PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Gelaran Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat VII 2026 tinggal menghitung hari. Namun, puluhan atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Pangandaran masih menghadapi ketidakpastian anggaran.
Panitia menjadwalkan Peparda Jabar VII berlangsung di Kota Bandung pada 22–28 November 2026 mendatang.
Baca Juga: Polres Pangandaran Kerahkan 100 Personel Gabungan
Waktu persiapan atlet semakin sempit. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Disdikpora belum memberikan kepastian tindak lanjut dana hibah.
Pemkab Pangandaran sebelumnya hanya menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp42 juta. Pengurus menilai nominal tersebut sangat jauh dari kebutuhan operasional kontingen atlet. Nominal itu pun masih memikul potongan pajak.
Ketua NPCI Kabupaten Pangandaran, Wahyu Hidayah, membeberkan bahwa para atlet mulai mempertanyakan hasil audiensi bersama Disdikpora.
“Atlet mulai banyak yang bertanya bagaimana menindaklanjuti setelah audiensi dari Disdikpora sebelumnya,” kata Wahyu, Selasa (27/10/2026).
Wahyu mengaku sudah mewakili aspirasi atlet untuk menanyakan perkembangan dana ke Kabid Pora Disdikpora Pangandaran.
“Tapi, sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai tindak lanjut hasil audiensi tersebut,” ujarnya.
Wahyu mengeluhkan sulitnya menjumpai Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran untuk meminta kepastian langsung. Pihaknya gagal menemui pejabat terkait dengan alasan sedang sakit.
Padahal, Kepala Disdikpora mendatangi kegiatan Chief de Mission (CdM) Meeting I mewakili Bupati Pangandaran. Dinas semestinya paham betul alur persiapan agenda olahraga disabilitas tingkat provinsi ini.
“Kondisi ini yang membuat kita di NPCI Pangandaran dalam kesulitan untuk mendapat kepastian,” ungkap Wahyu.
Wahyu mendesak Pemkab Pangandaran segera menurunkan kepastian dana operasional. Masalah anggaran ini mengancam persiapan para atlet disabilitas yang siap membela nama daerah.
(Sajidin)



