PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Rapat Paripurna Istimewa Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran mewarnai perhatian publik. Sebanyak 21 dari total 40 anggota DPRD Pangandaran memilih absen, Minggu (25/10/2026).
Sorotan publik tertuju pada Fraksi PDI Perjuangan. Sebanyak 15 anggota Fraksi PDIP tidak menghadiri acara tersebut. Hanya Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin yang hadir menampakkan diri.
Baca Juga: Citra Pitriyami Ungkap PR Pangandaran di Usia ke-14, Kekeringan Jadi Sorotan
Fraksi Golkar mengirimkan 3 wakil dari 5 anggota. Fraksi Gerindra hanya menghadirkan 1 wakil dari 5 anggota.
Sementara itu, Fraksi PKB mendatangkan 5 anggota dan Fraksi PAN menyertakan 4 anggota. Hanya Fraksi Persatuan gabungan PKS dan PPP yang memboyong seluruh anggotanya.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami enggan menanggapi fenomena kursi kosong tersebut. Citra menegaskan posisinya dalam rapat paripurna ini sebatas tamu undangan.
“Kalau ditanya kenapa anggota tidak hadir, banyak yang tidak hadir, sepertinya pertanyaannya tidak harus ke saya. Betul? Karena saya di sini sebagai tamu undangan. Tuan rumahnya DPRD. Boleh ditanyakan langsung ke DPRD,” kata Citra, Minggu (25/10/2026).
Ketua DPRD Tepis Isu Boikot Politik
Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin menegaskan panitia telah mengirimkan undangan kepada seluruh anggota dewan.
Asep membeberkan alasan ketidakhadiran 15 rekan sejawatnya dari Fraksi PDIP. Anggota fraksi melayat ke rumah duka admin PDIP yang meninggal dunia.
“Saya dapat konfirmasi karena ada orang tua admin PDI Perjuangan meninggal dunia tadi, kurang lebih jam 12 malam. Mungkin teman-teman Fraksi PDI Perjuangan takziah di sana,” ujar Asep.
Asep meluruskan bahwa Rapat Paripurna Istimewa tidak membutuhkan syarat kuorum penentu keputusan. Ia membantah keras isu yang menyebut aksi ini sebagai boikot politik.
“Artinya tidak ada persoalan politik,” tegas Asep.
Asep mengajak seluruh tokoh politik Pangandaran untuk menanggalkan ego pribadi. Terlebih momentum Milangkala ke-14 harus menguatkan kembali persatuan seluruh elemen masyarakat.
“Saya mendoakan agar yang punya ego besar menurunkan ego-egonya. Bagaimana kita bisa bersatu, bagaimana kita bisa sauyunan,” pungkas Asep.
(Sajidin)



