa secara damai.
Kini sebagai Menlu, Arrmanatha akan melanjutkan pelaksanaan politik luar negeri Indonesia dengan menempatkan kepentingan nasional dan arahan Presiden sebagai bagian utama dalam menjalankan mandat tersebut.
Selain menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian global, agenda pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2029-2030 menjadi salah satu fokus yang akan di teruskan.
Dalam menjalankan tugas di Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha juga masih di dampingi dua Wakil Menteri Luar Negeri, yakni Anis Matta dan Arif Havas Oegroseno.
(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)



